• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Deskripsi Hasil Penelitian

2. Koleksi yang ada di Museum

Berkaitan dengan koleksi dan benda-benda yang berada di dalam maupun sekitar Museum Monumen Yogya Kembali, terdapat beberapa hal yang perlu diketahui. Hal pertama yang perlu diketahui adalah bagaimana cara museum untuk mengumpukan benda-benda dan koleksi tersebut. Menurut Bapak Nanang selaku Kepala Bagian Operasional Museum Monumen Yogya Kembali, semua benda yang dipamerkan baik di dalam maupun sekitar museum merupakan hibah dari masyarakat ataupun dinas terkait. Contohnya, dari barang koleksi yang merupakan hibah adalah Meriam PSU Akan Bofors yang merupakan hibah ataupun sumbangan KSAD pada tangal 28 Maret 1996.68 Contoh lainnya adalah tandu yang pernah digunakan oleh Jendral Sudirman yang dihibahkan untuk museum dari masyarakat (CL.2).69

Sebagian besar koleksi yang berada di Museum Monumen Yogya Kembali sendiri adalah koleksi yang memiliki hubungan dengan perjuangan rakyat Indonesia pasca kemerekaan antara tahun 1945 sampai 1949. Hal tersebut disesuaikan dengan tujuan awal dibangunnya monumen ini untuk

66 Hasil wawancara dengan Bapak Nanang Dwinarto, 15 Maret 2019 67 Sri Utami dkk, loc.cit.

68 Sri Utami dkk, op.cit hlm.6

mengenang kembali perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaannya (CL.2).70 Namun, terdapat juga koleksi patung para pahlawan sebelum kemerdekaan yang digunakan sebagai koleksi pelengkap di museum.

Koleksi di Museum Monumen Yogya Kembali sendiri terdiri dari barang asli dan tiruan. Koleksi yang baru saja dihibahkan oleh pihak museum akan langsung diperbaiki dan direstorasi oleh pihak museum sendiri sebelum dipajang. Untuk proses restorasi dan perawatan menurut Bapak Nanang Dwinarto, Museum Monumen Yogya Kembali sudah memiliki ruang khusus untuk memperbaiki atau merestorasi koleksi yang ada di museum.

Berkaitan dengan jenis dan koleksi apa saja yang ada di sekitar dan di dalam Museum Monumen Yogya Kembali, berikut ini adalah tabel mengenai daftar barang koleksi yang ada di Monjali:

Tabel 3. Daftar Koleksi Museum71

No. Ruangan Jenis Koleksi

1. Hall lantai 1  Patung Dada Panglima Besar Jendral Soedirman dan Letnan Jendral Oerip Soemohardjo

 Foto Pelaksanaan Pembanguanan Museum Monumen Yogya Kembali

 Patung foto Imam Bonjol  Meriam Jugo M–48  Dokar Tentara Pelajar  Patung Nyi Ageng Serang  Meriam PSU Akan Bofors  Patung Teuku Umar  Patung Tjut Nya Dien

 Meriam PSU Ourlikon Kaliber 20mm  Meriam Jogo M-48 Kaliber 76mm  Foto kegiatan tentara pelajar 2. Ruang

Museum I

 Panil tegak 1-2 yang meliputi foto-foto peristiwa sekitar Proklamasi Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945 dan pertempuran rakyat Indonesia

70 Hasil wawancara dengan Bapak Nanang Dwinarto, 15 Maret 2019 71Buku Petunjuk Koleksi Museum Monumen Yogya Kembali

melawan sekutu di kota Surabaya

 Panel Dinding yang terdiri dari 12 panel yang terdiri dari foto-foto yang berkaitan dengan kemeriahan proklamasi sampai perkembangan ABRI tahun 1945-1950

 Vitrin dinding yang terdiri dari 5 vitrin yang isinya mencakup senjata dan visualisasi dari BPRI dan BKR  Vitrin sudut yang terdiri dari 3 vitrin yang isinya

mencakup benda-benda koleksi yang berkaitan dengan perjuangan fisik bangsa Indonesia seperti senjata, dan miniatur replika pesawat.

