BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.4 Hipotesis Penelitian
2.4.6 Pengaruh Dewan Direksi terhadap Pengungkapan
Dalam penerapan good corporate governance, keberhasilan perusahaan sangat ditentukan oleh dewan direksi. Dewan direksi adalah dewan yang memiliki fungsi dan wewenang untuk mengendalikan pelaksanaan roda perusahaan setiap hari serta memiliki peran penting dalam pengambilan keputusan. Corporate governance yang baik mengindikasikan pengungkapan informasi yang lebih luas sehingga menarik perhatian stakeholder. Pengungkapan informasi dapat dilakukan perusahaan melalui sustainability report. Berdasarkan uraian di atas, maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
H6 : Dewan direksi berpengaruh positif terhadap pengungkapan sustainability report.
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Penelitian ini termasuk penelitian kausatif. Penelitian kausatif adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan atau keterkaitan antara variabel independen dan variabel dependen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang menekankan pada pengujian teori-teori melalui pengukuran variabel-variabel penelitian dengan angka dan melakukaan analisis data dengan prosedur stastistik.
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan dan mempelajari dokumen-dokumen atau data-data perusahaan berupa laporan tahunan (annual report) dan laporan keberlanjutan (sustainability report) pada perusahaan pertambangan tahun 2014-2018 yang diperoleh dari situs resmi Bursa Efek Indonesia yaitu www.idx.co.iddan masing-masing website perusahaan.
3.3 Batasan Operasional
Batasan operasional dalam penelitian ini agar tujuan dapat tercapai sebagai berikut:
1. Faktor-faktor yang diteliti diperkirakan dapat mengungkapkan sustainability report yaitu profitabilitas, leverage, aktivitas perusahaan,
ukuran perusahaan, komite audit, dan dewan direksi sebagai variabel independen.
2. Objek penelitian ini adalah perusahaan pertambangan dengan periode penelitian tahun 2014-2018.
3.4 Defenisi Operasional
Dalam penelitian ini , defenisi operasional yang dikemukakan mencakup variabel sustainability report sebagai variabel dependen, serta profitabilitas, leverage, aktivitas perusahaan, ukuran perusahaan, komite audit, dan dewan direksi sebagai variabel independen.
3.4.1 Variabel Dependen
Variabel dependen dari penelitian ini adalah pengungkapan sustainability report. Sustainability report merupakan suatu praktik pengukuran, pengungkapan, dan upaya akuntabilitas yang mencerminkan aktivitas perusahaan kepada stakeholder. Variabel sustainability report diukur dengan menggunakan Sustainability Report Disclousure Index (SRDI). Perhitungan dilakukan dengan memberikan skor 1 jika item diungkapkan, dan 0 jika tidak diungkapkan.
Selanjutnya setiap item dijumlahkan seluruhnya, kemudian dibagi dengan jumlah total pengungkapan berdasarkan GRI G4 (91 items). Rumus perhitungan dapat dituliskan sebagai berikut :
SRDI = 𝐉𝐮𝐦𝐥𝐚𝐡 𝐢𝐭𝐞𝐦 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐮𝐧𝐠𝐤𝐚𝐩𝐤𝐚𝐧 𝑻𝒐𝒕𝒂𝒍 𝑰𝒕𝒆𝒎
3.4.2 Variabel Independen 1. Profitabilitas
Profitabilitas merupakan indikator yang digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Dari profitabilitas, dapat dilihat efektifitas manajemen dari suatu perusahaan. Dalam penelitian ini, profitabilitas diukur dengan Return On Asset (ROA) karena mampu menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan pada masa lalu untuk diproyeksikan di masa yang akan datang. Perusahaan yang memiliki ROA yang tinggi menjadi daya tarik tersendiri bagi investor.
2. Leverage
Leverage adalah tingkat kemampuan perusahaan dalam menggunakan aktiva untuk mendapatkan hasil pengembalian yang baik. Leverage menggambarkan bagaimana suatu perusahaan mampu memenuhi kewajibannya.
Penelitian ini menggunakan Debt Equity Ratio (DER) untuk mengukur leverage karena dapat mengukur sejauh mana modal perusahaan dapat menutupi utang yang berasal dari kreditur.
