Tabel 3-2 berisi ketentuan khusus (special provisions) sebagaimana dimaksud dalam kolom 7 (tujuh) dari Tabel 3-1 dan informasi yang terkandung di dalamnya merupakan informasi tambahan yang menunjukkan entri yang relevan. Dimana susunan kata dari ketentuan khusus (special provisions) tersebut sepadan dengan yang berada dalam Peraturan Model UN, nomor ketentuan khusus (special provisions) UN ditunjukkan dalam tanda kurung.
Tabel 3-2. Ketentuan Khusus (Special provisions)
Tls UN
A1 Barang atau substansi ini dapat diangkut pada pesawat penumpang, hanya dengan persetujuan terlebih dahulu dari otoritas yang berwenang dari negara asal dan negara operator pesawat udara dalam bentuk tertulis yang ditetapkan oleh pihak otoritas. Kondisi-kondisi tersebut harus memasukkan persyaratan pembatasan jumlah dan persyaratan pengemasan dan harus mematuhi S-3;1.2.2 dari bagian Supplement (Tambahan). Salinan dokumen persetujuan, yang menunjukkan persyaratan pembatasan jumlah dan persyaratan pengemasan, harus menyertai barang yang dikirimkan. Barang atau substansi dapat diangkut pada pesawat kargo sesuai dengan kolom 12 dan 13 Tabel 3-1.
Bilamana suatu negara, selain negara asal dan negara operator pesawat udara, telah memberitahukan kepada ICAO bahwa negara tersebut memerlukan persetujuan pengiriman terlebih dahulu yang dibuat menurut ketentuan khusus (special provisions) ini, persetujuan juga harus diperoleh dari negara tersebut, yang sesuai.
A2 Barang atau substansi ini dapat diangkut pada pesawat kargo, hanya dengan persetujuan terlebih dahulu dari otoritas yang berwenang dari negara asal dan negara operator pesawat udara dalam bentuk tertulis yang ditetapkan oleh pihak otoritas.
Bilamana suatu negara, selain negara asal dan negara operator pesawat udara, telah memberitahukan kepada ICAO bahwa negara tersebut memerlukan persetujuan pengiriman terlebih dahulu yang dibuat menurut ketentuan khusus (special provisions) ini, persetujuan juga harus diperoleh dari negara transit, overflight, dan tujuan, yang sesuai.
Dalam setiap keadaan, kondisi-kondisi ini harus memasukkan persyaratan pembatasan jumlah dan persyaratan pengemasan dan ini harus memenuhi S-3;1.2.3 dari bagian Tambahan. Salinan (beberapa) dokumen persetujuan, yang menunjukkan persyaratan pembatasan jumlah dan persyaratan pengemasan dan pelabelan, harus menyertai barang yang dikirim.
A3 (223) Jika sifat kimia atau fisik suatu zat yang tercakup dalam uraian ini adalah seperti ketika diuji, tidak memenuhi penetapan yang mendefinisikan kriteria untuk kelas atau divisi yang tercantum dalam kolom 3, atau kelas atau divisi lainnya, zat tersebut tidak tunduk pada Petunjuk teknis ini.
A4 Cairan yang memiliki uap (vapour) beracun yang dapat terhirup dari Kelompok Pengemasan I (Packing Group I) dilarang diangkut, baik pada pesawat penumpang maupun kargo.
Cairan yang memiliki kabut (mist) beracun yang dapat terhirup dari Kelompok Pengemasan I (Packing Group I) dilarang diangkut pada pesawat penumpang. Cairan tersebut mungkin dapat dimuat pada pesawat kargo yang berada dalam kondisi bahwa cairan tersebut dikemas sesuai dengan instruksi pengemasan (packing instructions) untuk substansi Kelompok Pengemasan I (Packing Group I) dan jumlah bersih maksimal per paket tidak melebihi 5 L.
A5 Bahan padat yang memiliki racun yang dapat terhirup dari Kelompok Pengemasan I (Packing
Group I) dilarang diangkut pada pesawat penumpang. Bahan padat tersebut dapat dibawa
dengan pesawat kargo jika dikemas sesuai dengan instruksi pengemasan (packing
instructions) untuk substansi Kelompok Pengemasan I (Packing Group I) dan jumlah bersih
maksimal per paket tidak melebihi 15 kg.
