BAB V KESIMPULAN dan SARAN
C. Keterbatasan Penelitian
Pada penelitian ini, peneliti menyadari terdapat keterbatasan dalam penelitian. Keterbatasan penelitian adalah hanya memasukkan 3 domain yaitu agama, nilai-nilai gaya hidup, dan pertemanan dari 8 domain identitas diri yaitu pekerjaan, agama, politik, nilai-nilai gaya hidup, pertemanan, pacaran, peran gender, dan rekreasi. Selain itu, penelitian ini kurang memiliki rentang usia subjek penelitian.
55
DAFTAR PUSTAKA
Agnes, Y. (2008). Pencapaian Identitas Diri Pada Remaja yang Memiliki Ibu Tiri. Skripsi. Universitas Indonesia, Jakarta.
Ahmadi, A. (1991). Psikologi Belajar. Jakarta : PT. Rineka Cipta.
Ali,M & Asrori,M. (2009). Psikologi Remaja (Perkembangan Peserta Didik). Jakarta : Bumi Aksara.
Azwar, S. (1999). Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar Offset.
. (2009). Reliabilitas dan Validitas Edisi ke 3.Yogyakarta : Pustaka Pelajar Offset.
. (2011). Sikap dan Perilaku dalam : Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya. (2nd) Ed. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
. (2012). Metode Penelitian. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
. (2013). Penyusunan Skala Psikologi Edisi 2. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Bargh, J. A., Mc Kenna, K.Y dan Fitzsimons, G, M. (2002). Can You See The Real Me? Activation and Expression of The “True Self” on The Internet.
Journal of Social Issues,33-48.
Bergh, S., & Erling, A. (2005). Adolescent Identity Formation : A Swedish study of identity status using the EOM-EIS-II. Adolescence, 377-96. Diunduh dari http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16114599
Bernal, G., Molina, M. M. M., dan Rio, M. R. S. (2003). Development of a Brief Scale for Social Support : Reliability and Validity in Puerto Rico. International Journal of Clinical and Health Psychology, 3, 251-264.
Bosman, H. A., dan Kunnen, E. S. (2001). Determinants and mechanisms in ego identity development: A review and synthesis. Developmental Review, 21, 39‐66.
Cairns, R.B, dan Neckerman. (1988). Social network and aggressive behavior : peer support or peer rejection?. Developmental Psychology Journal, 24, 815-823.
Chen,K & Yao,G. (2009). Investigating Adolescent Health-Related Quality of Life : From a Self-Identity Perspective. Springer.
Cobb, N. J. (2007). Adolescence: Continutity, Change, and Diversity. New york: Mc Graw Hill.
Cowie, H. dan Wallace, P. (2000). Peer Support in Action : From by Standing to Standing. London : Sage Publication.
Cutrona,C. E. (1994). Perceived parental social support & academic
achievement.An Attachment Theory Perspective. Journal Of Personality and Social Psychology.
Dariyo, Agoes.(2004). Psikologi Perkembangan Remaja. Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia.
Desmita. (2007). Psikologi Perkembangan. Bandung : PT Remaja Yogyakarta. Erikson, E. H. (1989). Identitas dan Siklus Hidup Manusia; Bunga Rampai 1.
Penerjemah, Agus Cremers. Jakarta: PT.Gramedia.
Fadhal, S dan Nurhajati, L. (2012). Identifikasi Identitas Kaum Muda di Tengah Media Digital (Studi Aktivitas Kaum Muda Indonesia di Youtube). Jurnal AL-Azhar Indonesia Seri Pranata Sosial. 176-200.
Feldman B., Alto P., CA. (1996). Identity,sexuality and the self in late adolescence. Journal of Analytical Psychology, 491-507.
Ginanjar, S. A dan Yunita, S. B. (2001). Perkembangan Statusi Identitas Diri Pada Penderita HIV/AIDA. Jurnal Sosial. 28-42.
Gottlieb, B. H. (1983). Assessing and strengthening the impact of social support on mental health. Social Work, 30, 293-300.
