• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

IV.1. HASIL PENELITIAN

IV.2.9. Keterbatasan Penelitian

1. Penelitian ini bersifat potong lintang, sehingga hanya melihat hubungan antara fatigue, nyeri dan depresi dengan sekali pengukuran terhadap nilai kualitas hidup sehingga tidak dapat menganalisa efek jangka panjang dari fatigue, nyeri dan depresi terhadap penderita paska stroke dan nyeri kepala kronik.

2. Informasi yang didapatkan dari subjek penelitian diperoleh dari kuesioner, sehingga dapat bersifat subjektif yang dapat menyebabkan kemungkinan timbulnya bias dalam penelitian ini.

.

Universitas Sumatera Utara

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

V.1. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisa data yang diperoleh pada penelitian ini, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Nyeri merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap kualitas hidup pada penderita paska stroke dibandingkan dengan fatigue dan depresi, dimana semakin nyeri seseorang menunjukkan nilai kualitas hidup yang lebih rendah dengan kekuatan korelasi lemah (B=-1,821 ; p=0,005).

2. Semakin fatigue seseorang maka akan ditemukan nilai kualitas hidup yang lebih rendah pada penderita paska stroke namun tidak signifikan, dengan kekuatan korelasi sangat lemah (r=-0,198 ; p=0,078).

3. Semakin nyeri seseorang akan ditemukan nilai kualitas hidup yang signifikan lebih rendah pada penderita paska stroke, dengan kekuatan korelasi lemah (r=-0,224 ; p=0,046).

4. Semakin depresi seseorang akan ditemukan nilai kualitas hidup yang signifikan lebih rendah pada penderita paska stroke, dengan kekuatan korelasi lemah (r=-0,241 ; p=0,031).

5. Fatigue merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap nilai kualitas hidup pada penderita nyeri kepala kronik dibandingkan

100

Universitas Sumatera Utara

dengan nyeri dan depresi, dimana semakin fatigue seseorang menunjukkan nilai kualitas hidup yang lebih rendah pada penderita nyeri kepala kronik namun tidak signifikan dengan kekuatan korelasi sedang (B=-3,639 ; p=0,100).

6. Semakin fatigue seseorang akan ditemukan nilai kualitas hidup yang lebih rendah pada penderita nyeri kepala kronik namun tidak signifikan, dengan kekuatan korelasi lemah (r=-0,294 ; p=0,065).

7. Semakin nyeri seseorang akan ditemukan nilai kualitas hidup yang lebih rendah pada penderita nyeri kepala kronik namun tidak signifikan, dengan kekuatan korelasi lemah (r=-0,222 ; p=0,169).

8. Semakin depresi seseorang akan ditemukan nilai kualitas hidup yang lebih rendah pada penderita nyeri kepala kronik namun tidak signifikan, dengan kekuatan korelasi sangat lemah (r=-0,154 ; p=0,344).

RINGKASAN

Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan fatigue, nyeri dan depresi dengan kualitas hidup pada penderita paska stroke dan nyeri kepala kronik. Pada penderita paska stroke didapati bahwa semakin fatigue seseorang ditemukan nilai kualitas hidup yang lebih rendah namun tidak signifikan. Sedangkan semakin nyeri dan depresi seseorang secara signifikan ditemukan nilai kualitas hidup yang lebih rendah. Namun diantara fatigue, nyeri dan depresi ditemukan bahwa nyeri merupakan variabel yang lebih berpengaruh terhadap kualitas hidup, yaitu semakin

Universitas Sumatera Utara

nyeri seseorang lebih mempengaruhi nilai kualitas hidup yang lebih rendah secara signifikan pada penderita paska stroke.

Pada penderita nyeri kepala kronik ditemukan bahwa semakin fatigue, nyeri dan depresi seseorang menunjukkan nilai kualitas hidup yang lebih rendah namun tidak segnifikan. Namun diantara fatigue, nyeri dan depresi didapati bahwa fatigue merupakan variabel yang paling mempengaruhi nilai kualitas hidup yaitu semakin fatigue seseorang lebih mempengaruhi nilai kualitas hidup yang lebih rendah pada penderita nyeri kepala kronik walaupun tidak signifikan.

