KINERJA DIREKTORAT JENDERAL PERKEBUNAN
TAHUN 2013
Kinerj a Direkt orat Jenderal Perkebunan yang akan disampaikan pada Laporan Kinerj a ini meliput i (1). capaian t erkait dengan penet apan kinerj a yang dit andat angani Direkt ur Jenderal
Perkebunan dan Ment eri Pert anian berupa out comes dan penet apan
kinerj a yang dit andat angani Pej abat Eselon II dan Direkt ur Jenderal
Perkebunan berupa out put s, (2). capaian kinerj a keuangan
berdasarkan kegiat an ut ama dan berdasarkan serapan anggaran masing-masing sat uan kerj a (sat ker), (3). capaian kinerj a at as kegiat an yang dipant au oleh Unit Kerj a Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4).
4. 1. Capaian Kinerj a Fisik Direktorat Jenderal Perkebunan Tahun 2013
Sesuai Perat uran Ment eri Pendayagunaan Aparat ur Negara dan Ref ormasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010, penet apan kinerj a ant ara Direkt ur Jenderal Perkebunan dan Ment eri Pert anian berupa
out comes yang dimanif est asikan dalam produksi. Sedangkan
penet apan kinerj a yang dit andat angani ant ara Pej abat Eselon II dan
Direkt ur Jenderal Perkebunan berupa out put s yang diwuj udkan
dalam luas areal komodit i. Selanj ut nya berdasarkan Perat uran
Ment eri Pert anian No. 49/ Perment an/ OT. 140/ 8/ 2012 t anggal 15 Agust us 2012 t ent ang Indikat or Kinerj a Ut ama (IKU) Kement erian
Pert anian, IKU Direktorat Jenderal Perkebunan adalah
Bab
4
produksi, sehingga kinerj a Direkt orat Jenderal Perkebunant ahun
2013 yang diukurhanyalah pr oduksi .
Capaian f isik pembangunan perkebunan t ahun 2013 secara
nasional sebesar 89, 97% yang dilaksanakan oleh 138 sat ker di
seluruh Indonesia yang t erdiri at as 1 sat ker pusat , 4 sat ker UPT Pusat , 32 sat ker Provinsi dan 101 sat ker kabupat en/ kot a.
4. 1. 1.Capaian Kinerj a Direktur Jenderal Perkebunan Tahun 2013
Sasaran st rat egis dalam penet apan kinerj a t ersebut adalah meningkat nya produksi, produkt ivit as dan mut u t anaman perkebunan yang berkelanj ut an melalui upaya pengembangan t anaman semusim, t anaman rempah dan penyegar, t anaman t ahunan dengan dukungan penyediaan benih unggul bermut u dan sarana produksi, perlindungan perkebunan sert a dukungan manaj emen dan t eknis lainnya. Adapun indikat or yang digunakan adalah meningkat nya produksi dan produkt ivit as komodit i unggulan nasional perkebunan yang meliput i t ebu, kapas, nilam, t embakau, kopi, t eh, kakao, lada, cengkeh, kelapa, kelapa sawit , j ambu met e, j arak pagar, karet dan kemiri sunan/ minyak yang dikelompokankedalam f okus kegiat an yait u swasembada gula nasional, pengembangan komodit as pemenuhan komsumsi dalam negeri, pengembangan komodit i ekspor dan penyediaan bahan t anaman sumber bahan bakar nabat i (bioenergi).
Penet apan kinerj a unt uk Direkt orat Jenderal Perkebunan
berupa out comes yang diwuj udkan dalam bent uk produksi.
Terhadapout comes t ersebut sampai dengan saat ini masih menj adi
perdebat an yang dapat dilihat dari 2 aspek, per t ama, mengingat t anaman perkebunan pada umumnya bersif at t ahunan sehingga produksi t anaman baru dapat dihit ung minimal empat t ahun
kedepan. Aspek kedua, sebagaimana diket ahui bahwa biaya
invest asi pengembangan perkebunan yang dibiayai dengan APBN j umlahnya sangat kecil sekit ar 2% per t ahun. Apabila yang dihit ung hanya kegiat an yang dibiayai dengan APBN, maka pengaruhnya t erhadap produksi t ingkat nasional sangat kecil sekali, padahal Direkt orat Jenderal Perkebunan t elah membina seluruh perkebunan yang ada di Indonesia, baik perkebunan rakyat maupun perkebunan besar melalui pembinaan, pengawalan, pendampingan, kebij akan maupun surat -menyurat .
