DI KAB. WONOGIRI TAHUN 2008
11. Keuangan dan Harga-Harga
Dari Buku Perhitungan APBD Kab. Wonogiri tahun 2008 tercatat bahwa Pendapatan sebesar 841.402 juta rupiah dan Belanja sebesar 846.336 juta rupiah.
Sumber penerimaan terbesar dari APBD kab. Wonogiri masih bersumber dari Pendapatan transfer yang mencapai 83,89 %, sedangkan sumber Pendapatan Asli Daerah hanya 6,43 % saja sisanya dari penerimaan lainnya. Dari dana perimbangan 84,85 % berasal dari Dana Alokasi Umum.
Indeks umum harga 9 bahan pokok yang dicatat oleh BPS selama tahun 2008 cukup stabil, tidak ada kenaikan harga yang begitu menonjol.
Dari catatan Bank Indonesia bahwa, jumlah simpanan masyarakat Wonogiri terbesar pada bulan Desember 2008 sebesar 1.090.365 juta rupiah. Sementara jumlah simpanan terendah pada bulan januari sebesar 895.584 juta rupiah.
commit to user
Di lain pihak kredit Usaha Mikro kecil dan menengah (UMKM) yang disalurkan selama tahun 2008 tertinggi terjadi pada bulan Desember sebesar 1.360.291 juta rupiah dan yang paling rendah pada bulan Januari.
Tabel 4.4
Jumlah Koperasi di Kab. Wonogiri pada Tahun 2009
No Koperasi
Jumlah
Koperasi Jumlah Anggota SHU
1 Koperasi RT 6.912 352.975 22.269.449 2 Koperasi Kovensional 21 11.287 893.171.153 3 Koperasi Syariah 50 43.141 1.353.638.697 4 KUD 25 95.514 744.315.799 5 KPRI 90 13.207 3.590.738.437 6 KSU 45 6.848 1.007.166.924 7 Koperasi Pensiunan 12 3.103 152.080.734 8 KOPPAS 11 3.579 133.376.519 9 KOPKAR 14 2.571 366.478.368 10 KOPWAN 12 1.922 172.154.090 11 Koperasi lain-lainnya 26 5.532 430.906.372 Jumlah 7218 539.679 8.866.296.542
Sumber: diperindag dan UMKM, Kab. Wonogiri B. Analisis Deskriptif
Berdasarkan data sekunder yang telah diperoleh, selanjutnya dilakukan perhitungan kuantitatif untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh-pengaruh antara variabel bebas (independent variable) dengan variabel terikat (dependent variable). Model analisis yang digunakan adalah model regresi linear berganda. Melalui model tersebut akan dapat dievaluasi dan diketahui pengaruh variabel-variabel independent yang terdiri dari modal dendiri, modal pinjaman, partisipasi usaha anggota,
commit to user
jumlah anggota, dan jumlah pengurus terhadap variabel dependen yaitu Sisa Hasil Usaha (SHU).
Menurut Sugiyono (2006) analisis deskriptif merupakan analisis yang digunakan untuk menganalisis data dengan mendeskripsikan/ menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud untuk membuat suatu kesimpulan yang berlaku umum atau generalisasi. Karakteristik sampel di sini adalah modal sendiri, modal pimjaman, partisipasi usaha anggota, jumlah anggota, dan jumlah pengurus koperasi besarnya SHU koperasi tersebut.
C. Deskriptif Variabel Penelitian a. Sisa Hasil Usaha
SHU yang didapat dari selisih pendapatan koperasi setelah dipergunakan untuk memenuhi seluruh biaya operasional organisasi koperasi seringkali ditafsirkan sebagai tujuan utama koperasi. Padahal selain itu, masih ada tujuan lain yang lebih penting yaitu kesejahteraan ekonomi dan sosial anggotanya
Tabel 4.5
Jumlah SHU KPN di Kab. Wonogiri Tahun 2009
No Jumlah Sisa Hasil Usaha koperasi Presentase
1 1jt-19,99jt 18 45% 2 20jt-38,99jt 9 22,5% 3 39jt-57,99jt 5 12,5% 4 58jt-76,99jt 1 2,5% 5 >77jt 7 17,5% Jumlah 40 100%
commit to user
Dari tabel diatas terlihat koperasi dengan SHU yang paling banyak >77jt keatas terdapat pada 7 koperasi. Hal ini dikarenakan modal usaha mereka yang tinggi, sehingga biasa menghasilkan SHU yang tinggi pula. Sedangkan koperasi yang memiliki SHU terendah ada 18 koperasi atau sekitar 45% dari keseluruhan sampel. Sehingga SHU pada tahun 2009 masih kecil atau rendah peningkatan SHU sangat kurang.
b. Modal sendiri
Modal sendiri koperasi berasal dari simpanan pokok, simpanan wajib,dana cadangan dan hibah. Sehingga maksimal mungkin sumber yang bisa digali dananya akan terus diupayakan oleh koperasi demi kelancaran dan keberhasilan usaha koperasi tersebut.
