• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas, maka diajukan beberapa saran sebagai berikut:

1. Bagi Pengelola museum diharapakanagar dapat mengikuti perkembangan masyarakat saat ini. Dengan mengetahui perkembangan masyarakat saat ini, maka pihak museum diharapkan dapat berinovasi dalam menciptakan program-program baru yang dapat mendorong minat masyarakat dalam berkunjung ke museum.

2. Bagi siswa agar mengubah pandangan mengena museum. Berkunjung ke museum bukan merupakan kegiatan yang membosankan karena dengan berkunjung ke museum maka para pelajar dapat belajar sekaligus melihat langsung koleksi-koleksi mengenai sejarah. Dengan demikian siswa dapat lebih mengerti mengenai peristiwa sejarah dengan berkunjung langsung ke museum.

3. Bagi guru sejarah agar dapat menjadikan museum sebagai sumber dalam belajar sejarah. Selain itu, dengan berkunjung ke museum, guru dapat menciptakan suasana belajar yang baru dan menyenangkan bagi siswanya agar tidak bosan belajar sejarah di kelas. Guru juga dapat memanfaatkan koleksi yang ada di museum untuk lebih memperdalam mengenai materi sejarah sesuai dengan koleksi tersebut.

108

DAFTAR PUSTAKA

Amir Sutarga. 1997. Pedoman Penyelenggaraan dan Pengelolaan Museum. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Cholid Narbuko & Abu Achmadi. 2003. Metodologi Penelitian. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Hamid Rahman & Muhamad Saleh. 2011. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Husaini Usman. 2008. Metodologi Penelitian Sosial. Jakarta: PT Bumi Aksara. Karwono H & Heni Mularsih. 2017. Belajar dan Pembelajaran serta

Pemanfaatan Sumber Belajar. Depok: PT RajaGrafindo Persada.

Latuheru, John D. 1988. Media Pembelajaran Dalam Proses Belajar Masa Kini. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi dan Obyek Pengembangan Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan.

Marsono. 2008. Bahan Kuliah Pengantar Pariwisata. Yogyakarta: Program Studi Kepariwisataan Fakultas Ilmu Budaya UGM.

Moleong, Lexy J. 1988. Metodologi Penelitian Kualitatif.Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktora Jendral Pendidikan Tinggi, dan Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan.

Nusa Putra. 2012. Metode Penelitian Kualitatif Pendidikan.Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

109

Piter Salim & Yenny Salim. 1991. Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer. Jakarta: Modern English Press.

Schouten. 1981. Pengantar Didaktik Museum. Jakarta: Jendral Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Sitepu. 2014. Pengembangan Sumber Belajar. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.

Sjamsuddin Helius. 2016. Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Penerbit Ombak. Sri Utami dkk. 2018. Buku Petunjuk Koleksi Monumen Yogya Kembali. Yogyakarta: Badan Pengelola Monumen Yogya Kembali.

Sudjarwo, S. 1988. Beberapa Aspek Pengembangan Sumber Belajar. Jakarta: PT Mediyatama Sarana Perkasa.

Sukardi. 2003. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: PT Bumi Aksara. Tjahjopurnomo, R. 2011. Sejarah Permuseuman Di Indonesia. Jakarta: Direktorat

Permuseuman, Direktorat Jendral Sejarah dan Purbakala, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Sumber Internet:

Dinas Pariwisata Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. 2017. Visiting Jogja. (https://visitingjogja.com). diakses pada tanggal 10 Oktober 2018.

Wikipedia. 2018. Museum. (https://id.m.wikipedia.org). diakses 1 September 2018.

110

Direktori Online Museum di Indonesia. 2018. Jenis Museum,

(https://direktorionlinemuseumdiindonesia.wordpress.com/jenis-museum/). diakses 1 September 2018.

Wikipedia. 2018. Pengertian Monumen. (https://id.m.wikipedia.org). diakses 9 September 2018.

Saksono Arie. 2008. 7 Sapta Pesona, (https://ariesaksono.wordpress.com/tag/7-sapta-pesona/). diakses pada 14 Oktober 2018.

