HIZBIYYAH-SURURIYYAH SEBAGAI GERAKAN
KOMPROMI/BEKERJASAMA DENGAN AHLI BID’AH, CONTOHNYA JAFAR UMAR THALIB DKK KERJASAMA DENGAN RIZIQ SIHAB, HUSSEIN UMAR DLL.
- Melecehkan ulama-ulama besar.
Kita katakan:
Wahai Hizbul Irsyad! Apakah kalian sadar dengan yang kalian tuliskan?! Husein Umar adalah petinggi Dewan Dakwah!! Dan kalian nyatakan bahwa salah satu ciri dari Sururiyyun adalah mereka yang bekerjasama dengan ahlul bid’ah! Dan lebih terinci lagi kalian sebutkan dengan jelas nama HUSSEIN UMAR!!
Sekarang tengoklah saudara-saudara kalian Sururi Jabotabek!! Mereka taklim dan menimba ilmu kepada da’i-da’i kondang kalian di masjid Al-Furqan yang notabene adalah markas besar DDII!! Siapa yang mengisinya? Yazid Jawaz tiap Selasa jam 13.30 sampai Ashar!! Abu Qatadah “si pedang tumpul haus akan fulus”, Abdul Hakim yang kalian bangga-banggakan itupun kadangkala menjadi Khatib Jum’atnya !! Kesemuanya bukankah sedang bermesraan dan bersimbiosis mutualisme dengan organisasinya Hussein Umar yang kalian katakan sebagai Ahlu Bid’ah?! Allahu yahdik.
Wahai Yazid Jawaz!! Engkau berhubungan dengan Hussein Umar!! Maka engkau adalah Sururi menurut Ma’had Ali Al-Irsyad pimpinan Abdurrahman Tamimi!! Ya, engkau telah memenuhi salah satu syarat dari ciri-ciri Sururi!! Wahai Abu Qatadah! Abdul Hakim! Kalian adalah Sururi di sisi Abdurrahman Tamimi!!
Kita katakan pula kepada Sururi Jabotabek: Tidakkah kalian sadar bahwa kalian ditahdzir oleh saudara kalian sendiri (Ma’had Al-Irsyad Surabaya) yang mempromotori kedatangan Masyayikh Urdun bahwa kalian adalah Sururi?! Lalu apa bantahan ilmiyyah kalian terhadap mereka dan minta ustadz-ustadz pujaan hati itu untuk membantahnya!!
Adapun anak-anak ingusan itu? Tentu saja akan berusaha menjadi penonton yang baik dan sopan menyaksikan “perang saudara” ini.
Segala puji Hanyalah untuk Allah yang telah memberikan kemudahan menyingkap “keanehan” komunitas Hizbiyyun di negeri ini. Mestinya, sesama penjahit dilarang saling berebut mesin jahit! Allahul Musta’an.
22.6 KALAU SURURI MENDEFINISIKAN SURURI, APA YANG AKAN TERJADI? 22.6.1 APA ITU SURURI?
Ternyata suara merdu “keyakinan” Abdurrahman At-Tamimi Al-Kadzab ketika menceramahi para ulama di Yordania dalam mensifati lulusan LIPIA Jakarta:”kebanyakan mereka beraqidah salafiyyah…hanya saja manhaj mereka ikhwani…”(Neo-AdzDzakhiirah, Ed.10/ Th.II/2004. hal.14) telah dinyatakan pula secara resmi oleh Ma’had Al-Irsyad.
Maka inilah –definisi sesat yang disebarkan- Ma’had Al-Irsyad pimpinan Abdurrahman Al- Kadzab tentang Sururi :
Judul Soal: Apa Itu Sururi? Kategori Soal: Manhaj
Nama Penanya: Abu Abdillah / -
Dijawab Pada: 31/08/2004 | 07:13:22 WIB Dibuka: 588 kali
Pertanyaan:
1. Siapa yang dimaksud dg Sururiyun ? Tolong jelaskan kepada kami. 2. Tolong jelaskan tentang Jafar Umar Thalib dan murid2nya, apakah mereka Salafi? Sebelumnya Ana ucapkan jazakallahu khairan.
