• Tidak ada hasil yang ditemukan

SIGNATUUR MICROV RM SHELF NUMBER MICROFORM: BIBLIOGRAFISCH VERSLAG: BIBLIOGRAPHIC RECORD: M SINO 1325 dl1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "SIGNATUUR MICROV RM SHELF NUMBER MICROFORM: BIBLIOGRAFISCH VERSLAG: BIBLIOGRAPHIC RECORD: M SINO 1325 dl1"

Copied!
47
0
0

Teks penuh

(1)

SIGNATUUR MICROV RM

B IBLIOGRAFISCH VERSLAG:

B IBLIOGRAPHIC REC ORD:

MOEDERNEGATIEF OPSLAGNUMMER: I MM69C-IO 0 \ II

MASTER NEGATIVE STORAGE NUMBER:

KlTLVlRoyalNetberlandsInstituteof SoutbeastAsianand CaribbeanStud ies

SHELF NUMBER MICROFORM:

Moral dan balln : kullpan darl peladjaran Buddba terplllbjanll penllnll-penllnll danmudabdlterlmaIbuab karja KweeTek Hoay.- ISurakarta:Swastika).

(I96tl.-80 , nOp.;nem Serlt-2. -Omslalltllel

AUTEUR(S)

KweeT.k Hoay(t88f>. t9!2)

Elemplaafll'lle.ens:

M SINO 1325 dl1

Sllln.van orllllneel:

Sbelfnr.or orlllinaJ copy:

M 3£279N

Filmformaat1Sizeoffilm : Beeldplaatsing1Imageplacement:

Reductiemoederfilm1ReductionMaster film: Jaarvanverfilming1Filmed in :

Verfilmd door bedrijf1Filmedby:

Sllln.van mlereverm:

Sbelrnr.or mlcrororm:

M StNO 1325dlt

HDP/" 16COMIC

I.

1lIBmm

\5 :1

2004 Karmac Microfilm Systems

(2)

3f

279 N

K utipan dari Peladjaran Buddha terpilih jang penting2 dan mudah

diterima,

Buab Karja Kwee Tek Hoay

(3)

.

PELAOJARAN MORAAL OAN KEWAOJI.

I BAN OARI BERBAQI - BAQI TINQKATAN . MANUSIA,

BIBLlOTHEEK KITLV

I ,

1\11111\\\111\1\111\11100628378\111\111\111\111\11\\1\11\1\\11\11

\\III~ ~weete~hoa4

TJeta~an ~edua

Penerbitan : Swartika Surakarta

\ I

(4)

Dalem fasalXV . XV I. bukan hanj a dibitjarakan pdadjaran tentang Ernpat KebenarauMu- lia jang sangat penting untuk liapa jang hendak mcntjari ke- sempurnaan dan kebebasan, tapi djuga adadiser takan peladjarau jang practisch untuk mereka jaoghenda k tuntutpenghid u pa n brik dan benar dalarn dunia sebagi seor ang biasa dan ja ng mempunjai kelua rga,

Kita pertjnja bnrang siapa suda h membatja ini fasal ia nan ti insj af, ba hwa dalam Bud- dhisme ada terdapat peladjaran moraal dan aturan untuk ber- laku baik jangtid ak kalahpen- ting dan faedah uj a dengan apa jan i terda pat dal a m lain -la in Aga ma, dan berbareng denga n itu lanras dapat diliha t dju ga bagimuna njasarnja itu ang- gepa n jang Budd hisme tidal, PRAK ATA.

.. 5 BUKU 1Nl

PPe!1gadjarlln ten tang rJlakll. baik j dan 12rnatJ~m kewadji_

ban dar: masing-ma.

amggo)ongan " 20

18£: HAL:

XV. MErnJ?at Kebenaran uha

XVI.

2

(5)

bila dipake oleh .ia a 'a malih berguJal daJam

Pper!gh~

dupan dunia. I.

Tjitjurug 20 April 19'8 K.T.H.

XV.

EMPAT KABENARAN MULU.

1Nl bertjakap - tjakap tidak meadjadi lengkap kapan tidak disertakan poko dasar dari pe- ladjaran Buddha jang terkenal sebag] Empat Kebenaran Mulia dan Delapan Djalan Utama.

Peladjaran mana sebetulnja IU·

dab dibitjarakan pandj anglebar dalam tjeramab bersambung di Klenteng Kwan Im Tong akan gunanja Buddhis Association dl Djakarta oleh Aim. tuan Kwee Tek Hoay, jang sekarang telah .didjadikan buku dan sudah ter

bit djilid I.

n.

Ill. tamatnja mungkin'sampe djilid V. Maka dari itu daJam ini buku ketjil banja dimuat sadja keterangan ringkas tentang tudjuannja itu peladjaran seperti dibawab ini:

Sebenarnja apa jaDg manusia 5.

(6)

namakar, berUnlung'd an tjila ka, seneng dan susah, IUka dandu- ka, ada d.id,ua~k~n ata~ keingi-

n m, TertJa pe nJartu kem g inn an mend3tan gkan kcsellengan dan kel'(irangan, dan kapan ter ha- lang atau ga ga l menimbulkan kes!d iha n dan ked uka an .

Tudjuan man usia rata. rata senantia. a ingink an sup aj a ia punja diri dan fam ili llja atau sahabar sahabatnja berbadan sehat,panrljang ulia dan murah redjeki serta hidup selamat tidak kura ng suatu apa, Kapa~

kelan ggar 'akit , famili atau sa - habat.•aha batllja iang terljinta menin ggal dunia,"atau menda- pat kcsusahan dau ketjilakaan atau rnereka semua hidup seng:

sara .Ianta:an kehasilannja tid ak menJukupl , lantas hatinja mera- sa djengkel dan sedih,

I~lj kel ed iha n telah tirnb ul dari kebo~o~an sebabapa jan g mereka ingi n kan atau har a p 6.

-

sebagian besar adaba.rang jang meman g tidak bisa ~Idapat. .

Misalnja itu keinginausu paJ~

fam ili atau sahab.at - sahaba t jang.tertjinta bisa hidup sampe usia tinggidan berbadan sehat, sebenarnja ada satu pell~hara­

panjang sia-sia, sebab djarang sekali terdapat orang jang bisa hidup sasape 10\ tahun, dan untuk ini djaman sekarang Ita- pan usia bisameliwati setengah abad sudah boleh dibilangba- gus, sedang kapan digabung s~­

ma kematian an.ak- anak. ketj il dan baj i, umurnja manusra ra- ta-rata belum ada dua puluh tah un, Dari sebab i~i .matjam kein gin an sudah pastl!IdakI~r­

tjape , maka manusi~tidak bisa terlupu t dari kekuatiran danke- aed ihan, karena sebentar-bent er mesti adasadja jangdapat .ak,.t!

dan seoran g [ang memp uDJa l banjak familidan sahabat-s,aha - ba t saban cah un tentu mest t ada 7.

(7)

jang gugur, jang mesti disedihi dan dikabungi.

Dalam KebenaraD MDUa jang Pertama Buddha bi'tjara_

kan tentangAdanja Keseng.ara_

a!1, karena.egalaapa jang terla- hir sudah tentu akan mati dan jang tertjin taabn musna, Sesu- atu machluk jang hid up mesti alambn bekerdj anj a Wet Na- , tuur: terlah ir, mendjadi tu a, ber penjakitandanmati, Sedariter- lahir ia sudah mulai mesti ber- gulat akan beladjar omong be- ladjal' dja lan dan lari-lari ke- mudian beladjar sekolah, ~era­

wat diri, mentjaripengatahuan fahamkan sematjam kepandaia~

ata~pekerdjaan, mentjari peng- hastlan untuk hidup kedjar 8ngan-angan atau tudjuan jang besar dan tillggi, berumah tang- ga allak-anak dan sebaginja pu- la. Achirnja datang usia tua, pada waktu mana ia muJai alamkan rupa - rupa gangguan

n.

dari mata I mur, kuping tuli gigi ompong, tenaga lemah, ke- sehataa sering rerganggu, dan sebaginja pula, . lamp.e'data~g penjakit berat lanK t.ld~k bisa disembuhkan dan achirnja me- njerat padanja kedal m kubur, Ini belum terhitung sedju~lah besar kesusahan dan kesedihan jang datang ..dari ke~llskinan,

kematian, ketjilakaan, jan,.~e­

nimpah pada diri dan fa!1"1Jnja, jang menjebabkan penghidupan- nja sebentar -ben tar digontjang oleh kekuatiran dan kedukaan:

Dan sekalipun itu orang sedari terlahir terus-menerus mempu- njai tjukup kekajaan binggater- bebas dari pergulatan unt'-!k mentjari redjeki, tidak.urung la akan alamkan kesedihan dan kedjengkelan dari kematian~tau ketjilakaannja orang-orangjan~

ia tjinta, dari .usia tua, dart, ganguannja pe~ja.klt. dan seba- ginja lagi, Djadinja biarpun ba- 9.

(8)

gimana hartawan, berkuasa, pande dan pin tar itu orang, ia tidak bisa terbeba. dari ke- dukaan jang sudah ada tersedia dan mengikllti sedari ia terlahir, Kebenaran Mulia jang Kedua adalah pengerlian tenlang se- bab dan sumber dad itu ke- .engsaraan dan kedukaan. Inilab seperti diatas sudah diterangknn, ada•dad lantaran manusia me- ngandung rupa-rupa &C1inginan, ada punja perasaan suka dan bentji, inRin raper dan ingin mc~djauhi. dan se1laginja pula, KeSlmpulannja, kapall ia terpi- sah dari apa jallg ditjinta _ke- kasih, sahabat, famili, uang, makanan, pakaian, perhiasall.

plesir~n,tempar jang indab, ru- mah jang enak, dun ribuan ma- tjam barang lagi - hatinja mere- sa duka, sedih, djengkel, ka- ngen dan.rind u, dan sebaliknja kapa!! ia ~erada dekat deagan apajang tidak enak atau diben- 10.

tji - kesakitan, kepusingan, ke hinaan, orang-orang~ang t!dak sympathiek, jang bengis,kedjam, .uka menjelah atau,mengg~ng­

Jl:U, terpaksa tinggal dirumah Jang buruk dahar makanan semba-

ranga~,

berpakaian

djel~k, d~n

ribuan matjam bal lam -.Iam jang tidak ei.ak dan mendJ~n~­

kelkan: ini semuapun membikin penghi'dupannja dirasakan seper- ti ,dalam neraka"',

Kapan dengan tcliti dan. pa- ke plkiran sehat orang tJob~

preksa dan selidiki satu derni satu sebab dari segalakesus~han

jang,ia pernah ,al~mkal~, tidak bisa salah iagi Jang ItU se- mua mesti ada dari sumber- sumber jang ditundju.k d~ata~,

jang pokonja ada dari keJDgl- nan pengharapan, niatan dan ang~n.allganjang berdasar atas hawa nafsu.

