• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

3. Gambaran Umum Nagari

Nagari Situmbuk adalah salah satu dari Enam Nagari di Kecamatan Salimpaung, yang dihuni oleh lebih kurang 2.782 jiwa penduduk, 65% diantaranya menggantungkan hidup dengan sumber mata pencaharian sebagai petani, karena didukung oleh wilayah yang subur dengan luas daerah sekitar 1.010 Ha.

Tabel 2. Kondisi Geografis Nagari Situmbuk

NO URAIAN

1. Luas Wilayah : 1.010 Ha 2. Jumlah Jorong : 4 Jorong

a. Jorong Patir b. Jorong Bodi c. Jorong Piliang d. Jorong III Ninik

3.

Batas Wilayah :

Utara : Nagari Tungkar Kecamatan Situjuh Limo Nagari Kabupaten Lima Puluh Kota

Timur : Nagari Sungai Patai Kecamatan Sungayang dan Nagari Sumanik Kecamatan Salimpaung

Selatan : Nagari Rao-Rao Kecamatan Sungai Tarab Barat : Nagari Supayang Kecamatan Salimpaung 4. Topografi :

a. Lahan sebagian besar berbukit-bukit dan di areal persawahan dengan kemiringan yang rendah.

b. Ketinggian dari permukaan laut rata-rata : 650 M s/d 750 M.

5. Hidrologi:

a. Irigasi berpengairan teknis b. Dialiri oleh 2 buah sungai

c. Memiliki banyak mata air di areal persawahan 6. Klimatologi:

a. Suhu : 26.50 C b. Curah hujan : 210 mm c. Kelembaban udara : -

d. Kecepatan angin : - 7. Luas lahan pertanian :

a. Sawah teririgasi : 264 Ha b. Sawah tadah hujan : - 8. Luas lahan perkebunan : 385 Ha

9. Luas lahan kolam ikan : 21 Ha 10. Luas lahan pemukiman : 85 Ha 11. Luas hutan ulayat : 245 Ha 12. Kawasan rawan bencana : 10 Ha

Sumber: Arsip Kantor Wali Nagari Situmbuk Tahun 2019 b. Kondisi Demografis

Secara teoritis disebut bahwa jumlah penduduk yang besar merupakan salah satu modal dasar pembangunan. Hal ini dimaksudkan apabila jumlah penduduk yang besar tersebut dapat diberdayakan sesuai keahlian dan bidang kerjanya masing-masing.

Sebaliknya apabila jumlah penduduk yang besar tadi tidak dapat diberdayakan dan dikendalikan secara bijak dan terencana bahkan akan menjadi beban pembangunan.

Tabel 3. Data Kependudukan Nagari Situmbuk per Jorong Tahun 2019

NO JORONG PENDUDUK JUMLAH

LAKI-LAKI PEREMPUAN

1. Patir 413 397 810

2. Bodi 368 354 722

3. Piliang 379 360 739

4. Tiga Niniak 255 256 511

Jumlah 1.415 1.367 2.782

Sumber: Arsip Kantor Wali Nagari Situmbuk Tahun 2019

Tabel 4. Data Kependudukan Nagari Situmbuk Berdasarkan Jenis Kelamin dan Tingkat Pendidikan Tahun 2019

NO URAIAN JUMLAH

1. Kependudukan

a. Jumlah penduduk (Jiwa) 2.782

b. Jumlah KK

Sumber: Arsip Kantor Wali Nagari Situmbuk Tahun 2019

Salah satu komponen utama kependudukan yang menyebabkan perubahan jumlah penduduk adalah fertelitas.

