• Tidak ada hasil yang ditemukan

KETERANGAN USAHA Rincian 4: Jenis Perusahaan

a) Perusahaan Modal Ventura (Venture Capital): badan usaha yang melakukan

kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal pada suatu perusahaan pasangan usaha (Investee Company) untuk jangka waktu tertentu (maksimal 10 tahun). Perusahaan Modal Ventura terlibat secara tidak langsung dalam aspek-aspek manajemen, administrasi, pemasaran yang tujuannya untuk mengembangkan PPU. Contoh: Bahana Artha Ventura, Sarana Jateng Ventura. b) Perusahaan Pembiayaan (Multifinance): badan usaha di luar bank yang

melakukan pembiayaan dalam bentuk penyediaan dana atau barang modal. Kegiatan ini terdiri dari sewa guna usaha, anjak piutang, kartu kredit, dan pembiayaan konsumen. Contoh: PT. Astra Auto Finance, Exim SB Leasing, PT.

Dinner Jaya Indonesia Internasional.

Jika rincian 4 berkode 1 pertanyaan dilanjutkan ke rincian 5 s/d 7 (Khusus Perusahaan Modal Ventura), tetapi jika rincian 4 berkode 2 pertanyaan dilanjutkan ke rincian 8 s/d 12 (Khusus Perusahaan Pembiayaan).

KHUSUS PERUSAHAAN MODAL VENTURA ( VENTURE CAPITAL )

Rincian 5: Upaya sosialisasi yang telah dilaksanakan perusahaan melalui : Kode 1 Asosiasi Pengusaha, misal: KADIN.

Kode 2 Iklan melalui media cetak, misal: koran, majalah, brosur. Kode 4 Iklan melalui media elektronik, misal: radio, televisi.

Kode 8 Kantor pemerintah (dinas terkait), misal: Dinas Perindustrian, Dinas

Perdagangan.

Rincian 6: Jumlah Perusahaan Pasangan Usaha (PPU) menurut jenis pembiayaan dan nilai penyertaan modal.

Perusahaan Pasangan Usaha: perusahaan yang memperoleh pembiayaan

dalam bentuk penyertaan modal sebagai mitra usaha dari perusahaan modal ventura.

Nilai Penyertaan Modal: nilai penyertaan modal perusahaan modal ventura yang

diserahkan kepada pasangan usahanya.

Penyertaan Saham Langsung: bentuk penyertaan pada pasangan usaha yang

berupa saham. Jenis pembiayaan ini untuk perusahaan yang sudah berbentuk Perseroan Terbatas.

Obligasi Konversi: pembiayaan dalam bentuk obligasi yang dapat dikonversikan

kedalam saham biasa perusahaan. Jenis pembiayaan ini untuk perusahaan berbentuk Perseroan Terbatas.

Pola Bagi Hasil: jenis pembiayaan yang dilakukan dengan perusahaan selain PT

atau belum berbadan hukum berdasarkan Profit Sharing.

Rincian 7: Jumlah Perusahaan Pasangan Usaha (PPU) menurut sektor ekonomi dan nilai penyertaan modal. Cukup jelas.

JUMLAH ISIAN PADA KOLOM (2) DAN KOLOM (3) RINCIAN 6.d = JUMLAH ISIAN PADA KOLOM (2) DAN KOLOM (3) RINCIAN 7.k

KHUSUS PERUSAHAAN PEMBIAYAAN

Rincian 8: Jenis usaha perusahaan pembiayaan.

Perusahaan Sewa Guna Usaha (Leasing): badan usaha yang melakukan

kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang modal, baik secara

Finance Lease maupun Operating Lease untuk digunakan oleh penyewa guna

usaha (Lessee) selama jangka waktu tertentu, berdasarkan pembayaran secara berkala. Contoh: Exim SB Leasing.

Operating Lease: kegiatan sewa guna usaha di mana penyewa guna usaha tidak

mempunyai hak opsi untuk membeli obyek sewa guna usaha.

