• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II RUANG LINGKUP

TINDAKAN PENGAMANAN TETAP Pasal20

-

Lomite menetapkan rekomendasi tindakan pengamanau tetap.

lekomendasi tindakan pengamanan tetap sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) hanya dapat dikenakan ztelah seluruh prosedur penyelidikan tindakan pengamanan dilaksanakan dm terdapat fakta-fakta serta

* lukti yang kuat yang myatakan bdhwa lonjakan impor barang terselid& secara nyata dm k a b k t i telah lengakiiatkan kerugian serius dan atau ancaman kerugian serius terhadap industri dalam negeri.

Lekomendasi tindakan pengamanan tetap oleh Komite hams disampaikan selambat-lambataya ddatn waktu 0 (sepuluh) hari setelah keputusan tersebut diambil dm diumumkan dalam Berita Negara d m atau media :talc.

engumumaa daiam Berita Negara dan atau media cetak sebagaimrma dimalrsud dalam ayat (3) di atas ding saWt h a m memuat keterangmketerangan SAW@ berikut :

uraiau lengkap barang terselidik terrnasuk sifat telmis dan kegunaan dan nomor pos e y a ;

, ucaian lengkap barang sejenis atau barang yang secara langsung bersain6;

nama-nama industti dalam negeri yang dikenal yang menghas~lkan barang sejenis atau barang yang secara langsung bersaing;

namsn-nama eksportir dan negara pengekspar atau negara asaI barang t e r s e l i a

ringkasm dari proses pmetqan kengian seris dm atau ancamm kemgian scrim, f h - f a k t m penentunya, temumtemuan dan kesimpulan;

I bentuk, tingkat dan lamanya tindakan pengamamq usulan tanggal penerapan tindakan pengamanan tetap;

besarnya alokasi kuota untuk tiap negara pemasok apabila bentuk tindakan pengamanan yang ditetapkan adalah bukan tarif; d m

daAar negara-qara berkembang yang dikecualikan dari tiodakan p g a m a n a n taebwt

. d t e menyampaikan rekomendasi tindakan pengamanan tetap kepada Mmteri Perindustrim dan erdagmgan.

indakan pengamanan tetap dapat ditetapkan dalam bentuk bea mas& oleh Men& Euangan dan atau uota oleh Mmteri Perhdu&+an dm Perdagangm.

mdakan pengamanan dalam bentuk kuota ditetapkan tidak boleh kurang dari volume impor yang dihitung cara rabrata dalam jangka waktu 3 (tiga) tahun terakhir, kecuali terdapat alasan yang jelas bahwa kuota rlarrn jumlah atau volume impor lebih k e d diperlukan untuk memulihkan kemgiii~l saiw dan atau mcegah maman kerugian serius.

ka lebih dari satu negara yang mengekspor barang terselidik ke Indonesia, maka kuota impor yang tetapkaa hams dialokasikan diantara negamnegara pemasok

uota sebagaimana haksud dalam ayat (2) diatas harus dialokasikan secara pro-rata sesuai dengan osentasi besarnya impor dari tiap negara pemasok secara rata-rata dalam jangka wakh 3 (tiga) tahun mkbir. ~

ndakan pengamanan tetap hanya berlaku selama dianggap perlu untuk memulihkan kerugian serius dan m mmcegah ancaman kerugian serius dan untuk memberikan waktu penyesuaian struktural bagi industri lam negeri yang mengalami kerugian serius atau ancaman kerugian serius.

asa berlaku tindakan pengamanan sebagaimana dimalrsud dalam ayat (1) adalah paling lambat 4 (empat)

%un dan dapat diperpanjang,

Dalam ha1 thdakan pengamanan telah diilakukan M i . dari 3 (tiga) tahuo, Konzite melakukm pengkajian atas tindakan pengamanan dan memberitahukau hail pengkajian tersebut sekurang-kurangnya 6 (enam) bulm sebelum masa berlaku tin* pengamamn sebagaimaua dimaksud dalam ayat (2) berakhir kepada - 3ihakberkepentingan.

Perpanjangan pemklakuan tidalcan pengamanan dapat dilakukm berdasarkan permohonan resnri y m g diajukan oleh industti dalam negeri atau dasar prakarsa Komite dalam hal terdapat alasan kuat bahwa kmgian dan atau ancaman kerugian yang diderita oleh mdustri dalam negeri akibat lonjakan impor mas&

tetaq akan berlanjut dan industri dalam negeri masih term melahkan penyesuaian struktural.

Tindakan pengamanan selama masa perpanjangan tidak boleh bersifat lebih restriktif daripada tindakan pengamanan sebelumuya

Masa berlaku tindakan pengamanan secara keseltmihrm tidak boleh melebihi 10 (sepuluh) tahun termasuk masa berlakunya tindakan pengamanan sementara, masa berlakunya tindakan pengamanan tetap dan pxpanjangan tindakan pengamanan tetap.