Pendekat an pert ama, apabila t anaman yang dit anam pada t ahun berj alan sesuai berlakunya APBN, maka t idak dapat dihit ung produksinya pada t ahun yang sama, dengan demikian apabila sesuai
ket ent uan yang berlaku maka produksinya/out comes adalah nol
(t idak ada produksi). Pendekat an lainnya, j ika yang dihit ung produksi t ahun berj alan, maka yang dihit ung merupakan produksi dari t anaman yang t ahun t anamnyaminimal empat t ahun yang lalu.
Berkenaan dengan kedua pendekat an dimaksud, meskipun t idak sepenuhnya benar, Direkt orat Jenderal Perkebunan
menyepakat i produksi pada t ahun berj alan sebagai out comes
dengan menggunakan t arget rencana st rat egis pembangunan perkebunan t ahun 2010-2014 sebagai acuannya.
Pengukuran kinerj a Direkt orat Jenderal Perkebunan t ahun 2013 dilaksanakan t erhadap (a) Penet apan Kinerj a/ Rencana Kinerj a
Tahunan t ahun 2013, (b) Capaian Kinerj a t ahun 2012 dan (c) Capaian t erhadap Renst ra Direkt orat Jenderal Perkebunan t ahun 2010-2014.
4. 1. 1. 1 Capaian Kinerj a terhadap Penetapan Kinerj a/ Rencana Kinerj a Tahunan 2013
Secara umum capaian produksi 15 komodit as unggulan mencapai 38, 97 j ut a t on at au 100, 67% dari t arget 38, 71 j ut a t on dari t arget Rencana Kinerj a Tahunan/ penet apan kinerj a t ahun 2013. Capaian t ert inggi pada komodit i t embakau (142, 18%)dan secara
berurut an sebagai berikut , cengkeh (119, 91%), nilam
(119, 40, 68%), karet (112, 15%), sawit (102, 59%), lada (99, 63, 16%),
kelapa (96, 42%), kopi (91, 96%), t eh (91, 68%)tebu(90, 56%)dan
j ambu met e (75, 34%). Sebaliknya unt uk komodit i yang sangat sensit if t erhadap perubahan iklim sehingga mengakibat kan capaian produksi t urun cukup t aj am yait u kakao (71, 20%), kapas (5, 31%) dan unt uk dua komodit i unggulan nasional lainnya yang produksinya rendah karena t idak/ belum ada j aminan pasarnya adalah j arak pagar (21, 44%) dan kemiri minyak/ sunan (00, 00%).
Tabel 5. Capaian Kinerj a Produksi Tahun 2013 1 Karet 3.012.881 2.801.000 2.771.000 3.107.544 103,14 110,94 112,15 2 Kelapa Sawit 26.015.518 28.439.000 27.046.000 27.746.125 106,65 97,56 102,59 3 Kelapa 3.189.897 3.380.000 3.348.000 3.228.110 101,20 95,51 96,42 4 Kopi 691.163 738.000 760.000 698.887 101,12 94,70 91,96 5 Kakao 740.513 1.648.000 1.092.000 777.539 105,00 47,18 71,20 6 Jambu Mete 116.915 159.120 156.000 117.538 100,53 73,87 75,34 7 Lada 87.841 91.580 89.000 88.675 100,95 96,83 99,63 8 Cengkeh 99.890 85.510 84.000 100.725 100,84 117,79 119,91 9 Teh 145.575 182.000 160.000 146.682 100,76 80,59 91,68 10 Jarak Pagar 6.652 35.000 29.000 6.219 93,49 17,77 21,44 11 Kemiri Sunan 0 6.000 5.000 0 0,00 0,00 0,00 12 Tebu 2.591.687 3.100.000 2.817.000 2.550.991 98,43 82,29 90,56 13 Kapas 2.978 63.000 57.000 3.029 101,71 4,81 5,31 14 Tembakau 260.818 184.000 183.000 260.183 99,76 141,40 142,18 15 Nilam 125.700 124.000 116.000 138.500 110,18 111,69 119,40 37.088.028 41.036.210 38.713.000 38.970.747 105,08 94,97 100,67 Total Target Renstra RKT/PK 2013 NO KOMODITAS
PRODUKSI PERKEBUNAN (TON) REALISASI KINERJA Thd (%)
2012 Target Renstra 2010 - 2014 RKT/PK 2013 Realisasi* 2013 Capaian 2012 Cat at an :
* Angka sement ara
4. 1. 1. 2. Capaian Kinerj a terhadap Capaian Kinerj a Tahun 2012
Pada t ahun 2013, capaian produksi 15 komodit as unggulan
sebesar38, 97j ut a t on meningkat menj adi 105, 08%dibandingkan
capaian produksi t ahun 2012yang besarnya 38, 71 j ut a t on at au
mengalami peningkat an sebesar 5, 08%. Peningkat an produksi
t ersebut , selain karena pembinaan dan pengawalan yang lebih int ensif j uga didukung dengan harga yang relat if mengunt ungkan dan adapt asi t erhadap perubahan iklim yang baik dari beberapa komodit i. Peningkat an t ert inggi t erj adi pada komodit i nilam (10, 18%), kelapa sawit (6, 65%) dan kakao (5, 00%) sert a secara
berurut an dikut i komodit ikaret (3, 14%), kapas (1, 71%), kel apa (1, 20%), kopi (1, 12%), lada (0, 95%), cengkeh (0, 84%), cengkeh (0, 84%), t he 0, 76%), j ambu met e (0, 53%). Sebaliknya t erdapat beberapa komodit i yang mengalami penurunan produksi yait u t embakau (0, 24%), t ebu (1, 57%), j arak pagar (6, 51%) dan kemiri minyak/ sunan (100, 00%).