V.2. SARAN

1. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebih besar sehingga hasil penelitian lebih representatif.

2. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi masyarakat dan tenaga medis dalam rangka untuk memperbaiki kualitas hidup pada penderita paska stroke dan nyeri kepala kronik.

3. Perlu dilakukan penelitian dengan menggunakan studi kohort untuk mengetahui lebih lanjut hubungan antara fatigue, nyeri dan depresi dengan kualitas hidup pada penderita paska stroke dan nyeri kepala kronik.

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR PUSTAKA

Altindag,O., Soran ,N., Demirkol,A., Ozkul, M.,Y. 2008. The Association between Functional Status, Health Related Quality of Life and Depression after Stroke. Turk Fiz Tip Rehab Derg;54:89-91.

Barroso, M.G. 2003. Depression: Clinical Definition and Case Histories. The International Journal of Transpersonal Studies. 22: 89-99.

Bigal, M.E., Rapoport, A.M., Lipton, R.B., Tepper,S.J., Sheftell, F.D. 2003.

Assessment of Migraine Disability Using the Migraine Disability Assessment (MIDAS) Questionnaire: A Comparison of Chronic Migraine With Episodic Migraine. Headache;43:336-342.

Bilgic, A., Ibis, A., Tutal, E., Koc, S., Sezer, S., Ozdemir, N. 2012. Association of Nutritional Status with Depression and Sleep Disorders in Elderly End Stage Renal Disease Patients – Does Chronic Inflammation Cause It All? Turkish Nephrology, Dyalisis and Transplatation Journal;21(2):148-155.

Bijur, P.E., latimer, C.T., Gallagher, J. 2003. Validation of Verbally Administered Numerical Rating Scale of Acut Pain for Use in the Emergency Department. Academic Emergency Medicine;10:390-392.

Breivik, H., Borchgrevink, P.C., Allen, S.M.,Rosseland, L.A., Romundstad, L., Kvarstein, G. et al. 2008. Assesment of Pain. British Journal of Anasthesia;101:17-24.

Caplan, L.R., 2009. Stroke A Clinical Approach. 4 th ed. Elsevier;p.22-63.

Chen, W., Yu, S., Zhu, J., Chai, H., He, W., Wang, W. 2012. Personality Characteristics of Male Sufferers of Chronic Tension-Type Headache. J Clin Neurol. 8:69-74.

Christensen,D., Johnsen, S.P., Watt,T., Harder,I.,Kirkevold,M., Anderson, G.

2008. Dimensions of Post Stroke Fatigue: A Two-Year Follow-Up Study. Cerebrovavas Dis;26:134-14.

Contreras, P.O., Persson, T., Styf,J. 2010. Comparison between the Beck Depression Inventory and Psychiatric Evaluation of Distress in Patients on Long-Term Sick Leave due to Chronic Musculoskeletal Pain. Journal of Multidisciplinary Healthcare. 3: 161-167.

Universitas Sumatera Utara

Cowen, P.J. 2008. Serotonin and Depression: Pathophysiological Mechanism or Marketing Myth? Trends in Pharmacological Sciences; 29(9):433-436.

Davis, M.P., Walsh, D. 2010. Mechanisms of Fatigue. Journal Supportive Oncology;8: 164-174.

Edwards, R.R., Doleys, D.M., Fillingim, R.B., Lowery, D. 2001. Etnic Differences in Pain Tolerance: Clinical Implications in a Chronic Pain Population. Psychosomatic Medicine. 63:316-323.

Falavigna, A., Teles, A.B., Braga, G.L., Conzatti, L.P., Ruschel, L.G., Silva, P.G.

Association between Primary Headaches and Depression in Young Adults in Southern Brazil. Rev Assoc Med Bras;59(6):589-593.

