BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.2 Hasil Uji Analisis Data
4.2.3 Model Regresi Data Panel
4.2.4.2 Hasil Uji Multikolinearitas
Dalam penelitian ini, gejala multikolinearitas dapat dilihat dari nilai korelasi antar variabel yang terdapat dalam matriks korelasi. Ghozali (2013)
menyatakan jika antar variabel independen ada korelasi yang cukup tinggi, yakni di atas 0,9, maka hal ini merupakan indikasi adanya multikolinearitas.
Tabel 4.8
Hasil Uji Multikolinearitas
X1 X2 X3 X4 X5 X6
X1 1.000000 0.200431 -0.039624 -0.233014 0.200175 0.176344 X2 0.200431 1.000000 0.039123 0.097936 0.082215 0.143159 X3 -0.039624 0.039123 1.000000 -0.266652 -0.390154 -0.016605 X4 -0.233014 0.097936 -0.266652 1.000000 0.089591 0.070552 X5 0.200175 0.082215 -0.390154 0.089591 1.000000 0.222817 X6 0.176344 0.143159 -0.016605 0.070552 0.222817 1.000000 Sumber: Data Diolah dengan Eviews 11, 2020.
Berdasarkan Tabel 4.8 hasil pengujian multikolinearitas, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat gejala multikolinearitas antar variabel independen. Hal ini karena nilai korelasi antar variabel independen tidak lebih dari 0,9 (Ghozali, 2013:105).
4.2.4.3 Hasil Uji Heteroskedastisitas
Uji heterokedastisitas dalam penelitian ini diuji menggunakan uji white dengan kriteria jika diperoleh nilai Prob.Obs*R-squared lebih besar dari 0,05 maka disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala heterokedastisitas dalam model regresi, sebaliknya jika diperoleh nilai Prob.Obs*R-squared lebih kecil dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa terjadi gejala heterokedastisitas dalam model regresi.
Tabel 4.9
Hasil Uji Heteroskedastisitas
Heteroskedasticity Test: White Null hypothesis: Homoskedasticity
F-statistic 0.140065 Prob. F(6,43) 0.9901
Obs*R-squared 0.958464 Prob. Chi-Square(6) 0.9871
Scaled explained SS 1.046602 Prob. Chi-Square(6) 0.9838 Sumber: Data Diolah dengan Eviews 11, 2020.
Dari Tabel 4.9 diketahui nilai Prob Obs*R-Squared adalah 0,9584 > 0,05 yang berarti tidak terjadi heterokedastisitas.
4.2.4.4 Hasil Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi dapat dilakukan dengan uji LM (metode Bruesch Godfrey). Metode ini didasarkan pada nilai F dan Prob.Obs*R-squared. Dimana jika nilai Prob.Obs*R-squared melebihi 0.05 maka tidak terjadi masalah autokorelasi.
Tabel 4.10 Hasil Uji Autokorelasi
Breusch-Godfrey Serial Correlation LM Test:
Null hypothesis: No serial correlation at up to 2 lags
F-statistic 3.394214 Prob. F(2,41) 0.0432
Obs*R-squared 7.102586 Prob. Chi-Square(2) 0.0287
Sumber: Data Diolah dengan Eviews 11, 2020.
Dari Tabel 4.10 diketahui nilai Prob Obs*R-Squared adalah 7,102586 >
0,05 yang berarti tidak terjadi masalah autokorelasi.
4.2.5 Uji Hipotesis
Pada pengujian hipotesis, akan dilakukan analisis pengujian pengaruh simultan (uji F), parsial (uji t) dan analisis koefisien determinasi.
4.2.5.1Uji Statistik F
Uji statistik F digunakan untuk menguji tingkat signifikansi pengaruh dari seluruh variabel independen terhadap variabel dependen secara simultan. Jika signifikan suatu variabel bebas lebih kecil dari signifikan 0,05, maka variabel bebas tersebut berpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat, begitu juga sebaliknya.
Tabel 4.11
Hasil Uji Simultan (Uji-F)
Sumber: Data Diolah dengan Eviews 11, 2020.
Berdasarkan hasil uji F pada tabel 4.11 dapat dianalisis bahwa secara simultan profitabilitas, leverage, aktivitas perusahaan, ukuran perusahaan, komite audit, dan dewan direksi berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan sustainability report. Hal ini terlihat dari nilai F-hitung sebesar 5,947858 dan nilai probabilitas sebesar 0000138 < 0,05.
