• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. HASIL PENELITIAN

4.4. Hasil penelitian

4.4.2. Analisis tabel Tunggal

4.4.2.2. Pemanfaatan Cyber Extension Oleh Penyuluh Pertanian

4.4.2.2.2. Motivasi Penyuluh

Motivasi penyuluh dalam penelitian ini dianalisis secara deskriptif.

Analisis pada motivasi penyuluh ini tidak menjawab tujuan utama penelitian yang dilakukan melainkan hanya memberikan gambaran umum dari frekuensi dan persentase tanggapan penyuluh terhadap butir-butir pernyataan yang berkaitan

dengan motivasi penyuluh dalam pemanfaatan Cyber Extension. Secara rinci dari setiap instrumen dapat dilihat pada tabel-tabel berikut ini.

Tabel 4.17

Motivasi mengakses Cyber Extension untuk meningkatkan kompetensi

Nilai Pernyataan Frekuensi Persentasi

1 Sangat tidak setuju 0 0 %

Sumber: Hasil analisis Deskriptif data Kuesioner SPSS versi 22

Melalui tabel 4.17 dapat dilihat bahwa dari 80 orang penyuluh terdapat sebanyak 33 orang penyuluh (41,3 %) menyatakan sangat setuju, sebanyak 46 orang penyuluh (57,5 %) menyatakan setuju yang menggambarkan bahwa mayoritas penyuluh pertanian Kabupaten Aceh Singkil mengakses Cyber Extension dengan motivasi untuk meningkatkan kompetensinya sebagai penyuluh pertanian dan tergolong tinggi.

Tabel 4.18

Motivasi mengakses Cyber Extension

untuk dapat melaksanakan tugas semaksimal mungkin

Nilai Pernyataan Frekuensi Persentasi

1 Sangat tidak setuju 0 0 %

Sumber: Hasil analisis Deskriptif data Kuesioner SPSS versi 22

Melalui frekuensi dan persentasi data pada tabel 4.18 diatas dapat diketahui dari 80 orang reponden, sebanyak 26 orang penyuluh (32,5 %)

menyatakan sangat setuju, dan sebanyak 53 orang penyuluh (66,3 %) menyatakan setuju. Hasil analisis deskriptif pada data diatas menunjukkan bahwa tingkat persentase pemanfaatan Cyber Extension dengan motivasi untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan untuk melaksanakan tugas semaksimal mungkin tergolong tinggi (98,7%). Penyuluh pertanian Kabupaten Aceh Singkil menyadari bahwa untuk dapat melaksanakan tugas semaksimal mungkin didukung oleh banyaknya informasi dan pengetahuan serta keterampilan yang dimiliki untuk meningkatkan kemampuan atau kompetensinya sebagai penyuluh pertanian.

Dengan meningkatnya kemampuan atau kompetensi maka tentunya penyuluh mampu dalam melaksanakan tugas semaksimal mungkin da hal inilah yang mendorong dan memotivasi penyuluh dalam mengakses Cyber Extension.

Tabel 4.19

Motivasi mengakses Cyber Extension untuk meningkatkan kinerja

Nilai Pernyataan Frekuensi Persentasi

1 Sangat tidak setuju 0 0 %

2 Tidak setuju 0 0 %

3 Kurang setuju 0 0 %

4 Setuju 46 57,5 %

5 Sangat setuju 34 42,5 %

T o t a l 80 100 %

Sumber: Hasil analisis Deskriptif data Kuesioner SPSS versi 22

Berdasarkan tabel 4.19 diatas dapat diketahui bahwa dari 80 orang penyuluh pertanian terdapat sebanyak 34 orang penyuluh (42,5 %) menyatakan sangat setuju dan sebanyak 46 orang penyuluh (57,5 %) menyatakan setuju. Hal ini menunjukkan bahwa persentase penyuluh pertanian Kabupaten Aceh Singkil dalam memanfaatkan Cyber Extension dengan motivasi untuk meningkatkan kinerjanya sebagai penyuluh pertanian tergolong tingggi (100%). Artinya semua

penyuluh pertanian memiliki motivasi untuk dapat meningkatkan kinerja dalam mengakses Cyber Extension.