Sesudah mengerti itu sebab- sebab, sekarang kita sampe pa- 11.

(9)

da K«;benaran Mulia jangKe- t~ga,jang.men~asih undjuk ba- grmana kita bisa terlolos dari

!tu segala matjam kesenglaraan Ja.ng penawarnja tidak lain, ha~

nja rnesn musnaklln itu se- gaJ~ keinginan jang timbul dUI hawa nafsu, seperti tema- ha, ~erakah, kemaruk dan se.

bagmja.

Milalnja, seorang jang-tidak kema~uk sama .pakaian bagus ia- pun tldak nanti merasa sedih dan rmlu kap:m lantaranrida kpu nj a:

l1~ng terpaksI memake pakaian djelek atau sederhana, Orang le I~.kijang tidak kemaruk sama lIe- tJmtaan dari seorang wanita ti- dak djadi nekat danpUtUI h~rap

a!1

kapan orang jang ditjintakan tldak membalas atau telah It~tarik pada prija lain. Tegas-

~Ja ada bilang ribu gangguan jang' mendatangkan kedjeng, kelan, kesibukan kekuatiran dan kesediban, akandapatdisingkir- 12

kan kapan orang aka~ tindas legal a keinginannja jang ber- dasar hawa nnfsu jang rendah, Ingin dapat sensatie lantarnn berlifat temaha, kemaruk dan ingin mempuDJakan. .

Kapan itu segala malJam ke- inginan tidak dimusnakan, ha- nja dituruti terus-men erus, ke- hidupan manusia selalu penuh dengan gontjangan- Memang betul tidak semua nu kemgman bakal gagal, banja sebagian bisa djuga disa.mpekan, .dan bahkan ada banjak orang Jang lantaran telah membuat Karma baik dalam kehtdupan jang lalu, kelihatannja ada sarnpe tjukup beruntung. Tetapi oleh karena itu kebuntungan ada berdasar atas hawanafsu dan keinginan, maka saban kali meninggal ia akan terlahir pula kedunia te- rus-menerus dan alatnkan pula itu segala ~atjam g~n~jang~n jang bisa didapat dart iapunja 13.

(10)

:11

pantjadrija jang ingin sensatie dan mesti tanggllngdjuga seng:

'llr~ dan kesedihan jang timbul dar iherdekatan sama apa jang

?ibenlj~ ~an terdjauh pada apa JaDg ditjinta, djuga dari usia tua, ."enjakit dan kematian,

Inilah ada apa jang dinama- kan "k,ntjir dari kehidllpan dan kernatian" jang terputar terns dengan ti~ak.berenlinja, dan oleh manusra disangka itu ,emu~ m.em~ng sudah mestinja

~endjadl kitaorang punja ba- glaD, .d~n ad.a djuga jang bi-

lang

"01

~.unla memang djadi

sema~~alll 'tempatsik,aan," ka- rena sekahan manusia ada ber- dosa," Untuk terlolos dad ke- seDglaraan dunia orang hanja boleh harap pertolollgan dari Tuhan, Dewa, Nabi dan lain- la in machluk sutj], jang kapan d!pudja.. dihormat dengan su- djut hall dan tidak lupa djuga akanbertoba t dan minta ampun,

kata nja nanti bisa t.olong pada kita orangdengan djal.aD,kapa~

sudah mati kita punja roh di- kasih tempat didalam sorga ,

Buddha punja peladjaran ada lain. Untuk dapatkan itu ke- selamatanorang ridak ha~usme- ngandel per!olongan dari luar>

biarpun dariTu~an, D~wa,Na- hi atau apa sadja - hanja kudu berdaja dan berichtiar sen- diri, dengan djalan menindas hawanafsu dan keserakahannja.

Dan untuk bisa bersihkan diri dari keinginan . d,an. b~wanafsu rendah, jang bikin la bl~a mus- nakan itu segala matjam ke- sengsaraan ada ditundjuk. itu Delapan Djalan Utama, jang kapan di-ikuti dengan ben~r­

benar nanti mengantar ke Nir- wa na kedalam satu keadaan hidu p jaag terbebas betul-betul da ri segala kesengsaraan, ~e~e­

dihan keku tiran dan sebaginja.

Itll'Delapan Djalan Utama IS.

(11)

1. PENGERTIAN BENAR (Samyag Dristi) untuk dapat- kan itu Pengertian Bcnar orang har us mengerti bahwa scsuatu pcr'>uatan dari manusia mesti ada pembalasannja janr setim- pal: perbuatan baik dapat pem- . balasan bail: dan jang djahal

dapat balesan djahat.

2. PIKIRAN BENAR (Sam- yag Kalpana) untuk dapatkan itu Pikiran Bcnar orang harus memikir akan lingkirkan kedja- ha tan dan kudu berkesian pada sesama machluk.

3. BIT]ARA BENAR (Sam- yag Wacnna) inibernrli harus selamanja hitjara apa jang be- nar, mendjauhkan fitnahan atau kedustaan, among dengan rna- nis dan sopan ,antun pada se- mua orang, dan tidak ambil bagian da] am segala among ko.

song ja n g sia.sia.

4, PERBUATAN BEN AR (samyag Karmanta) ini bisa 16.

I

I I

didjalankan dengan tidak ber- buat kedosaan jang mengguna- kan tenaga badan, misalnja membunuh machluk jang hid up dan lain-lain sebaginja, 5, PENGHIDUPAN BENAR (SamYllg Adjiwa) mcntjari ke- hidupan bukan dengan melaku- kan perbuatan jang berdosa, 6. PERT]OBAAN BERUSAHA BENAR (Samya gWirya) ini ber- arti orang kudu tudjukan kc- giatannja pada apa,.apa png baik dan benar, tidak mgat barang jang djahat, dan selalu tambahkan iapunja sifar- sifat baik,

7. PERINGATAN (PERH~. TIAN) BENAR (Samyag SIDr!- li) ini bisa didapat dcngar:

P':

kir dan ingat dalam hati rrn perkaraan "Tubuhku akan bina- sa " "Tubuhku ada penuh ke- kdtoran", dan lain-lain litjapan Icmatjam itu

17.

(12)

8 LAJANGKAN (ME MUSAT . KAN) PIKIRAN SETJ AR A BEN AR (SamyagSamadh i) ini maksud orang harus lakukan med ita si dan tudj ukan' pikir an- nja ke djurusan :

a. sifat jang tid ak kckal dari kebr un rungan dan keduka an, dan lebih djauh hams pusatka n pikiransup aja bisa terbebasdari keseraka han dan kedosaa n

b. bagim ana kita bisa laku- lean perbua tan-perbu ata nja ng baik; dan

c bagimana kita sampekan Nirwaua .

Ini Delapa n Djala n Utama jan g ter masuk pada Kebenarau Mulia jang ke-em pat , diatas .ini hanja diterangkan rna ksud- nja dengan ringkas dan jan g palin g perlu sadj a , Keter ang an djelas ada terdapa tdalam buku-

"Ernpa t Kebena ra n Mulia - De- lapan Djalan Utama" , da ri 18.

Tjeramah ber sambung.

Selu ruhnja pelad jara n dari Buddh a adadirir Gkasl:andalarn ini sja ira n jan g dimuat dalam kitab Dhamapa da ajat Iii3:

Ilahasa Melaju

Tida kmela ku kan prikedjaha tan, Akan menrmbahisifa t kebaika n, Akan member sihka n perin~etan, InilahBuddhapunja peladja ra n.

Bahasa Pali

Sabbapapasa n aka rau nm , Kusalassa upasam pada, Sacinapa riyoda panam;

Eta m Buddhun asa sunam,

19

(13)

XVI

PENGADJ ARAN TENTANG PRILAKU BAlK.

PELADJARAN Empat Ka- benaran Mulia (berikut djuga Delapan. Djalan Utama) jang sudah diterangkan dengan ring- k~s ~alamfasal iang Ilu, ada djadi poko dasar dari Buddha punja pengadjaran, sebab disitu ada diberi pengundjukan djelas legala sebab dan lantaran dari manusia punja kesaogsaraan dan tjara bagaimana dajanja un:

tuk bisa terbebas dansampekan Nirwana.

Kapan orang tudjukan per- hatiannja pada IDI peladjaran sadj a, )ang menasehatln supaja rnanusia menindes hawa nafsu d~nkeinginanoja, jang ada dja- di lumber dari ia puoja legala kekuatiran, kadjengkelan dan Ita.

sedibao, lantas oraog dapatBOil-

gepan bahwa tudjuannja Bud.

20.

dhisme tid a k lain hanj menj';1- ru al~u mengandjurin supaj a manusramenjingkir atau men. djauhin diri dari ini dunia.

Sebetulnja ioi matjam peladja- ran ada terdapar djuga dalam lain-lain agama, karena kaperlu- annja mendjauhkan diri dari pri keduniaan, lepaskan kamelikan dan hidup miskin atau sederha- na, ada .d ia dja r dengan djelas oleh JesuI Kristus, sebagai da- ja untuk mendapat Sorga, se- dang Nabi Mohammad punja peladjaran ten tang Islam, jaitu menjerahkan diri kepada Tak- d,ir Tuhan, dan trima segalana- sif buruk dengan sabar dan gi- rang pun ada mengundjuk h.

perluau nja akan djangan bergu- lat untuk dapatkan ini atau itu ketjua]] apa jang Tuhan sudah sediakan dan memberi kurnia,

Telapi ada banjak orangjang tjelah itu peladjaran Buddhist dengan alesan itu peladjaran 21.

(14)

mernb ikin penga nutnj a mendja- di lembek dan tidak ma u ber- icht iar akan men tja ri kerna- d:'lan,kelibar aniasudah lupa sa mol peladjara n da r: '<lg ama Kris- ten dan Isla m . la orang gema r tjelah peladjaran Buddh a, tap i lingga! bun gk em rerhad p pe- peladjaran jan g serupa dari Je- sus Kristus dan Na bi Moh am- mad, in i keadaan menje ba blr:an itu orang-orang tuka ng menj e- lah jang hanja kenalsed ikitpa- da Budd h isme dad sebel ahlua r sudah kasih tjap 1'01la ini pia- djaran sebagi"tida k pract isch " , Dalarn 50011 kemadj ua n ata u kelll undu ra n b a llgsa. ban gsauru- sun agama tidak harusdibawa- ba wa !

