• Tidak ada hasil yang ditemukan

KESIMPULAN DAN SARAN

B. Keterbatasan Penelitian

Berikut ini adalah keterbatasan yang dialami selama melakukan penelitian: 1. Peneliti dalam menyajikan pertanyaan-pertanyaan wawancara dengan subjek atau siswa kurang lengkap dan kurang banyak sehingga data yang diperoleh juga kurang mendalam.

2. Peneliti memiliki subjek sebanyak 36 siswa kelas V, tetapi peneliti hanya mengambil 5 subjek untuk diwawancarai. Sehingga data yang diperoleh untuk mendeteksi mengenai miskonsepsi yang dialami siswa kurang bayak.

C. Saran

a. Lebih bisa menyajikan pertanyaan-pertanyaan wawancara dengan subjek atau siswa secara lengkap dan banyak agar data yang diperoleh bisa mendalam.

b. Ketika melakukan wawancara dengan siswa alangkah baiknya mengambil subjek lebih banyak agar data yang diperleh lebih banyak.

2. Bagi Guru

Peneliti berharap dengan hasil penelitian ini, dapat menjadi referensi bagi guru dalam meningkatkan kualitas mengajar untuk siswa agar tidak terjadi miskonsepsi terutama dalam mata pelajaran Matematika materi penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian bilangan pecahan biasa.

Daftar Pustaka

Basrowi& Suwandi. 2008. “Memahami Penelitian Kualitatif”. Jakarta: Rineka

Cipta.

Budi, Kartika. 1992. “Pemahaman konsep dan beberapa salah konsepsi yang terjadi”. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

Ghony & Fauzan. 2014. ‘Metodologi Penellitian Kualitatif”. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Gunawan, Iman. 2013. Metode Penelitian Kualitatif Teori & Praktik. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Mikan. 2009. “Pandai Berhitung Matematika 5: Untuk Sekolah Dasar dan

Madrasah Ibtidaiyah Kelas V”. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen

Pendidikan Nasional.

Mikan Ngadiyono, Hardi. 2009. “Pandai Berhitung Matematika 5”. Jakarta: Pusat

Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Moleong, Lexy J. 1989. “Metodoligi Penelitian Kualitatif”. Bandung: Rosda.

Raharjo, Marsudi. 2001. “Pecahan: Bahan Penataran Guru SD”. Yogyakarta:

PPPG Matematika.

Soehendro, Bambang. 2006. “Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan”. Jakarta: BSNP.

Sugiyono. 2009. “Matematika: SD/MI Kelas V”. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Surya. 2011. “Pengertian Bilangan Pecahan biasa”. Http://www.berpendidikan.com/2015/05/pengertian-bilangan-pecahan

pembagian-contoh-bilangan-pecahan.html (Diakses pada tanggal 13

Agustus 2015 pukul 16.35 WIB).

Suparno, Paul. 1998. “Miskonsepsi Tentang Probabilitas Pada Siswa SLTP dan SMU”. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

Suparno, Paul. 2005. “Miskonsepsi dan konsep perubahan kosep dalam pendidikan fisika”. Jakarta: PT Gramedia.

Tri Astuti, Lusia. 2009. “Matematika 5, Untuk Sekolah Dasar Kelas V”. Jakarta:

Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Van De Walle, John A. 2006. “Matematika Sekolah Dasar dan Menengah

Pengembangan Pengajaran”. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Atma, Suganda. 2013. “Upaya untuk Mengubah Miskonsepsi Siswa dalam Pokok Bahasan Suhu dan Kalor Lewat Konflik Kognitif”. Jurusan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan: Sanata Dharma.

Dwi Asih, Chatarina. 2008. “Pemahaman dan Miskonsepsi Siswa Kelas XI IPA Stella Duce Bantul Tentang Kalor”. Jurusan Matematika dan Ilmu

Pengetahuan Alam Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan: Sanata Dharma.

Titis Vidiarti, Christiana. 2011. “Pemahaman dan Miskonsepsi Siswa Kelas XII IPA SMA Pangudi Luhur Sedayu Bantul Tentang Hukum II Termodinamika”. Jurusan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan: Sanata Dharma.

