BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
D. Keterbatasan Penelitian
Adapun keterbatasan dalam penelitian ini adalah dikarenakan kondisi sekarang yang tidak mendukung maka penelitian ini tidak dapat melakukan pengambilan data secara langsung di sekolah sehingga saat melakukan tes kemampuan awal, tes PISA matematika dan wawancara untuk menentukan subjek penelitian ini dilakukan secara virtual. Serta susah dalam mengatur jadwal artian tidak menganggu waktu belajar siswa dan saat mengerjakan tugas dari sekolah.
Dikarenakan penelitian dilakukan secara online diruang virtual mengakibatkan siswa kurang antusias dalam berpartisipasi untuk ikut serta dalam penelitian ini sehingga hanya sebagian dari siswa yang ikut berpartisipasi dalam penelitian ini.
Tabel 4.3 Kemampuan Menyelesaikan Soal PISA Subjek Kategori Tinggi (ST), Kategori Sedang (SS), Dan Kategori Rendah (SR)
No.Soal Level Soal Subjek ST Subjek SS Subjek SR
1 3
2 3
3 4
4 4
Keterangan : = Indikator 1 = Indikator 2 = Indikator 3
= Terpenuhi (mampu)
= Tidak terpenuhi ( tidak mampu)
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis pada bab IV, maka dibuat kesimpulan sebagai berikut:
1. Subjek ST Kategori Kemampuan Tinggi
Pada paparan data hasil kutipan tes dan kutipan wawancara subjekk ST pada tes PISA soal level 3 nomor 1 dan 2 untuk indikator pertama menunjukkan bahwa subjek mampu memodelkan soal kebentuk matematika untuk merumuskan permasalahan sehari - hari, terlihat pada lembar jawaban subjek mampu menuliskan yang diketahui dan diinginkan oleh soal dengan tepat. Pada indikator kedua subjek mampu menggunakan matematika untuk menyelesaikan permasalahan sehari-hari, terlihat subjek mampu menggunakan strategi penyelesaian dengan tepat sehingga menemukan jawaban yang tepat. Dan indikator ketiga subjek mampu menafsirkan matematika untuk menyelesaikan permasalahan sehari-hari, hal ini dapat dilihat dari subjek mampu menarik kesimpulan akhir dengan tepat.
Adapun paparan data pada tes PISA level 4 nomor 3 dan 4 indikator pertama subjek mampu memodelkan soal kebentuk matematika untuk merumuskan permasalahan sehari - hari, terlihat pada lembar jawaban subjek mampu menuliskan yan diketahui dan diinginkan soal dengan tepat.
Pada soal nomor 3 indikator 2 subjek mampu menggunakan matematika untuk menyelesaikan permasalahan sehari - hari, terlihat dengan subjek memilih strategi penyelesaian yang tepat sehingga mendapatkan jawaban akhir yang tepat pula sedangkan untuk nomor 4 indikator kedua subjek tidak mampu menggunakan matematika untuk menyelesaikan permasalahan sehari - hari, terlihat pada hasil pekerjaan subjek keliru dalam menggunakan strategi penyelesaian sehingga mendapatkan hasil yang tidak tepat. Dan pada soal nomor 3 indikator ketiga subjek mampu menafsirkan matematika untuk menyelesaikan permasalahan sehari-hari, terlihat subjek tepat dalam penarikan kesimpulan akhir sedangkan pada soal nomor 4 indikator ketiga yakni subjek tidak mampu menafsirkan matematika untuk menyelesaikan permasalahan sehari - hari, terlihat subjek tidak tepat dalam penerikan kesimpulan akhir dikarenakan pada penyelesaian akhir jawaban subjek tidak tepat pula.