Tabel 4.20

Motivasi mengakses Cyber Extension untuk untuk mengembangkan karier

Nilai Pernyataan Frekuensi Persentasi

1 Sangat tidak setuju 0 0 %

Sumber: Hasil analisis Deskriptif data Kuesioner SPSS versi 22

Melalui hasil analisis deskriptif data pada tabel 4.20 diatas dapat diketahui bahwa dari 80 orang penyuluh, terdapat sebanyak 36 orang penyuluh (45 %) menyatakan sangat setuju dan sebanyak 44 orang penyuluh (55 %).

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa 100 % penyuluh pertanian Kabupaten Aceh Singkil memiliki motivasi yang tinggi dalam mengakses Cyber Extension untuk untuk mengembangkan kariernya sebagai penyuluh pertanian.

Tabel 4.21

Motivasi mengirimkan artikel pada Cyber Extension karena adanya kesesuaian imbalan yang terima.

Nilai Pernyataan Frekuensi Persentasi

1 Sangat tidak setuju 0 0 %

Sumber: Hasil analisis Deskriptif data Kuesioner SPSS versi 22

Hasil analisis deskriptif pada tabel 4.21 diatas dapat diketahui bahwa penyuluh yang mengirimkan 1 artikel pada Cyber Extensiondalam 1 tahun

terakhir karena motivasi kesesuaian dengan imbalan yang diterima, sebanyak 30 orang (37,5 %) menyatakan setuju, dan sebanyak 29 orang (36,3 %) menyatakan kurang setuju dan sebanyak 17 orang (21,3 %) menyatakan tidak setuju. Hal ini menunjukkan persentase penyuluh pertanian kabupaten Aceh Singkil yang telah mengirimkan artikel pada Cyber Extension karena motivasi kesesuaian imbalan yang diterima tergolong sedang. Setiap penyuluh yang mengirimkan 1 buah artikel pada Cyber Extension, dihargai sebesar Rp.100.000,- (seratus ribu rupiah).

Imbalan adalah suatu penghargaan dan pemicu semangat penyuluh pertanian untuk semakin meningkatkan kompetensi dan kinerjanya.

Dengan adanya penghargaan berupa imbalan dapat meningkatkan motivasi penyuluh untuk terus berkarya, menulis artikel berupa teknologi dan inovasi yang ditemukan atau yang dikerjakan dilapangan lalu menyebarkannya pada publik melalui Cyber Extension sehingga dengan demikian tulisan artikel ini dapat dibaca oleh penyuluh lain bahkan oleh para petani sebagai pelaku utama dan pelaku usaha dibidang pertanian pada saat mengakses Cyber Extension.

Tabel 4.22

Motivasi mengakses Cyber Extension

karena adanya dukungan lingkungan tempat bekerja

Nilai Pernyataan Frekuensi Persentasi

1 Sangat tidak setuju 0 0 %

2 Tidak setuju 2 2,5 %

3 Kurang setuju 20 25 %

4 Setuju 56 70 %

5 Sangat setuju 2 2,5 %

T o t a l 80 100 %

Sumber: Hasil analisis Deskriptif data Kuesioner SPSS versi 22

Dukungan lingkungan tempat bekerja yang dimaksudkan dalam poin ini adalah adanya potensi Sumber Daya Alam (SDA) pertanian yang mendukung dan

menjanjikan kariernya sebagai penyuluh pertanian serta Sumber Daya Manusia (SDM) yang dalam hal ini adalah petani yang memiliki semangat dalam berusaha tani secara berkesinambungan sehingga hal ini yang memotivasi penyuluh untuk terus memanfaatkan Cyber Extension agar dapat meningkatkan wawasan berupa pengetahuan dan keterampilan dibidang pekerjaannya sebagai penyuluh pertanian.

Berdasarkan hasil analisis deskriptif pada tabel 4.22 diatas dapat diketahui bahwa dari 80 orang penyuluhKabupaten Aceh Singkil, mayoritas penyuluh sebanyak 56 orang penyuluh (70 %) menyatakan setuju. Hal ini menunjukkan bahwa motivasi mengakses Cyber Extension karena adanya dukungan lingkungan tempat penyuluh pertanian bekerja tergolong tinggi.