Grotevant, H dan Cooper, C. (1986). Individuation in Family Relationship. Human Development. 29, 82-100.
Hall, C. S dan Lindzey, G. (1993). Teori-teori Psikodinamik (Klinis). Psikologi Kepribadian I. Yogyakarta : Kanisius.
Hasan, I. (2004). Analisis data penelitian dengan statistik. Jakarta : Bumi Aksara. Hilman. (2002). Kemandirian remaja yang tinggal dipanti asuhan ditinjau dari
persepsi pelayanan sosial dan dukungan sosial. Tesis. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Hotlan, T., Satriana, S & Kurnia, A. (2002). Pengelompokan Remaja Putri berdasarkan Gaya Hidup dan Persepsi tentang Kecantikan dalam Iklan. Jurnal Penelitian Mahasiswa.
Huurre, T. (2000). Psychological Development and Social Support Among Adolescents With Visual Impairment. University Of Tampere.
Kartono, Gulo. (2003). Kamus Psikologi. Bandung: CV. Pionir Jaya.
Kroger, J dan Marcia, J. E. (2011). The Identity Statuses: Origins, Meanings, and Interpretations dalam S. J. Schwartz et al. (eds.) Handbook of Identity Theory and Research. 31-53. Diunduh dari related :www.springer.com/cda/content/document/cda_downloaddocument/97814 41979872-c1.pdf?SGWID=0-0-45-1152951-p174061064 kroger and marcia 2011 tanggal 10 September 2015.
Kumru, A dan Thompson , A. R. (2003). Ego Identity Status And Self-Monitoring Behavior In Adolescents. Journal of Adolescent Research. 18,481-495. Kuntjoro, H. Z. S. (2002). Dukungan Sosial Pada Lansia. Diunduh dari
http://www.psychoshare.com/file-625/psikologi-lansia/dukungan-sosial- pada-lansia.html Diakses tgl 4 Januari 2016.
La Greca, A. M & Prinstein, M. J. (1999). Peer Group dalam W. K. Silverman & T. H. Ollendick (Eds), Developmental Issues In The Clinical Treatment of Children. Needham Heights, MA: Allyn & Bacon.
Maharani, F. K. (2012). Gambaran identitas diri remaja yang ditampilkan melalui Account Facebook. Skripsi. Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Mappiare, A. (1982). Psikologi Remaja. Surabaya: Usaha Nasional.
Marcia, J. E. (1966). Development and validation of ego‐identity status. Journal of Personality and Social Psychology, 35, 118‐133.
Marcia, J. E. (1980). Identity in Adolescents. In J. Adelson (Ed), Handbook of Adolescrnts Psychology. New York, NY: Wiley.
Marcia, J. E. (1993). Ego Identity. A Handbook for Psychological Research.New York : Springer.
Maslihah, S. (2011). Studi Tentang Hubungan Dukungan Sosial, Penyesuaian Sosial Di Lingkungan Sekolah Dan Prestasi Akademik Siswa SMPIT Boarding School Subang Jawa Barat. Jurnal Psikologi Undip. Semarang. Mawardah, M dan Adiyanti, MG. (2014). Regulasi Emosi dan Kelompo k Teman
Sebaya Pelaku Cyber Bullying. Jurnal Psikologi, 41, 60-73.
Meeus, W dan Dekowi, M. (1999). Identity Development, parental and peer support in adolescence : result of a national dutch survey. Journal in Adolescence. 30,58-65.
Mönks, F .J ., Knoers, A. M. P, dan Haditono, S. R. (2002). Psikologi Perkembangan Pengantar Dalam Berbagai Bagiannya. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.
Mukhtar., Ardiyanti, dan Sulistiyaningsih. (2001). Konsep Diri Remaja. Jakarta: PT Rakasta Semesta.
Novilia, A. (2012). Perbedaan Kemandirian Pada Remaja Akhir Di Indonesia Dilihat Dari Status Identitas James Marcia. Skripsi. Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.