Froes,K.M; Valdes, M.T.,Lopes, D., Silva, C. 2011. Factors Associated with Health-Related Quality of Life for Adults with Stroke Sequelae.

Arq.Neuropsiquiatr; 69:371-376.

Glader, L.M., Stegmayr,B., Asplund, K., 2002. Poststroke Fatigue: A 2 Year Follow-Up Study of Stroke Patients in Sweden. Stroke;33:1327-1333.

Haacke,C., Althause, A., Spottke,A., Back,T., Dodel,R. 2006. Long Term Outcome After Stroke. Stroke;37:193-198.

Haque, B., Rahman, K.M., Hoque, A., Hasan, A.H., Chowdhury, R.N., Khan, S.U., et al. 2012. Precipitating and Relieving Factors of Migraine Versus Tension Type Headache. BMC Neurology. 12:82.

Henon,H. 2006. Pain after Stroke: a neglected issue. J Neurol Neurosurg Psychiatry;77:569.

Houle,T.T., Butschek, R.A., Butschek, R.A., Turner, D.P., Smitherman, T.A., Raphins, J.C. 2012. Stress and Sleep Duration Predict Headache Severity in Chronic Headache Suffers. Pain;153(12):2432-2440.

Ismail, R.I., Siste, K. 2010. Gangguan Depressi. Dalam: Elvira, S.D. dan Hadisukanto, G. Buku Ajar Psikiatri. Edisi I. Balai Penerbit Fakultas Kedoteran Universitas Indonesia. Jakarta. Hal 209-229.

Jensen, R., Stovner, L.J. 2008. Epidemiology and Comorbidity of Headache.

Lancet Neurology. 7: 354-361.

Universitas Sumatera Utara

Jonsson, A.C., Lindgren I., Hallstrom, B. 2006. Prevalence and intensity of Pain after Stroke: A population Based Study Focusing on Patient’s perspectives. J Neurol Neurosurg Psychiatry; 77:590.

Juang, K.D., Wang, S.J., Fuh, J.L, Lu, S.R., Su, T.P. 2000. Comorbidity of Depressive and Anxiety Disorders in Chronic Daily Headache and Its Subtypes. Headache;40:818-823.

Klich,S. 2013. Fatigue Development Mechanisms During Increased Intensity Exertion. Central European Journal of Sport Sciences and Medicine;1(1):39-45.

Kuyken, W. 1995. The World Health Organization Quality of Life Assesment (WHOQOL): Position Paper from The World Health Organization Soc. Sci. Med;41:1403-1409.

Lerdal, A., Baken,L.N., Kouwenhoven,S.E., Pedersen,G., Kirkevold,M., Finset,A.

et al.2009. Poststroke Fatigue. Journal of Pain and Symptom Management;38: 928-946.

Lima, M.L., Santos, J.L., Sawada, N.O. 2014. Quality of Life individuals with Strokle and their caregivers in a city of Triangulo Mineiro. Rev Bras Epidemiol;10:453-464.

Lundstrom,E; Smits,A; Terent,A; Borg,J. 2008. Risk Factors for Stroke Related Pain 1 Year after first-ever Stroke. European Journal of Neurology;16:188-193.

Meliala KRTL. 2004. Terapi Rasional Nyeri: Tinjauan Khusus Nyeri Neuropatik.

Aditya Media. Jogyakarta.

Mercante, J.P., Peres, M., Guendler, V., Zukerman, E., Bernik, M.A. 2005.

Depression in Chronic Migraine. Arq Neuropsikiatr. 63 (2):217-220.

Misbach, J. 2007. Pandangan Umum Mengenai Stroke. Dalam : Rasyid A. Dan Soertidewi L. Unit Stroke. Manajemen Stroke Secara Komprehensif. Balai Penerbit Universitas Indonesia. Jakarta.