Fertelitas menyangkut banyaknya bayi anak lahir hidup yang dilahirkan. Banyak anak yang dilahirkan akan membawa konsekuensi terhadap kesejahteraan rumah tangga. Semakin banyak jumlah anak, berarti semakin banyak besar tanggungan kepala rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan material dan

spiritual anggota rumah tangganya. Bagi rumah tangga terutama dengan kondisi ekonomi yang lemah, maka pembatasan jumlah anak merupakan salah satu cara bagi terciptanya keluarga yang sejahtera. Selain itu, kebiasaan masyarakat minang yang pergi merantau menyebabkan perubahan jumlah penduduk juga signifikan. Banyak masyarakat yang pindah ke Nagari, Kecamatan, Kabupaten bahkan Propinsi lainnya untuk mencari kehidupan yang lebih layak.

c. Kondisi Ekonomi dan Mata Pencaharian

Masyarakat Nagari Situmbuk sebahagian besar menggantungkan hidup dengan sumber mata pencaharian sebagai petani, seperti sayur-sayuran, padi, perkebunan serta peternakan dan perikanan. Adapun jumlah penduduk menurut mata pencaharian dan profesi dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 5. Data Penduduk Menurut Pekerjaan Tahun 2019 No Jenis Pencaharian Jumlah Keterangan

A. Pertanian 1. Pemilik

2. Penggarap dan Penyewa 3. Buruh Tani

2. Pegawai Instansi Pemerintah 3. Bidan

4. Dokter

5. Perawat/ Mantri Kesehatan 6. ABRI dan POLRI

7. Pegawai Swasta/ Tenaga Honor 8. Pensiunan

C. Pedagang/ Jualan 78 6,30 %

D. Pengusaha/ Industri 8 0,72 %

E. Jasa dan Keterampilan 1. Tukang

2. Sopir

3. Pangkas Rambut/ Salon 4. Tukang Ojek Sumber: Arsip Kantor Wali Nagari Situmbuk Tahun 2019

1) Pertanian

Sistem pertanian masyarakat telah berangsur-angsur membaik dan dengan adanya kelompok-kelompok tani yang selalu mendapat bimbingan dari penyuluh pertanian dalam rangka meningkatkan Swasembada beras dan sayur, lahan untuk kebun sayur. Sudah ada KWT Nagari Situmbuk memanfaatkan pekarangan untuk menanam sayur.

2) Perkebunan

Perkebunan masyarakat di Nagari Situmbuk saat ini sudah tidak menitikberatkan kepada tanaman kakao (coklat), tanaman perkebunan yang lain seperti: kasia fera, cengkeh, jeruk nipis, getah, pisang, nilam dll. Diperkirakan tanaman coklat perbulannnya sudah dipanen masyarakat sebanyak 500 Kg coklat kering dengan rata-rata perkilo Rp 25.000. dengan adanya usaha ini sudah meningkatkan pendapatan keluarga di Nagari Situmbuk, untuk memajukan kegiatan perkebunan masyarakat di Nagari, bisa berkoordinasi dengan Petugas Pertanian Lapangan (PPL) yang bertugas di Nagari Situmbuk. Khusus tahun 2019 Pemerintah Nagari bekerjasama dengan Dinas Pangan Propinsi dan Kabupaten untuk pengembangan Ekonomi sektor Perkebunan dengan Komoditi Kopi Arabica dan sudah ditanam lebih kurang 11.000

batang bibit bantuan dan lebih kurang 3.000 batang swadaya masyarakat.

3) Perternakan

Peternakan masyarakat Nagari Situmbuk cukup beragam, peternakan besar seperti sapi dan kerbau ada ±300 ekor, ternak sedang kambing ada ±70 ekor dan ternak kecil seperti: ayam dan itik ada ±3.000 ekor yang dikembangkan dengan cara tradisional dan secara individual oelh masyarakat. Jika keluhan ataupun masalah tentang ternaknya, masyarakat langsung berkoordinasi dengan mentari hewan serta penyuluh peternakan UPT Kecamatan Salimpaung.

4) Perikanan

Perikanan masyarakat telah mulai berkembang, hal ini terbukti dengan adanya kolan ikan air deras yang sudah dipraktekkan oleh anak nagari dan yang paling banyak pengembangan kolam ikan di tengah-tengah masyarakat masih secara tradisional.

5) Usaha Makanan/ Kuliner

Makanan khas/kuliner di Nagari Situmbuk adalah kubang dan kue kembang loyang, makanan yang mesti dijaga keaslian dan kekhasannya karena ini adalah makanan adat di Nagari Situmbuk.

