Bagan IV : Interaksi Sosial Informan IV
3. Keterangan Bagan
a. Bagan 1 : Interaksi Sosial Informan 1
Informan 1 bernama A berjenis kelamin laki-laki, berusia 24 tahun. Pendidikan terakhir A adalah lulus SMA, A merupakan anak kelima dari lima saudara dan sudah menikah. A berada dijalanan karena merasakan kurang adanya kasih sayang dari keluarganya tertutama orang tua.
A merupakan anak kelima dari lima bersaudara, orang tuanya bercerai sejak A masih duduk di bangku Sekolah Dasar, kemudian ibunya menikah lagi dan tinggal bersama keluarga barunya. Ayahnya pun menikah lagi yang juga tinggal bersama keluarga barunya, akan tetapi terkadang ayahnya masih mengirimi uang, saat itu semua saudara A sudah menikah dan mempunyai pekerjaan serta tinggal bersama keluarganya masing-masing.
Sewaktu kedua orang tua A bercerai maka A memutuskan untuk tinggal bersama neneknya. Namun setelah neneknya meninggal, A melanjutkan sekolah dan tinggal bersama salah satu kakak laki-laki yang berada di Solo, saat itu A bersekolah SMA. Kemudian karena tuntutan perusahaan tempat kakaknya bekerja mengharuskan untuk pindah ke Semarang, maka kakak beserta keluarganya memutuskan untuk pindah, tetapi A tidak ikut pindah dan memutuskan untuk tetap tinggal di Solo karena saat itu A sudah menikah.
A dengan istrinya tinggal di Kost, 6 tahun A sudah bekerja menjadi pengamen jalanan, istri dan semua keluarga mengetahui hal itu. A dapat
114
merasa nyaman berada di jalanan, sering berkomunikasi dengan teman, menjadi pendengar dan memberikan saran jika diperlukan saat temannya mempunyai masalah dan menceritakan kepada A. Suka membantu, menolong saat ada salah satu teman yang mengalami musibah. Interaksi A berada pada tahap komunikasi, artinya A dapat menjalin hub. Di tempat kerja dengan baik, namun A kurang berusaha menjalin hub. yang mendalam dengan keluarga & masyarakat
b. Bagan II : Interaksi Sosial Informan 1I
Informan ke II bernama YP, laki-laki berusia 19 tahun. Pendidikan terakhir adalah SMA, belum menikah, merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Berada di Jalanan karena ingin hidup mandiri dan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Sejak bersekolah di Sekolah dasar orang tua YP bercerai, kemudian YP ikut dan tinggal bersama ayahnya, sedangkan adik YP tinggal bersama ibunya. Kedua orang tuanya menikah lagi dan tinggal bersama keluarga baru. Hubungan yang terjalin antara YP dengan ayahnya sangat dekat dari pada ibu. YP mempunyai ibu tiri dan mempunyai hubungan yang lebih baik dibandingkan dengan ibu kandung sendiri. Akan tetapi sebulan sekali YP mengunjungi ibu dan adik kandungnya tersebut. Komunikasi yang terjalin dengan adik kandungnya sangat baik, sebulan sekali setiap ketemu, YP mengajak main bersama.
Ayah, ibu tiri dan adik kandungnya mengetahui jika pekerjaan YP adalah pengamen jalanan. YP sudah 6 tahun bekerja sebagai pengamen
jalanan disekitar Terminal Tirtonadi Surakarta. Komunikasi yang terjalin dengan teman, orang –orang yang berada di sekitar Terminal baik, saling menghargai dan menghormati. Tidak memaksa apabila salah satu teman sedang mempunyai masalah dan tidak mau menceritakan masalah tersebut. Di lingkungan tempat tinggal, YP jarang untuk berkonunikasi, ngobrol, dan berkumpul dengan tetangga, hal ini dikarenakan saat YP berada dirumah hanya mandi dan tidur. Interaksi sosial A berada pada tahap komunikasi, artinya YP dapat menjalin hubungan dengan baik di lingkungan keluarga dan tempat kerja. namunYP kurang berusaha menjalin hubungan dengan masyarakat baik karena intensitas interaksi yang kurang
c. Bagan III : Interaksi Sosial Informan I1I
Informan ke III bernama WO, berusia 20 tahun. Pendidikan terakhir adalah SMP, belum menikah, anak keempat dari lima bersaudara, berada dijalanan karena WO menyukai kebebasan dan ingin hidup mandiri.
Masih tinggal bersama keluarga, tetapi WO jarang pulang kerumah dan memilih untuk tinggal di Kost atau pulang kerumah pacarnya. Didalam keluarga, WO adalah anak yang paling dekat dan disayang orang tua, orang tua mengetahui bahwa WO bekerja sebagai pengamen jalanan, dan pada awalanya orang tuan tidak memperbolehkannya. Akan tetapi WO tidak peduli sampai sekarang.