4. 1. 1. 3. Capaian Kinerj a terhadap Sasaran RENSTRA Direktorat Jenderal Perkebunan Tahun 2010-2014
Pada t ahun 2013, capaian produksi 15 komodit as unggulan sebesar 38, 97 j ut a t on. Jika dibandingkan dengan t arget sampai dengan berakhirnya Rencana St rat egis (RENSTRA) Direkt orat Jenderal Perkebunan Tahun 2010 - 2014, maka capaian t ahun
2013t elah mencapai 94, 97%. Capaian yang t elah melebihi target
RENSTRA adalah komodit i t embakau (141, 41%), cengkeh (117, 79%), nilam (111, 69%) dan karet (110, 94%). Sedangkan capaian yang t elah
mendekati t arget RENSTRA adalah komodit i kelapa sawit (97, 56%),
lada (96, 83%), kelapa (95, 51%), kopi (94, 70%), tebu (82, 29%), t eh
(80, 59%) dan j ambu met e (73, 87%). Lebih lanj ut unt uk capaian yang
masih j auh dari t arget adalah kakao (47, 18%), j arak pagar (17, 77%), kapas (4, 81%) dan kemiri sunan/ minyak (0, 00%).
4. 1. 2.Capaian Kinerj a sesuai Penetapan Kinerj a Sekretaris dan Direktur Lingkup Direktorat Jenderal Perkebunan Tahun 2013
Dalam laporan kinerj a ini yang disaj ikan unt uk penet apan kinerj a Sekret aris dan Direkt ur Lingkup Direkt orat Jenderal
Perkebunan Tahun 2013adalahout put pent ing dalam rangka
mendukung pencapaian kinerj a sebagaimana dit et apkan dalam dokumen penet apan kinerj a ant ara Direkt ur Jenderal Perkebunan
dan Ment eri Pert anian.Out put pent ing yang dit et apkan adalah
pengembangan areal perkebunan. Dalam laporan ini disaj ikan
capaian kinerj a berupa (1). luas areal secara nasionaldan (2). luas areal yang dibiayai dengan APBN t ahun 2013 dan (3) dukungan t eknis yang t erkait .
4. 1. 2. 1. Direktur Tanaman Rempah dan Penyegar
Berdasarkan Perat uran Ment eri Pert anian Nomor 49/ Perment an/ OT. 140/ 8/ 2012 t anggal 15 Agust us 2012 t ent ang
Indikat or Kinerj a Ut ama (IKU) Kement erian Pert anian, IKU
Direktorat Tanaman Rempah dan Penyegar adalah luas areal
t anaman kakao, kopi, t eh, lada dan cengkeh.
4. 1. 2. 1. 1. Capaian Kinerj a terhadap Penetapan Kinerj a/ Rencana Kinerj a Tahunan 2013
Jika diukur berdasarkan Rencana Kinerj a Tahunan/
penetapan kinerj a tahun 2013, secara umum capaian kinerj a luas areal t anaman rempah dan penyegar unt uk 5 komodit i unggulan
nasional mencapai 3, 889 j ut a hekt arat au 99, 24% dari t arget sebesar
3, 919 j ut a hekt ar. Capaian t ert inggi pada komodit i kakao (107, 29%)
dan cengkeh (103, 23%), sebaliknya yang t idak mencapai t arget secara berurut an yait u t eh (98, 83%), lada (91, 41%) dan kopi (89, 02%).