3. Aktivitas Perusahaan
Rasio aktivitas menunjukkan tingkat aktivitas atau efisiensi pengunaan dana yang tertanam pada aktiva. Penelitian ini mengunakan Inventory Turnover
ROA = 𝑳𝑨𝑩𝑨 𝑩𝑬𝑹𝑺𝑰𝑯 𝑺𝑬𝑻𝑬𝑳𝑨𝑯 𝑷𝑨𝑱𝑨𝑲 𝑻𝑶𝑻𝑨𝑳 𝑨𝑺𝑬𝑻
DER = 𝑻𝑶𝑻𝑨𝑳 𝑼𝑻𝑨𝑵𝑮 𝑻𝑶𝑻𝑨𝑳 𝑬𝑲𝑼𝑰𝑻𝑨𝑺
(IT) untuk mengukur rasio aktivitas karena mampu memperlihatkan keefektifan perusahaan dalam pengendalian biaya. Adapun rumus inventory turnover sebagai berikut.
4. Ukuran Perusahaan
Ukuran perusahaan menggambarkan besar kecilnya suatu perusahaan.
Ukuran perusahaan dapat diukur dengan jumlah karyawan, total aset, dan volume penjualan. Penelitian ini menggunakan total aset untuk mengukur variabel ukuran perusahaan. Variabel ukuran perusahaan disajikan dalam bentuk logaritma natural untuk mengurangi fluktuasi data yang berlebih. Dengan menggunakan LN, nilai miliar bahkan triliun akan disederhanakan, tanpa mengubah proporsi dan nilai aset sebenarnya. Pengukurannya dapat dituliskan dengan rumus sebagai berikut :
5. Komite Audit
Komite yang ditunjuk oleh perusahaan sebagai penghubung antara dewan direksi dan audit ekternal, internal auditor serta anggota independen, yang memiliki tugas untuk memberikan pengawasan auditor, memastikan manajemen melakukan tindakan korektif yang tepat terhadap hukum dan regulasi. Dalam penelitian ini, pelaksanaan corporate governance untuk komite audit diproksikan dengan jumlah anggota komite audit pada suatu perusahaan dalam periode 1
Inventory Turnover = 𝑷𝑬𝑵𝑱𝑼𝑨𝑳𝑨𝑵
𝑷𝑬𝑹𝑺𝑬𝑫𝑰𝑨𝑨𝑵
SIZE = LN (Total Aset)
tahun. Semakin banyak jumlah anggota komite audit, pengawasan yang dilakukan akan semakin baik untuk mewujudkan good corporate governance.
6. Dewan Direksi
Dewan direksi adalah dewan yang memiliki fungsi dan wewenang untuk menjalankan roda perusahaan. Pelaksanaan corporate governance untuk dewan direksi diukur melalui jumlah anggota dewan direksi yang telah terjadi selama periode 1 tahun. Jumlah anggota dewan direksi merefleksikan koordinasi antara anggota dewan direksi untuk mewujudkan good corporate governance.
3.5 Skala Pengkuran Variabel
Tabel 3.1
Defenisi Operasional dan Skala Pengukuran Variabel
Variabel Nama
Variabel Defenisi Variabel Pengukuran Skala
Dependen Sustainability indikator yang digunakan untuk melihat kemampuan
Variabel Nama
Variabel Defenisi Variabel Pengukuran Skala
Independen Leverage (X2)
3.6 Populasi dan Sampel Penelitian 3.6.1 Populasi
Populasi dari penelitian adalah seluruh perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2014-2018. Adapun populasi perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2014 sampai dengan tahun 2018 adalah 49 perusahaan.
3.6.2 Sampel
Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini, pengambilan sampel menggunakan teknik probability non sampling dengan menggunakan metode purposive sampling yaitu pemilihan sampling berdasarkan pertimbangan. Adapun kriteria perusahaan yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Perusahaan pertambangan yang tidak delisting di Bursa Efek Indonesia selama periode penelitian (2014-2018).
2. Perusahaan pertambangan yang mempublikasikan sustainability report selama periode penelitian (2014-2018).
Berdasarkan kriteria tersebut, maka diperoleh 10 perusahaan pertambangan yang menjadi sampel penelitian dengan 50 unit analisis (10 x 5 tahun). Berikut ini adalah daftar populasi dan sampel perusahaan tersebut.