116
5 tahun YP berada di Jalanan dan menjadi pengamen Jalanan, komunikasi dengan teman dan orang disekitar Terminal Tirtonadi Surakarta sangat baik, saling menghormati dan menghargai membuat banyak teman dan orang sekitarnya menyukainya.
Dilingkungan tempat tinggal WO beranggapan bahwa semua tetangga bersifat individualisme, namun komunikasi yang terjaln dengan WO masih sangat baik, jika bertemu menyapa / tegur sapa.
Interaksi WO berada pada tahap keterlibatan, hal ini dilihat dari hubungan keluarga yang baik, lingkungan tempat kerja dan lingkungan masyarakat yang baik karena mampu berkomunikasi dengan baik.
d. Bagan IV : Interaksi Sosial Informan IV
Informan ke IV bernama HS, berusia 25 tahun. Pendidikan terakhir adalah SD, belum menikah, anak pertama dari dua bersaudara, berada dijalanan karena untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Ayah HS pergi bekerja dan meninggalkan Ibu dan adiknya sewaktu HS masih kelas 3 SD, sampai sekarang ayah HS tidak pulang dan telah mempunyai istri lagi tanpa bercerai dahulu dengan ibu HS. Semenjak mengetahui ayahnya menikah lagi dan tinggal bersama keluarganya yang baru, maka ibu HS untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga. HS tinggal bersama adik dan neneknya, sedangkan ibunya pulang kerumah sebulan sekali. Biaya pendidikan HS dan adiknya dari ibunya yang mengirimi uang setiap bulannya. Sedangkan untuk kebutuhan makan sehari-hari dari neneknya. Hubungan yang terjalin antara HS dengan ibu,
nenek dan adiknya baik. Selalu berkomunikasi secara biasa seperti pada umumnya.
Setelah lulus sekolah SD, HS masih sempat melanjutkan sekolah sampai dengan SMP kelas 3, namun karena HS merasa kasian terhadap ibunya, maka HS memutuskan untuk berhenti sekolah dan mencari pekerjaan untuk membantu memenuhi kebutuhan dan membantu membiayai adiknya yang saat itu juga masih bersekolah. 6 bulan HS sempat bekerja di Jakarta, karena jarak yang jauh, membuat HS tidak betah dan memutuskan untuk kembali ke Solo, setelah kembali HS merasa malu karena nganggur tidak mempunyai pekerjaan, maka teman HS mengajak untuk ke Jalanan.
HS menjadi pengamen jalanan sudah 6 tahun, berhubungan baik dengan teman dan orang disekitar Terminal Tirtonadi Surakarta. Selalu terbuka kepada teman saat HS ada masalah. Sering menbantu jika ada temannya yang sedang mengalami musibah.
Dilingkungan masyarakat, HS sesekali menyapa jika bertemu dengan tetangga dan berkumpul jika diajak ngobrol, walaupun tidak sering.
Interaksi sosial pada HS berada pada tahap kontak sosial, artinya HS cukup baik dalam menjalin hubungan dalam keluarga walaupun jauh dengan ayah dan ibu, masih berkomunikasi dengan adik dan neneknya, dalam lingkungan jalanan/ tempat HS bekerja dan lingkungan masyarakat.
118
e. Bagan V : Interaksi Sosial Informan V
Informan ke V bernama AP, berusia 30 tahun. Pendidikan terakhir adalah SD, belum menikah, anak keempat dari tujuh bersaudara, berada dijalanan karena untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Ayah AP meninggal dunia saat AP masih bersekolah di SD, semenjak itu AP terpaksa putus sekolah, AP tinggal bersama ibunya, dari kecil AP mempunyai hubungan yang paling dekat dengan ibu dibandingkan dengan saudara lainnya. Ibu AP bekerja sebagai penjual pakaian PKL. Masih berhubungan baik dengan semua saudara, walaupun jarang untuk bertemu.
Ibu AP dan seluruh keluarga AP tau jika AP bekerja sebagai pengamen jalanan. 7 tahun bekerja sebagai pengamen jalanan. Mempunyai hubungan yang baik dengan teman dan orang disekitar, menghormati dan menghargai orang lain membuat AP memiliki banyak teman dan disenangi. Selalu membantu jika ada teman dalam keadaan atau terkena musibah.
Sering tegur sapa, ngobrol dan berkumpul dengan tetangga. Komunikasi yang terjalin baik. Sehingga interaksi sosial AP berada pada tahap kontak sosial yang berarti AP hanya mampu berkomunikasi dalam lingkungan keluarga dan masyarakat.
D. KATEGORISASI
Berdasarkan hasil analisis data terhadap hasil wawancara dan observasi maka dapat dilakukan pengkategorisasian terhadap interaksi sosial pada pengamen disekitar Teriminal Tirtonadi Surakarta. Adapun deskripsi dari kategorisasi tersebut antara lain :
1. Interaksi sosial pengamen dilingkungan keluarga, tempat kerja dan