Lan tara n selalu diarti kan de.

n~an kli r u, da n sarnpe beg itu djauh tid ak ada ketera ngan djelas tentang peladj a ran Bud- dha jan g sebe n a rnj a , maka ba- njak ora ng jang hernn ggepan,

22

kalau mendjadi Buddhist kudu m~nj.ingkir. dad dunin, hidup miskin, djangan berdaj a aka n tjari kekajaan tidak dahar ba- ran g ~er~jiwa. djanganmcnik a , ata u !aJa u sudah punj a anak da n i~teri barns dit ing galkan, pad a ibu bapa dan farnili dja - ngan ambil perduli, biar mere- kit mampus tra usa h ambil pu - ling, asal diri sendiri sla ma t da n dapat Nir wan a !

Kead aan jangsebenarnjaad a la in sekali , Itu peladjaran me- nind es nafsu , mendjauhkan diri da ri dunia, rjari kabebasanda ri iket~n famili dau seba g inja lagi, ha nja disediakanbagiaia pajaug deugan kerns hati hendak suiji- kan dirinja, Sebagi dj uga tidak sem ua peng a nut dari aga ma Rcom sch kat holiek kUlOU tun tut kehidn pan sebag ] Pa sroor dan Nou, demikia n pun peng a nu t Buddhist tidak dimestikan atau diminta akan lepaskankedunia- 23.

(15)

an dan masuk mendjadi Bhik- khu ketjuali ia ~endi ri jang ingin begitu, dandJu~a b~rubo- leh ditrlma sesudahnja dipreksa kesudjut a nnja, ditimbang kadu- dukannja dalarn lapunJiIkelua r- g:\, dan ditjoba un tuk bebe~apa lamanja sedang seorang Bhlk&u ka pa n

~erasa

tidak kuat akan mendj alankan segalaaturandan pantang a u, tidak dilarang Olka!1 kembali pulah keda lam penghi- dupan dari seorang biasa,

Untu k orang-orang biasa! se- lainnja da ri itu poko dasarJang berup a Empal Ka benaran Mu- lia Buddh a ada berikan djuga pe:.gadjara n tentang Prilakll Bai k jaitu bagimanaorang ha- rus berl.ku pad a sesama nj a di- dalam pergaulan .h.idup supaja bisa pern ahk:u~ diri setjarap~n·

tas,Ini pengadjaran suda h dite- rangkan olehBuddh asendirida- lam satu ehotb ah jang dinama- kan Sigalovada Sotta. Itu pe-

' 24.

ladjaran ad. dipetjllh mendjadi dua bagian: jang per lamaada peladjaran "Tidak melakukan kedjabatan" dan jang kedua un- tuk "Menambabi Kebaikan"

Supaja tidak melakukan Ke- djahatan orang harus menjing- kir dad sepnluh maljam kedo- saan : jaitu 3 jang timbul dad iapunja tubub, 4 dad bitjam clan S dari pikiran

Peladjaran tidak mela k u- kao kedjabatan

.K ed osa a n ~ang timbuldari

tubuhl

1.Membinasakan djiwanja ma- ehluk·maehlllk jang hid up . 2.Mentjuri, atau punjai milik

lain orang tanpa dikasih de- ngan ichlas,

3 Menurutin tubuh punja naf- su jang tidak baik,

Jang timbuldari bitjaraI I.Utjapan apa jang tidak benar,

25.

(16)

2.B;tjara djaha t tentang lain orang dan menfitnah.

3 Uijapkan perka taan jang ber- i~i kegusaran .Ia nmenghina.

4.Omong koongjang tidakIta- ruan djunlrungannja.

Jong timbul dari pikiroD : 1. Kaserakahaanatau keternaha-

an.

2.Kabenijian, ka d engkian atau kandun g inga tan tida kbaik.

3.Kapertjajaan jang kliru So,,1mpnggunakall minuman ata u djedjam u ja ng membikin ma bok arnu lupa ingatan scper- ti alkohol, mad at dan sebagi- nja, tid a k tersebut dalam ini sep ulu h matja m kedosaan scbab sudah termasuk pada bagian Kedosaau jang tim bul dari tu- buh dalamNo.~. kerna itu pun terh itu ng menuru rin tubuh pn~

nja nafsu jallg tidak baik. Selaln dari itu sepuluh ma-

2 6.

tJam,kedosaan jang ha r us di.

slugklrkan

r

orang pun mesti pu- tuskan dJuga apajang Buddha

~~;n~kan sebagi "Sepulllh Rail- e Jallg ITlcng ika t manu~ia pa da.krdu~iilan. hinggil sab.~

kah 1Tl~/IInggal mesti terJabir kcmb ah: larta ranmanaitu , ir- wana dJad i thlak bisa disam- pekan

It~~epuluh Rante ada se- peril dlbawah ini

I

Anggepan kUru ten t a Dg s~r,lg D~d,jang dikir aada her . dt!'1 terplSah sentlirian dari lain- lam ora ng ata u machluk, la n . taran U1an~ dj adi muntju] itu sum ber ,d an seg ala matjam si.

fal se,lflsh:~gohtis atau ingin uta rn ain diri sendirl, Ka;:>an ora ng sudah terbebas dari ini a~)ggeflan jang ldirll, bar ulahia bisa musnnkan itu kaserakahan da n malah bisa dapat l'erasaar:

bersatu dengan sega lu apajang

27 .

(17)

ada, dan tida k kenal kepenti- n gan jan g hert en tan gan de~ga,n lainlainmach luk . (Sa kl:ayadltt hl)

2. .

R.sa tjur iga at~u s~ogsi.

Meman g tid a k ba lk djika lau orang selalu menganut dan per- tjaj a sadja pad a segala apa jan g diadjarkandengan.~embu­

ta tanpa dipikiratauditimbang la gi betul salahnja. Sikap beg'- tu bisa melamba tkan orang pu- nja kernadjuan dan.kasadar~n•.

Tetap i dalam kebatinan, sep.r t!

djuga dala rn wetenschap, ada beberapa poke dasar peladjara n ja ng sa tu murid ~elll.tare pe:- tjaj n ka~enaran!'J:l blarJ?~n I~

belum bisabuktikansend,m •.M,- salnja dj ikalau sa tu murid Jan~

peladj arin ilm u bumI bersaugsi atau ber tjuriga atas kabenaran- nja jang ini bumi ada bulat seperti bola dan berp~taran s~­

perti gangsingansamb il mengeli- lingin matahari, 1111matjamke-

28.

tjurigaan pastilah menghalangin sangat pada iap unj a kemadj ua n dalam itu peladjaran , Daa be- gitu pun dalam Buddhisme.ada beberapa poko dasar jang sesu- atu penganut tidak ham s ber- sangsi kabena rannja, sepertiitu peladjaran ten tang Reincarn a- tie (T umi m bal la hir) dIllI Kar- ma (Pembala sannjasesua tu per- buatan) kapan ada oraag jan g mengira,dengan satu ka lihidup di dunia dan satu kali mati iapunja lelakon penghidupan djadi tamat, dan sesuatu per- buatan jang oranglakuka nba ik atau djahat, tidak membawa akiba t apa - apa bagi dir inja,- teran glah orang begitu , jan g ti- dak mall pertjajaata u bersang si alaskeben a ran nj a itu pela dja- ran tentang Rein carn atie dan Ka rma , tidak nanti hisa me agenal Dharma. Mal ah hal se- mat jam ini itu kesangsia n ada djadi satu pengikat atau palang

29.

(18)

an jang membild n itu OI:a ng ti- dak his,' sampekan Nlrwan a

(Witjikitjaj .

I~.

Ka p ertja ja a n. Bahwa manu- sia bisa mendjadisutji denga n dj ala nka n segala matja~. 1'3;/1 - ia ngan dan menjiksa diri setja - ra kliwatwales,ataumelakukan upatj ara agarna jang bersifat lahird:1I\ tachajul, 1111I1''' lII~na­

ruh per ha tieu pada kelllndJu an ba t in kelua san pikiran clan pe- ngerlbn. Orang jangS~dRh ke- ldep sama segal upatjaraluar . (!.Ul agam a, dau lI1el'ill~pu as kapan suduh ·\lel~ uh kan It~\ se- gala peraturan tan pa amh il1'0- sing akau preksa dengan ,g~na­

kan perrimbangun d'1I1 piki.all sella, puda sari dad p~ladjarall ja ng sebelah dal a m,- nu oraug pa srila h akan ringga l ma ndek hingga sebegit u la ma ia Lclu~

hisa putuskau ini rant e pengi- ka t, ia tidak bisa dapat kema - 30.

djuan lebih djnuh (silabba ta - paraniasa]•

4.

Dawa na fs u jangberban g- kit dar i It u berbagi-bagi pe.

rallaan dala m tubuh kaaar , Misa lnja satu orang jang masih ka nd ung rata tj in ra jang direr- lain nafsu birabi;masih sencn g dcngan maka uau sed P, suar a lema h lembu t jang memu dji ata u meugumpa k.. atau pad a ketj a urika n jang menarik hat i, jang semua hersifat kedllllla llll,.

ia pun tidak bisa sarnpekan Nir- wan a . (Kmlla rag a).

5.

Hawa na fsu jang tlmbul darl pikiranntallpa rn b ekan, seperti ra ra gu-ar, siri L;, dengki, me m bentji da n sclJagillja. Ini matjam sifa t djelel;ora u g semua suda h menge rr i hingg a tida k perlu diterang ka n leb ih dja uh . (Patig ha atau Wijapada),

31.

(19)

6.

Kaingioao untuk bin tiog- gal hidupJ~d.all\~du~iajang berwudjut,jattudi duniakasar, Iantaran ketarik pada apa-apa jang bersifat indah.dan menj~­

nengkan, ~iarpun itu ~rallg hI- dup didunia dengan udak ber- buat kedosaan, tetapi kapan ia meraasa seneng dan ketar ik pa- da salah satu wudjut jang ada didunia, nistjaja kemadjuannja tertuhan karena semua rasa k~.

tarik atau kepengin .ada bersi- fat mengikat, TetaP.I. .ada b~­

njak djuga oran~ sutJ~ jang hi- dup bekerdja di dun~a dengan tidak bikindirinja tenk~t,sebab ia hanja lakukan ~a~Ja kewa- djibannja tanpa ha.tllljl\.me,rolla ketarik apa-apa, Djuga la ~Id~k

kaudung rasa djemu atau mgm meudjauhkan kapan ke~emuse- suatu jang djelek dal,'tidak a,te·

njeuengkan, Orang J~ng begitu maski Iakukan pekerdjaan besar,

32.

ada terbebas dari Karma, ka- rena dirinja sendir] tinggalneu- tral, Kapan pekerdjaannja ber- djalan baik dan menjencngkan ia tidak bergirang atau bangga, dan kapan hadepin kesukaran dan hal-hal jang tidak enak ia tidak djadi djemu atau ketjil hati, (Ruparaga).