Jawaban:
1. Sururiyyun adalah pengikut Muhammad Surur yang hidup di Birmingham Inggris. MANHAJ MEREKA HARAKI AQIDAHNYA SALAFI.
Ciri-ciri mereka :
- Mengkafirkan pemerintah.
- Kompromi/bekerjasama dengan ahli bid’ah, contohnya Jafar Umar Thalib dkk kerjasama dengan Riziq Sihab, Hussein Umar dll.
- Melecehkan ulama-ulama besar.
2. Jafar Umar Thalib dan murid-muridnya MUNGKIN AQIDAH MEREKA SALAFI, tetapi manhaj dakwah mereka jelas-jelas bukan salafi.
(www.Salafindo.com.com_viewsoal.php_ID_10.htm) Tanggapan kita:
1. Saat mereka memberikan jawaban yang sangat krusial, tentang aqidah, apa katanya:” mungkin aqidah mereka salafi!! Sungguh ini adalah malapetaka dan kebinasaan yang luar biasa apalagi bagi situs yang dengan bangganya mengaku memiliki link dengan Masyayikh Yordan! Lebih dari itu mengaku dicintai Masyayikh Yordan! Ternyata ketika berbicara tentang aqidah sekelompok orang, kata “mungkin” yang menjadi jawabannya. Kenapa mereka tidak menjawab “Allahu A’lam” ketika merasa ragu dan atau tidak mengetahuinya? Apakah memaksakan diri untuk memberikan jawaban menjadi lebih mulia daripada berdiam diri dari sesuatu yang tidak diketahui?! Sungguh jawaban ini adalah tragedi yang memilukan en memalukan bagi organisasi yang mengaku dicintai oleh para ulama!!
2. Benarkah Sururiyyun memiliki manhaj Haraki dan aqidahnya Salafi?
Sungguh sikap yang tidak bijaksana jika kita menyerahkan definisi ini kepada komunitas Sururi sendiri untuk menjawabnya. Kita simak penjelasan Masyayikh dalam permasalahan ini dan kita bandingkan dengan definisi yang mereka buat…
a. Asy-Syaikh Zaid bin Muhammad mengatakan:
“Tidaklah bisa Quthbiyyun (sebuah manhaj yang dikembangkan mengikuti pemikiran Sayyid Quthb) dan Sururiyyun dikatakan sebagai Ahlus Sunnah karena banyaknya penyelewengan kedua kelompok ini dalam permasalahan-permasalahan yang sangat berbahaya, diantaranya memiliki manhaj takfir tanpa ada dalil pembolehan sedikitpun baik secara akal maupun nash. Memiliki kesalahan yang sangat keji dan fatal yang terkait dengan perkara yang paling besar permasalahannya di dalam agama yaitu permasalahan i’tiqad dan mengumumkan perang yang dahsyat kepada Ahlus Sunnah baik sebagai rakyat atau pemerintah dan mereka menuduh dan mencela dengan berbagai macam celaan. Sementara Ahlus Sunnah bara’ (berlepas diri) dari mereka” (As-Siraj Al-Waqqad fil Bayan Tash-hih Al-I’tiqad, hal.100 dalam Asy-Syari’ah no.12/1/1425, hal.21).
Bagaimana mungkin firqah yang (kata mereka) beraqidah salaf mengumumkan peperangan yang dahsyat terhadap Ahlus Sunnah Salafiyyah?!
b.Inilah penetapan Muhammad Surur mengenai manhajnya sebagaimana yang termaktub di dalam kitab Al-Maurid karya Al-Allamah Syaikh Ahmad bin Yahya An-Najmi Hafidhahullah: “Setelah saya memisahkan diri dari Jama’ah (al-Ikhwan), maka saya meletakkan untuk
diriku hukum-hukum yang tsabit (tetap) dan titik-titik tolak yang tertentu, dimana saya tidak beralih darinya dan tidak menggantikan ia dengan selainnya. Inilah perjalananku di jalur baru yang telah berlalu lebih dari 20 tahun, sedangkan berlalunya hari-hari ini telah menambahkan bagiku keyakinan dan komitmen akan patokan-patokan tetap ini. Diantara patokan yang tsabit tersebut ialah sebagai berikut:
1-Saat ini asasku ialah komitmen pada aqidah dan manhaj Salafush Sholeh Ridwanullah ‘alaihim ajma’in.
