• Tidak ada hasil yang ditemukan

'' Ibid, Pasal6

D. Regulasi Anti-Dumping di Indonesia

1. Komete Anti Dumping Indonesia (KADI)

Pemerintah Inclonesia melalui Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 1996 Tentang Bea Mas& AntiDumping dan Bea Masuk Irnbalan, mendirikan Komite Anti Dumping sebagai otoritas penyelidikan dumping dan subsidi. Sejak KADI dibentuk pada tahun 1996, KADI baru menghasilkan pengenaan BMAD untuk 38 k a s u ~ . ~ ~

KADI, adalah unit lembaga pemerintah yang hertugas untuk menangani pennasalahan yang berkaitan dengan . upaya penanggulangan importasi baang dumping dan barang mengandung subsidi. Dalam melaksanakan tugas, KADI menyelenggarakan fungsi :

a. Melakukan penyelidikan tindakan antidumping, tindakan imbalan, dan tindakan penyesuaian terhadap kebenaran tuduhan dumping atau subsidi, adanya kerugian dan hubungan sebab akibat.

b. Mengurnpulkan, meneliti dan mengolah bukti dan inforrnasi terkait dengan penyelidikan tindakan antidumping, tindakan imbalan, d m tindakan penyesuaian.

c. Membuat laporan hasil penyelidikan tindakan antidumping, tindakan imbalan, dan tindakan penyesuaian.

32 http:llwww.depdag.go.id~liblanothe~1ebistis-5-poksieweng.h1, Akses 1 1 Desember 201 1

d. Merekomendasikan pengenaan bea masuk anti dumping dan bea masuk imbalan kepada Menteri.

e. Melaksanakan tugas lain terkait yang diberikan oleh Menteri

Dalam melaksanakan tugas dan fbngsi, KADI mempunyai wewenang :

a.Menyusun ketentuan lebih lanjut yang bersifat teknis dan administratif yang berkaitan dengan penyelidikan tindakan antidumping, tindakan imbalan dan tindakan penyesuaian

b. Melakukan penyelidikan terhadap eksportir, eksportir produsen, pemohon, industrj dalam negeri, dan importir serta pihak-pihak lain yang terkait dengan barang dumping atau subsidi

c.Keputusm menerima atau menolak permohonan penyelidikan tindakan antidumping, tindakan imbalan, dan tindakan penyesuaian serta dimulainya penyelidikan.

d. Keputusan untUk menghentikan penyelidikan tindakan antidumping, tindakan imbalan, dan tindakan penyesuaian. 33

33 h t t p : / / ~ . d e p d a g . g o . i d / l i b / a n o t h e m e b / s t i s - 5 - p o k s i d e w e n g . h 1 , Akses 1 1 Desember 201 1

2. Menteri Perindustrian dan Perdagangan

KADI selaku lembaga penyelenggaraan teknis administratif yang melakukan penyelidikan atas dugaan praktek dumping dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada Menteri Perindustrian clan Perdagangan. Menteri Perindustrian dan Perdagangan. Dalam kedudukan selaku Menteri berwenang untuk menentukan hal-hal sebagai berikut:

a. Memutuskan besarnya nilai tertentu untuk pengenaan tindakan sementara.

b. Memutuskan menerima atau menolak tindakan penyesuaian.

c. Memutuskan besarnya nilai tertentu untuk pengenaan bea masuk anti dumping.

d. Memutuskan menghentikan atau melanjutkan pengenaan bea ~nasuk

anti

dumping.

e. Memutuskan menghentikan ataPl melanjutkan pengenaan bea masuk anti dumping dalam hal dilakukamya review atas bea rnasuk a n t i - d ~ m ~ i n ~ . ~ ~

3. Menteri Keuangan

Selaku penyelenggara otoritas moneter, Menteri Keuangan dalam pengadministrasian peraturan anti-dumping mempunyai wewenang sebagai berikut:

34 Lihat Pasal17,22,26 dan 33 PP Nomor. 34 Tahun 1996

a. Menetapkan tindakan sementara yang dapat berupa pembayaran bea masuk anti-dumping sementara atau penyerahan jaminan dalam bentuk uang tunai, jaminan bank atau jaminan dari perusahaan asuransi.

b. Mengakhiri t i n d a b semeniara yang berupa pengenaan bea masuk anti-dumping atau pencabutan tindakan sementara dan pengembalian pembayaran bea masuk anti-dumping sementara atau pengembalian jaminan.

c. Menetapkan besarnya bea masuk anti-dumping.

