• Tidak ada hasil yang ditemukan

DI KAB. WONOGIRI TAHUN 2008

F. Pembahasan Hasil Penelitian

a) Pengaruh Modal Sendiri terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU)

Modal sendiri berpengaruh positif dan signifikan terhadap SHU. Berdasarkan hasil perhitungan, nilai koefisien modal sendiri sebesar 0,061654 dengan probabilitas 0,0411 pada tingkat signifikasi 5%, yang dapat diartikan bahwa setiap peningkatan 1000 rupiah modal sendiri akan mengakibatkan peningkatan SHU pada koperasi sebesar 616,54 rupiah. Hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa modal sendiri, diperoleh dari simpanan pokok, simpanan wajib, dana cadangan dan hibah untuk mendorong peningkatan SHU. Sehingga modal sendiri akan meningkat maka SHU pada KPN tersebut juga akan meningkat. Maka modal sendiri perlu ditingkatkan.

commit to user

b) Pengaruh Modal Pinjaman terhadap Sisa Hasil Usaha

Modal pinjaman berpengaruh positif dan signifikan terhadap SHU. Berdasarkan hasil perhitungan, nilai koefisien modal pinjaman sebesar 0,556256 dengan probabilitas 0,0000 pada tingkat signifikasi 5%, yang dapat diartikan bahwa setiap peningkatan 1000 rupiah modal pinjaman akan mengakibatkan peningkatan SHU sebesar 556,256 rupiah. Hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa modal sendiri, diperoleh dari hutang dari anggota, hutang dari koperasi lain, obligasi, bank, dan dari sumber yang lain yang sah untuk mendorong peningkatan SHU. Sehingga modal pinjaman koperasi perlu ditingkatkan agar KPN memiliki SHU yang optimal.

c) Pengaruh Partisipasi Usaha Anggota terhadap Sisa Hasil Usaha

Partisipasi Usaha Anggota berpengaruh positif dan signifikan terhadap SHU. Berdasarkan hasil perhitungan, nilai koefisien partisipasi usaha anggota sebesar 0,170337 dengan probabilitas 0.0031 pada tingkat signifikasi 5%, yang dapat diartikan bahwa setiap peningkatan 1000 rupiah partisipasi usaha anggota maka SHU akan meningkat sebesar170,337rupiah. Hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa partisipasi usaha, diperoleh dari piutang anggota. Sehingga semakin banyak piutang anggota maka akan meningkat pula SHU.

commit to user

Jumlah anggota tidak berpengaruh signifikan terhadap SHU. Berdasarkan hasil perhitungan, nilai koefisien jumlah anggota sebesar

-213042.0 dengan probabilitas 0.7217 pada tingkat signifikasi 5%, yang dapat diartikan bahwa setiap penurunan 1 orang jumlah anggota tidak mempengaruhi peningkatan SHU. Pada KPN di kabupaten Wonogiri kurang diminati oleh anggota mungkin kualitas yang diberikan anggota kurang diperhatikan.

e) Pengaruh Jumlah Pengurus terhadap Sisa Hasil Usaha

Jumlah pengurus berpengaruh positif dan signifikan terhadap SHU. Berdasarkan hasil perhitungan, nilai koefisien jumlah anggota sebesar 52691566 dengan probabilitas 0.0317 pada tingkat signifikasi 5%, yang dapat diartikan bahwa setiap peningkatan 1 orang jumlah pengurus mempengaruhi peningkatan SHU. Karena pengurus koperasi sangat berperan aktif dalam mengelola usaha koperasi. Dan pengurus koperasi haruslah dilengkapi agar dapat mengelola usaha koperasi ditingkatkan.

commit to user BAB V PENUTUP

A. KESIMPULAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh modal sendiri, modal pinjaman, partisipasi usaha anggota, jumlah anggoata, dan jumlah pengurus terhadap SHU. Berdasarkan hasil analisis pada bab sebelumnya dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Koefisien regresi variabel modal sendiri bernilai positif dan signifikan pada level 5% yaitu sebesar 0,061654, hal ini menunjukan bahwa jika modal sendiri meningkat maka SHU akan naik dengan asumsi variabel lainnya konstan. Modal sendiri berpengaruh signifikan terhadap SHU, hal ini ditunjukan oleh nilai signifikan sebesar 0,0411 (P > 0,05), berarti hipotesis pertama yang menyatakan “diduga modal sendiri berpengaruh positif dan signifikan terhadap besarnya SHU koperasi”, terbukti. Besarnya SHU yang mampu dihimpun koperasi ditentukan oleh besarnya modal sendiri. Dengan anggapan bahwa faktor yang lain tetap, apabila modal sendiri meningkat maka besarnya SHU juga akan besar pula, karena semakin banyak transaksi usaha yang terjadi di koperasi tersebut.