Tabel 3.2
Daftar Perusahaan PertambanganYang Menjadi Sampel
No Kode Nama Perusahaan Kriteria
Sampel
No Kode Nama Perusahaan Kriteria
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder atau data penelitian yang diperoleh secara tidak langsung melalui media perantara, yaitu laporan tahunan perusahaan dan laporan keberlanjutan yang dipublikasikan melalui www.idx.co.id dan masing-masing website perusahaan.
3.8 Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi. Metode dokumentasi yaitu mengumpulkan data dengan mempelajari catatan/dokumen perusahaan sesuai dengan data yang diperlukan dalam penelitian. Metode dokumentasi pada penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan laporan keuangan tahunan dan laporan keberlanjutan tahun 2014-2018 yang diperoleh melalui situs www.idx.co.id dan masing-masing website perusahaan.
3.9 Metode Analisis Data
Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis kuantitatif dengan menggunakan bantuan perangkat lunak Microsoft Excel dan software Eviews 11 sebagai alat untuk menguji data.
3.9.1 Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif memberikan gambaran atau deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata (mean), standar deviasi, maksimum dan minimum.
Statistik deskriptif merupakan statistik yang menggambarkan atau mendeskripsikan data menjadi sebuah informasi yang lebih jelas dan mudah untuk dipahami.
3.9.2 Pemilihan Model Regresi Data Panel
Secara umum terdapat dua pendekatan yang digunakan dalam menduga model dari data panel yaitu model tanpa pengaruh individu (common effect model)
dan model dengan pengaruh individu (fixed effect model dan random effect model), maka untuk menguji hipotesis digunakan metode efek common (common effect models), model efek tetap (fixed effect models) dan metode efek random (random effect models).
3.9.2.1 Uji Chow
Uji Chow digunakan untuk mengetahui apakah suatu model data panel itu Common Effect Model (CEM) atau Fixed Effect Model (FEM).
Hipotesis statistik:
H0: CEM lebih baik dari FEM H1: FEM lebih baik dari CEM
Analisis uji Chow dilakukan dengan program Eviews. Apabila hasil likelihood Test menunjukan Prob.Cross Section-Chi Square di bawah alpha 0.05, maka H1
diterima, sehingga model yang lebih baik adalah Fixed Effect Model; sebaliknya jika Prob.Cross Section-Chi Square di atas alpha 0.05 maka H1 ditolak, sehingga modelnya Common Effect Model (Ghozali, 2013).
3.9.2.2 Uji Hausman
Uji Hausman digunakan untuk mengetahui apakah suatu model data panel itu lebih baik menggunakan model Fixed Effect Model (FEM) atau Random Effect Model (REM).
Hipotesis statistik:
H0: REM lebih baik dari FEM
H1: FEM lebih baik dari REM
Analisis uji Hausman dilakukan dengan program Eviews. Apabila hasil Hausman test menunjukan nilai Prob.Cross Section-Random di bawah alpha 0.05 maka model yang lebih baik adalah Fixed Effect Model; sebaliknya jika nilai Prob.Cross Section di atas alpha 0.05 maka model yang lebih baik adalah Random Effect Model (Ghozali, 2013).
3.9.2.3 Uji Lagrange Mulitiplier (LM)
Uji Lagrange Multiplier (LM) digunakan untuk membandingkan model mana yang paling tepat antara Common Effect Model (CEM) atau Random Effect Model (REM).
Hipotesis statistik:
H0: CEM lebih baik dari REM H1: REM lebih baik dari CEM
Uji Lagrange Multiplier dilakukan dengan program Eviews. Apabila hasil uji LM menunjukan Prob.Cross Section-Chi Square di bawah alpha 0.05 maka modelnya adalah Random Effect Model; sebaliknya jika nilai Prob.Cross Section-Chi Square di atas alpha 0.05 maka modelnya adalah Common Effect Model (Ghozali, 2013).
3.9.3 Analisis Regresi Data Panel
Model regresi data panel dilakukan terhadap model yang diajukan dengan menggunakan software Eviews untuk menguji pengaruh variabel independen
terhadap variabel dependen. Model regresi yang dikembangkan untuk menguji hipotesis-hipotesis yang telah dirumuskan dalam penelitian ini adalah :
Y = α + β1X1 + β2X2 + β3X3+ β4X4 + β5X5 + β6X6+ є Penjelasan :
Y = Pengungkapan Sustainability Report.