2. Subjek SS Kategori kemampuan Sedang
Pada paparan data hasil kutipan tes dan kutipan wawancara subjek ST pada tes PISA soal level 3 nomor 1 dan 2 untuk indikator pertama menunjukkan bahwa subjek mampu memodelkan soal kebentuk matematika untuk merumuskan permasalahan sehari - hari, subjek mampu mengetahui yang dimaksudkan oleh soal level 3 meskipun subjek tidak menuliskannya pada lembar jawaban. Pada soal level 3 nomor 1 untuk indikator kedua subjek SS mampu menggunakan matematika dalam menyelesaikan permasalahan sehari - hari, terlihat subjek mampu
meggunakan strategi penyelesaian yang tepat sehingga mendapatkan hasil penyelesaian yang tepat pula. Adapun untuk level 3 nomor 2 untuk indikator kedua subjek SS tidak mampu menggunakan matematika untuk menyelesaikan permasalahan sehari - hari, terlihat subjek tidak mampu memilih strategi dalam menyelesaikan soal sehingga mendapatkan hasil akhir yag tidak tepat pula. Pada soal level 3 nomor 1 untuk indikator ketiga subjek SS mampu menarsirkan matematika untuk menyelesaikan permasalahan sehari-hari, hal ini dapat dilihat subjek menarik kesimpulan akhir yang tepat. Adapun untuk soal level 3 nomor 2 untuk indikator ketiga subjek SS tidak mampu menafsirkan matematika untuk menyelesaikan permasalahan sehari-hari, hal ini dapat dilihat dari subjek tidak mampu menarik kesimpulan dengan tepat dikarenakan subjek mendapatkan hasil pada penyelesaiannya tidak tepat.
Adapun paparan data hasil tes dan wawancara pada tes PISA soal level 4 nomor 3 dan 4 subjek untuk indikator pertama menunjukkan bahwa subjek mampu memodelkan soal kebentuk matematika untuk merumuskan permasalahan sehari - hari, terlihat subjek mampu mengetahui maksud dari soal level 4 ini. Pada soal level 4 nomor 3 untuk indikator kedua subjek mampu menggunakan matematika untuk menyelesaikan permasalahan sehari-hari, hal ini dapat dilihat dari subjek mampu menggunakan strategi penyelesaian yang tepat sehingga menghasilkan jawaban yang tepat.
Adapun spal level 4 nomor 4 indikator kedua subjek tidak mampu menggunakan matematika untuk menyelesaikan permasalahan sehari-hari,
hal ini dapat dilihat subjek tidak mampu menyelesaikannya dikarena memang subjek tidak mengetahui cara penyelesaian dari soal nomor 4 ini.
Pada soal level 4 nomor 3 indikator ketiga subjek mampu menafsirkan matematika untuk menyelesaikan permasalahan sehari-hari, hal ini dapat dilihat dari subjek mampu menarik kesimpulan dengan benar berdasarkan hasil dari peyelesaian soal nomor 3. Adapun untuk soal level 4 nomor 4 indikator ketiga subjek tidak mampu menafsirkan matematika untuk meyelesaikan permasalahansehrai-hari, hal ini dikarenakan subjek tidak mampu menentukan kesimpulan akhir.
3. Subjek SR Kategori Kemampuan Rendah
Pada paparan data hasil kutipan tes dan kutipan wawancara subjekk SR pada tes PISA soal level 3 nomor 1 dan 2 untuk indikator pertama menunjukkan bahwa subjek mampu memodelkan soal kebentuk matematika untuk merumuskan permasalahan sehari - hari, subjek mampu mengetahui maksud dari soal level 3 ini meskipun tidak menuliskannya pada lembar jawaban. Pada soal level 3 nomor 1 untuk indikator kedua subjek mampu menggunakan matematika untuk menyelesaikan permasalahan sehari - hari, dapat dilihat subjek mampu menggunakan strategi penyelesaian dengan tepat. Adapun untuk soal level 3 nomor 2 indikator kedua subjek tidak mampu menggunakan matematika untuk menyelesaikan permasalahan sehari - hari, dilihat dari subjek tidak mampu menggunakan strategi penyelesaian yang tepat dan pada pengoperasian perhitungan juga tidak tepat sehingga mendapatkan hasil yang tidak tepat.
Pada soal level 3 nomor 1 dan 2 untuk indikator ketiga subjek SR tidak mampu menafsirkan matematika untuk menyelesaikan permasalahan sehari - hari, terlihat subjek yang tidak tepat dalam penarikan kesimpulan akhir.
