• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

4) Subjek GD kode siswa N8

a) Analisis jawaban soal tes dan wawancara

Berikut analisis jawaban soal tes dan wawancara terhadap subjek terkait dengan penjumlahan pada bilangan pecahan biasa:

Berdasarkan jawaban tes mengenai penjumlahan bilangan pecahan biasa yang dikerjakan subjek GD kode siswa N8, dari keempat butir soal memiliki jawaban salah semua. Sebetulnya cara yang digunakan oleh subjek GD dalam mengerjakan penjumlahan bilangan pecahan biasa sudah hampir benar. Subjek GD sudah mencari hasil KPK dalam menyamakan bilangan penyebut. Tetapi ada sedikit kesalahan yaitu pembilang tidak dikalikan berdasarkan hasil KPK tersebut. Jadi pembilang langsung dijumlahkan dengan pembilang dan tidak

dikalukan terlebih dahulu dengan hasil KPK. Hasil akhirnya pun juga otomatis salah. Untuk mengetahui lebih jelas cara benar dalam menyelesaikan penjumlahan bilangan pecahan biasa, sebagai berikut:

- Mencari KPK dari penyebut pecahan

- Mengubah atau menyamakan kedua penyebut berdasarkan hasil dari KPK

- Kemudian menentukan hasil penjumlahan kedua pecahan

Contoh penyelesainnya:

+ = + =

Dari analisis jawaban soal tes subjek GD kode siswa N8 di atas, peneliti menduga subjek GD mengalami miskonsepsi. Untuk memperkuat dugaan bahwa subjek GD benar-benar mengalami miskonsepsi, peneliti akan memaparkan beberapa hasil wawancara dengan subjek GD mengenai penjumlahan bilangan pecahan biasa. Berikut beberapa hasil wawancara yang sudah dilakukan oleh peneliti dengan subjek GD:

P-01 : “Apa adik sudah melakukan penjumlahan pada bilangan pecahan biasa secara benar?”

N8-01 : “Lumayan....”

P-02 : “Bagaimana cara adik melakukan penjumlahan pada bilangan pecahan biasa?”

N8-02 : “Samakan penyebut, penyebutnya dikali....”

P-11 : “Bagaimana cara adik untuk menyamakan bilangan penyebut dalam penjumlahan pada bilangan pecahan biasa?”

P-15 : ” Jika dalam penjumlahan pecahan biasa, apakah penyebut yang sama juga harus ikut dijumlahkan?”

N8-15 : “Tidak...”

Dari beberapa wawancara peneliti dengan subjek GD di atas, dapat dilihat dan diketahui bahwa jawaban wawancara yang dilontarkan subjek GD sedikit sesuai dengan jawaban soal tes yang dikerjakan subjek GD. Karena ketika peneliti bertanya apa adik sudah melakukan penjumlahan pada bilangan pecahan biasa secara benar? subjek GD menjawab lumayan. Jawaban yang dilontarkan tersebut memang terbukti dengan cara subjek GD dalam mengerjakan penjumlahan pecahan biasa hampir benar meskipun ada sedikit kesalahan cara dalam menjumlahankan pembilang dengan pembilang yang kurang benar. Subjek GD juga melontarkan jawaban yang hampir benar meskipun belum lengkap yakni mengenai cara melakukan penjumlahan pada bilangan pecahan biasa dan subjek GD menjawab samakan penyebut, penyebutnya dikali. Lontaran subjek GD tersebut memang terbukti pada cara subjek dalam menyamakan penyebut sudah benar yaitu dengan mencari hasil KPKnya terlebih dahulu kemudian penyebutnya dikali dengan hasil KPK tersebut. Selain itu, subjek juga menjawab tidak ketika peneliti bertanya jika dalam penjumlahan pecahan biasa, apakah penyebut yang sama juga harus ikut dijumlahkan? Jawaban yang dilontarkan subjek GD

tersebut benar. karena dalam melakukan penjumlahan bilangan pecahan biasa penyebut dengan penyebut tidak ikut dijumlahkan. Tetapi ada satu jawaban yang dilontarkan subjek GD sedikit mengganjal ketika peneliti bertanya bagaimana cara adik untuk menyamakan bilangan penyebut dalam penjumlahan pada bilangan pecahan biasa? Dan subjek GD hanya menjawab lupa. Padahal dari analisis jawaban soal tes yang sudah dilakukan, sebenarnya cara yang dilakuakan subjek GD dalam menyamakan penyebut sudah banar.