2. Koefisien regresi variabel modal pinjaman bernilai positif dan signifikan pada level 5% yaitu sebesar 0,556256, hal ini menunjukan bahwa jika modal pinjaman meningkat maka SHU akan naik dengan

commit to user

asumsi variabel lainnya konstan. Modal pinjaman berpengaruh signifikan terhadap SHU, hal ini ditunjukan oleh nilai signifikan sebesar 0,0000 (P > 0,05), berarti hipotesis kedua yang menyatakan “diduga modal pinjaman berpengaruh positif dan signifikan terhadap besarnya SHU koperasi”, terbukti. Besarnya SHU yang mampu dihimpun koperasi ditentukan oleh besarnya modal sendiri. Dengan anggapan bahwa faktor yang lain tetap, apabila modal pinjaman meningkat maka besarnya SHU juga akan besar pula, karena semakin banyak transaksi usaha yang terjadi di koperasi.

3. Koefisien regresi variabel partisipasi usaha anggota bernilai positif dan signifikan pada level 5% yaitu sebesar 0,170337, hal ini menunjukan bahwa jika partisipasi usaha anggota meningkat maka SHU akan naik dengan asumsi variabel lainnya konstan. Partisipasi usaha anggota berpengaruh signifikan terhadap SHU, hal ini ditunjukan oleh nilai signifikan sebesar 0.0031 (P > 0,05), berarti hipotesis ketiga yang menyatakan “diduga partisipasi usaha anggota berpengaruh positif dan signifikan terhadap besarnya SHU koperasi”, terbukti.partisipasi usaha anggota yang tinggi menentukan jumlah SHU yang dihasilkan. Karena partisipasi usaha anggota berjalan dengan seoptimal mungkin demi mencapai tujuan koperasi. Dimana partisipasi usaha anggota tersebut yang tersedia dapat digunakan untuk kepentingan koperasi dan anggota.

commit to user

4. Koefisien regresi variabel jumlah anggota bernilai positif dan signifikan pada level 5% yaitu sebesar -213042,0, hal ini menunjukan bahwa jika jumlah anggota meningkat maka SHU akan naik dengan asumsi variabel lainnya konstan. Jumlah anggota berpengaruh signifikan terhadap SHU, hal ini ditunjukan oleh nilai signifikan sebesar 0,7217 (P > 0,05), berarti hipotesis keempat yang menyatakan “diduga jumlah anggota berpengaruh positif dan signifikan terhadap besarnya SHU koperasi”, tidak terbukti. Jumlah anggota yang tinggi tidak akan menentukan jumlah SHU yang dihasilkan.

5. Koefisien regresi variabel jumlah pengurus bernilai positif dan signifikan pada level 5% yaitu sebesar 52691566, hal ini menunjukan bahwa jika jumlah pengurus meningkat maka SHU akan naik dengan asumsi variabel lainnya konstan. Jumlah pengurus berpengaruh signifikan terhadap SHU, hal ini ditunjukan oleh nilai signifikan sebesar 0,0317 (P > 0,05), berarti hipotesis ketiga yang menyatakan “diduga jumlah pengurus berpengaruh positif dan signifikan terhadap besarnya SHU koperasi”, terbukti. Jumlah pengurus yang lengkap menentukan jumlah SHU yang dihasilkan. Karena pengurus koperasi yang lengkap dan cakap dalam mengelola koperasi maka usaha koperasi akan menjadi maju.

commit to user

6. Melihat dari uji R2 ternyata masih memiliki variabel lain diluar model yang turut mempengaruhi atau menerangkan variabel independen sekitar 8,68% variabel lain masih bisa menerangkan selain dari variabel modal sendiri, modal pinjaman, partisipasi usaha anggota, jumlah anggota, dan jumlah pengurus.

B. SARAN

1. Jumlah modal sendiri berpengaruh positif dan signifikan terhadap SHU, sehungga pendisikan bagi pengurus ditingkatkan untuk dapat mengelola modal sendiri dan mengajak para anggota untuk tetap membayar simpanan pokok dan simpanan wajib. Sehingga modal sendiri dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin dan akhirnya dengan dana yang besar perputaran dananya pun juga semakin luas yaitu digunakan untuk modal usaha unit-unit usaha lainnya dan perputaran roda ekonomi koperasi dan tidak hanya mengendap di koperasi tersebut.

2. Jumlah modal pinjaman berpengaruh positif terhadap SHU, oleh karena itu koperasi untuk meningkatkan pendapatan dapat dilakukan dengan menambah variabel modal pinjaman agar SHU meningkat. Koperasi diharapkan mampu meningkatkan sumber daya manusianya, terutama pengelolaan koperasinya. Sehingga dengan dana yang tersedia dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin bagi anggotanya dan kepentingan bersama.

commit to user

3. Jumlah partisipasi usaha anggota berpengaruh positif terhadap SHU. Dalam partisipasi usaha anggota sangat perlu di dalam koperasi sehingga ikut aktif di dalam kegiatan koperasi . dan dalam partisipasi usaha anggota dengan meningkatkan jumlah piutang anggota dalam koperasi tersebut. Sehingga dengan simpan pinjam semakin meningkat dapat meningkatkan pendapatan koperasi maka SHU yang diperoleh dapat meningkat.

