FEBRUARI
Akselerasi penyaluran Dana BOS dan Dana Desa secara langsung ke rekening sekolah dan Rekening Kas Desa
Selaras dengan APBN TA 2020, kebijakan TKDD difokuskan untuk mendukung akselerasi peningkatan SDM, infrastruktur, dan daya saing daerah. Untuk mendukung hal tersebut, penyaluran TKDD TA 2020 didesain berbasis kinerja dan dilakukan percepatan dengan transfer langsung agar dana segera digunakan untuk pencapaian output/outcome, dengan tetap menjaga tata kelola dan akuntabilitas. Salah satu bentuknya adalah penyaluran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dilakukan dari Rekening Kas Umum Negara (RKUN) langsung ke Rekening Sekolah. Dengan demikian, sekolah dapat lebih cepat menerima dan menggunakan Dana BOS tersebut untuk
FEBRUARY
Acceleration of direct distribution of BOS Funds and Village Funds to school accounts and Village Cash Accounts
In line with the 2020 State Budget (APBN), the TKDD policy focused on supporting accelerated improvements in human resources, infrastructure, and regional competitiveness. To support this, the distribution of 2020 TKDD was designed to be performance-based and accelerated by direct transfers so that the funds are immediately used to achieve output/outcome, while maintaining governance and accountability. This includes the transfer of School Operational Assistance Funds (BOS) made from the State General Cash Account (RKUN) directly to school accounts. Thus, schools could immediately receive and use the BOS Fund for school operations.
Perubahan fundamental juga dilaksanakan pada pengelolaan Dana Desa. Mulai tahun 2020, Dana Desa akan diterima langsung oleh Desa karena penyaluran Dana Desa dari RKUN ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) dan dari RKUD ke Rekening Kas Desa dilakukan bersamaan dan semua transaksi penyaluran dilakukan oleh KPPN setempat setiap minggunya dengan persyaratan yang lebih sederhana. Melalui mekanisme ini, Dana Desa akan lebih cepat diterima desa dan tanpa menunggu semua desa siap salur. Namun, Pemerintah Daerah tetap memiliki peran penting yakni dalam verifikasi dokumen penyaluran yang dibuat oleh desa.
MARET
1. Standar Harga Satuan Regional
Sebagai bagian dari paket kebijakan reformasi keuangan daerah, Pemerintah menerbitkan Perpres 33/2020 tentang Standar Harga Satuan Regional (SHSR) yang menjadi pedoman bagi daerah dalam menetapkan unit cost dalam APBD mulai tahun 2021. Dalam SHSR diatur batasan nilai untuk 5 (lima) komponen utama belanja birokrasi yakni:
(i) honorarium, (ii) perjalanan dinas, (iii) rapat/
pertemuan, (iv) pengadaan kendaraan dinas, dan (v) pemeliharaan. Perpres 33/2020 diharapkan dapat menjadi alat untuk mempengaruhi spending behaviour Pemerintah daerah guna meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan produktivitas belanja daerah.
2. Refocusing Penggunaan Sebagian TKDD untuk Penanganan COVID-19
Dalam rangka mendorong daerah melakukan langkah antisipatif pencegahan/penanganan COVID-19, Pemerintah menetapkan PMK 19/
PMK.07/2020 dan KMK 6/KM.7/2020, untuk memberikan keleluasaan bagi daerah untuk menggunakan dana TKDD seperti DBH CHT,
Fundamental changes also occurred in the management of the Village Fund. Starting in 2020, the Village Fund will be received directly by the Village because the distribution of Village Funds from the RKUN to the Regional General Cash Account (RKUD) and from the RKUD to the Village Cash Account is carried out simultaneously and all distribution transactions are carried out by the local KPPN every week with simpler requirements. Through this mechanism, the Village Fund will be received by villages immediately and without waiting for all villages to be ready for distribution. However, the Regional Government still has an important role in verifying the distribution documents prepared by the villages.