Dari hasil jawaban soal tes dan wawancara di atas, selanjutnya peneliti akan melakukan perbandingan antara analisis jawaban soal tes dengan analisis wawancara. Perbandingan yang akan dilakukan tersebut peneliti menggunakan teknik tabel triangulasi. Berikut tabel triangulasi untuk membandingkan antara analisis hasil jawaban tes dengan analisis wawancara subjek GD kode siswa N8:

4.6 Hasil tes tertulis dan wawancara soal nomor 1 mengenai penjumlahan pada bilangan pecahan biasa subjek GD kode siswa N8

Analisis data tes tertulis Analisis data wawancara

Subjek GD kode siswa N8 menjawab soal penjumlahan bilangan pecahan biasa, subjek GD sudah menyamakan bilangan penyebut dengan benar. Tetapi

Berdasarkan hasil wawancara dengan subjek GD kode siswa N8, dapat dianalisis bahwa subjek GD ini mengaku sudah lumayan dalam melakukan penjumlahan bilangan

pembilang tidak dikalikan terlebih dahulu dengan hasil KPK. Dan hasil akhirnya juga salah.

pecahan biasa. Tetapi subjek GD mengaku lupa ketika peneliti bertanya bagaimana cara adik untuk menyamakan bilangan penyebut dalam penjumlahan pada bilangan pecahan biasa?

Berdasarkan hasil perbandingan dengan menggunakan tabel triangulasi di atas, bahwa dari analisis data tes tertulis subjek GD menjelaskan subjek GD dalam menyamakan penyebut sudah benar yakni dengan mencari hasil KPK terlebih dahulu kemudian dikalikan dengan penyebutnya, tetapi pembilang tidak dikalikan terlebih dahulu dengan hasil KPK tersebut. Dilihat dari analisis data wawancara, subjek GD mengaku lupa ketika peneliti bertanya mengenai cara menyamakan penyebut. Hal tersebut menjadi pertanyaan besar bagi peneliti, kenapa dalam wawancara subjek GD bisa menjawab lupa ketika ditanya mengenai cara menyamakan penyebut tetapi bisa mengerti cara menyamakan penyebut dalam menjawab soal penjumlahan bilangan pecahan biasa. Kesesuaian antara analisis data soal tes dengan analisis data wawancara kurang sesuai dan peneliti menganggap memang subjek GD mengalami miskonsepsi.

b) Jenis miskonsepsi yang dialami subjek GD kode siswa N8 Berdasarkan hasil perbandingan data antara analisis data soal tes dengan analisis data wawancara menggunakan teknik triangulasi tabel, disimpulkan bahwa subjek GD mengalami

miskonsepsi dengan jenis Teoritik. Karena dari analisis data soal tes subjek GD kurang menguasai dalam konsep cara penjumlahan bilangan pecahan biasa. Serta data analisis wawancara terdapat lontarana jawaban subjek GD yang kurang menguasai dalam memahami konsep penjumlahan bilangan pecahan biasa.

c) Faktor penyebab-penyebab miskonsepsi subjek GD kode siswa N8

Faktor penyebab miskonsepsi yang dialami subjek GD kode siswa N8 dapat diketahui pada beberapa cuplikan wawancara berikut:

P-01 : “Menurut adik, apakah cara yang adik gunakan dalam melakukan penjumlahan pada bilangan pecahan biasa sudah sungguh-sungguh benar?”

N8-10 : “Belum, ada yang sebagian ngarang....”

Berdasarkan wawancara yang sudah dilakukan oleh peneliti dengan subjek GD, peneliti hanya mengambil satu pertanyaan dan satu jawaban subjek GD sebagai penyebab terjadinya miskonsepsi yang dialami GD. Peneliti menduga penyebab terjadinya miskonsepsi yang dialami subjek GD salah satunya adalah subjek GD mengaku belum sungguh-sungguh benar melakukan penjumlahan pada bilangan pecahan biasa karena ada sebagian ngarang.