Saat ini industri kecil/rumah tangga juga sudah memproduksi makanan kecil/ kuliner yang dikelola oleh kelompok Duo Putri, Berkat Yakin dan Dua Bersaudara.

6) Usaha Sulaman dan Rajut

Jenis sulaman yang banyak ditekuni oleh ibu-ibu dan remaja putri adalah sulaman Kapalo samek, bordir dan sulaman timbul.

Kegiatan ini hampir tiap rumah di Nagari Situmbuk ditekuni, ada yang jadi pengambil upah dan ada bebrapa yang memasarkan langsung ke pasar serta pesanan instansi pemerintah. Kegiatan ini cukup menambah pemasukan ibu-ibu dan remaja yang sudah tidak melanjutkan sekolah ke bangku kuliah. Pada tahun 2019 Sulaman

Kapalo Samek dan rajut tali kur jadi andalan lomba UP2K Tingkat Nasional dan tercatat sebagai pemenang Juara 1 Tingkat Nasional.

B. Bentuk Usaha dari UP2K terhadap Pendapatan Masyarakat di Nagari Situmbuk

Awal terbentuknya Usaha peningkatan pendapatan keluarga (UP2K) di Nagari Situmbuk yaitu pada Tahun 2000, namun yang paling efektif pengelolaannya pada Tahun 2002. Modal awal berasal dari bantuan dana desa sebesar Rp 1.000.000,- (Satu Juta Rupiah), yang mana uang ini menjadi modal awal UP2K di Nagari Situmbuk. Nama UP2K di Nagari Situmbuk yaitu UP2K Pelangi, berselang beberapa waktu UP2K Pelangi pernah fakum selama 5 tahun dan dilanjutkan lagi pada Tahun 2013.

Adapun yang ditunjuk sebagai ketua yaitu ibuk Sri Mulyanis yang di percayai oleh para anggota UP2K Situmbuk. Dimasa kepemimpinan ibuk Sri ini mulailah dibentuk program-program dan kepengurusan yang tersusun dengan baik dan terlaksana dengan semestinya.

Anggota yang tergabung dalam UP2K dan terdata sebanyak 20 orang yang berasal dari berbagai Jorong yang berada di Nagari Situmbuk.

Anggota yang tergabung dominan berasal dari kalangan ibu rumah tangga, petani, pedagang dan masyarakat yang berpenghasilan rendah. Sumber dana UP2K Situmbuk ini selain dari dana desa juga berasal dari simpan pinjam dari anggota UP2K sampai saat ini. Untuk anggota yang terkendala masalah modal bisa meminjam dana dari simpan pinjam yang ada di UP2K pelangi.

Bentuk usaha yang ada di UP2K Pelangi Situmbuk :

1. Kelompok Pelaksana Simpan Pinjam usahanya simpan pinjam untuk anggota.

2. Kelompok Pelaksana Pangan Ikhlas

Usahanya mengolah produk makanan dari bahan pangan lokal menjadi produk, seperti keripik, stik dengan bermacam rasa, bermacam gorengan dan masakan tradisional Situmbuk seperti lapek punjuang, lapek naga sari dari gula merah, lapek gaya baru.

3. Kelompok Pelaksana Setangkai Padi

Usaha pengolahan hasil pertanian lokal berupa Beras, Singkong, Ubi Jalar, Sayur-Sayuran Segar (Kol, Kentang, Tomat, Buncis, Wortel dan lain-lain) yang dimanfaatkan anggota kelompok untuk diolah menjadi produk makanan dan jajanan.

4. Kelompok Pelaksana Berkat Yakin

Usaha membuat bermacam stik seperti stik ungu, stik kentang, stik bawang, kue, gorengan seperti bakwan, pastel, risol dan bermacam makanan lain sesuai dengan pesanan.

5. Kelompok Khusus Sulaman Kapalo Samek

Merupakan Produk Unggulan UP2K PKK Pelangi Nagari Situmbuk, usaha Sulaman Kapalo Samek terdiri dari usaha perorangan yang tergabung dalam Kelompok UP2K Pelangi.

