• Tidak ada hasil yang ditemukan

BANTUAN TIDAK LANGSUNG 1. Organisasi Non Kedinasan

4.5. Analisis Data

4.5.3 Komitmen Organisasi di YKKBI

Indikator-indikator yang mencerminkan komitmen organisasi dapat dilihat

melalui nilailoadingindicator .Nilailoadingindicator dapat dilihatpada Tabel31. Tabel 30. Output Kontribusi dari masing-masing indikator Komitmen Organisasi

Indikator Komitmen Organisasi Loading

factor

Standard Error (STERR)

t-hitung Keterangan

AFFECTIVE <- COMMITMENT 0,758103 0,098858 7,668636 significant

CONTINUANCE <- COMMITMENT 0,81879 0,12942 6,326595 significant

NORMATIVE <- COMMITMENT 0,923323 0,015884 58,12955 significant

1. Affective Commitment

Nilai loading indicator Affective Commitment adalah sebesar 0,758 dengan

t-hitung 7,669. Hal ini menunjukkan adanya korelasi yang positifdansignifikan. Tercermin dari adanya hubungan emosional antara karyawan terhadap perusahaan dan adanya keterlibatan karyawan dengan kegiatan yang diselenggarakan perusahaan. Karyawan dengan Affective Commitment yang tinggi akan terus menjadi Karyawan di YKKBI karena memiliki keinginan untuk itu.

2. Continuance Commitment

Nilailoadingindicator Continuance Commitment adalah sebesar 0,819 dengan

t-hitung 6,326.Halinimenunjukkan adanya korelasi yang positif dansignifikan, yang tercermindari adanya kesadaran karyawan sehingga karyawan menilai bahwa dirinya akan mengalami kerugian jika meninggalkan perusahaan tempatnya bekerja. Karyawan dengan Continuance Commitment yang tinggi akan terus menjadi Karyawan di YKKBI karena memiliki kebutuhan untuk menjadi karyawan di YKKBI.

3.Normative Commitment

Nilailoadingindicator Normative Commitment adalah sebesar 0,923 dengan t-hitung 58,129.Halinimenunjukkanadanya korelasiyang positifdan signifikan yang tercermin dari adanya perasaan keterikatan untuk terus menjadi karyawan perusahaan tempatnya bekerja. Karyawan dengan Normative Commitment yang tinggi akan terus menjadi karyawan di YKKBI karena merasa dirinya harus berada dalam YKKBI.

Secarakeseluruhanloading indicator untuk komitmen organisasiyang paling besar adalah indicator Normative Commitment dengan nilai loading sebesar 0,923

dengan t-hitung 58,129. Hal ini menunjukkan bahwa karyawan sudah mempunyai rasa keterikatan yang tinggi dengan YKKBI sehingga mereka merasa dirinya harus tetap menjadi bagian dari YKKBI.

4.6. Pengaruh kualitas kehidupan kerja terhadap komitmen organisasi

Tujuan utama dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya pengaruh, arah hubungan, serta signifikan atau tidaknya unsur-unsur kualitas kehidupan kerja terhadap komitmen organisasi. Output Pengaruh variable eksogen terhadap variabel Endogen dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 31. Tabel Path Analisis

Eksogen Endogen

AFFECTIVE CONTINUANCE NORMATIVE

KEBANGGAAN 0,107 -0,022 0,375*

KESELAMATAN KERJA 0,357* 0,243 -0,143

KEAMANAN KERJA -0,088 -0,024 -0,207*

KESEHATAN KERJA 0,158 0,565* 0,108

KOMPENSASI YANG LAYAK 0,152 0,311* 0,165

KOMUNIKASI 0,081 0,100 0,398*

PENGEMBANGAN KARIR -0,325* -0,071 0,136

PENYELESAIAN KONFLIK 0,082 -0,443* 0,118

PARTISIPASI KARYAWAN 0,243* 0,129 0,212*

PadaTabel 31,dapatdiketahui bahwa pengaruh unsur QWL terhadap

komitmen organisasi adalah sebagai berikut :

a. Kebanggan berpengaruh posistif dan signifikan terhadap Normative Commitmet.

Artinya, kesadaran karyawan YKKBI tentang pentingnya menjaga identitas perusahaan dan bangga terhadap organisasi tempat mereka bekerja akan menumbuhkan perasaan keterikatan untuk terus menjadi karyawan perusahaan tempatnya bekerja.

b. Keselamatan Kerja berpengaruh posistif dan signifikan terhadap Affective Commitmet. Artinya bahwa keselamatan kerja di YKKBI merupakan indikator yang penting, dimana tujuan keselamatan kerja, teknik dan peralatan yang digunakan, proses produk dan perencanaan tempat kerja serta komite keselamatan kerja selalu siap membantu karyawan selama jam kerja akan menumbuhkan hubungan emosional antara karyawan terhadap perusahaan.