Root MSE 0.175219 R-squared 0.453532
Mean dependent var 0.372563 Adjusted R-squared 0.377281 S.D. dependent var 0.239434 S.E. of regression 0.188944 Akaike info criterion -0.365557 Sum squared resid 1.535089
Schwarz criterion -0.097874 Log likelihood 16.13893
Hannan-Quinn criter. -0.263622 F-statistic 5.947858
Durbin-Watson stat 1.818650 Prob(F-statistic) 0.000138
4.2.5.2 Uji Statistik t
Uji statistik t digunakan untuk menguji tingkat signifikansi pengaruh dari masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial.
Jika signifikan suatu variabel bebas lebih kecil dari signifikan 0,05, maka variabel bebas tersebut berpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat, begitu juga sebaliknya.
Tabel 4.12 Hasil Uji Parsial (Uji-t)
Dependent Variable: Y Method: Panel Least Squares Date: 08/11/20 Time: 23:31 Sample: 2014 2018
Periods included: 5 Cross-sections included: 10
Total panel (balanced) observations: 50
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C 0.528395 1.102400 0.479313 0.6341
X1 -0.050830 0.248681 -0.204396 0.8390
X2 -0.015804 0.012077 -1.308593 0.1976
X3 -0.003532 0.001254 -2.815183 0.0073
X4 0.011884 0.035539 0.334383 0.7397
X5 0.168561 0.053287 3.163291 0.0029
X6 -0.051279 0.021875 -2.344211 0.0238
Sumber: Data Diolah dengan Eviews 11, 2020.
Berdasarkan hasil uji-t pada Tabel 4.12, maka dapat dianalisis pengaruh parsial variabel bebas terhadap variabel terikat sebagai berikut:
1. Variabel X1 (profitabilitas) secara parsial berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap pengungkapan sustainability report pada perusahaan
pertambangan yang terdaftar di BEI. Hal ini terlihat dari nilai t-hitung sebesar
−0,204396 dan nilai probabilitas sebesar 0,8390 > 0,05.
2. Variabel X2 (leverage) secara parsial berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap pengungkapan sustainability report pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI. Hal ini terlihat dari nilai t-hitung sebesar −1,308593 dan nilai probabilitas sebesar 0,1976 < 0,05.
3. Variabel X3 (aktivitas) secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pengungkapan sustainability report pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI. Hal ini terlihat dari nilai t-hitung sebesar −2,815183 dan nilai probabilitas sebesar 0,0073 < 0,05.
4. Variabel X4 (ukuran) secara parsial berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap pengungkapan sustainability report pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI. Hal ini terlihat dari nilai t-hitung sebesar 0,334383 dan nilai probabilitas sebesar 0,7397 > 0,05.
5. Variabel X5 (komite audit) secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengungkapan sustainability report pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI. Hal ini terlihat dari nilai t-hitung sebesar 3,163291 dan nilai probabilitas sebesar 0,0029 < 0,05.
6. Variabel X6 (dewan direksi) secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pengungkapan sustainability report pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI. Hal ini terlihat dari nilai t-hitung sebesar –2,344211 dan nilai probabilitas sebesar 0,0238 < 0,05.
4.2.5.3 Analisis Koefisien Determinasi
Tujuan koefisien determinasi (R2) adalah mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi antara 0 dan 1. Semakin kecil nilai R, maka R yang kecil berarti kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan variabel terikat semakin rendah atau terbatas, begitu pula sebaliknya.
Tabel 4.13
Nilai Koefisien Determinasi
Sumber: Data Diolah dengan Eviews 11, 2020.
Nilai Adjusted R-Square yang diperoleh sebesar 0.377281. Artinya, sebanyak 37,72% variabel pengungkapan sustainability report dapat dijelaskan oleh variabel-variabel independen (profitabilitas, leverage, aktivitas, ukuran, komite audit, dan dewan direksi). Sedangkan sisanya 62,28% dijelaskan oleh variabel-variabel lain di luar penelitian.
