• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

2.3 Hipotesis

Hipotesis adalah suatu pernyataan hubungan logis antara dua variabel atau lebih yang ditunjukkan dalam suatu bentuk kuantitatif sehingga kebenaran pernyataan tersebut dapat diuji. Hasil hipotesis memberikan jawaban terhadap fenomena yang kebenarannya akan diuji. Rumusan hipotesis tersebut ditetapkan dan diturunkan dari kerangka konseptual karena semua pola hubungan logis antar variabel tersebut telah dijabarkan dalam kerangka konseptual yang juga menunjukkan bahwa jenis hipotesis yang dilakukan adalah hipotesis asosiatif.

Berdasarkan kerangka konseptual di atas maka hipotesis dalam penelitian ini adalah :

H0 : Variabel - variabel advertising, sales promotion, public relations, personal selling, dan interactive marketing tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian Elpiji Nonsubsidi baik secara gabungan maupun parsial.

H1 : Variabel - variabel advertising, sales promotion, public relations, personal selling, dan interactive marketing berpengaruh terhadap keputusan pembelian Elpiji Nonsubsidi baik secara gabungan maupun parsial.

2.4 Definisi Operasional

Dalam penelitian ini, yang menjadi variabel independen (X) terdiri dari : advertising (X1), sales promotion (X2), public relations (X3), personal selling (X4), direct marketing (X5), dan interactive marketing (X6). Sedangkan yang menjadi variabel dependen pertama ialah keputusan pembelian Elpiji Nonsubsidi (Y).

Definisi operasional variabel dapat dilihat pada Tabel 2.4.

Tabel 2.4 Definisi Operasional Variabel

Variabel Operasionalisasi Variabel Indikator Skala

advertising (X1)

Jalur komunikasi dilakukan oleh Pertamina melalui media cetak dan elektronik

a) daya tarik iklan

b) kemudahan memahami pesan c) frekuensi penayangan iklan d) penempatan iklan

Likert

Sales Promotion (X2)

aktivitas pemasaran yang dilakukan oleh Pertamina dengan memberikan nilai tambah atau insentif kepada konsumen yang mendorong terjadinya penjualan

a) daya tarik diskon/potongan harga b) jenis hadiah yang ditawarkan c) Kemudahan mengikuti undian d) daya tarik hadiah langsung

Likert

Public relations (X3)

Usaha/ kegiatan untuk mewujudkan hubungan yang harmonis antara Pertamia dengan publik, memberikan atau menanamkan kesan yang baik; sehingga akan timbul opini publik yang positif tentang Pertamina.

a) kredibilitas berita/artikel b) daya tarik event yang diadakan c) frekuensi event yang diadakan

Likert

Personal Selling (X4)

teknik penjualan yang dilakukan oleh Pertamina dengan

menggunakan tenaga personal yang terlatih untuk dapat melakukan komunikasi dua arah kepada konsumen.

a) Daya tarik presentasi langsung c) kemampuan menjelaskan produk c) daya tarik pameran produk d) Frekuensi pameran yang

diadakan

Likert

Interactive Marketing (X5)

teknik pemasaran yang dilakukan oleh Pertamina melalui media internet di mana konsumen dapat melakukan interaksi di dalamnya, yang memungkinkan pengguna melakukan berbagai fungsi, seperti menerima informasi dan gambar, mengajukan pertanyaan, menjawab dan melakukan pembelian

a) Desain website yang menarik b) Informasi produk yang lengkap c) Kredibilitas informasi produk d) kemudahan menggunakan

aplikasi Bright Home Service

Likert penggunaan Elpiji dan memilih produk Elpiji nonsubsidi

a) pemahaman masalah b) pencarian informasi c) evaluasi alternatif d) keputusan pembelian e) perilaku pasca pembelian

Likert

3.1 Tipe Penelitian

Tipe penelitian ini adalah penelitian korelasional, yaitu meneliti ada atau tidaknya hubungan antara variabel-variabel independen, yaitu advertising, sales promotion, public reations, personal selling, dan interactive marketing terhadap variabel dependen, dalam hal ini keputusan pembelian Elpiji nonsubsidi sehingga dapat dipergunakan sebagai salah satu faktor dalam keputusan menjalankan strategi pemasaran. Penelitian korelasional dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya korelasi antara dua kejadian, tanpa bermaksud untuk melakukan investigasi hubungan sebab akibat (Sinulingga, 2012).