MARCh
1. Regional Unit Price Standards
As part of the regional financial reform policy package, the Government issued Presidential Regulation 33/2020 concerning Regional Unit Price Standards (SHSR) which serve as guidelines for regions in determining unit costs in the APBD starting in 2021. In the SHSR, value limits are set for 5 (five) main components of bureaucratic expenditure, namely: (i) honorarium, (ii) official travel, (iii) meetings, (iv) procurement of official vehicles, and (v) maintenance. Perpres 33/2020 is expected to be a tool to influence regional government spending behavior to improve the efficiency, effectiveness, and productivity of regional spending.
2. Refocusing the Use of TKDD Portion for Handling COVID-19
In order to encourage regions to take anticipatory steps for prevention/handling of COVID-19, the Government established PMK 19/PMK.07/2020 and KMK 6/KM.7/2020 to provide flexibility for regions to use TKDD funds, such as DBH CHT, DBH SDA Migas for Otsus, infrastructure expenditure
kilas kebijakan tahun 2020
Policy Highlights 2020
maupun Non Fisik untuk diarahkan kepada kegiatan pencegahan/penanganan dampak COVID-19.
Selanjutnya, secara intensif DJPK berperan dalam melakukan monitoring terhadap implementasi kebijakan dimaksud.
APRIL
1. Realokasi - Refocusing Penggunaan dan Relaksasi Penyaluran TKDD
a. Realokasi dan Refocusing Penggunaan TKDD Kebijakan realokasi dan refocusing penggunaan
TKDD yang ditetapkan dengan PMK 35/
PMK.07/2020, antara lain meliputi: (i) Sisa DBH DR yang masih terdapat di RKUD dapat digunakan maksimal 25 persen untuk penanganan COVID-19, (ii) DAK Fisik Bidang Kesehatan dapat digunakan untuk Pembangunan ruang isolasi, pengadaan ventilator, mobile X-ray, (iii) Perluasan menu BOK untuk penanganan COVID-19, yaitu biaya surveilans dan pengiriman pengujian specimen, (iv) pengalokasian BOK Tambahan untuk Insentif Tenaga Kesehatan Daerah, (v) refocusing Dana Desa untuk BLT Desa, dan refocusing penggunaan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan untuk penanganan COVID-19.
b. Relaksasi Penyaluran TKDD
Kebijakan relaksasi penyaluran TKDD melalui:
(i) Penetapan Alokasi Sementara Kurang Bayar DBH TA 2019 berdasarkan prognosis realisasi penerimaan negara yang dibagihasilkan TA 2019, (ii) Relaksasi penyaluran DAK Fisik (3 (tiga) Subbidang di DAK Kesehatan dapat dilakukan penyaluran secara sekaligus), DAK Non Fisik (Persyaratan penyaluran Dana BOK tahap I digeser menjadi persyaratan penyaluran tahap II), dan (iii) penyaluran Dana Desa dilakukan relaksasi penyaluran dimana Dana Desa bulanan dapat disalurkan sebanyak 2 kali dalam sebulan.
of COVID-19 impact. Furthermore, DJPK intensively monitors the implementation of the said policy.
APRIL
1. Reallocation - Refocusing the Use and Relaxation of TKDD Distribution
a. Reallocation and Refocusing the Use of TKDD The policy of reallocation and refocusing
of TKDD use as stipulated by PMK 35/
PMK.07/2020 includes: (i) The remaining DBH DR still in RKUD can be used at maximum 25 percent for handling COVID-19, (ii) Physical DAK for Health Sector can be used for construction of isolation rooms, provision of ventilators, mobile X-rays, (iii) Expansion of the BOK menu for handling COVID-19, namely the cost of surveillance and delivery of specimen testing, (iv) allocation of Additional BOK for incentives for regional health workers, (v) refocusing the Village Fund for Village BLT, and refocusing the use of the Special Autonomy Fund and the Privilege Fund for handling COVID-19.
b. TKDD Distribution Relaxation
The relaxation policy for TKDD distribution through: (i) Determination of Temporary Underpaid Allocation of DBH FY 2019 based on the prognosis of state revenue realization that was shared in FY 2019, (ii) Relaxation of physical DAK distribution (3 (three) Sub-sectors in Health DAK can be distributed simultaneously), Non-Physical DAK (The requirements for BOK Fund distribution for phase I are shifted to requirements for distribution for phase II, and (iii) relaxation of Village Fund distribution, in which the monthly Village Funds can be
kilas kebijakan tahun 2020
Policy Highlights 2020
c. Mendorong refocusing APBD
DJPK juga secara aktif bekerjasama dengan Kemendagri untuk mendorong percepatan refocusing/penyesuaian APBD Tahun 2020.