Misbach J dan Soertidewi. 2011. Anatomi Pembuluh Darah Otak dan Patofisiologi Stroke. Dalam : Misbach J., Soertidewi L., Jaznnis J.

Stroke. Aspek Diagnostik, Patofisiologi, Manajemen. Badan Penerbit FK UI. Jakarta.

Universitas Sumatera Utara

Misbach, J., Lamsudin , R., Aliah, H., Basyiruddin, A., Suroto, Alfa, A.Y., et al.

2011. Guideline Stroke. Kelompok Studi Stroke. Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI). Jakarta.

Morgan, I., Eguia, F., Gelaye,B., Peterlin, B.L., Tadesse, G.M., Lemma, S.et al.

2015. Sleep Disturbance and Quality of Life in Sub-Saharan African Migraineurs. The Journal of Headache and Pain;18:1-8.

Naess, H., Lunde, L., Brogger, J. 2012. The Effects of Fatigue, Pain and Depression on Quality of Life in Ischemic Stroke Patients: The Bergen Stroke Study

National Collaborating Centre for Mental Health. 2010. Depression. The NICE Guideline on The Treatment and Management of Depression in Adults. Update Edition. London. The British Psychological Society.

Onabajo,G.V., Adamu,A. 2014. Impactt of Post Stroke Fatigue on Health-Related Quality of Life of Nigerian Stroke Survivors.Journal of Stroke;16(3):194-201.

O’Sullivan, J., McCabe, J.T. 2006. Migraine development, treatments, research advances, and anesthesia implication. AANA Journal;74(1):61-70.

Peres,M.F., Zukerman, E., Young, W.B., Silberstein, S.D.2002. Fatigue in Chronic Migraine Patients. Cephalgia;22:720-724.

Rambe, A.S., Fithrie, A., Nasution, I., Tonam. 2013. Profil Pasien Stroke pada 25 Rumah Sakit di Sumatera Utara 2012: Survei Berbasis Rumah Sakit. Neurona. 30:2.

Rosenthal,T.C., Majeroni, B.A., Pretorius,R., Malik,K. 2008. Fatigue: An Overview. Am Fam Physician. 78(10): 1173-1179.

Sacco, R.L., Kasner S., Broderick J., Caplan L., Culebras A., Elkind M. Et al.

2013. An Update Definition of Stroke For The 21st century: A Statement For Health Care Proffesionals From The American Heart Association / American Stroke Association Stroke; 44:2064-2089.

Sadock, B.J., Sadock, V.A. 2007. Kaplan&Sadock’s Synopsis of Psychiatry:

Behavioral Sciences/ Clinical Psychiatry, 10 th Edition. Lippincott William&Wilkins. New York.

Schwedt, T.J. 2014. Chronic Migraine. BMJ. 348: g1416.

Universitas Sumatera Utara

Seidel,S., Harti,T., Weber,M., Matterey, S., Paul, A. 2009. Quality of Sleep, Fatigue and Daytime Sleepiness in Migrain – A Controlled Study.

Cephalgia;10:1-8.

Shaik,M.M., Hassan,N.B., Tan, H.L, Gan,S.H. 2014. Quality of Life and Migrain Disability among Female Migraine Patientsin a Tertiary Hospital in Malaysia.BioMed Research International;10:1155-1176.

Sjahrir, H. 2003. Stroke Iskemik. Yandira Agung. Medan.

Sjahrir, H. 2008. Nyeri Kepala dan Vertigo. Pustaka Cendekia Press. Yogyakarta.

Sjahrir, H., Machfoed, M.H., Suharjanti, I., Basir, H., Adnyana, M.O. 2013.

Konsensus Nasional IV. Diagnostik dan Penatalaksanaan Nyeri Kepala. Kelompok Studi Nyeri Kepala. Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI). Airlangga University Press. Surabaya.

Skevington, S.M., Lotfy, M., O’Connell, K.A. 2004. The World Health Organization’s WHOQOL-BREF Quality of Life Assesment:

Psychometric Properties and Results of the International Fielf Trial A Report from the WHOQOL Group. Quality of Life Research;13:299-310.

