• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL PENELITIAN

5.4 Keterbatasan Penelitian

1. Dalam melakukan wawancara, informan kurang terbuka dengan jawaban yang diberikan kepada peneliti dan terkadang tidak memberikan informasi yang diharapkan penelitian.

2. Kesibukan informan utama untuk menarik pelanggan sehingga peneliti memliki kesulitan untuk melakukan wawancara.

3. Karena wawancara dilakukan selama jam buka toko atau selama pedagang souvenir berjualan, sehingga perlu waktu yang lama untuk mendapatkan data dan informasi di lapangan yang lebih dalam.

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan

Pada awal sebelum adanya pandemi Covid-19, pedagang souvenir di Taman Wisata Istana Maimoon memiliki pendapatan berkisar antara 10 sampai 5 juta per hari. Namun, sejak pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia pada bulan Maret tahun 2020 yang terus menyebar ke berbagai kota di Indonesia termasuk Kota Medan, mengharuskan Istana Maimoon juga ikut terdampak dari penutupan lokasi wisata demi menghentikan penularan virus yang lebih luas. Penutupan lokasi wisata Istana Maimoon memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap pelaku UMKM di sektor pariwisata salah satunya pedagang souvenir.

Dengan realitas yang ada, pedagang souvenir di Taman Wisata Istana Maimoon diharuskan menerapkan beberapa strategi hidup bertahannya. Hal tersebut dilakukan bertujuan untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari di masa pandemi Covid-19. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang dilakukan oleh peneliti tentang Strategi Bertahan Hidup Pelaku UMKM Sektor Pariwisata di Masa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus Pedagang Souvenir di Taman Wisata Istana Maimoon), para pedagang souvenir di Taman Wisata Istana Maimoon menggunakan tiga strategi bertahan hidup dalam mengadapi kondisi sulit di masa pandemi Covid-19 yaitu dengan strategi aktif, strategi pasif dan strategi jaringan. Berikut merupakan startegi bertahan hidup yang digunakan oleh pedagang souvenir untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di masa pandemi Covid-19:

1. Strategi aktif

Strategi aktif yang dapat dilihat dari pedagang souvenir di Istana Maimon dalam mempertahankan hidupnya selama masa pandemi Covid-19 yaitu dengan diversifikasi pekerjaan atau menambah jenis usaha sampingan di luar dari menjual souvenir, usaha tersebut pun dilakukan berbeda-beda oleh setiap pedagang souvenir, ada yang mulai dengan mencari usaha sampingan yaitu membuka usaha depot air isi ulang, membuka usaha cathering, menjual dimsum rumahan. Selain itu pedagang souvenir juga mengoptimalkan pada barang yang dijual agar lebih bervariasi seperti menjual masker kain, memaksimalkan dan meningkatkan kualitas service atau pelayanaya kepada pelanggan agar nyaman dan tertarik membeli serta memanfaatkan tabungan yang dimiliki selama 4-5 tahun untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan sebagai modal usaha. Selain itu, terdapat juga anggota keluarga (istri/suami/anak) informan utama yang turut ikut serta aktif dalam menambah penghasilan keluarga.

2. Strategi Pasif

Pedagang souvenir di Taman Wisata Istana Maimoon menerapkan startegi pasif dengan cara hidup hemat. Hal tersebut dilakukan dengan berbagai cara yaitu dengan mengurangi karyawan dan pekerjanya guna meminimalisir biaya pengeluaran rumah tangga, terdapat anggota keluarga mulai berhenti untuk merokok, tidak membeli baju baru saat lebaran, mengurangi bahkan berhenti melakukan kebiasaann makan di luar, mengurangi jajan dan biaya transportasi anak selama sekolah daring, serta

memutuskan untuk berhenti menggunakan jasa cathering dan mulai masak sendiri untuk menghemat biaya pengeluaran.