Melalui SKB Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri, pemerintah daerah didorong untuk segera melakukan penyesuaian APBD, antara lain penghematan terhadap belanja pegawai, belanja barang dan jasa, serta belanja modal, kemudian direalokasi untuk penanganan kesehatan, bansos, dan pemulihan ekonomi.
2. Insentif Tenaga Kesehatan Daerah
Pengalokasian Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Tambahan untuk memberikan insentif bagi tenaga kesehatan yang turun langsung menangani COVID-19 dengan besaran insentif per orang per bulan (1) Dokter Spesialis maks Rp15.0000.000, (2) Dokter Umum dan Gigi maks Rp10.000.000, (3) Bidan dan Perawat maks Rp7.500.000, (4) Tenaga Kesehatan Lainnya maks Rp5.000.000.
Anggaran Insentif Tenaga Kesehatan Daerah Rp4.645,2 miliar, dialokasikan melalui BOK Tambahan Rp3.700 miliar dan Cadangan BUN Rp945,2 miliar. Adapun jumlah tenaga kesehatan yang mendapatkan insentif tersebut berjumlah 338.023 tenaga kesehatan.
MEI
Dukungan PEN untuk Pemerintah daerah melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa
BLT Desa diberikan kepada masyarakat desa yang miskin atau tidak mampu yang terdampak pandemi.
BLT Desa diberikan selama 9 bulan dengan besaran Rp600.000/KPM/bulan selama 3 bulan pertama dan Rp300.000/KPM/bulan selama 6 bulan berikutnya.
c. Encourage APBD refocusing
DJPK also actively collaborated with the Ministry of Home Affairs to accelerate the refocusing/
adjustments of the 2020 APBD. Through the Decree of the Minister of Finance and the Minister of Home Affairs, regional governments are encouraged to immediately make APBD adjustments, including savings on personnel spending, goods and services expenditures, and capital expenditures, and to allocate the funds for management of healthcare, social assistance, and economic recovery.
2. Incentives for Regional Health Workers
Allocation of Additional Health Operational Assistance (BOK) to provide incentives for health workers who are directly involved in handling COVID-19 with an incentive amount per person per month (1) Specialist doctor, max Rp15.000.000, (2) General practitioner and dentist, max Rp10,000,000, (3) Midwives and nurses, max IDR 7,500,000, (4) Other Health Workers, max IDR 5,000,000.
Incentive Budget for Regional Health Workers amounted to Rp4,645.2 billion, allocated through additional BOK of Rp3,700 billion and BUN reserves of Rp945.2 billion. The number of health workers who received the incentive was 338,023 health workers.
MAY
PEN support for regional governments through Village Direct Cash Assistance (BLT)
Village BLT is given to poor or underprivileged village communities affected by the pandemic. Village BLT is given for 9 months at an amount of Rp600,000/KPM/
month for the first 3 months and IDR 300,000/KPM/
month for the following 6 months.
kilas kebijakan tahun 2020
Policy Highlights 2020
Selain itu, diberlakukan pula relaksasi penyaluran Dana Desa dimana Dana Desa bulanan dapat disalurkan dalam rentang waktu 2 (dua) pekan.
JUNI
1. Dukungan PEN untuk Pemerintah daerah melalui Cadangan DAK Fisik
Dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi, dialokasikan Cadangan DAK Fisik untuk melaksanakan kembali sebagian DAK Fisik yang sebelumnya sempat dihentikan. DAK Fisik yang dipulihkan dikhususkan untuk kegiatan yang melibatkan stakeholder lokal secara optimal, seperti penyedia/pengembang lokal, menggunakan material lokal dan diupayakan banyak menyerap tenaga kerja lokal, serta selesai dalam waktu 5 bulan.
