• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

E. Keterbatasan Penelitian

Selama proses penelitian, peneliti selalu berupaya untuk menjalani kegiatan dengan baik agar hasil yang didapatkan optimal. Akan tetapi, selama penelitian berlangsung terdapat beberapa faktor yang tidak dapat dikendalikan, sehingga peneliti memiliki keterbatasan sebagai berikut:

1. Pelaksanaan penelitian yang dalam satu kondisi terdiri dari 3 sesi ini, harusnya lebih baik waktunya dilakukan secara terpisah, namun dari permintaan kedua orangtua subjek untuk tidak terlalu sering tatap muka karena kondisi pandemi, waktunya disingkat jadi hanya 3 kali tatap muka, dan 1 waktunya itu untuk 3 sesi dalam satu kondisi.

2. Pelaksanaan kegiatan 3 sesi untuk satu kondisi dalam satu kali pertemuan tersebut membuat waktu yang digunakan cukup lama karna subjek adalah anak usia dini yang mudah bosan jika terlalu lama fokus, jadi selama waktu kegiatan selalu diselingi bermain lari-larian, makan, dan kegiatan lainnya yang membuat setelah itu subjek agak sulit difokuskan kembali.

3. Pelaksanaan waku kegiatan yang di persingkat tersebut juga mempengaruhi jenis kegiatan dan permainan pembangunan yang digunakan yang pada awalnya ingin menggunakan macam-macam barang menjadi hanya menggunakan balok kayu warna-warni saja.

79

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

1. Berdasarkan hasil penelitian dan pemabahasan, secara umum dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh dari pemberian permainan pembangunan terstruktur cukup dalam meningkatkan kemampuan berhitung permulaan anak usia 5-6 tahun yang aspek didalamnya meliputi mengenali symbol numeric, mengoprasikan angka, dan menghitung benda.

2. Kemampuan berhitung permulaan yang dimiliki subjek AZF dan AAD sebelum, selama, dan sesudah pemberian permainan pembangunan terstruktur yang didapat adalah sebagai berikut:

a. Kemampuan berhitung permulaan yang dimiliki subjek AZF untuk kondisi baseline 1 ( mendapatkan skor rata-rata 59,7%, untuk kondisi intervensi (B) mendapatkan skor rata-rata 63,8%, dan untuk kondisi terakhir yaitu baseline 2 ( mendapatkan skor rata-rata 69,3% yang dapat dikatakan subjek AZF memiliki skor yang meningkat. Hal ini dikarnakan AZF sudah familiar dengan angka diatas 10 dan juga berhitung, meskipun pada awalnya didapati AZF dapat berhitung dengan cara menghafal, namun setelah mempelajari konsep berhitung menggunakan balok AZF pun dapat lebih memahami cara berhitung.

b. Kemampuan berhitung permulaan yang dimiliki subjek ADD untuk baseline 1 ( mendapatkan skor rata-rata 34,7%, untuk kondisi intervensi (B) mendapatkan skor rata-rata 44,3%, dan untuk kondisi terakhir baseline 2 ( mendapatkan skor rata-rata 59,7%. AAD yang masih duduk dikelas TK A pada awalnya terlihat kurang familiar dengan angka diatas 10 dan berhitung lebih dari angka 5, bahkan tidak tahu cara berhitung menggunakan jari tangan. AAD perlahan-lahan memahami angka diatas 10 dan dapat berhitung dengan jari meskipun tidak banyak.

B. Saran

Berikut ini beberapa saran yang akan peneliti berikan berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh:

1. Bagi guru, agar dapat menjadikan permainan pembangunan sebagai salah satu media dalam mengajarkan matematika untuk anak usia dini khususnya untuk mengajarkan berhitung permulaan.

2. Bagi sekolah, hasil penilitian diharapkan dapat menjadi contoh ataupun perbaikan untuk sekolah dimana subjek belajar dalam mengajarkan matematika dan berhitung permulaan apada anak usia dini.

3. Bagi peneliti, perlu mendalami penelitian lanjutan mengenai media permainan dengan meliputi pokok bahasan lain, pengaruhnya terhadap perkembangan matematika yang lain, dan juga jenjang sekolah atau anak usia dini dengan umur yang berbeda.

81

DAFTAR PUSTAKA

Alfianti, Lukiyana. “Pengembangan Kemampuan Berhitung Menggunakan Alat Permainan Edukatif Balok Angka Pada Kelompok A Di Raudlotul Athfal Masyutah Nglondong Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung Tahun Pelajaran 2017/2018.” Insitut Agama Islam Negri Salatiga, 2017.