2- Amal Islam bagiku sudah tidak lagi sebagai ‘Da’wah Salaf’ dan ‘Hakekat Shufi’, sebab percampuran seperti ini, tidak tepat untuk menjadi asas penyatuan amal Islami serta hanya berakibat timbulnya permusuhan, perpecahan, dan saling bunuh.
3- Amal Islami bagiku tidak lagi sebagaimana slogan yang dipropagandakan oleh mereka tanpa memahami benar maknanya, diantaranya perkataan mereka “Kita saling memberikan udzur dalam persoalan yang kita perselisihkan”. Saya tidak akan
500
memberikan udzur kepada siapa yang berselisih denganku dalam bentuk perselisihan yang saling berlawanan .
4- Akal saya sudah bisa tidak lagi menggambarkan adanya satu jama’ah yang terdapat di dalamnya: Salafi, Shufi, Asy’ari, Khawarij (6), Mu’tazilah, dan selainnya dari aqidah dan pemikiran yang berbeda-beda…”
Footnoot no.6 (Khawarij):
Beginilah ucapannya!! Tapi, ya Allah alangkah mengherankannya, dimana dia mengkafirkan pemerintah secara umum seluruhnya tanpa pengecualian. Lihat dalam majalahnya as-Sunnah seri 26/1413 H, halaman 2-3 .Dia mengkafirkan semua pemerintah yang berasal dari keluarga Su’ud di seri 43/Jumadits Tsaniyah/1415 H (halaman 27-29). Ketika dia mengatakan dalam percakapannya dengan seorang sahabatnya: ((Seorang sahabatku berkata, “Bagaimana pendapatmu dengan perkataan ini “Andaikan anak keturunan ‘Abdul ‘Aziz terlepas dari para karib sekuler yang berada di sekeliling mereka , maka tentu segala urusan tidak akan seburuk ini ?
Maka Muhammad Surur berkata: Hai Abu….MEREKA ITU LEBIH BURUK DARIPADA TEMAN KARIBNYA YANG SEKULER ITU…….SEBAB SESUNGGUHNYA AQIDAH KEDUA BELAH PIHAK SAMA.
Lihatlah wahai pembaca saudaraku –semoga Allah memeliharamu dan memberimu taufiq kepada segala kebajikan- Bagaimana dia menjadikan keluarga Su’ud lebih buruk daripada kaum sekuler, ini menunjukkan bahwa mereka menurutnya (Muhammad Surur- pen) lebih kafir daripada orang-orang sekuler, sebab orang-orang sekuler ini kafir, maka orang yang lebih buruk daripada mereka tentu lebih kafir daripada mereka. Sementara WALAU DENGAN SEMUA (FAKTA) INI, NAMUN DAJJAL INI (MASIH) MENGATAKAN BAHWA DIRINYA BERAQIDAH SALAF!!! (Syaikh Muhammad bin Hadi)(Al-Maurid, hal. 241-242)
Insya Allah, dengan penjelasan dua Masyayikh kita di atas, terjawab sudah kebatilan definisi sururi yang dibuat oleh sururinya Ma’had Ali Al-Irsyad Surabaya pimpinan Abdurrahman At- Tamimi Al-Kadzab!! Falhamdulillah.
Sebagaimana bantahan Ustadz Abu Hamzah Yusuf terhadap kesesatan teroris Takfiri Imam Samudra: “Saya yakin, dirimu tidak paham Salafy, tidak pula paham hakekat Murji’ah sehingga kamu gabungkan antara Salafy dengan Murji’ah” (Asy-Syari’ah, no.13/1426, hal.28) Maka kita katakan kepada Abdurrahman At-Tamimi dan organisasi salafy Demokrasinya: “Saya yakin dirimu tidak paham Salafy, sehingga kamu gabungkan antara Salafy dengan Ikhwani!! Dan saya semakin yakin bahwa kalian benar-benar tidak paham Salafy sehingga kalian gabungkan antara Salafy dengan Haraki-Sururi!!”
Kalau demikian keadaannya, maka siapakah kalian ini sesungguhnya wahai kaum?
Jawablah dengan kemantapan yang sempurna: “Kami adalah Sururi-Haraki-Ikhwani yang berusaha mengaburkan makna Salafy sehingga kaum Muslimin dapat terkecoh dan mengira kami adalah Salafy!!” Allahul Musta’an.