Suryamiharja, A., Purwata, T.E., Suharjanti, I., Yudiyanta. 2011. Konsensus Nasional I. Diagnostik dan Penatalaksanaan Nyeri Neuropatik.

Kelompok Studi Nyeri. Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI). Airlangga University Press. Surabaya.

Tracey,I., Mantyh P.W.2007. The Cerebral Signature for Pain Perception and Its Modulation. Neuron;55:377-391.

Tucer, B., Yalcin B.M., Ozturk A., Maziciogiu, M.M., Yilmaz, Y., and Kaya, M.

2009. Risk Factors For Low Back Pain and Its Relation with Pain Related Disability and Depression in a Turkish Sample. Turkish Neurosurgery. 19(4): 327-332.

Visser,M., Aben,L.,Heijenbrok,M.H., Busschbach,J.J., Ribbers,G.M. 2014. The Relative Effect of Coping Strategy and Depression on Health-Related Quality of Life in Patients in the Chronic Phase after Stroke. J Rehabil Med;46:514-519.

Voenroenn,J.H., Paice,J.A., Preodor, M.E. 2006. The Current Diagnosis and Treatment Pain. Mcgraw-Hill. Chicago.

Universitas Sumatera Utara

Vukovic,V., Strineka, M., Huzjan, A.L., Demarin, V. 2009. Migraine, Pathophysiology of Pain. Medical Science;33:33-41.

Vuletic,V.,Lezaic,Z., Morovic,S. 2011. Post Stroke Fatigue. Acta Clin Croat;50:341-344.

Wolf, C.J. 2004. Pain: Moving from Symptom Control toward mechanism-Spesific Pharmacologic Management. Ann Intern Med;140:441-451.

Universitas Sumatera Utara

LEMBARAN PENJELASAN KEPADA CALON SUBJEK PENELITIAN

Bapak/Ibu/Adik Yth,

Saya dr. Toety Maria Simanjuntak, saat ini menjalani pendidikan spesialis Neurologi di FK USU dan sedang melakukan penelitian yang berjudul:

“HUBUNGAN ANTARA FATIGUE, NYERI DAN DEPRESI DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PENDERITA PASKA STROKE DAN NYERI KEPALA KRONIK”

Sebelumnya izinkan saya untuk menjelaskan kepada Bapak/Ibu/Adik mengenai fatigue, nyeri,depresi, paska stroke dan nyeri kepala kronik.

Fatigue, nyeri dan depresi merupakan gejala yang sering ditemukan pada penderita paska stroke dan nyeri kepala kronik. Fatigue merupakan hilangnya kemampuan untuk menghasilkan tenaga selama melakukan aktivitas. Nyeri adalah suatu perasaan yang tidak menyenangkan dan pengalaman emosional yang berhubungan dengan kerusakan jaringan potensial atau akut atau digambarkan sebagai akibat dari kerusakan yang terjadi. Depresi merupakan gangguan kesehatan mental yang dikarakteristikkan oleh hilangnya minat dan kesenangan dalam melakukan kegiatan dan pengalaman sehari-hari, mood yang menurun dan sekumpulan gejala yang berkaitan dengan gejala emosional, fisik dan tingkah laku. Paska stroke adalah penderita yang telah mengalami stroke > 3 bulan, sedangkan nyeri kepala kronik merupakan nyeri kepala yang timbul lebih dari 15 hari perbulan selama lebih dari 3 bulan.

Untuk lebih jelasnya, prosedur penelitian yang akan dilakukan adalah sebagai berikut : Subjek adalah penderita paska stroke dan subjek dengan nyeri kepala kronik, kemudian setiap subjek dinilai tingkat keparahan fatigue dengan menggunakan kuesioner FSS, nyeri dengan menggunakan kuesioner NRS, depressi dengan menggunakan kuesioner BDI II kemudian masing-masing dinilai kualitas hidupnya dengan menggunakan kuesioner HRQOL BREF.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apakah terdapat hubungan antara fatigue, nyeri dan depresi dengan kualitas hidup[ pada penderita paska stroke dan nyeri kepala kronik, dimana bila kelak hasilnya berhubungan maka perlu dilakukan upaya untuk mengatasi berbagai faktor yang dapat memperberat

Universitas Sumatera Utara

kepala kronik.