Apriyansyah, Chandra. “Peningkatan Kemampuan Berhitung Permulaan Anak Usia 4-5 Tahun Melalui Permainan Stick Angka” 03, no. 1 (2018).

Ardila Sari, Desi. “Meningkatkan Kemampuan Koginiti Anak Usia 4-5 Tahun Dalam Berfikir Simbolik Melalui Permainan Pohon Hitung Di TK An-Nahl Kota Jambi.” Universitas Jambi, 2020.

Astini, N baik, Nurhasanah, and Hayatun Nufus. “Alat Permainan Edukatif Berbasis Lingkungan Untuk Pembelajaran Saintifik Tema Lingkungan Bagi Guru PAUD Korban Gempa.” Jurnal Pendidikan Anak 8, no. 1 (2019): 2.

Astuti, Siwi Puji. “Pengaruh Kemampuan Awal Dan Minat Belajar Terhadap Prestasi Belajar Fisika.” Jurnal Formatif 5, no. 1 (2015).

Darnis, Syefriani. “Aplikasi Montessori Dalam Pembelajaran Membaca, Menulis, Dan Berhitung Tingkat Permulaan Bagi Anak Usia Dini.” Jurnal Caksana-Pendidikan Anak Usia Dini 1, no. 1 (2018): 8–9.

Delviaa, Eva, and Farida Mayar. “Penanaman Konsep Berhitung Anak Melalui Permainan Pencocokan Kepingan Buah.” Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 4, no. 1 (2019).

Depdiknas. Pedoman Pembelajaran Berhitung Permulaan Di TK. Jakarta:

Depdiknas, 2007.

Dolok Saribu, Putri Budiani, and Jasper Simanjuntak. “Pengaruh Permainan Tradisional Congklak Terhadap Kemampuan Berhitung Permulaan Anak Usia 4-5 Tahun Di KB Tunas Harapan Kecamatan Sunggal Kab. Deli Serdang.” Jurnal Usia Dini 4, no. 1 (2018).

Farhurohman, Oman. “Hakikat Bermain Dan Permainan Anak Usia Dini Di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).” Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 2, no. 1 (2017): 28–30.

Farihah, Himmatul. “Mengembangkan Kemampuan Berhitung Anak Usia Dini

Melalui Kegiatan Bermain Stick Angka.” Jurnal Teladan 2, no. 1 (2017).

Febiola, Komang Ayu. “Peningkatan Kemampuan Berhitung Permulaan Anak Usia Dini Melalui Media Pengajaran Pohon Angka.” Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru 3, no. 2 (2020).

Fitria, Analisa. “Mengenalkan Dan Membelajarkan Matematika Pada Anak Usia Dini.” jurnal Studi Gender dan Anak 1, no. 2 (2013): 52.

Hurlock, Elizabeth B. Perkembangan Anak Jilid 1. PT. Aksara Pratama, 1978.

Joni. “Peningkatan Kemampuan Kognitif Anak Dalam Kegiatan Berhitung Dengan Permainan Dadu TK Mutiara Pekanbaru.” Jurnal Paud Tambusai 2, no. 1 (2016).

Julita, Okma Viosri. “Efektivitas Metode VAKT Untuk Meningkatkan Hafalan Surah Al-Kautsar Bagi Anak Tunga Rungu.” Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus 4, no. 3 (2015).

Mathematics, The National Countil of Teacher of. Principles and Standards for School Mathematics. Library of Congress Cataloguing, 2000.

Minasari, Arofah. “Perkenalan Dunia Internasional Sebagai Pendidikan Multikultural Pada Anak Usia Dini Melalui Metode Bermain Puzzle.” Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 5, no. 2 (2021).

Novira, and Indra Jaya. “Analisis Metode Bercerita Menggunakan Boneka Tangan Dalam Meningkatkan Kemampuan Berhitung Anak Usia 5-6 Tahun.” Jurnal Ilmu Pendidikan 3, no. 1 (2021).

Nuraini, Indah L., Erwin Harahap, Farid H. Badruzzaman, and Deni Darmawan.

“Pembelajaran Matematika Geometri Secara Realistis Dengan GeoGebra.”

Jurnal Matematika 16, no. 2 (2017): 1.

Pratiwi. “Permainan Pembangunan Meningkatkan Kemampuan Mengenal Ukuran.” Jurnal Pendidikan Anak 2, no. 2 (2016).