3. Stategi jaringan

Strategi jaringan yang dilakukan pedagang souvenir di Istana Maimoon pada masa Covid-19 yaitu dengan memanfaatkan jaringan sosial seperti memanfaatkan kenalan dan relasi untuk menyewakan barang souvenir seperti baju adat di luar dari Istana Maimoon, memanfaatkan program beasiswa anak untuk pendidikan, dan menggadaikan barang berharga seperti emas ke penggadaian untuk keperluan yang mendesak.

6.2 Saran

Berdasarkan kesimpulan dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka ada beberapa saran dari penulisan skripsi ini. Adapun saran dalam skripsi ni dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Pedagang Souvenir, agar dapat menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan usaha di masa pandemi Covid-19 maupun di masa yang akan datang melalui startegi bertahan hidup.

2. Pemerintah yang berwenang, diharapkan dapat memberikan edukasi dalam bentuk pelatihan-pelatihan dan pendampingan yang mendukung penjualan dan pemsaran berbasis online (digital marketing) dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang berlaku kepada para pedagang souvenir di masa pandemi Covid-19.

3. Peneliti, berikutnya dapat memperluas penelitian dan melihat bagaimana strategi bertahan yang sudah dirumusan terhadap para pelaku pedagang souvenir.

Daftar Pustaka

Bagoes, I. M. (2004). Filsafat Penelitian & Metode Pennelitian Sosial.

Yogyakarta:

Pustaka Belajar.

Bank Indonesia. (2015). Profil Bisnis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

tidak diterbitkan.

Fahrudin, Adi. (2012). Pengantar Kesejahteraan Sosial. Bandung: PT Refika Aditama

Febina, Putri. (2008). Membuat Aneka Souvenir Pernikahan. Jakarata: Tim Dapur De Media.

Fennel, D. A. (1999). Ecotourism Policy and Planning. London: CABI Publishing.

Hamid, Edy Suandi. (2005). Ekonomi Indonesia dari Sentralisasi ke Desentralisasi.

Yogyakarta: UII Pres Yogyakarta.

Hasan, M. I. (2002). Pokok-Pokok Metodelogi Penelitian dan Aplikasi. Bogor;

Ghalia.

Hasim, Frida. (2009). Hukum Dagang. Jakarta: Sinar Grafika.

Hornby, Prof. Hunziker & Kraft (1942). Pengertian Wisata. Jakarta: PT Gramedia.

Isdarmanto. (2017). Dasar-Dasar Kepariwisataann dan Pengelolaan ODTW Pariwisata. Yogyakarta: Gerbang Media Aksara.

Marpang, H. (2002). Pengetahuan Kepariwisatan. Bandung: Alfabeta

Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nomor HK10,07/MENKES/382/2020.

Tidak diterbitkan.

Murphy, P.E. (1985). Tourism A Community Approach. New Work: Metheun.

Moeleong, L. J. (2000). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Muljadi, A. J. (2009). Kepariwisataan dan Perjalanan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Natsir, M. (2013). Metode Penelitian Cetakan ke-5. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Kodhyat, H. (1998). Sejarah Pariwisata dan Perkembangannya di Indonesea.

Jakarta: Grasindo.

Kritantono, R (2006). Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana Perdana Media Grup

Kusnadi. (2000). Nelayan Adaptasi dan Jaringan Sosial. Bandung: Humaniora Utama Press

Rukminto, Adi Isbandi. (2005). Ilmu Kesejahteraan Sosial dan Pekerja Sosial.

Jakarta: FISIP UI Press

Setia, R. (2005). Gali Tutup Lubang Itu Biasa Strategi Buruh Menganggulangi Persoalan Dari Waktu Ke Waktu. Bandung: Yayasan Akatiga.

Siagian, Matias. (2011). Metode Penelitian Sosial - Pedoman Praktis Penelitian Bidang Ilmu - Ilmu Sosial dan Kesehatan. Medan: Grasindo Monoratama.

Silalahi, Ulber. (2009). Metode Penelitian Sosial. Bandung: Refika Aditama.

Spillane J.J, (1987). Pariwisata Indonesia Sejarah dan Prospeknya. Yogyakarta:

Kanisius.