Adapun paparan data pada tes PISA level 4 nomor 3 dan 4 indikator pertama subjek SR menunjukkan bahwa subjek mampu memodelkan soal kebentuk matematika untuk merumuskan permasalahan sehari-hari, terlihat pada lembar jawaban subjek mampu menuliskan yang diketahui dan diinginkan oleh soal dengan tepat. Pada soal level 4 nomor 3 untuk indikator kedua subjek mampu menggunakan matematika untuk menyelesaikan permasalahan sehari-hari, terlihat dari subjek mampu menggunakan strategi pneyelesaian yang tepat. Adapun soal level 4 nomor 4 indikator kedua subjek tidak mampu menggunakan matematika untuk menyelesaikan permasalahan sehari-hari, hal ini terlihat dari subjek tidak tepat dalam menggunakan strategi penyelesaian dan tidak tepat dalam mengoperasikan perhitungan. Pada soal level 4 nomor 3 dan 4 subjek tidak mampu menafsirkan matematika untuk menyelesaikan permasalahan sehari - hari, terlihat subjek tidak mampu menarik kesimpulan akhir dengan tepat.
B. Saran
1. Bagi guru agar membiasakan memberikan masalah matematika konstekstual yaitu menyangkut kehidupan sehari-hari, agar siswa terbiasa denga soal-soal PISA matematika.
2. Bagi sekolah mengingat bahwa adanya penyelenggaraan untuk nilai literasi matematika siswa, maka perlu dilakukan sosialisasi sedini mungkin tentang bentuk-bentuk soal PISA matematika.
3. Bagi peneliti selanjutnya perlu kiranya mengembangkan soal PISA matematika yang berbasis teritorial sekolah.
DAFTAR PUSTAKA
Abidin,Yunus dkk. 2017. Pembelajaran Literasi Strategi Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematika, Sains, Membaca, dan Sains. Jakarta:
Bumi Aksara.
Abidin, Yunus. 2015. Pembelajaran Multi literasi. Bandung: PT Refika Aditama Aniyatuz, Z. 2017. Analisis Kesulitan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal
Matematika Berbasis Pisa.Skripsi.Tidak diterbitkan. Surabaya:
UIN Sunan Ampel.
Azizi, A, R. 2017.Literasi Matematika Tingkat SMP Mengacu pada PISA Ditinjau Dari Gender.Skripsi.Tidak diterbitkan. Kediri: Universitas Nusantara PGRI Kediri.
Asmara, A, S,. Waluya, S, B,.Rochmad.2017. Analisis Kemampuan Literasi Matematika Siswa Kelas X Berdasarkan Kemampuan Matematika.
Scholaria, 7(2),135-142.
Al Kadiri. 2009. Kemampuan awal siswa(online).
http://www.kompasiana.com/nizaralkadiri6189/kemampuan-awal siswa Aini, I, N. 2013.Meningkatkan Kemampuan Matematis Siswa Melalui
Pendekatan Keterampilan Proses Matematis (Studi Kuasi Eksperimen Pada Siswa Madrasah Tsanawiah).Skripsi.Tidak diterbitkan. Bandung:
UPI.
Buhari, B.2011. Memahami literasi matematika A Lesson from PISA (online), (http://www.Bustangbuhari.wordpress.com/201 1/11/22/memahami-literasi matematika alesson-from-pisa,diakses 21 juli 2017)
Cahyanta,H.2011. Kemampuan awal siswa(online).(http://dasar teori.blogspot.co.id/2011/09/kemampuan-awal-siswa-html.
Elisa, E, A. 2017. Kemampuan Literasi Matematika Siswa Kelas VIII Dalam Menyelesaikan Soal PISA konten Bilangan Ditinjau Dari Kecerdasan Majemuk. Mathedunesa, 1(6), 67-72.
Epriyanti, S. 2016. Deskripsi Analisis Kesulitan dalam Menyelesaikan Soal SPLDV Siswa SMA Kelas XI.Skripsi.tidak diterbitkan. Sala Tiga:
Universitas Kristen Satya Wacana.
Fathani. 2016. Pengembangan literasi Matematika Sekolah Salam Perseptif Multiple Intelligences. Edusains, 4(2), 136-150.
