• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA

2.3. Kinerja Program UKGS

Kinerja program UKGS dapat dianalisis berdasarkan pendekatan cakupan pelayanan UKGS dan pendekatan status kesehatan gigi dan mulut murid sekolah dasar.

Salah satu efektifitas suatu organisasi dapat dinilai dari cakupan. Sedangkan yang dimaksud dengan efektifitas (WHO,1987) adalah mencapai hasil sepenuhnya seperti yang benar-benar diinginkan, setidak-tidaknya berusaha mencapai hasil semaksimal mungkin. Jadi untuk program UKGS diharapkan adalah sesuai dengan target yang ditetapkan oleh Depkes RI (1996) yang meliputi: cakupan sekolah yang melaksanakan UKGS, cakupan sekolah yang melaksanakan sikat gigi masal, cakupan siswa jenjang kelas terpilih (selektif) yang memperoleh perawatan, serta frekuensi pembinaan petugas kesehatan ke sekolah.

2.3.2. Status kesehatan gigi dan mulut

Berdasarkan penelitian Ramola (2006) disimpulkan bahwa berdasarkan pemeriksaan klinis dijumpai persentase dan rata-rata gigi berlubang lebih tinggi dibandingkan dengan gigi yang sudah ditambal (F), persentase dan rata-rata gigi indikasi cabut (Mi) lebih tinggi dibandingkan dengan gigi yang sudah dicabut (Me), disamping itu kondisi penyakit periodontal terlihat sektan sehat > 3 persentasenya masih rendah.

2.3.2.1. Indeks DMF-T.

Untuk mengetahui kinerja program UKGS maka dilakukan pemeriksaan terhadap murid-murid yang berusia 12 tahun yaitu kelas 6 yang ditentukan sebagai indikator derajat kesehatan gigi dan mulut tahun 2010 adalah apabila indeks DMF-T < 2.

Keadaan klinis dan keparahan penyakit karies gigi dapat ditunjukkan melalui indeks karies gigi. DMF rata-rata adalah jumlah seluruh nilai DMF dibagi dengan jumlah orang yang diperiksa.

Index Decayed, Missing dan Filled Teeth (DMFT) terdiri atas :

a. Komponen D (decayed) yang meliputi : gigi tetap dengan satu lesi karies atau lebih yang belum ditambal.

b. Komponen M (missing) terdiri dari Mi (missing indicated) yaitu gigi tetap dengan lesi karies yang tak dapat ditambal lagi dan harus dicabut, Me (missing extracted) yaitu gigi tetap dengan lesi karies yang tak dapat ditambal lagi dan sudah dicabut.

c. Komponen F (Filled) yaitu gigi tetap dengan lesi karies dan sudah ditambal dengan sempurna.

2.3.2.2. Community Periodontal Index of Treatment Needs (CPITN).

Gambaran tingkat kondisi jaringan periodontal, baik macam maupun besarnya kebutuhan perawatan dapat diketahui melalui indeks CPITN. Ada beberapa prinsip kerja CPITN yaitu :

1. Indikator :

Ada tiga indikator untuk status periodontal yang digunakan untuk penilaian ini : a. Ada/tidaknya perdarahan gusi

b. Kalkulus supra atau sub-gingival

c. Saku periodontal, terbagi atas dangkal (4-5 mm) dan dalam (6mm atau lebih)

Digunakan suatu sonde yang dirancang khusus, ringan dengan ujung berbentuk bola dengan garis tengah 0,5 mm, yang mempunyai garis hitam terletak antara 3,5 dan 5,5 mm dari ujung bola digunakan, disebut WHO Periodontal

2. Sekstan

Terdapat sekstan yang meliputi 6 buah sekstan yaitu : Sekstan 1 : gigi 4,5,6,7 kanan rahang atas

Sekstan 2 : gigi 1,2,3 kanan rahang atas dan gigi 1,2,3 kiri rahang atas Sekstan 3 : gigi 4,5,6,7 kiri rahang atas

Sekstan 4 : gigi 4,5,6,7 kanan rahang bawah

Sekstan 5 : gigi 1,2,3 kanan rahang bawah dan gigi 1,2,3 kanan rahang bawah Sekstan 6 : gigi 4,5,6,7 kiri rahang bawah

Suatu sekstan hanya diperiksa bilamana di sekstan tersebut terdapat dua gigi atau lebih dan tidak berindikasi pencabutan. Bila tinggal sebuah gigi saja pada suatu sekstan, gigi tersebut dimasukkan ke sekstan di dekatnya.