Tls UN
relevan dan sesuai dengan ketentuan pestisida yang relevan (lihat 2;6.2.3 dan 2;6.2.4).
A7 Tidak digunakan
A8 (332) Ketika diangkut dalam bentuk Tablet yang keras, barang-barang ditetapkan sebagai Kelompok Pengemasan III (packing group III).
A9 Minuman beralkohol yang mengandung tidak lebih dari 70 persen alkohol menurut banyaknya, apabila dikemas dalam wadah 5 liter atau kurang, tidak tunduk pada petunjuk teknis ini ketika dibawa sebagai kargo.
A10 (39) Zat ini tidak tunduk pada Petunjuk tenis ini ketika mengandung kurang dari 30 persen atau tidak kurang dari 90 persen silikon.
A11 (305) Zat-zat ini tidak tunduk pada petunjuk teknis ini apabila memiliki konsentrasi tidak lebih dari 50 mg/kg.
A12 (45) antimony sulphides dan oxides yang mengandung tidak lebih dari 0,5 persen dari arsenic yang
dihitung dari total massa tidak tunduk pada petunjuk teknis ini. A13 (47) Ferricyanide dan ferrocyanide tidak tunduk pada petunjuk teknis ini.
A14 Tidak digunakan
A15 (59) Zat-zat ini tidak tunduk pada petunjuk teknis ini apabila mengandung tidak lebih dari 50 persen magnesium.
A16 (62) Zat ini tidak tunduk pada petunjuk teknis ini apabila tidak mengandung lebih dari 4 persen sodium hydroxide.
A17 Zat ini harus tidak diklasifikasikan dan diangkut kecuali diijinkan oleh otoritas yang terkait dari Negara Asal berdasarkan hasil dari pengujian-pengujian Seri 2 dan Seri 6 (c) pada paket yang disiapkan untuk pengangkutan.
A18 (66) Mercurous chloride dan cinnabar tidak tunduk pada petunjuk teknis ini.
A19 (225) Alat pemadam kebakaran (fire extinguishers) menurut entri ini mungkin termasuk kartrid pembangkit/penggerak terpasang (kartrid, perangkat daya Divisi 1.4c atau 1.4s), tanpa mengubah klasifikasi Divisi 2.2 yang ditentukan pada jumlah total pembakaran (propellant) bahan peledak tidak melebihi 3,2 gram per unit pemadam.
A20 Selama pengangkutan zat ini harus dilindungi dari sinar matahari langsung dan semua sumber panas dan ditempatkan di daerah berventilasi yang memadai. Sebuah pernyataan untuk efek ini harus dimasukkan dalam Dokumen pengangkutan barang-barang berbahaya
≠ 𝐴21 Catatan ini hanya berlaku untuk kendaraan bertenaga baterai basah, baterai natrium, baterai lithium metal atau baterai lithium ion dan peralatan bertenaga baterai basah atau baterai natrium yang diangkut dalam kondisi baterai terpasang.
Untuk tujuan ketentuan khusus (special provisions) ini, kendaraan-kendaraan yang dilengkapi pendorong sendiri (self-propelled) yang dirancang untuk mengangkut satu atau lebih orang atau barang. Contoh kendaraan tersebut adalah mobil bertenaga listrik, sepeda motor, skuter. kendaraan roda tiga dan empat atau sepeda motor, sepeda dengan bantuan baterai, kursi roda, traktor pemotong rumput, perahu dan pesawat. Contoh peralatan-peralatan ini adalah mesin pemotong rumput, mesin pembersih atau model kapal dan model pesawat.
Peralatan yang didukung oleh baterai lithium metal atau baterai lithium ion harus diserahkan menurut entri UN 3091 Lithium metal batteries contained in equipment atau UN 3091 Lithium metal batteries packed with equipment atau UN 3481 Lithium ion batteries contained in equipment atau UN 3481 Lithium ion batteries packed with equipment, yang sesuai.