Novita, I. (2012). Gambaran Identitas Diri Pada Remaja yang Mengalami Kecanduan Internet. Skripsi. Universitas Sumatra Utara. Sumatra Utara. Ohnishi, H., Ibrahim, F.A., dan Owen, S. V. (2001). Factor-Analytic Structures in
The English and Japanese Versions of the Objective Measure of Ego-Identity Status (OMEIS). Current Psychology : Development, Learning, Personality, Social. Springer. 20, 250-259.
Papalia., Olds., dan Feldman. (2001). Human Development (8nd) Ed. New York: McGraw-Hill.
(2008). Psikologi Perkembangan. Jakarta :
Kencana Prenada Media Grup.
(2009). Human Development (10nd) Ed : Perkembangan Manusia. Jakarta : Salemba Humanika.
Passer, M W., dan Smith, R. E. (2008). Psychology: The Science of Mind and Behavior. New York: McGraw-Hill.
Pinquart, M & Jens, P. (2013). Identity Development in German Adolescents with and without Visual Impairments. Journal of Visual Impairment & Blindness.
Purwanti, F. (2013). Identitas Diri Remaja Pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 2 Pemalang Ditinjau Dari Jenis Kelamin. Developmental and Clinical Psychology.
Quigley, R. (2004). Positive Peer Groups "Helping Others" meets Primary Development Needs. Reclaiming Children and Youth. 13, 134-137. Raskauskas, J dan Stoltz, A. D. (2007). Involvement In Tradhitional and Electric
Bullying Among Adolescents. Developmental Psychology .43, 564-575. Rice, F. P., dan Dolgin, K. G. (2008). The Adolescent : Development,
Relationships, and Culture. New York: Pearson.
Santoso, A. (2010). Statistik Untuk Psikologi : dari Blog Menjadi Buku. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma.
Santrock, J. W. (2002). Life-Span Development. (8nd) Ed. New York : The McGraw-Hill Companies, Inc.
(2003). Adolescence Perkembangan Remaja. Jakarta : Erlangga. (2007). Remaja. (11nd) . Jakarta : Erlangga.
Sarafino, E. P. (1994). Health Psychology : Biopsychological Interaction. New York : John Wiley dan Sons, Inc.
Sarafino, E. P. (2008). Health Psychology : Biopsychological Interaction. New York: John Wiley dan Sons, inc.
Sihotang, A. (2009). Hubungan antara Konformitas Terhadap Kelompok Teman Sebaya Dengan Pembelian Impulsif Pada Remaja. Skripsi. Universitas Diponegoro, Semarang. Diunduh dari http://eprints.undip.ac.id/11128/ pada tanggal 24 November 2015.
Siregar, S. (2014). Statistik Parametrik Untuk Penelitian Kuatitatif : Dilengkapi dengan perhitungan Manual dan Aplikasi SPSS Versi 17.Jakarta : Bumi Aksara.
Slavin Williams, R. C., and Berndt, T. J. (1990). Friendship and peer relations. Dalam Feldman, S. S., and Elliott, G. R. (eds) At the Threshold: The Developing Adolescent. Harvard University Press,Cambridge. Suyantoro, S., Fl (Ed). (2014). Mengolah Data Statistik Hasil Penelitian
Menggunakan SPSS. Semarang : Wahana Komputer.
Taniredja, T dan Mustafidah, H. (2011). Penelitian Kuantitatif, Bandung : Alfabeta.
Tarakanita, I. (2001). Hubungan status identitas etnik dengan konsep diri mahasiswa. Jurnal Psikologi,01-14.
Taylor, S. E. (2009). Health psychology (7nd) Ed. New York : McGraw-Hill. Thornburg, H. D. (1982). Development in adolescent (2nd) edition. California :
Valeria, S. (2014). Peran Dukungan Sosial Orang Tua-Teman Sebaya Terhadap Engagement-Disengagement Coping Pada Remaja Akhir. Skripsi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.
Waterman, A, S. (1982). Identity Development From Adolescence To Adulth : An Extension Of Theory and A review of Research. Developmental Psychology.
Yusuf, S. (2011). Psikologi Perkembangan Anakdan Remaja. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.