22.6.2 SURURI ADALAH KHAWARIJ DI MASA KINI
Mungkinkah Ikhwani beraqidah Salafi? Mungkinkah Khawarij beraqidah Salaf?! Atau mungkinkah Tablighi beraqidah Salafi? Itulah pertanyaan selanjutnya dari definisi-definisi sesat yang mereka propagandakan. Kita sempurnakan pembahasan ini dengan penjelasan dari Al-‘Allamah Al-Muhaddits Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani Rahimahullah yang diberi tambahan keterangan oleh Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali Hafidhahullah. Al-Akh Abu Nusaibah Syamsu Muhajir Al-Malanji telah menerjemahkannya untuk kita – Walhamdulillah-. Semoga bermanfaat untuk menumpas talbis yang disebarkan oleh Hizbiyyin-Sururiyyin-Ikhwaniyyin. Amin.
Asy-Syaikh Al-‘Allamah Al-Muhaddits Muhammad Nashiruddin Al-Albani Rahimahullah ditanya di waktu malam ke tujuh bulan Dzulhijjah 1418H, yang terekam dalam kaset ceramah beliau berjudul “As-Sururiyyah Kharijiyah ‘Ashriyyah” (Sururiyyah Khawarij Masa Kini),
bunyi pertanyaan:
“(Saya ingin bertanya) seputar kitab Al-Irjaa’, wahai Syaikh, yaitu kitab “Al-Irjaa’ fil Fikri” (yaitu kitab milik Safar Al-Hawali)”
Maka Syaikh menjawab: “Aku tahu kitab itu”
Penanya bertanya:
“(Maksudnya) beberapa catatan kaki, wahai Syaikh, khususnya yang tercantum di jilid kedua dari kitab itu”
Syaikh Al-Albani menjawab:
“Saya pernah berpendapat suatu hari semenjak lebih dari tiga puluh tahun yang lalu, ketika itu saya berada di Jami’ah (Universitas) menyampaikan muhadharah. Di majelis yang penuh pengunjung tersebut saya ditanya pendapatku mengenai Jama’ah Tabligh, maka saat itu aku mengatakan:”Sufi Masa Kini”. Maka aku sekarang teringat kembali untuk mengatakan hal serupa kepada Jama’ah (As-Sururiyyah) yang muncul di masa ini yang banyak menyelisihi Salafush Shalih. Aku jawab di sini dengan meminjam ungkapan Al-Hafidz Adz- Dzahabi:”MEREKA BANYAK MENYELISIHI SALAF PADA SEBAGIAN BESAR MANHAJNYA”
Sehingga layak bagiku untuk menamai mereka (As-Sururiyyah) sebagai:”KHAWARIJ MASA KINI” karena mereka punya kemiripan dengan Khawarij dalam hal –yakni- seperti yang dapat kita baca dari ucapan-ucapan mereka, seperti pernyataannya, komentar-komentar mereka yang mengarah kepada pemikiran Khawarij yang mengkafirkan pelaku dosa besar.
Akan tetapi mereka –mudah-mudahan ini yang aku ketahui-:”merupakan kelalaian mereka atau merupakan makar mereka!!”
Aku katakan seperti ini sebagai bentuk pengamalan firman Allah :
“Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa” (QS. Al- Maidah:8)
Seperti yang aku ketahui, mereka tidak secara terang-terangan menyatakan bahwa setiap pelaku dosa besar adalah dikafirkan, akan tetapi mereka sering mempersoalkan sebagian dosa besar, sementara di sisi lain mereka berusaha mendiamkan atau tidak mempersoalkan dosa-dosa besar lainnya!!