Suhaidi Achmad. 2018. Pengertian Sumber Data, Jenis Data, dan Pengumpulan

Data. (https://achmadsuhaidi.wordpress.com/2014/02/26/pengertian-sumber-data-jenis-jenis-data-dan-metode-pengumpulan-data/) diakses 4 September 2018.

112

Catatan Lapangan 1 (CL1) LEMBAR OBSERVASI MUSEUM Nama Museum : Museum Monumen Yogya Kembali Waktu Pelaksanaan : 14 Maret 2019

No. Objek yang diamati

Hasil

Ya Tidak

1. Lokasi Museum Strategis

2.

Museum memiliki bangunan pokok (permanen tetap, permanen

temporer, auditorium, kantor, laboratorium, konservasi,

perpustakaan, bengkel, preparasi, dan ruang penyimpanan Koleksi) 3. Koleksi Museum memiliki nilai-nilai

sejarah dan nilai-nilai ilmiah 4. Museum memiliki papan atau kertas

penjelasan dari tiap koleksinya 5. Museum memiliki kamera keamanan 6. Museum memiliki tingkat keamanan

terhadap barang koleksinya

7. Museum melakukan perawatan rutin terhadap setiap barang koleksinya 8. Museum memiliki ruang

penyimpanan koleksi yang luas 9. Museum memiliki pencahayaan

yang baik bagi setiap koleksinya 10.

Museum memiliki daftar inventaris yang selalu diperbaharui secara berkala

11. Museum memiliki curator 12. Museum memiliki tim edukasi 13. Museum memiliki tenaga

administrasi

14. Museum memiliki tenaga edukasi 15. Museum memiliki sarana promosi

113 LEMBAR PENGAMATAN DOKUMEN

No. Obyek yang diamati Hasil

Ya Tidak

1. Buku tamu bagi pengunjung museum 2. Katalog mengenai koleksi museum 3. Buku Pedoman Museum

114

KISI-KISI PERTANYAAN WAWANCARA

Kisi-Kisi Wawancara Guru dan Siswa

No Butir-Butir Pertanyaan

1 Museum sebagai sarana untuk menambah pengetahuan sejarah bagi siswa 2 Musem sebagai sarana untuk membangun sikap siswa berkaitan dengan

sejarah

3 Kendala apa yang dihadapi dalam pemanfaatan museum sebagai sumber belajar

4 Keamanan Lingkungan museum 5 Ketertiban Lngkungan museum 6 Kebersian Lingkngan museum 7 Kesejukan Lingkungan museum 8 Keindahan Lingkngan museum 9 Keramahan pengelola museum

10 Kenangan yang ditimbulan setelah berkunjung ke museum

Kisi-Kisi Wawancara Pengelola Museum

No Butir-Butir Pertanyaan

1 Latar belakang berdirinya museum Monumen Yogya Kembali 2 Koleksi-koleksi yang ada di Museum Monumen Yogya Kembali 3 Kegiatan edukasi yang ada di Museum Yogya Kembali

4 Pemafaatan Museum Monumen Yogya Kembali sebagai sumber belajar dan destinasi wisata

115

Lembar Wawancara Siswa, Guru, dan Pengelola Museum Monumen Yogya Kembali

A. Wawancara Terhadap Siswa

1. Apakah sebelum mengunjungi Museum monumen Yogya Kembali sudah pernah mengadakan kunjungan ke museum lainnya?

2. Apakah dengan mengunjungi museum secara langsung dapat memperjelas materi yang sudah anda dapatkan di dalam kelas?

3. Menurut anda, apakah setelah berkunjung ke museum dapat menambah pengetahuan baru mengenai sejarah?

4. Selain pengetahuan, apakah dengan berkunjung langsung ke museum dapat nilai-nilai baru yang dapat diteladani?

5. Untuk lingkungan museum sendiri, apakah lingkungan museum sudah aman dan tertib?

6. Untuk kebersihan di lingkungan museum sendiri, apakah sudah bdijaga dengan baik?

7. Saat berkunjung ke museum sendiri, apakah muncul perasaan sejuk dan nyaman 8. Untuk keindahan museum dan penataan koleksi apakah sudah diatur dengan

baik?