Sulaman ini mempunyai keunikan tersendiri baik dari segi produksi maupun pemasaran, kerajinan ini menjadi produk unggulan karena motif Sulaman Kapalo Samek yang khas, berbeda dengan sulaman kebanyakan, disulam dengan apik dengan cara manual oleh hampir seluruh kaum perempuan di Nagari Situmbuk, keahlian yang diperoleh secara turun temurun mempertahankan budaya dan tradisi setempat.

Kenapa diberi nama Sulaman Kapalo Samek, karena buhul sulamannya serupa kepala peniti yang kalau dalam bahasa Minang peniti disebut Samek, makanya diberi nama Sulaman Kapalo Samek.

Produk yang dihasilkan juga sudah beragam mulai dari Baju kurung dengan Motif khas Kapalo Samek Pelangi, Kebaya, Mukena, Sarung Tutup Tudung Saji, Sarung Galon, Sarung Tempat Tisu, Sarung bantal kursi, Taplak Meja, Sandal, Tas dan Alas Kulkas.

Berikut contoh produk Sulaman Kapalo Samek UP2K Pelangi:

Gambar 1: Baju Kurung dengan motif khas kapalo samek

Gambar 2: Baju Kebayadengan motif khas kapalo samek

Gambar 3: Sarung tutup tudung saji khas kapalo samek

Gambar 4: Sarung Tempat Tissue khas kapalo samek

Gambar 5: Sarung Galon khas kapalo samek

C. Kondisi Pendapatan Masyarakat Sebelum dan Sesudah adanya UP2K di Nagari Situmbuk

Kondisi masyarakat sebelum adanya UP2K, kebanyakan sebagai ibu rumah tangga dan membantu suami berkebun atau kesawah, kerena tidak adanya keterampilan khusus dalam diri kaum ibu-ibu di Nagari Situmbuk, pendapatan ibu-ibu tersebut hanya dari suami, hasil kebun dan hasil panen padi.

Persoalan kemiskinan dan rendahnya pendapatan masyarakat baik di desa maupun di kota masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu dicarikan solusi terbaiknya. Tidak sedikit yang berpandangan kaum perempuan menjadi pihak yang paling rentan diserang “ancaman” ini.

Maka solusinya tidak lain menguatkan kapabilitas dan kapasitas

“perempuan” itu sendiri menjadi sosok yang bisa berjuang untuk diri, keluarga dan lingkungannya.

Dengan peran dan kelebihan yang dimiliki perempuan, kesejahteraan keluarga bisa ditingkatkan ketika perempuan diberi ruang mengaktualisasikan potensi diri yang dipunyai serta mendapat dukungan dari lingkungannya. Pemerintah pun bersinergi dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) membantu melalui berbagai program dan kegiatan yang menyasar kaum perempuan dan keluarga. UP2K-PKK Pelangi Nagari Situmbuk Kecamatan Salimpaung contohnya, membuktikan bahwa kaum perempuan bisa membantu pendapatan keluarga dengan menjalankan berbagai kegiatan yang punya nilai eknomis.

Potensi besar ini yang dilihat PKK Nagari untuk menjawab permasalahan ekonomi yang ada dengan membentuk UP2K PKK Pelangi. Program ini diarahkan untuk meningkatkan peran serta Ibu rumah tangga/keluarga dalam meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus merupakan forum belajar berwirausaha dan meningkatkan keterampilan usaha ekonomi produktif keluarga. Kegiatan ini berbasis sosial kemasyarakatan tidak hanya meningkatkan keadilan sosial, tetapi juga mencakup pengembangan kemampuan, keahlian warga terutama kaum perempuan serta anggota rumah tangga lainnya.

Tercatat pada tahun 2016 ada penyulam sebanyak 806 orang serta jauh meningkat pada tahun 2018 dengan penyulam sebanyak 1.016 orang. Sementara penduduk Nagari Situmbuk berjumlah 2.782 jiwa atau 737 KK yang terdiri dari 1.407 laki-laki dan 1.375 perempuan. Artinya 74 persen perempuan Situmbuk yang tercatat punya keahlian menyulam dan punya penghasilan sendiri. Melalui UP2K PKK Pelangi ini diharapkan para anggota bisa belajar menyulam kapalo samek, menggiatkan kegiatan gemar menabung melalui kelompok simpan pinjam, pengelolaan pangan lokal yang dilaksanakan oleh pengurus dan kader-kader PKK. Dampak positif yang diperoleh dengan adanya

kelompok UP2K-PKK Nagari Situmbuk ini adalah dapat menghindari keluarga terlibat hutang pada rentenir/ tengkulak yang dapat menghancurkan ekonomi keluarga.