Kendaraan atau peralatan yang juga berisi suatu mesin pembakaran internal harus dikirim menurut entri UN 3166 Engine, internal combustion, flammable gas powered atau UN 3166 Engine, internal combustion, flammable liquid powered atau UN 3166 Vehicle,
flammable gas powered atau UN 3166 Vehicle, flammable liquid powered, yang sesuai. Kendaraan yang bertenaga listrik hibrida (hybrid) baik mesin pembakaran internal maupun baterai basah, baterai natrium, baterai lithium metal atau baterai lithium ion, diangkut dengan kondisi (beberapa) baterai terpasang, harus dikirim menurut entri UN 3166 Vehicle, flammable gas powered atau UN 3166 Vehicle, flammable liquid powered, yang sesuai. Kendaraan atau peralatan bertenaga mesin sel bahan bakar (fuel cell engine) harus dikirim menurut entri UN 3166 Vehicle, fuel cell, flammable gas powered atau UN 3166 Vehicle, fuel cell, flammable liquid powered atau UN 3166 Engine, fuel cell, flammable gas powered atau UN 3166 Engine, fuel cell, flammable liquid powered, seperti yang sesuai. A22 Klasifikasi zat ini akan bervariasi dengan ukuran partikel dan kemasan, namun garis batas
belum ditentukan secara eksperimental. Klasifikasi yang tepat harus dilakukan dengan menggunakan prosedur untuk klasifikasi bahan peledak.
A23 (325) Dalam kasus non-fissile atau fissile kecuali uranium hexafluoride, material harus diklasifikasikan dalam UN 2978.
A24 Jumlah total bahan peledak yang terkandung dalam bentuk isi dan kabel detonasi harus tidak melebihi 10 kg per senjata perforasi yang dirakit..
A25 (205) Entri ini tidak boleh digunakan untuk Pentachlorofenol (UN 3155).
A26 (119) Mesin pendingin meliputi unit pengkondisi udara (air conditioning) dan mesin atau peralatan lain yang telah dirancang untuk tujuan khusus untuk menjaga makanan atau barang lainnya pada suhu rendah dalam kompartemen internal. Mesin pendingin dan komponen mesin pendingin dianggap tidak tunduk pada petunjuk teknis ini jika mengandung kurang dari 12 kg gas dalam Divisi 2.2 atau jika mengandung kurang dari 12 L larutan amonia (UN 2672). A27 (276) Ini termasuk zat yang tidak tercakup oleh kelas-kelas lain manapun tetapi yang memiliki jenis
narkotika, berbahaya (noxious) atau sifat yang lain semacam itu, dalam hal terjadi tumpahan atau kebocoran pada pesawat, sangat mengganggu atau mengakibatkan ketidaknyamanan yang ekstrim terhadap awak udara sehingga menghambat kinerjanya dengan baik.
A28 (135) Garam natrium terhidrasi (dehydrated sodium salt) dari asam dikloroisocianurik (dishloroisocyanuric acid) tidak tunduk pada petunju teknis ini.
A29 (138) p-Bromobenzyl cyanide tidak tunduk pada petunjuk teknis ini.
A30 (273) Maneb dan persiapan maneb yang distabilkan terhadap pemanasan sendiri (self-heating) tidak perlu diklasifikasikan dalam Divisi 4.2 ketika hal itu dapat didemonstrasikan dengan menguji bahwa satu meter kubik substansi tidak memicu sendiri (self-ignite) dan bahwa suhu di pusat sampel tidak melebihi 200 °C, ketika sampel dipertahankan pada suhu tidak kurang dari 75 °C ± 2 °C selama 24 jam.
A31 (141) Produk yang telah mengalami perlakuan pemanasan yang cukup sehingga tidak terjadi hal bahaya selama pengangkutan tidak tunduk pada petunjuk teknis ini.
≠A32 Pompa kantung udara (air bag inflators), modul kantong udara atau sabuk pengaman yang dituntut untuk dipasang di kendaraan, kapal atau pesawat udara atau komponen yang dilengkapi seperti kolom kemudi, panel pintu, kursi, dll, yang tidak dapat teraktivasi secara tak sengaja tidak dikenakan petunjuk teknis ini ketika dibawa sebagai kargo. Kata-kata "not
restricted" dan ketentuan khusus (special provisions) nomor A32 harus dicantumkan di surat
muatan udara ketika surat muatan udara udara dikeluarkan.
A33 (103) Ammonium nitrites dan campuran dari inorganic nitrite dengan garam amonium (ammonium salt) dilarang.