Fatimah, S, N. 2015. Analisis Kesulitan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Sistem Persamaan Dan Pertidaksamaan Linier Di Kelas X SMK Prawira Marta Kartasura Tahun Ajaran 2014/2015. Skripsi.Tidak Diterbitkan.Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Hamalik.2009.psikologibelajarmengajar(online).http://cokinew.blogspot.co.id/2 015/05/pengertian-kemampuan-awal pembelajar.
Hudoyo, H.2005. Pengembangan kurikulum dan pembelajaran matematika.malang: Universitas Negeri Malang.
Hakiki.2015.kesulitanbelajarpadasiswa(online).http://jurnalkit4.blogspot.co.id/20 15/05/kesulitan-belajar-pada-siswa.
Kohar,A,W,.Zulkardi.2014. pengembangan Soal Berbasis Literasi Matematika Dengan Menggunakan Kerangka Pisa tahun 2012. Prosiding konferensi nasional matematika XVII (379-388).surabaya;ITS
Kartikarini,A,A.2016.Analisis kemampuan literasi Matematika pada Model Pembelajaran Addie Dengan Pendekatan PMRI Berbasis Time Token terhadap siswa SMP. Skripsi.tidak diterbitkan.semarang: Universitas Negari Semarang.
Maas,M.2004.faktor-faktor Kesulitan Belajar Akuntasi Siswa IPS SMAK BPK PENABUR Sukabumi.jurnal pendidikan penabur,No.03/Th.III,26.
Mahdiansyah,. Rahmawati.2014.Literasi matematika Siswa Pendidikan Menengah: Analisis Menggunakan Desain Tes Internasional Dengan Konteks Indonesia.jurnal pendidikan dan kebudayaan,20(4),452-469.
Muchlisin.2010.Hubungan Antara Kemampuan Awal Matematika Dan Motivasi Berprestasi Dengan Hasil Belajar Matematika Materi Segitiga Dan Segiempat Kelas VII SMP Askhabul Kahfi Polaman Mijen Semarang Tahun 2009/2010.Skripsi .dipublikasikan.Insitut agama islam negeri walisongo.
Maryanti,E.2012.’’Peningkatan Literasi Matematika Siswa Melalui Pendekatan Metacognitive Gruidance’’. Tesis.tidak diterbitkan.Bandung:UPI.
Mytra, P. 2014. Profil Kesulitan Siswa Dalam Memahami Materi Teorema Pytagoras Di Kelas Viii Smp Negeri 1 Salomekko. Skripsi. Tidak diterbitkan. Makassar. Univrsitas Negeri Makassar.
Nihayah, E, F, K. 2014. Analisis Kesalahan Konseptual Dan Procedural Dalam Menyelesaikan Soal Matematika Yang Berkaitan Dengan Operasi Hitung Bentuk Aljabar Siswa Kelas Vii Smp Ummul Mukminin Makassar. Tesis.
Tidak diterbitkan. Makssar : Universitas Negeri Makassar.
OECD.2016.PISA 2015 Result in Fokus(online)
(http://www.oecd.org/pisa/pisa2015-results-in-focus-pdf.
Ojose, B.2011. Mathematics Literacy: Are We Able To Put The Mathematics We Learn Into Everyday Use. Journal of Mathematics Education,4(1).
Putra,Y, Y.Zulkardi,. Hartono, Y. 2016. Pengembangan Soal Matematika Model PISA Level 4, 5, 6 Menggunakan Konteks Lampung. Jurnal kreano, 7(1)10-16.
Setiawan,H,.Dafik,.Lestari,N,D,S.2014.Soal Matematika Dalam PISA Kaitannya Dengan Literasi Matematika Dan Keterampilan Berfikir Tingkat Tinggi.Prosiding Seminar Nasional Matematika (244-251).Jember:Universitas Jember.
Sari,R,H,N.2015.Literasi Matematika:Apa,Mengapa Dan Bagaimana?.Makalah Disajikan Dalam Seminar Nasional Matematika Dan Pendidikan Matematika.Yogyakarta.
Sukerti,N,W.2016.Analisis Literasi Matematika Konsep Bentk Bangun Datar Pada Siswa Tunanetra.Tidak Diterbitkan.Surabaya:UNIESA.
Sunarti.2015.Analisis Kesulitan Siswa Smp Dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Pisa Dan Pelaksanaan Scaffolding.Tesis.Tidak Diterbitkan.Malang:Universitas Malang.