7.

Kainginao unl uk bidup di dunia, jaDg tidak berwudjut, jaitu di dunia halus, misalnja Dewachan atau Ala m Sorgajang bergemilang dan penuh keber- kahan, Tegasnja orang jang hen- dak 'ampekan Nirwana bukan sadja harus djauhkan did dari penarikllja dunia, lapi djuga rnesti mendjaga supaja tidak ke- tarik pada Sorga, jang djuga membikin ia terikat (Aruparaga).

8

Kebanggaan. Inilah ada se- matjam sifat jang mengikat atau melibet keras, leringkali tanpa

3~,

(20)

jan~ punja diridjad i mendusin.

Banjak orang jang lagimcntj ari kasutj ia n dan I:eliha tan sud ah bisa memandjat ting~i djuga, achirnja terdjumpalit dan me- rosot turun lanta ra n tidak bisa lep askan diri dari kebanggaan atas ia punjn kepand aia n , pc- ngcr tian , paker dj an jlllJl~ besar dan djasa-djasa bagi sesama manusia atau tidak sen eng ka- pa n meli ha t orang tid ak taru b harga dan pa ndang rendah pa- da diri ata u kepinterannja, Ma- ka sebegitu lama ia masih bisa mer asaban gga ataa kemadj uan dan kesutjian dirinja, ia punti- dak bisa sampekan Nirwana.

~Mano atau Mann).

9

Pikiran ti dakbi sa berkum- pul pa d a saru djuraaanjBng tentn, mudah dibikin ter.

gontlaag, djengkel muting-mu- ring, lekas bosan ata u tidak pu- nja katetepa n, Inilah ada sifat 54.

jang bertenrangan sama ke~je­

djekan batin atau pegan g nn- bangan sa ma rata, tenteram dan tetap jang adadiutatnakan dalam sem ua peladjarau baiin clan agama-agama,Seorangjang illget~lIl1~ja ~udah rcrgon tja ng, maskl bisa tiudes le~ala keingi- nail , tidak bisa sam peka n Nir- wana, (O eddhacca).

10.

Kebodohanatau kagelapan Jant a r an tidak men ger ti Di sini bukan dimak sudkan bodoh goblo k ata u otak kosong. ha- rijabisa krdjadiandjugn seoran g jang pancle, pinter dan berpe- nga tahu an ringgi, lantaran som- bongnj a sudah salah djalandan tidak mendusin itu keldiruan.

Atau ia terlalu uta main penge- tahuan jang kuran g pcrl u arau sia-sia hinllga tidak taruh per- hatian pad a apa jan~ berfae- dah untuk kcmadjuanbatin hing- ga pengetahuannja dalam se al- 35.

(21)

loaI jang berhubung samaBud - dha punja Empa t Kabenara n Mulia ad a sangat tj up et ata u gela p sama sekali, Biasanja se- or.mgj,ng sudah mengerti se- pen uh nja dan bisa berlaku jang menjotjok in, pada itu peladjaran Empat Kabenaran Mulia, di- pandanc sudah terb ebas dari Awidja, ka ren a ia sudah dapat - h n djalan akan menji ngkirda- ri kesengraraan, hingga bisa menudjuke Nirwana.

Dari sepulu h matja m Ran tc Pengikat , ad a tiga jang men]e - babkan timbulnja kedosaan , ja- itu Karn ar aga, Parighadan Awi- dja; maka ini tiga perludimus- nakan dsu ditjabut bersih sa m- pe pada akar-a karnj a sa ma se- kali, dan lantas oran g mesti ikurin itu Dela pan Djahm Uta- ma jang sudah ditcrangkan di- dcpan.

PeladjD r a n uDtnk "MftDam

S o.

bahi Kebaikant ' terdiri dad sepuluhmatjam :

I.Pri Dermawan.

2.Perha tika n pituah atau pela- djaran jang ba lk.

3 Mengeninglcan tjipta, 4. Beri kescm pa ta n pada lain

orang ahn turu t ambil ba- gian dalam perb ua ta n baik jang kita lagi kerdjakan,

" Bergirang atas perbuatan baik jang dilakukan oleh lain-lain orang.

6 Membantu atau melajani orang lain.

7 Hormatpada sia pajang ada harga untuk dihormat, 8.Memberi ketcrangan dari pe-

ladjaran Dharma, . 9 Mendcngari kcterangan ten-

tang Dharma,

10 Berlindung pada Tiga Per- mata, jang terdiri dari Bud- dha. Dharma dan Sangha , Dari ini sepuluh peladjaran

37.

(22)

untuk Menambahi Kebaikan ora ng pun dapat preksa bahwa ketjuali no 10jang berlaku ha- gi penganut Buddhist, hampir sem ua tidak bert entangan pad a lain-lain agama punja peladja- ran moraal, hingga dapa t dila- kukan oleh segala orang, tidak perduli agama apa sadjaia me- nganut. Jang no 1\hal membe- rikaterangan tentang Dharma, ada berarti Peladjaran dari Knbcnaran, hingga segala ma- tjarn peladj aran jangherisi Ka- benaran (Dh:\r ma ) pun tidak ha lan gan aka n orang siarkan,

Peladjaran no I Mcn&clling- kan Tjlpta atau Meditasie, da- lam Khong Kauw tidak terlalu ba njak diutamakau tetapi ini ka- biasaa n tidak dapat dikataka n asing bagi kaum Khong Kauw dan soa l membersihkan nikiran di waktu berada send irian ada' djadi sat u bagia n jang penting dal am Khong Tj u punja pela- SB.

~jarall . akan rawat diri (Siu-

lID). Djuga ada harga akan di- perhatikan bagima na Buddha telah pernahkan soal Pri Oar- mawan pa ling diatas dari [tu sepul~h petuu djuk Meuambah

~ebalkan, sedang itu Tiga Per- I~ndungan ada dipern ah kan pa- hng blaka~g. !ni lan d anj aBud.

dha, sebagi djuga Khong Tju, ada sanga t utama kan pada We- I?I asih (Dj in ), dau soa l bel"

h~dllllg pada Buddhadan Pela- dJan!n dan Gredjanja, tidakdi- tondjolkan ke depan seperti ke- bi~laall dari beberap a agama lam.

Djuga Bu~dha tidak Iupaun- tuk mengadjar apa jang dalam Khong Kauw dinamakan Dj in

LUll Si!?Gie, jaitu sep uluhpra- natan )aDg berhubung dengan k;wadJ'ban anlal:a bcrbagi:bag i ting ka tan manuara, Seperridju- ga Khong Tju begitu pun Bud- dha ada tera n gka n kewadji ba n 39.

(23)

...

antara Ajah - bonda terhadap anaknja; dan Anak terhadap Ajah-bondanja; antara Murid dan Gurunja; dan Guru pada Muridnja; antara seorang Prija dan Wanita terhadap pad a saha- bat-sahabatnja;dan itu Sahabat- sahabar terhadap pada merika punja Sahabat ; antara orallg bbsa pada Bhikkhu;dan Ilhik- khu pada orang-orang biasa;an.

tara Suami pad a hterinja; dun Isteri pada Suaminja; antara Madjikan pada Buruhnja; dan Buru h pada Madjikannja;

I KEWADJIBAN IBU BAPA PADA ANAK.ANAKNJA.

I.Mendjaga supaja mereka ti- dak melakukan kedosaan , 2 Bikin supaja mereka berke-

lak uan baik, seperti perha ti- kan peladjaran dan nasehat jang berfaeda h dan la in-la in

40 .

pulp.

3.Men~a~jar mereka supaja me- ngern ilmu kepandaian ten- tang kunst (kescnian ). dun wetenschap .ilmu pengeta, Iluall.

4.Brikan mereka isteri tau lu~mijang pantas (seti mpa l).

5. Bnkan ~ada mereka harta

ata~ warrsan untuk Imperlu- annja,

Ada penting akan diperbati.

ka~, disini .Buddba.pel'nahkan p~hng atas ItU kewadjiban dari ajah-bonda akan menr1jagll su- pajaanak·anaknja tidak mela- k~kan kedosaa n, seda ng pela- djaran untuk kesutjian dan pe- ngatahuan lahir ada dipernah- lean no 2 danno. ::'. Inilah ada herdasar atas pertim ban gan, ti- dak semua oran g tua ada ke- sempatan akan pimp in atau memb~ripc.ngadj al'anpada anak anaknja dalam ilmu kebatinan

41.

(24)

atau pcngetahuan lahir, ~is!,l.

nja kalau ia lea rang miskin, tldak bisa sekolahkan ,Pada~lIe.

reka, Tetapi sesuatu ajah •Ib?, dengan gunakan mereka pUDJa . pengalaman, pen,garuh dan pe- ngertian, ada lebih~u~ahmen, djaga supaja anaknja tidakter- djerumus ke dnlam kedosaan, upama dengan memberi tuladan nasehat baik jang sesuatu orang tua umumnja dapat melaku- kan.No. 2 b rulah dia .Jar ce a-. dl I I kuan baik dan perhatikan pela- djaran Agama. Buddha anggap blarpun itu orang tidak menger- ti prilaku bailt dan aturan so:

pan santun dan, tidak ~en~,ertl bunjinja kitab-kitab sutp, dJlka:

lauperdjalanannja terdJa~h.dari kedosaan, sudah boleh dibilang bagus, Dan men genal kel~ltuan baik dan peladjaran sUtJI ada lebih penting dari pada seg.nla pengertian lahir jang bersifat

42.

keduniaan, tentang mana keli- hatan sekarang orang pemah- kan sebaliknja, karnabanjak ibu bapa lebih perlukan akan bikin anak-anaknja pintar dan otak- nja berisi padet sama pengata- huan dunia, sedang' kelakuan baik dan peladjaran sUlji, ke- banjakan kurang atau tidak sama sekali, diambil perhati- an.

Soal tjarikan isterl atau suami jang pantas dan setimpal, inilah ada berdasar pada aturan dari djaman dulu, dimana ajah- bonda Hindu, seperti djuga Tionghoa pikul kewadjiban akan berikan djodo untuk anak-anak- nja, Dengan perkataan mesti tjarikan jang "tjetjok" atau "se- timpal" itulah berarti si ibu- bapa harus berlaku hall· hati supaja tidak !membikin itu anak - anak djadi menesal un-

.tuk pasangan jang mereka da-

pat.

