KREDIT PERBANKAN A. Kredit
D. Kewenangan Notaris/PPAT Mengeluarkan Covernote
Notaris dan PPAT merupakan suatu jabatan yang berbeda dimana mempunyai kewenangan masing-masing yang berbeda pula, akan tetapi notaris dan PPAT merupakan jabatan yang dalam praktek dapat dimiliki sekaligus oleh seseorang.
Berikut perbedaan pengertian notaris dan PPAT:
1. Notaris, berdasarkan Pasal 1 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Jabatan Notaris bahwa notaris adalah pejabat umum yang berwenang untuk membuat akta autentik dan memiliki kewenangan lainnya sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang ini atau berdasarkan undang-undang lainnya.Menurut G.H.S. Lumban tobing bahwa notaris adalah pejabat umum yang berwenang untuk membuat akta otentik mengenai semua perbuatan, perjanjian, dan ketetapan yang diharuskan oleh peraturan
68Hasil Wawancara Bank Rakyat Indonesia Tanggal 13 Bulan 8 Tahun 2018.
undangan dan/atau yang dikehendaki oleh yang berkepentingan untuk ditanyakan dalam akta otentik, menjamin kepastian tanggal pembuatan akta menyimpan akta, memberikan grosee, salinan dan kutipan akta, semuanya itu sepanjang pembuatan akta-akta itu tidak juga ditugaskan atau dikecualikan kepada pejabat lain atau orang lain yang ditetapkan oleh Undang-Undang.69 2. PPAT, berdasarkan Pasal 1 Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2016
tentang Pejabat Pembuat Akta Tanah bahwa PPAT adalah pejabat umum yang diberi kewenangan untuk membuat akta-akta otentik mengenai perbuatan hukum tertentu mengenai hak atas tanah atau Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun.Menurut Urip Santoso bahwa PPAT adalah pejabat umum yang diangkat dan diberhentukan oleh Kepada Badan Pertanahan Nasioanal Republik Indonesia yang diberi kewenangan untuk membuat akta perbuatan hukum tertentu mengenai hak atas tanah atau hak milik atas satuan rumah susun.70
Kewenangan notaris diatur oleh undang-undang jabatan notaris dan kewenangan PPAT diatur peraturan pemerintah pejabat pembuat akta tanah. Berikut kewenangan-kewenangan yang diatur secara garis besar yang diberikan kepada notaris dan PPAT berkaitan dengan perjanjian:
1. Kewenangan notaris, antara lain:
a. Membuat akta otentik suatu perjanjian dimana akta otentik tersebut dapat berupa akta partij dan akta relas;
69G.H.S. Lumban Tobing, Peraturan Jabatan Notaris, Erlangga, Jakarta, 1983, h. 31.
70Urip Santoso, Pejabat Pembuat Akta Tanah, Kencana, Jakarta, 2016, h. 61.
b. Membuat legalisasi suatu akta perjanjian dibawah tangan;
c. Membuat warmeking suatu akta perjanjian dibawah tangan.
2. Kewenangan PPAT, antara lain:
a. Akta jual-beli atas hak tanah;
b. Akta tukar-menukar atas hak tanah;
c. Akta hibah atas hak tanah;
d. Akta pemasukan kedalam perusahaan atas hak tanah;
e. Akta pembagian hak bersama atas hak tanah;
f. Akta pemberian hak tanggungan atas hak tanah;
g. Akta pemberian hak guna bangunan atas tanah hak milik;
h. Akta pemberian hak pakai atas tanah hak milik.
Berdasarkan kewenangan dapat diketahui bahwa notaris dapat membuat akta otentik dimana akta tersebut terdiri dari dua jenis yaitu akta partij dan akta relas, berikut pengertiannya:
1. Akta partij/para pihak adalah akta yang bersikan mengenai apa yang terjadi berdasarkan keterangan yang diberikan oleh para penghadap kepada notaris dalam artian mereka menerangkan dan menceritakan kepada notaris dan untuk keperluan tersebut sengaja datang kepada notaris agar keterangan atau perbuatan tersebut dinyatakan oleh ntoaris agar keterangan atau perbuatan tersebut dinyatakan oleh notaris di dalam suatu akta notaris yang para penghadapnya menandatangani akta tersebut.71
71Herlien Budiono, Dasar Teknik Pembuatan Akta Notaris, Citra Aditya Bakti, Bandung, 2014, h. 7.