A34 (113) Pengangkutan campuran (mixture) kimiawi yang tidak stabil dilarang. A35 Zat ini tidak tunduk pada Petunjuk Teknis ini apabila:
Tls UN
⎯ Diproduksi secara kimiawi, ukuran partikel lebih dari 840 mikron.
A36 Ketentuan dari Ketentuan Khusus (special provisions) A2 yang berlaku untuk entri ini untuk Kelompok Pengemasan I (Packing Group I) saja dan ketentuan dari Ketentuan Khusus (special
provisions) A1 berlaku untuk entri ini untuk Grup Pengemasan II (packing group II) saja,
sebagaimana berlaku.
A37 Entri ini tidak dimaksudkan untuk mencakup Ammonium permanganate, pengangkutan yang dilarang dalam keadaan apapun.
A38 (207) Manik-manik polimer (polymeric beads) dan campuran pengecoran (moulding compounds) yang mengkin terbuat dari polystyrene, poli (methyl methacrylate) atau bahan polimer lainnya. A39 Zat ini memiliki beberapa sifat bahan peledak berbahaya bila diangkut dalam volume besar. A40 (28) Zat ini dapat diangkut sesuai dengan ketentuan Divisi 4.1 hanya jika ketika dikemas
persentase pengencer tidak akan jatuh di bawah yang dinyatakan pada setiap saat selama pengangkutan.
≠A41 Perangkat penyerapan (permeation devices) yang mengandung barang berbahaya dan yang digunakan untuk perangkat kalibrasi pemantauan kualitas udara tidak tunduk pada petunjuk teknis ini ketika diangkut sebagai kargo asalkan persyaratan berikut terpenuhi:
a) Setiap perangkat harus dibuat dari bahan yang kompatibel dengan barang berbahaya yang dikandungnya;
b) Isi total barang berbahaya di setiap perangkat terbatas pada 2 mililiter dan perangkat harus tidak penuh oleh cairan pada suhu 55 °C;
c) Setiap perangkat penyerapan harus ditempatkan dengan disegel, tahan tubrukan yang kuat, kemasan dalam (inner packaging) berbentuk tabung terbuat dari bahan plastik atau yang setara. Bahan penyerap (absorbent) yang cukup harus terkandung pada kemasan dalam (inner packaging) untuk sepenuhnya dapat menyerap isi perangkat. Penutup kemasan dalam (inner packaging) harus dengan aman ditahan pada tempatnya dengan kawat, plester atau cara yang baik lainnya;
d) Setiap kemasan dalam (inner packaging) harus terkandung dalam kemasan sekunder yang terbuat dari logam, atau plastik yang memiliki ketebalan minimum 1,5 mm. Kemasan sekunder harus tertutup rapat;
e) Kemasan sekunder harus aman terkemas dalam kemasan luar yang kuat. Kemasan yang lengkap harus mampu bertahan, tanpa kerusakan atau kebocoran dari setiap kemasan dalam (inner packaging) dan tanpa pengurangan yang signifikan terhadap efektivitasnya:
i. Jatuh bebas berikut ke sebuah permukaan yang keras, datar dan horizontal dari ketinggian 1,8 m:
⎯ Sekali jatuh mendatar di bagian bawah;
⎯ Sekali jatuh mendatar di bagian atas;
⎯ Sekali jatuh mendatar di sisi panjang;
⎯ Sekali jatuh mendatar di sisi pendek;
⎯ Sekali jatuh di sudut pertemuan tiga tepi berpotongan, dan
ii. Sebuah tekanan diterapkan pada permukaan atas dalam durasi 24 jam, setara dengan berat total paket identik jika ditumpuk hingga ketinggian 3 m (termasuk sampel uji).
f) Berat kotor paket lengkap harus tidak melebihi 30 kg.
Catatan -. Setiap penjatuhan di atas dapat dilakukan pada paket yang berbeda namun identik. A42 (249) Ferrocerium (lighter flint), yang distabilkan terhadap korosi, dengan kandungan zat besi
minimal 10 persen tidak tunduk pada petunjuk teknis ini.
A43 (210) Racun yang terbuat dari tanaman, hewan atau sumber bakteri yang mengandung zat terinfeksi (infectious substance), atau racun yang terkandung dalam zat terinfeksi (infectious substance), harus diklasifikasikan sebagai Divisi 6.2.