Zebua, A.S dan Nurdjayadi, R.D. (2001). Hubungan antara Konformitas dan Konsep Diri dengan Perilaku Konsumtif pada Remaja Putri. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan: Phronesis. 3,6 -10.
Zimet, G. D., Dahlem, N. W., Zimet, S. G. dan Farley, G. K. (1988). The Multidimensional Scale of Perceived Social Support. Journal of Personality Assessment,30-41.
62
LAMPIRAN I
SKALA PENELITIAN
SKALA IDENTITAS DIRI (SKALA A)
SKALA DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA
SKALA PENELITIAN
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
KATA PENGANTAR
Salam sejahtera, perkenalkan teman-teman nama saya Bernadeta Vivi dari fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Pada kesempatan ini, saya mohon kesediaan teman-teman untuk membantu penelitian skripsi (tugas akhir) yang sedang saya kerjakan.Maka saya mohon kepada teman-teman sekalian untuk meluangkan waktu dan kesediaannya untuk memberikan tanggapan terhadap pernyataan yang telah saya susun dalam skala ini. Skala ini terbagi menjadi dua bagian yaitu skala A dan skala B, dalam skala ini pertanyaan yang disusun seputar dengan kehidupan sehari-hari.
Skala ini bersifat rahasia, identitas dan jawaban teman-teman akan
dirahasiakan dan benar-benar digunakan sebagai data dalam penelitian. Oleh
sebab itu, saya mengharapkan teman-teman untuk menjawab sesuai keadaan
yang sebenarnya.Tidak ada jawaban yang benar atau salah, setiap pertanyaan
yang dipilih tidak mempengaruhi penilaian baik dan buruk pada diri teman-teman. Saya membutuhkan jawaban yang sejujur-jujurnya tanpa dipengaruhi dan didiskusikan dengan teman lain.
Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih atas ketersediaan teman-teman untuk mengisi skala penelitian ini. Selamat mengerjakan.
Hormat saya,
Bernadeta Vivi Dengan ini saya menyatakan bahwa saya bersedia mengisi skala tanpa berada di bawah tekanan pihak manapun, akan tetapi saya bersedia dengan sukarela untuk membantu terlaksananya penelitian ilmiah ini. Saya juga mengijinkan bahwa jawaban saya tersebut dapat dipergunakan sebagai data dalam penelitian ilmiah ini.
Yogyakarta,
IDENTITAS
Inisial :
Jenis Kelamin : P / L *
Usia : tahun
Pendidikan : S1 / SMA / SMK *
*coret yang tidak perlu
PETUNJUK PENGERJAAN – SKALA A
Berikut ini terdapat beberapa pernyataan, bacalah dan pahami setiap pernyataan yang ada dengan seksama. Berikut ini terdapat pernyataan-pernyataan yang tiap pernyataan diikuti oleh 4 (empat) pilihan jawaban, yaitu :
SS : Sangat Setujua S : Setuju
TS : Tidak Setuju
STS : Sangat Tidak Setuju
Silahkan teman-teman memilih jawaban yang teman-teman setujui, alami, dan rasakan.
Contoh cara pengisian
Pernyataan SS S TS STS
Saya merasa diri saya berharga
X
Ketika teman-teman keliru dalam memilih jawaban dan memberi tanda silang (X), maka teman-teman dapat mengganti pilihan jawaban dan memberi tanda silang (X) pada pilihan jawaban yang lebih sesuai :
Contoh Koreksi
Pernyataan SS S TS STS
Saya merasa diri saya berharga
X
Mohon pastikan agar setiap pernyataan dibaca dengan hati-hati sampai teman-teman memahaminya dan pastikan tidak ada pernyataan yang terlewatkan.
SELAMAT MENGERJAKAN
No Pernyataan SS S TS STS
1. Dalam memperdalam ilmu agama, saya mengikuti setiap kegiatan yang terkait dengan agama saya. 2. Saya menegur sahabat saya yang melakukan
kesalahan, karena saya menyayangi sahabat saya. 3. Saya mencari tahu ajaran agama lain, tetapi saya
tidak bermaksud untuk pindah agama.