Sugiyono. (2007). Metodologi Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

________. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung:

Suharto, E. (2009). Kemiskinan dan Perlindungan Sosial di Indonesia. Bandung:

Alfabeta.

_________. (2014). Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat Kajian Strategis Pembangunan Kesejahteraan Sosial dan Pekerja Sosial. Bandung:

Refika

Aditama.

Sujatmiko, Eko. (2014). Kamus IPS. Surakarta: Aksara Sinergi Media.

Suyanto, Bagong & Sutinah, (2005). Metode Penelitian Sosial: Berbagai Alternatif

Pendekatan. Jakarta: Prenadamedia Grup.

_______, dan Sutinah. (2008). Metode Penelitian Sosial. Jakarta: Kencana Prenada

Media Group.

Syaukani, HR. (2013). Pesona Pariwisata Indonesia. Jakarta: Nusantara Madani.

Tanjung, M. A. (2018). Koperasi dan UMKM sebagai Fondasi Perekonomian Indonesia. Jakarta: Erlangga.

The Collins Cobuild Dictionary (2009)

Yustika, Ahmad Erani. (2012). Usaha Kecil dan Menengah di Indonesia, Beberapa

Isu Penting. Jakarta: LP3ES.

W. J. S. Poerwadarminta. (2009). Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Undang-undang

Undang-undang Nomor 20 tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah

(UMKM).

Udang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan.

Undang-Undang Nomor 11 tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial Sumber Jurnal

Doremalen, Van N, Bushmaker T, Morris DH, Holbrook MG, Gamble A, Williamson BN, et, al. (2020). Aerosol and Surface Stability of SARS-CoV-

2 as Compared with SARS-CoV-1. The New Englend Journal of Medicine.

Massachussetts Medical Society.

Hardilawati, W. L. (2020). Strategi Bartahan UMKM di Tengah Pandemi Covid- 19. Jurnal Akuntansi & Ekonomika, Vol. 10(1).

Harnida W. Adda, Pricylia hintya Dewi Buntungan, Armawati Sondeng. (2020).

Strategi Mempertahankan UMKM Selama Pandemi Covid-19 di Kecamatan Bungku Tengah Kabupaten Morowali. Jurnal Pengabdian Pada

Masyarakat. 4 (4). 390-396.

Irwan. (2015). Strategi Bertahan Hidup Perempuan Penjual Buah-Buahan (Studi Perempuan di Pasar Raya Padang Kecamatan Padang Barat Kota Padang

Provinsi Sumatera Utara). Humanus. 14(2). 183-195.

Khofifah, N. I. (2020). Dampak Covid-19 Terhadap Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) (Stud Kasus UMKM Ikhwa Comp Desa Watesprojo, Kemlagi, Mojokerto). Jurnal Inovasi Penelitian. Vol. 1(7).

Pakpahan, A. K. (2020). Covid-19 dan Implikasi Bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah.

Prayudi, M.A. (2020). Dampak Covid-19 Terhadap Pariwisata di Daerah Istimewa

Yogyakatya. Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Perhotelan. 3(2). 2597-5323.

M. Galieh Gunagama, Yumna Rana Naurah, Arganis Ellyza P. Prabono. (2020).

Pariwisata Pasca Pandemi. Journal Arhitecture, City and Sattlement.

5(2).

56-68.

Rosita, Rahmi. (2020). Pengaruh Pandemi Covid-19 Terhadap UMKM di Indonesia. Jurnal Lentera Bisnis. 9(2). 109-120.

Sugihmretha, I. D. G. (2020). Respon Kebijakan: Mitigasi Dampak Wabah Covid- 19 Pada Sektor Pariwisata. The journal of Development Planning. 4(2).

191-206.

Susilawati, Nora. 2003. Sosiologi Pedesaan. Bahan Ajar. UNP.

XueLing, M. (2004). Tourism Merchedise and Souvenirs: Discussion on The Conseptual Definisions and Local Features, Tourism Tribune. 1(25).

Wan Laura Hardilawati. (2020). Strategi Bertahan UMKM di Tengah Pandemi Covid-19. Jurnal Akuntansi dan Ekonomika. 10(1). 89-98.