α = Konstanta
β1 ,β2, β3, β4 = Koefisien regresi dan variable independen
X1 = Profitabilitas yang diproksikan melalui perhitungan return on asset.
X2 = Leverage yang diproksikan melalui perhitungan debt to equity ratio.
X3 = Aktivitas perusahaan yang diprokikan melalui inventory turnover
X4 = Total aset yang diproksikan melalui logaritma natural jumlah aset perusahaan.
X5 = Komite audit yang diproksikan melalui jumlah anggota komite audit.
X6 = Dewan direksi yang diproksikan melalui jumlah anggota dewan direksi.
Є = Error
3.9.4 Uji Asumsi Klasik
Uji asumsi klasik dilakukan apabila model yang terpilih adalah Common Effect Model (CEM) atau Fixed Effect Model (FEM). Bila yang terpilih adalah model Random Effect Model (REM) maka tidak perlu melakukan uji asumsi klasik karena persamaan yang memenuhi asumsi klasik hanya persamaan yang menggunakan metode Ordinary Least Square (OLS). Uji asumsi klasik harus dilakukan dalam penelitian ini untuk menguji apakah data memenuhi asumsi
klasik. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya estimasi yang bias, mengingat tidak semua data dapat diterapkan regresi. Pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi.
3.9.4.1 Uji Normalitas
Model regresi yang baik adalah model yang memiliki distribusi data normal atau mendekati normal. Uji normalitas ini merupakan uji yang bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi variabel independen dan dependen, keduanya mempunyai distribusi data yang normal atau tidak. Ada dua cara untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak yaitu dengan analisis grafik dan uji statistik. Untuk mengetahui normal atau tidaknya faktor pengganggu dilakukan dengan J-B test (jarque-bera test). Uji ini menggunakan hasil estimasi residual dan chi-square probability distribution yaitu dengan membandingkan prob.JB-hitung pada taraf alpha 5% dengan kriteria berikut:
1) Bila Prob.JB hitung ≥ 0,05 maka hipotesis yang menyatakan bahwa residual berdistribusi normal akan diterima.
2) Bila Prob.JB hitung < 0,05 maka hipotesis yang menyatakan bahwa residual berdistribusi normal akan ditolak.
3.9.4.2 Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antarvariabel bebas (independen). Model regresi yang
baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel independen. Ada atau tidaknya gejala multikolinearitas dapat diketahui atau dilihat dari koefisien korelasi masing variabel bebas. Jika koefisien korelasi di antara masing-masing variabel bebas lebih besar dari 0,9, maka terjadi multikolinearitas.
3.9.4.3 Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas bertujuan apakah di dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Uji heteroskedatisitas dalam penelitian ini diuji menggunakan uji white dengan kriteria jika diperoleh nilai Prob.Obs*R-squared lebih besar dari 0,05 maka disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala heteroskedastisitas dalam model regresi, sebaliknya jika diperoleh nilai Prob.Obs*R-squared lebih kecil dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa terjadi gejala heteroskedastisitas dalam model regresi (Ghozali, 2013).
3.9.4.4 Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya). Uji autokorelasi dapat dilakukan dengan uji LM (metode Bruesch Godfrey). Metode ini didasarkan pada nilai F dan Prob.Obs*R-squared. Dimana jika nilai Prob.Obs*R-squared melebihi 0.05 maka tidak terjadi masalah autokorelasi.
3.9.5 Uji Hipotesis
Secara statistik, setidaknya uji hipotesis ini dapat diukur dari nilai koefisien determinasi, nilai statistik F dan nilai statistik t. Perhitungan statistik disebut signifikan secara statistik apabila nilai uji statistiknya berada dalam daerah kritis (daerah dimana H0 ditolak). Sebaliknya disebut tidak signifikan jika nilai ujistatistiknya berada dalam daerah dimana H0 diterima (Ghozali, 2006: 178).