4. Saya meluangkan waktu untuk sekedar pergi ke mall atau cafe bersama orang tua atau teman dekat setiap minggunya.
5. Saya menjalankan setiap perintah dan larangan dalam agama, meskipun saya tidak meyakini kebenarannya.
6. Meluangkan waktu ke mall atau cafe adalah hal yang wajib dilakukan.
7. Sahabat saya adalah orang-orang yang sudah saya kenal sejak lama, dan sudah saling mengetahui rahasia diri masing-masing.
8. Saya memiliki hari khusus untuk pergi ke mall atau cafe bersama dengan orang tua atau teman dekat.
9. Saya menerima setiap ajaran agama, walaupun saya tidak meyakini ajaran tersebut sama sekali. 10. Saya memiliki sahabat setelah saya berelasi
dengan banyak orang, karena saya merasa cocok dengannya.
11. Dalam memilih sababat, saya mengikuti perintah orang tua.
No Pernyataan SS S TS STS 12. Saya mengikuti ajakan teman yang
sedang nongkrong di kafe atau mall, walaupun saya tidak menyukainya. 13. Saya bergaul dengan orang banyak,
namun saya belum menemukan seorang sahabat.
14. Orang tua saya adalah orang yang memilihkan agama untuk saya. 15. Saat ada waktu luang saya membaca
majalah yang terkait dengan tempat nongkrong anak muda.
16. Saat akan pergi ke mall atau cafe, saya bersama teman dekat atau orang tua. 17. Saya bertanya kepada teman saya yang
berbeda gama, tentang tata cara beribadah yang mereka lakukan. 18. Saya berusaha mencari seorang
sahabat, dengan bergaul bersama orang banyak.
19. Saya menjalankan ibadah, jika diingatkan oleh orang tua saya. 20. Orang tua adalah sosok orang yang
menentukan siapa teman yang cocok untuk saya.
21. Agama yang saya anut saat ini adalah pilihan saya sendiri bukan pilihan dari orang tua.
22. Dalam mengikuti kegiatan sosial, saya menunggu ajakan teman dekat atau orang tua.
23. Saya tidak mencari seorang sahabat karena saya tidak membutuhkannya.
No Pernyataan SS S TS STS 24. Kegiatan sosial yang akan saya lakukan
ditentukan oleh orang tua.
25. Sebelum memilih sahabat, saya bertanya kepada orang tua.
26. Saya tetap pergi ke mall atau cafe, walaupun memiliki banyak tugas sekolah.
27. Saya menjalankan kegiatan sosial bersama dengan teman dekat atau orang tua.
28. Saya menjalin relasi dengan orang banyak, akan tetapi saya belum memiliki sahabat.
29. Saya pergi ke cafe atau mall sesuai dengan keputusan orang tua atau teman dekat. 30. Saya mengiyakan perintah orang tua dalam
memilih sahabat.
31. Saya pergi ke tempat ibadah yang sama setiap harinya.
32. Sebelum saya pergi nongkrong, saya mencari referensi tempat nongkrong dengan googling melalui internet.
33. Saya akan tetap menjalankan perintah agama yang saya yakini, walaupun banyak orang yang tidak suka.
34. Saya memiliki waktu khusus untuk pergi ke mall atau cafe.
35. Saya mengetahui hal apa yang membuat saya yakin dan percaya terhadap agama yang saya anut.
36. Saya membaca ayat-ayat suci, walaupun tidak memahaminya.
37. Saya tidak memiliki keinginan untuk mencari sahabat karena takut dikecewakan.
No Pernyataan SS S TS STS 38. Saya menyadari jika nongkrong
dengan orang tua atau teman di mall atau cafe perlu dilakukan. 39. Saya tidak berusaha mengenal
teman sekelas saya lebih dalam. 40. Saya akan menghabiskan waktu dengan nongkrong di cafe atau mall,walaupun tidak
menginginkannya.
Periksa kembali semua jawaban, jangan sampai ada nomor yang terlewatkan.