Penelitian yang saya lakukan kepada Bapak/Ibu/Adik sangat aman dan nyaman. Tetapi bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama penelitian berlangsung, atau ada hal yang kurang jelas yang perlu ditanyakan, Bapak/Ibu/Adik dapat menghubungi saya dr. Toety Maria Simanjuntak (Hp:

081361037630) untuk mendapatkan penjelasan.

Di sini saya akan menjamin kerahasiaan dari Bapak/Ibu/Adik , dan tidak akan dikenakan biaya. Partisipasi Bapak/Ibu/Adik bersifat sukarela. Semua biaya penelitian ini tidak dibebankan kepada Bapak/Ibu/Adik. Dan apabila Bapak/Ibu/Adik tidak bersedia mengikuti penelitian ini, maka tidak akan terjadi perubahan mutu pelayanan dari dokter. Bapak/Ibu/Adik akan tetap mendapat pelayanan kesehatan standar rutin sesuai dengan standar prosedur pelayanan.

Bila Bapak/Ibu/Adik masih belum jelas tentang penelitian ini, maka setiap saat dapat ditanyakan langsung kepada saya.

Akhirnya saya ucapkan terimakasih kepada Bapak/Ibu/Adik atas partisipasinya dalam penelitian ini.

Medan, ...2015 Peneliti

(dr. Toety Maria Simanjuntak)

Universitas Sumatera Utara

SURAT PERSETUJUAN IKUT DALAM PENELITIAN

Saya yang bertanda tagan dibawah ini :

Nama :

Jenis kelamin :

Umur :

Pekerjaan :

Alamat :

Setelah mendapat keterangan secara terperinci dan jelas mengenai penelitian yang berjudul, “HUBUNGAN ANTARA FATIGUE, NYERI DAN DEPRESI DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN PASKA STROKE DAN NYERI KEPALA KRONIK” dan setelah mendapat kesempatan mengajukan pertanyaan mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan penelitian tersebut, maka dengan ini saya secara sukarela dan tanpa paksaan menyatakan saya ikut dalam penelitian tersebut.

Medan, 2015

Yang memberikan penjelasan Yang membuat pernyataan persetujuan

dr. Toety Maria Simanjuntak __________________________

Universitas Sumatera Utara

LEMBAR PENGUMPULAN DATA PENELITIAN

I. Karakteristik Responden

1. Nama :

2. Jenis Kelamin : Pria Wanita 3. Umur :

4. Suku Bangsa :

5. Pendidikan : SD :...tahun SLTP :...tahun SLTA : ...tahun Akademi:...tahun Perguruan Tinggi :...tahun

6. Pekerjaan : Wiraswasta Pegawai Negri Pegawai Swasta Ibu Rumah Tangga Pelajar / Mahasiswa Lain-lain

7. Bahasa yang biasa dipergunakan :

Bahasa Indonesia : Ya Tidak

8. Status Perkawinan : Belum Menikah Menikah Duda/Janda 9. Alamat :

II. Pemeriksaan Umum Sensorium :

Tekanan Darah : mmHg Nadi : x/i

RR : x/i Temp : ◦C III. Riwayat Penyakit

Stroke : Ya Tidak Migren : Ya Tidak CTTH : Ya Tidak

Universitas Sumatera Utara

FATIGUE SEVERITY SCALE

Tanggal ______________ Nama _________________

Lingkarilah angka 1 sampai 7 ini yang anda rasa sangat sesuai untuk menggambarkan pernyataan-pernyataan berikut ini. Pernyataan-pernyataan ini merujuk kepada gaya hidup anda yang biasa dalam satu minggu yang lalu. Angka 1 mengindikasikan “ sangat tidak setuju” dan angka 7 mengindikasikan “sangat setuju”.