9. Apakah pengelola museum memiliki sifat yang ramah?

10. Apakah setelah berkunjung ke museum ini meninggalkan kesan bagi anda dan jika ada kesempatan apakah akan berkunjung kembali?

B. Wawancara Terhadap Guru

1. Apakah sebelum mengunjungi Museum Monumen Yogya Kembali, pihak sekolah atau anda sendiri sudah pernah mengadakan kunjungan studi ke museum?

2. Apakah dengan mengunjungi museum secara langsung dapat memperjelas materi yang sudah siswa dapatkan di dalam kelas?

3. Menurut anda, apakah setelah berkunjung ke museum dapat menambah pengetahuan baru bagi siswa mengenai sejarah?

4. Selain pengetahuan, apakah dengan berkunjung langsung ke museum siswa dapat nilai-nilai baru yang dapat diteladani?

116

5. Untuk lingkungan museum sendiri, apakah lingkungan museum sudah aman dan tertib?

6. Untuk kebersihan di lingkungan museum sendiri apakah sudah diperhatikan dengan baik?

7. Saat berkunjung ke museum sendiri, apakah muncul perasaan sejuk dan nyaman 8. Untuk penataan koleksi apakah sudah baik?

9. Apakah pengelola museum memiliki sifat yang ramah?

10. Apakah setelah berkunjng ke museum ini meninggalkan kesan bagi anda dan jika ada kesempatan apakah akan berknjung kembali?

C. Wawancara Terhadap Pengelola Museum

1. Bagaimana tujuan awal didirikannya Museum Monumen Yogya Kembali ini? 2. Bagaimana cara museum untuk mengumpulkan barang-barang koleksi yang ada di

museum?

3. Apakah ada kegiatan yang dilakukan oleh Museum Monumen Yogya Kembali berkaitan dengan pemanfaatan museum sebagai sumber belajar dan seperti apa kegiatannya?

4. Terkait dengan kegiatan tersebut, apakah terdapat hambatan yang dihadapi oleh pihak museum?

5. Apakah kegiatan tersebut bersifat tetap?

6. Adakah kegiatan yang dilakukan museum terkait dengan pemanfaatan museum sebagai destinasi pariwisata?

7. Apakah pihak museum sering melakukan kegiatan promosi untuk semakin memperkenalkan museum kepada pihak luar?

117

Catatan Lapangan 2 (CL 2) Wawancara

Topik : Pemanfaatan Museum Monumen Yogya Kembali Sebagai Sumber Belajar dan Destinasi Wisata di Yogyakarta

Peneliti : Andreas Parama Kumudasmara

Informan : Nanang Dwinarto (Pengelola Museum Monumen Yogya Kembali) Waktu : 15 Maret 2019

Keterangan: P: Peneliti I: Informan

P: Bagaimana tujuan awal didirikannya Museum Monumen Yogya Kembali ini

I: Tujuan awal didirikannya museum ini adalah untuk mengingatkan masyarakat tentang sejarah Bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaannya. Museum ini juga memiliki visi untuk menanamkan jiwa-jiwa semangat ’45 pada generasi muda dan untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan. Jadi seperti itu tujuan awal dibangunnya Museum Monumen Yogya Kembali ini

P: Bagaimana cara museum untuk mengumpulkan barang-barang koleksi yang ada di museum?

I: Untuk barang-barang yang ada di Museum ini kami dapatkan dari hibah, sebagai contoh adalah tandu yang dipakai oleh Jendral Sudirman. Tandu itu kami dapatkan dari hibah masyarakat dan setelah itu kami melakukan perbaikan pada tandu tersebut dan kami pajang. Barang koleksi lainnya juga didapatkan dengan cara sererti itu. P: Apakah ada kegiatan yang dilakukan oleh Museum Monumen Yogya Kembali

berkaitan dengan pemanfaatan museum sebagai sumber belajar dan seperti apa kegiatannya?