2. Akta relas adalah bentuk akta yang dibuat untuk bukti otentik tindakan yang dilakukan atau suatu keadaan yang dilihat atau disaksikan sendiri oleh notaris di dalam menjalankan jabatannya sebagai notaris. Akta relas dikenal juga akta yang dibuat oleh notaris.72Berkaitan dengan akta relaas bahwa dapat dibuat jika bentuknya ada ditentukan dalam undang-undang jabatan notaris atau undang-undang lainnya hal tersebut sesuai dengan Pasal 15 Undang-Undang Jabatan Notaris Nomor 2 Tahun 2014 tentang Jabatan Notaris.
Menurut Victor M. Situmorang dan Cormentya Sitanggang perbedaan dari kedua akta itu adalah:
1. Akta relaas dibuat oleh pejabat, sedangkan akta para pihak dibuat oleh para pihak dihadapat pejabat, atau para pihak meminta bantuan pejabat itu untuk membuat akta yang mereka inginkan tersebut.
2. Dalam Akta Para Pihak, Para pejabat Pembuat Akta Sama sekali tidak pernah memulai inisiatif, sedangkan dalam akta relaas, pejabat pembuat akta itu kadang-kadang yang memulai inisiatif untuk membuat akta itu.
3. Akta para pihak harus ditandatangani oleh para pihak dengan ancaman kehilangan sifat otentiknya, sedangkan akta relaas tanda tangan demikian tidak merupakan keharusan.
4. Akta para pihak berisikan keterangan yang dikehendaki oleh para pihak yang membuat atau menyuruh membuat akta itu, sedangkan akta relaas berisikan keterangan tertulis dari pejabat yang membuat akta itu sendiri.
5. Kebenaran dari isi akta relaas tidak dapat diganggu gugat kecuali dengan menuduh bahwa akta itu palsu, sedangkan kebenaran isi akta para pihak dapat diganggu gugat tanpa menuduh kepalsuan akta tersebut.73
Berdasarkan pengertian dan perbedaan kewenangan tersebut dapat diketahui notaris dan PPAT berbeda walaupun dalam prakteknya jabatan notaris dan PPAT seseorang dapat menjabat sekaligus. Menurut Abidin S Panggabean, PPAT dapat diketahui merupakan jabatan yang hanya berwenang dalam peralihan hak atas tanah
72Ibid.,h. 8.
73Victor dan Cormentyna Sitanggang, Grosse Akta Dalam Pembukitan dan Eksekutorial, Rineka Cipta, Jakarta, 1993, h. 30-31.
dan peralihan hak atas tanah hanya wewenang PPAT dan sedangkan notaris merupakan pejabat umum berwenang membuat segala jenis akta otentik kecuali ditentukan lain oleh undang-undang.74
Kewenangan notaris dalam membuat akta jaminan fidusia diatur oleh Pasal 5 Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia dan kewenangan PPAT dalam membuat akta hak tanggungan diatur berdasarkan Pasal 1 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggunan. Berdasarkan peraturan tersebut dapat diketahui bahwa kewenangan dalam pembuatan perjanjian dengan objek jaminan tanah yaitu perjanjian hak tanggungan merupakan kewenangan PPAT dan sedangkan perjanjian jaminan fidusia merupakan kewenangan notaris.
Berdasarkan uraian kewenangan yang diberikan oleh undang-undang jabatan notaris dan peraturan pemerintah pejabat pembuat akta tanah bahwa dapat diketahui tidak mengatur mengenai kewenangan dalam membuat covernote namun dalam praktek pencairan kredit oleh Bank, covernote dapat dijadikan sebagai dasar pencairan kredit oleh Bank walaupun proses pendaftaran jaminan yang belum selesai.
Berdasarkan hal tersebut dapat dipahami bahwa walaupun tidak ada kewenangan notaris/PPAT dalam mengeluarkan covernoteyang diatur oleh undang-undang jabatan notaris dan peraturan pemerintah pejabat pembuat akta tanah, covernoteyang dibuat oleh notaris/PPAT namun diakui dalam praktek pencairan kreditdi perbankan.
