HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.2 Hasil Penelitian .1 Uji Validitas
4.2.6 Uji Hipotesis
4.2.6.2 Koefisien Determinasi (R 2 )
Koefisien determinasi (R2) digunakan untuk mengukur seberapa besar pengaruh variabel bebas yaitu brand positioning sepeda motor merek Honda terhadap variabel terikat yaitu keputusan pembelian konsumen pada mahasiswa Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara, dimana 0 ≤ R2 ≤ 1. Jika R2
semakin mendekati nol berarti model tidak baik atau variasi model dalam menjelaskan amat terbatas, sebaliknya semakin mendekati satu, model semakin baik. Berikut ini adalah tabel hasil koefisien determinasi (R2).
Tabel 4.11
Koefisien Determinasi (R2) Model Summary
Model R R Square Adjusted R
Square
Std. Error of The Estimate
1 .694(a) .482 .466 1.29512
Berdasarkan Tabel 4.11 dapat diketahui bahwa:
a.R = 0,694 berarti hubungan antara brand positioning sepeda motor merek Honda (X) terhadap keputusan pembelian konsumen pada mahasiswa Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara (Y) sebesar 69,4%. Artinya hubungannya erat. Semakin besar R berarti hubungan semakin erat. Untuk memastikan tipe hubungan antar variabel dapat dilihat pada Tabel 4.12 berikut ini:
Tabel 4.12
Hubungan antar Variabel
Nilai Interpretasi
0.0 – 0.19 Sangat Tidak Erat
0.2 – 0.39 Tidak Erat
0.4 – 0.59 Cukup Erat
0.6 – 0.79 Erat
0.8 – 0.99 Sangat Erat
Sumber: Situmorang (2008: 113)
b.Adjusted R Square sebesar 0,466 berarti 46,6 % variabel keputusan pembelian dapat dijelaskan brand positioning, sedangkan sisanya 53,4 % dapat dijelaskan oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
4.3. Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa brand positioning sepeda motor merek Honda berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen pada mahasiswa Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Sumatera Utara. Hal ini terlihat dari hasil regresi linier sederhana dimana diperoleh persamaan Y= 10,158 + 0,388X + e, yang berarti bahwa dalam persamaan tersebut diketahui konstanta sebesar 10,158 hal ini menjelaskan bahwa variabel brand positioning dianggap konstan maka keputusan pembelian sebesar 10,158.
Berdasarkan analisis deskriptif responden diperoleh informasi mengenai karakteristik responden yaitu jenis kelamin, stambuk, frekuensi pembelian sepeda motor merek Honda dan jawaban responden atas pernyataan dalam kuesioner, dimana responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara yang berjumlah 100 orang responden, sedangkan pada metode analisis regresi linier sederhana dan pengujian hipotesis, pengolahan data dilakukan dengan aplikasi software SPSS 16.0 for windows.
Hasil analisis deskriptif responden berdasarkan jenis kelamin menunjukkan bahwa responden laki-laki adalah yang terbanyak. Hal ini disebabkan karena responden laki-laki memiliki tingkat mobilitas yang lebih tinggi daripada responden perempuan, selain itu, dibandingkan dengan responden laki-laki, responden perempuan masih banyak yang memilih menggunakan kendaraan
umum sebagai alat transportasi untuk pergi ke kampus daripada menggunakan sepeda motor.
Hasil analisis deskriptif responden berdasarkan stambuk menunjukkan bahwa responden stambuk 2010 adalah yang terbanyak. Hal ini disebabkan karena responden stambuk 2010 memiliki aktivitas perkuliahan yang lebih padat akibat mata kuliah yang diambil semakin banyak, selain itu responden stambuk 2010 pada umumnya juga mengikuti kegiatan organisasi mahasiswa di kampus, maka menuntut responden stambuk 2010 untuk lebih sering pergi ke kampus, sehingga tingkat penggunaan sepeda motor merek Honda juga tinggi. Responden yang paling sedikit jumlahnya adalah responden stambuk 2008. Hal ini disebabkan karena pada umumnya responden stambuk 2008 tidak mengambil banyak mata kuliah karena sudah mengerjakan skripsi, dan mengurangi keikutsertaan dalam kegiatan organisasi, serta tidak setiap hari pergi ke kampus, sehingga tingkat mobilitasnya juga tidak tinggi.