≠A44 Entri peralatan kimia atau peralatan pertolongan pertama dimaksudkan untuk berlaku untuk kotak, peti, dll, yang mengandung sejumlah kecil berbagai barang berbahaya yang digunakan, misalnya, untuk keperluan medis, analitis atau pengujian atau keperluan perbaikan. Komponen harus tidak bereaksi secara berbahaya (lihat 4;1.1.8). Kelompok pengemasan (packing group) yang ditetapkan untuk peralatan secara keseluruhan harus menjadi kelompok pengemasan (packing group) yang paling ketat yang ditetapkan untuk setiap substansi dalam peralatan. Kelompok pengemasan (packing group) yang dditetapkan harus ditampilkan pada dokumen pengangkutan barang berbahaya. Apabila peralatan hanya berisi barang berbahaya yang tidak ada kelompok pengemasan (packing group) yang ditetapkan, kelompok pengemasan (packing
group) tidak harus ditunjukkan pada dokumen pengangkutan barang-barang berbahaya.
Satu-satunya barang berbahaya yang diijinkan dalam peralatan adalah zat yang dapat diangkut sebagai:
a) jumlah yang dikecualikan (excepted quantities) sebagaimana dimaksud dalam kolom 9 Tabel 3-1, yang menyajikan kemasan dalam (inner packaging) dan jumlahnya seperti yang ditentukan dalam 5.1.2 dan 5.2.1 a); atau
b) jumlah terbatas (limited quantities) sesuai 3;4.1.2.
A45 Tidak digunakan
Catatan -. Lihat Instruksi Pengemasan (packing instructions) 965-970.
≠ 𝐴46 Campuran (mixture) bahan padat yang tidak tunduk pada petunjuk teknis ini dan cairan yang mudah terbakar (flammable liquids) mungkin dapat diangkut menurut entri ini tanpa terlebih dahulu menerapkan kriteria klasifikasi Divisi 4.1, asalkan tidak ada cairan bebas terlihat keluar pada saat substansi dikemas dan, untuk kemasan tunggal (single packaging), kemasan harus lulus pengujian ketahanan kebocoran di level Kelompok Pengemasan II (packing group II). Kemasan dalam (inner packaging) yang kecil yang terdiri dari paket tersegel atau barang yang mengandung kurang dari 10 mL dari Kelompok Pengemasan (packing group) II atau III cairan yang mudah terbakar (flammable liquids) yang diserap menjadi material padat tidak tunduk pada petunjuk teknis ini asalkan tidak ada cairan bebas dalam paket atau barang.
≠A47 (219) Rekayasa genetika mikro-organisme (GMMOS) dan organisme yang dimodifikasi secara genetik (GMO) dikemas dan dimarka sesuai dengan Instruksi Pengemasan (packing
instructions) 959 tidak tunduk pada persyaratan lain dalam petunjuk teknis ini ketika dimuat
sebagai kargo.
Jika GMMOS atau GMO memenuhi definisi pada 2;6 dari zat beracun atau zat terinfeksi dan memenuhi kriteria untuk dimasukkan dalam Divisi 6.1 atau 6.2, persyaratan dalam petunjuk teknisi ini untuk mengangkut zat beracun atau zat terinfeksi berlaku.
A48 Pengujian kemasan tidak dianggap perlu.
A49 Bahan lembam (inert material) lainnya atau campuran bahan lembam (inert material) dapat digunakan atas kebijaksanaan dari otoritas yang terkait dari Negara Asal, asalkan bahan lembam ini memiliki sifat phlegmatisasi identik.
≠ 𝐴50 Campuran bahan padat yang tidak tunduk pada petunjuk teknis ini dan cairan beracun dapat diangkut menurut entri ini tanpa terlebih dahulu menerapkan kriteria klasifikasi Divisi 6.1, asalkan tidak ada cairan bebas terlihat saat zat tersebut dikemas dan untuk kemasan tunggal, kemasan harus lulus pengujian ketahanan kebocoran di level Kelompok Pengemasan II (packing group II). Entri ini tidak boleh digunakan untuk bahan padat yang mengandung cairan Kelompok Pengemasan I (packing group I).