Bank dalam prakteknya secara tidak langsung telah memberikan kewenangan kepada notaris/PPAT untuk mengeluarkan suatu covernote yang dimana berdasarkan covernote tersebut bank mempercayai sebagai dasar untuk pencairan
74Hasil Wawancara Notaris/PPAT Abidin S Panggabean Tanggal 18 Bulan 8 Tahun 2018.
kredit.75Berdasarkan hal tersebut dapat diketahui bahwa kewenangan notaris/PPAT dalam mengeluarkan covernote merupakan kewenangan berdasarkan hukum kebiasaan yang terjadi dalam pencairan kredit di perbankan.
Covernote adalah keterangan yang dibuat oleh notaris/PPAT. Ciri-cirinya ada
kop surat notaris, ada nomor surat, tanggal, keterangan isi surat, tanda tangan notaris, cap notaris. Menurut Indra Sakti Tarigan, covernote keterangan waktu penyelesaian, lama pengerjaan, biaya notaris. Berdasarkan hal maka dapat diketahui bahwa covernote dalam praktek notaris dipergunakan dalam banyak hal yang berkaitan
keterangan dengan tugas dan jabatannya.
Menurut Indra Sakti Tarigan, covernote dalam praktek perkreditan perbankan dipergunakan sebagai keterangan penyelesaian akta hak tanggungan ataupun sertifikat hak milik.76 Akta hak tanggungan dan sertifikat hak milik merupakan dasar pencairan kredit karena hal tersebut merupakan suatu jaminan suatu perjanjian kredit sehingga dapat dipahami bahwa covernote sebagai keterangan mengenai objek jaminan dasar pencairan kredit tersebut.
Menurut Indra Sakti Tarigan, covernote dalam praktek pencairan kredit perbankan melampirkan dokumen-dokumen yang mendukung keterangan-keterangan yang ada dalam covernote tersebut.77Dokumen-dokumen yang dilampirkan merupakan bentuk penerapan kehatian-kehatian notaris dalam memberikan suatu keterangan tersebut. Notaris merupakan profesi kepercayaan oleh karena dalam
75Hasil Wawancara Notaris/ PPAT Indra Sakti Tarigan Tanggal 2 Bulan 5 Tahun 2018.
76Hasil Wawancara Notaris/ PPAT Indra Sakti Tarigan Tanggal 2 Bulan 5 Tahun 2018.
77Hasil Wawancara Notaris/ PPAT Indra Sakti Tarigan Tanggal 2 Bulan 5 Tahun 2018.
menjalankan tugasnya termasuk dalam memberikan suatu keterangan harus lah berhati-hati agar tidak salah dapat membuat keterangan.
Kedudukan notaris dalam masyarakat adalah sebagai suatu fungsionaris.
Seorang notaris dianggap sebagai seorang pejabat tempat seseorang dapat memperoleh nasihat yang boleh diandalkan. Segala sesuatu yang ditulis serta ditetapkan notaris adalah benar, notaris adalah pembuat dokumen yang kuat dalam suatu proses hukum.78 Berdasarkan hal tersebut dapat dipahami apabila seorang notaris membuat suatu covernote yang tidak benar atau keterangannya salah walaupun hal tersebut bukan merupakan akta otentik akan mengakibatkan buruknya kedudukan notaris dalam masyarakat.
Kebutuhan orang terhadap notaris karena setiap masyarakat membutuhkan seseorang (figuur) yang keterangannya dapat diandalkan, dapat dipercayai, yang tanda tangannya serta segelnya (capnya) memberi jaminan dan bukti kuat, seorang hali yang tidak memihak dan penasihat yang tidak ada cacatnya (onkreukbaar atau unimpeachable), yang tutup mulut, dan membuat suatu perjanjian yang dapat
melindunginya di hari-hari yang akan datang. 79Covernote dapat dibuat oeh seorang karena dapat dipahami notaris merupakan figuur yang keterangannya dapat diandalkan
Menurut Abidin S Panggabea, covernote dalam prakteknya boleh diminta oleh kedua belah pihak akan tetapi dalam praktek kredit perbankan yang lebih sering
78Tan Thong Kie, op.cit., h. 444.