Namun demikian apabila dibandingkan dengancapaian
kinerj a tahun 2012, kinerj a luas areal t anaman rempah dan penyegar mengalami peningkat an sebesar 3, 58% at au mencapai
103, 58%. Luas areal yang mengalami peningkat an adalah t anaman
kakao (106, 91%), cengkeh (101, 93%) dan kopi (100, 56%). Sebaliknya komodit i yang mengalami penurunan adalah lada (99, 79%) dan t eh (99, 01%).
Apabila dibandingkan dengan target Renstra 2010-2014,
kinerj a luas areal t anaman rempah dan penyegar baru mencapai
97, 25%. Namun luas areal cengkeh t elah melebihi t arget renst ra yait u 102, 23% dan kakao mencapai 105, 76%. Sedangkan capaian komodit i lainnya secara berurut an yait u t eh (98, 83%), lada (90, 74%) dan kopi (86, 00%).
Capaian Kinerj a Luas Areal Tanaman Rempah dan Penyegar t ahun 2013 sebagai berikut :
Tabel 6. Capaian Kinerj a Direkt orat Tanaman Rempah dan Penyegar Tahun 2012 1 Kopi 1.233.982 1.443.000 1.394.000 1.240.919 100,56 86,00 89,02 2 Kakao 1.733.228 1.752.000 1.727.000 1.852.944 106,91 105,76 107,29 3 Lada 178.622 196.450 195.000 178.251 99,79 90,74 91,41 4 Cengkeh 485.118 483.660 479.000 494.462 101,93 102,23 103,23 5 Teh 123.769 124.000 124.000 122.545 99,01 98,83 98,83 3.754.719 3.999.110 3.919.000 3.889.121 103,58 97,25 99,24 Total Capaian 2012 Target Renstra RKT/PK 2013 No Komoditi
Luas areal (ha) Realisasi kinerja thd (%) 2012 Target Renstra 2010 - 2014 RKT/PK 2013 Realisasi* 2013 Cat at an :
* Angka Sement ara
4. 1. 2. 1. 2. Capaian Kinerj a atas alokasi APBN Tahun 2013
Sasaran st rat egis dalam penet apan kinerj a t ersebut adalah t erlaksananya pengembangan t anaman rempah dan penyegar yang meliput i kakao, kopi, t eh, lada dan cengkeh seluas 39. 738
hekt ar. Realisasi f isiknya mencapai 36. 295 ha(91, 34%). Out put
kegiat an pent ingpada t ahun 2013 meliput i:
1) Pengembangan t anaman kopi seluas 5. 834 ha yang t erdiri at as
Int ensif ikasi t anaman kopi arabika 3. 510 ha, int ensif ikasi t anaman kopi robust a 2. 100 ha dan perluasan t anaman kopi robust a 224 ha. Realisasi f isik seluas 5. 834 ha (100%) dari t arget sesuai dokumen penet apan kinerj a t ahun 2013.
2) Pengembangan t anaman t eh melalui kegiat an int ensif ikasi
dengan realisasi f isik seluas 575 ha at au mencapai 100% dari t arget sesuai pada dokumen penet apan kinerj a t ahun 2013.
3) Pengembangan t anaman kakao seluas 1. 346 ha yang t erdiri at as perluasan t anaman kakao 1. 298 ha, perluasan t anaman kakao pasca bencana 48 ha. Realisasi f isik seluas 1. 346 ha (100%) dari t arget . Selain it ukegiat an rehabilit asi kakao dari Gernas kakao, realisasinya 27. 510 ha (97, 28%) dari t arget sesuai pada dokumen penet apan kinerj a t ahun 2013.
4) Pengembangan t anaman lada seluas 280 ha, yang t erdiri at as
rehabilit asi seluas 90 ha, dan perluasan t anaman lada 190 ha. Realisasi capaian f isik kegiat an ini seluas 180 ha (64, 29%) dari t arget 280 ha pada dokumen penet apan kinerj a t ahun 2013. Tet api bila dibandingkan dengan adanya penurunan volume kegiat an akibat revisi penghemat an anggaran yang t arget nya menj adi 180 ha, maka capaiannya menj adi 100%.
5) Pengembangan t anaman cengkeh seluas 850 ha, unt uk
rehabilit asi 700 ha dan rehabilit asi di daerah pasca bencana 150 ha. Realisasi f isik mencapai 850 ha (100%) dari t arget pada dokumen penet apan kinerj a t ahun 2013.
Rincian capaian f isik per out put kegiat an besert a lokasi penyebaran sebagaimana dit uangkan dalam Penet apan Kinerj a Direkt ur Tanaman Rempah dan Penyegar sepert i pada Lampiran 1.