Baca dan lingkarilah angka yang terdapat di kolom di sebelah

Saya tidak setuju  Sangat setuju

1.Motivasi saya lebih rendah ketika saya kelelahan. 4.Fatigue mengganggu fungsi fisik

saya

1 2 3 4 5 6 7 5.Kelelahan menyebabkan seringnya

timbul masalah bagi saya

1 2 3 4 5 6 7 6. Kelelahan saya mencegah fungsi

fisik yang terus menerus

1 2 3 4 5 6 7 7Kelelahan mengganggu saya dalam

melaksanakan tugas dan tanggung jawab tertentu

1 2 3 4 5 6 7

8.Kelelahan merupakan gejala yang paling membuat saya tidak bisa berbuat banyak

1 2 3 4 5 6 7

9. Kelelahan mempengaruhi lancarnya pekerjaan, kehidupan keluarga, atau kehidupan sosial saya

1 2 3 4 5 6 7

Universitas Sumatera Utara

Numeric Rating Scale (NRS)

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Gambar. Numeric Rating Scale

Keterangan:

0 : tidak ada nyeri

1-3 :nyeri ringan

4-6 :nyeri sedang

7-10 :nyeri berat

Universitas Sumatera Utara

BECK DEPRESSION INVENTORY II

Nama: MR:

Umur:

INSTRUKSI

Kuesioner ini terdiri dari 21 kelompok pertanyaan. Silahkan membaca masin-masing kelompok pertanyaan dengan seksama, dan pilih satu pertanyaan yang terbaik pada masing-masing kelompok yang menggambarkan dengan baik bagaimana perasaan anda selama dua minggu terakhir, termasuk hari ini. Lingkari nomor pernyataan yang telah anda pilih. Jika beberapa pernyataan dalam kelompok sama bobotnya, lingkari nomor yang paling tinggi untuk kelompok itu.

Yakinkan bahwa anda tidak memilih lebih dari satu pernyataan untuk satu kelompok pertanyaan, termasuk pilihan pada kelompok 16 maupun kelompok 18.

1. Kesedihan

0. Saya tidak merasa sedih 1. Saya sering merasa sedih 2. Saya sedih sepanjang waktu

3. Saya merasa sangat sedih atau tidak gembira, sampai saya tidak dapat menahannya

2. Pesimistik

0. Saya yakin dengan masa depan saya

1. Saya merasa takut dengan masa depan saya daripada biasanya 2. Saya tidak berharap segalanya menjadi lebih baik untuk saya

3. Saya merasa putus asa dengan masa depan saya dan keadaan hanya menjadi semakin buruk

3. Kegagalan masa lalu

0. Saya tidak merasakan saya gagal

1. Saya telah gagal lebih dari yang seharusnya

2. Saat saya menoleh ke belakang, saya melihat banyak kegagalan 3. Saya merasa orang yang sepenuhnya dengan kegagalan

4. Kehilangan kesenangan

0. Saya memperoleh kesenangan dari semua hal yang saya nikmati 1. Saya kurang menikmati sesuatu daripada seperti biasanya

Universitas Sumatera Utara

3. Saya tidak mendapat kesenangan apapun dari semua yang biasa saya nikmati.

5. Perasaan bersalah

0. Saya sama sekali tidak merasa bersalah

1. Saya merasa bersalah pada kebanyakan hal yang saya lakukan atau seharusnya yang saya lakukan

2. Saya merasa bersalah pada kebanyakan waktu 3. Saya merasa bersalah setiap waktu

6. Perasaan merasa dihukum

0. Saya tidak merasa sedang dihukum 1. Saya merasa saya mungkin dihukum 2. Saya mengharapkan untuk dihukum 3. Saya merasa saya sedang dihukum 7. Benci diri sendiri