PETUNJUK PENGERJAAN – SKALA B
Berikut ini terdapat beberapa pernyataan, bacalah dan pahami setiap pernyataan yang ada dengan seksama. Berikut ini terdapat pernyataan-pernyataan yang tiap pernyataan diikuti oleh 4 (empat) pilihan jawaban, yaitu :
SS : Sangat Setujua S : Setuju
TS : Tidak Setuju
STS : Sangat Tidak Setuju
Silahkan teman-teman memilih jawaban yang teman-teman setujui, alami, dan rasakan.
Contoh cara pengisian
Pernyataan SS S TS STS
Saya merasa diri saya berharga
X
Ketika teman-teman keliru dalam memilih jawaban dan memberi tanda silang (X), maka teman-teman dapat mengganti pilihan jawaban dan memberi tanda silang (X) pada pilihan jawaban yang lebih sesuai :
Contoh Koreksi
Pernyataan SS S TS STS
Saya merasa diri saya berharga
X
X
Mohon pastikan agar setiap pernyataan dibaca dengan hati-hati sampai teman-teman memahaminya dan pastikan tidak ada pernyataan yang terlewatkan.
No Pernyataan SS S TS STS 1. Teman saya menghargai
kemampuan yang saya miliki. 2. Saya membantu teman saya
yang sedang mengalami kesulitan belajar.
3. Teman saya tidak peduli dengan pendapat yang saya utarakan.
4. Teman saya akan membantu saya, tanpa saya minta. 5. Saat bersama dengan
teman-teman, diri saya merasa was-was.
6. Tanpa saya minta, teman saya akan akan memberikan penyelesaian masalah yang saya hadapi.
7. Saya merasa disayangi oleh teman saya.
8. Teman saya akan membantu saya dalam menyelesaikan masalah
9. Saya tidak peduli dengan masalah yang sedang dihadapi oleh teman saya.
10. Saat teman saya merasa bahagia, Saya juga merasa bahagia.
11. Teman-teman saya cuek dengan keberadaan diri saya. 12. Saya dipandang sebelah mata
oleh teman saya.
13. Saya merasa panik ketika menghadapi masalah sendirian. 14. Teman saya merasa gelisah
ketika bercerita dengan saya. 15. Teman saya mengakui
kemampuan yang saya miliki. 16. Teman saya menganggap saya
sebagai orang yang bodoh. 17. Saya mendengarkan apa yang
dikatakan teman saya jika itu adalah hal yang benar.
No Pernyataan SS S TS STS 18. Saya mengandalkan
kemampuan diri saya, dalam menyelesaikan masalah. 19. Teman saya dapat
menyelesaikan masalahnya sendirian, tanpa bantuan dari saya.
20. Teman saya meremehkan pekerjaan yang saya kerjakan. 21. Teman saya memberikan
solusi, saat saya menghadapi permasalahan dengan orang tua atau teman dekat.
22. Teman saya mengatakan jika saya adalah orang yang pintar. 23. Saya menerima nasehat dari
teman saya, saat saya melakukan kesalahan. 24. Teman saya tidak
memperdulikan keberadaan diri saya, saat berkumpul bersama. 25. Saya mengerjakan tugas
sekolah sendirian, tanpa bersama dengan teman-teman. 26. Teman saya tidak memberikan nasehat kepada saya, saat saya mempunyai masalah.
27. Saya mengandalkan diri saya, ketika kesulitan mengerjakan tugas.
28. Saya merasa gelisah jika sedang bersama dengan teman-teman.
29. Saya merasa takut saat bersama dengan teman saya.
30. Saya mengandalkan diri sendiri, ketika menyelesaikan tugas sekolah.
31. Saya tidak mendengarkan apa yang teman saya katakan. 32. Saya menganggap teman saya
No Pernyataan SS S TS STS 33. Teman saya mengajari saya
dalam memahami pelajaran, agar saya mendapat nilai yang memuaskan.