Tabel 4.6
Jumlah Modal Sendiri KPN di Kab. Wonogiri Tahun 2009
No Jumlah modal sendiri Koperasi Presentase
1 10jt-99,99jt 6 15% 2 100jt-189,99jt 8 20% 3 190jt-279,99jt 4 10% 4 280jt-369,99jt 2 5% 5 >370jt 20 50% Jumlah 40 100%
Sumber data: diolah data sekunder 2009
Dari data diatas koperasi yang memiliki modal sendiri 10jt-99,99jt ada 6 koperasi dengan presentase 15%. Dan koperasi yang mempunyai modal sendiri yang paling banyak yaitu sekitar 50% atau
commit to user
terdapat 20 koperasi. Sehingga banyak koperasi pegawai negeri yang memiliki modal sendiri >370jt.
c. Modal Pinjaman
Modal pinjaman koperasi berasal dari hutang kepada anggota, hutang koperasi lainnya, bank, dan lembaga keuangan lainnya, obligasi dan sumber lainnya yang sah. Sehingga maksimal mungkin sumber yang bisa digali dananya akan terus diupayakan oleh koperasi demi kelancaran dan keberhasilan usaha koperasi tersebut.
Tabel 4.7
Jumlah Modal Pinjaman KPN di Kab. Wonogiri Tahun 2009
No Jumlah modal pinjaman koperasi Presentase
1 10jt-99,99jt 10 25% 2 100jt-189,99jt 10 25% 3 190jt-279,99jt 6 15% 4 280jt-369,99jt 2 5% 5 >370jt 12 30% Jumlah 40 100%
Sumber data: diolah data sekunder 2009
Dari data diatas koperasi yang memiliki modal pinjaman 10jt-99,99jt ada 10 koperasi dengan persentase 25%. Dan koperasi yang mempunyai modal pinjaman paling banyak yaitu sekitar 30% atau terdapat 12 koperasi. Sehingga banyak koperasi yang memiliki modal pinjaman >370jt.
d. Partisipasi Usaha Anggota
Partisipasi usaha anggota koperasi berasal dari piutang anggota atau simpan pinjam anggota. Sehingga partisipasi usaha anggota
commit to user
tersebut maksimal mungkin peran aktif dalam simpan pinjamnya maka keberhasilan usaha koperasi akan lancar.
Tabel 4.8
Jumlah Partisipasi Usaha Anggota KPN di Kab Wonogiri
No Jumlah partisipasi Usaha Anggota Frekuensi Presentase
1 50jt-249,99jt 6 15% 2 250jt-449,99jt 7 17,5% 3 450jt-649,99jt 7 17,5% 4 650jt-849,99jt 1 2,5% 5 >850jt 19 47,5% Jumlah 40 100%
Sumber data: diolah data sekunder 2009
Dari data diatas koperasi yang memiliki partisipasi usaha anggota 50jt-249,99jt juta rupiah ada 6 koperasi dengan persentase 15%. Dan koperasi yang mempunyai partisipasi usaha anggota paling banyak yaitu sekitar 47,5% atau terdapat 19 koperasi. Sehingga partisipasi usaha pada KPN di Kab. Wonogiri sangat meningkat.
e. Jumlah Anggota
Jumlah anggota Koperasi Pegawai Negeri di Kabupaten Wonogiri antara satu dengan yang lain tentulah beda tergantung dari besar kecilnya instansi terkait. Semakin besar lingkup instansi yang menjadi naungan koperasi tersebut, maka jumlah anggotapun juga semakin banyak. Sebaliknya apabila instansi tersebut hanya kecil maka anggota yang tergantung di dalam koperasi tersebut juga sedikit.
commit to user Tabel 4.9
Jumlah Anggota KPN di Kab. Wonogiri
No Jumlah anggota koperasi persentase
1 31-90 18 45% 2 91-150 5 12,5% 3 151-210 5 12,5% 4 211-270 8 20% 5 >271 4 10% Jumlah 40 100%
Sumber data: data diolah data sekunder 2009
Dari tabel diatas terlihat koperasi dengan jumlah anggota paling banyak yaitu dengan anggota >271 orang dengan hanya terdapat 3 koperasi. Hal ini dikarenakan instansi tempat mereka bekerja kemungkinan merupakan instansi yang besar, sehingga bisa memiliki anggota diatas>271 orang. Instansi tersebut misalnya saja kantor pemerintahan daerah setempat, sedangkan koperasi yang memiliki anggota 31-90 orang ada 18 koperasi dari keseluruhan sampel. Dan KPN di Kab. Wonogiri koperasi kecil masih banyak sehingga anggota yang ada masuk masih sedikit.
a. Jumlah pengurus
Jumlah pengurus Koperasi Pegawai Negeri di Kabupaten Wonogiri antara satu dengan yang lain tentulah beda tergantung dari besar kecilnya instansi terkait. Semakin besar lingkup instansi yang menjadi naungan koperasi tersebut, maka jumlah penguruspun juga semakin banyak. Sebaliknya apabila instansi tersebut hanya kecil maka pengurus yang tergantung di dalam koperasi tersebut juga sedikit.
commit to user Tabel 4.10
Jumlah Pengurus KPN di Kab. Wonogiri
No Jumlah pengurus koperasi persentase
1 1-3 5 12,5% 2 4-6 19 47,5% 3 7-9 11 27,5% 4 10-12 3 7,5% 5 >13 2 5% Jumlah 40 100%
Sumber data: data diolah data sekunder 2009
Dari tabel diatas terlihat koperasi dengan jumlah pengurus paling banyak yaitu dengan pengurus >13 orang dengan hanya terdapat 2 koperasi. Hal ini dikarenakan instansi tempat mereka bekerja kemungkinan merupakan instansi yang besar, sehingga bisa memiliki pengurus diatas >13 orang. Instansi tersebut misalnya saja kantor pemerintahan daerah setempat, sedangkan koperasi yang memiliki pengurus 1-3 orang ada 5 koperasi dari keseluruhan sampel.