Winarno, Rifki Fandi. (2016). Strategi Bertahan Hidup Mantan Karyawan PT.

Kertas Nusantara di Desa Pilanjau Kabupaten Berau. Jurnal Sosiastri.

Sosiologi Vol.4 No.4 Skripsi

Ocktriyanti. (2017). Strategi Bertahan Hidup Rumah Tangga Buruh Tani Pasca Erupsi Gunung Sinabung Di Desa Sukandebi Kec. Naman Teran Kab.

Karo.

Departemen Kesejahteraan Sosial. Universitas Sumatera Utara.

Karimah, C. (2016). Hubungan Antara Partisipasi Mustalik Dalam Advokasi Dengan Keberfungsian Sosialnya di Sinergi Foundation Kota Bandung.

Kesejahteraan Sosial. Universitas Pasundan.

Suci, A. (2019). Strategi Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Langkat dalam Pengembangan Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Ekonomi Islam. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.

Rini. (2017). Strategi Bertahan Hidup Masyarakat Terhadap Dampak Pencemaran

Lingkungan. Departemen Sosiologi. Universitas Hasanuddin

Rusda, D. (2018). Strategi Bertahan Hidup Nelayan Dimusim Barat Kering di Desa

Pantai Gading Kecamatan Secanggang. Departemen Kesejahteraan Sosial.

Universitas Sumatera Utara

Saragih, Edwin Kenny. (2020). Strategi Bertahan Hidup Keluarga Buruh Tani Harian dalam Pemenuhan Kebutuhan Pokok di Nagori Bah Sampuran, Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun. Departemen Kesejahteraan Sosial. Universitas Sumatera Utara

Zainal, A. (2014). Strategi Bertahan Hidup Petani Kecil di Desa Sindetlami Kecmatan Besuk Kabupaten Probolinggo. Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial. Universitas Jember.

Artikel

Januar, E. A, Dwi. M, Martina. (2020). Strategi Bertahan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Sektor Kuliner di Masa Pandemi Covid-19. Universitas Sriwijaya.

Rumeon, S. 2020. Tinjauan Dampak Pandemi Covid-19. Terhadap Sektor Wisata Bahari Indonesia. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong.

Dipa, T. A, Sazali, Nurhilaludin, Muthia H. (2020). Strategi Menghadapi Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Usaha Kecil dan Menengah. Yayasan Memajukan Ilmu dann Kebudayaan (YMIK) Universitas Nasional.

Jakarta.

Aryansyah, J. E, Dwi Mirani, Martina. (2020). Strategi Bertahan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Sektor Kuliner di Masa Pandemi Covid-19.

Sumber lain

Ilmiyah, S. (2020). Upaya PBNU Mencegah Penyebaran COVID-19. YouTube alobatnic: https://youtu.be/rYlypLWR3Qw. (diakses pada 14 Februari 2021 pukul 10:55 WIB)

Johns Hopkins CSSE. (2020). Coronavirus COVID-19 Global Cases by the Center for Systems Science and Engineering. ArcGIS:

https://gisanddata.maps.arcgis.com/apps/opsdashboard/index.html#/bda75 94740fd40299423467b48e9ecf. (diakses pada 11 Februari 2021 pukul 15:49 WIB)

KataData. (2020). Efek Domino Virus Corona ke Industri Penujang Pariwisata.

https://katadata.co.id/hariwidowati/berita/5e9a470e04ad6/efek-domino-virus-corona-ke-industri-penunjang-pariwisata (di akses pada 23 Desember 2020 pukul 20:33 WIB).

Letko, M, Marzi A, Munster V. (2020). Fungcional Assessment of Cell Entry and Receptor Usage for SARS-CoV-2 and Other Lineage B Betacoronaviruses.

Nature Microbolgy. https://doi.org/10.108/s41564-020-0688-y. (diakses pada 11 Februari 2021 pukul 15:55 WIB)

Pedoman wawancara ditujukan kepada informan utama, informan kunci, dan informan tambahan untuk mendapatkan informasi dan data mengenai penelitian yang akan dilakukan dilapangan. Pedoman wawancara ini juga untuk mempermudah dan mengarahkan penelitian dalam mendapatkan data yang sistematis maka akan digunakan pedoman wawancara sesuai fokus penelitian.