34. Ketika saya memiliki masalah, saya akan meminta bantuan teman saya.
35. Saya merasa teman saya tidak menyukai diri saya.
36. Saya merasa diterima oleh teman saya.
37. Saya senang melakukan kegiatan bersama dengan teman-teman.
38. Saya merasa aman saat berada disamping teman-teman saya. 39. Teman saya lebih sering
menceritakan masalahnya dengan orang lain dari pada dengan saya.
40. Saat mendapatkan masalah, teman saya meminta bantuan kepada saya.
41. Teman saya meragukan kemampuan yang saya miliki. 42. Teman-teman saya tidak
mengetahui rahasia diri saya. 43. Saya jarang menerima
informasi yang penting dari teman saya.
44. Saya percaya jika teman saya peduli dengan keberadaan diri saya ditengah-tengah mereka. 45. Teman saya tidak peduli
dengan masalah yang saya hadapi.
No Pernyataan SS S TS STS 46. Saya merasa dibutuhkan oleh
teman-teman saya.
47. Teman saya memuji pekerjaan yang saya lakukan.
48. Dalam menghadapi masalah, saya membutuhkan bantuan dari teman saya.
Periksa kembali semua jawaban, jangan sampai ada nomor yang terlewatkan.
75
LAMPIRAN 2
RELIABILITAS VARIABEL
Reliabilitas Skala Dukungan Sosial Teman Sebaya
Reliabilitas Masing-masing Status Identitas Diri
Hasil Zscore Status Identitas Diri
Deskripsi Sebaran Status Identitas Diri
Hasil Uji Reliabilitas Dukungan Sosial Teman Sebaya
Case Processing Summary
N %
Cases
Valid 199 100,0
Excludeda 0 ,0
Total 199 100,0
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha
Cronbach's Alpha Based on
Standardized Items N of Items
,909 ,914 48
Summary Item Statistics
Mean Minimum Maximum Range
Maximum / Minimum Variance N of Items Item Means 2,945 1,940 3,357 1,417 1,731 ,101 48 Item Variances ,301 ,135 ,583 ,448 4,313 ,009 48 Inter-Item Covariances ,052 -,117 ,255 ,371 -2,184 ,002 48 Inter-Item Correlations ,181 -,411 ,748 1,160 -1,819 ,028 48 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Squared Multiple Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted DS1 138,21 127,824 ,391 . ,908 DS2 138,16 127,429 ,408 . ,908 DS3 138,44 124,935 ,556 . ,906 DS4 138,46 126,542 ,378 . ,908 DS5 138,34 124,014 ,553 . ,906 DS6 138,64 128,394 ,214 . ,910 DS7 138,13 123,437 ,617 . ,905 DS8 138,22 126,052 ,556 . ,906 DS9 138,03 123,585 ,578 . ,905 DS10 138,03 126,742 ,383 . ,908 DS11 138,30 122,727 ,620 . ,905 DS12 138,35 124,713 ,481 . ,907 DS13 139,03 129,928 ,073 . ,913 DS14 138,38 127,852 ,335 . ,908 DS15 138,26 128,727 ,289 . ,909
DS16 138,23 124,966 ,522 . ,906 DS17 138,10 127,632 ,326 . ,908 DS18 139,36 132,988 -,119 . ,913 DS19 138,78 127,928 ,237 . ,910 DS20 138,38 123,702 ,635 . ,905 DS21 138,29 126,710 ,462 . ,907 DS22 138,58 129,154 ,166 . ,910 DS23 138,22 127,877 ,367 . ,908 DS24 138,26 122,646 ,648 . ,905 DS25 138,53 126,412 ,346 . ,908 DS26 138,34 123,770 ,595 . ,905 DS27 138,90 127,834 ,240 . ,910 DS28 138,29 124,672 ,573 . ,906 DS29 138,22 123,668 ,645 . ,905 DS30 138,85 127,917 ,221 . ,910 DS31 138,27 123,429 ,656 . ,905 DS32 138,96 127,418 ,288 . ,909 DS33 139,44 136,379 -,395 . ,916 DS34 138,36 126,574 ,454 . ,907 DS35 138,35 123,096 ,670 . ,905 DS36 138,27 125,540 ,554 . ,906 DS37 138,09 127,416 ,366 . ,908 DS38 138,23 124,479 ,602 . ,905 DS39 138,61 126,875 ,336 . ,908 DS40 138,42 129,547 ,251 . ,909 DS41 138,44 125,156 ,636 . ,906 DS42 139,02 126,606 ,285 . ,909 DS43 138,51 127,039 ,412 . ,908 DS44 138,25 127,189 ,442 . ,907 DS45 138,35 123,803 ,700 . ,905 DS46 138,38 128,175 ,385 . ,908 DS47 138,44 128,358 ,356 . ,908 DS48 138,29 128,581 ,270 . ,909