Alokasi Cadangan DAK Fisik Rp8,72 triliun terdiri dari:
• Bidang Infrastruktur Rp6,34 triliun (Bidang Jalan, Air Minum, Irigasi, Air Minum, Sanitasi, dan Perumahan dan Permukiman);
• Bidang Ketahanan Pangan Rp0,87 triliun (Bidang Pertanian dan Kelautan & Perikanan); dan
• Bidang Pariwisata dianggarkan Rp593,99 miliar.
2. Simplifikasi Pelaporan Pemerintah Daerah
Simplifikasi pelaporan dilakukan melalui penetapan Peraturan Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Nomor 5/PK/2020 tentang Proses Bisnis Penyederhanaan Pelaporan Data Bulanan Pemerintah Daerah melalui Data Transaksi Pemerintah Daerah pada tanggal 30 Juni 2020.
Dengan terbitnya Peraturan tersebut, Pemerintah Daerah yang sudah terkoneksi dengan SIKD melalui skema interkoneksi data transaksi tidak perlu lagi menyampaikan laporan bulanan dengan cara upload manual, melainkan melalui Sinergi. Laporan
In addition, a relaxation of Village Funds distribution was implemented, where the monthly Village Funds could be distributed within a period of 2 (two) weeks.
JUNE
1. PEN support for regional governments through the Physical DAK Reserve
To support economic recovery, the Physical DAK Reserve was allocated to re-implement a part of the Physical DAK that was previously suspended. The restored Physical DAK was allocated for activities that optimally involve local stakeholders, such as local providers/developers, the use of local materials, and the absorption of most local labor, and was completed within 5 months.
The allocation of Physical DAK reserves of Rp8.72 trillion consists of:
• Infrastructure sector Rp6.34 trillion (Roads, Drinking Water, Irrigation, Drinking Water, Sanitation, and Housing and Settlements Sectors);
• Food Security Rp0.87 trillion (Agriculture and Marine & Fisheries Sectors); and
• Tourism sector budget of Rp593.99 billion.
2. Simplification of Regional Government Reporting Simplification of reporting was carried out through the enactment of Regulation of the Director General of Fiscal Balance Number 5/PK/2020 concerning Business Processes of Simplifying Regional Government Monthly Data Reporting through Regional Government Transaction Data dated June 30, 2020. With the issuance of this Regulation, Regional Governments that are already connected to SIKD through transaction data interconnection scheme of no longer needs to submit monthly reports by manual upload, but through Sinergi.
kilas kebijakan tahun 2020
Policy Highlights 2020
JULI
1. TKDD dan Percepatan Belanja Daerah dalam rangka penanganan COVID-19 dan membantu pemulihan ekonomi daerah
Untuk membantu daerah dalam melakukan percepatan belanja daerah dalam rangka penanganan pandemi COVID-19, pada semester dua, DJPK kembali melakukan relaksasi penyaluran seluruh jenis dana TKDD melalui diterbitkannya PMK 101/PMK.07/2020. Dengan adanya kebijakan ini, maka penyaluran TKDD ke daerah mengalami percepatan. Tercatat, di bulan September 2020, penyaluran TKDD telah mencapai lebih dari 80 persen, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya
2. Pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Selain mendorong belanja daerah melalui relaksasi penyaluran, DJPK juga secara aktif bekerjasama dengan Kemendagri dan Kemensos untuk melakukan perbaikan dan pemutkahiran data penduduk miskin dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), yang ditandai dengan penetapan SKB Menteri Keuangan, Menteri Sosial, dan Menteri Dalam Negeri Nomor: 360.1/KMK/2020, Nomor: 1 Tahun 2020, Nomor: 460-1750 Tahun 2020 tentang Dukungan Percepatan Pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial oleh Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota ditetapkan pada tanggal 28 Juli 2020. Dengan pemutakhiran data penduduk miskin tersebut, diharapkan penyaluran bantuan sosial dapat dipercepat dan tidak tumpang tindih.