 Vitrin Tengah yang terdiri dari 4 vitrin yang isinya mencakup koleksi yang berkaitan dengan miniatur kapal dan duplikat panji-panji divisi angkatan perang  Teras sudut ruang museum yang isinya mencakup

senjata-senjata refolusi fisik hasil rampasan dari pihak Jepang dan Sekutu yang selanjutnya digunakan oleh tentara Indonesia pada saat itu

 Peta Timbul wilayah Republik Indonesia setelah perjanjian Renville

3 Ruang Museum II

 Panel tegak yang terdiri dari 4 panel yang isinya berkaitan dengan foto perundingan komisi tiga negara, presiden Soekarno, dan pemakaman Jendral Soedirman tahun 1950

 Panel dinding yang terdiri dari 13 panel yang isinya mencakup foto yang berkaitan dengan perang Gerilya dan system pertahanan rakyat

 Vitrin sudut yang terdiri dari 3 vitrin yang isinya mencakup peralatan komunikasi, arsip dan benda yang dipakai oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Paku Alam VIII

 Vitrin tengah yang terdiri dari dua vitrin yang isinya merupakan senjata yang digunakan pada saat perang gerilya

 Peta timbul rute perang gerilya

 Teras sudut museum II yang isinya merupakan perlengkapan yang digunkana Jendral Soedirman  Peta timbul wilayah Republik Indonesia Serikat 3 Ruang

Museum III

 Evokatif dapur umum yang merupakan replica kondisi dapur umum selama Agresi Militer yang berada di Gunung Kidul Yogyakarta

 Evokatif Palang Merah Indonesia yang isinya mengenaikondisi Palang Merah Indonesia di Desa Boro Kulon Progo

 Peta timbul rute Konsolidasi WK III

 Peta timbul pembagian wilayah Wehrkreis III  Alat Cetak Proef

 Unit Caraka

 Seperangkat meja kursi tamu yang digunakan Komandan SWK 103 A Mayor Ventje Sumual selama

perang gerilya di Sleman

 Peta timbul serangan umum 1 Maret 1949  Potret diri para Komandan Sub Wehrkreis III

 Seperangkat Meja Kursi yang digunakan siswa Kepolisian Negara Republik Indonesia

 Vitrin sudut yang memuat koleksi mengenai serangan umum 1 Maret 1949

 Dinding ruang museum sebelah utara yang berisi mengenai beberapa lembar dokumen Surat Perintah Harian Komandan Wehkreis III

 Meja kerja Sri Sultan Hamengku Buwono IX  Meja kerja Sri Paduka Paku Alaman

 Bagan susuan pemerintahan 4 Ruang

museum IV

 Patung dada Ir. Soekarno  Patung dada Drs.Moh.Hatta  Text Proklamasi

 Foto dokumen kegiatan Presiden dan Wakil Presiden di Yogyakarta

 Tempat tidur Presiden Soekarno  Patung dada Ki Hadjar Dewantara  Patung dada Kyai Haji Mas Mansyur  Peta timbul wilayah RIS

 Meja dan kursi tamu Wakil Presiden Moh.Hatta  Potret diri tokoh pimpinan Republik Indonesia  Kursi kerja Komite Nasional Indonesia Daerah 5 Dinding

pagar langkan lantai II

 Koleksi relief yang menceritakan mengenai perjuangan Indonesia dari tahun 1945-1949. Jumlah relief tersebut adalah 40 relief

6 Lantai II  Berisi mengenai diorama sebanyak 10 buah. Diorama ini menceritakan tentang perjuangan fisik dan diplomasi yang dilakukan Indonesia tahun 1945-1949 7 Lantai III  Garbha Graha yang merupakan ruang hening untuk

mendoakan para pahlawan dan mensyukuri karunia Tuhan atas kemerdekaan Indonesia. Terdapat duplikat bendera pusaka, unit relief simbolik, dan unit kata mutiara.