Karena itulah aku tidak memutlakkan pendapat, akan tetapi aku mengatakan tentang mereka: “MEREKA ADALAH KHAWARIJ PADA SEBAGIAN SEGI dan ini adalah sikap yang lebih adil sebagaimana yang telah diperintahkan oleh Allah kepada kita…”
Asy-Syaikh Rabi’ Hafidhahullah memberi komentar berkaitan ceramah Syaikh Al-Albani di atas:
Sepantasnya bagi setiap pembaca atau pendengar untuk memperhatikan perkataan Syaikh tentang firqah Sururiyyah ini bahwa mereka:”TELAH MENYELISIHI SALAF DALAM BANYAK MANHAJ MEREKA”
Berbagai manhaj yang banyak menyelisihi salaf itu menunjukkan kepada satu kesimpulan: adanya penyimpangan yang besar pada mereka. Bahkan penyimpangan ini bisa jadi lebih berbahaya dan lebih berat dibandingkan Khawarij yang pernah disifati oleh Rasulullah sebagai makhluk terjelek dengan perangai terjelek pula. Bahwa mereka itulah anjing-anjing neraka. Mereka keluar dari agama secepat melesatnya anak panah keluar dari tubuh buruannya. Mereka membunuh kaum Muslimin dan membiarkan orang-orang musyrik. Dan apa yang dikatakan oleh Syaikh Al-Albani Rahimahullah adalah BENAR adanya, bahwa mereka telah menyelisihi salaf dalam masalah-masalah ushul (pokok) yang banyak dan sangat berbahaya,diantaranya:
Menampakkan loyalitas mereka kepada ahlul bid’ah dengan frekuensi dan intensitas
yang tinggi
Memberi pengakuan kepada manhaj ahlul bid’ah, padahal manhaj mereka sangatlah
rusak
Mengakui dan menyebarkan buku-buku ahlul bid’ah yang penuh dengan kesesatan dan
melakukan pembelaan terhadap kitab-kitab tersebut
Mencekoki para pemuda dengan kesesatan yang memberikan pengaruh sangat jelek
terhadap umat dan para pemudanya berupa paham pengkafiran, penghancuran, peperangan yang tiada henti, pertumpahan darah dan pelanggaran kehormatan
Hawa nafsu mereka telah menyeret diri-diri mereka dan para pengikutnya kepada
kecenderungan Irja’ (paham Murji’ah) yang ekstrim yang meremehkan bahaya perkara- perkara bid’ah yang berat berupa bid’ah-bid’ah yang kufur sehingga dapat melemahkan kepekaan manhaj salafi dan menurunkan rasa cemburu terhadap agama Allah dan para pengembannya yaitu para Shahabat yang mulia dan orang-orang yang meneladani mereka secara ihsan. Lebih dari itu, mereka juga meremehkan perkara pencelaan terhadap sebagian Nabi Allah.
Hawa nafsunya telah memaksa mereka untuk membangun manhaj yang rusak sebagai
konsekuensi (dan kompensasi-pent) pembelaan mereka terhadap kebid’ahan dan pelakunya, seperti: manhaj Muwazanah (penyeimbangan antara kejelekan dan kebaikan ketika mengkritik). Mereka juga meletakkan kaidah-kaidah yang rusak yang bertolak belakang dengan syari’at yang telah ditetapkan oleh Kitabulllah dan Sunnah RasulNya yang pada akhirnya mereka menghancurkan Sunnah beserta cabang-cabang ilmunya terutama ilmu Jarh wat Ta’dil dimana kitab-kitab yang berbicara tentang hal itu telah memenuhi perpustakaan-perpustakaan. Dan hal itu menjadi penyebab kejelekan dan kesesatan yang berikutnya.
Kita memohon kepada Allah agar menyelamatkan para pemuda dari kejahatan, kecelakaan dan bahaya kelompok sempalan ini di dunia maupun di akhirat kelak.
Sebagai penutup: sangat layak bagi kita untuk mensifati kelompok Sururiyyah ini bahwa mereka adalah kelompok Murji’ah yang paling ekstrim di masa kini sebelum pada akhirnya kita menjatuhkan vonis:
“MEREKA ADALAH KHAWARIJ DI MASA INI”
Inilah akhir komentar dari Syaikh Rabi’ Hafidhahullah terhadap kaset tanya jawab Syaikh Al- Albani Rahimahullah teriring pesan agar jangan lagi ada korban yang tertipu dan terkecoh oleh definisi-definisi menyesatkan yang diproduksi dan terus akan diproduksi oleh Hizbiyyin- Sururiyyin-Ikhwaniyyin untuk melariskan dagangan Hizbiyyahnya.
22.7 AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH,
ANTARA PENGAKUAN SALAFY DENGAN FAKTA DEMOKRASI, AMBISI