4.3 Pembahasan
Berikut ini adalah pembahasan dari hasil hipotesis yang menampilkan hubungan variabel-variabel bebas (profitabilitas, leverage, aktivitas perusahaan, ukuran, komite audit, dan dewan direksi) terhadap pengungkapan sustainability
Root MSE 0.175219 R-squared 0.453532
Mean dependent var 0.372563 Adjusted R-squared 0.377281
S.D. dependent var 0.239434 S.E. of regression 0.188944
Akaike info criterion -0.365557 Sum squared resid 1.535089
Schwarz criterion -0.097874 Log likelihood 16.13893
Hannan-Quinn criter. -0.263622 F-statistic 5.947858
Durbin-Watson stat 1.818650 Prob(F-statistic) 0.000138
4.3.1 Pengaruh Profitabilitas terhadap Pengungkapan Sustainability Report Dari hasil penelitian dengan menggunakan metode data panel diatas diketahui bahwa profitabilitas (X1) memberikan pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap pengungkapan sustainability report dengan nilai t-Statistic (tabel 4.12) sebesar−0,204396. Angka probabilitas signifikan pada tabel sebesar 0,8390 lebih besar dari taraf signifikan yang digunakan yakni sebesar 0,05 yang berarti secara statistik pengaruhnya sangat kecil atau dikatakan bahwa tidak ada pengaruh signifikan profitabilitas terhadap pengungkapan sustainability report.
Tinggi rendahnya profitabilitas suatu perusahaan tidak mempengaruhi pengungkapan sustainability report. Perusahaan yang memiliki laba tinggi cenderung menggangap tidak perlu melaporkan hal-hal yang menggangu informasi kesuksesan kinerja keuangannya karena bisa jadi laba yang diperoleh bersumber dari aktivitas perusahaan yang berdampak buruk terhadap lingkungan dan masyarakat sehingga akan merusak citra perusahaan. Selain itu, penurunan laba yang diperoleh perusahaan akan membuat perusahaan mengurangi kegiatan sosial dan memfokuskan untuk meningkatkan laba. Hasil ini didukung oleh penelitian yang dilakukan Bhatia dan Tuli (2017) yang menyatakan bahwa profitabilitas tidak berpengaruh terhadap pengungkapan sustainability report.
Sedangkan hasil ini tidak didukung oleh penelitian Fitri dan Yuliandari (2018) yang menyatakan bahwa profitabiltas berpengaruh terhadap pengungkapan sustainability report. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa hipotesis H1
(profitabiltas berpengaruh positif terhadap pengungkapan sustainability report) ditolak.
4.3.2 Pengaruh Leverage terhadap Pengungkapan Sustainability Report Dari hasil penelitian dengan menggunakan metode data panel diatas diketahui bahwa leverage (X2) memberikan pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap pengungkapan sustainability report dengan nilai t-Statistic (tabel 4.12) sebesar −1,308593. Angka probabilitas signifikan pada tabel sebesar 0,1976 lebih kecil dari taraf signifikan yang digunakan yakni sebesar 0,05 yang berarti bahwa leverage tidak berpengaruh secara parsial terhadap pengungkapan sustainability report. Semakin tinggi tingkat leverage maka akan ada kecenderungan perusahaan berusaha untuk melaporkan profitabilitasnya agar tetap tinggi. Investor dan stakeholder lainnya akan lebih percaya dan memilih untuk menginvestasikan dananya pada perusahaan-perusahaan yang memiliki kondisi keuangan yang sehat dan baik. Manajer perusahaan untuk mendapatkan laba yang tinggi harus mengurangi biaya-biaya yang bersifat sukarela termasuk biaya untuk mengungkapkan sustainability report. Hasil ini didukung oleh penelitian yang dilakukan Ariyani dan Hartomo (2018) yang menyatakan bahwa leverage tidak berpengaruh terhadap pengungkapan sustainability report. Sedangkan hasil dari penelitian ini tidak didukung oleh penelitian Khafid dan Mulyaningsih (2012)..
Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa hipotesis H2 (leverage berpengaruh negatif terhadap pengungkapan sustainability report) ditolak.