Tiurlina.2013.Tes Diagnostik Kesulitan Belajar Dan Pengajaran Remedial Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Di Sdn 7 Serang.Eduhumaniora.5(2).129
Wijayanti,R,W.,Sutopo.,Pambudi,D.2016.Profil Kesulitan Siswa Dalam Memcahkan Masalah Matematika Materi Poko Bangun Ruang Sisi Datar Ditinjauh Dari Kecerdasan Visual-Spasial Siswa.Konferensi Nasional Penelitian Matematika Dan Pembelajaran (Knpmp 1) (395-401).Surakarta.Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Yunda,V,T.2015.Deskripsi Kemampuan Literasi Matematika Siswa Klas Viii Di SMP Kristen Kalam Kudus Surakarta.Skripsi.Tidak Diterbitkan.Yogyakarta:Universitas Sanata Dharma.
LAMPIRAN-LAMPIRAN
1. Instrumen Penelitian
PEDOMAN WAWANCARA
A. Tujuan Wawancara
Mengungkap secara lebih mendalam mengenai pemahaman matematika subjek penelitian dalam menyelesaikan soal PISA matematika.
B. Metode
Metode wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara semi terstruktur.Redaksi pertanyaan yang dirancang dalam wawancara ini dapat berkembang berdasarkan pada temuan-temuan pada tes tertulis.
C. Tata Cara Pelaksanaan Wawancara
Memilih 3 siswa sebagai subjek untuk diwawancarai dimana masing-masing 1 siswa yang memiliki kemampuan awal tinggi, 1 siswa yang memiliki kemampuan awal sedang, dan 1 siswa yang memiliki kemampuan awal rendah, setelah itu dilakukan wawancara terhadap ke-3 subjek tersebut.
D. Indikator PISA Matematika
1. Merumuskan permasalahan sehari-hari
2. Menggunakan matematika untuk menyelesaikan permasalahan sehari-hari.
3. Menafsirkan matematika untuk menyelesaikan permasalahan sehari-hari.
Hal ini meliputi penalaran matematik dan pengunaan konsep, prosedur, fakta dan alat matematika untuk mendeskripsikan, menjelaskan, dan memprediksi fenomena.
E. Pertanyaan Inti Wawancara
1. Apakah Anda mampu memahami materi bilanga bulat, kesebangunan dan lingkaran kekontek kehidupan sehari-hari?
2. Bagaimana cara Anda menjawab soal yang diberikan?
3. Kenapa anda memilih cara seperti yang Anda tuliskan dalam menjawab soal tersebut. Jelaskan pendapat Anda?
4. Bagaimana pengalaman Anda dalam menyelesaikan soal-soal PISA?
TES KEMAMPUAN AWAL
Petunjuk Soal
Tuliskan nama dan nomor Induk Anda (NIS) Pada Lembar Jawaban!
Jumlah soal sebanyak 4 butir essay.
Periksalah dan bacalah soal-soal sebelum Anda menjawab!
Laporkan kepada pengawas jika terdapat tulisan yang kurang jelas, rusak, atau jumlah soal kurang!
Kerjakan lebih dulu soal yang Anda anggap mudah!
Periksalah kembali pekerjaan Anda sebelum diserahkan kepada pengawas tes!
Waktu yag disediakan 60 menit.
SOAL :
Bangun Ruang Sisi Datar
1. Peti berbentuk balok memiliki panjang 200cm, lebar 100cm, tinggi 150cm. Jika setiap sisinya memiliki ketebalan 10cm,maka berapakah volume peti tersebut yang bisa diisi?
2. Andi membeli 2 jenis bola, yaitu 1 bola A dan 1 bola B. Bola A memiliki volume sebesar 38.808cm3. Jika jari-jari bola B adalah 3 kali jari-jari bola A. Berapakah volume bola B?
Statistika
3. Perhatikan diagram berikut ini!
Diagram di atas menunjukkan jenis pekerjaan orang tua murid di SMP Negeri 26 Makassar dan tidak ada murid yang bersaudara kandung.
Apabila jumlah murid dalam kelas tersebut 72 orang, maka berapakah banyaknya orang tua murid yang bekerja sebagai petani?