3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Kota Medan, dengan jadwal kegiatan penelitian seperti terlihat pada Tabel 3.1.

3.3 Populasi dan Sampel

Populasi adalah keseluruhan individu atau objek tertentu atau ukuran yang diperoleh dari semua individu atau objek tertentu yang akan diteliti yang memiliki karakteristik tertentu, jelas dan lengkap. Populasi dalam penelitian ini adalah pelanggan Elpiji rumah tangga yang tidak termasuk golongan masyarakat yang disubsidi di kota Medan. Menurut data BPS (update terakhir 18 Januari 2017), jumlah rumah tangga di Kota Medan ada sebanyak 507.205 rumah tangga, sementara jumlah rumah tangga yang tergolong miskin ada sebanyak 46.839 rumah tangga. Dengan demikian, jumlah rumah tangga penerima Elpiji yang tidak

termasuk golongan yang disubsidi yang menjadi populasi dalam penelitian ini ada sebanyak 460.366 rumah tangga.

Tabel 3.1 Jadwal Kegiatan No Jenis Kegiatan

Bulan I Bulan II Bulan III Bulan IV 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 Pengajuan

usulan Geladikarya

2 Kolokium •

3 Pengumpulan dan pengolahan data

4 Penyusunan Geladikarya 5 Seminar

Perusahaan 6 Penyusunan

akhir

Geladikarya 7 Sidang

Geladikarya

Sampel adalah bagian populasi yang diteliti yang diambil melalui cara-cara tertentu yang juga memiliki karakteristik tertentu, jelas dan lengkap sehingga dianggap bisa mewakili populasi. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian pelanggan yang telah beralih menggunakan Elpiji nonsubsidi. Oleh karena itu, peneliti menggunakan teknik purposive sampling. Adapun pengambilan sampel dilakukan secara accidental, yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data.

Ukuran sampel pada dasarnya ditentukan oleh derajat keseragaman populasi, tingkat presisi yang diinginkan, serta jumlah variabel yang diteliti.

Sampel diambil dari populasi tersebut dengan batasan ukuran sampel penelitian.

Penentuan ukuran sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rumus Slovin (Sugiyono, 2006) :

Keterangan :

= Jumlah Sampel = Jumlah Populasi

= Batas toleransi kesalahan (error tolerance) = 10%

dibulatkan menjadi 100 rumah tangga

Sesuai dengan perhitungan di atas, maka jumlah sampel dalam penilitian ini adalah 100 rumah tangga, dimana tiap rumah tangga diwakili oleh 1 (satu) orang responden/ sampel.

1.1 Jenis dan Sumber Data 3.4.1 Sumber Data

Sumber data yang digunakan bersumber dari :

a. Data primer, yaitu berupa data yang diperoleh dari jawaban responden yang diteliti dalam berbagai pertanyaan berdasarkan operasional variabel

(advertising, sales promotion, public relations, personal selling, dan interactive marketing) terkait dengan keputusan pembelian Elpiji nonsubsidi.

b. Data Sekunder, yaitu data yang berasal dari PT Pertamina (Persero) yang dapat dipublikasikan, brosur produk, data dari Pemerintah Kota Medan dan data pelengkap lainnya.

3.4.2 Skala Pengukuran

Skala pengukuran yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah skala Likert, dengan menggunakan sistem skala lima atas penilaian responden terhadap masing-masing atribut yang diteliti, yaitu:

Tabel 3.2 Metode Pemberian Nilai Daftar Pertanyaan

No Penillaian Score/ Nilai

1 Sangat Setuju (SS) 5

2 Setuju (S) 4

3 Netral (N) 3

4 Tidak Setuju (TS) 2

5 Sangat Tidak Setuju (STS) 1

1.2 Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada konsumen rumah tangga tidak miskin yang sebelumnya menggunakan Elpiji subsidi tetapi telah beralih menggunakan Elpiji nonsubsidi.