79Tan Thong Kie, op.cit, h. 449.
meminta covernote adalah bank.80 Berdasarkan hal tersebut dapat dipahami bahwa yang meminta untuk membuat keterangan covernote sebagai dasar pencairan kredit tersebut adalah bank itu sendiri bukan para pihak yang ingin menerima fasilitas kredit. Berdasarkan hal tersebut maka dapat diketahui juga apabila covernote terdapat keterangan yang merugikan bank sebagai kreditur bukanlah atas permintaan debitur.
Menurut Indra Sakti Tarigan, covernote dalam berdasarkan prakteknya diterima di Bank Mandiri, Bank Tabungan Negara, Bank Mestika, Bank Mega, Bank Sampoerna bahkan menurutnya semua bank menerima covernote sebagai keterangan untuk dapat menjadi salah satu dasar pencairan kredit.81Menurut Indra Sakti Tarigan, covernote dalam praktek perkreditan selain bank juga diterima dalam pencairan kredit
dalam koperasi misalnya koperasi sahabat UKM. 82Covernote merupakan keterangan notaris yang tidak hanya dikenal dalam bank akan tetapi beberapa kegiatan usaha yang memberikan fasilitas kredit.
Menurut Lindawani Girsang, covernotehanya mengikat jangka waktu proses penyelesaian surat-surat yang berkaitan dengan jaminan kredit dan sanksi yang diberikan oleh pihak bank hanya berupa citra buruk pelayanan notaris tersebut sehingga dikemudian hari pelayanan notaris tersebut tidak dipergunakan lagi oleh bank bersangkutan karena covernote merupakan permintaan bank dan atas permintaan tersebut bank tidak akan memberikan sanksi apabila keterangan tersebut tidak selesai sesuai dengan isi keterangan covernote.83
80Hasil Wawancara Notaris/ PPATAbidin S Panggabean Tanggal 18 Bulan 8 Tahun 2018.
81Hasil Wawancara Notaris/ PPAT Indra Sakti Tarigan Tanggal 2 Bulan 5 Tahun 2018.
82Hasil Wawancara Notaris/ PPAT Indra Sakti Tarigan Tanggal 2 Bulan 5 Tahun 2018.
83Hasil Wawancara Notaris/ PPAT Lindawani Girsang Tanggal 17 Bulan 8 Tahun 2018.
Menurut Indra Sakti Tarigan, covernote yang asli diberikan kepada pihak yang meminta keterangan sedangkan copy covernote disimpan oleh notaris.
Covernote juga diberikan nomor surat. Nomor surat tersebut dimasukkan kedalam
daftar surat yang dikeluarkan oleh notaris.84
Berdasarkan uraian diatas dapat diketahui bahwa undang-undang tentang jabatan notaris, dan peraturan pemerintah tentang pejabat pembuat akta tanah bahwa tidak ada mengatur mengenai kewenangan notaris/PPAT dalam pembuatan covernote. Berdasarkan hal tersebut dapat dipahami bahwa covernote merupakan
keterangan yang dibuat oleh notaris/PPAT yang tidak ada diatur oleh undang-undang mengenai kewenangan tersebut akan tetapi kewenangan notaris/PPAT dalam membuat covernote diakui dalam praktek perkreditan di perbankan karena notaris/
PPAT merupakan jabatan yang dapat dipercaya oleh perbankan dalam memberikan suatu keterangan.
Kepercayaan bank terhadap notaris/PPAT dalam membuat keterangan termasuk covernote menjadi kebiasaan dalam praktek perbankan dalam hal pencairan pemberian fasilitas kredit oleh bank terhadap debitur. Berdasarkan kebiasaan pembuatan covernote oleh notaris dalam prakteknya tidak sembarang notaris akan tetapi covernote yang dibuat oleh notaris kepercayaan bank atau notaris rekanan bank.85
84Hasil Wawancara Notaris/PPAT Indra Sakti Tarigan Tanggal 2 Bulan 5 Tahun 2018.
85Hasil Wawancara Bank Rakyat Indonesia Tanggal 13 Bulan 8 Tahun 2018.
BAB III
KEPASTIAN HUKUM COVERNOTE YANG DIKELUARKAN OLEH