BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
2. Koleksi yang Ada di Museum Misi Muntilan
Berkaitan dengan koleksi yang ada di Museum Misi Muntilan, ada beberapa hal yang akan dibicarakan. Salah satunya mengenai cara melakukan pengumpulan benda-benda agar menjadi koleksi di Museum Misi Muntilan. Semua pengurus museum berpendapat bahwa koleksi yang ada di Museum Misi Muntilan ini diperoleh dari Wisma Uskup, Keuskupan Agung Semarang. Ada juga beberapa koleksi yang diperoleh dengan mengganti benda koleksi yang sama, yakni Lonceng Prenthaler karena lonceng ini merupakan salah satu peninggalan Romo JB. Prenthaler , SJ yang didatangkan dari Belanda. Lonceng ini digunakan sebagai sarana untuk mengingatkan umat mengenai waktu berdoa Angelus/Doa Malaikat Tuhan setiap jam 6 pagi, 12 siang dan 6 sore. Selain itu, juga digunakan sebagai sarana komunikasi warga masyarakat, seperti mengumpulkan warga yang meninggal dan lain-lain.
Sementara pengelola museum mengatakan bahwa selain dari Wisma Uskup, koleksi yang ada juga berasal dari berbagai macam Ordo/Tarekat, seperti Serikat Yesuit, Suster-Suster yang ada di Muntilan, Gereja Keuskupan Agung Semarang dan peristiwa-peristiwa tertentu. Misalnya mimbar, kursi, dan altar yang dipakai saat Misa Paus Paulus Yohanes II tanggal 10 Oktober 1989 di Yogyakarta. Sementara tim edukasi mengatakan bahwa koleksi yang ada di Museum Misi
Muntilan ini hampir sebagian besar diperoleh dari hibah (CL.2).100
Pengelola museum mengatakan bahwa benda-benda koleksi yang ditempatkan di Museum Misi Muntilan merupakan benda yang memiliki
100
hubungan dengan karya misi Keuskupan Agung Semarang. Jumlahnya sekitar 821 koleksi dan bentuknya ada jubah, patung, gambar, foto, beberapa naskah, panji,
dan lain-lain (CL.3).101 Dalam perkembangannya museum ini dikatakan sebagai
museum yang kaya, karena benda-benda koleksi yang ada merupakan benda- benda asli dari Keuskupan Agung Semarang, para romo, suster, bruder yang pernah tinggal dan menetap di Muntilan. Berikut ini beberapa daftar benda-benda koleksi yang ada di ruangan museum.
Tabel 2. Daftar Koleksi Museum Perruangan102
No. Ruangan Jenis Koleksi
1. 18 dan 19 Gong dan perlengkapannya peninggalan Mgr.
Soegijapranata
Panji IHS
Kursi tahta peninggalan Mgr. Alb. Soegijapranata, SJ
2. 17 Patung Maria “St Claver Bond Nymegen Eigendum”
Patung Hati Kudus Yesus di Candi Ganjuran
Sepeda Ontel milik Mbah Darmo
3. 16 Buku Breviarium (Buku doa harian untuk
Biarawan/Biarawati menggunakan bahasa Latin)
Buku Anthiponarius (Buku doa dalam bahasa Latin
digunakan para biarawan OCSO, Temanggung)
Foto Ibu Agnes Maria Emmy Miryam, PRK
Peninggalan para misionaris dari berbagai kesusteran
Mesin ketik peninggalan Suster OSF di Muntilan
4. 15 Lonceng Angelus
Lukisan Sendangsono
Foto Romo van Lith
Foto Romo PJ. Hoevenaars, SJ
Foto Romo Johannes Baptis Prenthaler , SJ
5. 14 Kamus “Kramen Nieu Engisewoordendoek” milik Romo R. Sandjaja
Foto Darmaatmadja bersama Paus Yoh. Paulus II dan
Uskup Asia
Surat ucapan selamat yang diberikan oleh presiden
Soekarno kepada Mgr. Alb. Soegijapranata sebagai Uskup Agung di Indonesia
101
Hasil wawancara dengan Pak. Sena, 2 Mei 2017
102
6. 13 Peninggalan milik Romo Sandjaja
Peningalan Romo Mangunwidjaya
7. 12 Meja Altar
Mimbar
Kursi saat Misa Paus Yoh. Paulus II tanggal 10
Oktober 1989 di Yogyakarta
Relikui
Dll
Selanjutnya berkaitan dengan pengkategorian koleksi-koleksi yang ada di museum, para pengelola museum mengatakan bahwa koleksi yang ada di museum tidak memiliki kategori, seperti museum-museum pada umumnya. Kategori yang ada di Museum Misi Muntilan, yakni berdasarkan kategori alur penjelasan dari ruangan ke ruangan. Pengelola museum menambahkan bahwa alur penjelasan di mulai dari ruangan yang menampilkan tentang sejarah pra misi KAS, ruangan untuk orang awam, ruangan untuk mengenal Biarawan/Biarawati, para Uskup, kemudian kembali lagi mengenai KAS, Lonceng Prenthaler, ruangan kematiran, dan yang terakhir mengenai gereja universal yang menampilkan mimbar, altar, dan kursi yang pernah dipakai Paus Paulus Yohanes II tanggal 10 Oktober 1989 di Yogyakarta. Setiap koleksi tidak sembarangan diletakan di ruangan, tetapi dicari