3.6 Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara:

a. Pembagian Kuesioner yang dilakukan kepada pelanggan yang dilakukan oleh tenaga-tenaga yang telah dilatih untuk membawakan kuesioner kepada pelanggan.

b. Studi dokumentasi, berupa laporan umum perusahaan (company profile), dan data pelanggan.

3.7 Uji Instrumen Penelitian 1.4.1 Uji Validitas

Uji validitas adalah uji statistik yang digunakan untuk menentukan seberapa valid suatu butir pertanyaan mengukur variabel yang diteliti. Analisis validitas yang digunakan adalah Uji Korelasi Pearson Product Moment yang diolah menggunakan SPSS 22. Uji validitas dilakukan dengan cara menghitung korelasi antara masing-masing pertanyaan skor butir (X) dengan skor total (Y) menggunakan rumus :

∑ ∑ ∑ [ ∑ ∑ ][ ∑ ∑ ] Keterangan :

: Koefisien korelasi product moment N : Jumlah sampel

x : Skor butir y : Skor total

Validitas suatu butir pertanyaan diukur dengan cara menghitung angka koefisien korelasi antara skor butir dengan skor totalnya. Pertanyaan dalam kuesioner dikatakan valid jika nilai signifikasi korelasi 95% atau a = 0.05. Dengan demikian, pertanyaan dalam kuesioner tersebut dapat digunakan dalam penelitian (Santoso, 2001).

1.4.2 Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas adalah uji statistik yang digunakan untuk menentukan reliabilitas butir dari pertanyaan dalam kehandalannya mengukur variabel. Uji reliabilitas menggunkan Uji Alpha Cronbach dengan rumus sebagai berikut :

[ ] [ (∑ )]

Keterangan :

= Koefisien realibilitas Alpha Cronbach K = Banyaknya butir tes yang diuji

= Varian berlahan ; j = 1,2, … k

= Varian skor tes

Tingkat reliabilitas dapat dimaknai :

 Jika alpha > 0,90 maka reliabilitas sempurna

 Jika alpha antara 0,70 – 0,90 maka reliabilitas tinggi

 Jika alpha antara 0,50 – 0,70 maka reliabilitas moderat

 Jika alpha < 0,50 maka reliabilitas rendah

Sekaran (2014) menyatakan, jika angka koefisien >= 0.60 maka kelompok item-item pertanyaan dapat dianggap reliabel, penelitian ini menggunakan alat bantu SPSS 22.

1.5 Analisis Data

3.8.1 Analisis Regresi Linier Berganda

Analisis ini digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh yang positif dari variabel independen (X1, X2, X3, X4, X5) terhadap variabel dependen (Y) dengan model regresi (Sekaran, 2014) :

Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + b5X5 + e dimana :

Y = Variabel dependen (keputusan pembelian) a = Konstanta

b = Koefisien regresi yang menunjukan angka peningkatan atau penurunan variabel dependen yang didasarkan pada variabel independen.

X = Variabel independen yang terdiri dari : X1 = Advertising

X2 = Sales Promotion X3 = Public Relations X4 = Personal Selling X5 = Interactive Marketing e = Error

3.8.2 Pengujian Hipotesis dengan Uji Secara Serentak (Uji F)

Uji F dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel independen secara bersama-sama terhadap variabel dependen, atau untuk menguji apakah model regresi yang dibuat baik/ signifikan atau tidak baik/ non signifikan. Jika model signifikan maka model bisa digunakan untuk prediksi/ peramalan, sebaliknya jika non/ tidak signifikan maka model regresi tidak bisa digunakan untuk peramalan.

Pengujian hipotesis dengan uji F dilakukan dengan langkah-langkah : a. Membuat formulasi hipotesis

H0 : Secara Simultan tidak ada pengaruh yang signifikan dari kelima variabel independen, terhadap keputusan pembelian.

H1 : Secara Simultan ada pengaruh yang signifikan dari kelima variabel independen, terhadap keputusan pembelian.

b. Menentukan level signifikasi dengan tabel F

Mencari F – hitung dengan rumus :

c. Mengambil keputusan

Jika F hitung < F tabel, maka H0 diterima Jika F hitung = F tabel, maka H0 diterima Jika F hitung > F tabel, maka H0 ditolak.

3.8.3 Pengujian Hipotesis Dengan Uji Parsial (Uji t)

Uji t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen.