Tania Norika, Martina. “Pemahaman dan Miskonsepsi Konsep Gaya Pada Siswa di Empat Sekolah Menengah Atas Swasta di Daerah Istimewa Yogyakarta”. Jurusan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Fakultas

Keguruan dan Ilmu Pendidikan: Sanata Dharma.

Ika Lilatul, Rohmah. “Miskonsepsi dalam Menyelesaikan Soal Materi Bangun Datar Segiempat Kelas 7 SMP Negeri Semarang”. Program Studi

LAMPIRAN

1. Subjek N10

P-01: “Apa adik sudah melakukan penjumlahan pada bilangan pecahan biasa secara benar?”

N10-01: “Belum, belum belajar”

P-02: “Bagaimana cara adik melakukan penjumlahan pada bilangan pecahan biasa?”

N10-02: “Penyebutnya disamakan”

P-03: “Apa adik sudah melakukan pengurangan pada bilangan pecahan biasa secara benar?”

N10-03: “Belum, belum belajar”

P-04: “Bagaimana cara adik melakukan pengurangan pada bilangan pecahan biasa?”

N10-04: “Penyebutnya disamakan, pembilangnya dikali”

P-05: “Apa adik sudah melakukan perkalian pada bilangan pecahan biasa secara benar?”

N10-05: “Belum, belum belajar”

P-06: “Bagaimana cara adik melakukan perkalian pada bilangan pecahan biasa?”

N10-06: “Penyebutnya disamakan, pembilangnya dikali”

P-07: “Apa adik sudah melakukan pembagian pada bilangan pecahan biasa secara benar?”

N10-07: “Belum, belum belajar”

P-08: “Bagaimana cara adik melakukan pembagian pada bilangan pecahan biasa?”

N10-08: “Penyebutnya disamakan, penyebutnya dibagi”

P-09: “”Pada bagian mana yang menurut adik sulit dalam melakukan penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian bilangan pecahan biasa?”

N10-09: “Pembagian, proses penyamaan penyebutnya harus panjang”

P-10: “Menurut adik, apakah cara yang adik gunakan dalam melakukan penjumlahan pada bilangan pecahan biasa sudah sungguh-sungguh benar?”

N10-10: “Belum, karena mendadak”

P-11: “Menurut adik, apakah cara yang adik gunakan dalam melakukan pengurangan pada bilangan pecahan biasa sudah sungguh-sungguh benar?”

N10-11: “Belum,karena mendadak”

2. Subjek N8

perkalian pada bilangan pecahan biasa sudah sungguh-sungguh benar?”

N10-12: “Belum, karena mendadak”

P-13: “Menurut adik, apakah cara yang adik gunakan dalam melakukan pembagian pada bilangan pecahan biasa sudah sungguh-sungguh benar?”

N10-13: “Belum, karena mendadak”

P-14: “Bagaimana cara adik untuk menyamakan bilangan penyebut dalam penjumlahan pada bilangan pecahan biasa?”

N10-14: “Menggunakan FPB dan KPK”

P-15: “Bagaimana cara adik untuk menyamakan bilangan penyebut dalam pengurangan pada bilangan pecahan biasa?”

N10-15: “Menggunakan FPB dan KPK”

P-16: “Apakah dalam perkalian pecahan biasa jika bilangan penyebutnya berbeda harus disamakan terlebih dahulu?”

N10-16: “Iya”

P-17: “Apakah dalam pembagian pecahan biasa jika bilangan penyebutnya berbeda harus disamakan terlebih dahulu?”

N10-17: “Iya”

P-18: “Jika dalam penjumlahan pecahan biasa, apakah penyebut yang sama juga harus ikut dijumlahkan?”

N10-18: “Iya”

P-19: “Jika dalam pengurangan pecahan biasa, apakah bilangan penyebut juga harus ikut dikurangkan?”

N10-19: “Tidak”

P-01: “Apa adik sudah melakukan penjumlahan pada bilangan pecahan biasa secara benar?”

N8-01: “Lumayan”

P-02: “Bagaimana cara adik melakukan penjumlahan pada bilangan pecahan biasa?”