Finance Lease: kegiatan sewa guna usaha dimana penyewa guna usaha pada

akhir masa kontrak mempunyai hak opsi untuk membeli obyek sewa guna usaha berdasarkan nilai sisa yang disepakati bersama.

Perusahaan Anjak Piutang (Factoring): badan usaha yang melakukan kegiatan

piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan dari transaksi perdagangan dalam atau luar negeri. Contoh: Niaga Factoring.

Perusahaan Usaha Kartu Kredit (Credit Card): badan usaha yang melakukan

kegiatan pembiayaan untuk membeli barang dan jasa pemegang kartu kredit.

Contoh: PT. Dinner Jaya Indonesia Internasional.

Perusahaan Pembiayaan Konsumen (Consumer Finance): badan usaha yang

melakukan kegiatan pembiayaan untuk pengadaan barang berdasarkan kebutuhan konsumen dengan sistem pembayaran angsuran/berkala oleh konsumen. Contoh: Adira Dinamika Finance.

Jika rincian 8 berkode 1 pertanyaan dilanjutkan ke rincian 9 (Khusus Perusahaan Sewa Guna Usaha), jika berkode 2 pertanyaan dilanjutkan ke rincian 10 (Khusus Perusahaan Anjak Piutang), jika berkode 4 pertanyaan dilanjutkan ke rincian 11 (Khusus Perusahaan Kartu Kredit), dan jika berkode 8 pertanyaan dilanjutkan ke rincian 12 (Khusus Perusahaan Pembiayaan Konsumen).

Jika rincian 5 kode yang dilingkari lebih dari satu, maka pertanyaan dilanjutkan ke rincian yang bersesuaian.

Rincian 9: Kegiatan Sewa Guna Usaha.

Rincian 9.a: Jumlah dan nilai sewa guna usaha (Leasing) selama tahun 2012.

Jumlah kontrak, nilai kontrak, nilai perolehan barang modal, nilai pembiayaan, nilai sisa serta nilai simpanan jaminan pada tempat yang tersedia.

Kontrak: perjanjian sewa guna usaha atas pemakaian suatu barang modal yang

disewa guna usahakan. Kontrak ini dibuat antara penyewa (lessee) dengan perusahaan sewa guna usaha (lessor) selama periode tertentu.

Nilai Kontrak: nilai pembiayaan suatu barang modal yang disewagunausahakan,

ditambah dengan besarnya bunga selama periode kontrak.

Nilai Perolehan Barang Modal: nilai pembelian barang modal yang

disewagunausahakan, termasuk biaya tambahan yang dikenakan atas barang tersebut, seperti premi asuransi dan biaya materai.

Nilai Pembiayaan: jumlah nilai perolehan barang modal setelah dikurangi dengan

besarnya uang muka yang dibayar oleh pihak penyewa guna usaha.

Nilai Sisa: nilai barang modal pada akhir masa sewa guna usaha dari suatu

barang yang disewakan.

awal sewa guna usaha sebagai jaminan untuk kelancaran pembayaran sewa guna usaha.

Rincian 9.b: Nilai kontrak sewa guna usaha menurut sektor ekonomi selama tahun 2012.

Besarnya nilai kontrak sewa guna usaha menurut sektor ekonomi.

Rincian 9.c: Nilai kontrak sewa guna usaha menurut wilayah penggunaan barang modal selama tahun 2012.

Besarnya nilai kontrak sewa guna usaha menurut wilayah penggunaan barang modal.

Rincian 9.d: Nilai kontrak sewa guna usaha menurut jenis barang modal selama tahun 2012.

Besarnya nilai kontrak sewa guna usaha menurut jenis barang modal.

ISIAN RINCIAN 9.b, 9.c, DAN 9.d (BARIS JUMLAH) =

BESARNYA NILAI KONTRAK YANG TERDAPAT PADA RINCIAN 9.a.2).

