• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

5) Keterlibatan Aktif Sebagai Petugas Liturgi

Penulis bertanya kepada semua responden tentang keterlibatan mereka dalam Perayaan Ekaristi ketika menjadi petugas liturgi dan juga apakah mereka juga mendapatkan sesuatu ketika menjadi petugas liturgi. Secara keseluruhan responden memberi jawaban yang berbeda-beda. Berikut tanggapan responden masing-masing.

Responden 1 masih terlihat bingung karena jawaban banyak muncul kata-kata yang berulang-ulang yang mengatakan:

Pernah banget, kalau dulu waktu di rumah dulu sering jadi misdinar terus kalau misalnya pas tugas hmm apa tugas lingkungan jadi petugas bacaan, pemazmur kayak gitu terus bahkan pas waktu kuliahpun saya selalu masih untuk melibatkan diri ke gereja jadi misdinar juga masih sampai semester ee pokoknya sampai semester 6, semester 7 saya pindah ke sini jadi udah enggak lagi jadi misdinar. Niat dalam diri sendiri, kadang minta sama temen mbok kalau ada misdinar aku mau diajakin itu terus ada tawaran ya langsung diambil kalau misalnya pas lagi selo kayak gitu-gitu. Kepuasan diri sendiri, kayak eeh apa ternyata aku juga kayak bisa melayani maksude Tuhan selama ini kan aku cuma menuntut misalnya kayak Tuhan aku minta ini minta itu bla bla bla terus Tuhan selalu berikan nah ketika aku bisa melayani pada saat misa itu kayak aku puas sendiri oh ternyata aku juga bisa kayak membantu Tuhan pokoknya membalas walaupun hanya jadi misdinarlah pokoknya jadi aku tu kayak terlibat dalam Gereja itu kayak ucapan terimakasihku untuk Tuhan sebagi ucapan syukur. [Wawancara R1, 19 Juli 2017]

Responden 2 dengan mantap dan yakin menjawab dengan mengatakan:

Pernah. Misdinar, pengantar persembahan, koor, kolekte ya itu lah. Ya kalau misdinar dan koor itu niat bener-bener niat tapi kalau nganter persembahan sama kolekte sudah dijatah lingkungan to yowis aku manut wae ngono kui. Yang pertama bahagia mbak, beneran deh kalau abis tugas itu tu bener-bener yo ee bahagia seneng gitu lah bukan karena lega udah enggak ada latihan lagi tapi emang bener-bener tulus bahagia terus ya itu banyak yang lain kayak misalnya saya belajar apa untuk komunikasi dengan temen terus belajar tata perayaan Ekaristi terus belajar ee bersinggungan dengan orang lain konflik dan segala macemnya soalnya itu kan tugasnya gak sendiri to tapi berkelompok to. [Wawancara R2, 19 Juli 2017]

Responden 3 menjawab pertanyaan tenang dan yakin dengan mengatakan:

Sering. Ee jadi pemazmur kalau misalnya paduan suara koor, tata laksana membantu dalam persembahan kolektan ya itu. Ee yang saya dapatkan apa ya kalau misalnya koor ya yang saya dapatkan berarti saya mendapat talenta dari Tuhan saya punya dikasih berkat itu kalau misal bisa bernyanyi berarti kamu eeee gunakan itu bukan untuk memamerkan sebuah suaramu bukan untuk ingin memperlihatkan suaramu bagus tapi gunakanlah itu untuk memuliakan Tuhan. Gitu. [Wawancara R3, 24 Juli 2017]

67

Responden 4 masih terlihat berpikir keras dan bingung saat menjawab dengan mengatakan:

Pernah. Saya pernah menjadi misdinar eee petugas lektor juga pernah eee petugas koor juga pernah. Dalam misdinar ee saya disitu melakukan eee pelayanan kepada Tuhan melalui romo, pelayanan di altar saya kepada Tuhan melalui romo, nah di situ saya selama bertugas misdinar saya selalu eee selalu menganggap itu pelayananku untuk Tuhan walaupun itu dari romo untuk apa melayani romo tapi itu bentuk pelayananku kepada Tuhan. Nah terus saya juga ikut lektor, dalam lektor itu saya melakukan eeeeeeee membacakan Kitab Suci dengan tujuan saya bisa menyampaikan apa yang Tuhan sabdakan di dalam Kitab Suci itu eee sehingga umat yang mendengarkan itu bisa, bisa lebih menghayati sabda Tuhan dan bisa mengambil pengajaran-pengajaran-Nya. Terus saya juga pernah ikut koor, nah dikoor itu kesempatan saya untuk bersyukur dengan dengan menyanyi dengan melantunkan lagu itu eee saya anggap saya bersyukur atas segala yang Tuhan berikan baik itu melalui Ekaristi, baik itu melalui kehidupan secara langsung tapi yo tapi waktu saya gak ikut koor saya juga tetap bersyukur atas Tuhan yang berikan. Dengan menjadi misdinar, dengan menjadi lektor, dengan menjadi koor, eee saya merasa terlibat dalam perayaan, lebih terlibat dalam perayaan Ekaristi secara langsung eeee jadi saya lebih bisa memahami eeee makna-makna Ekaristi yang saya sebutkan, dan apa ya, ya itu tadi terlibat aktif dalam Ekaristi, itu intinya. [Wawancara R4, 3 Agustus 2017]