Penyuluh pertanian akan enggan mengakses Cyber Extension bila Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) petani tidak mendukung dalam meningkatkan kompetensi, kinerjanya dann kariernya sebagai penyuluh pertanian.

Tabel 4.23

Motivasi mengakses Cyber Extension

karena adanya apresiasi terhadap penyuluh pertanian.

Nilai Pernyataan Frekuensi Persentasi

1 Sangat tidak setuju 0 0 %

2 Tidak setuju 3 3,8 %

3 Kurang setuju 48 60,0 %

4 Setuju 27 33,8 %

5 Sangat setuju 2 2,5 %

T o t a l 80 100 %

Sumber: Hasil analisis Deskriptif data Kuesioner SPSS versi 22

Pernyuluh pertanian Kabupaten Aceh Singkil sangat jarang mendapatkan apresiasi baik dari instansi tempat bekerja maupun dari pemerintah daerah atau provinsi. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis deskriptif data, dimana melalui

80 orang penyuluh, persentase yang menyatakan kurang setuju lebih mendominasi dari pernyataan lainnya yaitu sebanyak 48 orang penyuluh (60 %),bahkan ada3 orang penyuluh (3,8 %) menyatakan tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa apresiasi terhadap penyuluh pertanian Kabupaten Aceh Singkil masih rendah.

Dengan demikian dapat diketahui bahwa rata-rata penyuluh pertanian Kabupaten Aceh Singkil mengakses Cyber Extension bukan karena adanya apresiasi terhadap penyuluh pertanian melainkan karena inisiatif pribadi dengan keinginan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sehingga dengan demikian dapat meningkatkan kompetensi pribadi dan kinerja sebagai penyuluh pertanian.

Tabel 4.24

Motivasi mengakses Cyber Extension karena adanya dukungan dari pimpinan dan sesama penyuluh.

Nilai Pernyataan Frekuensi Persentasi

1 Sangat tidak setuju 0 0 %

2 Tidak setuju 2 2,5 %

3 Kurang setuju 14 17,5 %

4 Setuju 60 75 %

5 Sangat setuju 4 5 %

T o t a l 80 100 %

Sumber: Hasil analisis Deskriptif data Kuesioner SPSS versi 22

Berdasarkan pernyataan pada tabel 4.24 diatas dapat diketahui bahwa Motivasi penyuluh mengakses Cyber Extension karena adanya dukungan dari pimpinan tempatnya bekerja dan sesama penyuluhtergolong tinggi, yaitu sebanyak 60 orang penyuluh (75 %) menyatakan setuju ditambah 4 orang penyuluh (5 %) menyatakan sangat setuju. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata penyuluh pertanian Kabupaten Aceh Singkil mengakses Cyber Extension selain

karena motivasi dari dalam diri sendiri juga karena adanya motivasi dari luar berupa dorongan dan dukungan dari pimpinan dan sesama penyuluh.

Selebihnya sebesar 20 % menyatakan kurang setuju dan tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa sebanyak 16 orang penyuluh mengakses Cyber Extension bukan karena adanya dorongan atau dukungan dari pimpinan dan sesama penyuluh melainkan motivasi dari dalam diri sendiri untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sehingga dapat meningkatkan kompetensi dan kinerja sebagai penyuluh pertanian. Dengan demikian, ada atau tidak ada dukungan dari pimpinan atau sesama penyuluh, penyuluh tetap mengakses Cyber Extension untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya.

Tabel 4.25

Motivasi mengakses Cyber Extension untuk menjalin hubungan antara sesama penyuluh diseluruh Indonesia

Nilai Pernyataan Frekuensi Persentasi

1 Sangat tidak setuju 0 0 %

2 Tidak setuju 1 1,3 %

3 Kurang setuju 4 5,0 %

4 Setuju 53 66,3 %

5 Sangat setuju 22 27,5 %

T o t a l 80 100 %

Sumber: Hasil analisis Deskriptif data Kuesioner SPSS versi 22

Berdasarkan pernyataan pada tabel 4.25 diatas dapat diketahui bahwa dari 80 orang penyuluh, terdapat sebanyak 22 orang penyuluh (27,5 %) menyatakan sangat setuju, sebanyak 53 orang penyuluh (66,3 %) menyatakan setuju, sebanyak 4 orang penyuluh (5 %) menyatakan kurang setuju dan sebanyak 1 orang penyuluh (1,3 %) menyatakan tidak setuju. Melalui frekuensi dan persentasi data diatas dapat diketahui bahwa penyuluh pertanian Kabupaten Aceh

Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata penyuluh pertanian Kabupaten Aceh Singkil mengakses Cyber Extensionkarena motivasi atau keinginan untuk menjalin hubungan silaturahmi secara tidak langsung antara sesama penyuluh pertanian diseluruh Indonesia melalui saling berbagi informasi dan inovasi melaluiCyber Extension.

4.4.2.2.3. Keaktifan Dalam Mengakses Cyber Extension

Keaktifan dalam pemanfaatan Cyber Extension dalam penelitian ini merupakan data yang dapat dianalisa secara deskriptif. Analisis pada keaktifan penyuluh dalam pemanfaatan Cyber Extension ini tidak menjawab tujuan penelitian yang dilakukan melainkan hanya memberikan gambaran umum dari frekuensi dan persentase tanggapan penyuluh terhadap butir-butir pernyataan yang berkaitan dengan keaktifan penyuluh dalam dalam pemanfaatan Cyber Extension secara rinci dari setiap instrumen dapat dilihat pada tabel-tabel berikut ini.

Tabel 4.26

Keaktifan mengakses Cyber Extension menggunakan TIK yang di miliki.

Nilai Pernyataan Frekuensi Persentasi

1 Sangat tidak setuju 0 0 %

2 Tidak setuju 1 1,3 %

3 Kurang setuju 21 26,3 %

4 Setuju 45 56,3 %

5 Sangat setuju 13 16,3 %

T o t a l 80 100 %

Sumber: Hasil analisis Deskriptif data Kuesioner SPSS versi 22

Melalui hasil analisis data deskriptiftabel 4.26 diatas dapat diketahui bahwa dari 80 orang penyuluh, yang menyatakan sangat setuju sebanyak 16,3 %, dan menyatakan setuju 56,3 %. Jika di jumlahkan antara setuju dan sangat setuju

melalui Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang dimiliki berupa Smartphone dan komputer. Selebihnya sebanyak 27,6 % menyatakan kurang setuju dan tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata penyuluh pertanian Kabupaten Aceh Singkil mengakses Cyber Extensionmenggunakan Smartphone dan Komputer yang dimiliki. Penyuluh pertanian yang aktif mengakses Cyber Extensionpada Smartphone biasanya langsung menuju web Cyber Extension atau aplikasi Cyber Extension yang telah di instal pada smartphone dan mulai mencari informasi yang dibutuhkannya.

Tabel 4.27

Keaktifan mengakses CyberExtensionMinimal 3 kali seminggu untuk mendapatkan informasi seputar penyuluhan pertanian

Nilai Pernyataan Frekuensi Persentasi

1 Sangat tidak setuju 0 0 %

2 Tidak setuju 1 1,3 %

3 Kurang setuju 54 67,5 %

4 Setuju 25 31,3 %

5 Sangat setuju 0 0 %

T o t a l 80 100 %

Sumber: Hasil analisis Deskriptif data Kuesioner SPSS versi 22

Berdasarkan hasil analisis deskriptif data pada tabel 4.27 diatas dapat diketahui bahwa dari 80 orang penyuluh hanya 25 0rang (31,3 %) yang mengakses Cyber Extension minimal 3 kali dalam seminggu. Selebihnya sebanyak 68,8 % tidak begitu rutin Melalui frekuensi dan persentasi data diatas dapat diketahui bahwa penyuluh pertanian Kabupaten Aceh Singkil yang menyatakan “kurang setuju” lebih mendominasi dari pernyataan lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata penyuluh pertanian Kabupaten Aceh Singkil mengakses Cyber Extension untuk mendapatkan informasi seputar penyuluhan

Tabel 4.28

Menu berita pada Cyber Extension

yang sering di akses konten “Gerbang Nasional”