4. Rata-rata nilai matematika 29 siswa putri kelas IX SMP Negeri 26 Makassar adalah 73, sedangkan rata-rata 21 siswa putra adalah 68.
Berapakah nilai rataan gabungannya?
PEDOMAN PENSKORAN TES KEMAMPUAN AWAL
No.Soal Uraian Jawaban Skor Total
Skor 1. Ukuran yang bisa diisi adalah ukuran peti dikurangi
ketebalan pada 6 sisi, yaitu:
2 sisi pada panjang (10cm kanan dan 10cm kiri),2 sisi pada lebar (10cm depan dan 10cm belakang), dan 2 sisi pada tinggi (10cm atas dan 10cm bawah),
sehingga:
panjang = 200cm – 2×10cm = 200cm – 20cm = 180cm lebar = 100cm – 2×10cm = 100cm – 20cm = 80cm tinggi = 150cm – 2×10cm = 150cm – 20cm = 130cm Maka, volume yang bisa diisi adalah
Volume = panjang × lebar × tinggi
5
15 30
Volume = 180cm × 80cm × 130cm
Volume = 1.872.000cm3
Jadi, volume peti tersebut yang bisa diisi adalah 1.872.000cm3
10
2. Pertama, tentukan jari-jari bola A VA = 4/3 × π × rA3
Jadi, volume bola B adalah 1.047.816cm3.
10
10
10 30
3. Diketahui orang tua murid yang bekerja sebagai PNS sebanyak 80° ,sedangkan sebagai Wiraswasta sebanyak 70°.jumlah murud sebanyak 72 orang.
ditanyakan jumlah orang tua murud yang menjadi petani ?
penyelesaian:
luas lkeliling lingkaran = 360°,jadi
360° – (80° + 70°) = 210° 20
20
Jumlah siswa sebanyak 72 orang.
210/360 x 72 = 42
Jadi,orang tua siswa yang bekerja sebagai petani adalah 42 orang.
4.
Jadi,nilai gabungan matematika siswa putri dan putra adalah 70,9.
20 20
Jumlah 100
TES PISA MATEMATIKA
Petunjuk soal :
Berdoalah sebelum mengerjakan soal!
Tuliskan Nama dan Nomor Induk Anda (NIS) pada lembar jawaban!
Pahami pertanyaan atau petunjuk setiap soal sebelum menyelesaikannya!
Setiap jawaban harus jelas nomor soalnya dan kerjakan lebih dahulu soal yang dianggap lebih mudah!
Jumlah soal sebanyak 4 butir essay
Laporkan kepada pengawas jika terdapat tulisan yang kurang jelas , rusak , atau jumlah soal kurang !
Periksalah kembali pekerjaan Anda sebelum diserahkan kepada pengawas tes!
Waktu yang disediakan 60 menit.
Bilangan Bulat
1. Konteks: pembuatan mainan
Mobil-mobilan dari kulit jeruk bali merupakan salah satu mainan tradisional anak-anak Indonesia. Pak amin ingin membuat beberapa mobil mainana tersebut untuk anak-anak disekitar rumahnya. Adapun bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat mobilan tersebut adalah sebagaimanan yang tertera dalam tabel dibawa ini:
Bahan Lidi Kulit untuk badan Ban mobil
Jumlah yang diperlukan untuk membuat sebuah mobil-mobilan
3 2 4
Jumlah yang tersedia
27 19 30
Pertanyaan :
Berapa banyak mobil yang dapat dibuat oleh pak Amin dari bahan yang tersedia?berikan alasan Anda!
Kesebangunan
2. Karangan adalah desa kecil yang dilalui untuk ke puncak gunung Latimojong. Jarak antara Karangan dengan puncak gunung Latimojong sekitar 20 km. Andi seorang pejalan kaki memperkirakan bahwa dia dapat mendaki gunung tersebut dengan kecepatan rata-rata 2,0 km per jam, dan dua kali lebih cepat ketika turun, termasuk waktu makan dan istirahat. Menggunakan perkiraan kecepatan Andi, pada pukul berapakah paling lambat dia harus memulai pendakian sehingga dia bisa tiba di Karangan pada pukul 22.00 Wita?