N8-02: “Samakan penyebutnya, pembilang dikali”

P-03: “Apa adik sudah melakukan pengurangan pada bilangan pecahan biasa secara benar?”

P-04: “Bagaimana cara adik melakukan pengurangan pada bilangan pecahan biasa?”

N8-04: “Samakan penyebut, pembilang dikurangkan”

P-05: “Apa adik sudah melakukan perkalian pada bilangan pecahan biasa secara benar?”

N8-05: “Lumayan”

P-06: “Bagaimana cara adik melakukan perkalian pada bilangan pecahan biasa?”

N8-06: “Dikali silang”

P-07: “Apa adik sudah melakukan pembagian pada bilangan pecahan biasa secara benar?”

N8-07: “Lumayan”

P-08: “Bagaimana cara adik melakukan pembagian pada bilangan pecahan biasa?”

N8-08: “Disamakan penyebutnya, pecahan terakhir dibalik”

P-09: “”Pada bagian mana yang menurut adik sulit dalam melakukan penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian bilangan pecahan biasa?”

N8-09: “Pembagian, karena lupa caranya”

P-10: “Menurut adik, apakah cara yang adik gunakan dalam melakukan penjumlahan pada bilangan pecahan biasa sudah sungguh-sungguh benar?”

N8-10: “Belum, karena ada yang sebagian ngarang”

P-11: “Menurut adik, apakah cara yang adik gunakan dalam melakukan pengurangan pada bilangan pecahan biasa sudah sungguh-sungguh benar?”

N8-11: “Belum, karena ada yang sebagian ngarang”

P-12: “Menurut adik, apakah cara yang adik gunakan dalam melakukan perkalian pada bilangan pecahan biasa sudah sungguh-sungguh benar?”

N8-12: “Belum, karena ada yang sebagian ngarang”

P-13: “Menurut adik, apakah cara yang adik gunakan dalam melakukan pembagian pada bilangan pecahan biasa sudah sungguh-sungguh benar?”

N8-13: “Belum, karena ada yang sebagian ngarang”

P-14: “Bagaimana cara adik untuk menyamakan bilangan penyebut dalam penjumlahan pada bilangan pecahan biasa?”

N8-14: “Lupa”

P-15: “Bagaimana cara adik untuk menyamakan bilangan penyebut dalam pengurangan pada bilangan pecahan biasa?”

3. Subjek N2

P-16: “Apakah dalam perkalian pecahan biasa jika bilangan penyebutnya berbeda harus disamakan terlebih dahulu?”

N8-16: “Iya”

P-17: “Apakah dalam pembagian pecahan biasa jika bilangan penyebutnya berbeda harus disamakan terlebih dahulu?”

N8-17: “Iya”

P-18: “Jika dalam penjumlahan pecahan biasa, apakah penyebut yang sama juga harus ikut dijumlahkan?”

N8-18: “Tidak”

P-19: “Jika dalam pengurangan pecahan biasa, apakah bilangan penyebut juga harus ikut dikurangkan?”

N8-19: “Iya”

P-01: “Apa adik sudah melakukan penjumlahan pada bilangan pecahan biasa secara benar?”

N2-01: “Lumayan”

P-02: “Bagaimana cara adik melakukan penjumlahan pada bilangan pecahan biasa?”

N2-02: “Dibalik yang terakhir, lupa”

P-03: “Apa adik sudah melakukan pengurangan pada bilangan pecahan biasa secara benar?”

N2-03: “Lumayan”

P-04: “Bagaimana cara adik melakukan pengurangan pada bilangan pecahan biasa?”

N2-04: “Lupa”

P-05: “Apa adik sudah melakukan perkalian pada bilangan pecahan biasa secara benar?”

N2-05: “Lumayan”

P-06: “Bagaimana cara adik melakukan perkalian pada bilangan pecahan biasa?”

N2-06: “Langsung dijumlahkan”

P-07: “Apa adik sudah melakukan pembagian pada bilangan pecahan biasa secara benar?”

P-08: “Bagaimana cara adik melakukan pembagian pada bilangan pecahan biasa?”