D. Dampak Program UP2K terhadap Pendapatan Masyarakat di Nagari Situmbuk

Program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) yang mana berpihak kepada masyarakat dengan tingkat ekonomi menengah, sedang dan kebawah. Program ini juga pernah vakum beberapa saat, dan kembali aktif kembali pada tahun 2013 hingga sekarang.

Sejauh ini Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) memberikan dampak positif terhadap masyarakat Nagari Situmbuk dan sekitarnya. Seperti halnya pernyataan ibuk Yelsi Basrah, yang tergabung di UP2K bukan saja kaum ibu-ibu bahkan para gadis desa juga terlibat didalamnya. Alhamdulillah semenjak mereka bergabung bersama ibuk-ibuk PKK, sudah bisa mandiri untuk membeli keperluan diri sendiri yang mana uang yang didapat dari hasil menyulam tersebut.

Untuk pemasaran atau harga yang ditetapkan berdasarkan tingkat kesulitan dan motif yang digunakan, harga mulai dari Rp 25.000,- (Dua Puluh Lima Ribu Rupiah) hingga Rp 600.000,- (Enam Ratus Ribu Rupiah) perunitnya. Proses pemasaran yang digunakan UP2K Pelangi yaitu dengan memanfaatkan geleri sendiri tempat penjualan berbagai aneka macam bentuk kerajinan dari anggota UP2K Pelangi itu sendiri.

Dari hasil wawancara yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa dampak dari adanya program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga yang diadakan oleh UP2K Pelangi dapat dirasakan oleh masyarakat dengan tingkat ekonomi menengah kebawah. Masyarakat yang tergabung kedalam UP2K dapat meminjam untuk menambah modal usaha, dengan adanya usaha masyarakat sendiri, masyarakat menjadi lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pokok keluarganya masing masing serta tidak mengharapkan bantuan dari pemerintah.

Dengan adanya program pemberdayaan ekonomi ini UP2K berhasil meningkatkan pendapatan masyarakat, yaitu dengan membuka usaha kecil atau memberikan peminjaman modal kepada masyarakat yang memiliki usaha, agar usahanya menjadi lebih besar. Sehingga masyarakat tersebut bisa memenuhi kehidupan dengan layak. Dari wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa dampak dari pelaksanaan program UP2K dalam meningkatkan pendapatan keluarga adalah membantu ekonomi masyarakat yang kurang mampu/ masyarakat dengan tingkat ekonomi menengah kebawah, meningkatkan tali persaudaraan antar maasyarakat Nagari.

Dengan meningkatnya pendapatan keluarga maka masyarakat akan keluar dari zona kemiskinan, dan menjadi masyarakat mandiri dari segi ekonomi. Terciptanya masyarakat mandiri tidak terlepas dari adanya campur tangan pemerintah Nagari. Dengan memberikan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat, diharapkan mampu membantu masyarakat keluar dari lingkup kemiskinan. Kemiskinan masih menjadi masalah yang sulit diselesaikan di negara-negara berkembang, seperti negara kita ini.

kunci terselesainya masalah kemiskinan ini tidak terlepas dari faktor masyarakatnya sendiri. Apabila masyarakat mau dan ingin terbebas dari kemiskinan, serta perangkat Nagari memberikan pelatihan dan peminjaman modal usaha, maka dengan perlahan masalah kemiskinan akan teratasi.