I: Untuk kegiatan di Museum Monumen Yogya Kembali, kita lebih bergerak pada bidang kegiatan sejarah yang sesuai dengan visi museum yaitu menanamkan jiwa-jiwa ’45 pada generasi muda tadi mas. Jadi kegiatannya ya berupa kegiatan yang dapat mengingatkan kita kembali pada pengorbanan yang sudah dilakukan oleh para pahlawan pada jaman dulu.Kegiatan yang kami lakukan adalah dengan upacara pada hari pahlawan dengan mengundang masyarakat, murid-murid sekolah, dan instansi lainnya.Selain itu juga, biasanya kita mendapat kunjungan dari calon-calon pejabat

118

untuk memunculkan wawasan kebangsaan mereka. Selain itu, kami juga melakukan Travel Dialog yaitu dengan datang ke provinsi lain dan mengumpulakan kepala-kepala sekolah dari propinsi tersebut dan membahas mengenai sejarah yang behubungan dengan museum ini. Jadi ya itu termasuk kegiatan yang kami lakukan dalam bidang pendidikan sesuai dengan visi dan misi museum ini

P: Terkait dengan kegiatan tersebut, apakah terdapat hambatan yang dihadapi oleh pihak museum?

I: Saya pikir tidak ada mas, malah para peserta terutama siswa terlihat antusias. Jadi sebenarnya mas, anak-anak atau siswa ini memiliki jiwa persatuan yang tinggi dan membenci perpecahan, sehingga dengan adanya kegiatan upacara yang dilaksanakan di lingkungan museum, maka mereka dapat semakin menumbuhkan rasa persatuan mereka dan pada akhirnya menjadikan mereka menjadi semakin antusias dalam melaksanakan kegiatan tersebut.Bahkan para murid tersebut ingin diundang kembali untuk upacara tersebut.

P: Apakah kegiatan tersebut bersifat tetap?

I: Ya, kegiatan tersbut selalu kami laksanakan pada moment tertentu setiap tahunnya seperti upacara yang dilaksanakan pada hari pahlawan tersebut.

P: Adakah kegiatan yang dilakukan museum terkait denga pemanfaatan museum sebagai destinasi pariwisata?

I: Ada mas, jadi begini, Museum Monumen Yogya Kembali ini merupakan museum swasta sehingga harus mencari pendanaan secara mandiri. Untuk itu, maka pihak dari Museum Monumen Yogya Kembali bekerja sama dengan pengelola taman pelangi untuk menjadikan lingkungan di sekitar Museum ini menjadi tempat wisata yang menarik di Yogyakarta. Jadi diharapkan masyarakat tidak hanya mengetahui kawasan Malioboro saja yang gemerlapan di malam hari, namun ada juga yang gemerlapan di sekitar Monjali pada malam hari, seperti itu mas.

P: Apakah terdapat hambatan yang dihadapi pihak museum dalam pemanfaatan Museum Monumen Yogya Kembali sebagai destinasi pariwisata?

I: Sebenarnya tidak ada mas, namun ada beberapa yang mengkritik. Katanya kenapa di lingkungan sekitar museum yang seharusnya bersejarah malah ada tman seperti itu, tapi saya kira hal tersebut bukan permasalahan yang besar, dan lagi pengunjung yang mengunjungi Objek Monjali tetap ramai.

P: Apakah pihak museum sering melakukan kegiatan promosi untuk semakin memperkenalkan museum kepada pihak luar?