Nilai Pernyataan Frekuensi Persentasi

1 Sangat tidak setuju 0 0 %

Sumber: Hasil analisis Deskriptif data Kuesioner SPSS versi 22

Berdasarkantabel 4.28 diatas dapat diketahui bahwa dari 80 orang penyuluh, sebanyak 7,5 % menyatakan sangat setuju, 55 % menyatakan setuju, jika dijumlahkan maka sebanyak 62,5 % penyuluh pertanian sering bahkan sangat sering mengakses konten “Gerbang nasional” pada Cyber Extension. Selebihnya mungkin lebih sering mengakses konten lain dari beberapa menu yang terdapat pada Cyber Extension.

Tabel 4.29

Menu berita pada Cyber Extension

yang sering di akses adalah konten “Gerbang Daerah”

Nilai Pernyataan Frekuensi Persentasi

1 Sangat tidak setuju 0 0 %

Sumber: Hasil analisis Deskriptif data Kuesioner SPSS versi 22

Berdasarkan pernyataan pada tabel 4.29 diatas dapat diketahui bahwa dari 80 orang penyuluh terdapat 9 orang penyuluh (11,3 %) menyatakan sangat setuju, sebanyak 49 orang penyuluh (61,3 %) menyatakan setuju, sebanyak 16 orang penyuluh (20 %) menyatakan kurang setuju dan sebanyak 6 orang penyuluh (7,5

diketahui bahwa lebih dari setengah populasi penyuluh pertanian Kabupaten Aceh Singkil menyatakan sering memanfaatkan Cyber Extension untuk mengakses konten “Gerbang Daerah” yang berisi berita atau informasi dan inovasi pertanian yang berasal berbagai daerah di Indonesia.

Tabel 4.30

Menu Materi pada Cyber Extension

yang sering di akses adalah konten “Materi Lokalita”

Nilai Pernyataan Frekuensi Persentasi

1 Sangat tidak setuju 0 0 %

2 Tidak setuju 7 8,8 %

3 Kurang setuju 10 12,5 %

4 Setuju 47 58,8 %

5 Sangat setuju 16 20%

T o t a l 80 100 %

Sumber: Hasil analisis Deskriptif data Kuesioner SPSS versi 22

Melalui hasil analisis deskriptif data pada tabel 4.30 dapat diketahui bahwa persentase pernyataan setuju sebesar 58,8 % dan sangat setuju sebesar 20

%. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata penyuluh pertanian Kabupaten Aceh Singkil sering memanfaatkan Cyber Extension untuk mengakses konten “Materi Lokalita” yang berisi materi-materi penyuluhan pertanian berbasis lokalita yang sesuai untuk tanah dan iklim di wilayah Kabupaten Aceh. Melalui konten Materi Lokalita para penyuluh Kabupaten Aceh Singkil dapat memahami bahwa kebutuhan materi penyuluhan di setiap wilayah di Indonesia berbeda-beda, sehingga berdasarkan ini para penyuluh memiliki pertimbangan mengangkat materi spesifik lokasi diwilayah Kabupaten Aceh Singkil untuk diterapkan dan dikembangkan oleh para petani binaan.

Tabel 4.31

Menu materi pada Cyber Extension

yang sering di akses adalah konten “Diseminasi Teknologi”

Nilai Pernyataan Frekuensi Persentasi

1 Sangat tidak setuju 0 0 %

Sumber: Hasil analisis Deskriptif data Kuesioner SPSS versi 22

Berdasarkan pernyataan pada tabel 4.31 dapat diketahui bahwa dari 80 orang penyuluh terdapat 16 orang penyuluh (20%) menyatakan sangat setuju, sebanyak 47 orang penyuluh (58,8 %) menyatakan setuju selanjutnya sebanyak 13 orang penyuluh (16,3 %) menyatakan kurang setuju dan sebanyak 4 orang penyuluh (5 %) menyatakan tidak setuju. Artinya lebih dari setengah populasi penyuluh pertanian Kabupaten Aceh Singkil sering memanfaatkan Cyber Extension untuk mengakses konten “Desiminasi teknologi” yang berisi kegiatan penyebarluasan teknologi inovasi pertanian spesifik lokasi. Diseminasi teknologi adalah proses penyebaran teknologi inovasi yang direncanakan, diarahkan, dan dikelola sedemikian rupa oleh penyuluh pertanian dan petani.