4.3.3 Pengaruh Aktivitas Perusahaan terhadap Pengungkapan Sustainability Report
Dari hasil penelitian dengan menggunakan metode data panel diatas diketahui bahwa aktivitas perusahaan (X3) memberikan pengaruh negatif dan signifikan terhadap pengungkapan sustainability report dengan nilai t-Statistic (tabel 4.12) sebesar −2,815183. Angka probabilitas signifikan pada tabel sebesar 0,0073 lebih kecil dari taraf signifikan yang digunakan yakni sebesar 0,05 yang berarti aktivitas perusahaan berpengaruh negatif secara parsial terhadap pengungkapan sustainability report. Tingginya rasio IT mencerminkan bahwa perusahaan mampu mengelola asetnya dengan baik sehingga memiliki kondisi keuangan yang stabil. Perusahaan dengan kondisi keuangan yang stabil cenderung menggangap tidak perlu melaporkan hal-hal yang menggangu informasi kesuksesan kinerja keuangannya termasuk informasi pertanggungjawan sosial dan lingkungan. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian Sari dan Marsono (2013). Sementara penelitian ini bertentangan dengan penelitian Adhipradana dan Daljono (2014). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa hipotesis H3 (aktivitas berpengaruh positif terhadap pengungkapan sustainability report) ditolak.
4.3.4 Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Pengungkapan Sustainability Report
Dari hasil penelitian dengan menggunakan metode data panel diatas diketahui bahwa ukuran perusahaan (X4) memberikan pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap pengungkapan sustainability report dengan nilai t-Statistic
(tabel 4.12) sebesar 0,334383. Angka probabilitas signifikan pada tabel sebesar 0,7397 lebih besar dari taraf signifikan yang digunakan yakni sebesar 0,05 yang berarti secara statistik pengaruhnya sangat kecil atau dikatakan bahwa tidak ada pengaruh signifikan ukuran perusahaan terhadap pengungkapan sustainability report. Besar kecilnya perusahaan tidak mempengaruhi luaspengungkapan tanggung jawab sosial yang dilakukan oleh perusahaan. Perusahaan yang memiliki ukuran besar akan cenderung menahan informasi dan hanya akan mengungkapkan informasi yang penting dan memberikan kabar baik bagi investor. Perusahaan kecil dapat mengungkapkan sustainability report dengan baik jika hal tersebut memberikan keuntungan bagi perusahaan dan memperoleh legitimasi dari seluruh stakeholder. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian Ariyani dan Hartomo (2018). Sementara penelitian ini bertentangan dengan penelitian Adhipradana dan Daljono (2014). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa hipotesis H4 (ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap pengungkapan sustainability report) ditolak.
4.3.5 Pengaruh Komite Audit terhadap Pengungkapan Sustainability Report Dari hasil penelitian dengan menggunakan metode data panel diatas diketahui bahwa komite audit (X5) memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap pengungkapan sustainability report dengan nilai t-Statistic (tabel 4.12) sebesar 3,163291. Angka probabilitas signifikan pada tabel sebesar 0,0029 lebih kecil dari taraf signifikan yang digunakan yakni sebesar 0,05 yang berarti bahwa komite audit berpengaruh positif secara parsial terhadap pengungkapan
sustainability report. Keberadaan komite audit membantu menjamin pengungkapan dan sistem pengendalian perusahaan agar dapat berjalan dengan baik. Semakin banyak dan berkualitas jumlah komite audit suatu perusahaan maka akan semakin mampu mendorong manajemen untuk melakukan praktik pengungkapan sustainability report sebagai media komunikasi perusahaan dengan stakeholder dalam rangka memperoleh legitimasi melalui pelaksanaan good corporate governance. Penelitian ini konsisten dengan penelitian Aniktia dan Khafid (2015) yang menyatakan bahwa komite audit berpengaruh positif terhadap pengungkapan sustainability report. Tetapi kondisi yang berbeda terjadi pada sebuah penelitian yang pernah dilakukan oleh Khafid dan Mulyaningsih (2012) yang menyatakan bahwa variabel komite audit berpengaruh negatif terhadap pengungkapan sustainability report. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa hipotesis H5 (komite audit berpengaruh positif terhadap pengungkapan sustainability report) diterima.