Rincian 10 : Kegiatan Anjak Piutang (Factoring) selama tahun 2012. Rincian 10.a: Jumlah klien anjak piutang.

Banyaknya klien anjak piutang yang diklasifikasikan sebagai klien with

recourse dan without recourse baik perorangan maupun perusahaan.

Klien: pihak yang menjual piutang kepada perusahaan anjak piutang.

Transaksi yang terjadi antara perusahaan anjak piutang dengan pihak klien dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:

With Recourse: transaksi factoring jika terjadi tagihan macet maka risiko tagihan

tetap pada pihak klien.

Without Recourse: transaksi factoring jika terjadi tagihan macet maka

perusahaan factoring mengambil alih risiko tagihan macet tersebut.

Rincian 10.b: Jumlah customers anjak piutang.

Customers anjak piutang: pihak yang mempunyai hutang kepada klien, dimana

sebelumnya customer mengadakan transaksi pembelian barang dan jasa dengan sistem kredit kepada pihak klien.

Rincian 10.c: Nilai pengalihan piutang.

Adalah nilai hutang yang harus ditagih perusahaan factoring kepada customers.

Rincian 10.d: Nilai pembiayaan anjak piutang.

Adalah nilai pembelian piutang yang telah disetujui kedua belah pihak antara klien dan perusahaan factoring yang dinyatakan dalam suatu perjanjian kontrak. Nilai pembiayaan umumnya lebih kecil dari nilai piutang yang dialihkan, karena diperhitungkan faktor bunga dan risiko kelancaran pembayaran.

Rincian 11: Kegiatan kartu kredit (Credit Card) selama tahun 2012. Rincian 11.a: Jumlah kartu kredit yang dikeluarkan.

Isikan banyaknya kredit yang dikeluarkan oleh perusahaan ini baik untuk perorangan maupun perusahaan.

Kartu Kredit: suatu fasilitas kredit yang diterbitkan oleh Perusahaan Penerbit Kartu Kredit (issuer), kepada pemegang kartu kredit (card holder), sehingga pemegang kartu tersebut bisa menggunakan sebagai alat bayar atas transaksi di tempat-tempat penerima pembayaran dengan kartu kredit (merchant).

Rincian 11.b: Jumlah kartu kredit yang digunakan.

Kartu kredit yang digunakan: kartu yang selama tahun 2012 pernah/aktif digunakan untuk melakukan transaksi.

Rincian 11.c: Nilai pembiayaan kartu kredit.

Pembiayaan kartu kredit: banyaknya nilai pembiayaan kartu kredit yang dibayar oleh perusahaan penerbit kartu kredit (issuer) kepada perusahaan penerima pembayaran dengan kartu kredit (merchant), setelah dikurangi dengan potongan harga atau komisi yang telah disetujui sebelumnya oleh pihak perusahaan penerima pembayaran dan penerbit kartu kredit.

Rincian 11.d: Nilai pelunasan oleh pemegang kartu kredit.

Adalah nilai pelunasan pembayaran pihak pemegang kartu kredit kepada pihak perusahaan penerbit kartu kredit.

Rincian 12.a: Jumlah kontrak pembiayaan konsumen.

Kontrak pembiayaan konsumen: banyaknya kontrak yang telah ditandatangani atas persetujuan bersama antara perusahaan pembiayaan konsumen dengan konsumer perorangan/ perusahaan.

Rincian 12.b: Nilai pembiayaan konsumen.

Adalah nilai pembelian barang dari dealer setelah dikurangi dengan uang muka dari konsumer.

Rincian 12.c: Nilai kontrak pembiayaan konsumen.

Adalah nilai pembiayaan ditambah dengan nilai bunga selama periode kontrak.

Rincian 12.d: Nilai penjualan barang sitaan.

Adalah hasil penjualan barang sitaan yang terjadi karena kemacetan pembayaran angsuran.

BLOK V.1: LAPORAN LABA/RUGI PEMBIAYAAN DAN MODAL VENTURA

Dokumen terkait