≠A51 Terlepas dari batas yang ditentukan dalam kolom 11 Tabel 3-1, baterai pesawat udara hingga batas dari 100 kg berat bersih per paket dapat diangkut. Pengangkutan dengan ketentuan khusus (special provisions) ini harus dicatat pada dokumen pengangkutan barang-barang berbahaya
Tls UN
acid dan UN 2795 Batteries, wet, filled with alkali
A52 (228) Campuran (mixture) yang tidak memenuhi kriteria untuk gas yang mudah terbakar (Divisi 2.1) harus diangkut sesuai UN 3163.
A53 (37) Zat ini tidak tunduk pada Petunjuk Teknis ini ketika diberi pelapis (coated). A54 (32) Zat ini tidak tunduk pada Petunjuk Teknis ini ketika dalam bentuk lain.
A55 (142) Pelarut (solvent) yang diekstrak dari bahan makanan kacang kedelai yang mengandung tidak lebih dari 1,5 persen minyak dan tidak lebih dari 11 persen pelembab, yang pada dasarnya bebas dari pelarut yang mudah terbakar, tidak tunduk pada Petunjuk Teknis ini.
A56 Entri ini berlaku untuk barang yang mengandung Kelas 1 bahan peledak dan yang juga mungkin berisi barang berbahaya dari kelas-kelas lain. Barang ini digunakan sebagai pompa kantong udara kendaraan penyelamat atau modul kantong udara atau sabuk pengaman yang dipersyaratkan.
Jumlah yang diberikan dalam kolom 11 dan 13 Tabel 3-1 mengacu pada berat bersih dari barang yang lengkap.
Catatan -. Untuk pengangkutan kendaraan, lihat Instruksi Pengemasan (packing instructions) 950, 951 dan 952.
A57 Kemasan harus dibuat sedemikian rupa sehingga ledakan tidak dimungkinkan yang disebabkan peningkatan tekanan internal.
A58 (144) Larutan encer yang mengandung tidak lebih dari 24 persen alkohol menurut volumenya tidak tunduk pada Petunjuk Teknis ini.
A59 Sebuah rakitan ban cadangan atau rusak tidak tunduk pada petunjuk teknis ini jika ban benar-benar dikempeskan. Sebuah rakitan ban dengan ban dapat berfungsi tidak tunduk pada petunjuk teknis ini dalam kondisi ban tidak mengembang dengan tekanan terukur melebihi nilai tekanan maksimum untuk ban itu. Namun, ban tersebut (termasuk katup terpasang) harus dilindungi dari kerusakan selama pengiriman, yang mungkin memerlukan penggunaan tutup pelindung.
A60 (215) Entri ini hanya berlaku untuk bahan teknis murni atau formulasi yang berasal dari itu memiliki SADT lebih tinggi dari 75°C dan karenanya tidak berlaku untuk formulasi yang merupakan zat rektif sendiri (self-reactive). (Untuk zat reaktif sendiri (self-reactive), lihat 2;4.2.3. Tabel 2-6). Campuran homogen yang mengandung tidak lebih dari 35 persen per massa azocarbonamide dan setidaknya 65 persen dari bahan yang lembam (inert) tidak tunduk pada petunjuk teknis ini kecuali kriteria kelas atau divisi lain terpenuhi.
A61 (168) Asbestos yang direndam atau tetap dalam bahan pengikat alami atau buatan (seperti semen, plastik, aspal, resin atau bijih mineral) sedemikian rupa sehingga tidak ada jalan keluar dalam jumlah berbahaya dari serat asbestos yang dapat terhirup terjadi selama pengangkutan tidak tunduk pada petunjuk teknis ini. Barang buatan pabrik, yang mengandung asbestos dan tidak memenuhi persyaratan ini, tetap tidak tunduk pada petunjuk teknis ini, ketika dikemas sehingga tidak ada yang keluar dalam jumlah berbahaya dari serat asbestos yang dapat terhirup terjadi selama pengangkutan.
A62 (178) Pemarkaan ini hanya dapat digunakan bila tidak ada pemarkaan lain yang sesuai ada dalam daftar dan kemudian hanya dengan persetujuan dari otoritas yang terkait dari Negara Asal.