Tabel 4.32

Menu materi Cyber Extension

yang sering di akses adalah konten “Materi Penyuluhan”

Nilai Pernyataan Frekuensi Persentasi

1 Sangat tidak setuju 0 0 %

Sumber: Hasil analisis Deskriptif data Kuesioner SPSS versi 22

Berdasarkan pernyataan pada tabel 4.32 dapat diketahui bahwa dari 80 orang penyuluh terdapat 43 orang penyuluh (58,8%) menyatakan sangat setuju, sebanyak 25 orang penyuluh (31,3 %) menyatakan setuju selanjutnya sebanyak 8 orang penyuluh (10 %) menyatakan kurang setuju dan sebanyak 4 orang penyuluh (5 %) menyatakan tidak setuju. Melalui frekuensi dan persentasi data diatas dapat diketahui bahwa lebih dari setengah populasi penyuluh pertanian Kabupaten Aceh Singkil sangat sering memanfaatkan Cyber Extension untuk mengakses konten

“Materi Penyuluhan” yang berisi materi materi penyuluhan pertanian yang dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam kegiatan penyuluhan dilapangan.

Tabel 4.33

Menu lain yang sering di aksespada Cyeber Extension adalah konten “Kebijakan Penyuluhan”

Nilai Pernyataan Frekuensi Persentasi

1 Sangat tidak setuju 0 0 %

2 Tidak setuju 4 5 %

3 Kurang setuju 23 28,8 %

4 Setuju 43 53,8 %

5 Sangat setuju 10 12,5 %

T o t a l 80 100 %

Sumber: Hasil analisis Deskriptif data Kuesioner SPSS versi 22

Berdasarkan pernyataan pada tabel 4.34 dapat diketahui bahwa dari 80 orang penyuluh terdapat 10 orang penyuluh (12,5 %) menyatakan sangat setuju, sebanyak 43 orang penyuluh (53,8 %) menyatakan setuju selanjutnya sebanyak 23 orang penyuluh (28,8 %) menyatakan kurang setuju dan sebanyak 4 orang penyuluh (5 %) menyatakan tidak setuju. Melalui frekuensi dan persentasi data diatas dapat diketahui bahwa lebih dari setengah penyuluh pertanian Kabupaten

konten “Kebijakan penyuluhan” yang berisi kebijakan-kebijakan atau peraturan- Peraturan Pemerintah atau Peraturan Menteri (permentan).

Tabel 4.34

Penyuluh yang telah menulis 1 artikel untuk dipublikasikan di Cyeber Extension

Nilai Pernyataan Frekuensi Persentasi

1 Sangat tidak setuju 0 0 %

2 Tidak setuju 18 22,5 %

3 Kurang setuju 6 7,5 %

4 Setuju 18 22,5 %

5 Sangat setuju 38 47,5 %

T o t a l 80 100 %

Sumber: Hasil analisis Deskriptif data Kuesioner SPSS versi 22

Berdasarkan pernyataan pada tabel 4.34 dapat diketahui bahwa dari 80 orang penyuluh terdapat 38 orang penyuluh (47,5 %) menyatakan sangat setuju, sebanyak 18 orang penyuluh (22,5 %) menyatakan setuju selanjutnya sebanyak 6 orang penyuluh (7,5 %) menyatakan kurang setuju dan sebanyak 18 orang penyuluh (22,5 %) menyatakan tidak setuju.

Melalui frekuensi dan persentasi data diatas dapat diketahui bahwa lebih banyak penyuluh pertanian Kabupaten Aceh Singkil setuju dan sangat setuju telah menulis sebuah artikel berisi materi penyuluhan pertanian untuk dipublikasikan di Cyeber Extension dalam satu tahun terakhir. Sejalan dengan hasil wawancara peneliti dengan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kabupaten Aceh Singkil bahwa saat ini ada sekitar 55 orang dari jumlah 80 orang penyuluh Kabupaten Aceh Singkil yang telah menulis artikel yang berkaitan dengan materi lokalita, materi penyuluhan dan info gerbang daerah dan mempublikasikan pada Cyber Extension.