3. Gigi Indeks

Untuk orang-orang muda sampai dengan usia 19 tahun hanya enam gigi yang diperiksa yaitu : 16, 11, 26, 36, 31, dan 46. Hal ini untuk mencegah tercatatnya saku gusi palsu (false pocket) sehubungan dengan erupsi gigi molar kedua. Untuk alasan yang sama, bilamana pemeriksaan dilakukan pada anak-anak usia dibawah 15 tahun, maka tidak dilakukan pencatatan dalamnya saku gusi/pockets, hanya dilakukan pencatatan atas ada/tidaknya perdarahan atau karang gigi saja.

2.3.2.3. Oral Hygiene Index Simplified (OHIS).

Indeks oral higiene dapat ditentukan dari jumlah gigi yang diperiksa yaitu hanya 6 buah gigi tertentu dengan permukaan yang diperiksa tertentu pula.

Bukal labial bukal

6 1 6

6 1 6

lingual labial lingual

Bila salah satu gigi tersebut diatas tidak ada, dapat diganti dengan gigi tetangganya. Indeks oral higiene ini dapat diukur bila paling sedikit ada 2 gigi dari 6 gigi yang ditentukan. Gigi-gigi yang diperiksa/diukur adalah gigi-gigi yang sudah erupsi sempurna.

Indeks Oral Higiene terdiri atas indeks oral debris dan indeks kalkulus. 1. Indeks Oral Debris

Oral debris adalah lapisan lunak yang terdapat diatas permukaan gigi yang terdiri atas mucin, bakteri dan sisa makanan yang putih kehijau-hijauan dan jingga.

Tabel 2.1.

Kriteria Penilaian Indeks Oral Debris

Skor Kriteria 0 Tidak ada debris atau stain

1 Debris menutupi tidak lebih dari 1/3 permukaan gigi

Ada extrinsik stain yang tidak tergantung pada luas permukaan gigi yang ditutupi walaupun tanpa debris

2 Debris menutupi lebih dari 1/3 permukaan gigi, tetapi tidak lebih dari 2/3 permukaan gigi

3 Debris menutupi lebih dari 2/3 permukaan gigi 2. Indeks Kalkulus

Kalkulus adalah pengendapan dari garam-garam anorganis yang terutama terdiri atas kalsium karbonat dan kalsium fosfat tercampur dengan sisa-sisa makanan, bakteri-bakteri dan sel-sel ephitel yang telah mati.

a. Kalkulus supra gingival adalah karang gigi yang terdapat di sebelah oklusal dari tepi free gingiva. Biasanya berwarna putih sampai kecoklat-coklatan. b. Kalkulus sub gingival adalah karang gigi yang terdapat di sebelah lingual

dari tepi gingiva bebas dan biasanya berwarna coklat muda sampai hitam bercampur dengan darah.

Tabel 2.2.

Kriteria Pengukuran Indeks Kalkulus

Skor Kriteria 0 Tak ada karang gigi

1 Karang gigi supra gingival yang menutupi tidak lebih dari 1/3 permukaan gigi 2 Karang gigi supra gingival yang menutupi lebih dari 1/3 tapi tidak lebih dari

2/3 permukaan gigi dan/atau adanya bercak karang gigi sub gingival yang tidak melingkari leher gigi

3 Karang gigi supra gingival yang menutupi lebih dari 2/3 dari permukaan gigi dan atau karang gigi sub gingival yang dengan tidak putus-putus mengelilingi bagian leher gigi

Dokumen terkait