Tindakan peqgrnanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (2) secara bestahap diperingan atau direalisasikan selama masa berlakunya tindakan pengamanan tetap.

?imdakm pengamanan tetap ticlak akan diber* ulang kepada importir b a m g impor yang sudah emah terkena tindakm pengamanan.

'engecualian ketentuan sebagaimana dimaksud d a l m ayat (I), suatu tindakau pengamanan tetap dengan m a b e r m paling lama 180 (sera- delapan puluh) hai, dapat dikenakan terhadap barang impor apabila :

.

paling sedikit 1 (satu) tahm telah berlaku sejak tanggal diilakukarmya suatu tidalcan pmgamanan

-

atas barang impor yang bersangkutau; dan

1. t i n e pengamman tetap taxbut belum pernah diberlalnrkan hhadap barang impor ymg sama lebih dari 2 (dua) kali dalam masa lima tahun segera sesudah tanggal berlakunya tindakan pengamanan tetap tersebut.

cara pembayaran bea masuk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2) dan P d 21 ayat (2), serta ,mibalian bea mas& sebagai &%at tindakan pengamanaq lebih lanjut diabn oleh Menteri Keuangm.

BAB M

IMl'OR D A . NEGARA BERKEMBANG Pasal27

kan pengamanan tidak diberlakukan terhadap baraug terselidik yang berasal dari negara berkembang jang pangsa impor barang terselidik dari negara berkembang yang bersangkutan tidak melebihi 3% (tiga

1) dengan syarat bahwa keselunihan pangsa impor barang terselidik dari negara-negara berkembang n pangsa

imns+

kwang dari 3% ( t i p persen), secara kelompok tidak melebihi 9% (sernbilan pasen) dari mpor praduk bersangkutan.

BAB X

NOTIFLKASP DAN KONSULTASP Pasal28

b harus menotitihisilcan kepada Committee on S$eguarrds se1wu.b keputman tindakan pengamaraan ymg angkut:

petapan dimulainya pyelidikau dan petapan h s i l pyeliclikang

penetapan kerugian nyata dan atau ancaman kerugian sebagai akibat dari lonjakan impor;

penetapan tindakan pengamanan, baik sementara maupun tetap, dan perpanjangan tin- pmgamrmrm.

Pasal29

Pernerintah dapat meyelenggarakan konsultasi irtas permintam negara-negm yang mempunyai kepentingan utama terhadap barang terselidik terhadap keputusan yang d j n o ~ i k a o Kcmite sebagaimana dimaksud dalam Pasal28.

Hasil konsultasi sebagaimana dkiksud dRlam ayat (1) dinotifbsikan kepada Commitfee on Sfeguordr.

BAB XI K o m

P a d 3 0

iite berwenang mtuk melalnikan penyelidikan, p d p g h e n t i a n penyelidikm, dan segala keputwm berkaitsln dengan rekomendasi perubahan atau perpanjangan jangka waktu pengenaan tin-

;amanan serta keputusanbin yang berkaitan dengan penyelidikan atas kerugian serius dan atau ancaman

@an serius yang diderita oleh industri dalarn negeri &%at lonjakan impor.

rn menjalankan h g s i dan tugasnya, KO& terikat dengan ketentuan Keputusan hesiden ioi dm

ltuan peraturan penmdang- undangan terkait lainnya

-

omite dipimpin oleh seorang Ketua dau berauggotakan unsur-unsur dari : Dep- PerindustIian dan Padagangan

Departemen Keuangan Badan Pusat Statistik

Departemen atau Lembap Non Departernen terkait lainnya; dm Pakar di bidang barang terselidik.

eanggotaan Komite sebagahma dimdcd dalam ayat (1) hanslah bejumlah ganjil.

xgaugkatan dan pemberhentian keanggotaan Komite ditetapkan oleh Menteri Perindustrian dan

=rwwkw-

d m menjalankan fimgsi dan tugasnya, Komite h a m bersifat independen dan tidak dapat dipengaruhi hak lain serta tidak boleh menymbmyhn Map h d yang meplumt h u h tidak maned* perlalevan hasia sebagaimana diatur dalaxn Pasd 16 ayat (3) dan ayat (4) Keputusan Presiden ini.

nggota Komite yang menyebarluaskan informasi yang bersifat rahasia dapat diknakan sanksi sesuai

ngm ketentuan peraturan penmdang undangan yang berlaku.

nan lebih lanjut yang diperlukan dalam pelaksanaan Keputusan Presiden ini diatur oleh Menteri ustrian dan Perdagangan.

gar setiap orang mengetahuinya, memahtahkan penguodangan Keputusan Presiden ieri dengan mempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta

Pada tanggal 16 Desember 2002

PRESIDEPI REPUBLIK INDONESIA