• Tidak ada hasil yang ditemukan

0,070 ISK + Penyakit

4.5.1 Keterbatasan Penelitian

Dalam penelitian ini memiliki keterbatasan yang dapat mempengaruhi hasil penelitian. Diantaranya yaitu:

1. Penelitian ini menggunakan data sekunder sehingga tidak dapat melihat zona pola bakteri secara langsung yaitu peneliti tidak melakukan sendiri atau melihat secara langsung pola bakteri yang digambarkan pada media cakram. 2. Dalam penelitian ini memiliki keterbatasan waktu penelitian sehingga data

yang diperoleh hanya berasal dari medical record dengan informasi terbatas dan apa adanya sesuai yang tertera.

3. Distribusi pola bakteri ISK terhadap masing-masing kelompok antibiotik tidak merata dan per kelompok jumlahnya amat sedikit, sehingga pola kepekaan bakteri yang dihasilkan terhadap antibiotika belum bisa dianggap mewakili kelompoknya.

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 4.5.2 Karakteristik Diagnosis Subjek Penelitian

Dari tabel 1, dapat dilihat bahwa ISK dengan cystitis memiliki persentase tertinggi 25,5%, ISK dengan CKD (17,0%), ISK dengan BPH (13,2%) dan diikuti ISK dengan DM (7,5%). Menurut Tambayong pada tahun 2000, cystitis atau radang kandung kemih, lebih sering terdapat pada wanita daripada pria karena dekatnya muara uretra dan vagina dengan daerah anal. Namun bukan berarti tidak terjadi pada laki-laki. Terjadinya CKD merupakan penyimpangan progresif, fungsi ginjal yang tidak dapat pulih dimana kemampuan tubuh untuk mempertahankan keseimbangan metabolik, cairan dan elektrolit mengalami kegagalan, yang mengakibatkan uremia. Kondisi ini dapat disebabkan oleh glomerulonephritis kronis; pielonefritis, hipertensi tak terkontrol, obstruksi saluran perkemihan, bahkan infeksi (Baughman, Diane C. 2000). Hal ini tidak berbeda dengan subjek ISK yang ditemukan pada penelitian ini, bahwa ada kemungkinan ISK dengan CKD disebabkan oleh pielonefritis, obstruksi saluran kemih ataupun penderita karena infeksi. Selain itu, peneliti juga menemukan ISK dengan BPH yang merupakan adanya pembesaran prostat jinak, dibawah pengaruh testosterone dan usia, terjadinya pembesaran prostat dapat menyebabkan penyumbatan keluarnya aliran air kemih (Schwartz.2000).

Beberapa penyakit penyerta ISK yang terdapat pada penelitian ini yaitu anemia, diabetes mellitus, Jantung kongestif (Congestive heart failure,CHF), kolestasis, sepsis, bronkitis, yang berhubungan dengan defek imun spesifik sehingga menyebabkan rentan terhadap ISK.

4.5.3 Analisis Univariat

Distribusi subjek penelitian berdasarkan Jenis Kelamin

Hasil analisis terhadap karakteristik subjek menurut jenis kelamin, dari 100 subjek penelitian, diperoleh jumlah subjek laki-laki yang menderita ISK lebih banyak dibandingkan dengan subjek perempuan. Hasil ini tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Samirah pada tahun 2004 di rumah sakit Dr.Wahidin Sudirohusodo yang menyebutkan bahwa dari 99 penderita ISK yang terbanyak ialah subjek perempuan karena dari segi anatomi salah satu penyebab wanita lebih sering terinfeksi yaitu karena uretra wanita lebih pendek

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

dibandingkan laki-laki sehingga bakteri kontaminan lebih mudah mencapai kandung kemih. Faktor lain yang berperan adalah kecenderungan wanita lebih sering menahan urin serta iritasi pada uretra. Meskipun jarang terjadi pada pria namun, infeksi saluran kemih dapat terjadi pada pria usia lanjut, dengan penyebab yang paling sering terjadi adalah prostatitis atau hiperplasia prostat (Corwin,2000).

Distribusi subjek penelitian berdasarkan usia

Hasil analisis terhadap karakteristik subjek menurut usia, Pada penelitian ini dari 106 pasien dengan spesimen urin yang berasal penderita ISK terbanyak

yaitu pada usia ≥ 61 tahun. Hasil ini tidak sesuai dengan penelitian yang

dilakukan oleh Samirah pada tahun 2004 di rumah sakit Dr.Wahidin Sudirohusodo yang menyebutkan bahwa subyek ISK terbanyak pada usia < 16 tahun. Dari hasil penelitian didapat usia ≥ 61 tahun lebih banyak menderita ISK, kemungkinan terjadinya infeksi pada usia lanjut, karena pada usia lanjut terjadinya penurunan daya tahan tubuh yang mengakibatkan sistem imunnya menjadi kurang efektif, sehingga proses penuaan membuat lansia lebih rentan terhadap infeksi, penggunaan kateter juga memudahkan subjek lebih rentan terhadap ISK, selain itu faktor lainnya adalah perubahan sistem perkemihan menyebabkan pengosongan kandung kemih menjadi kurang efektif sehingga dapat urin yang tetap berada di kandung kemih dapat menyebabkan infeksi saluran kemih.

Distribusi subjek penelitian berdasarkan bakteri penyebab ISK

Dari hasil penelitian ini di RSUP Fatmawati, diperoleh bakteri tertinggi yang dapat menyebabkan ISK adalah bakteri Escherichia coli (58,5%). Hal ini tidak berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Yulianto pada tahun 2009 di Laboratorium Mikrobiologi Klinik FKUI menyatakan bahwa bakteri tertinggi menyebabkan ISK adalah Escherichia coli (39.9%). Hal ini kemungkinan terjadi karena bakteri Escherichia coli merupakan flora normal yang patogen pada manusia sehingga dapat menyebabkan infeksi saluran kemih (Brooker,2009)

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 4.5.4 Analisis Bivariat

Hubungan antara ISK dengan jenis kelamin

Dari hasil uji statistik menggunakan metode Chi-Square didapatkan nilai P = 0,070 (P > 0,05), maka diperoleh kesimpulan bahwa pada penelitian ini, tidak ada hubungan yang signifikan antara ISK dengan jenis kelamin. Hal ini tidak berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Eny pada tahun 2012 yang mengatakan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara jenis kelamin dengan gejala ISK (P= 0,887). Namun berbeda dengan penelitian Kolawole et.al pada tahun 2009 yang mengatakan bahwa ada hubungan antara jenis kelamin dengan ISK. Hal ini menunjukkan bahwa ISK dapat diderita oleh subjek perempuan maupun laki-laki sesuai dengan ISK yang terkait.

Hubungan antara ISK dengan usia

Dari hasil uji statistik menggunakan metode Chi-Square pada kategori ISK dengan usia, didapatkan nilai P= 0,483 (P> 0,05), maka diperoleh kesimpulan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara diagnosis ISK dengan usia. Penelitian ini juga tidak berbeda dengan penelitian Rizki pada tahun 2012 yang mengatakan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara ISK dengan usia (P= 0,372). Hal ini menunjukkan bahwa infeksi saluran kemih dapat mengenai siapa saja tanpa batas usia.

4.5.5 Profil Bakteri Penyebab ISK dan Kepekaan Bakteri terhadap

Dokumen terkait