43'

(25)

Kewadjiban 110 5 akan se- dia kan kekajaan atau warisan tjuku p untuk kaperluannja itu anak-a,,!ak, dj uga ada penting akan diperhatikan, Disini ter- njata pula bagirnan anjasar dan djahat itu tuduhan dari oran g- orang jang tidak mengerti bah-

\~a. peladjaran Buddha tjuma bikin penganulllja t:j a di males b~kerdj.a seb.ab disuru menjing- kir daridunia, Den ganherdasar pada ini kewadjiban jang dite- tapkan oleh Buddha, satu ajah arau ibu tidak boleh boroskan kekajaa nnj a untuk kasenengan- nja sendiri, atau berlaku males dalam hal mentjari redjeki (nat:

ka h ), karena in orangada pikul kcwadj i ban untuk memberi wa- r!~an p~da.anak-anaknja•.supaja tid ak djadi melarat, Djadinj a ibu-bap a sedupat mungkin ha- r.us berdajaakan djaga kepen- nngan anak-annknja di hari ke- mudian •.

44.

11.KEWADJ IBANANAK PA.

DA IBU •BAPANJA •.

1. Melindungin ajah dan bonda, 2.Lakukan segala kewadjiban jang perlu terhad a pmereka . 3 Mendjundjung kehormatanda

ri familie,

4 Lakukan upatjara penguburan jang pan tal kapan mercka

meninggal dunia, .

Kewadjiban no.I pastilah un- tuk anak-anak dewasa terhadap ajah atau ibunja jang sudah berusia tinggi.Ada penting akan diperhatikau, Buddha tidal: bi - lang tentang anak - anak harus horrnat, tjin ta dan berbakti pa- da ibu-bapanja, Ini sernua su- dab term asuk dalam kewadji- ban 110 2, jaitu lakukan segala apajang perlu dun no :i, akan mendjundjung kehormatan fami- H. Sa tu anak jang Put - hauw

(26)

. tidak bisa mendjundjung kehor- ma~a~1 dar,i familienja, sebab dari l~punJakelakuan jang dur- haka la merusak nama ibu-ba- pa dan lain lain keluarganja , Di dalam "mendjundjung kriIiorma- tan dari familie" ada terdapat segala apa jang diutamakan da- lam Khong Kauw,

l,ang paling mirip dengan pe- ladj aran Khonjr Tju adalah ke- wa dj iba llno 4 untuk mengu- b.ur Iibu-b:.IU· apa menurut upatjara' Jang pantas, Disini oraug bisa liha t ~agimana sederhana dan pand~1 Buddha punja tjara me- ngadJ:,r, Buddha pun tahu itu peladja ra n bakal tersiar antara banjak bangsa jang upatjaranja dala~ hal mengubur majit ada berlainan, maka Buddha tid ak teta~ka~harus diatur bagimana . hanj a bilang sadja orang mesti I~kukan up a tJara penguburan

"j an,g pantas" hiingga maslDg-. ma.mg bangsa boleh gunakan 46.

upatjara atau aturannja send iri jang dirasa "panms" dalam pe- mandangan penduduk ditempat kediamannja, tidak usah kudu dibakar menurut tjara Hindu- stan,

Seorang Tionghoa jang sudab masuk Kristen, atau peluk aga- ma Islam, kebanjakan atau ham- pir semua dimestikan untuk di- kubur menurut aturan Kristeu atau Islam, tidak boleh pake aturan dan upatjara Tionghoa hal mana bikin familienja jang bukan Kristen" atau Islam,

~endjadi kurang senen g, Teta- pi seorang Buddhist diberi ke- merdeka.rn untuk gunakan atu- ran scn~iri, menurut sukanja, asal.sadJa anak-anak dari jang meninggal merasa "pantas" ata u tidak ketjiwa, Djikalau anak- aaak dan familienjapikir lebih baik dan pantas kalau itu ma- jit dibakar sadja, it u pun tidak ada halangan; tapi djikala u

(27)

orang mau .pake upatjara dan ada t kabiasaan Tiong hoa , dju- ga tidak melanggar pada Pela- djaran Buddha, jang tidakmeng gunakan keku kuhan setjnra fa- na tiek !

IIJ. KEWADJlBAN MURID TERHADAP GURUNJA I.Berbangkit dari ternpat du- duknja kapan melihat guru- nja datang,

2. Melajani kepadanja, 3. Turut segala prentahnja, 4 Adakan segala keperluanuja, 5.Beladjar setjara pandei,

Ini lima kewadjiban dari se- ora ng murid terhadap gurunja se mua adapa n tas dan sed erh a- na, dan bukan sadja tidak ber- . tentangan,malah sangat tjotjok sarna aturan dari kasopanan Tionghoa dan lain-lain bangsa 48.

Timur, Oran g-oran g Tion ghoa jang sop a n pun selalu menga·

djar anak-nnaknja, untuk lekas berdiri kapan ada datangorang ora ng pernah tua maskipun ja n g tidak dikenal, satu kabiasaa n bagus jang sajang seka li lama- lama sernakin kurang diperha- tikan oleh unak-a nak rnuda mo o dern, jangkema su ka nsa m aadat kabiasaau Barat , Memang hetIII seoraug jang asik bekerdja, k~.

pan kedatangan seoraug tua 11- dak terkenal jang bukunhen dak berurusan padanja, boleh ber- duduk tcrus akan tungkulin pe- ker dj aa n ; tetapi banjak .kali ke.ljadian, sa tu pe rnu d a jang rebah di korsi males la g i mern- barja buku, kapa n dat an gorang ora ng lebih tua kenalan dari ajahnja, tinggal uerdud'l ~ tern s dengan tidak mall ambil per- duli sama seka li pada itu teta- mu, up alag i kal u mclih at ada lain oran g jang sambut ,

49.

(28)

Kewadjibanno,2 sampeno 4 pun ada aturan j.mg berlaku dengan umum ant a ra Bang s,a Timur di djam an dulu! terh i- lUng dj uga bangsa .TlOug hoa, lant a ran berbeda dari sekara n g, guru-gur u tidak trima gadj i t~.

tap dan untu k perrolongannja memberi pengadjaran. sangmu- rid harus membalesdenganme- laja nin, tur u t titahnja, clan ad a- kan san gguru pun ja segala lee- perlua n. Dala m sekol ah.sekcl ~h Tiongho;,.~odel kuno. mUfl?

murid (l1 glll1 akan masakin na!I, menja pu , ambil atuu belah ~n kaju , tju tji piring da n lai n.la~1l keperluan un t uk me re~a p,unJa guru.jan g dengan begiru diper- lakukan hampir sepe r ti orang tuania sendiri, Maskiiniaturan seka rang tirlak. usah di~lj~hlll' kan lagi,.letapl sa tu murid.Iapg baik, jang dengar kata suka t~­

rnh perharinn sang guru punj a kaperluan dan enteng kaki ta-

50

ngannja untuk menolong dan melajani, pastil ah akan disajang dan dapa t pe gharga an peu uh dari sang gur u hingga mend a:

tan gkan banjak kebaika n bagI dirinja,

Soal melaj ani, tur ut prenla,h dan adakansegala keper luannj a itu guru, ada djuga orang jaug bikin kaberata nj sebab anggap itu perbu a ta n sama djugn suru murid mem bu dakin diri, Ana la gi jang undj u k hal banjak guru moraalnja rendah atau djadi pemeres dari murid-~Iu­

ridnja hingga tid... k h~rus dllU:

rutin sadja kemau annja, Tet ~.P!

ende rw ijzcr, simhe atau kijai jan g begitu, tida k hur us disebut

"Guru", karena maksud nja itu perka taan "Gu ru " ad u 1I111Uk

rnelukiskan seorang jane. ber- maksud baik, rnenj inta dan ber- sedia untuk memimpin murid-

muridnja supaja mendjadi I.>~i\(, pintar dan sopan, Ada banjak 51

(29)

radj a jang djahat, ajah jang ber ba tin rendah, ibu jang dur- haka, sa u da ra ruajang kedjam, da n pem besar atau pernim p in bangsa ja ng seper ri badjingan.

Tetapi ad anj a itu beberapa ke- tjualian tidak membikin Khong Tju punja Djin Lun Sip Gi djadi dipa nd an g tidak bergu na , sebab dengan kelalluannjajang tidak pllnta~, mereka hikin hi- lang haknja untukdaparkan ke- hormatan dan perendahan dari golongan sebelah hawah.

Demikian pun soal perhu- buugan antara murid dengan guru. Sedallj{ fihak murid ha- rus djalankan itu lima kewa- djiban sepert]diluturkandiatas, Budd ha puu ada tundj uk dj uga lima maljam kewadjiban untuk didjalllllka n ole h orang•oran g jang men dj a di guru terhadnp murid- murid nja sepern diba- wa h in i,

52.

IV. KEWADJInAN GURU

TERHADAP MUR ID - MURIDNJA.

1.Didik mereka setjara pandei, 2 Adjarin mereka biar tjuku p rentang i1mu pengatahuan [we tensehap ).

S. Mengadjar murid-murid de- ngan tidak ada' perbedaan satu apa, dalam i1mu seni, 4.Pudji mereka punja kebedji-

kau pada mereka punja sa- habat sahabat dan orang sa- atasan,

5.Memberi perlindungan pada mer eka,

Dad ini lima kewadjibanada ternjata, satu guru jang tidak mengadjar setjara pandei atau

Iembarangan sadja; tidak memo 53.

(30)

beri peladjaran tjukup apa jang sang mu rid harus dapar; jang membeda-bcdakall tjarauja men.

didik itu murid-murid, misa lllja .dajan//; disajang atau dibemji;

jang suka omongin Ijaljal dan kadJelek.ulnja mereka, dan ri- dak memhcri perlind ungall ka- pan itu murld-murid h..dapkan bahaja atau kesukaran, - guru jang demikian tandanja "li<Jak mengenal kewadjibannja".

Dalam ini lima kewadjiban ada penting untuk diperhatikan, Buddha tidak rebut tentanz mendjalankan kebengis an a'a~

kekeralan Bebl'lgi hukuman pada murid murid jallg nakal, Seba- liknja, ha], memudji pada mu- rid-murid jllng baik, radjin dan dengar kala, ada didjadikan satu kemestian supaja dikelahui oleh murid punja lahabat-sa- ha bat dan orang saatasannja, seperti ibu bapa, wali atau 54.

saudara-saudaranja tua. Inila h ada sematjam rapper seko~ah jang didasarkan atas ke!"e~t1an untuk menjiarkan sa~IJa Ja~g baik, Kapan itu mU~ld pUI~Ja kelakuan tid.1t baik, tidak gli\1 beladjar atau otalwja lumpul!

sang guru tidak perlu ~e~b~rJ rapJ?or, seb~~ ada djadi la- punja kewadjiban akan sedapar mungkin merobah ~a!lmemper- baiki itu tjatjat -IJatJa~, ,sebab dalam sekolah-sekolahdi dj:lma~

dulu, mutid-murid sama sekali diserahkan ke dalam kekuasa~n­

nja sang guru, malah banjak djuga jang tinggal sama-sama dengan gurunja, jang den.8a:n begitu ada djadi peugganlJnJa ibu bapa atau wall.