Dari wawancara di atas peneliti menyimpulkan bahwa dampak dari adanya pelaksanaan program UP2K adalah meningkatkan pendapatan keluarga. Rasa bahagia akan muncul ketika pendapatan sesuai dengan pengeluaran, hal ini yang dirasakan oleh ketua UP2K di atas. Masyarakat bisa mandiri dengan usaha kecil yang ia kelola, dan dapat memennuhi kebutuhan hidupnya. Selain membantu masyarakat kurang mampu dan memberikan keahlian tambahan, ada juga maanfaat lain seperti yang disampaikan oleh ibu Sri Mulyanis, UP2K mampu meningkatkan rasa persaudaraan antar masyarakat. Rasa persaudaraan ini meningkat dengan

adanya pelatihan, yang mana pelatihan ini dilakukan bersama-sama dan memerlukan kekompakan. Dengan demikian, menjadikan UP2K terkenal tingkat Nasional, hal ini terbukti dengan masuknya UP2K Pelangi Situmbuk ke dalam Nominasi UP2K terbaik tingkat Nasional Tahun 2019.

Gambar 6. UP2K Pelangi Raih Penghargaan Tingkat Nasional

Selain itu, dengan dikenalnya UP2K Pelangi Nagari Situmbuk melalui Sulaman Kapalo Samek, menjadikannya tempat untuk studi tiru bagi PKK yang berasal dari Kalimantan Selatan. Ini menjadikan langkah awal bagi UP2K Pelangi untuk terus berkembang dan menciptakan inovasi-inovasi baru melalui Sulaman Kapalo Samek agar dilirik hingga ke mancanegara.

Gambar 7. Kunjungan TP PKK Kalimantan Selatan ke UP2K Pelangi

E. Pembahasan

Berdasarkan tujuan penelitian yang penulis lakukan, maka dapat disimpulkan bahwa kondisi pendapatan masyarakat sebelum dan sesudah adanya Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) Nagari Situmbuk terjadi perubahan yang signifikan. Hal ini terbukti dengan hasil wawancara penulis dengan beberapa anggota UP2K, mereka merasakan manfaat sesudah adanya UP2K tersebut. Sebelum adanya UP2K, mereka ada yang hanya dirumah saja bersama anak-anak tanpa ada kegiatan tambahan, para perempuan di Nagari Situmbuk banyak yang hanya berstatus sebagai isteri tanpa mempunyai penghasilan sendiri. Perempuan di Nagari Situmbuk masih indentik dengan pekerjaan domestik seperti memasak didapur, mencuci dan kegiatan dirumah lainnya. Disamping minimnya lapangan kerja, keterampilan yang dimiliki oleh perempuan disana juga masih sangat terbatas.

Namun, setelah adanya UP2K dan bergabung serta berkecimpung dengan anggota lain, memberikan manfaat yang sangat luar biasa. Hal ini membuktikan bahwa kaum perempuan bisa membantu pendapatan keluarga dengan menjalankan berbagai kegiatan yang punya nilai eknomis. Hal ini terlihat dari pendapatan yang didapat dari hasil menyulam berbagai karya, karena di UP2K Pelangi Nagari Situmbuk sulaman kapalo samek menjadi primadona pertama disana.

Melalui UP2K PKK Pelangi ini diharapkan para anggota bisa belajar menyulam kapalo samek, menggiatkan kegiatan gemar menabung melalui kelompok simpan pinjam, pengelolaan pangan lokal yang dilaksanakan oleh pengurus dan kader-kader PKK. Dampak positif yang diperoleh dengan adanya kelompok UP2K-PKK Nagari Situmbuk ini adalah dapat menghindari keluarga terlibat hutang pada rentenir/

tengkulak yang dapat menghancurkan ekonomi keluarga.

Berdasarkan hasil penelitian dapat penulis simpulkan yaitu: dengan adanya UP2K di Nagari Situmbuk, pendapatan masyarakat di Nagari Situmbuk meningkat dan ibu-ibu mempunyai pendapatan sendiri untuk

membantu pendapatan suami. Bahkan anak gadis yang tamat sekolah juga ikut andil dalam kegiatan menyulam, walaupun masih belum banyak namun mereka mulai menyenangi sulaman kapalo samek. Dengan adanya UP2K Pelangi memberikan dampak positif bagi masyarakat, yaitu masyarakat mendapatkan pelatihan serta dapat meminjam modal dari simpan pinjam yang ada di UP2K untuk membuka atau modal usaha.