Pratiwi, Wiwik, Y Een Haenillah, and Sasmiati. “Permainan Pembangunan Meningkatkan Kemampuan Mengenal Ukuran.” Jurnal Pendidikan Anak Vol. 2, no. 2 (2016).

Rini, Ratu Yustika. “Pengaruh Teknik Jarimatika Terhadap Kemampuan Berhitung Permulaan Anak Usia 5-6 Tahun Di TK Ulil Albab Kecamatan

Walantaka Kota Serang Provinsi Banten.” jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (JPPPAUD FKIP UNTIRTA) 5, no. 1 (2018): 63.

Sriningsih, Nining. Pembelajaran Matematika Terpadu Untuk Anak Usia Dini.

Jakarta: PT. Pustika, 2008.

Sujiono, Yuliani N. Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta Barat: PT.

Indeks, 2012.

Sunanto, Juang, Koji Takeuchi, and Hideo Nakata. Pengantar Penelitian Dengan Subjek Tunggal. Tokyo: CRICED University of Tsukuba, 2005.

Susanti. “Bermain Pembangunan Meningkatkan Kreativitas Anak Usia Dini.”

Jurnal Pendidikan Anak 4, no. 1 (2018).

Susanti, Tri. “Bermain Pembangunan Untuk Meningkatkan Kreativitas Anak Usia 5-6 Tahun Di PAUD Murni Asih Terbanggi Besar Tahun Ajaran 2016/2017.” Universitas Lampung Bandar Lampung, 2017.

Tedjasaputra, Mayke S. Bermain, Mainan, Dan Permainan. jakarta: Grasindo, 2005.

Widia, Ayu. “Analisis Kemampuan Siswa Dalam Memahami Karateristik Materi Pembelajaran Fiqih,” 2017.

Wulandari, Yuni, and Lina Putriyanti. “Upaya Meningkatkan Kemampuan Berhitung Permulaan Menggunakan Strategi Bermain Tabung Angka Di TK Dharma Wanita 2 Genengadal.” Universitas Ivet Semarang, 2020.

84

LAMPIRAN-LAMPIRAN

LAMPIRAN 1 Instrumen Penelitian

PENGARUH PERMAINAN PEMBANGUNAN TERSTRUKTUR PADA KEMAMPUAN BERHITUNG PERMULAAN ANAK USIA 5-6 TAHUN Nama Anak:

Usia:

No Indikator Skala Penilaian

BB (1) MB (2) BSH (3) BSB (4) 1. Anak mampu mengenal

angka 1-15

2. Anak dapat berhitung menggunakan jari tangan 3.. Anak dapat menghubungkan

simbol angka dengan benda 4. Anak dapat menghitung

benda sekitar 5. Anak mampu

mengelompokkan benda 6. Anak mampu mengetahui

konsep banyak dan sedikit

Keterangan:

BB : Belum Berkembang MB : Mulai Berkembang

BSH : Berkembang Sesuai Harapan BSB : Berkembang Sangat Baik

LAMPIRAN 2

Hasil Observasi Subjek Kondisi baseline 1 ( )

PENGARUH PERMAINAN PEMBANGUNAN TERSTRUKTUR PADA KEMAMPUAN BERHITUNG PERMULAAN ANAK USIA 5-6 TAHUN

 Nama Anak: AZF Usia: 6 Tahun

No Indikator Skala Penilaian

BB (1) MB (2) BSH (3) BSB (4) 1. Anak mampu mengenal

angka 1-15

2. Anak dapat berhitung menggunakan jari tangan

3.. Anak dapat menghubungkan simbol angka dengan benda

4. Anak dapat menghitung benda sekitar

5. Anak mampu

mengelompokkan benda

6. Anak mampu mengetahui konsep banyak dan sedikit

Keterangan:

BB : Belum Berkembang MB : Mulai Berkembang

BSH : Berkembang Sesuai Harapan BSB : Berkembang Sangat Baik

 Nama Anak: AAD Usia: 5 Tahun

No Indikator Skala Penilaian

BB (1) MB (2) BSH (3) BSB (4) 1. Anak mampu mengenal

angka 1-15

2. Anak dapat berhitung menggunakan jari tangan

3.. Anak dapat menghubungkan simbol angka dengan benda

4. Anak dapat menghitung benda sekitar

5. Anak mampu

mengelompokkan benda

6. Anak mampu mengetahui konsep banyak dan sedikit

Keterangan:

BB : Belum Berkembang MB : Mulai Berkembang

BSH : Berkembang Sesuai Harapan BSB : Berkembang Sangat Baik

LAMPIRAN 3

Hasil Observasi Subjek Kondisi Intervensi (B)