4. Badan Penyelesaian Sengketa Pajak

Keberatan terhadap penetapan bea masuk anti-dumping dapat diajukan pada lembaga banding sebagaimana yang dirnaksud dalam Pasal 97 Undang-undang Nomor 19 Tahun 1995 Tentang

~ e ~ a b e a n a n . ~ ~ Lembaga-lembaga yang dimaksud adalah badan penyelesaian sengketa pajak yang bertugas memeriksa dan memutuskan banding terhadap keputusan bea masuk anti-dumping oleh pejabat yang b e r ~ e n a n ~ . ~ ~

Dalam ha1 pengenaan bea masuk anti dumping dalam Pasal2 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2011 2010 Tentang Tindakan Antidumping, Tindakan Irnbalan, dan Tindakan Pengamanan

35 Untuk merneriksa dan memutus permohonan banding sebagaimana dimaksud dalam Pa3al96 ayat (I), dibentuk lembaga banding dengan nama Lembaga Pertimbangan Bea clan Cukai.

(2) Lembaga Pertimbangan Bea dan Cukai berkedudukan di Jakarta. (3) Lembaga Pertimbangan Bea dan Cukai dipimpin oleh seorang ketua dan beranggotakan unsur Pemerintah, pengusaha swasta, dan pakar.

36 Lihat Pasal29 dan 30 PP Nomor. 34 Tahun 1996

Perdagangan, dijelaskan bahwa terhadap barang impor selain dikenakan bea masuk dapat dikenakan bea masuk antidumping, jika harga ekspor dari barang yang diimpor lebih rendah dari nilai normalnya dan menyebabkan kerugian (positif dumping). Sedangkan besarnya bea masuk anti dumping paling tinggi sama dengan marjin d u ~ n ~ i n ~ . ~ ~

Adapun untuk perkara penyelidikan terhadap adanya dugaan barang dumping tersebut dapat dikelompokkan menjadi beberapa tahap, yaitu tahap permohonan, penyelidikan, bukti dan informasi, tindakan sementara, tindakan penyesuaian sampai pada pengenaan bea masuk antidumping. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat sebagai berikut:

1. Permohonan

Permohonan hanya dapat dilakukan oleh Produsen Dalam Negeri Barang Sejenis dan Asosiasi Produsen Dalam Negeri Barang Sejenis yang mewakili industri dalam negeri dengan syarat:

a.Produksinya lebih dari 50% (lima puluh persen) dari jumlah produksi pemohon

b. Produksi dari Pemohon dan Frodusen Dalam Negeri Barang Sejenis yang mendukung permohonan penyelidikan menjadi lebih dari 50% (lima puluh persen) dari jumlah produksi pemohon, pendukung, dan yang menolak permohonan penyelidkan.

37 Lihat Pasal 2 P e r a m Pemerintah Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 201 1 Tentang Tindakan Antidumping, Tindakan Imbalan, dm Tindakan Pengamanan Perdagangan.

c.Permohonan hams memuat bddi awal dan didukung dengan dokumen lengkap mengenai adanya barang dumping, kerugian serta hubungan sebab akibat antara barang dumping dan kerugian yang dialami oleh pemohon.38

2. Penyelidikan

Bea masuk anti dumping dikenakan setelah ada penyelidikan oleh KADI yang dilakukan berdasarkan permohonan atau berdasarkan inisiatif KADI. Untuk permohonan Produsen Dalam Negeri Barang Sejenis atau Asosiasi Produsen Dalam Negeri dapat mengajukan permohonan s e w a tertulis kepada KADI untuk melakukan penyelidikan dalarn rangka pengenaan tindakan anti dumping atas barang impor yang diduga sebagai barang dumping yang menyebabkan k e r ~ ~ i a n . ~ ~

Sedangkan penyelidikan berdasarkan inisiatif KADI dapat dilakukan apabila KADI memiliki bukti awal yang cukup mengenai adanya barang dumping, kerugian industri dalarn negeri, dan hubungan sebab akibat antara barang dumping dan kerugian industri dalam negeri.