3.9.5.1 Uji Signifikansi Simultan (Uji Statistik F)
Uji statistik F digunakan untuk menguji tingkat signifikansi pengaruh secara keseluruhan variabel independen terhadap varibael dependen secara simultan. Kesimpulan yang diambil dalam uji F ini adalah dengan melihat signifikansi (α) dengan ketentuan :
α > 5% : Tidak Signifkan α < 5% : Signifikan
3.9.5.2 Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji Statistik t)
Uji statistik t digunakan untuk menguji tingkat signifikansi pengaruh dari masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial.
Kesimpulan yang diambil dalam uji t ini adalah dengan melihat signifikansi (α) dengan ketentuan :
α > 5% : Tidak Signifkan α < 5% : Signifikan
3.9.5.3 Uji Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien Determinasi (R2) digunakan untuk mengetahui persentase pengaruh variabel independen (prediktor) terhadap perubahan variabel dependen.
Dari sini akan diketahui seberapa besar variabel dependen akan mampu dijelaskan oleh variabel independennya, sedangkan sisanya dijelaskan oleh sebab-sebab lain di luar model. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Umum Objek Penelitian
Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder dan diperoleh dengan mengakses data laporan keuangan dan laporan keberlanjutan dari situs www.idx.co.id dan masing-masing website perusahaan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2014-2018. Total perusahaan pertambangan yang menjadi populasi hingga tahun 2018 berjumlah empat puluh sembilan (49) perusahaan.
Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling, yaitu dengan menentukan kriteria khusus untuk pengambilan sampel. Proses seleksi sampel dilakukan berdasarkan kriteria yang telah ditentukan pada bab III, sehingga diperoleh sepuluh (10) perusahaan pertambangan yang menjadi sampel penelitian. Total sampel penelitian dari tahun 2014 sampai dengan 2018 berjumlah lima puluh (50) perusahaan pertambangan. Ringkasan prosedur pemilihan sampel dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 4.1
Data Hasil Pemilihan Sampel
No Keterangan Jumlah
1. Populasi perusahaan pertambangan periode 2014-2018 49 2. Perusahaan pertambangan yang tidak pernah delisting dari BEI selama
periode penelitian (2014-2018).
(2) 3. Perusahaan yang tidak menerbitkan sustainability report 2014-2018 (37)
Perusahaan yang menjadi sampel penelitian 10
Total sampel pada periode 2014-2018 Total
10 perusahaan pertambangan x 5 Tahun: 50
Sumber: Data Sekunder yang Diolah
Berdasarkan tabel 4.1, total perusahaan pertambangan yang tidak memenuhi kriteria penentuan sampel adalah 39 perusahaan, sehingga diperoleh jumlah perusahaan yang dapat menjadi sampel penelitian sebesar 10 perusahaan.
Total perusahaan yang dijadikan sampel dalam penelitian ini pada periode 2014 hingga 2018 adalah 50 sampel.
4.2 Hasil Uji Analisis Data
Analisis data merupakan proses penyederhanaan data ke dalam bentuk yang mudah diinterpretasikan. Dalam penelitian ini, metode analisis data yang dilakukan dengan analisis statistik dan menggunakan software Eviews 11.
4.2.1 Hasil Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif memberikan gambaran atau deskripsi suatu data yang dapat dilihat dari nilai maksimum, minimum, rata-rata (mean) dan standar deviasi yang dihasilkan dari variabel penelitian. Variabel yang digunakan didalam penelitian ini terdiri dari variabel independen dan dependen. Variabel independen meliputi profitabilitas, leverage, aktivitas perusahaan, ukuran perusahaan, komite audit, dan dewan direksi. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah pengungkapan sustainability report. Hasil analisis statistik deskriptif dengan menggunakan program Eviews disajikan dalam tabel berikut.
Tabel 4.2 Statistik Deskriptif
Y X1 X2 X3 X4 X5 X6
Mean 0.372563 0.030187 1.109796 22.29257 30.60980 3.420000 5.280000 Median 0.324176 0.031311 0.720977 13.59388 30.77016 3.000000 5.000000 Maximum 1.000000 0.211853 11.90898 113.6848 32.02382 5.000000 8.000000 Minimum 0.054945 -0.643872 -7.173955 0.195642 29.06395 2.000000 3.000000 Std. Dev. 0.239434 0.118802 2.331381 24.41271 0.831250 0.574634 1.294257 Sumber: Data Diolah dengan Eviews 11, 2020.
