GAWEI . PENGAWEINJ A.
1. Serahkan mereka pekerdjaan ja llg seri mp al sam a
tenaga-nja (kemampnantenaga-nja) . 2. Berika n pada mere ka makan
atau gadji biar te nt u . 3. Meno lon g merekakapan
men-dapat sakit,
74.
4 Brikan pada mereka kapan ada santapan jallg luar biasa, 5.Hadiahkan pada mereka
ba-rang persenan dalam tem p o-tempo jang tjotjok,
Apa jang Buddha tundjuk di-ala s ini ada kewadjiban jang tid ak bisa disangsikan lagi akan me m b erikeba ibn di segala dja-ma n . Satu madjikan janll dja-lankan dengan betul itu kewa-dj iba n no. 1 tid ak nanti serah-kan peker dj aa n pada satu pen -gaweijang tcnaga, kcpandaian atau kemampuaunja tidak se-tim pal ; bisa menauin itu pen-Kl\wei punja tjape dan lela h hin gga tidak diobrek terus se-per ti kuda grobak, Soal me m-beri gadjih (atau makan] jang tentu dan menolong kapan itu pengawei dapat sakit, mema ng ada djad i kewudjibannja sernua madj ika n jang baik,Tetapijang
~ali llg penting dan menaiik
ha-75.
I"
i l
ti adalah kewa dj iban no. 4dan no. 5 dirnana sang mad j ikan harus brikanpadat>engaweiatau pelaj a n - pelajannja kapan ada makan a n enak jang luar biasa, dan kasihkan barang persenan da lam temp o-tempo jang tjo -tjok, Ini matjamkebiasaa n pun ad a didjalankanoleh semua ma -djikan jang baik, terutama an -ta ra bangsa Timur, terh itun g djuga orang-orang Tiongboa.
Saban mau Tahun Baru atau Leb aran banjak madjikan ka-sih ha diah pakaian atau lain-lain bara n g persenun pada pen-gaweinuj a, atau sedikitnja voor-schor, sedang kalu bikin sern-bahjan ga n atau sidekah itu pen -gawei-peugawel, sampe pada pelajanja ngderadja tnjarendah, tidak terke tjuali untuk dapat baginn ma kanan, Djadinja apa jang Buddha adjar sudah men -djadi kebiasaan dari madjika n madjikan jang baik, Jang me-7
narik perbati an adalah Buddha punja kepa n d ai a n akan atur sa-tu ru ntulan kewadj iba n jang memang sudah tersed ia atau muntjul sendiri dalam ingeta n dari semua madjikan jang p u-nj a pertimbangan lerhadap pen -gaweinj a, hingga maski itu at u-ran disiarkansuda h 25 abadla.
manja, lampe sekarang ting ga l segar dan subur, dan bisa di-paketerus untuk selarna-lam a nj a oleh sernua madj ika njan g mu-rah ha ti,
XII .KEWADJIBANDART SA·
TU PEGAWAI TERHA-DAP MADJIKANNJA.
1.Saban pagi harus bangun le-bih dulu dari madjikannja.
2. Masuk tidU:r blakangan dari tuannja,
3.Anibil ladja apa jang madj i-kannja kasih .
77.
" ,
•. Dekerdj a bia r baik,
5.Pudj i tuannjapunjakebaikan Apa jang diutarakan di ata-pun ada tjorjoksama kaharusan-nja sa tu pengawei jang baik, Dan ada penting akan diper-ha tika n bagaimana Buddha ti-dak sebut sebagi kewadjiban akan iru pengawei kudu ber-laku setia, tjinta dan membela mati-rnatian pada tuannja, atau pudja dan djundjungtinggi pa-danja, Satu peng awei jang be-kerdja ba ik tidak lantjang ta -ngan, dan sering ingat tuannja punja kebaikan, dengan sendi-rinja rnendjadi berlaku setia, mcnjinta dan menghormat pa-da sang madjikan, Itu pudjian jang terse but dalam 110 5 bu-kan berarti si pengawei kudu agulin atau mengumpak di ha-depa n madjikannja,hanja sudah tju kup djikalu itu kebaikan ia selalu ingat didalam hati arau
78.
omong sama familie dan saha -bat-sahabatnja kapan ada keti -ka jang tjotjok. Biar bagimana pun ini kewadjihan untuk me-mudji sifat-sifat baik dari ma-djikannja ada lebih berg una dari pada menjelah, menjomel da n mernbusukidi belakang j.ng mendj ad i kebiasaandari banjak penga wei djaman sekarang.