PENGARUH PERMAINAN PEMBANGUNAN TERSTRUKTUR PADA KEMAMPUAN BERHITUNG PERMULAAN ANAK USIA 5-6 TAHUN

 Nama Anak: AZF Usia: 6 Tahun

No Indikator Skala Penilaian

BB (1) MB (2) BSH (3) BSB (4) 1. Anak mampu mengenal

angka 1-15

2. Anak dapat berhitung menggunakan jari tangan

3.. Anak dapat menghubungkan simbol angka dengan benda

4. Anak dapat menghitung benda sekitar

5. Anak mampu

mengelompokkan benda

6. Anak mampu mengetahui konsep banyak dan sedikit

Keterangan:

BB : Belum Berkembang MB : Mulai Berkembang

BSH : Berkembang Sesuai Harapan BSB : Berkembang Sangat Baik

 Nama Anak: AAD Usia: 5 Tahun

No Indikator Skala Penilaian

BB (1) MB (2) BSH (3) BSB (4) 1. Anak mampu mengenal

angka 1-15

2. Anak dapat berhitung menggunakan jari tangan

3.. Anak dapat menghubungkan simbol angka dengan benda

4. Anak dapat menghitung benda sekitar

5. Anak mampu

mengelompokkan benda

6. Anak mampu mengetahui konsep banyak dan sedikit

Keterangan:

BB : Belum Berkembang MB : Mulai Berkembang

BSH : Berkembang Sesuai Harapan BSB : Berkembang Sangat Baik

LAMPIRAN 4

Hasil Observasi Subjek Kondisi Baseline 2 ( )

PENGARUH PERMAINAN PEMBANGUNAN TERSTRUKTUR PADA KEMAMPUAN BERHITUNG PERMULAAN ANAK USIA 5-6 TAHUN

 Nama Anak: AZF Usia: 6 Tahun

No Indikator Skala Penilaian

BB (1) MB (2) BSH (3) BSB (4) 1. Anak mampu mengenal

angka 1-15

2. Anak dapat berhitung menggunakan jari tangan

3.. Anak dapat menghubungkan simbol angka dengan benda

4. Anak dapat menghitung benda sekitar

5. Anak mampu

mengelompokkan benda

6. Anak mampu mengetahui konsep banyak dan sedikit

Keterangan:

BB : Belum Berkembang MB : Mulai Berkembang

BSH : Berkembang Sesuai Harapan BSB : Berkembang Sangat Baik

 Nama Anak: AAD Usia: 5 Tahun

No Indikator Skala Penilaian

BB (1) MB (2) BSH (3) BSB (4) 1. Anak mampu mengenal

angka 1-15

2. Anak dapat berhitung menggunakan jari tangan

3.. Anak dapat menghubungkan simbol angka dengan benda

4. Anak dapat menghitung benda sekitar

5. Anak mampu

mengelompokkan benda

6. Anak mampu mengetahui konsep banyak dan sedikit

Keterangan:

BB : Belum Berkembang MB : Mulai Berkembang

BSH : Berkembang Sesuai Harapan BSB : Berkembang Sangat Baik

LAMPIRAN 5

Perhitungan Kecenderungan Stabilitas 1. Subjek AZF

B

(Rentang Stabilitas = Nilai Tertinggi × Kiretaria Stabilitas) 29,1 × 15% = 4,36% 29,1 × 15% = 4,36% 33,3 × 15% = 4,99%

2. Subjek AAD

B

(Rentang Stabilitas = Nilai Tertinggi × Kiretaria Stabilitas)

29,1 × 15% = 4,36% 33,3 × 15% = 4,99% 29,1 × 15% = 4,36%

Mean Level =

= 34,7%

= 44,3%

= 59,7%

Batas Atas = Mean Level + ( × Rentang Stabilitas)

34,7% + ( × 4,36) 34,7% + 2,18 = 56,2%

44,3% + ( × 4,99) 44,3% + 2,49 = 46,7%

59,7% + ( × 4,36) 59,7% + 2,18 = 61,8%

Batas Bawah = Mean Level - ( × Rentang Stabilitas)

34,7% - ( × 4,36) 34,7% - 2,18 = 51,9%

44,3% - ( × 4,99) 44,3% - 2,49 = 41,8%

59,7% - ( × 4,36) 59,7% - 2,18 = 57,5%

Presentase Stabilitas =

× 100% = 100% × 100% = 100% × 100% = 100%

STABIL STABIL STABIL

LAMPIRAN 6 Foto-Foto Kegiatan