tahu dulu sejarah dari masing-masing koleksi yang akan ditampilkan (CL.3).103
Berkaitan dengan koleksi yang digunakan sebagai sumber belajar sejarah sebagian besar mengatakan bahwa semua koleksi yang ada di Museum Misi Muntilan ini dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran sejarah, karena setiap koleksi memiliki nilai sejarah yang dapat digali lebih lagi untuk sumber belajar. Sementara pengunjung edukasi mengatakan bahwa koleksi-koleksi yang ada di
103Ibid.,
museum semuanya dapat memberikan manfaat untuk pembelajaran, khususnya untuk mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah Universitas Sanata Dharma. Koleksi- koleksi yang ada sangatlah relevan dengan pembelajaran yang sedang diterapakan
di mata kuliah Sejarah Gereja (CL.9).104
Pengelola museum mengatakan bahwa koleksi yang sering digunakan untuk pembelajaran, di antaranya koleksi yang berkaitan dengan tokoh Romo.Van Lith dan Romo. Sandjaja karena mereka memiliki kisah yang sangat menarik untuk dipelajari. Selain itu, mengenai sejarah Keuskupan Agung Semarang, dan lukisan Sendangsono. Lukisan ini menggambarkan mengenai kisah Romo van Lith yang membaptis 171 orang di Sendangsono. Untuk itu tempat ini dijadikan
kompleks peziarahan Gua Maria (CL.3).105
Sementara direktur museum sekarang mengatakan bahwa koleksi yang sering digunakan untuk pembelajaran, yakni semua koleksi mengenai Sejarah Keuskupan Agung Semarang, di mana setiap koleksi-koleksi memiliki nilai sejarah. Semua koleksi yang ada di Museum Misi Muntilan, akan menimbulkan perhatian orang untuk mencari tahu mengenai sejarah dari masing-masing benda yang dipajang, sehingga setiap koleksi dapat dijadikan sebagai sumber belajar. Setiap koleksi yang ada di Museum Misi Muntilan dapat ditarik hubungannya dengan Keuskupan Agung Semarang, misalnya sepeda milik Mbah Darmo dan celengan. Sepeda milik Mbah Darmo dipajang untuk menerangkan bahwa Keuskupan Agung Semarang dalam sejarah juga selalu memberi ruang dan tempat untuk perkembangan orang awam. Mbah Darmo adalah guru SD yang sangat
104
Hasil wawancara dengan Theresia April Lindawati, 10 Mei 2017
105
getol mengajarkan Agama Katolik dengan menggunakan sepeda. Selain itu juga ada beberapa koleksi yang dapat digunakan sebagai sumber belajar, yakni celengan dari kaleng yang ada di ruangan (CL.6).
Sementara celengan dipajang untuk mengingatkan kita bahwa sejak awal perkembangannya Sejarah Keuskupan Agung Semarang selalu menanamkan solidaritas missioner dengan iklas memberi dana, derma, kolekte, urunan, dan pengorbanan untuk orang banyak. Oleh karena itu, pengunjung selalu diarahkan untuk mempelajari Sejarah Keuskupan Agung Semarang melalui koleksi-koleksi
yang memiliki nilai sejarah yang ada di museum (CL.6).106 Di pihak lain, guru
mata pelajaran sejarah mengatakan bahwa koleksi yang dapat digunakan untuk pembelajaran sejarah yaitu koleksi yang berhubungan dengan catatan-catatan sejarah, dan buku-buku. Akan tetapi, koleksi mengenai buku-buku yang ada di Museum Misi Muntilan sangat kurang, kebanyakan buku-buku diletakan di
Kolsani (CL.7).107
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar koleksi yang ada di Museum Misi Muntilan berasal dari Wisma Uskup, Keuskupan Agung Semarang, hibah dan mengganti dengan benda yang sama. Benda koleksi yang diperoleh dari hibah berasal dari berbagai macam Ordo/Tarekat, Serikat Yesuit, suster-suter yang ada di Muntilan dan berbagai peristiwa tertentu yang memiliki nilai sejarah. Semua benda-benda koleksi yang ada di Museum Misi Muntilan dapat digunakan sebagai sumber belajar sejarah, karena setiap koleksi memiliki nilai sejarah yang dapat digali lebih lagi untuk
106
Hasil wawancara dengan Romo Nugroho, 8 Mei 2017
107
pembelajaran. Koleksi-koleksi yang ada juga akan memberikan rasa banga kepada generasi sekarang untuk menghargai warisan budaya yang dimiliki bangsanya.