Sekarang .marilah kita lihat apajan g Buddha bilang tentang kewadjiban dala m persaha bat aa atau perhubungan mania dari sa tu pada lain orang.

55.

(31)

V KEWADjIBAN SEORANG PRIJA ATAU WANITA TEKHADAP SAHABAT . SAHABATNJA ATAU LA- IN - LAIN ORANG.

I. Memberi bingkisan padame- reka,

2. Biljara man is dengan mereka, 3 I;-a~uk~n perbualan jang men-

tjotjoki mereka,

4.Djangan suka bertengkaran lama mereka.

VI. KEWADjlBAN SEORANG SAHABAT TERHADAP PRIjA ATAU WANITA jANG UNDJUK }'ERSA- HABATAN KEPADANjA.

Melindungi itu prija atau wanita kapan mereka berlaku kura ng hati-hati,

56.

'L Mendjaga mereka pun ja rni- Iik kapan mereka berlaku le-

ngah. '

3 Memberi tempat berlinduo g kapan mereka Lerada dala m bahaja,

4 Tidak tinggulkanmereka sen - dirian kapan katerdjang na- sif buruk,

:. Menolongmerekapunjaanak- anak atau sanak,

Disini kita melihat ada dua runtunan kewadjiban jang ber- lainan, Jang pertama ada per- sahabatan jang dilakukan oleh golungan~orang jaug leb.ih~las, jang harta.... an, berderadjatnng- gi atau terpeladjar, tegasnja go- longan jang dieudahkan j jan~

kedua, ada pembalesan dari jang lebih rendah, jang trima persahabatau dari golon gan .ala- san, Untuk orang - orall!t Jang sama deradjat atau I,;::dlldukan- nja, itu kewadjiban fasal VI

(32)

bisa saling digun ak a n satu sam a lai n.

Soa l me rnheri bingki-an bu- ka n sadja ad " kewadj ibau an - lam orang jang mam p u pada sahabar- ahabatnja j:mg lebih mi kin. ha nja djuza anta ra go- longan jang s.a ma deradja t .I!all kem a m puan nja dan Aemlklan pun karnest ian aka n bitjaiamu- nis, Snal djan gnn berren g karan, ad a ratu kewadjibanja n!:Bud- dha seug.idja tondjolka n ke mu- ka , seh~b rupanja lud h men -

cij:\oikenasaun llIllUIII-- .bl!ka n sadja ditem podul u 1:lp1 djuga di dj a ll1lln sekaraug - akan se- orang hartawan ata u ber d era- djat lin ggisub memba ntahatau tja ri pe rteigka ran padasal.a ba t- sahaba tnja jaug be,kadudukan reudah, jaitu membnntah orno- ngan jang- k~pall dIUIJi.l"k~n oleh seo ra ug Jang deradjar nja tillggi barangkali in tidak Ilr:llli t.i1a:lit npa-upa, jang paling 58.

penting, ringkes dan In,\! ma k- sudnja, nda kewadjiban UQ 3 .d a ri fa sal V,ja lru scora n gjang berad a diticgkara n alas hurus lakukan perbuatanjang mentju - tjoki pada sahabarnjaj;:nglebih rendah dei adj at. kerlu d ukau atau kema m puannja, n:silu ti- dak disebu t mesi berlaku "sa- ma- ra a" "se,Jcrli saidara",

"men olongscdap at-dapat den gnn sean tero tena ga", "bela samp c mati"dau lam-lain utjapanher- ge rnilauc jang hia sa digu nakan dalam baijnk:J.:Iadjaran rnora al te n tang persaha batan , Buddha rnerasa tjukup dengan rnembi - lang sadj a "Ia!mk cnlah p-rbua- ra n jang meutjotjoki untuk me- reka", I nila h ad" peladj aran jang lebi h practisc h, Ada banjak Radj a-radjn atau craug ba ngsa- wan ja ng rap e! bati dengan sL"o rangjang herd e ra dj a tren d ah, sat u tuan rana h dengan seorung tan i, scoraug kepa la ruma h-

59.

(33)

tangga pada buruh atau dj o- ngosnja jang mereka sajan& dan ur ukin dengan segala kebaikan, lanpa kudu langkahi atau men- tiadakan perbedaan dari dera- djat dan kedudukan,

Dalam fasal "VI, tent ang ke- wadjiban dari seorang jan g suo da h trima kebaikan atau persa- habatan da ri golong an jaeg le- bih atas, umpamanja p'egawai jang uisajang oleh madjikannja, kita lihat bag imunamereka ha-

TUS memberi pcrlindungan le.

da pa t mungkin kap an itu saha- ba t, lantaran berlaku kurang hati-hati, ada hadepkan kasu- sahan, hingga milik, djiwaatau keluarga nja berada dalam ba- haja, Disini kitadapatkanBud- dha ada mengadjar apa jang Khong Tju namakan Giedan Sin, jaitu Kadjudjuran dan Ka- setiaan, tjuma h .itu kadudukan sebagi menteri atau pegawai ang harus berl a ku djudj u r dan 60.

setia pada rad ja atau madji- kannja, Buddha na~akansa:

habat jang sudah trrrna ~ud l dan kebaikan dui sahabat~ang bcrderadjal tinggi, S~al tidak meninggalkan sababat jang . da- pat tjilaka lantaran k~tradjang nasif buruk dan tulungi mereka punja anak-anak atau sanak, inilah ada menuudjukkan sifat keseriaan jangsanzat utama. Itu perkataan "karerdjang nasifbu- ruk" ada lain maksudnja d.~.

ngan orang jang tanggu!!g tjt-

laka lantaran perbuatannja sen- diri upamanja perampok, p~m­

bun'uh, pentjuri, atau. pempu jang dapat hukuman•.DJu~,~per- kataan "kurang hati-hati bu- kan dimaksudkan kedj~hat al!

dengan sengadjajang ler~llclan ba ti n buruk, Seorang balk pun bisa berbuat kekliruan lan ta ran kura ng hati-hatl , upa ma ken.a dib udju k ole h omongn n ma ills dit ipu uta udirug ikanoleh orang 61.

(34)

orall g djahat ata u sahauat-sa- habai ja n g pa lsu, untuk mana sa iu sahabat jaug se tia tidak ha, us tinggal Jiha tin sadja, ha- nia wadjib menluer i naseh a t supaja ia mendj ad i insjaf',

Dj uga ada penting akan di- perhOllikall , dalam itu lim a ke- wadjib:lIl Buddha tj u rna seb ut sadja sea l melindu n~i, mendj a- roa mernbcri te rup a t berlindun g, tidak ting galJu.n sendiri a n, dan member] pertolongan pada iru sahabatpun ja ana k-anak atau sanalr, Saua seka li tida l: ada pc:rkata a n "rnem bel a mati-ma- tian " "pi ku l ba h aja bersama- sarna" dan lain.lai n utjap an IIIuJuk.lni kewndjib anaJ a lebih miri p dengausilw p njasat u bang. sa jang be rsah abat pad abau gsr, lain ja ng lagi berpernng, Ja ng dibantu bukan dengan tur ut mt'malumk illl pera ng pada iru saha!>at punja rn usuh , han jaki- rim pasukan roodekr uis aka n 62.

menolong oran g luka, memb eri tu ndjangan unngata u obatakan meriuga nkan itu ban gsa-ba!1 gsa puuja kesan gsaraan. Buddlllm~c uuja pengadj a ran selam a n1a Fidak miring kesat ufiha kh!'uja men ga m b il ha lu an t~n ga h jau g berdas ar etas pikir an _seha t, jan g lidak. dipe~garul ll ?It'h gOlllj :lIIgallllJa hallterh a.rll,YIIIJ;

bisa membikin orang dja di ne- kat untuk menolon g s.ahahat dengan tidak taku t babaja , VII. KEWADJ IBAN SEC -

RANGI'E:'\GANlJTBUD DHISTER HADAP SEC- RANG BH I~·KH U .

I.Bekerdja akan ~.u n a n.i a de- ngan perasaan tj uit a, 2.Bitjara padanj a dengan pel'a-

sa an tjin ta,

3 Mem ikir tentang ia den gan perasaan tjlnra ,

63.

(35)

4 Senantiasa bersedia akan trio ma dan merawat padanja.

5. Memberi padanja empat rna- tjam hadiah: djubah, ma- kanan, pr a bota n dan obar- obatan.

Kembali dilini kita Iihat di- gunakannja perkataan jang ber- bcda dari pada aturannja aga- rna-agama lain. Dalam lima ke- wadjiban diatas tidak ada die minta supaja penganutBuddhist member] hormat dan rnendjun- djung pada mereIta punja llhik- khu, hanjadaJamsegala perbua- tan orang ha rus kandung pera- I~an tjinta atau ra pet hati [afec- tion] padanja, Didalam itu ka- tjintaan kerapetan hati ada ter- gcnggam segala apa jang perlu untuk undjukkesudjuian, perin- dahan dan kehor m a la n pada itu llhikkhu· bhikkhu.

Jang dibilang "bekerdja" bu- kan berarti mcndjongosin hanja

lakukan apa-apa akan gunanja, terhitung djuga memberi per- tolongan, tundjangan dan seba- ginja,

Itu empat matjam hadiah han, ada penting akan diper- hatikan, samasekali tidak ter- masuk pemberian uang jang ~ sat u Bhikkhu tidak perlu punja- kan, hanja ada barang kaper- luan seha ri -hari, Pemberiandju- bah ada dipernahkan lebih de- pan dari makanan, sebab satu Bhikkhu ha rus berpakaian pan- tas kapan hendak kluar akan minta-minta,

VIII. KEWAlJ.JIBAN BHIK- KHU TERHADAP SE- ORANG BIASA .JANG DJADI PENGANUT BUDDlST.

I. Tjoba tahan ia melakukan kadosaan,

2. Tempatkan ia dalam keder- mawaan,

65

,"

(36)

3.Adjarin padanja Dh rma de- ngan dj elas,

,1.Singkirkan ke angsiauuja ten- tang Dharma jang ia pela.

djarin. . ' "

5.Undjukin padanja ItU dJal!"

mID benar un tuk menudju pada kaberkaha n,

Disin i kit" bisaliha t pulalain ma tjam-pcrbedaan dari kabia - saan umum jang ter ta m pak ~

la m lain.lain aga m a . ItuBhik- khu tidak diwadjibkan un tu k tjinta padajenganut-pengan ur.

uja, kar ena itu. rasa men)lll ta pun bisa mengiket; tetapi de- ngan tjoba tahan (rest ra in ) ka - pan sipenga nut lakukan per bu- atan berdosa , dau bikin ia bisa mendjad i seorang bedjik dan derma wun , dengan dit arnbah lagi sama mengadj ar kenal.pa- .danja Kabe na ran den ga n.dJel~s lam pe ia tidak bersan gsi lagi, serta diundjukiu djalan untuk 66.

menda pa t ka b er",halt,[tuBhik- khu sudah Iakuxan segala ap a jang bisa dikerdjaka n oleh se- orangjang menjinta pada sesa- ma manusia,

Djuga ada penting diperha- tikan kapan sat u penganu tme- Iaku ka n perbuata nja ngberdosa , itu Bhikkhu buka n tjegah ata u Iarang ia djal an kan itu , hanja tjoba tah an jaitu am bil at.ur~1I dengan setjara halus supaja la

mend usin ataskeklirua n nj a atau tid a l: baiknja itu perbua ta n .