Tujuan dari uji t adalah untuk menguji koefisien regresi secara individual.

Pengujian hipotesis dengan uji t dilakukan dengan langkah-langkah : a. Merumuskan hipotesis

H0 : Secara Simultan tidak ada pengaruh yang signifikan dari kelima variabel independen terhadap keputusan pembelian.

H1 : Secara Simultan ada pengaruh yang signifikan dari kelima variabel independen terhadap keputusan pembelian.

b. Menentukan level signifikasi dengan menggunakan tabel t.

Menghitung nilai t – statistik dengan rumus :

c. Mengambil keputusan

Jika t hitung < t tabel atau Nilai Sig > 0,05, maka H0 diterima

Jika t hitung = t tabel atau Nilai Sig = 0,05, maka H0 diterima

Jika t hitung > t tabel atau Nilai Sig < 0,05, maka H0 ditolak.

4.1 Hasil Penelitian

4.1.1 Gambaran Umum PT Pertamina (Persero) 4.1.1.1 Sejarah Singkat

Pertamina adalah perusahaan minyak dan gas bumi yang dimiliki Pemerintah Indonesia (National Oil Company), yang berdiri sejak tanggal 10 Desember 1957 dengan nama PT. Permina. Pada tahun 1961 perusahaan ini berganti nama menjadi PN Permina dan telah merger dengan PN Pertamin, tahun 1968 namanya berubah menjadi PN Pertamina. Dengan bergulirnya Undang- Undang No. 8 Tahun 1971 sebutan perusahaan menjadi Pertamina.

Perubahan pada Pertamina mulai terjadi dengan berubahnya status Pertamina dari Perusahaan negara (PN) menjadi Perseroan Terbatas (PT) berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2001 pada tanggal 23 November 2001 tentang Minyak dan gas Bumi. PT Pertamina (Persero) didirikan berdasarkan akta Notaris Lenny Janis Ishak, SH No. 20 tanggal 17 September 2003, dan disahkan oleh Menteri Hukum & HAM melalui Surat Keputusan No. C-24025 HT.01.01 pada tanggal 09 Oktober 2003. Pendirian Perusahaan ini dilakukan menurut ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Undang-Undang No. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas, Peraturan Pemerintah No. 12 tahun 1998 tentang Perusahaan Perseroan (Persero), dan Peraturan Pemerintah No. 45 tahun 2001 tentang Perubahan atas Peraturan

:

Pemerintah No. 12 tahun 1998 dan peralihannya berdasarkan PP No.31 Tahun 2003: “Tentang pengalihan bentuk perusahaan pertambangan minyak dan gas bumi negara (Pertamina) menjadi perusahaan perseroan (persero)”.

Sesuai akta pendiriannya, maksud dari Perusahaan Perseroan adalah untuk menyelenggarakan usaha di bidang minyak dan gas bumi, baik di dalam maupun di luar negeri serta kegiatan usaha lain yang terkait atau menunjang kegiatan usaha di bidang minyak dan gas bumi tersebut.

Adapun tujuan dari Perusahaan Perseroan adalah untuk:

a. Mengusahakan keuntungan berdasarkan prinsip pengelolaan Perseroan secara efektif dan efisien.

b. Memberikan kontribusi dalam meningkatkan kegiatan ekonomi untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, Perseroan melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:

a. Menyelenggarakan usaha di bidang minyak dan gas bumi beserta hasil olahan dan turunannya.

b. Menyelenggarakan kegiatan usaha di bidang panas bumi yang ada pada saat pendiriannya, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang telah mencapai tahap akhir negosiasi dan berhasil menjadi milik Perseroan.

c. Melaksanakan pengusahaan dan pemasaran Liquified Natural Gas (LNG) dan produk lain yang dihasilkan dari kilang LNG.

d. Menyelenggarakan kegiatan usaha lain yang terkait atau menunjang kegiatan usaha sebagaimana dimaksud dalam butir a,b, dan c.