Ini duabelas matjam aturan un tuk duabelas tingkatan atau golongan manusia telah dit e-rangkan oleh Buddha sendiri dalam satu chotbah jang dina-makan.Sigolovada Su tta dan ada dimuatdalam kitab Sutta Pi ta k a. Dan selainnja duiitu Budd ha pun ada pudjikan sebagi pakerdjan baik kapan penga -nut Buddhist adakan satu atau bebera pa hari dalam tiap tiap bulan jang digunakan melulu un tuk perhatikan aga ma seperri kabiasaan dari Buddhist Ti ong-hoa jang djalankan tjiatjay,
79.
..
",sembahjnug, liam-king dan ber-sihkan diri setiap tg. I dan 15 Im lik, Dalam hari-hari jang begitu, ada baik kalu orang me.
lakukan tiga pekerdjaan:
1. Memberi derma pads pen.
dita-pendita dan pengemis-pe-ngemis,
n.
Perhatikan pan tang. panta-ligan jang harus diturut oleh aeol'ang Buddhist.In .
Menujalankan meditasie dan lain-lain lngi.Sebagi penutup dari Buddha punja peladjaran ten tang Pri-la ku baik, kita kntip disini apa jang Tuan R. Sukirlan telnh tjeramahkan dalam Klenteng Kwan Im Tong waktu diada-kan peringetan Ashadha pada 22 Juli 1~37. jllng berasal dari kitab Sigalovada Snttanta dan Digh a Nikaya, dalam bagian jang berhubung dengan meme-80.
lihara atau menjegah musnan]a kekaja an, seperti dibawah ini I
Mcnurut peladjaran Buddha, ad a enam djalan jang bisa mendjndi lantaran dari
musna-~j~ harta bends atau kekajaan, ja itu I
I.Kelelep didalam apa jang bi-sa membikin mabok, 2.Suka melantjong pada djam
atau waktu jang tidak pantas, 3 Kemaruk pada segala maljam
tontonan.
4.Kelelep didalam pendjudian.
5.Bertjampur gaul dengan orang
orang djahat. •
6Suka menganggur atau ma-les bekerdja,
Dlbawah ini keterangan satu demi satu dari itu cnam fasal dia tas I
I Lantaran kelelep di dalam apa jang bisa membikin ma-bok, maka timbullah enam
,"
/
bahaja :
a. bisa hilang harta benda atau kekajaan,
b. menambah pertjektjokan atau pertengkaran, c. mudah dapat sakit , d. hila ug iapunja watek jang
baik.
e tidak pantas dilihat orang.
f. merugikan altal budinja (ke-sopanan mendjadi rusak), 2. Lantaran suka melantjong
pada djam atauwalttu jang tidak pantas, maka timbul enam bahaja :
dirinja tidak ada jang djaga dan melindungi,
b. isteri dan anak-anaknja pun begitu djuga.
c. demikian pun dengan harta-bendanja,
d. bisa disangka melakukan per buatan jang salah. . e bisa djadi buah tutur jang
tidak baik,
82.
r.
bisa dapat rupa-rupa kesu-karan,Lantaran kemaruksama ton-tonan, timbullah ena m baha-ja karena pikirannj a sena
n-tiasa memi kirkan sadja : dim ana diadakan dansaatau djoger,
dimana diadakannjanji.n ja-nj ian.
dimana diadakan musiek, dima na bakal ada tontonan keramean,
dimana ada ketim pring atau rebana ,
diman a ada gen dan gdipalu , , Lan ta ran kelelep dalam pen -djud ian, maka timbullah
ena m bahaja : .
dj ika meman g ia dibentji.
djika kalah ia dapat susah ka rena hilang keltajaannja.
bisa djadi harta benda atau kekaj aannja betul-betul
mus-83
I~. ",
I'
.-na. atau males bekerdja, ada
d. pcrkataannja tidak diindah- enam bahajanja : . kan dimuka pcngadilan(ba- a. di musin hudjan alasan nja rangkali menurut kabiasaan tidak enak bekerdja sebab di India djaman dulu), dingin.