Denga n berch otbah tentang Dha r m a itu Bhikkhu tid ak bo- leh dianggap sll.dah p~nnl~kaIl kewadj iba nn j a djisalau la lId~k rnau mem ber i keterangan sedJ~' lar-djelasnja sampe 3a~g murid punja s~gala kesangslan,. atus kabenarannja itu peladJara~, mendjad i leujap, Dengan derni- kiau ora n g bisa me~lge~ti kapan sntu Hweeshio hanjabisa Liam king pag i clan sore dimuka al-

67.

(37)

taar Kwan Im jang perkataan dan maksudnja ia tahu sendi- rian sadj a, inilah belum boleh dib ilang suda h penuhkan kewa- djibannja.

IX.KEWADJIBAN SEORANG SUAMI TEKHADAP IS.

TERI NJA.

I.Birjara padanja dengan hor- mat.

2. Djangan maki-rnaki atau hi.

nakan pad anja, 3. Berlaku setia padanja.

4.Kasih pad a itu isteri kekua, saan akan pegang prentah atas segala miliknja.

5.Brikan padanjaperhiasandan la in-lain bar ang menurut ke- mampuannja,

Dad ini lima Kewadjiban ora ng bisa Iihat jang aturan dari Buddha tentangperlakuan dari satu suami pada isterinja 68.

tidak kalah halus danmulianj a dengan agama jang rnana dju- ga, SMu sua mi bukan sadja harus berse tia, hanja djuga di- mestikan akan bitjara dengan hormat pada isterinj a, jang se- kalipun ada berbua t kesala ban tidak harus dihina dan dimaki- maki karena oran g dapat me- nego; dan memberi peringetan den gan halus da.n manis. pan jang paling pentt~g aka~diper- hatikan adal a h SI sua mi harus brikan pad a isterinja keku asaan akan pegan g prent a h dalam ru- ma h ta ngganja , dengan men urut iapunja kemampuan ia harus kasih pada isterinja barang per- hiasan dan lai n-lain kaperluan jangdisuka in oleh orang perem- puan dan jang biasa dipake menurutad at kebiasaan. Djadi- nja apa jan gBuddha tundjuk se- bagi kewadj iba n ada perlakuan leljara practisch, hingga satu isterijang suaminja mendjalan -

(38)

ka n dengan betul itu Iima ke - wadjiban••paatilah akan merasa sangat ue ru ntllng .

Soa l polygamie tidak dibitja- rakan, teta pi dengan adanjake- wadjiban no 3 berlaku set ia pada isteri, sud a h tjuku p aka n ada kan rillta ngan pada Iela ki jan g mat a kera lldjltllg dengan tida k perduli perasaan hati is- terinja, Tetap i anta ra kaum Budd hist ada banj a kjang ber- isrer i lebi h da ri sa tu, sebab menurut anggepa n bang a T'i- mur itu systee m polyga mie bu - kan bera rti tidak menjinta pa- dan isterijang per ta ma, jang ke- dudukanuj a dun kekuasaa n njati.

da k terganggu ataup un ters ia-sia , bah ka n itu isteri jan g mudaan lia r us menghorma t dan mela- jani padajang tua, Sepert i orang sud a h tahu, ajahnja Buddhaada punj a dua ister i, dua saudara ja ng didjadikan permeisuri, jaitu Mayadewi clan Pradjapati, 70.

X KEWADJIB AN ISTER I TERHADAP SUAMINJA . Lakukan pekerdjaau rumah - tangga setjara pandei, 2. Berlaku manis budi terhadap

suami punja sahabat-saha ba t dansa na k,

:{.Bersetia kepadanja.

", Mendjaga miliknja,

5 Undjuk kepint erandalam men djalankan kewadjiba n-kewa- djibannja,

Berbeda den gan anggepan ata u kebiasaan dari lain.lain agarna dan ntu rau adat. Bud- dha tidak mewa d ji b ka n pada sa tu iste ri aka n bertunduk dan tUTUt prentah suam inj a, dan pada kedua fiha k tidak disebut perkataan "mesti tjinta" jang sebetulnja mema ug tida~.perlu ditetapkan lagi sebab djikalau mereka mendjalankan dengan

71.

.~...

(39)

betul masing -mllsin g punja ke- wodjib an , pr ikatjintaan sudah pasti akan meli p u ti penghidu- pannja,: Itu kewadjiban no 4- mendj a ga miliknja suami, ada sebagi pembalesan dari fihak hteri uutuk itu kekuasaanjang ia dapat akan pegang pre n ta h atas milik suaminja, Dalarn hal mengu r us rumah-tangga setjara pandei, dan undjuk kapin tera n da la m mendjalankan kewadji- bannja, ada terdapat djuga ka- hirna tan, kaberesan, kabersihan, katente ra man dan la in.lai nsifa t jang bisa ditjiptakan oleh se- sua tu ister i ja n g pandei. .

Djuga ada pentin g akan di- perhat ikan itu kewadjiban no 2, jan g menjuru satu isteri undjuk manis budi terhadap aah abat- snha bat dan familiedari suami- nja, Berbeda dari ad at kebia- laall Tion ghoa, itu isteri tidak dimest ikan akan pandang mer- tuanja seb a gi ibu ata u ajahnja

jang kudu dihormaldan diturut sega la titah nja, hanj a sudah tju ku p den gaulIIewlIdjilJkan itu isteri undju k manis budi pada mereka, sifat ma n. sudah pasri ada sampe menjen cng kall pa da orangj.lI~berfrkiran seh at, Da n ini sikap akkuan (sema nak) ing in rnenoloug dan rnerawat pa da sua minj a punj a familie atau saha bat nanti membuat perh u- bungannj a itu sua rni ister i dja- di begitu rnanis dan sempurn a , hinggadalarn rumahtangga akan ter rj ip ta ketentemman dun ke- berka ha n, Dal a m itu perka ta a n

"saha ba t-sa ha bar" ntau "sana k"

da r i sua mi, ten tu djuga ada lermasuk la ng suam i punja Inin ister i kalau seanduinja ads .

Dari ini berb agl-bagi kewa - djiban dalam urusan sua t u is- teri dan lain-lain perhubungall lagi jang ditundjuk oleh Bud- dha, orang pun bisu mengerri jang Buddhjsme BUKAN pela-

73

(40)

djaran untuk mengandjurinma- nusiadjangan menika, djangan tjnri kekajaan, djauhk:m harta dunia, pergi menjingkirke tem- pat sunji, danlain-la insangkaan jang biasa didongengkan oleh oran g-ora ng jang ha njata~1Use- dikit dari seb ela h lua r, Biarl ah sesu da hdisiarkanini keterangau, itu matjam omongan kliru dan njasar ten tang Buddhisme selan- djutnj a tidak sering terde ngar la g i I

XI.- KEWADJIBAN MADJI KAN TERHADAP PEN·

GAWEI . PENGAWEINJ A.

1. Serahkan mereka pekerdjaan ja llg seri mp al sam a tenaga-

nja (kemampnannja) . 2. Berika n pada mere ka makan

atau gadji biar te nt u . 3. Meno lon g merekakapan men-

dapat sakit,

74.

4 Brikan pada mereka kapan ada santapan jallg luar biasa, 5.Hadiahkan pada mereka ba-

rang persenan dalam tem p o- tempo jang tjotjok,

Apa jang Buddha tundjuk di- ala s ini ada kewadjiban jang tid ak bisa disangsikan lagi akan me m b erikeba ibn di segaladja- ma n . Satu madjikan janll dja- lankan dengan betul itu kewa- dj iba n no. 1 tid ak nanti serah- kan peker dj aa n pada satu pen- gaweijang tcnaga, kcpandaian atau kemampuaunja tidak se- tim pal ; bisa menauin itu pen- Kl\wei punja tjape dan lela h hin gga tidak diobrek terus se- per ti kuda grobak, Soal mem- beri gadjih (atau makan] jang tentu dan menolong kapan itu pengawei dapat sakit, mema ng ada djad i kewudjibannja sernua madj ika n jang baik,Tetapijang

~ali llg penting dan menaiik ha-

75.

(41)

I"

i l

ti adalah kewa dj iban no. 4dan no. 5 dirnana sang mad j ikan harus brikanpadat>engaweiatau pelaj a n - pelajannja kapan ada makan a n enak jang luar biasa, dan kasihkan barang persenan da lam temp o-tempo jang tjo- tjok, Ini matjamkebiasaa n pun ad a didjalankanoleh semua ma- djikan jang baik, terutama an- ta ra bangsa Timur, terh itun g djuga orang-orang Tiongboa.

Saban mau Tahun Baru atau Leb aran banjak madjikan ka- sih ha diah pakaian atau lain- lain bara n g persenun pada pen- gaweinuj a, atau sedikitnjavoor- schor, sedang kalu bikin sern- bahjan ga n atau sidekah itu pen- gawei-peugawel, sampe pada pelajanja ngderadja tnjarendah, tidak terke tjuali untuk dapat baginn ma kanan, Djadinja apa jang Buddha adjar sudah men - djadi kebiasaan dari madjika n madjikan jang baik, Jang me- 7

narik perbati an adalah Buddha punja kepa n d ai a n akan atur sa- tu ru ntulan kewadj iba n jang memang sudah tersed ia atau muntjul sendiri dalam ingeta n dari semua madjikan jang pu- nj a pertimbangan lerhadap pen - gaweinj a, hingga maski itu at u- ran disiarkansuda h 25 abadla.

manja, lampe sekarang ting ga l segar dan subur, dan bisa di- paketerus untuk selarna-lam a nj a oleh sernua madj ika njan g mu- rah ha ti,

XII .KEWADJIBANDART SA·

TU PEGAWAI TERHA- DAP MADJIKANNJA.