4.1.1.2 Visi, Misi, dan Tata Nilai Perusahaan

a. Visi Pertamina adalah menjadi Perusahaan Energi Nasional Kelas Dunia.

b. Misi Pertamina adalah Menjalankan usaha minyak, gas, serta energi baru dan terbarukan secara terintegrasi, berdasarkan prinsip-prinsip komersial yang kuat.

c. Tata Nilai

1. Clean. Dikelola secara profesional, menghindari benturan kepentingan, tidak mentoleransi suap, menjunjung tinggi kepercayaan dan integritas.

Berpedoman pada asas-asas tata kelola korporasi yang baik.

2. Confident. Berperan dalam pembangunan ekonomi nasional, menjadi pelopor dalam reformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan membangun kebanggaan bangsa.

3. Competitive. Mampu berkompetisi dalam skala regional maupun internasional, mendorong pertumbuhan investasi, membangun budaya sadar biaya dan menghargai kinerja.

4. Customer Focus. Berorientasi pada kepentingan pelanggan dan berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

5. Commercial. Menciptakan nilai tambah dengan orientasi komersial, mengambil keputusan berdasarkan prinsip-prinsip bisnis yang sehat.

6. Capable. Dikelola oleh pemimpin dan pekerja yang profesional dan memiliki talenta dan penguasaan teknis tinggi, berkomitmen dalam membangun kemampuan riset dan pengembangan.

4.1.1.3 Struktur Organisasi

Struktur organisasi Domestic Gas Region I – PT Pertamina (Persero) Domestic Gas Region I dapat dilihat pada Gambar 4.1.

Gambar 4.1 Struktur organisasi Domestic Gas Region I – PT Pertamina (Persero)

STRUKTUR ORGANISASI DOMESTIC GAS REGION I - PT PERTAMINA (PERSERO)

Operation Area Manager Sumbagut Tommy Irianto

Ast Manager Sales Administration Ahmad Yudistira

Sr Sales Executive LPG II HAMDANI Jr Sales Executive LPG III

M. IBROHIM

Sales Executive LPG Industry&Gas Product Anggi Paramitha Siregar

OH Depot LPG Tanjung Uban Darmanto Hadi C.D. SASONGKO

Manager Domestic Gas Region I Agustinus Santanu Basuki GM Marketing Operation Region I

4.1.2 Hasil Uji Validitas dan Uji Reliabilitas

Pada sub sub bab ini akan dibahas hasil analisis dari pengolahan data yang dikumpulkan melalui kuesioner kepada 30 (tiga puluh) orang responden awal di luar responden yang akan dimintai keterangannya tentang data yang akan dianalisis sebagai hasil penelitian ini. Dari kuesioner tersebut dilakukan uji validitas dan uji realiabilitas. Setelah melakukan dan memaparkan hasil uji pada kuesioner, maka bab ini akan memaparkan pengumpulan dan pengolahan data.

4.1.2.1 Uji Validitas

Uji validitas instrumen perlu dilakukan untuk menjamin bahwa data yang dikumpulkan tersebut sahih (valid). Uji validitas digunakan untuk mengukur ketepatan setiap variabel atau item dalam kuesioner dalam mengukur apa yang ingin diukur. Uji validitas ini dinamakan uji validitas item.Salah satu teknik pengujian yang dapat digunakan dengan aplikasi program SPSS adalah menggunakan korelasi Bivariate Product Moment Pearson (Korelasi Produk Momen Pearson). Uji ini dilakukan dengan cara mengkorelasikan masing-masing skor variabel dengan skor total yang merupakan penjumlahan dari keseluruhan variabel. Jika terdapat korelasi yang signifikan antara variabel pertanyaan dengan skor total, hal ini menunjukan variabel pertanyaan tersebut mampu memberikan dukungan untuk mengungkap apa yang ingin diungkap.

Pengujian ini menggunakan uji dua sisi dengan taraf signifikansi 0.05, dengan kriteria : jika r hitung lebih besar dari r kritis, maka item soal dinyatakan valid. Nilai r tabel menggunakan signifikansi 0.05 dengan uji 2 sisi dan jumlah data (n) = 30 adalah 0.361.

Hasil uji validitas pada penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 4.1.

Tabel 4.1 Hasil Uji Validitas Instrumen Penelitian

Variabel Nomor Soal r hitung r kritis Keterangan

Advertising

4.1.2.2 Uji Reliabilitas

Reliabilitas berfungsi untuk mengukur sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya, maksudnya apabila dalam beberapa pelaksanaan pengukuran terhadap kelompok yang sama diperoleh hasil yang relatif sama.