4.3.6 Pengaruh Dewan Direksi terhadap Pengungkapan Sustainability Report
Dari hasil penelitian dengan menggunakan metode data panel diatas diketahui bahwa dewan direksi (X6) memberikan pengaruh negatif dan signifikan terhadap pengungkapan sustainability report dengan nilai t-Statistic (tabel 4.12) sebesar –2,344211. Angka probabilitas signifikan pada tabel sebesar 0,0238 lebih kecil dari taraf signifikan yang digunakan yakni sebesar 0,05 yang berarti dewan direksi berpengaruh negatif secara parsial terhadap pengungkapan sustainability
report. Ditemukannya hubungan antara dewan direksi dengan pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan, dikarenakan adanya hubungan agensi yang memotivasi setiap individu untuk memperoleh sasaran yang harmonis dan menjaga kepentingan masing-masing antara agent dan principal. Hal ini memungkinkan pihak manajemen (direksi) lebih mementingkan kepentingan pemegang saham daripada tujuan perusahaan yang berdampak tidak maksimalnya pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan. Jumlah anggota dewan direksi tidak menjamin terciptanya kualitas komunikasi yang baik dalam hal keterbukaan informasi yang secara teoritis akan meningkatkan keluasan pengungkapan informasi termasuk informasi mengenai sustainability report. Penelitian ini konsisten dengan penelitian Ningsyh, dkk (2014) yang menyatakan bahwa dewan direksi berpengaruh negatif terhadap pengungkapan sustainability report. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa hipotesis H6 (dewan direksi berpengaruh positif terhadap pengungkapan sustainability report) ditolak.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh profitabilitas, leverage, aktivitas perusahaan, ukuran perusahaan, komite audit, dan dewan direksi terhadap pengungkapan sustainability report pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2014-2018. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka kesimpulan yang diperoleh yaitu:
1. Secara parsial, profitabilitas tidak memiliki pengaruh siginifikan terhadap pengungkapan sustainability report.
2. Secara parsial, leverage tidak memiliki pengaruh siginifikan terhadap pengungkapan sustainability report.
3. Secara parsial, aktivitas perusahaan memiliki pengaruh negatif siginifikan terhadap pengungkapan sustainability report. Perusahaan dengan kondisi keuangan yang stabil cenderung menggangap tidak perlu melaporkan hal-hal yang menggangu informasi kesuksesan kinerja keuangannya termasuk informasi pertanggungjawaban sosial dan lingkungan. Penelitian ini konsisten dengan penelitian Sari dan Marsono (2013).
4. Secara parsial, ukuran perusahaan tidak memiliki pengaruh siginifikan terhadap pengungkapan sustainability report.
5. Secara parsial, komite audit memiliki pengaruh positif siginifikan terhadap pengungkapan sustainability report. Semakin banyak dan berkualitas jumlah
komite audit suatu perusahaan maka akan semakin mampu mendorong manajemen untuk melakukan praktik pengungkapan sustainability report sebagai media komunikasi perusahaan dengan stakeholder dalam rangka memperoleh legitimasi melalui pelaksanaan good corporate governance.
Penelitian ini konsisten dengan penelitian Aniktia dan Khafid (2015).
6. Secara parsial, dewan direksi memiliki pengaruh negatif siginifikan terhadap pengungkapan sustainability report. Pihak manajemen (direksi) lebih mementingkan kepentingan pemegang saham daripada tujuan perusahaan yang berdampak tidak maksimalnya pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaantermasuk pengungkapan sustainability report. Penelitian ini konsisten dengan penelitian Ningsyh, dkk (2014).
5.2 Saran
Saran yang dapat diberikan untuk para peneliti selanjutnya adalah sebagai berikut:
1. Penelitian selanjutnya diharapkan untuk menggunakan seluruh perusahaan pertambangan yang ada di Indonesia sebagai populasi penelitian.
2. Variabel independen yang digunakan sebaiknya diperbanyak dan lebih bervariasi, selain variabel-variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini. Hal ini bertujuan untuk mengetahui variabel yang paling besar memberikan pengaruh terhadap pengungkapan sustainability report.
DAFTAR PUSTAKA
Adhipradana, F Dan Daljono. 2014.Pengaruh Kinerja Keuangan, Ukuran Perusahaan, Dan Coporate Governance Terhadap Pengungkapan Sustainability Report. Diponegoro Jurnal Of Accounting. Vol.3 No.1, 1-12 Ananingsih, Puji. 2007. Analisis Rasio Likuiditas Dan Rasio Aktivitas Terhadap
Rentabilitas Ekonomi Pada Koperasi Republik Indonesia. Skripsi. Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang
Aniktia, Ria Dan Muhammad Khafid. 2015. Pengaruh Mekaniseme Good Corporate Governance Dan Kinerja Keuangan Terhadap Pengungkapan Sustainability Report. Jurnal Akuntansi. Vol.4 No.3.