c. Keamanan Kerja berpengaruh posistif dan signifikan terhadap Normative Commitmet. Artinya ketidak hawatiran karyawan akan hilangnya pekerjaan karena YKKBI memiliki aturan kepegawaian yang jelas akan menumbuhkan perasaan keterikatan untuk terus menjadi karyawan perusahaan tempatnya bekerja.

d. Kesehatan Keja berpengaruh posistif dan signifikan terhadap Continuance Commitmet. Artinya bahwakesehatan kerja melalui pusat kesehatan yang baik merupakan hal yang dapat meningkatkan produktifitas kerja karyawan YKKBI sehingga akan menumbuhkan kesadaran karyawan bahwa dirinya akan mengalami kerugian jika meninggalkan perusahaan tempatnya bekerja.

e. Kompensasi yang layak berpengaruh posistif dan signifikan terhadap Continuance Commitmet. Artinya, kompensasi yang layak yang diberikan YKKBI dinilai sebagai hal yang dapat memacu kepuasan kerja sehingga akan menumbuhkan kesadaran karyawan bahwa dirinya akan mengalami kerugian jika meninggalkan perusahaan tempatnya bekerja.

f. Komunikasi berpengaruh posistif dan signifikan terhadap Normative Commitmet.

Artinya di YKKBI komunikasi merupakan suatu proses yang penting karena komunikasi diperlukan bagi efektivitas kepemimpinan, perencanaan, pengendalian, koordinasi, latihan, manajemen konflik, serta proses-proses organisasi lainnya yan akan mendukung produktivitas kerja karyawan, sehingga akan menumbuhkan perasaan keterikatan untuk terus menjadi karyawan perusahaan tempatnya bekerja.

g. Pengembangan karir berpengaruh posistif dan signifikan terhadap Affective Commitmet. Artinya pengembangan karir merupakan hal penting yang dapat mengacu pada peningkatan kualitas kehidupan kerja karyawan YKKBI, sehingga karyawan menjadi lebih terjamin dan lebih kompetitif serta produktif pada setiap pekerjaan yang dilakukan sehingga akan menumbuhkan hubungan emosional antara karyawan terhadap perusahaan.

h. Penyelesaian konflik berpengaruh posistif dan signifikan terhadap Continuance Commitmet. Artinya penyelesaian konflik merupakan hal yang signifikan, dimana dengan adanya keterbukaan terhadap proses penyelesaian konflik, baik internal maupun eksternal YKKBI akan tercipta lingkungan yang harmonis di tempat kerja sehingga akan menumbuhkan kesadaran karyawan bahwa dirinya akan mengalami kerugian jika meninggalkan perusahaan tempatnya bekerja.

i. Partisipasi Karyawan berpengaruh posistif dan signifikan terhadap Affective Commitmet dan Normative Commitmet. Artinya partisipasi karyawan dalam lingkungan pekerjaan merupakan hal yang penting yang dapat mengacu pada peningkatan kualitas kehidupan kerja karyawan dan akan memberikan dampak positif bagi kelangsungan dan pencapaian tujuan YKKBI, sehingga akan menumbuhkan hubungan emosional antara karyawan terhadap perusahaan serta perasaan keterikatan untuk terus menjadi karyawan perusahaan tempatnya bekerja. Tabel 32. Pengaruh QWL terhadap Komitmen Organisasi

Pengaruh Loading Standard

Error T-Hitung R

2

QWL -> COMMITMENT 0,72403 0,043919 16,48549 0,52422

PadaTabel 32,dapatdiketahui besarnya pengaruh unsur QWL terhadap

komitmen organisasi sebesar0,724. Nilaipositif inimenujukkanbahwaadanya arah

hubunganpositifantara unsurQWL terhadap komitmen organisasi,artinya semakin besarpengaruh unsur QWL,makakaryawanakan semakin loyal dalam bekerja.

Nilai t-hitung QWL terhadap komitmen organisasi sebesar 16,485, artinya QWL berpengaruhsignifikan terhadapkomitmen organisasi. Halini ditunjukkan dengan nilait-hitung yang lebihbesar dari t-tabel (t-tabel signifikansi selang 0,05 =1,96) sehinggadapatdisimpulkan bahwaQWL berpengaruhpositif dan signifikanterhadap

karena itu, hipotesis yang menyatakan QWL berpengaruh positifdan signifikan terhadap komitmen organisasi dapatditerima.

Model pengaruh unsur-unsur QWL terhadap komitmen organisasi memiliki nilai R-square sebesar 0,5242 berarti model regresi memiliki tingkat goodness fit yang baik. Hal ini dapat diinterpretasikan bahwa variabilitas konstruk yang dapat dijelaskan oleh variabilitas konstruk QWL adalah sebesar 52,42 persen, sedangkan sisanya atau 47,58 persen dijelaskan oleh variabel lain diluar model ini.

Dokumen terkait