119

I: Untuk kegiatan promosi sudah kami lakukan. Yang pertama kami memiliki alat promosi di media sosial seperti facebook dan instagram dan secara intens melakukan upload. Sarana promosi yang kedua adalah media cetak.Kadang kadang jika ada kunjungan dari rombongan mana biasanya ada media cetak yang datang dan meminta data jumlah pengunjung yang berkunjung kesini. Lalu ada juga promosi langsung yang kami lakukan dengan ikut serta dalam pawai-pawai yang diadakan oleh instansi lain seperti Dinas Kebudayaan Yogyakarta. Lalu kami juga ikut serta dalam pameran goes to Campus yang dilaksanakan di kampus-kampus dan kami pada tahun 2018 sempat mendapat penghargaan dari UNS karena menjadi museum terfaforit pada pameran disana. Jadi dengan ikut serta dalam pameran tersebut, Nama dari Museum ini dapat semakin dikenal oleh masyarakat luas.

120

Catatan Lapangan 3 (CL 3) Wawancara

Topik : Penataan Ruang dan Koleksi serta Jenis pengunjung yang mengunjungi Museum Monumen Jogja Kembali

Peneliti : Andreas Parama Kumudasmara

Informan: Sigit (Pengelola Museum Monumen Yogya Kembali) Waktu : 15 Maret 2019

Keterangan: P: Peneliti I: Informan

P: Untuk di Museum Monumen Yogya Kembali, apakah terdapat pengelompokan khusus terhadap koleksi-koleksi yang ada di Museum

I: Sebenarnya, untuk di Museum Monumen Yogya Kembali sendiri pengelompokan terhadap hanya pada tahunnya saja, contohnya pada lantai satu museum terdapat ruangan-ruangan seperti museum satu, dua, dan seterusnya. Koleksi yang ada di setiap ruangan sebenarnya dipisahkan atau dikelompokan berdasarkan tahunnya.Museum Monumen Yogya Kembali ini kan difokuskan pada sejarah pasca kemerdekaan tahun 1945-1949 dan pada setiap ruangan itu koleksi-koleksi dikelompokan berdasarkan tahun kejadiannya. Seperti itu mas.

P: Bagaimana penataan koleksi yang ada di Museum Yogya Kembali?

I: Untuk Penataan koleksi sendiri sebenarnya hanya mengikuti bentuk dari bangunan ini sendiri, mengapa diorama diletakan di lantai dua museum dan tidak di lantai satu, sebernarnya tidak ada alasan khusus selain ketersediaan ruangan dan bentuk fisik bangunan, karena di lantai satu tidak memungkinkan untuk memuat diorama, maka diorama diletakan pada lantai dua museum.

P: Untuk pengunjung museum, mayoritas tujuan pengunjung apakah untuk studi atau untuk berwisata?

I: Banyaknya ya pengunjung studi bersama rombongan-rombongan dari sekolah, ada juga yang melakukan penelitian-penelitian di museum ini. Untuk yang tujaun wisata juga ada baik dalam maupun luar negeri, biasanya hanya untuk melihat sekilas dan foto-foto saja. Khusus untuk pengunjung luar negeri, karena belum ada pemandunya maka ya bawa pemandu sendiri atau kadang tanpa pemandu jadi ya mereka paling banyak

121

lima orang datang, kita minta tanda tangan buku tamu dan mereka jalan-jalan sendiri di dalam museum untuk melihat koleksi di museum ini.

122

Catatan Lapangan 4 (CL 4) Wawancara

Topik : Pemanfaatan Museum Monumen Yogya Kembali Sebagai Sumber Belajar dan Destinasi Wisata di Yogyakarta

Peneliti : Andreas Parama Kumudasmara Informan : Kadi Sukardi (Guru MTS N 1 Ciparay) Waktu : 14 Maret 2019

Keterangan: P: Peneliti I: Informan

P: Apakah sebelum mengunjungi Museum Monumen Yogya Kembali, pihak sekolah atau anda sendiri sudah pernah mengadakan kunjungan studi ke museum?

I: Sering mas, jika ada studi wisata maka akan disempatkan berkunjung ke museum atau tempat dengan nilai sejarah

P: Apakah dengan mengunjungi museum secara langsung dapat memperjelas materi yang sudah siswa dapatkan di dalam kelas?