Penyelidikan hanya dapat dilakukan apabila produksi dari pemohon atau produksi d a i pemohon dan yang mendukung permohonan berjumlah 25% (dua puluh lima persen) atau lebih Lihat Pasal 4 Ayat (1)-(4) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 201 1 Tentang Tindakan Antidumping, Tindakan Imbalan, dan Tindrlkan Pengarnanan Perdagangan

39 Ibid, Pasal3

dari total produksi barang sejenis yang dihasilkan oleh industri d a l m negeri, dalam hal penyelidikan dilakukan berdasarkan permohonan atau produksi dari industri dalam negeri yang mendukung dilakukannya penyelidikan berjumlah 25% (dua puluh lima persen) atau lebih dari total produksi barang sejenis yang dihasilkan oleh industri dalam negeri, dalam hal penyelidikan dilakukan berdasarkan inisiatif KADI.

Penyelidikan tidak dapat dilakukan atau segera hams dihentikan terhadap eksportir, eksportir produsen, atau negara pengekspor tertentu apabila KADI menemukan besarnya marjin dumping h a n g dari 2% (dua persen) atau negartif dumping dari harga ekspor atau volume impor barang dumping dari satu negara b a n g dari 3% (tiga persen) beberapa negara secara h u l a t i f 7%

(tujuh persen) atau kurang dari total impor barang ~ejenis.~' Dalam hal permohonan diterima secara lengkap, KADI memberitahukan mengenai adanya permohonan kepada pemerintah negara pengekspor dalam jangka waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja terhitung sejak tanggal permohonan diterima secara lengkap, KADI:

1. Melakukan kajian atas kecukupan dan ketepatan bukti awal yang disampaikan dalam permohonan.

Lihat Pasal 6 Ayat (2) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 201 1 Tentang Tindakan Antidumping, Tindakan Imbalan, dan Tindakan Pengamanan Perdagangan

2. Memberikan keputusan menolak, dalam ha1 permohonan tidak memenuhi ketentuan pasal 4 d m Pasal 6 ayat (1) huruf a atau menerima clan menetapkan dimulainya penyelidikan, dalam hal permohonan memenuhi ketentuan Pasal4 dan Pasal6 ayat (1)

Penyelidikan dilakukan dalam jangka waktu paling lama 12 (dua belas) bulan terhitung sejak tanggal penyelidikan dimulai. Dalam keadaan tertentu, jangka waktu penyelidikan dapat diperpanjang menjadi paling lama 18 (delapan belas) bulan akan tetapi apabila dalam masa penyelidikan tidak ditemukan adanya bukti barang dunping yang menyebabkan kerugian, KADI segera menghentikan penyelidikan dan melaporkan kepada MenteriS4' Dalam ha1 laporan akhir hasil penyelidikan tidak terbukti adanya barang dumping yang menyebabkan kerugian, KADI melaporkan kepada Menteri mengenai penghentian penyelidikan.

Penghentian penyelidikan harus segera diberitahukan kepada eksportir atau eksportir produsen secara langsung atau melalui pemerintah negara pengekspor, perwakilan Negara Republik Indonesia di negara pengekspor, pemohon atau industri dalarn negeri dan importir disertai dengan alasan. Dalarn ha1 laporan akhir hasil penyelidikan terbukti adanya barang dumping yang menyebabkan kerugian, KADI menyampaikan besarnya marjin

4' Lihat Pasal 9 Ayat (2) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 201 1 Tentang Tindakan Antidumping Tindakan Imbalan, dan Tindakan Pengamanan Perdagangan

dumping dan merekomendasikan kepada Menteri mengenai pengenaan bea masuk anti dumping.42

3. Bukti dan informasi

Dalam melakukan penyelidikan barang dumping, KADI meminta penjelasan yang diperlukan kepada pihak:

1. Eksportir atau eksportir produsen secara langsung atau melalui pemerintah negara pengekspor.