Dalam penelitian ini, uji reliabilitas dilakukan dengan menggunakan metoda Cronbach Alpha, dimana suatu kuesioner dikatakan reliabel jika nilai Cronbach Alpha lebih besar dari 0.60 (Sekaran, 2006).

Hasil pengujian reliabilitas untuk masing-masing variabel diperoleh data sebagai berikut :

Tabel 4.2 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Penelitian

No. Variabel Nilai Hitung

Cronbach Alpha Keterangan

1 Advertising 0,894 Reliabel

2 Sales Promotion 0,759 Reliabel

3 Public Relations 0,690 Reliabel

4 Personal Selling 0,771 Reliabel

5 Interactive Marketing 0,705 Reliabel

6 Keputusan Pembelian 0,816 Reliabel

Hasil pengujian reliabilitas dalam Tabel 4.2 menunjukkan bahwa semua variabel dalam penelitian mempunyai koefisien Cronbach Alpha yang cukup besar yaitu > 0,60 sehingga dapat dikatakan semua konsep pengukur masing-masing variabel dari kuesioner adalah reliabel yang berarti bahwa kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini merupakan kuesioner yang handal.

4.1.3 Identitas Responden

Responden dalam penelitian ini adalah pelanggan Elpiji Rumah Tangga Tidak Miskin yang telah beralih menggunakan Elpiji Nonsubsidi, yang berjumlah 100 orang. Berikut karakteristik responden penelitian :

Tabel 4.3 Identitas Responden

No Karakteristik Frekuensi (Orang) Persen 1 Jenis Kelamin

a. Laki-laki 51 51

b. Perempuan 49 49

Total 100 100

2 Usia

a. 15- 25 tahun 16 16

b. 26 – 35 tahun 42 42

c. 36 – 45 tahun 36 36

d. >45 tahun 6 6

Total 100 100

3 Pendidikan

a. SD – SMP 16 16

b. SMA 37 37

c. Diploma – S1 42 42

d. S2 5 5

Total 100 100

4 Pekerjaan

a. Pelajar / Mahasiswa 13 13

b. Pegawai Negeri Sipil 12 12

c. Pegawai BUMN 19 19

d. Karyawan Swasta 31 31

e. TNI / POLRI 5 5

f. Wiraswasta 7 7

g. Ibu Rumah Tangga 5 5

h. Lainnya 8 8

Total 100 100

Sumber : Data Penelitian, 2018 (data diolah)

Berdasarkan Tabel 4.3, dapat dipaparkan bahwa responden berjenis kelamin laki-laki sebanyak 51 orang (51%) sedangkan perempuan sebanyak 49 orang (49%). Adapun usia responden didominasi oleh kelompok usia 26-35 tahun (42%) dan kelompok usia 36 – 45 tahun (36%).

Pendidikan terakhir responden didominasi oleh kelompok Diploma-S1 (42%). Dari karekteristik pekerjaan responden terlihat bahwa responden (dalam hal ini pelanggan Elpiji Rumah Tangga Tidak Miskin yang telah beralih

menggunakan Elpiji nonsubsidi) didominasi oleh karyawan swasta dan pegawai BUMN.

4.1.4 Uraian Hasil Kuesioner

Dengan menggunakan teknik purposive sampling dibagikan kuesioner kepada 100 responden yang merupakan pelanggan Elpiji Rumah Tangga Tidak Miskin yang telah beralih menggunakan Elpiji nonsubsidi, untuk mencari tahu persepsinya terhadap bauran komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Pertamina dan apakah ada pengaruh pada keinginan untuk membeli/

menggunakan Elpiji nonsubsidi. Uraian hasil kuesioner dapat dilihat dalam penjabaran berikut:

4.1.4.1 Variabel Advertising

Variabel Advertising menggunakan empat indikator pernyataan yang diuraikan menjadi enam belas pernyataan dengan respons seperti tercantum dalam Tabel 4.4.