Hasil analisis deskriptif responden berdasarkan frekuensi pembelian sepeda motor merek Honda menunjukkan bahwa responden yang paling banyak adalah responden dengan frekuensi pembelian sepeda motor merek Honda lebih dari 1 kali. Hal ini menunjukkan bahwa responden merasa puas setelah membeli dan menggunakan sepeda motor merek Honda, sehingga mendorong mereka untuk melakukan pembelian ulang.
Hasil distribusi jawaban responden terhadap variabel bebas (X), yaitu brand positioning sepeda motor merek Honda menunjukkan bahwa sebagian besar responden menyatakan setuju dan sangat setuju terhadap butir-butir
pernyataan didalam kuesioner penelitian. Hal ini berarti brand positioning sepeda motor merek Honda yang dibentuk melalui harga, kualitas, pelayanan, dan persepsi positif konsumen dinyatakan baik. Hasil ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Kotler (2009:281), yang menyatakan bahwa brand positioning sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen dibentuk oleh harga, kualitas, pelayanan, dan persepsi positif konsumen terhadap produk yang ditawarkan oleh perusahaan. Beragam produk beredar di pasar, oleh sebab itu, strategi brand positioning yang tepat dapat digunakan oleh perusahaan untuk memenangkan persaingan yang ada. Semakin kokoh brand positioning yang dimiliki oleh perusahaan, maka perusahaan tersebut akan memperoleh lebih banyak keuntungan. Hasil ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Prety (2009) yang menyatakan bahwa brand positioning berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Hasil ini juga sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Hutapea (2010) yang menyatakan bahwa brand positioning berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian.
Berdasarkan hasil uji t diketahui bahwa nilai t hitung = 3,850 sedangkan ttabel =1,661, dengan ketentuan t hitung > t tabel, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Hal ini berarti brand positioning sepeda motor merek Honda berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen pada mahasiswa Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Sumatera Utara. Hal ini terlihat dari nilai signifikansi (0,000) di bawah atau lebih kecil dari pada α = 0,05 dan nilai t hitung > t tabel artinya jika nilai variabel brand positioning ditingkatkan
sebesar satu satuan maka keputusan pembelian akan meningkat sebesar 0,389 satuan (unit). Hasil penelitian ini didukung oleh teori yang dinyatakan oleh Kotler (2009:346), perusahaan yang mampu menempatkan brand positioning produknya dengan tepat akan memperoleh keuntungan, penjualan produk akan meningkat, karena brand positioning merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.
Berdasarkan hasil perhitungan koefisien determinasi (R2) diperoleh nilai R sebesar 0,694 berarti hubungan antara variabel brand positioning terhadap keputusan pembelian adalah sebesar 69,4%. Hal ini menunjukkan bahwa hubungannya cukup erat. Nilai adjusted R square sebesar 0,466, berarti 46,6 % faktor keputusan pembelian dapat dijelaskan brand positioning, sedangkan sisanya 53,4 % dapat dijelaskan oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Berdasarkan uraian diatas dapat diterangkan bahwa untuk meningkatkan keputusan pembelian konsumen pada mahasiswa Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara dapat dilakukan dengan cara meningkatkan brand positioning sepeda motor merek Honda. Pengelolaan brand positioning yang baik dan berkelanjutan akan dapat mengikat konsumen lama, menarik kembali konsumen yang beralih dan mendatangkan konsumen baru, yang tentunya akan meningkatkan keuntungan bagi PT Astra Honda Motor selaku produsen sepeda motor merek Honda.
BAB V