“Strategi Bertahan Hidup Pelaku UMKM Sektor Pariwisata Di Masa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus Pedagang Souvenir Di Taman Wisata Istana Maimoon)”

1. Karakteristik Umum Informan Utama (Pelaku UMKM Pedagang Souvenir)

1.1 Identitas Informan Utama

1. Nama : ………

2. Jenis Kelamin : ...

3. Umur : ...

4. Pendidikan Terakhir : ...

5. Pekerjaan : ...

6. Agama : ...

7. Alamat : ...

1.2 Daftar Pertanyaan

(Pertanyaan umum) Profil Pedagang Souvenir di Taman Wisata Istana Maimoon

1. Sudah berapa lama Ibu/Bapak berjualan sebagai pedagang souvenir di Taman Wisata Istana Maimoon

2. Apakah menjadi pedagang souvenir merupakan pekerjaan utama Ibu/Bapak?

3. Mengapa Ibu memilih Taman Wisata Istana Maimoon sebagai lokasi Ibu berdagang menjadi pedagang souvenir?

4. Bagaimana pendapatan Ibu sebelum dan sesudah adanya Covid-19?

5. Berapa pendapatan rata-rata Ibu selama pandemi Covid-19?

6. Apakah pendapatan dari menjadi pedagang souvenir pada masa pandemi Covid-19 mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari?

7. Upaya-upaya apa yang Ibu/Bapak lakukan terhadap usaha Ibu/Bapak selama 8. Kendala apa saja yang Bapak/Ibu hadapi selama Covid-19?

9. Apakah Bapak/Ibu mengalami kesulitan pemodalan dalam mengembangkan usaha selama pandemi Covid-19?

10. Apakah selama masa pandemi Covid-19 Ibu pernah menerima bantuan dari pemerintah?

Strategi Bertahan Hidup Pedagang Souvenir di Taman Wisata Istana Maimoon

• Strategi Aktif

1. Apakah Bapak/Ibu memiliki pekerjaan/usaha sampingan untuk menambah penghasilan keluarga di masa pandemi Covid-19?

2. Jika iya, berapa penghasilan yang Bapak/Ibu dapat dari pekerjaan sampingan tsb?

3. Apakah pekerjaan/usaha sampingan tersebut dapat memenuhi kebutuhan keluarga Bapak/Ibu di masa pandemi Covid-19?

4. Selain pekerjaan/usaha sampingan yang dilakukna, sumber daya lain apa yang Bapak/Ibu manfaatkan untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup keluarga di masa pandemi Covid-19?

5. Cara seperti apa yang Bapak/Ibu lakukan untuk dapat menambh penghasilan sebagai pedagang souvenir di masa pandemi Covid-19?

6. Apakah anggota keluarga Bapak/Ibu ikut serta dalam mencari penghasilan tambahan dalam memenuhi kebutuhan keluarga di masa pandemic Covid-19?

7. Siapa saja anggota keluarga Bapak/Ibu yang ikut serta dalam mencari penghasilan tambahan dalam memenuhi kebutuhan keluarga di masa pandemic Covid-19?