Tabel 4.4. Distribusi Jawaban Kuesioner Variabel Advertising

No Pernyataan

Iklan produk Elpiji nonsubsidi rumah tangga yang ditayangkan di televisi sangat menarik

40

Iklan produk Elpiji nonsubsidi rumah tangga yang dimuat di media cetak sangat menarik

55

Iklan produk Elpiji nonsubsidi rumah tangga yang dipasang di baliho sangat menarik

Iklan produk Elpiji nonsubsidi rumah tangga yang dimuat di

No Pernyataan

Iklan produk Elpiji nonsubsidi rumah tangga yang ditayangkan di televisi sangat mudah

Iklan produk Elpiji nonsubsidi rumah tangga yang dipasang di baliho sangat mudah dipahami

79

Iklan produk Elpiji nonsubsidi rumah tangga yang dimuat di radio sangat mudah dipahami

79

Iklan produk Elpiji nonsubsidi rumah tangga sangat sering ditayangkan di televisi

77

Iklan produk Elpiji nonsubsidi rumah tangga sangat sering dimuat di media cetak

81 nonsubsidi rumah tangga sangat sering dijumpai

Iklan produk Elpiji nonsubsidi rumah tangga sangat sering televisi sangat sesuai dengan waktu saya menonton televisi.

75 media cetakdiletakkan di halaman atau rubrik yang sering saya lihat nonsubsidi rumah tangga terletak di lokasi yang strategis yang mudah saya lihat.

66 Tabel 4.4. Distribusi Jawaban Kuesioner Variabel Advertising (lanjutan)

No Pernyataan

Waktu penyiaran iklan produk Elpiji nonsubsidi rumah tangga di radio sangat sesuai dengan waktu saya mendengar radio.

51

Rata-rata Variabel Advertising 1,84

Dari Tabel 4.4 diperoleh bahwa mayoritas responden berpendapat bahwa iklan produk Elpiji nonsubsidi rumah tangga tidak menarik, baik iklan melalui media televisi, media cetak, baliho, maupun radio. Iklan tidak memiliki keunikan yang terlihat berbeda dari iklan lainnya. Iklan Elpiji nonsubsidi tidak banyak memanfaatkan ikon yang sedang disenangi di kalangan masyarakat (tokoh penting, artis terkenal, lokasi atau objek penting, maupun kebiasaan atau budaya yang sedang menjadi trend) sehingga iklan tidak mampu menarik perhatian masyarakat.

Demikian juga dengan kemudahan memahami pesan, mayoritas responden menyatakan bahwa pesan yang disampaikan melalui iklan (baik iklan melalui media televisi, media cetak, baliho, maupun radio) tidak mudah dipahami.

Kalimat atau pesan yang disampaikan terlalu panjang namun tidak memberikan makna yang jelas dan tidak menonjolkan kelebihan dan keunikan dari produk Elpiji nonsubsidi.

Frekuensi penayangan iklan juga dirasa oleh mayoritas responden sangat jarang (baik iklan melalui media televisi, media cetak, baliho, maupun radio). Jam tayang di televisi dan jam penyiaran di radio juga tidak sesuai dengan waktu responden menonton televisi ataupun mendengar radio. Demikian juga dengan penempatan baliho dirasa responden tidak berada pada lokasi yang strategis yang Tabel 4.4. Distribusi Jawaban Kuesioner Variabel Advertising (lanjutan)

mudah dilihat oleh responden, dan penempatan kolom iklan di media cetak tidak berada pada halaman atau rubrik yang mudah atau sering dilihat.

4.1.4.2 Variabel Sales Promotion

Variabel Sales Promotion menggunakan empat indikator pernyataan yang diuraikan dalam lima pernyataan dengan respons seperti tercantum dalam Tabel 4.5.

Tabel 4.5.Distribusi Jawaban Kuesioner Variabel Sales Promotion No Pernyataan

Diskon/ potongan harga yang diberikan untuk produk Elpiji nonsubsidi rumah tangga sangat menarik

Jenis hadiah yang ditawarkan untuk program undian sangat menarik diberikan saat membeli produk Elpiji nonsubsidi rumah tangga sangat

Hadiah langsung untuk pembelian produk Elpiji nonsubsidi rumah tangga tersedia dalam jumlah yang

Hadiah langsung untuk pembelian produk Elpiji nonsubsidi rumah tangga tersedia dalam jumlah yang