Setelah mengetahui mengenai koleksi apa saja yang terdapat di dalam lingkungan Museum Monumen Yogya Kembali, maka kita akan membahas mengenai kategori koleksi yang terdapat di museum. Koleksi-koleksi yang ada di Museum Monumen Yogya Kembali tidak memiliki kategori khusus pada setiap koleksinya. Pembagian koleksi pada empat ruangan di lantai satu

ternyata didasarkan pada waktu kejadian yang berkaitan dengan koleksi tersebut (CL.3).72 Sebagai contoh, ruangan museum I merupakan ruangan yang isinya merupakan koleksi yang berkaitan dengan peristiwa proklamasi pada tahun 1945 dan ruangan museum II untuk koleksi yang berkaitan dengan perang gerilya yang dilakukan untuk kembali merebut Ibukota Yogyakarta dari para penjajah pada tahun 1948. Pembagian ruangan ini juga agar mempermudah pengunjung untuk mengetahui peristiwa yang dibahas secara lebih runtut dan jelas (CL.3).73

Lantai II museum juga memiliki koleksi berupa relief dan diorama yang menceritakan perjuangan Bangsa Indonesia tahun 1945-1949. Pengunjung dapat menikmati koleksi ini dengan melihat relief yang berada di luar dan masuk ke dalam lantai II untuk melihat diorama yang juga dilengkapi dengan speaker suara yang semakin menambah kesan nyata pengunjung. Setelah berkeliling lantai II museum maka pengunjung dapat menaiki lantai III untuk mengenang para pahlawan dan juga dapat mengheningkan cipta dan mensyukuri rahmat yang telah diberikan Tuhan YME. Semua itu sudah dibuat sedemikian rupa oleh pihak pengelola museum agar pengunjung dapat merasakan seluruh proses perjuangan Bangsa Indonesia pasca kemerdekaan (CL.3).74

Berkaitan dengan koleksi museum yang dapat digunakan sebagai sumber belajar, Bapak Nanang dan Bapak Sigit berpendapat bahwa semua koleksi yang terdapat di Museum Monumen Yogya Kembali dapat digunakan sebagai

72 Hasil wawancara dengan Bapak Sigit, 15 Maret 2019 73 Hasil wawancara dengan Bapak Sigit, 15 Maret 2019 74 Hasil wawancara dengan Bapak Sigit, 15 Maret 2019

sumber pembelajaran sejarah ataupun PKN. Koleksi di Museum Monumen Yogya Kembali kebanyakan merupakan koleksi yang berkaitan dengan proses perebutan kembali Indonesia terutama Yogyakarta dari tangan Kolonial. Koleksi tersebut dapat menambah pengetahuan siswa terhadap proses yang dialami oleh Bangsa Indonesia antara tahun 1945-1949. Selain itu, siswa tidak hanya dapat menambah pengetahuannya, melainkan dapat meneladani sikap para pahlawan pada masa lalu. Nilai pengetahuan dan nilai moral bisa siswa dapatkan dengan berkunjung ke Museum Monumen Yogya Kembali ini (CL.2,3).75

Penataan koleksi yang dipisah berdasarkan tahun dan juga kelengkapan koleksi pada lantai satu museum dapat mempermudah siswa untuk memahami mengenai peristiwa sejarah yang terjadi secara berurutan sesuai dengan kronologi waktu yang terjadi pada masa lalu. Petugas museum juga selalu memandu pengunjung yang datang ke museum agar menikmati koleksi secara runtut agar informasi yang ada dapat diterima dengan maksimal dan berurutan. Selain koleksi yang berada di lantai satu, pengunjung juga disuguhi film yang bertemakan perjuangan pasca kemerdekaan Indonesia. Film dokumenter ini sendiri merupakan fasilitas yang dapat dimanfaatkan pengunjung untuk lebih mengetahui dan memperdalam materi mengenai perlawanan Bangsa Indonesia tahun 1945-1949 (CL.4).76 Hal tersebut dikatakan sendiri oleh beberapa guru yang mendampingi siswanya dalam melakukan studi tour ke Museum Monumen Yogya Kembali. “Dengan mengunjungi tempat yang memiliki

75 Hasil wawancara dengan Bapak Nanang dan Sigit, 15 Maret 2019 76 Hasil wawancara dengan Bapak Kadi Sukardi, 13 Maret 2019

nilai sejarah, maka dapat membantu siswa untuk melihat langsung dan memperdalam materi yang telah mereka dapatkan di kelas”, kata Bapak Kadi Sukardi yang merupakan guru dari MTS Negeri 1 Bandung. Hal serupa juga dikatakan oleh guru lainnya dimana setelah melihat film dan melihat koleksi siswa tidak hanya mendapat tambahan pengetahuan melainkan juga dapat menumbuhkan sikap cinta tanah air dan bela bangsa (CL.5).77