Lingkaran 3. Konteks : kue
Pabrik kue menyediakan dua jenis kue berbentuk cakram dengan ketebalan sama , tetapi ukuran beda permukaan kue yang kecil dan besar masing-masing berdiameter 10 cm dan 15 cm.
Pertanyaan :
Jika setiap kue yang besar dan yang kecil dijual masing-masing Rp15.000,00 dan Rp10.000,00, manakah yang lebih menguntungkan, membeli tiga kue yang kecil atau membeli dua kue yang besar?
Tuliskan alasan Anda!
4. Pizza Hut Delivery (PHD) adalah tempat penjualan pizza yang menyediakan dua porsi pizza yang berbeda ukuran, namun memiliki rasa dan ketebalan yang sama. Jika porsi yang kecil memiliki diameter 30 cm dan dijual dengan harga Rp. 60.000 dan yang besar berdiameter
40 cm dengan harga Rp. 80.000, maka penjualan porsi pizza manakah yang lebih menguntungkan penjual?
PEDOMAN PENSKORAN TES LITERASI MATEMATIKA
No.soal Uraian Jawaban Skor Total
Skor 1. Pertanyaan :
berapa banyak mobil yang dapat dibuat oleh pak amin dari bahan yang tersedia? Berikan alasan anda!
Penyelesaian:
Lidi : 27 : 3 = 9
Kulit untuk badan : 19 : 2 = 9,5 dibulatkan menjadi 9
Ban mobil : 30 : 4 = 7,5 dibulatkan menjadi 7
Jadi, banyaknya mobil yang dapat dibuat oleh pak amin adalah 7 buah.
20
20
2. Waktu yang dibutuhkan saat naik 5 20
Jadi, Hikmat harus berangkat paling lambat pada pukul = 22.00 – (10 + 5) = 07.00 Wita.
Jawaban benar: pukul 07.00 Wita
5
10
3. Pertanyaan :
Jika setiap kue yang besar dan yang kecil dijual masing-masing Rp10.000,00 dan Rp15.000,00, manakah yang lebih menguntungkan, membeli tiga kue yang kecil atau membeli dua kue yang
Harga : 3 x 10.000 = Rp30.000
Kue besar
Luas : (3,14 x 7,5 x 7,5) = 176,625 x 2 = 353,25
Harga : 2 x 15.000 = Rp30.000
Jadi, 353,25 – 235,5 = 117,75 yang lebih menguntungkan adalah membeli 2 kue besar karena akan diperolah 117,75 cm2 lebih banyak daripada kue kecil dengan harga yang sama.
10 Jadi, berdasarkan perhitungan di atas bahwa
, maka dapat disimpulkan bahwa penjualan pizza yang berdiameter 30 cm lebih menguntungkan penjual
Jawaban benar = pizza yang berdiameter 30 cm.
5
2. Data Siswa Kelas IX.3
11. SITTI RAHMANIAR ARDITHIA P
12. SOFA ALIYAH SITA P
16. ZHAFIRAH APRILIANESYA SAID P
17. A.AKBAR L
31. SULTAN RESKIAN AL MUKHLISIN L
3. Lembar Kerja Siswa Pada Tes PISA Matematika 1) Subjek ST ( Farhan febrari)
2) Subjek SS ( Sofa Aliyah)
3) Subjek SR ( Sthephanie Revaline)
4. Dekomentasi Penelitian
5. Persuratan
RIWAYAT HIDUP
Atikasari RJ, lahir di Lindajang pada tanggal 05 April 1996. Anak pertama dari 2 bersaudara dan merupakan anak dari pasangan Ramlan Jafar dan Marsipa. Penulis memulai jenjang pendidikan sekolah dasar pada tahun 2002 sampai tahun 2008 di SDN 12 Lindajang. Pada tahun yang sama penulis melanjutkan pendidikan kejenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) di SMP Negeri 2 Suli Barat dan tamat pada tahun 2011. Kemudian penulis melanjutkan pendidikan kejenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) di SMA Negeri 1 Larompong mulai dari tahun 2011 sampai tahun 2014. Pada tahun 2014 penulis melanjutkan kuliah di Universitas Muhammadiyah Makassar di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Program studi pendidikan matematika strata satu (S1).