N2-08: “Pembilang dan penyebut dibalik”

P-09: “”Pada bagian mana yang menurut adik sulit dalam melakukan penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian bilangan pecahan biasa?”

N2-09: “Pengurangan, karena sulit menyamakan penyebutnya”

P-10: “Menurut adik, apakah cara yang adik gunakan dalam melakukan penjumlahan pada bilangan pecahan biasa sudah sungguh-sungguh benar?”

N2-10: “Belum, karena menyamakan penyebutnya sulit”

P-11: “Menurut adik, apakah cara yang adik gunakan dalam melakukan pengurangan pada bilangan pecahan biasa sudah sungguh-sungguh benar?”

N2-11: “Belum, karena menyamakan penyebutnya sulit”

P-12: “Menurut adik, apakah cara yang adik gunakan dalam melakukan perkalian pada bilangan pecahan biasa sudah sungguh-sungguh benar?”

N2-12: “Belum, karena menyamakan penyebutnya sulit”

P-13: “Menurut adik, apakah cara yang adik gunakan dalam melakukan pembagian pada bilangan pecahan biasa sudah sungguh-sungguh benar?”

N2-13: “Belum, karena menyamakan penyebutnya sulit”

P-14: “Bagaimana cara adik untuk menyamakan bilangan penyebut dalam penjumlahan pada bilangan pecahan biasa?”

N2-14: “Lupa”

P-15: “Bagaimana cara adik untuk menyamakan bilangan penyebut dalam pengurangan pada bilangan pecahan biasa?”

N2-15: “Lupa”

P-16: “Apakah dalam perkalian pecahan biasa jika bilangan penyebutnya berbeda harus disamakan terlebih dahulu?”

N2-16: “Iya, karena itu caranya”

P-17: “Apakah dalam pembagian pecahan biasa jika bilangan penyebutnya berbeda harus disamakan terlebih dahulu?”

N2-17: “Iya, karena itu caranya”

P-18: “Jika dalam penjumlahan pecahan biasa, apakah penyebut yang sama juga harus ikut dijumlahkan?”

N2-18: “Tidak”

P-19: “Jika dalam pengurangan pecahan biasa, apakah bilangan penyebut juga harus ikut dikurangkan?”

4. Subjek N23

N2-19: “Tidak”

P-01: “Apa adik sudah melakukan penjumlahan pada bilangan pecahan biasa secara benar?”

N23-01: “Lumayan”

P-02: “Bagaimana cara adik melakukan penjumlahan pada bilangan pecahan biasa?”

N23-02: “Samakan penyebutnya baru dijumlahkan”

P-03: “Apa adik sudah melakukan pengurangan pada bilangan pecahan biasa secara benar?”

N23-03: “Lumayan”

P-04: “Bagaimana cara adik melakukan pengurangan pada bilangan pecahan biasa?”

N23-04: “Samakan penyebutnya, dibalik penyebut dan pembilang”

P-05: “Apa adik sudah melakukan perkalian pada bilangan pecahan biasa secara benar?”

N23-05: “Lumayan”

P-06: “Bagaimana cara adik melakukan perkalian pada bilangan pecahan biasa?”

N23-06: “Samakan penyebut, dikali silang”

P-07: “Apa adik sudah melakukan pembagian pada bilangan pecahan biasa secara benar?”

N23-07: “Lumayan”

P-08: “Bagaimana cara adik melakukan pembagian pada bilangan pecahan biasa?”

N23-08: “Samakan penyebutnya, yang belakang dibalik”

P-09: “”Pada bagian mana yang menurut adik sulit dalam melakukan penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian bilangan pecahan biasa?”

N23-09: “Pembagian, karena ada yang rumit”

P-10: “Menurut adik, apakah cara yang adik gunakan dalam melakukan penjumlahan pada bilangan pecahan biasa sudah sungguh-sungguh benar?”

N23-10: “Belum”

P-11: “Menurut adik, apakah cara yang adik gunakan dalam melakukan pengurangan pada bilangan pecahan biasa sudah sungguh-sungguh benar?”