c. dipandang rendah oleh sa- b. di musin panas alasannja habat-sahabatnja, tidak enak bekerdja sebab f tidak disuka oleh orang-orang gerah ,
jang mentjarimantu, c. di·waktu pagi alasannja be-lum temponjabekerdja sebab 5. Lantaran bertjampur gaul masih pagi, ,
dengan orang jang terkenal d. di waatu siang alasannja ti-djahat, djuga ada enam ba- dak bergu na bekerdja sebab
hajanja : terlalu laat ,
a. tiap-tiap pendjudi djadi ia e. kapan habis dahar, lasannj a puuja sah ab a t raper, tidak enak bckerdja sebab b. tiap-tiap tukangbergelanda- masih kenjang.
ligan mendjadi ia punja te- f. kapan belum makan, alasan
men. nja tidak enak bekerdja
se-c. tiap-tiap pemabokan idem. bab lapar perut kosong, d. tiap-tiap penipu idem.
e. tiap-tiap pembohong idem. Kesimpulan pakerdjaan jang f. tiap·tiap orang jang suka harus dikerdjakan dibikin ter-merampas idem. len tar, kekajaannja tidak ber-tambah, bahkan jang sudah ada 6. Lantaran suka meoganggur mendj ad i musna,
84. 8~.
, ' .
I
Inilab ada en am bahaja da- djangan menika, djangan pe-lam penghidupau dunia jan! g~ng uang dan ha~';ls menjing-mauusia harus djaga dan per, kir ke tempat SUUJI, adjaran hatikan, menurut penguudjukan man~, ka~an ,s~aadenja orang dari sang Buddha. turutiu, bisa bikin dalam tem-Dari ini berbag i-bagi penga- po satu setengah abad dunia djaran orang dapat Iibat jan g ini tidak ada manusia lagi, Itu dalam Budd hisme ada terdapat eladjaran tinggi hanja disedia•.
pengun dj ukan untuk manu sia an bagi merekajaug"sampe tju-mendapat kesutjian jang pali ng up ku~t akan mernandjat ke tinggi hingga bisa sa mpekan ~as punlJ~k kalempurnaan,jang Nirwana, dan ad djuga ka te- jumlahnj a memang sedikit se-rangan tentang kewadj ib anjang ali, Bagi kaum Buddhist jang harus didjalankan dalnm peng- eba nj a ka n , sudah tjukup de-hidu pan dunia , te.rhilungdjuga g~n pela~jar~n untuk berlaku pendjaganu supaja har ta atau aik, supaja bisa mendjalankan miliknja djangan sam pe men- ewadji ban sebagi kepala ru.
djadi musna dengan s.i,a.sia. ,nah.t~ngga. jait~ melind ungi Buddha ada peujrar dar i amilie dan mendjadl anggota Dharma atau Peladj aran dar i ~ng berharga dalam pergaulan Kabenaran jang ber dasar alas iidup, Bel'hareng dengan itu, pikiran sehat; maka la samp~ uddhn bikin mcreka insjef pa-mengerti sifat dan watek dari a tudjuan dari ini kehidupan manusia, hingga fidak nanti be- upaJa mereka rnengerti keman~
gitu fanatiek untuk suru sernua est! bertindak kapan sudah orang melepaskan keduniaan, iendapat itu andjurau rahasia
86. 87.
atau ilham akan bebaskan diri dari dunia punja djiretan, T e-tapisebegitu lama mereka pu-nja Karma masih meminta me-reka penu hkan.kewadjiban pa-da dunia, pada familie dan se-lama manusia, Buddhisme pun tidak alpa akan undjukin rupa-rupa aturan hidup jang mom-bikiu kapan diturut dengan be-tul, bisa mengurangkan heib at-nja itu kesangsaraan jang me-njengkerem sokalian manusia , Djadinja didalam Buddhistne ada rersedia segala apa jang bisa memberi kefaedahan pada Icmua tingkatan manusia,jaitu jang dl bilang "susu" untuk anak baji, daging didahar oleh orang dewasa,