Selain dari sudut pandang para guru, ternyata dengan berkunjung ke museum dapat menjadi alternatif siswa untuk belajar dan mengetahui tentang sejarah khususnya sejarah perjuangan Bangsa Indonesia yang terdapat pada koleksi di Museum Monumen Yogya Kembali ini. Dengan melihat dari dekat bahkan berfoto serta membaca langsung keterangan yang ada di Museum ternyata dapat menjadikan siswa lebih merasa nyaman dan asik dalam belajar sejarah. Dalam wawancara dengan beberapa orang siswa MTS Negeri 1 Bandung yang melakukan kunjungan, mereka menyatakan bahwa dengan berkunjung ke museum mereka lebih mengerti tenang materi sejarah karena mereka dapat melihat langsung koleksi yang ada di museum. Selain itu, mereka juga merasa dengan berkunjung ke museum, semua materi yang mereka terima di kelas terasa lebih nyata dan hidup sehingga meninggalkan kesan bagi mereka.

Selain koleksi barang peninggalan yang terdapat pada ruang museum satu sampai empat yang berada di lantai satu museum, para pengunjung juga dapat melihat gambaran suasana yang terjadi pada masa lalu dari relief dan

diorama yang terdapat pada lantai dua museum. Cerita yang disampaikan juga sama runtutnya dengan lantai satu sehingga para pengunjung mendapat gambaran langsung secara visual dari relief maupun diorama yang ada pada ruangan lantai dua tersebut. Lantai paling atas Museum Monumen Yogya Kembali adalah bangunan yang paling dapat menggugah rasa nasionalisme dan kebangsaan disamping koleksi dan film yang berada di lantai satu dan dua (CL.2).78 Ruangan yang bernama Garbha Graha disebut juga sebagai ruang sunyi dimana pengunjung dapat mengenang jasa para pahlawan pada masa lalu, dapat mendoakan para pahlawan, ataupun bersyukur atas kemerdekaan yang sudah diraih oleh bangsa Indonesia. Dengan berada di ruangan ini, diharapkan pengunjung akan semakin tergugah untuk menumbuhkan rasa kebangsaan dan rasa cinta tanah air.

Untuk hambatan yang dialami museum dalam pemanfaatan museum sebagai sumber belajar, Bapak Sigit selaku pengelola museum dan pencatat buku tamu yang ada di lantai dua museum mengatakan bahwa untuk pengnjung yang berasal dari dalam negeri pihak museum tidak menemui hambatan. Namun terkadang sikap pengunjung sendiri terutama anak kecil yang sedikit sulit diatur seperti seringnya anak-anak kecil berlarian di museum yang dikhawatirkan dapat membahayakan dirinya ataupun koleksi yang ada di museum. Untuk pengunjung dari luar Indonesia, Pak Sigit selaku pengelola museum mengatakan bahwa pihak Museum Monumen Yogya Kembali belum memiliki pemandu yang dapat memandu pengunjung yang berasal dari luar

negeri sehingga untuk pengunjung yang dari luar negeri hanya diarahkan untuk mengisi buku tamu dan setelah itu dibiarkan berkeliling sendiri atau beberapa dari mereka membawa pemandu dari luar museum dan hal tersebut diperbolehkan oleh pihak museum (CL.3).79

Kesimpulan yang didapatkan terhadap pertanyaan apakah Museum Monumen Yogya Kembali dapat dijadikan sebagai sumber belajar? Jawabannya adalah bisa karena koleksi yang berkaitan dengan sejarah perang pasca kemerdekaan sangat lengkap. Penataan koleksi yang sangat baik dan runtut berdasarkan tahun kejadian dan pemutaran film bertema perjuangan dapat menjadi sumber pengetahuan baru ataupun sebagai tambahan pengetahuan bagi siswa maupun guru serta pengunjung lain. Selain pengetahuan, pengunjung juga akan mendapat pelajaran mengenai nilai sikap cinta tanah air dan persatuan serta menghargai jasa para pahlawan di masa lalu. Diorama yang dilengkapi dengan audio serta ruangan Garbha Graha dapat semakin memperkuat nilai sikap cinta tanah air dan berbangsa setelah berkunjung ke Museum Monumen Yogya Kembali ini.

Dokumen terkait