Tabel 4.35

Penyuluh yang telah mempublikasikan 1 artikel pada Cyber Extension dalam

Nilai Pernyataan Frekuensi Persentasi

1 Sangat tidak setuju 0 0 %

2 Tidak setuju 18 22,5 %

3 Kurang setuju 6 7,5 %

4 Setuju 18 22,5 %

5 Sangat setuju 38 47,5 %

T o t a l 80 100 %

Sumber: Hasil analisis Deskriptif data Kuesioner SPSS versi 22

Berdasarkan pernyataan pada tabel 4.35 dapat diketahui bahwa dari 80 orang penyuluh terdapat 38 orang penyuluh (47,5 %) menyatakan sangat setuju, sebanyak 18 orang penyuluh (22,5 %) menyatakan setuju selanjutnya sebanyak 6 orang penyuluh (7,5 %) menyatakan kurang setuju dan sebanyak 18 orang penyuluh (22,5 %) menyatakan tidak setuju. Melalui frekuensi dan persentasi data diatas dapat diketahui bahwa lebih banyak penyuluh pertanian Kabupaten Aceh Singkil sangat setuju dan setuju telah mempublikasi sebuah artikel berisi materi penyuluhan pertanian pada Cyeber Extension dalam satu tahun terakhir.

4.4.2.3. Kompetensi Penyuluh Pertanian

Kompentensi penyuluh pertanian dalam penelitian ini merupakan data yang dapat dianalisa secara deskriptif. Analisis pada kompetensi penyuluh pertanian dalam penelitian ini tidak menjawab tujuan penelitian yang dilakukan melainkan hanya memberikan gambaran umum dari frekuensi dan persentase tanggapanpenyuluh terhadap butir-butir pernyataan yang berkaitan dengan kompetensi penyuluh pertanian, secara rinci dari setiap instrumen dapat dilihat pada tabel-tabel berikut ini:

Tabel 4.36

Kemampuan memahami potensi SDA diwilayah kerja setelah sering mengakses Cyber Extension

Nilai Pernyataan Frekuensi Persentasi

1 Sangat tidak setuju 0 0 %

Sumber: Hasil analisis Deskriptif data Kuesioner SPSS versi 22

Berdasarkan tabel 4.36 dapat diketahui bahwa dari 80 orang penyuluh terdapat 36 orang penyuluh (45 %) menyatakan sangat setuju dan sebanyak 44 orang penyuluh (55 %) menyatakan setuju. Dengan demikian dapat diketahui bahwa pernyataan setuju dan sangat setuju mendominasi dari pernyataan lainnya.

Hal ini menunjukkan bahwa semua penyuluh pertanian Kabupaten Aceh Singkil yang sering mengakses Cyber Extension memiliki kempuan atau kompetensi dalam memahami potensi sumber daya alam (SDA) diwilayah kerjanya sehingga dengan demikian penyuluh dapat mengetahui komoditi apa saja yang perlu dikembangkan oleh para petani binaannya seperti komoditi tanaman pangan, palawija, buah-buahan, sayur-mayur maupun peternakan.

Tabel 4.37

Kemampuan memahami inovasi yang dibutuhkan petani

Nilai Pernyataan Frekuensi Persentasi

1 Sangat tidak setuju 0 0 %

Sumber: Hasil analisis Deskriptif data Kuesioner SPSS versi 22

Berdasarkan pernyataan pada tabel 4.37 dapat diketahui bahwa dari 80 orang penyuluh terdapat 25 orang penyuluh (31,3 %) menyatakan sangat setuju, sebanyak 50 orang penyuluh (62,5 %) menyatakan setuju,dan sebanyak 5 orang penyuluh (6,3 %) menyatakan kurang setuju. Melalui frekuensi dan persentasi data diatas dapat diketahui bahwa pernyataan setuju lebih mendominasi dari pernyataan lainnya. Hal ini menunjukkan rata-rata penyuluh pertanian Kabupaten Aceh Singkil memiliki kompetensi dalam memahami inovasi yang dibutuhkan oleh petani sehingga selalu mencari informasi melalui Cyber Extension untuk dibagikan kepada sesama penyuluh dan petani sebagai pelaku utama dan pelaku usaha pertanian.