• Strategi Pasif

1. Apakah Bapak/Ibu menerapkan pola hidup hemat di masa pandemic Covid-19?

2. Jika iya, Bagaimana cara Bapak/Ibu meminimalisir pengeluaran untuk kebutuhan pangan pada masa pandemic Covid-19?

3. Apakah keluarga Bapak/Ibu mengurangi jumlah makan yang di lakukan keluarga Bapak/Ibu selama pandemic Covid-19?

4. Apakah keluarga Bapak/Ibu mengganti jenis makanan sebagai lauk pauk di kelaurga Bapak/Ibu selama pandemic Covid-19?

5. Bagaimana cara Bapak/Ibu meminmalisir pengeluaran untuk biaya pendidkan anak di masa pandemic Covid-19?

6. Bagaimana cara Bapak/Ibu meminmalisir pengeluaran sandang pada masa pandemi Covid-19?

• Strategi Jaringan

1. Apakah Bapak/Ibu melalukan pinjaman berupa uang saat dalam keadaan terdesak di masa pandemic Covid-19?

2. Jika iya, kepada siapa Bapak/Ibu melakukan pinjaman?

3. Apakah Bapak/Ibu melakukan penggadaian varang saat dalam keadaan tersedar di masa pandemic Covid-19?

4. Jika iya, barabf berhagra seperti apa yang Bapak/Ibu gadaikan?

5. Bagaimana hubungan interksi Bapak/Ibu terhadap tetangga dan kerabat pada masa pandemic Covid-19?

6. Apakah Bapak/Ibu memanftaatkan hubungan tersebut untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup di masa pandemic Covid-19?

7. Apakah Bapak/Ibu memanfaatkan program bantuan dari pemerintah dalam memenuhi kebutthan kelarga pada masa pandemic Covid-19?

8. Jika iya program bantuan seperti apa yang Bapak/Ibu manfaatkan?

2 Karakteristik Umum Informan Kunci (Pengelola Taman Wisata Istana Maimoon)

2.1 Identitas Informan Kunci

1. Nama : ………

2. Jenis Kelamin : ...

3. Umur : ...

4. Pendidikan Terakhir : ...

5. Pekerjaan : ...

6. Agama : ...

7. Alamat : ...

2.2 Daftar Pertanyaan

1. Sudah berapa lama Bapak/Ibu bekerja di Taman Wisata Istana Maimoon?

Jawaban :...

2. Dibagian atau bidang apa Bapak/Ibu bertugas di Taman Wisata Istana Maimoon?

Jawaban :...

3. Bagaimana kondisi pedagang souvenir di Taman Wisata Istana Maimoon sebelum dan sesudah adanya pandemi Covid-19?

Jawaban :...

4. Apa dampak yang paling dirasakan pedagang souvenir pada saat pandemi Covid-19?

Jawaban :...

5. Kendala apa saja yang dihadapi Pedagang souvenir di Taman Wisata Istana Maimoon selama pandemic Covid-19?

Jawaban :...

6. Apakah ada pedagang souvenir yang memutuskan berhenti berjualan untuk seterusnya selama pandemi Covid-19?

Jawaban :...

7. Jika tidak, bagaimana strategi bertahan yang dilakukan pedagang souvenir selama Istana Maimoon di tutup akibat adanya pandemi Covid-19?

Jawaban :...

3 Karakteristik Umum Informan Tambahan (Pengunjung/Wisatawan) 3.1 Identitas Informan Tambahan

1. Nama : ………

2. Jenis Kelamin : ...

3. Umur : ...

4. Pendidikan Terakhir : ...

5. Pekerjaan : ...

6. Agama : ...

7. Alamat : ...

8.

3.2 Daftar Pertanyaan

1. Apa hubungan anda dengan Saudara ….. (Informan utama/pedangan saouvenir)?

Jawaban :...

2. Apa pekerjaan/aktivitas anda saat ini?

Jawaban :...

3. Selama pandemic Covid-19, apa dampak yang Anda rasakan terharap aktivitas Anda selama ini?

Jawaban :...

4. Bagaimana Anda melihat kondisi penjualan keluarga Anda (pedagang souvenir) di Taman Wisata Istana Maimoon selama adanya pandemi Covid-19?

Jawaban :...

5. Apa dampak yang paling dirasakan penjualan keluarga Anda (pedagag souvenir) pada saat pandemi Covid-19?

Jawaban :...

6. Kendala apa saja yang dihadapi penjualan Keluarga Anda (Pedagang souvenir) di Taman Wisata Istana Maimoon selama pandemic Covid-19?

Jawaban :...

7. Bagaimana upaya/strategi yang Anda lakuakkan selaku Anggota keluarga pedagang souvenir selama pandemi Covid-19?

Jawaban :...

Dokumen terkait