Hasil Uji Reliabilitas Status Identitas Diri
Status Identitas Diri Identity DiffusionCase Processing Summary
N %
Cases Valid 199 100,0
Excludeda 0 ,0
Total 199 100,0
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha
Cronbach's Alpha Based on
Standardized Items N of Items
,643 ,663 9
Summary Item Statistics
Mean Minimum Maximum Range
Maximum / Minimum Variance N of Items Item Means 2,112 1,477 2,739 1,261 1,854 ,162 9 Item Variances ,467 ,291 ,749 ,458 2,574 ,026 9 Inter-Item Covariances ,078 -,026 ,253 ,279 -9,684 ,003 9 Inter-Item Correlations ,180 -,072 ,509 ,582 -7,027 ,018 9 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Squared Multiple Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted I5 16,51 7,968 ,287 ,179 ,625 I9 16,59 7,698 ,284 ,181 ,630 I22 16,77 7,964 ,422 ,267 ,594 I23 17,53 8,533 ,314 ,276 ,619 I24 17,16 8,183 ,424 ,266 ,598 I26 16,93 7,833 ,292 ,122 ,625 I36 16,27 8,651 ,182 ,130 ,647 I37 17,30 7,737 ,503 ,448 ,577 I39 16,98 8,328 ,289 ,245 ,623
Status Identitas Diri Identity Foreclosure
Case Processing Summary
N %
Cases Valid 199 100,0
Excludeda 0 ,0
Total 199 100,0
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha
Cronbach's Alpha Based on
Standardized Items N of Items
,677 ,685 11
Summary Item Statistics
Mean Minimum Maximum Range
Maximum / Minimum Variance N of Items Item Means 2,560 2,055 3,322 1,266 1,616 ,193 11 Item Variances ,493 ,308 ,669 ,361 2,172 ,015 11 Inter-Item Covariances ,079 -,058 ,292 ,350 -5,044 ,005 11 Inter-Item Correlations ,165 -,112 ,519 ,631 -4,642 ,020 11 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Squared Multiple Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted I11 25,96 11,650 ,320 ,339 ,657 I14 25,34 12,630 ,150 ,152 ,689 I16 25,25 12,146 ,288 ,319 ,662 I20 26,11 11,549 ,441 ,416 ,635 I25 26,09 11,658 ,449 ,404 ,635 I27 25,18 12,429 ,347 ,274 ,654 I29 26,08 11,791 ,418 ,239 ,640 I30 25,86 11,798 ,434 ,341 ,638 I31 25,50 12,251 ,250 ,133 ,669 I32 25,40 11,484 ,350 ,289 ,651 I33 24,84 12,893 ,195 ,202 ,675
Status Identitas Diri Identity Moratorium
Case Processing Summary
N %
Cases Valid 199 100,0
Excludeda 0 ,0
Total 199 100,0
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha
Cronbach's Alpha Based on
Standardized Items N of Items
,451 ,457 10
Summary Item Statistics
Mean Minimum Maximum Range
Maximum / Minimum Variance N of Items Item Means 2,542 1,955 3,226 1,271 1,650 ,280 10 Item Variances ,431 ,318 ,632 ,314 1,987 ,009 10 Inter-Item Covariances ,033 -,060 ,269 ,329 -4,515 ,004 10 Inter-Item Correlations ,078 -,140 ,597 ,738 -4,260 ,024 10 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Squared Multiple Correlation Cronbach's Alpha if Item