4. Jumlah anggota tidak berpengaruh signifikan terhadap SHU. Jumlah anggota sangat perlu di dalam koperasi karena peran anggota dalam pengelolaan sangat penting. Maka KPN di Kabupaten Wonogiri dalam pengambilan bunga haruslah sangat rendah dibandingkan badan usaha lainnya. Sehingga anggota aktif di dalam simpan pinjam mka SHU akan meningkat

5. Jumlah pengurus berpengaruh positif terhadap SHU. Sehingga jumlah pengurus harus dilengkapi. Pengelola koperasi baik itu kominsaris, direksi, maupun pengurus haruslah memiliki potensi yang besar atau kecakapan yang layak dimiliki oleh seorang praktisi koperasi. Hal ini juga berkenan dengan kinerja koperasi agar mencapai titik optimal sesuai dengan kinerja koperasi.

commit to user DAFTAR PUSTAKA

Agraini, Novi Hasti. 2009.” Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Sisa

Hasil Usaha Koperasi Pegawai Negeri Di Kota Surakarta Tahun 2007”. Skripsi Fakultas Ekonomi Sebelas Maret Surakarta. Tidak dipublikasikan. Aziz, Amin. 1987. Perkoperasian Indonesia. Yogyakarta: BPFE

Baswir, Revrisond. 1997. Koperasi Indonesia. Yogyakarta : BPFE

Chaniago, Arifinal. 1984. Perekonomiaan Indonesia. Bandung: Angkasa

Departemen Koperasi. Undang-Undang Republik Indonesia No.25 Tahun 1992.

Tentang Perekonomian

Djoyohadikusumo, Sumitro. 1985. Peranan Koperasi Pegawai Negeri Dalam

Perekonomian Indonesia. Jakarta: UI Press

Fakultas Ekonomi. 2003. Modul Laboratorium Ekonometrika. Fakultas Ekonomi. Universitas Sebelas Maret

Gujarati, Damodar dan Sumarno Zein. 1991. Ekonometrika Dasar. Jakarta: Erlangga

Hendrojogi. 1998. Koperasi : Azas-azas, Teori dan Praktek. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada IKOPIN. 1996. Stardard Khusus Akuntasi Untuk Koperasi

Kartasapoetra. 1995. Praktek Pengelolaan Koperasi. Jakarta : PT Asdi Mahasatya

---. 2001. Koperasi Indonesia Yang Berdasarkan Pancasila Dan

UUD 1945. Jakarta : PT Asdi Mahasatya

Kuncoro, Mudrajad, PH.D. 2003. Metode Riset Untuk Bisnis dan Ekonomi. Jakarta: Erlangga

Muhammad Firdaus dan Agus Edhi Susanto. 2002. Perkoperasian : Sejarah,

Teori dan Praktek. Jakarta : Ghalia Indonesia

Mutis, Thoby. 1992. Pengembangan Koperasi : Kumpulan Karangan. Jakarta : Gramedia Widiasarana Indonesia

commit to user

Nasrudin. 2006. ”Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan

Anggota Koperasi Produksi Shuttlecocks Di Surakarta”. Skripsi,

Fakultas Ekonomi UNS, tidak dipublikasikan

Pandji Anoraga & Ninik Widiyanti. 1995. Manajemen Koperasi. Jakarta : Pustaka Jaya

---. 1998. Dinamika Koperasi. Jakarta : Rineka Cipta

Prabowo, Andika Ari. 2008.” Anlisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengambilan Kredit Pada Koperasi (Studi di Kasus KUD Karya Bhakti

dan KPRI Ngudi Rahayu) Di Kabupaten Sukoharjo”. Skripsi, Fakultas Ekonomi UNS, tidak dipublikasikan

Ropke, Jochen. 2003. Ekonomi Koperasi : Teori dan Manajemen. Jakarta : Salemba Empat

---. 1996. Teori Ekonomi Koperasi. Bandung : Unpad ---. 1995. Kewirausahaan Koperasi. Bandung : IKOPIN

Schaar, Marvin A. Cooperations, Principles and Practice. Coperative Ext.Programes, University of Wiscounsin, Madison, 1971

Sevilla, G. Consuello, et all. 1993. Pengantar Metode Penelitian. Jakarta: UI Press

Suwandi, Ima. 1982. Koperasi : Organisasi Ekonomi Yang Berwatak Sosial. Jakarta : Bhratara Karya Aksara

Soewardi, Herman. 1995. Filsafat Koperasi atau Cooperativism. Bandung : IKOPIN

Swasono, Sri Edi. 1987. Koperasi di dalam Orde Ekonomi Indonesia. Jakarta : Ikrar Mandiriabadi

Dokumen terkait