0. Saya merasa sama dengan diri saya selama ini 1. Saya kehilangan kepercayaan terhadap diri saya 2. Saya kecewa dengan diri saya

3. Saya tidak menyukai diri saya 8. Pengkritikan terhadap diri sendiri

0. Saya tidak mengkritik atau menyalahkan diri saya lebih dari seperti biasanya

1. Saya lebih kritis terhadap diri saya lebih dari seperti biasanya 2. Saya mengkritik diri saya untuk semua kesalahan saya

3. Saya menyalahkan diri saya untuk semua kejadian buruk yang terjadi 9. Pikiran atau keinginan untuk bunuh diri

0. Saya tidak mempunyai pikiran apapun untuk bunuh diri saya sendiri 1. Saya mempunyai pikiran untuk membunuh diri saya sendiri, tapi saya

takut

2. Saya merasa ingin bunuh diri

3. Saya ingin bunuh diri, bila ada kesempatan 10. Menangis

0. Saya tidak menangis lagi seperti biasanya 1. Saya menangis lebih dari biasanya

2. Saya menangis pada masalah-masalah yang kecil 3. Saya sudah tidak sanggup lagi untuk menangis.

Universitas Sumatera Utara

1. Saya merasa kurang bisa beristirahat seperti biasanya 2. Saya tidak bisa beristirahat atau sangat sulit untuk diam

3. Saya sangat tidak bisa beristirahat atau saya harus tetap bergerak atau melakukan sesuatu

12. Kehilangan minat

0. Saya tidak kehilangan minat terhadap orang lain atau aktivitas tertentu 1. Saya sedikit berminat terhadap orang lain atau sesuatu hal daripada

keadaan sebelumnya

2. Saya kehilangan hampir seluruh minat terhadap orang lain atau hal lain 3. Sangat sulit untuk berminat terhadap apapun

13. Keragu-raguan

0. Saya membuat keputusan sebaik keadaan sebelumnya

1. Saya sedikit kesulitan dalam membuat keputusan daripada biasanya 2. Saya lebih sulit dalam membuat keputusan daripada seperti biasanya 3. Saya kesulitan membuat keputusan apapun

14. Ketidak berartian

0. Saya menganggap diri saya berarti

1. Saya tidak menganggap diri saya berarti dan berguna seperti biasanya 2. Saya merasa sangat tidak berarti dibandingkan dengan orang lain 3. Saya merasa diri saya sama sekali tidak berarti

15. Kehilangan energi

0. Saya mempunyai banyak energi seperti biasanya

1. Saya kekurangan energi dibandingkan keadaan biasanya

2. Saya tidak mempunyai energi yang cukup untuk melakukan banyak hal 3. Saya tidak mempunyai cukup energi untuk melakukan apapun

16. Perubahan dalam pola tidur

0. Saya tidak mengalami perubahan dalam pola tidur 1.a. Saya kadang-kadang tidur lebih dari biasanya 1.b. Saya kadang-kadang kurang tidur dari biasanya 2.a. Saya tidur lebih sering dari biasanya

2.b. Saya tidur lebih kurang dari biasanya 3.a. Saya tidur hampir sepanjang hari

3.b. Saya terbangun 1-2 jam lebih awal dan tidak dapat tidur lagi 17. Mudah tersinggung

0. Saya tidak mudah tersinggung seperti biasanya 1. Saya lebih mudah tersinggung daripada sebelumnya 2. Saya lebih sering tersinggung daripada sebelumnya

Universitas Sumatera Utara

18. Perubahan dalam selera makan

0. Saya tidak mengalami perubahan selera makan

1.a.Selera makan saya kadang-kadang kurang daripada yang biasanya

1.b.Selera makan saya kadang-kadang bertambah daripada yang biasanya

1.a.Selera makan saya kadang-kadang kurang daripada yang biasanya

1.b.Selera makan saya kadang-kadang bertambah daripada yang biasanya