Berdasarkan data pada Tabel 4.2 dapat dijelaskan bahwa dari 10 perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan 50 pengamatan diperoleh nilai minimum dari variabel sustainability report adalah 0,195642 sedangkan nilai maksimumnya sebesar 1,000000. Artinya tingkat pengungkapann sustainability report yang dilakukan perusahaan tergolong tinggi, dengan tingkat tertinggi sebesar 100%. Rata-rata (mean) dari tingkat pengungkapan sustainability report yang dilakukan perusahaan sampel adalah 0,372563 dengan standar deviasi 0,239434.
Variabel profitabilitas memiliki nilai minimum dan maksimum masing-masing sebesar -0,643872 dan 0,211853. Hal ini menunjukkan bahwa nilai profitabilitas yang tertinggi mencapai 21,1%. Rata-rata nilai profitabilitas di dalam tiap perusahaan adalah sebesar 0,030187 (3%), sedangkan standar deviasi yang menunjukkan nilai sebesar 0,118802 (11,8%).
Nilai terendah dari leveragesebesar -7,173955 dan nilai maksimumnya adalah 11,90898. Artinya, penggunaan utang untuk membiayai asset perusahaan yang terendah sebesar -717,3% sedangkan yang tertinggi adalah 1190%. Rata-rata nilai leverage yang dimiliki perusahaan sampel sebesar 1,109796 dan standar deviasinya adalah 2,331381.
Nilai terendah dari variabel aktivitas sebesar 0,195642 dan nilai maksimumnya adalah 113,6848. Rata-rata nilai aktivitas perusahaan yang dimiliki sampel penelitian ini sebesar 22,29257 dan standar deviasinya adalah 24,41271.
Variabel ukuran perusahan memiliki nilai minimum dan maksimum masing-masing sebesar 29,06395 dan 32,02382. Rata-rata nilai ukuran perusahan sebesar 30,60980, sedangkan standar deviasi yang menunjukkan nilai sebesar 0,831250.
Nilai terendah dari variabel komite audit sebesar 2,00 dan nilai maksimumnya adalah 5,00. Artinya, jumlah komite audit suatu perusahaan yang paling terendah adalah 2 orang sedangkan yang tertinggi mencapai 5 orang. Rata-rata komite audit yang dimiliki perusahaan sampel sebesar 3,42 dan standar deviasinya adalah 0,574634
Nilai terendah dari variabel dewan direksi sebesar 3,00 dan nilai maksimumnya adalah 8,00. Artinya, jumlah anggota dewan direksi pada perusahaan sampel yang terendah adalah 3 orang sedangkan yang tertinggi mencapai 8 orang. Rata-rata jumlah anggota dewan direksi yang dimiliki sampel penelitian ini sebesar 5,28 dan standar deviasinya adalah 1,294257.
4.2.2 Pemilihan Model Estimasi Regresi Data Panel
Pada penelitian ini terdapat tiga macam pendekatan yang dapat digunakan dalam analisis model data panel, yaitu pendekatan Common Effect (CE), Fixed Effect (FE) dan Random Effect (RE). Pemilihan model estimasi regresi data
panel dilakukan dengan Uji Chow, Uji Hausman dan Uji Lagrange Multiplier (LM).
Tabel 4.3 Hasil Uji Chow
Redundant Fixed Effects Tests Equation: Untitled
Test cross-section fixed effects
Effects Test Statistic d.f. Prob.
Cross-section F 1.469932 (9,34) 0.1988
Cross-section Chi-square 16.432786 9 0.0584
Sumber: Data Diolah dengan Eviews 11, 2020.
Berdasarkan data pada Tabel 4.3, dapat dijelaskan bahwa hasil uji Chow menunjukkan nilai Prob.Cross Section-Chi Square sebesar 0,0584 atau lebih besar dari 0,05. Hasil uji Chow menunjukkan bahwa model yang sebaiknya digunakan adalah Common Effect Model (CEM).
Tabel 4.4 Hasil Uji Hausman
Correlated Random Effects - Hausman Test Equation: Untitled
Test cross-section random effects
Test Summary Chi-Sq. Statistic Chi-Sq. d.f. Prob.
Cross-section random 11.844264 6 0.0655
Sumber: Data Diolah dengan Eviews 11, 2020.