5. Subjek N24

N23-11: “Belum”

P-12: “Menurut adik, apakah cara yang adik gunakan dalam melakukan perkalian pada bilangan pecahan biasa sudah sungguh-sungguh benar?”

N23-12: “Belum”

P-13: “Menurut adik, apakah cara yang adik gunakan dalam melakukan pembagian pada bilangan pecahan biasa sudah sungguh-sungguh benar?”

N23-13: “Belum”

P-14: “Bagaimana cara adik untuk menyamakan bilangan penyebut dalam penjumlahan pada bilangan pecahan biasa?”

N23-14: “Mencari KPK”

P-15: “Bagaimana cara adik untuk menyamakan bilangan penyebut dalam pengurangan pada bilangan pecahan biasa?”

N23-15: “Mencari KPK”

P-16: “Apakah dalam perkalian pecahan biasa jika bilangan penyebutnya berbeda harus disamakan terlebih dahulu?”

N23-16: “Iya”

P-17: “Apakah dalam pembagian pecahan biasa jika bilangan penyebutnya berbeda harus disamakan terlebih dahulu?”

N23-17: “Iya”

P-18: “Jika dalam penjumlahan pecahan biasa, apakah penyebut yang sama juga harus ikut dijumlahkan?”

N23-18: “Tidak”

P-19: “Jika dalam pengurangan pecahan biasa, apakah bilangan penyebut juga harus ikut dikurangkan?”

N23-19: “Tidak”

P-01: “Apa adik sudah melakukan penjumlahan pada bilangan pecahan biasa secara benar?”

N24-01: “Belum”

P-02: “Bagaimana cara adik melakukan penjumlahan pada bilangan pecahan biasa?”

N42-02: “Samakan penyebutnya, pembilang dan penyebut dijumlahkan”

P-03: “Apa adik sudah melakukan pengurangan pada bilangan pecahan biasa secara benar?”

P-04: “Bagaimana cara adik melakukan pengurangan pada bilangan pecahan biasa?”

N24-04: “Samakan pembilangnya, penyebut dikurangkan”

P-05: “Apa adik sudah melakukan perkalian pada bilangan pecahan biasa secara benar?”

N24-05: “Belum”

P-06: “Bagaimana cara adik melakukan perkalian pada bilangan pecahan biasa?”

N24-06: “Dikalikan pembilang dan penyebut”

P-07: “Apa adik sudah melakukan pembagian pada bilangan pecahan biasa secara benar?”

N24-07: “Belum”

P-08: “Bagaimana cara adik melakukan pembagian pada bilangan pecahan biasa?”

N24-08: “Dibalik/pingwalik

P-09: “”Pada bagian mana yang menurut adik sulit dalam melakukan penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian bilangan pecahan biasa?”

N24-09: “Pembagian”

P-10: “Menurut adik, apakah cara yang adik gunakan dalam melakukan penjumlahan pada bilangan pecahan biasa sudah sungguh-sungguh benar?”

N24-10: “Belum”

P-11: “Menurut adik, apakah cara yang adik gunakan dalam melakukan pengurangan pada bilangan pecahan biasa sudah sungguh-sungguh benar?”

N24-11: “Belum”

P-12: “Menurut adik, apakah cara yang adik gunakan dalam melakukan perkalian pada bilangan pecahan biasa sudah sungguh-sungguh benar?”

N24-12: “Belum”

P-13: “Menurut adik, apakah cara yang adik gunakan dalam melakukan pembagian pada bilangan pecahan biasa sudah sungguh-sungguh benar?”

N24-13: “Belum”

P-14: “Bagaimana cara adik untuk menyamakan bilangan penyebut dalam penjumlahan pada bilangan pecahan biasa?”

N24-14: “Lupa”

P-15: “Bagaimana cara adik untuk menyamakan bilangan penyebut dalam pengurangan pada bilangan pecahan biasa?”

P-16: “Apakah dalam perkalian pecahan biasa jika bilangan penyebutnya berbeda harus disamakan terlebih dahulu?”

N24-16: “Iya”

17: “Apakah dalam pembagian pecahan biasa jika bilangan penyebutnya berbeda harus disamakan terlebih dahulu?”