Responden 5 dengan yakin dan percaya diri menjawab dengan mengatakan:

Pernah. Emmmm jadi yang pertama jadi putera altar pernah, terus yang kedua jadi koor, ketiga kolektan, persembahan dan itu. Kalau saya jadi misdinar tu sebenernya kalau secara tugas yang kasat mata, artinya kan ringan kan ya misdinar tu cuman artinya gak berat, cuman mukul gong kan sepele, sebenarnya bukan itu, kita tu membantu romo mensuport untuk mengarahkan hati, jadi tu bener-bener menghayati. Tugas utamanya sih sebenernya kalau aku menghayatinya seperti itu, di samping itu tadi ada tugas jemput persembahan, mukul gong, bunyikan lonceng terus eee melayani dari meja perjamuan ke meja kreden gitu gitu. Saya enjoy aja sih, kalau misalkan artinya saya diundang, apapun itu jadi putera altar jadi koor, kolektan persembahan itu happy aja enjoy aja seneng gitu, itu berkah. Masih bisa melayani itu berkah diberikan kesempatan ya apa ya seneng aja sih, terus terang saya enggak golek-golek gak nyari-nyari, kalau misalkan ada event ni AYD ni, kalau saya diminta tolongin diajak atau butuh tenaga tambahan aku baru mengajukan diri mau. Gitu. [Wawancara R5, 4 Agustus 2017]

Responden 6 juga dengan yakin dan mantap menjawab pertanyaan dengan mengatakan:

Pernah. Kalau waktu dulu anak-anak kan ada kedapetan tugas pas itu lektor tapi nek dulu sisteme jadi pas misale pas paskah itu nanti yang tata laksana itu lingkungan mana tapi anak-anak nah pas kayak gitu aku kedapetan yang lektor tapi cuma sekali doang. Kalau dari kecil sampai sekarang tu yang sering tu koor habis komuni pertama itu pernah ikut beberapa kali misdinar tapi abis kalau udah SMP- SMA, SMP kelas 3 itu aku udah enggak ikut lagi misdinar, jadi bukan misdinar aktif tapi pernah. Kalau yang aktif tu yang koor. Music, dulu pernah ngiringi jadi dirigen cuma aku nggak PD lama-kelamaan jadi nggak PD terus yaudah ngiringi aja kalau enggak ngiringi yo nyanyi kayak gitu. Yang didapetin kesenengan, yo kesenangan pribadi sih Mer, jadi aku senengnya karena aku bisa ikut ambil bagian nih kan, selain itu aku seneng nyanyi gitu nyanyinya tu bermanfaat gitu lo Mer, bermanfate apa kita nyanyi puji-pujian Tuhan gitu lo jadi adaya tersalurkan kesenangannya. [Wawancara R6, 4 Agustus 2017]

Semua data yang disajikan di atas telah diuji kebenarannya dengan menggunakan sistem member check. Data dari hasil wawancara divalidasi dengan cara meminta responden melihat kembali hasil wawancara. Sehingga penulis dapat menilai bahwa pernyataan-pernyataan dan jawaban-jawaban yang ditulis di atas dapat dipercaya kebenarannya.

Dari hasil pengamatan yang dilakukan, pengamatan kepada R1, R2, R4, R5, dan R6 dilakukan pada saat penulis juga merayakan Ekaristi bersama dan bergabung dalam satu kelompok paduan suara pada saat tugas Kamis Putih bulan April 2017. Pada saat event Asian Youth Day pada bulan Agustus 2017, R1, R2, R4 juga terlibat menjadi kelompok paduan suara bersama seluruh OMK kevikepan DIY dalam perayaan Closing Mass AYD di lapangan AAU Yogyakarta. Sedangkan R5 juga terlibat menjadi misdinar pada saat event Asian Youth Day pada bulan Agustus 2017. Pengamatan kepada R3 dilaksanakan pada saat penulis

Dokumen terkait