A63 Tidak digunakan
A64 (306) Entri ini hanya dapat digunakan untuk zat yang tidak menunjukkan sifat bahan peledak Kelas 1 ketika diuji sesuai dengan uji seri 1 dan 2 dari Kelas 1 (lihat Pedoman Tes dan Kriteria UN, Bagian I).
A65 (270) Larutan encer dari Divisi 5.1 zat inorganic solid nitrate dianggap tidak memenuhi kriteria Divisi 5.1 jika konsentrasi zat dalam larutan pada suhu minimum yang dicapai dalam pengangkutan tidak lebih dari 80 persen dari batas jenuh.
A66 Peralatan polyester resin terdiri dari dua komponen: bahan dasar (Kelas 3, Kelompok Pengemasan (packing group) II atau III) dan penggerak (Divisi 5.2). Organic peroxide harus tipe D, E atau F, tidak memerlukan kontrol suhu. Kelompok Pengemasan (packing group) II atau III diberikan sesuai dengan kriteria untuk Kelas 3, berlaku untuk bahan dasar.
≠A67 Baterai tak dapat tumpah (non-spillable battery) yang memenuhi persyaratan Instruksi Pengemasan (packing instructions) 872 tidak tunduk pada petunjukteknis ini ketika dimuat sebagai kargo, jika pada suhu 55°C, elektrolit tidak akan mengalir dari pecahan atau retakan pada kotaknya. Baterai tidak boleh mengandung cairan bebas atau tidak terserap. Setiap baterai listrik atau baterai untuk tenaga perangkat, peralatan atau kendaraan memiliki potensi evolusi bahaya dari panas harus disiapkan untuk pengangkutan sehingga dapat mencegah:
a) hubungan pendek (misalnya dalam kasus baterai, dengan insulasi yang efektif dari terminal yang terbuka, atau dalam hal peralatan, dengan pemutusan baterai dan perlindungan terminal yang terbuka), dan
b) aktivasi tak disengaja.
Kata "not retristed" dan ketentuan khusus (special provisions) nomor A67 harus tertera di surat muatan udara saat sebuah surat muatan udara dikeluarkan.
≠68 (272) Zat ini harus tidak diangkut sesuai dengan ketentuan Divisi 4.1 kecuali mendapatkan otorisasi secara khusus oleh otoritas nasional yang sesuai. (Lihat UN 0143 atau UN 0150 yang sesuai.)
≠69 Berikut ini tidak dikenakan petunjuk teknis ini ketika dimuat sebagai kargo:
a) barang seperti termometer, saklar (switch) dan relay, masing-masing mengandung jumlah total tidak lebih dari 15 g merkuri, jika mereka dipasang sebagai bagian integral dari mesin atau peralatan dan begitu terpasang bahwa goncangan atau dampak kerusakan, yang menyebabkan kebocoran merkuri, tidak mungkin terjadi dalam kondisi pengangkutan normal.
b) lampu, masing-masing berisi tidak lebih dari 1 g merkuri dan dikemas sehingga tidak lebih dari 30 g merkuri per paket. Paket harus dirancang sedemikian rupa dan dibangun sedemikian rupa sehingga ketika dikenai untuk tes jatuh dari ketinggian tidak kurang dari 0,5 m paket masih harus mampu bertahan untuk pengangkutan dan harus tidak ada kerusakan pada isi.
c) barang, masing-masing berisi tidak lebih dari 100 mg merkuri, galium atau inert gas dan dikemas sehingga jumlah raksa, inert gas atau galium per paket 1 gram atau kurang. Kata-kata "not restricted" dan ketentuan khusus (special provisions) nomor A69 harus tertera di surat muatan udara saat sebuah surat muatan udara dikeluarkan.
≠ 70 Pembakaran internal atau mesin sel bahan bakar yang dikirim secara terpisah atau dimasukkan ke dalam kendaraan, mesin atau peralatan lainnya, tanpa baterai atau barang berbahaya lainnya, tidak tunduk pada petunjuk teknis ini ketika dimuat sebagai muatan dalam kondisi sebagai berikut:
a) untuk mesin bertenaga cairan mudah terbakar (flammable liquids powered engine) 1) mesin ini bertenaga oleh bahan bakar yang tidak memenuhi kriteria klasifikasi untuk
setiap kelas atau divisi; atau
2) tangki bahan bakar dari kendaraan, mesin atau perlengkapan lainnya tidak pernah