4. 1. 2. 2. Direktur Tanaman Semusim
Berdasarkan Perat uran Ment eri Pert anian Nomor 49/ Perment an/ OT. 140/ 8/ 2012 t anggal 15 Agust us 2012 t ent ang
Indikat or Kinerj a Ut ama (IKU) Kement erian Pert anian, IKU
Direktorat Tanaman Semusim adalah luas areal t anaman t ebu, kapas, t embakau dan nilam.
4. 1. 2. 2. 1. Capaian Kinerj a terhadap Penetapan Kinerj a/ Rencana Kinerj a Tahunan 2013
Jika diukur berdasarkan Rencana Kinerj a
Tahunan/ penetapan kinerj a tahun 2013, secara umum capaian kinerj a luas areal t anaman semusim unt uk 4 komodit i unggulan nasional mencapai 784. 168 hekt ar dari t arget sebesar 700. 000hekt ar
at au mencapai 112, 02%. Capaian t ert inggi pada komodit i nilam
(197, 10%) diikut i t embakau (131, 82%) dan t ebu (103, 36%), sebaliknya yang t idak mencapai t arget adalahkapas (46, 47%).
Capaian kinerj a 2013 t ersebut apabila dibandingkan
dengancapaian kinerj a tahun 2012, mengalami peningkat an
sebesar 5, 98% menj adi 105, 98%. Seluruh areal t anaman semusim
mengalami peningkat an secara berurut an sebagai berikut t anaman
kapas 116, 59%, nilam (114, 04%), t embakau (108, 19%), dan tebu
(104, 01%).
Apabila dibandingkan dengan target Renstra 2010-2014,
kinerj a luas areal t anaman semusim sudah melebihi t arget yait u
mencapai 111, 34%.Sumbangan t erbesar dari luas areal nilam
(186, 15%) dan t embakau (131, 82%) dan tebu mencapai 102, 84%.
Sedangkan unt uk t anaman kapas baru mencapai 44, 61%. Rincian Capaian Kinerj a Luas Areal Tanaman Semusim t ahun 2013 sebagai berikut :
Tabel 7. Capaian Kinerj a Direkt orat Tanaman Semusim Tahun 2013 1 Tebu 451.191 456.297 454.000 469.277 104,01 102,84 103,36 2 Kapas 9.565 25.000 24.000 11.152 116,59 44,61 46,47 3 Tembakau 249.781 205.000 205.000 270.232 108,19 131,82 131,82 4 Nilam 29.381 18.000 17.000 33.507 114,04 186,15 197,10 739.918 704.297 700.000 784.168 105,98 111,34 112,02 Total Capaian 2012 Target Renstra RKT/PK 2013 No Komoditi
Luas areal (ha) Realisasi kinerja thd (%)
2012 Target Renstra 2010 - 2014 RKT/PK 2013 Realisasi* 2013 4 . 1 . 2 . 2 . 2
.
C a p a i a n K i n e r j a a t a s a l o k a s i A P B N T a h u n 2 0 1 3Sasaran st rat egis dalam penet apan kinerj a t ersebut adalah t erlaksananya pengembangan t anaman semusim yang meliput i t ebu,
kapas, t embakau dan nilam seluas 53. 466 ha. Realisasi fisiknya
mencapai 40. 943 ha(76, 58%). Out put kegiat an pent ing pada t ahun 2013 meliput i:
1) Swasembada gula nasional (Tebu) khususnya unt uk perluasan t ebu rakyat dan bongkar rat oon (peremaj aan). Capaian f isik seluas 37. 495 ha (74, 99%) dari t arget seluas 50. 000 ha pada
dokumen penet apan kinerj a t ahun 2013. Namun bila
dibandingkan set elahrevisi seluas 52. 310 ha, maka capaian realisasi f isiknya sebesar71, 69%.
2) Pengembangan t anaman nilam seluas 156 ha unt uk pengembangan komodit as ekspor yang meliput i kegiat an pembangunan kebun penangkar benih t anaman nilam seluas 6 ha dan penanaman t anaman nilam seluas 150 ha. Capaian realisasi
f isik 153 ha (98, 07%) dari t arget pada dokumen penet apan kinerj a t ahun 2013.
3) Pengembangan t anaman kapas seluas 3. 300 ha dalam rangka pemenuhan konsumsi dalam negeri khususnya penanaman kapas seluas 3. 130 ha dan pembangunan kebun induk seluas 170 ha. Capaian f isik seluas 3. 285 ha (99, 55%) dari t arget pada dokumen penet apan kinerj a t ahun 2013.
4) Demplot penanaman j arak kepyar dalam rangka pengembangan t anaman perkebunan berkelanj ut an dengan capaian f isik seluas 10 ha (100%)dari t arget pada dokumen penet apan kinerj a t ahun 2013.