Ariyani, A. Pravita, Oct. Digdo Hartomo. 2018. Analysis Of Key Factors Affecting The Reporting Disclosure Indexes Of Sustainability Reporting In Indonesia. International Journal Of Business, Economics And Law, Vol. 16.
Bapepam. 2000. Surat Edaran Bapepam. No.Se-03/Pm/2000 Tentang Komite Audit.
Bhatia, A Dan Tuli, S. 2017. Corporate Attributes Affecting Sustainability Reporting: In Indian Perspective. Jurnal Of Low And Management, Vol 59.
Brigham, Eugene F Dan Joul F. Houston. 2010. Fundamentals Of Financial Management, Dasar-Dasar Manajemen Keuangan. Buku 1 Edisi 11, Salemba Empat. Jakarta.
CGA-Canada Research Foundation. 2005. Measuring up : A study on Corporate Sustainability Reporting in Canada. By the Certified General Accountants Association of Canada.
Dilling, Petra.F.A. 2010. Sustainability Report In A Global Context: What Are The Characteristics Of Corporations That Provide High Quqlity Sustainability Report- An Emperical Analysis. International Businees And Economic Research Jurnal, Vol. 9 No. 1,19-30.
Ernst & Young Global Limited. 2013. Value Of Sustainability Reporting. A Study By Ernst & Young Llp And The Boston College Center For Corporate Citizenship.
Fahmi, Irham. 2011. Analisis Laporan Keuangan. Alfabeta, Bandung.
Fitri, A. Annur Dan Willy Yuliandari. 2018. Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Pengungkapan Sustainability Report. E-Proceeding Of Management, Vol.5, No.2
Ghozali, I, 2013. Analisis Multivariat Dan Ekonometrika: Teori, Konsep, Dan Aplikasi Dengan Eviews 8. Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang.
________, Imam dan Anis Chariri. 2007. Teori Akuntansi. Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Global Reporting, Index 2017. Database Sustainability Report.
www.globalreporting.org (10 November 2019).
Hanafi, M.M Dan Halim, A. (2014). Analisis Laporan Keuangan Edisi 4. Stevens
& Sons Limited.
Husnan, Suad Dan Enny Pudjiastuti. 2015. Dasar-Dasar Manajemen Keuangan.
STIM YPKN. Yogyakarta.
Irawan, Dhani. 2015. Bareskrim Tetapkan Nina Nurlina Tersangka Kasus Csr Pertamina Foundation. news.detik.com (27 Desember 2019)
Khafid, M dan Mulyaningsih. (2012). Kontribusi Katrakteristik Perusahaan Dan Corporate Governance Terhadap Publikasi Sustainability Report.
JurnalEkonomi Dan Keuangan, Vol. 19 No.3, September 2015: 340-359.
Kuhlman, Tom. 2010.What Is Sustainability ?.Journal. http//www.mdpi.com. (9 Januari 2020).
Komite Nasional Kebijakan Governance, 2006. Pedoman Umum Good Corporate Governance Indonesia. Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Jakarta
Ningsyh, C. Octavia, Yeasy Darmayanti, Dan Popi Fauziati. 2014. Pengaruh Karakteristik Perusahaan Dan Corporate Governance Terhadap Pengungkapan Sustainability Report. Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi,
Otoritas Jasa Keuangan. 2017. Infografis Lembaga Jasa Keuangan Dan Emiten Penerbit Sustainability Report. www.ojk.go.id (9 November 2019)
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 51 Tahun 2017 Tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik.
Peraturan Pemerintah No. 78 Tahun 2010 Tentang Reklamasi Dan Pasca Tambang.
Ratnasari, Yunita Dan Prastiwi. (2011). Pengaruh Corporate Governance Terhadap Luas Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Di Dalam Sustainability Report. Diponegoro Journal Of Accounting.
Sari, M. Putri Dan Marsono (2013). Pengaruh Kinerja Keuangan, Ukuran Perusahaan Dan Corporate Governance Terhadap Pengungkapan Sustainability Report. Diponegoro Jurnal Of Acounting. Vol.2 No.3.
Solihin, Ismail. 2009. Corporate Social Responsibility From Charity To Sustainability. Salemba Empat. Jakarta.
Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.