I: Tentu saja mas, setelah mengetahu secara garis besar di dalam kelas, sekarang disini siswa dapat melihat langsung dan memperdalam materi tersebut

P: Menurut anda, apakah setelah berkunjung ke museum dapat menambah pengetahuan baru bagi siswa mengenai sejarah?

I: Tentu mas,seperti yang saya sudah bilang sebelumnya para murid dapat lebih memperdalam materi yang sudah mereka dapatkan di dalam kelas sehingga pasti mendapatkan pengetahuan baru dengan berkunjung ke museum.

P: Selain pengetahuan, apakah dengan berkunjung langsung ke museum siswa dapat nilai-nilai baru yang dapat diteladani?

I: Tentu saja mas, dengan berkunjung langsung ke museum siswa dapat melihat bukti-bukti peninggalan serta film mengenai sejarah. Dengan melihat bukti-bukti peninggalan dan film tersebut secara langsung maka otomatis siswa dapat melihat perjuangan para pahlawan dahulu tidak mudah.Setelah mengetahu hal itu tentu siswa dapat mengambil nilai-nilai seperti nilai kebangsaan dan perjuangan pada masa lalu meskipun pihak guru juga harus membantu meluruska nanti di sekolah.

P: Untuk lingkungan museum sendiri, apakah lingkungan museum sudah aman dan tertib?

123

I: Menurut saya sudah. Adanya petunjuk jalur masuk bagi pengunjung dapat menjadikan pengunjung menjadi tertib saat berkunjung. Selain itu adanya pengella museum yang selalu berjaga pasti menjadikan lingkungan aman

P: Untuk kebersihan di lingkungan museum sendiri?

I: Sudah baik sih mas untuk kebersihannya, tadi ada pegawai museum yang ngepel juga kan jadi bukti kalua pengelola menjaga kebersiha museum ini

P: Saat berkunjung ke museum sendiri, apakah muncul perasaan sejuk dan nyaman I: Ia mas, di dalam dingin dan sejuk serta ada pendingin ruangan jadi nyaman saat

berkunjung

P: Untuk penataan koleksi apakah sudah baik?

I: Baik, penataan koleksi yang disusun runtut menjadikan pengunjung dapat dengan mudah mengerti mengenai cerita sejarah secara kronologis

P: Apakah pengelola museum memiliki sifat yang ramah?

I: Ramah, tadi rombongan datang langsung disapa dan dibantu dalam kunjungannya P: Apakah setelah berkunjng ke museum ini meninggalkan kesan bagi anda dan jika ada

kesempatan apakah akan berkunjung kembali ?

I: Tentu mas, banyak nilai-nilai yang berkesan setelah berkunjung ke museum ini dan siswa juga dapat belajar banyak dengan berkunjung ke museum seperti ini. Jika ada kesempatan maka sekolah akan mengadakan kunjungan kembali ke museum ini

124

Catatan Lapangan 5 (CL 5) Wawancara

Topik :Pemanfaatan Museum Monumen Yogya Kembali Sebagai Sumber Belajardan Destinasi Wisata di Yogyakarta

Peneliti : Andreas Parama Kumudasmara Informan : Tatik (Guru MTS N 1 Ciparay) Waktu : 14 Maret 2019

Keterangan: P: Peneliti I: Informan

P: Apakah sebelum mengunjungi Museum Monumen Yogya Kembali, pihak sekolah atau anda sendiri sudah pernah mengadakan kunjungan studi ke museum?

I: Dari pihak sekolah sendiri sudah beberapa kali menggunakan museum sebagai tujuan studi tour karena mengandung nilai-nilai sejarah pada masa lalu

P: Apakah dengan mengunjungi museum secara langsung dapat memperjelas materi yang sudah siswa dapatkan di dalam kelas?