AGUsTUs
1. PKS Optimalisasi Pemungutan Pajak Pusat dan Pajak Daerah
Sinergi merupakan salah satu kunci dalam menghadapi tantangan pemungutan pajak. Untuk itu, DJPK sebagai perumus kebijakan PDRD di tingkat nasional telah menginisiasi Perjanjian
JULY
1. TKDD and Acceleration of Regional Expenditure for handling COVID-19 and assisting regional economic recovery
To assist regions in accelerating regional spending for handling the COVID-19 pandemic, in the second semester, DJPK relaxed the distribution of all types of TKDD funds through the issuance of PMK 101/
PMK.07/2020. With this policy, the distribution of TKDD to the regions has accelerated. It was noted that in September 2020, TKDD distribution had reached more than 80 percent, higher than the same period in the previous year.
2. Updating the Integrated Social Welfare Data
In addition to encouraging regional spending through relaxation of distribution, DJPK is also actively collaborating with the Ministry of Home Affairs and the Ministry of Social Affairs to improve and update data on the poor in Integrated Social Welfare Data (DTKS), which is marked by the stipulation of Decree of the Minister of Finance, Minister of Social Affairs and Minister of Home Affairs Number: 360.1/KMK/2020, Number: 1 of 2020, Number: 460-1750 of 2020 concerning Support for the Acceleration of Updating Integrated Social Welfare Data by Regency/City Governments dated July 28, 2020. By updating the data on poor people, the distribution of social assistance is expected to run faster without overlap.
AUGUsT
1. PKS on Optimization of Central and Regional Tax Collection
Synergy is one of the keys in addressing tax collection challenges. For this reason, DJPK as the formulator of PDRD policy at the national level initiated a Cooperation Agreement between
kilas kebijakan tahun 2020
Policy Highlights 2020
pajak pusat dan daerah. Hingga akhir 2020, telah terjalin kerjasama dengan 85 pemerintah daerah.
Adapun ruang lingkup perjanjian tersebut adalah pembangunan data perpajakan yang berkualitas, pertukaran data perpajakan, pemanfaatan data/
informasi perpajakan, pengawasan bersama, pelaksanaan Konfimasi Status Wajib Pajak (KSWP), koordinasi penyusunan regulasi pajak daerah, pendampingan dan dukungan kapasitas penerapan IT perpajakan, dan dukungan kapasitas dalam bimtek, pendampingan, dan sosialisasi secara terpadu.
2. Dukungan PEN untuk Pemerintah daerah melalui Pinjaman PEN Daerah
Pemerintah bersama PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) menyediakan Pinjaman PEN Daerah sebagai alternatif pembiayaan bagi Pemerintah daerah di tengah kondisi pandemi. Sumber dana Pinjaman PEN daerah terdiri dari APBN Rp10 triliun dan PT SMI Rp5 triliun. Sedikit perbedaan antara Pinjaman PEN Daerah ini dengan pinjaman daerah pada umumnya adalah adanya relaksasi persyaratan dan kemudahan prosedur dalam pengajuan pinjaman, serta ditujukan bagi daerah terdampak COVID-19 dan mempunyai program pemulihan ekonomi. Sampai dengan akhir tahun 2020 telah dilaksanakan penandatanganan 30 Perjanjian Pinjaman PEN Daerah, antara PT SMI dengan 28 Pemerintah daerah (terdapat 2 Pemerintah daerah dengan 2 komitmen yaitu DKI Jakarta dan Jawa Barat).
OKTOBER
1. Dukungan PEN untuk Pemerintah daerah melalui Hibah Pariwisata
Hibah Pariwisata dialokasikan sebagai pre-kondisi untuk reaktivasi pariwisata nasional melalui pemberian safety net bagi industri wisata dan bantuan kepada pemerintah daerah untuk
of 2020, cooperation was established with 85 regional governments. The scope of the agreement included the development of high-quality tax data, the exchange of tax data, utilization of tax data/
information, joint supervision, implementation of the Taxpayer Status Confirmation (KSWP), coordination of the preparation of regional tax regulations, assistance and capacity support for the implementation of tax IT, and capacity support for integrated technical guidance, assistance, and dissemination.