Suhendri. 2012. 70 Persen Kerusakan Lingkungan Akibat Tambang.
https://bangka.tribunnews.com/ (25 Desember 2019)
Suryono, Hari Dan Prastiwi, Andri, Pengaruh Karakteristik Perusahaan Dan Corporate Governance Terhadap Praktik Pengungkapan Sustainability Report. Simposium Nasional Akuntansi XIV Aceh 2011.
Tarigan, S Dan Semuel, H. (2014). Pengungkapan Sustainability Report Dan Kinerja Keuangan. Jurnal Akuntansi Dan Keuangan. Vol.16 No. 2, 88-101.
Undang-Undang Republik Indonesia No.40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas.
www.idx.co.id (5 Jauari 2020)
DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1
Daftar Sampel Penelitian
No Kode Nama Perusahaan
1 ANTM Aneka Tambang (Persero) Tbk
2 BUMI Bumi Resources Tbk
3 ELSA Einusa Tbk
4 INCO Vale Indonesia Tbk
5 INDY Indika Energy Tbk
6 ITMG Indo Tambangraya Megah Tbk
7 MEDCO Medco Energy International Tbk
8 PTBA Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk
9 PTRO Petrosea Tbk
10 TINS Timah (Persero) Tbk
Lampiran 2
Indikator Pengungkapan Sustainability Report Berdasarkan GRI G4
KATEGORI EKONOMI
Kinerja Ekonomi
EC 1 Nilai ekonomi langsung yang dihasilkan EC 2 Implikasi finansial dan risiko serta peluang
EC 3 Cakupan kewajiban organisasi atau program imbalan pasti EC 4 Bantuan financial yang diterima dari pemerintah
Keberadaan Pasar
EC 5 Rasio upah standar pegawai pemula menurut gender dibandingkan dengan upah minimum regional dilokasi-lokaSI operasional yang sifnifikan
EC 6 Perbandingan manajemen senior yang dipekerjakan dari masyarakat lokasi di lokasi operasi yang signifikan Dampak Ekonomi
Tidak Langsung
EC 7 Pembangunan dan dampak dari investasi infrastruktur dan jasa yang diberikan
EC 8 Dampak ekonomi tidak langsung yang signifikan, termasuk besarnya dampak
Praktik Pengadaan EC 9 Perbandingan pembelian dari pemasok lokal di lokasi operasional yang signifikan
KATEGORI LINGKUNGAN
Bahan
EN 1 Bahan yang digunakan berdasarkan berat atau volume EN 2 Persentase bahan yang digunakan yang merupakan bahan
input daur ulang
Energi
EN 3 Konsumsi energi dalam organisasi EN 4 Konsumsi energi di luar organisasi EN 5 Intensitas energi
EN 6 Pengurangan konsumsi energi
EN 7 Pengurangan kebutuhan energi pada produk dan jasa
Air
EN 8 Total pengambilan air berdasarkan sumber
EN 9 Sumber air yang secara signifikan dipengaruhi oleh
Lokasi-lokasi operasional yang dimiliki, disewa, dikelola di dalam, atau yang berdekatan dengan, kawasan lindung dan kawasan dengan nilai keanekaragaman hayati tinggi di luar kawasan lindung
EN 12
Uraian dampak signifikan kegiatan, produk, dan jasa terhadap keanekaragaman
hayati
EN 13 Habitat yang dilindungi dan dipulihkan EN 14
Jumlah total spesies dalam iucn red list dan spesies dalam daftar spesies yang dilindungi nasional dengan habitat di tempat yang dipengaruhi operasional
Emisi
EN 15 Emisi gas rumah kaca (grk) langsung
EN 16 Emisi gas rumah kaca (grk) energi tidak langsung EN 17 Emisi gas rumah kaca (grk) tidak langsung lainnya EN 18 Intensitas emisi gas rumah kaca
EN 19 Pengurangan emisi gas rumah kaca
EN 20 Emisi bahan perusak ozon
EN 21 Nox, sox, dan emisi udara signifikan lainnya
Efluen Dan Limbah
EN 22 Total air yang dibuang berdasarkan kualitas dan tujuan EN 23 Bobot total limbah berdasarkan jenis dan metode
pembuangan
EN 24 Jumlah dan volume total tumpahan signifikan
EN 25 Bobot limbah yang dianggap berbahaya menurut ketentuan konvensi basel2
EN 26
Identitas, ukuran, status lindung, dan nilai
Identitas, ukuran, status lindung, dan nilai