1.Saban pagi harus bangun le- bih dulu dari madjikannja.

2. Masuk tidU:r blakangan dari tuannja,

3.Anibil ladja apa jang madj i- kannja kasih .

77.

" ,

(42)

•. Dekerdj a bia r baik,

5.Pudj i tuannjapunjakebaikan Apa jang diutarakan di ata- pun ada tjorjoksama kaharusan- nja sa tu pengawei jang baik, Dan ada penting akan diper- ha tika n bagaimana Buddha ti- dak sebut sebagi kewadjiban akan iru pengawei kudu ber- laku setia, tjinta dan membela mati-rnatian pada tuannja, atau pudja dan djundjungtinggi pa- danja, Satu peng awei jang be- kerdja ba ik tidak lantjang ta- ngan, dan sering ingat tuannja punja kebaikan, dengan sendi- rinja rnendjadi berlaku setia, mcnjinta dan menghormat pa- da sang madjikan, Itu pudjian jang terse but dalam 110 5 bu- kan berarti si pengawei kudu agulin atau mengumpak di ha- depa n madjikannja,hanja sudah tju kup djikalu itu kebaikan ia selalu ingat didalam hati arau

78.

omong sama familie dan saha - bat-sahabatnja kapan ada keti - ka jang tjotjok. Biar bagimana pun ini kewadjihan untuk me- mudji sifat-sifat baik dari ma- djikannja ada lebih berg una dari pada menjelah, menjomel da n mernbusukidi belakang j.ng mendj ad i kebiasaandari banjak penga wei djaman sekarang.

Ini duabelas matjam aturan un tuk duabelas tingkatan atau golongan manusia telah dite- rangkan oleh Buddha sendiri dalam satu chotbah jang dina- makan.Sigolovada Su tta dan ada dimuatdalam kitab Sutta Pi ta k a. Dan selainnja duiitu Budd ha pun ada pudjikan seba- gi pakerdjan baik kapan penga - nut Buddhist adakan satu atau bebera pa hari dalam tiap tiap bulan jang digunakan melulu un tuk perhatikan aga ma seperri kabiasaan dari Buddhist Tiong- hoa jang djalankan tjiatjay,

79.

..

",

(43)

sembahjnug, liam-king dan ber- sihkan diri setiap tg. I dan 15 Im lik, Dalam hari-hari jang begitu, ada baik kalu orang me.

lakukan tiga pekerdjaan:

1. Memberi derma pads pen.

dita-pendita dan pengemis-pe- ngemis,

n.

Perhatikan pan tang.panta- ligan jang harus diturut oleh aeol'ang Buddhist.

In .

Menujalankan meditasie dan lain-lain lngi.

Sebagi penutup dari Buddha punja peladjaran ten tang Pri- la ku baik, kita kntip disini apa jang Tuan R. Sukirlan telnh tjeramahkan dalam Klenteng Kwan Im Tong waktu diada- kan peringetan Ashadha pada 22 Juli 1~37. jllng berasal dari kitab Sigalovada Snttanta dan Digh a Nikaya, dalam bagian jang berhubung dengan meme- 80.

lihara atau menjegah musnan]a kekaja an, seperti dibawah ini I

Mcnurut peladjaran Buddha, ad a enam djalan jang bisa mendjndi lantaran dari musna-

~j~ harta bends atau kekajaan, ja itu I

I.Kelelep didalam apa jang bi- sa membikin mabok, 2.Suka melantjong pada djam

atau waktu jang tidak pantas, 3 Kemaruk pada segala maljam

tontonan.

4.Kelelep didalam pendjudian.

5.Bertjampur gaul dengan orang

orang djahat. •

6Suka menganggur atau ma- les bekerdja,

Dlbawah ini keterangan satu demi satu dari itu cnam fasal dia tas I

I Lantaran kelelep di dalam apa jang bisa membikin ma- bok, maka timbullah enam

(44)

,"

/

bahaja :

a. bisa hilang harta benda atau kekajaan,

b. menambah pertjektjokan atau pertengkaran, c. mudah dapat sakit , d. hila ug iapunja watek jang

baik.

e tidak pantas dilihat orang.

f. merugikan altal budinja (ke- sopanan mendjadi rusak), 2. Lantaran suka melantjong

pada djam atauwalttu jang tidak pantas, maka timbul enam bahaja :

dirinja tidak ada jang djaga dan melindungi,

b. isteri dan anak-anaknja pun begitu djuga.

c. demikian pun dengan harta- bendanja,

d. bisa disangka melakukan per buatan jang salah. . e bisa djadi buah tutur jang

tidak baik,

82.

r.

bisa dapat rupa-rupa kesu- karan,

Lantaran kemaruksama ton- tonan, timbullah ena m baha- ja karena pikirannj a sena n-

tiasa memi kirkan sadja : dim ana diadakan dansaatau djoger,

dimana diadakannjanji.nja- nj ian.

dimana diadakan musiek, dima na bakal ada tontonan keramean,

dimana ada ketim pring atau rebana ,

diman a ada gen dan gdipalu , , Lan ta ran kelelep dalam pen- djud ian, maka timbullah

ena m bahaja : .

dj ika meman g ia dibentji.

djika kalah ia dapat susah ka rena hilang keltajaannja.

bisa djadi harta benda atau kekaj aannja betul-betul mus-

83

(45)

I~. ",

I'

.-

na. atau males bekerdja, ada

d. pcrkataannja tidak diindah- enam bahajanja : . kan dimuka pcngadilan(ba- a. di musin hudjan alasan nja rangkali menurut kabiasaan tidak enak bekerdja sebab di India djaman dulu), dingin.

c. dipandang rendah oleh sa- b. di musin panas alasannja habat-sahabatnja, tidak enak bekerdja sebab f tidak disuka oleh orang-orang gerah ,

jang mentjarimantu, c. di·waktu pagi alasannja be- lum temponjabekerdja sebab 5. Lantaran bertjampur gaul masih pagi, ,

dengan orang jang terkenal d. di waatu siang alasannja ti- djahat, djuga ada enam ba- dak bergu na bekerdja sebab

hajanja : terlalu laat ,

a. tiap-tiap pendjudi djadi ia e. kapan habis dahar, lasannj a puuja sah ab a t raper, tidak enak bckerdja sebab b. tiap-tiap tukangbergelanda- masih kenjang.

ligan mendjadi ia punja te- f. kapan belum makan, alasan

men. nja tidak enak bekerdja se-

c. tiap-tiap pemabokan idem. bab lapar perut kosong, d. tiap-tiap penipu idem.

e. tiap-tiap pembohong idem. Kesimpulan pakerdjaan jang f. tiap·tiap orang jang suka harus dikerdjakan dibikin ter- merampas idem. len tar, kekajaannja tidak ber- tambah, bahkan jang sudah ada 6. Lantaran suka meoganggur mendj ad i musna,

84. 8~.

(46)

, ' .

I

Inilab ada en am bahaja da- djangan menika, djangan pe- lam penghidupau dunia jan! g~ng uang dan ha~';ls menjing- mauusia harus djaga dan per, kir ke tempat SUUJI, adjaran hatikan, menurut penguudjukan man~, ka~an ,s~aadenja orang dari sang Buddha. turutiu, bisa bikin dalam tem- Dari ini berbag i-bagi penga- po satu setengah abad dunia djaran orang dapat Iibat jan g ini tidak ada manusia lagi, Itu dalam Budd hisme ada terdapat eladjaran tinggi hanja disedia•.

pengun dj ukan untuk manu sia an bagi merekajaug"sampetju- mendapat kesutjian jang pali ng up ku~t akan mernandjat ke tinggi hingga bisa sa mpekan ~as punlJ~k kalempurnaan,jang Nirwana, dan ad djuga ka te- jumlahnj a memang sedikit se- rangan tentang kewadj ib anjang ali, Bagi kaum Buddhist jang harus didjalankan dalnm peng- eba nj a ka n , sudah tjukup de- hidu pan dunia , te.rhilungdjuga g~n pela~jar~n untuk berlaku pendjaganu supaja har ta atau aik, supaja bisa mendjalankan miliknja djangan sam pe men- ewadji ban sebagi kepala ru.

djadi musna dengan s.i,a.sia. ,nah.t~ngga. jait~ melind ungi Buddha ada peujrar dar i amilie dan mendjadl anggota Dharma atau Peladj aran dar i ~ng berharga dalam pergaulan Kabenaran jang ber dasar alas iidup, Bel'hareng dengan itu, pikiran sehat; maka la samp~ uddhn bikin mcreka insjef pa- mengerti sifat dan watek dari a tudjuan dari ini kehidupan manusia, hingga fidak nanti be- upaJa mereka rnengerti keman~

gitu fanatiek untuk suru sernua est! bertindak kapan sudah orang melepaskan keduniaan, iendapat itu andjurau rahasia

86. 87.

Referensi

Dokumen terkait

Itoe kabaran samoea telah sampe di kantooran- llja Ko 11 Ke Tay Hak Soe Lauw Yong, di mana izii mantri toewa jan'g meliat irri ada satoe hal j 8f1,g tida bole diboewat permacnan,

ngewuln pergl· datenQ pada dloeroellD rlmba. Achlr· achlrn/a Khoen Loeo Lo Dlln la- loe menggoenaken tangann/a menepok latoe , lult dl betoelan atill kepaJaDla lang

bahoea pertempoeran jang. ake.n tcrdJ~dl, sekall poen tida ditetepken tanggal~Ja sepertl doeloean, tapi Twie-in-sioe ia harep dJangan semba~angan dilepaskell, maka

Cohen dikalahkan, tetapi dalam pemeriksaan perkara tingkatan bandingan, Geredhtshof di Amsterdam, liindenbaum dikalahkan, berdasar atas jurisprudensi jang dulu-dulu

lah pad a terboekah, marika laloe doedoek berhadep-hadepan.. Achir-achir marika berdoea naek ke pem- baringan, dan teroes tidoer. Biarlah kita tinggalken marika jang

singkirken satoe bahaja besar bagl oemQern Tapi siapa taoe Siauw Lay TjoEl p'o~njft kq- pa~dean ada sanget tinggi sekali, akoe tida brani sembarangan toeroen

Sekarang akoe maoe menanla pada kaoe, apa betoei lang kaoe leblh soeks tjari blnl orang jang melarat dan kaloe blea lang soe::ia perna dapec hlnahan dengen tIara tlda adll..

Bagian jang berhahaja pada kampuh las, seperti djuga pada profil itu sendiri ialah bagian jang terletak tepat dibawah flens dimana tegangan geser bergabung dengan tegangan miring p