Berdasarkan data pada Tabel 4.4, dapat dijelaskan bahwa hasil uji Hausman menunjukkan nilai Prob.Cross Section-random sebesar 0,0655 atau
lebih besar dari 0,05. Hasil uji Hausman menunjukkan bahwa model yang sebaiknya digunakan adalah Random Effect Model (REM).
Tabel 4.5
Hasil Uji Lagrange Mulitiplier (LM)
Lagrange Multiplier Tests for Random Effects Null hypotheses: No effects
Alternative hypotheses: Two-sided (Breusch-Pagan) and one-sided (all others) alternatives
Test Hypothesis
Cross-section Time Both
Breusch-Pagan 0.612403 8.492410 9.104813
(0.4339) (0.0036) (0.0025)
Sumber: Data Diolah dengan Eviews 11, 2020.
Berdasarkan data pada Tabel 4.5, dapat dijelaskan bahwa hasil uji Lagrange Mulitiplier menunjukkan nilai probablitas sebesar 0,4339 atau lebih besar dari 0,05. Hasil uji Lagrange Mulitiplier menunjukkan bahwa model yang sebaiknya digunakan adalah Common Effect Model (CEM).
4.2.3 Model Regresi Data Panel
Hasil estimasi regresi data panel dengan menggunakan model Common Effect Model (CEM), disajikan pada Tabel 4.6 berikut.
Tabel 4.6
Hasil Estimasi Regresi Data Panel Model Common Effect
Dependent Variable: Y Method: Panel Least Squares Date: 08/11/20 Time: 23:31 Sample: 2014 2018
Periods included: 5 Cross-sections included: 10
Total panel (balanced) observations: 50
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C 0.528395 1.102400 0.479313 0.6341
X1 -0.050830 0.248681 -0.204396 0.8390
X2 -0.015804 0.012077 -1.308593 0.1976
X3 -0.003532 0.001254 -2.815183 0.0073
X4 0.011884 0.035539 0.334383 0.7397
X5 0.168561 0.053287 3.163291 0.0029
X6 -0.051279 0.021875 -2.344211 0.0238
Sumber: Data Diolah dengan Eviews 11, 2020.
Berdasarkan hasil estimasi regresi data panel pada Tabel 4.5, diperoleh persamaan model common effect sebagai berikut:
Y=0,528395−0,050830X1−0,015804X2−0,00352X3+0,011884X4+ 0,168561X5 –
0,051279X6+є
Dari hasil estimasi dan persamaan model regresi tersebut di atas, dapat diinterprestasikan secara ekonomis kesimpulan sebagai berikut:
1. Nilai konstanta dari persamaan di atas adalah sebesar 0,528395. Angka tersebut menunjukkan bahwa jika variabel-variabel bebas yaitu profitabilitas (X1), leverage (X2), aktivitas perusahaan (X3), ukuran perusahaan (X4), komite audit (X5) dan dewan direksi (X6) diasumsikan nol atau konstan (tetap), maka variabel terikat yaitu Y (sustainability report) akan bertambah sebesar 0,528395.
2. Variabel X1 (profitabilitas) memiliki nilai koefisien regresi yaitu −0,050830.
Nilai koefisien regresi yang negatif ini menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh negatif terhadap pengungkapan sustainability report. Hal ini berarti setiap kenaikan profitabilitas sebesar 1 persen maka pengungkapan sustainability report akan mengalami penurunan sebesar −0,050830 persen dengan asumsi bahwa variabel-variabel bebas yang lainnya dianggap konstan (tetap).
3. Variabel X2 (leverage) memiliki nilai koefisien regresi yaitu −0,015804. Nilai koefisien regresi yang negaitf ini menunjukkan bahwa leverage berpengaruh negatif terhadap pengungkapan sustainability report. Hal ini berarti setiap kenaikan leverage sebesar 1 persen maka pengungkapan sustainability report
3. Variabel X2 (leverage) memiliki nilai koefisien regresi yaitu −0,015804. Nilai koefisien regresi yang negaitf ini menunjukkan bahwa leverage berpengaruh negatif terhadap pengungkapan sustainability report. Hal ini berarti setiap kenaikan leverage sebesar 1 persen maka pengungkapan sustainability report