Tabel 4.38

Kemampuan mengkomunikasikan secara

dialog informasi inovasi yang di dapatkan dari Cyber Extension

Nilai Pernyataan Frekuensi Persentasi

1 Sangat tidak setuju 0 0 %

2 Tidak setuju 0 0 %

3 Kurang setuju 12 15 %

4 Setuju 57 71,3 %

5 Sangat setuju 11 13,8 %

T o t a l 80 100 %

Sumber: Hasil analisis Deskriptif data Kuesioner SPSS versi 22

Berdasarkan pernyataan pada tabel 4.38 dapat diketahui bahwa dari 80 orang penyuluh terdapat 11 orang penyuluh (13,8 %) menyatakan sangat setuju, sebanyak 57 orang penyuluh (71,3 %) menyatakan setuju, dan sebanyak 12 orang penyuluh (15 %) menyatakan kurang setuju. Melalui frekuensi dan persentasi data diatas dapat diketahui bahwa pernyataan setuju mendominasi dari pernyataan lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata penyuluh pertanian Kabupaten

Aceh Singkil memiliki kompetensi dalam mengkomunikasikan secara dialog informasi inovasi yang di dapatkan dari Cyber Extension.

Tabel 4.39

kemampuan memfasilitasi interaksi belajar sesama petani karena banyak belajar dari Cyber Extension.

Nilai Pernyataan Frekuensi Persentasi

1 Sangat tidak setuju 0 0 %

Sumber: Hasil analisis Deskriptif data Kuesioner SPSS versi 22

Berdasarkan pernyataan pada tabel 4.39 dapat diketahui bahwa dari 80 orang penyuluh terdapat 10 orang penyuluh (12,5 %) menyatakan sangat setuju, sebanyak 58 orang penyuluh (72,5 %) menyatakan setuju, dan sebanyak 12 orang penyuluh (15 %) menyatakan kurang setuju. Melalui frekuensi dan persentasi data diatas dapat diketahui bahwa pernyataan setuju mendominasi dari pernyataan lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata penyuluh pertanian Kabupaten Aceh Singkil memiliki kompetensi dalam memfasilitasi interaksi belajar sesama petani karena banyak belajar dari Cyber Extension.

Tabel 4.40

Memanfaatkan media pembelajaran dari Cyber Extension dalam mempersiapkan materi dan metode penyuluhan pertanian

Nilai Pernyataan Frekuensi Persentasi

1 Sangat tidak setuju 0 0 %

Sumber: Hasil analisis Deskriptif data Kuesioner SPSS versi 22

Berdasarkan hasil analisis deskriptif data pada tabel 4.40 dapat diketahui bahwa dari 80 orang penyuluh terdapat 25 orang penyuluh (31,3 %) menyatakan sangat setuju, sebanyak 51 orang penyuluh (63,8 %) menyatakan setuju, dan sebanyak 4 orang penyuluh (5 %) menyatakan kurang setuju. Melalui frekuensi dan persentasi data diatas dapat diketahui bahwa pernyataan setuju dan sangat setuju lebih mendominasi dari pernyataan lainnya yaitu sebesar 95,1 %. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata penyuluh pertanian Kabupaten Aceh Singkil selalu memanfaatkan media pembelajaran dari Cyber Extension dalam mempersiapkan materi dan metode penyuluhan pertanian.

Penyuluh pertanian Kabupaten Aceh Singkil biasanya mengakses Cyber Extension melalui Smartphone atau fasilitas internet lainnya untuk mencari informasilebih mendalam sesuai dengan judul materi penyuluhan yang telah disiapkan sekaligus memilih beberapa metode yang tepat yang diperoleh dari hasil

Penyuluh pertanian Kabupaten Aceh Singkil biasanya mengakses Cyber Extension melalui Smartphone atau fasilitas internet lainnya untuk mencari informasilebih mendalam sesuai dengan judul materi penyuluhan yang telah disiapkan sekaligus memilih beberapa metode yang tepat yang diperoleh dari hasil