I: Museum sangat berguna untuk pembelajaran sejarah, bukan hanya untuk memperjelas materi bagi siswa di dalam kelas, namun juga bagi guru. Dengan berkunjung ke museum maka siswa dapat melihat langsung peninggalan sejarah pada masa lalu sehingga siswa dapat lebih mengingat mengenai peristiwa yang terjadi pada masa lalu dan pada akhirnya dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air dan menghargai jasa-jasa para pahlawan. Bukan hanya untuk memperjelas materi saja

P: Menurut anda, apakah setelah berkunjung ke museum dapat menambah pengetahuan baru bagi siswa mengenai sejarah?

I:Tentu saja mas, Dengan melihat langsung benda yang ada di museum dapat semakin memperkaya pengetahuan sejarah bagi siswa

P: Selain pengetahuan, apakah dengan berkunjung langsung ke museum siswa dapat nilai-nilai baru yang dapat diteladani?

I: Ia mas, seelah melihat langsung peninggalan dan cerita mengenai sejarah perjuangan, siswa kami harapkan dapat meneladani nilai-nilai perjuangan pada masa lalu dan dapat menimbulkan perasaan cinta tanah air dan kebangsaan

125

P: Untuk lingkungan museum sendiri, apakah lingkungan museum sudah aman dan tertib?

I: Sudah mas sangat baik untuk keamanan dan ketertiban yang ada di lingkungan museum, sudah tertata dengan baik dan terstruktur.

P: Untuk kebersihan di lingkungan museum sendiri?

I: Sangat baik mas, di dalam museum nyaman dan bersih dan di luar juga baik, kolam di sekitar bangunan museum juga bersih jadi nyaman saat berkunjung

P: Saat berkunjung ke museum sendiri, apakah muncul perasaan sejuk dan nyaman I: Kalau di luar mungkin sedikit panas apalagi saat berjalan dari loket depan sampai

bangunan museum tapi di dalam museum sudah baik mas sudah sejuk dan nyaman P: Untuk penataan koleksi apakah sudah baik?

I: Sudah rapi dan baik mas saya dengar dari petugas kalau penyusunan koleksi dipisah berdasarkan tahun. Selain itu peletakan koleksi juga baik dan rapih jadi enak dipandang

P: Apakah pengelola museum memiliki sifat yang ramah? I: iya, pihak pengelola museum ramah ke pengunjung

P: Apakah setelah berkunjung ke museum ini meninggalkan kesan bagi anda dan jika ada kesempatan apakah akan berkunjung kembali?

I: Tentu saja mas, jadi bisa mengetahui jika dulu para pahlawan berjuang demi bangsa jadi kita terutama siswa dan mas sebagai generasi penerus harus menjaga apa yang sudah dierjuangkan pada masa lalu. Saya juga akan berkunjuung kembali jika diberi kesempatan.

126

Catatan Lapangan 6 (CL 6) Wawancara

Topik : Pemanfaatan Museum Monumen Yogya Kembali Sebagai Sumber Belajar dan Destinasi Wisata di Yogyakarta

Peneliti : Andreas Parama Kumudasmara

Informan : Rafli Bambang (Siswa MTS N 1 Ciparay) Waktu : 14 Maret 2019

Keterangan: P: Peneliti I: Informan

P: Apakah sebelum mengunjungi Museum Monumen Yogya Kembali, anda sudah pernah mengadakan kunjungan studi ke museum?

I: sudah beberapa kali di Bandung

P: Apakah dengan mengunjungi museum secara langsung dapat memperjelas materi yang sudah anda dapatkan di dalam kelas?

I: Ia jadi bisa lihat langsung koleksi disini jadi lebih jelas daripada belajar di kelas

P: Menurut anda, apakah setelah berkunjung ke museum dapat menambah pengetahuan baru mengenai sejarah?

I: Ia mas, soalnya lebih ngerti jika lihat langsung ke museum

P: Selain pengetahuan, apakah dengan berkunjung langsung ke museum dapat nilai-nilai baru yang dapat diteladani?

I: Ia mas kayak nilai perjuangan gitu dulu perang lawan penjajah jadi harus berjuang P: Untuk lingkungan museum sendiri, apakah lingkungan museum sudah aman dan

Dokumen terkait