N24-17: “Iya”

P-18: “Jika dalam penjumlahan pecahan biasa, apakah penyebut yang sama juga harus ikut dijumlahkan?”

N24-18: “Iya”

P-19: “Jika dalam pengurangan pecahan biasa, apakah bilangan penyebut juga harus ikut dikurangkan?”

Nama : Kelas : Sekolah :

1. Hitunglah hasil operasi penjumlahan di bawah ini!

a. + =

b. + =

c. + =

d. + =

2. Hitunglah hasil operasi pengurangan di bawah ini!

a. − =

b. − =

c. − =

d. − =

3. Hitunglah hasil operasi perkalian di bawah ini!

a. × =

b. × =

c. × =

d. × =

4. Hitunglah hasil operasi pembagian di bawah ini!

a. ∶ =

b. ∶ =

c. ∶ =

i. Hitunglah hasil operasi penjumlahan di bawah ini!

a. + =

b. + =

c. + =

d. + =

Jawaban:

a. + = + =

b. + = + =

c. + = + =

d. + = + =

ii. Hitunglah hasil operasi pengurangan di bawah ini!

a. − =

b. − =

c. − =

d. − =

Jawaban:

a. − = − =

b. − = − =

c. − = − =

d. − = − =

iii. Hitunglah hasil operasi perkalian di bawah ini! a.

× =

b.

× =

d.

× =

Jawaban:

a. × =

b. × =

c. × =

d. × =

iv. Hitunglah hasil operasi pembagian di bawah ini!

a. ∶ =

b. ∶ =

c. ∶ =

d. : =

Jawaban:

a. ∶ = × =

b. ∶ = × =

c. ∶ = × =

d. : = × =

No Kode Siswa Total Skor Nilai 1 N1 13 65 2 N2 10 50 3 N3 10 50 4 N4 9 45 5 N5 8 40 6 N6 8 40 7 N7 8 40 8 N8 6 30 9 N9 6 30 10 N10 5 25 11 N11 5 25 12 N12 5 25 13 N13 5 25 14 N14 5 25 15 N15 5 25 16 N16 5 25 17 N17 5 25 18 N18 5 25 19 N19 5 25 20 N20 3 15 21 N21 3 15

22 N22 3 15 23 N23 2 10 24 N24 1 5 25 N25 1 5 26 N26 0 0 27 N27 0 0 28 N28 0 0 29 N29 0 0 30 30 0 0 31 N31 0 0 32 N32 0 0 33 N33 0 0 34 N34 0 0 35 N35 0 0 36 N36 0 0

No Kode Siswa

Skor Setiap Indikator/Butir soal Indikator 1/butir soal no 1 Indikator 2/butir soal no 2 Indikator 3/butir soal no 3 Indikator 4/butir soal no 4 1 N1 5 3 0 5 2 N2 0 0 5 5 3 N3 0 0 5 5 4 N4 5 3 0 1 5 N5 5 3 0 0 6 N6 0 0 3 5 7 N7 5 3 0 0 8 N8 0 0 1 5 9 N9 0 0 5 1 10 N10 0 0 5 0 11 N11 0 0 5 0 12 N12 0 0 5 0 13 N13 0 0 5 0 14 N14 0 0 0 5 15 N15 0 0 0 5 16 N16 0 0 0 5 17 N17 0 0 0 5 18 N18 0 0 5 0

19 N19 0 0 5 0 20 N20 0 0 3 0 21 N21 0 0 3 0 22 N22 0 0 3 0 23 N23 0 0 0 2 24 N24 0 0 0 1 25 N25 1 0 0 0 26 N26 0 0 0 0 27 N27 0 0 0 0 28 N28 0 0 0 0 29 N29 0 0 0 0 30 30 0 0 0 0 31 N31 0 0 0 0 32 N32 0 0 0 0 33 N33 0 0 0 0 34 N34 0 0 0 0 35 N35 0 0 0 0 36 N36 0 0 0 0 ∑ 21 12 58 50 Rata-rata 1,14 0,65 3,14 2,70