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian di UP2K Pelangi Nagari Situmbuk tentang Dampak Program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) terhadap Pendapatan Masyarakat Nagari Situmbuk Kecamatan Salimpaung dapat disimpulkan bahwa:

Setelah adanya UP2K masyarakat merasakan manfaat yaitu pendapatan masyarakat di Nagari Situmbuk meningkat dan ibu-ibu mempunyai pendapatan sendiri untuk membantu pendapatan suami.

Bahkan anak gadis yang tamat sekolah juga ikut andil dalam kegiatan menyulam, walaupun masih belum banyak namun mereka mulai menyenangi sulaman kapalo samek. Dengan adanya UP2K Pelangi memberikan dampak positif bagi masyarakat, yaitu masyarakat mendapatkan pelatihan serta dapat meminjam modal dari simpan pinjam yang ada di UP2K untuk membuka atau modal usaha.

B. Saran

Berdasarkan penelitian yang diperoleh, maka peneliti dapat mengemukakan saran-saran sebagai berikut:

1. Kepada para pengurus Usaha Peningkatan Pendapatan Keluraga (UP2K) Pelangi Situmbuk, agar tidak puas dengan pencapaian yang diperoleh dari program UP2K saat ini, agar tetap melakukan peningkatan-peningkatan pemberdayaan, agar banyak masyarakat yang mendapatkan ilmu baru dan bisa membuka usaha sendiri serta membantu perekonomian keluarga dan Nagari.

2. Disarankan kepada anggota Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) Pelangi Situmbuk, agar lebih aktif berpartisipasi dalam mengikuti pelatihan-pelatihan yang dilakukan oleh UP2K.

3. Disarankan kepada pengurus Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) Pelangi Situmbuk, agar memberikan pelatihan yang mampu meningkatkan ekonomi masyarakat Nagari.

4. Disarankan kepada remaja-remaja Nagari Situmbuk agar ikut belajar sulaman kapalo samek, karna ini merupakan aset Nagari yang harus dilestarikan sampai anak cucu nanti.

5. Disarankan kepada peneliti lain untuk melakukan kajian secara mendalam dan komprehensif terkait pemberdayaan dan peningkatan pendapatan masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

Qur’anul Karim dan Terjemahannya. 2005. QS. al-A’raf: 31, Qur’an Al-Kariim dan Terjemah Bahasa Indonesia (Ayat Pojok). Menara Kudus:

Kudus.

Amelia PJT. 2019. Peran Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) dalam Pemberdayaan dan Peningkatan Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat di Desa Laut Dendang Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang. Skripsi Sarjana. Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Medan.

Agung Sarjito. 2013. Pemberdayaan Perempuan untuk Meningkatkan Ekonomi Keluarga Melalui Kelompok Petani Kecil (KPK) Ngudi Lestari di Mendongan Bandung Playen Gunung Kidul Yogyakarta. Skripsi Sarjana. Fakultas Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Yogyakarta. Yogyakarta.

Boediono. 2002. Pengantar Ekonomi. Jakarta: Erlangga.

Diana Kurnia Putri, 2018. Pemberdayaan Perempuan melalui Program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) di Desa Sumber Rejo Kecamatan Waway Karya Lampung Timur. Skripsi Sarjana. Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.

Dwi Suwiknyo. 2009. Kamus Lengkap Ekonomi Islam. Total Media: Yogyakarta.

Faisal H. Basri. 2005. Perekonomian Indonesia Menjelang Abad XXI. Jakarta:

Erlangga.

IAIN Batusangkar, 2017. Buku Pedoman Penulisan Skripsi IAIN Batusangkar.

Batusangkar. IAIN Batusangkar Press.

Ika Yunia Fauzia. 2015. Prinsip Dasar Ekonomi Islam. Prenada Media Group:

Jakarta.

Isnan Rahmah Solihatin. 2017. Konsepsi Al-quran tentang Perempuan Pekerja dalam Mensejahterakan Keluarga. Harkat: Media Komunikasi Islam

Isnan Rahmah Solihatin. 2017. Konsepsi Al-quran tentang Perempuan Pekerja dalam Mensejahterakan Keluarga. Harkat: Media Komunikasi Islam

Dokumen terkait