2. PEN Support for Regional Government through Regional PEN Loans
The government together with PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) provides Regional PEN Loans as an alternative financing for regional governments amid the pandemic condition. The source of regional PEN loans consists of Rp10 trillion from the APBN and Rp5 trillion from PT SMI. A slight difference between this Regional PEN Loans and regional loans in general is the relaxation of requirements and ease of procedures in applying for loans, and it is intended for areas affected by COVID-19 and having economic recovery programs. Until the end of 2020, 30 Regional PEN Loan Agreements have been signed between PT SMI and 28 regional governments (there are 2 regional governments with 2 commitments, namely DKI Jakarta and West Java).
OCTOBER
1. PEN support for regional governments through the Tourism Grants
Tourism Grants are allocated as a pre-condition for reactivation of national tourism through the provision of a safety net for the tourism industry and assistance for regional governments to prepare
kilas kebijakan tahun 2020
Policy Highlights 2020
Hibah Pariwisata adalah Industri pariwisata (supply side), wisatawan nusantara (demand side), dan Pemerintah daerah. Hibah Pariwisata pada tahun 2020 telah dialokasikan Rp3,3 triliun dengan target sasaran 101 Pemerintah daerah dengan kriteria: (i) 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan 5 Destinasi Super Prioritas, (ii) Daerah Destinasi Branding Pariwisata, (iii) Daerah dengan kegiatan yang termasuk dalam 100 Calender of Event, (iv) Daerah dengan 15 persen PAD TA 2019 berasal dari Pajak Hotel dan Pajak Restoran, dan (v) Ibukota Provinsi. Hibah Pariwisata mulai dilaksanakan pada bulan Oktober 2020.
Sampai dengan akhir tahun 2020 telah disalurkan Hibah Pariwisata untuk 97 Pemerintah daerah Rp2,26 triliun atau 69,47 persen dari pagu.
2. Pembahasan TKDD Tahun Anggaran 2021
Sejalan dengan tema kebijakan fiskal tahun 2021 “Percepatan Program Pemulihan Ekonomi Nasional dan Melanjutkan Reformasi Struktural”, kebijakan TKDD tahun 2021 diarahkan untuk peningkatan quality control anggaran dan mendorong pemerintah daerah dalam pemulihan ekonomi, serta meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, dengan fokus:
a. mendukung upaya pemulihan ekonomi sejalan dengan program prioritas nasional antara lain melalui pembangunan aksesibilitas dan konektivitas sentra pertumbuhan serta dukungan insentif untuk menarik investasi, perbaikan sistem pelayanan investasi, dan dukungan terhadap UMKM.
b. mensinergikan anggaran TKDD dan belanja K/L dalam pembangunan SDM (terutama sektor pendidikan dan kesehatan).
c. mendorong belanja infrastruktur daerah melalui creative financing untuk mendukung pencapaian target RPJMN.
d. redesain pengelolaan TKDD dengan mengedepankan penganggaran dan pelaksanaan
of the tourism grants are the tourism industry (supply side), domestic tourists (demand side), and regional governments. Allocation of tourism grant in 2020 amounted to Rp3.3 trillion with a target of 101 regional governments with the following criteria: (i) 10 Priority Tourism Destinations and 5 Super Priority Destinations, (ii) Regions of Tourism Branding Destinations, (iii) Regions with activities included in 100 Calendar of Events, (iv) Regions with 15 percent of 2019 PAD coming from Hotel Tax and Restaurant Tax, and (v) Provincial Capital.
Tourism Grants began implementation in October 2020. Until the end of 2020, Tourism Grants had been distributed to 97 local governments by Rp2.26 trillion or 69.47 percent of the ceiling.
2. Discussion of TKDD for Fiscal Year 2021
In line with the theme of the 2021 fiscal policy
“Acceleration of the National Economic Recovery Program and Continuing Structural Reform”, the 2021 TKDD policy is aimed at increasing budget quality control and supporting regional governments in economic recovery, as well as improving the quality of education and health, with focus on:
“Acceleration of the National Economic Recovery Program and Continuing Structural Reform”, the 2021 TKDD policy is aimed at increasing budget quality control and supporting regional governments in economic recovery, as well as improving the quality of education and health, with focus on: