• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOE PENELITIAN

3.7 Uji Instrumen Penelitian

Uji validitas adalah uji statistik yang digunakan untuk menentukan seberapa valid suatu butir pertanyaan mengukur variabel yang diteliti. Analisis validitas yang digunakan adalah Uji Korelasi Pearson Product Moment yang diolah menggunakan SPSS 22. Uji validitas dilakukan dengan cara menghitung korelasi antara masing-masing pertanyaan skor butir (X) dengan skor total (Y) menggunakan rumus :

∑ ∑ ∑ [ ∑ ∑ ][ ∑ ∑ ] Keterangan :

: Koefisien korelasi product moment N : Jumlah sampel

x : Skor butir y : Skor total

Validitas suatu butir pertanyaan diukur dengan cara menghitung angka koefisien korelasi antara skor butir dengan skor totalnya. Pertanyaan dalam kuesioner dikatakan valid jika nilai signifikasi korelasi 95% atau a = 0.05. Dengan demikian, pertanyaan dalam kuesioner tersebut dapat digunakan dalam penelitian (Santoso, 2001).

1.4.2 Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas adalah uji statistik yang digunakan untuk menentukan reliabilitas butir dari pertanyaan dalam kehandalannya mengukur variabel. Uji reliabilitas menggunkan Uji Alpha Cronbach dengan rumus sebagai berikut :

[ ] [ (∑ )]

Keterangan :

= Koefisien realibilitas Alpha Cronbach K = Banyaknya butir tes yang diuji

= Varian berlahan ; j = 1,2, … k

= Varian skor tes

Tingkat reliabilitas dapat dimaknai :

 Jika alpha > 0,90 maka reliabilitas sempurna

 Jika alpha antara 0,70 – 0,90 maka reliabilitas tinggi

 Jika alpha antara 0,50 – 0,70 maka reliabilitas moderat

 Jika alpha < 0,50 maka reliabilitas rendah

Sekaran (2014) menyatakan, jika angka koefisien >= 0.60 maka kelompok item-item pertanyaan dapat dianggap reliabel, penelitian ini menggunakan alat bantu SPSS 22.

1.5 Analisis Data

3.8.1 Analisis Regresi Linier Berganda

Analisis ini digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh yang positif dari variabel independen (X1, X2, X3, X4, X5) terhadap variabel dependen (Y) dengan model regresi (Sekaran, 2014) :

Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + b5X5 + e dimana :

Y = Variabel dependen (keputusan pembelian) a = Konstanta

b = Koefisien regresi yang menunjukan angka peningkatan atau penurunan variabel dependen yang didasarkan pada variabel independen.

X = Variabel independen yang terdiri dari : X1 = Advertising

X2 = Sales Promotion X3 = Public Relations X4 = Personal Selling X5 = Interactive Marketing e = Error

3.8.2 Pengujian Hipotesis dengan Uji Secara Serentak (Uji F)

Uji F dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel independen secara bersama-sama terhadap variabel dependen, atau untuk menguji apakah model regresi yang dibuat baik/ signifikan atau tidak baik/ non signifikan. Jika model signifikan maka model bisa digunakan untuk prediksi/ peramalan, sebaliknya jika non/ tidak signifikan maka model regresi tidak bisa digunakan untuk peramalan.

Pengujian hipotesis dengan uji F dilakukan dengan langkah-langkah : a. Membuat formulasi hipotesis

H0 : Secara Simultan tidak ada pengaruh yang signifikan dari kelima variabel independen, terhadap keputusan pembelian.

H1 : Secara Simultan ada pengaruh yang signifikan dari kelima variabel independen, terhadap keputusan pembelian.

b. Menentukan level signifikasi dengan tabel F

Mencari F – hitung dengan rumus :

c. Mengambil keputusan

Jika F hitung < F tabel, maka H0 diterima Jika F hitung = F tabel, maka H0 diterima Jika F hitung > F tabel, maka H0 ditolak.

3.8.3 Pengujian Hipotesis Dengan Uji Parsial (Uji t)

Uji t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen.

Tujuan dari uji t adalah untuk menguji koefisien regresi secara individual.

Pengujian hipotesis dengan uji t dilakukan dengan langkah-langkah : a. Merumuskan hipotesis

H0 : Secara Simultan tidak ada pengaruh yang signifikan dari kelima variabel independen terhadap keputusan pembelian.

H1 : Secara Simultan ada pengaruh yang signifikan dari kelima variabel independen terhadap keputusan pembelian.

b. Menentukan level signifikasi dengan menggunakan tabel t.

Menghitung nilai t – statistik dengan rumus :

c. Mengambil keputusan

Jika t hitung < t tabel atau Nilai Sig > 0,05, maka H0 diterima

Jika t hitung = t tabel atau Nilai Sig = 0,05, maka H0 diterima

Jika t hitung > t tabel atau Nilai Sig < 0,05, maka H0 ditolak.

4.1 Hasil Penelitian

4.1.1 Gambaran Umum PT Pertamina (Persero) 4.1.1.1 Sejarah Singkat

Pertamina adalah perusahaan minyak dan gas bumi yang dimiliki Pemerintah Indonesia (National Oil Company), yang berdiri sejak tanggal 10 Desember 1957 dengan nama PT. Permina. Pada tahun 1961 perusahaan ini berganti nama menjadi PN Permina dan telah merger dengan PN Pertamin, tahun 1968 namanya berubah menjadi PN Pertamina. Dengan bergulirnya Undang- Undang No. 8 Tahun 1971 sebutan perusahaan menjadi Pertamina.

Perubahan pada Pertamina mulai terjadi dengan berubahnya status Pertamina dari Perusahaan negara (PN) menjadi Perseroan Terbatas (PT) berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2001 pada tanggal 23 November 2001 tentang Minyak dan gas Bumi. PT Pertamina (Persero) didirikan berdasarkan akta Notaris Lenny Janis Ishak, SH No. 20 tanggal 17 September 2003, dan disahkan oleh Menteri Hukum & HAM melalui Surat Keputusan No. C-24025 HT.01.01 pada tanggal 09 Oktober 2003. Pendirian Perusahaan ini dilakukan menurut ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Undang-Undang No. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas, Peraturan Pemerintah No. 12 tahun 1998 tentang Perusahaan Perseroan (Persero), dan Peraturan Pemerintah No. 45 tahun 2001 tentang Perubahan atas Peraturan

:

Pemerintah No. 12 tahun 1998 dan peralihannya berdasarkan PP No.31 Tahun 2003: “Tentang pengalihan bentuk perusahaan pertambangan minyak dan gas bumi negara (Pertamina) menjadi perusahaan perseroan (persero)”.

Sesuai akta pendiriannya, maksud dari Perusahaan Perseroan adalah untuk menyelenggarakan usaha di bidang minyak dan gas bumi, baik di dalam maupun di luar negeri serta kegiatan usaha lain yang terkait atau menunjang kegiatan usaha di bidang minyak dan gas bumi tersebut.

Adapun tujuan dari Perusahaan Perseroan adalah untuk:

a. Mengusahakan keuntungan berdasarkan prinsip pengelolaan Perseroan secara efektif dan efisien.

b. Memberikan kontribusi dalam meningkatkan kegiatan ekonomi untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, Perseroan melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:

a. Menyelenggarakan usaha di bidang minyak dan gas bumi beserta hasil olahan dan turunannya.

b. Menyelenggarakan kegiatan usaha di bidang panas bumi yang ada pada saat pendiriannya, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang telah mencapai tahap akhir negosiasi dan berhasil menjadi milik Perseroan.

c. Melaksanakan pengusahaan dan pemasaran Liquified Natural Gas (LNG) dan produk lain yang dihasilkan dari kilang LNG.

d. Menyelenggarakan kegiatan usaha lain yang terkait atau menunjang kegiatan usaha sebagaimana dimaksud dalam butir a,b, dan c.

4.1.1.2 Visi, Misi, dan Tata Nilai Perusahaan

a. Visi Pertamina adalah menjadi Perusahaan Energi Nasional Kelas Dunia.

b. Misi Pertamina adalah Menjalankan usaha minyak, gas, serta energi baru dan terbarukan secara terintegrasi, berdasarkan prinsip-prinsip komersial yang kuat.

c. Tata Nilai

1. Clean. Dikelola secara profesional, menghindari benturan kepentingan, tidak mentoleransi suap, menjunjung tinggi kepercayaan dan integritas.

Berpedoman pada asas-asas tata kelola korporasi yang baik.

2. Confident. Berperan dalam pembangunan ekonomi nasional, menjadi pelopor dalam reformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan membangun kebanggaan bangsa.

3. Competitive. Mampu berkompetisi dalam skala regional maupun internasional, mendorong pertumbuhan investasi, membangun budaya sadar biaya dan menghargai kinerja.

4. Customer Focus. Berorientasi pada kepentingan pelanggan dan berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

5. Commercial. Menciptakan nilai tambah dengan orientasi komersial, mengambil keputusan berdasarkan prinsip-prinsip bisnis yang sehat.

6. Capable. Dikelola oleh pemimpin dan pekerja yang profesional dan memiliki talenta dan penguasaan teknis tinggi, berkomitmen dalam membangun kemampuan riset dan pengembangan.

4.1.1.3 Struktur Organisasi

Struktur organisasi Domestic Gas Region I – PT Pertamina (Persero) Domestic Gas Region I dapat dilihat pada Gambar 4.1.

Gambar 4.1 Struktur organisasi Domestic Gas Region I – PT Pertamina (Persero)

STRUKTUR ORGANISASI DOMESTIC GAS REGION I - PT PERTAMINA (PERSERO)

Operation Area Manager Sumbagut Tommy Irianto

Ast Manager Sales Administration Ahmad Yudistira

Sr Sales Executive LPG II HAMDANI Jr Sales Executive LPG III

M. IBROHIM

Sales Executive LPG Industry&Gas Product Anggi Paramitha Siregar

OH Depot LPG Tanjung Uban Darmanto Hadi C.D. SASONGKO

Manager Domestic Gas Region I Agustinus Santanu Basuki GM Marketing Operation Region I

4.1.2 Hasil Uji Validitas dan Uji Reliabilitas

Pada sub sub bab ini akan dibahas hasil analisis dari pengolahan data yang dikumpulkan melalui kuesioner kepada 30 (tiga puluh) orang responden awal di luar responden yang akan dimintai keterangannya tentang data yang akan dianalisis sebagai hasil penelitian ini. Dari kuesioner tersebut dilakukan uji validitas dan uji realiabilitas. Setelah melakukan dan memaparkan hasil uji pada kuesioner, maka bab ini akan memaparkan pengumpulan dan pengolahan data.

4.1.2.1 Uji Validitas

Uji validitas instrumen perlu dilakukan untuk menjamin bahwa data yang dikumpulkan tersebut sahih (valid). Uji validitas digunakan untuk mengukur ketepatan setiap variabel atau item dalam kuesioner dalam mengukur apa yang ingin diukur. Uji validitas ini dinamakan uji validitas item.Salah satu teknik pengujian yang dapat digunakan dengan aplikasi program SPSS adalah menggunakan korelasi Bivariate Product Moment Pearson (Korelasi Produk Momen Pearson). Uji ini dilakukan dengan cara mengkorelasikan masing-masing skor variabel dengan skor total yang merupakan penjumlahan dari keseluruhan variabel. Jika terdapat korelasi yang signifikan antara variabel pertanyaan dengan skor total, hal ini menunjukan variabel pertanyaan tersebut mampu memberikan dukungan untuk mengungkap apa yang ingin diungkap.

Pengujian ini menggunakan uji dua sisi dengan taraf signifikansi 0.05, dengan kriteria : jika r hitung lebih besar dari r kritis, maka item soal dinyatakan valid. Nilai r tabel menggunakan signifikansi 0.05 dengan uji 2 sisi dan jumlah data (n) = 30 adalah 0.361.

Hasil uji validitas pada penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 4.1.

Tabel 4.1 Hasil Uji Validitas Instrumen Penelitian

Variabel Nomor Soal r hitung r kritis Keterangan

Advertising

4.1.2.2 Uji Reliabilitas

Reliabilitas berfungsi untuk mengukur sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya, maksudnya apabila dalam beberapa pelaksanaan pengukuran terhadap kelompok yang sama diperoleh hasil yang relatif sama.

Dalam penelitian ini, uji reliabilitas dilakukan dengan menggunakan metoda Cronbach Alpha, dimana suatu kuesioner dikatakan reliabel jika nilai Cronbach Alpha lebih besar dari 0.60 (Sekaran, 2006).

Hasil pengujian reliabilitas untuk masing-masing variabel diperoleh data sebagai berikut :

Tabel 4.2 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Penelitian

No. Variabel Nilai Hitung

Cronbach Alpha Keterangan

1 Advertising 0,894 Reliabel

2 Sales Promotion 0,759 Reliabel

3 Public Relations 0,690 Reliabel

4 Personal Selling 0,771 Reliabel

5 Interactive Marketing 0,705 Reliabel

6 Keputusan Pembelian 0,816 Reliabel

Hasil pengujian reliabilitas dalam Tabel 4.2 menunjukkan bahwa semua variabel dalam penelitian mempunyai koefisien Cronbach Alpha yang cukup besar yaitu > 0,60 sehingga dapat dikatakan semua konsep pengukur masing-masing variabel dari kuesioner adalah reliabel yang berarti bahwa kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini merupakan kuesioner yang handal.

4.1.3 Identitas Responden

Responden dalam penelitian ini adalah pelanggan Elpiji Rumah Tangga Tidak Miskin yang telah beralih menggunakan Elpiji Nonsubsidi, yang berjumlah 100 orang. Berikut karakteristik responden penelitian :

Tabel 4.3 Identitas Responden

No Karakteristik Frekuensi (Orang) Persen 1 Jenis Kelamin

a. Laki-laki 51 51

b. Perempuan 49 49

Total 100 100

2 Usia

a. 15- 25 tahun 16 16

b. 26 – 35 tahun 42 42

c. 36 – 45 tahun 36 36

d. >45 tahun 6 6

Total 100 100

3 Pendidikan

a. SD – SMP 16 16

b. SMA 37 37

c. Diploma – S1 42 42

d. S2 5 5

Total 100 100

4 Pekerjaan

a. Pelajar / Mahasiswa 13 13

b. Pegawai Negeri Sipil 12 12

c. Pegawai BUMN 19 19

d. Karyawan Swasta 31 31

e. TNI / POLRI 5 5

f. Wiraswasta 7 7

g. Ibu Rumah Tangga 5 5

h. Lainnya 8 8

Total 100 100

Sumber : Data Penelitian, 2018 (data diolah)

Berdasarkan Tabel 4.3, dapat dipaparkan bahwa responden berjenis kelamin laki-laki sebanyak 51 orang (51%) sedangkan perempuan sebanyak 49 orang (49%). Adapun usia responden didominasi oleh kelompok usia 26-35 tahun (42%) dan kelompok usia 36 – 45 tahun (36%).

Pendidikan terakhir responden didominasi oleh kelompok Diploma-S1 (42%). Dari karekteristik pekerjaan responden terlihat bahwa responden (dalam hal ini pelanggan Elpiji Rumah Tangga Tidak Miskin yang telah beralih

menggunakan Elpiji nonsubsidi) didominasi oleh karyawan swasta dan pegawai BUMN.

4.1.4 Uraian Hasil Kuesioner

Dengan menggunakan teknik purposive sampling dibagikan kuesioner kepada 100 responden yang merupakan pelanggan Elpiji Rumah Tangga Tidak Miskin yang telah beralih menggunakan Elpiji nonsubsidi, untuk mencari tahu persepsinya terhadap bauran komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Pertamina dan apakah ada pengaruh pada keinginan untuk membeli/

menggunakan Elpiji nonsubsidi. Uraian hasil kuesioner dapat dilihat dalam penjabaran berikut:

4.1.4.1 Variabel Advertising

Variabel Advertising menggunakan empat indikator pernyataan yang diuraikan menjadi enam belas pernyataan dengan respons seperti tercantum dalam Tabel 4.4.

Tabel 4.4. Distribusi Jawaban Kuesioner Variabel Advertising

No Pernyataan

Iklan produk Elpiji nonsubsidi rumah tangga yang ditayangkan di televisi sangat menarik

40

Iklan produk Elpiji nonsubsidi rumah tangga yang dimuat di media cetak sangat menarik

55

Iklan produk Elpiji nonsubsidi rumah tangga yang dipasang di baliho sangat menarik

Iklan produk Elpiji nonsubsidi rumah tangga yang dimuat di

No Pernyataan

Iklan produk Elpiji nonsubsidi rumah tangga yang ditayangkan di televisi sangat mudah

Iklan produk Elpiji nonsubsidi rumah tangga yang dipasang di baliho sangat mudah dipahami

79

Iklan produk Elpiji nonsubsidi rumah tangga yang dimuat di radio sangat mudah dipahami

79

Iklan produk Elpiji nonsubsidi rumah tangga sangat sering ditayangkan di televisi

77

Iklan produk Elpiji nonsubsidi rumah tangga sangat sering dimuat di media cetak

81 nonsubsidi rumah tangga sangat sering dijumpai

Iklan produk Elpiji nonsubsidi rumah tangga sangat sering televisi sangat sesuai dengan waktu saya menonton televisi.

75 media cetakdiletakkan di halaman atau rubrik yang sering saya lihat nonsubsidi rumah tangga terletak di lokasi yang strategis yang mudah saya lihat.

66 Tabel 4.4. Distribusi Jawaban Kuesioner Variabel Advertising (lanjutan)

No Pernyataan

Waktu penyiaran iklan produk Elpiji nonsubsidi rumah tangga di radio sangat sesuai dengan waktu saya mendengar radio.

51

Rata-rata Variabel Advertising 1,84

Dari Tabel 4.4 diperoleh bahwa mayoritas responden berpendapat bahwa iklan produk Elpiji nonsubsidi rumah tangga tidak menarik, baik iklan melalui media televisi, media cetak, baliho, maupun radio. Iklan tidak memiliki keunikan yang terlihat berbeda dari iklan lainnya. Iklan Elpiji nonsubsidi tidak banyak memanfaatkan ikon yang sedang disenangi di kalangan masyarakat (tokoh penting, artis terkenal, lokasi atau objek penting, maupun kebiasaan atau budaya yang sedang menjadi trend) sehingga iklan tidak mampu menarik perhatian masyarakat.

Demikian juga dengan kemudahan memahami pesan, mayoritas responden menyatakan bahwa pesan yang disampaikan melalui iklan (baik iklan melalui media televisi, media cetak, baliho, maupun radio) tidak mudah dipahami.

Kalimat atau pesan yang disampaikan terlalu panjang namun tidak memberikan makna yang jelas dan tidak menonjolkan kelebihan dan keunikan dari produk Elpiji nonsubsidi.

Frekuensi penayangan iklan juga dirasa oleh mayoritas responden sangat jarang (baik iklan melalui media televisi, media cetak, baliho, maupun radio). Jam tayang di televisi dan jam penyiaran di radio juga tidak sesuai dengan waktu responden menonton televisi ataupun mendengar radio. Demikian juga dengan penempatan baliho dirasa responden tidak berada pada lokasi yang strategis yang Tabel 4.4. Distribusi Jawaban Kuesioner Variabel Advertising (lanjutan)

mudah dilihat oleh responden, dan penempatan kolom iklan di media cetak tidak berada pada halaman atau rubrik yang mudah atau sering dilihat.

4.1.4.2 Variabel Sales Promotion

Variabel Sales Promotion menggunakan empat indikator pernyataan yang diuraikan dalam lima pernyataan dengan respons seperti tercantum dalam Tabel 4.5.

Tabel 4.5.Distribusi Jawaban Kuesioner Variabel Sales Promotion No Pernyataan

Diskon/ potongan harga yang diberikan untuk produk Elpiji nonsubsidi rumah tangga sangat menarik

Jenis hadiah yang ditawarkan untuk program undian sangat menarik diberikan saat membeli produk Elpiji nonsubsidi rumah tangga sangat

Hadiah langsung untuk pembelian produk Elpiji nonsubsidi rumah tangga tersedia dalam jumlah yang

Rata-rata Variabel Sales Promotion 3,12

Dari Tabel 4.5 diperoleh bahwa mayoritas responden cenderung setuju bahwa diskon/ potongan harga yang diberikan untuk produk Elpiji nonsubsidi rumah tangga sangat menarik. Waktu-waktu yang ditetapkan untuk pemberlakuan diskon Elpiji nonsubsidi sangat sesuai dengan waktu-waktu yang dibutuhan masyarakat, seperti di akhir bulan (di saat cadangan dana keperluan rumah tangga

umumnya menipis) dan di masa-masa menjelang hari besar/ hari raya keagamaan, di mana pada saat-saat itu kebutuhan masyarakat akan Elpiji dan pengeluaran untuk pos-pos lainnya juga cenderung meningkat. Besarnya diskon yang diberikan pada saat-saat seperti itu (akhir bulan dan di saat menjelang hari besar/ hari raya keagamaan) dirasa sangat bermanfaat.

Mayoritas responden juga menyatakan bahwa jenis hadiah untuk hadiah langsung maupun undian sangat menarik dan bermanfaat bagi responden. Hadiah berupa peralatan dapur atau perlengkapan rumah tangga lainnya mempunyai daya tarik dan sangat sesuai dengan kebutuhan responden.

Akan tetapi, cara mengikuti undian dirasa oleh mayoritas responden tidak mudah. Syarat dan ketentuan yang berlaku dirasa terlalu menyulitkan bagi responden, seperti pengisian form yang dilengkapi dengan data KTP, hal ini dianggap responden cukup merepotkan.

4.1.4.3 Variabel Public Relations

Variabel Public Relations menggunakan tiga indikator pernyataan dengan respons seperti tercantum dalam Tabel 4.6.

Tabel 4.6. Distribusi Jawaban Kuesioner Public Relations No Pernyataan

Berita/ artikel tentang produk Elpiji nonsubsidi rumah

Event yang dilakukan oleh Pertamina untuk produk

No Pernyataan mengadakan event untuk produk Elpiji nonsubsidi

Rata-rata variabel Public Realtions 3,25

Dari Tabel 4.6 diperoleh bahwa mayoritas responden cenderung setuju bahwa berita/ artikel Pertamina tentang produk Elpiji nonsubsidi rumah tangga sangat terpercaya. Nama baik PT Pertamina (Persero) di mata masyarakat membuat masyarakat tidak meragukan kredibilitas berita tentang produk Elpiji nonsubsidi rumah tangga yang diberitakan.

Demikian juga dengan event yang dilakukan oleh Pertamina untuk produk Elpiji nonsubsidi, mayoritas responden menyatakan bahwa event tersebut menarik dan sering diadakan. Event yang diadakan dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat, seperti lomba memasak, olahraga bersama, dan lain-lain sehingga masyarakat bersedia mengikutinya bahkan sangat menyenangi apabila event tersebut sering diadakan.

4.1.4.4 Variabel Personal Selling

Variabel Personal Selling menggunakan empat indikator pernyataan dengan respon seperti tercantum dalam Tabel 4.7.

Tabel 4.7. Distribusi Jawaban Kuesioner Variabel Personal Selling No Pernyataan

Presentasi langsung yang diberikan tenaga penjual produk Elpiji nonsubsidi rumah tangga sangat menarik

25

Tabel 4.6. Distribusi Jawaban Kuesioner Public Relations (lanjutan)

No Pernyataan menjelaskan dengan sangat

baik tentang produk Elpiji nonsubsidi rumah tangga

(35%) (14%) (7%) (9%) (35%)

3

Pameran produk Elpiji non subsidi rumah tangga sangat menarik

Pertamina sangat sering mengadakan pameran produk Elpiji non subsidi rumah

Rata-rata Variabel Personal Selling 3,04

Dari Tabel 4.7 diperoleh bahwa mengenai daya tarik presentasi langsung yang dilakukan oleh tenaga penjual Elpiji nonsubsidi, tanggapan responden hampir berimbang antara yang menyatakan presentasi langsung tersebut menarik dengan yang menyatakan presentasi langsung tersebut tidak menarik. Presentasi langsung yang dilakukan oleh tenaga penjual Elpiji nonsubsidi dinilai kurang mampu menciptakan suasana yang interaktif antara penjual dan calon konsumen.

Presentasi yang dilakukan cenderung monoton dan bersifat satu arah.

Untuk kemampuan tenaga penjual dalam menjelaskan produk, mayoritas responden cenderung menyatakan bahwa tenaga penjual tidak mampu menjelaskan dengan baik tentang produk Elpiji nonsubsidi rumah tangga. Tenaga penjual dinilai tidak mampu menerangkan pesan mengenai kelebihan produk Elpiji nonsubsidi secara lugas dan singkat.

Demikian juga dengan daya tarik pameran produk, mayoritas responden cenderung menyatakan bahwa pameran produk Elpiji nonsubsidi rumah tangga tidak menarik, walaupun pameran tersebut diakui oleh mayoritas responden sering diadakan. Lokasi dan display booth pameran seringkali tidak mudah terlihat

Tabel 4.7. Distribusi Jawaban Kuesioner Variabel Personal Selling (lanjutan)

(eyecatching) oleh calon konsumen, sehingga calon konsumen tidak mampir untuk melihat-lihat atau membeli produk Elpiji nonsubsidi. Responden juga menyatakan bahwa sering terjadi di event pameran tidak diberlakukan diskon khusus atau promo lainnya sehingga calon konsumen tidak tertarik membeli produk Elpiji nonsubsidi. Suasana interaktif dan atraktif dengan melakukan demo langsung dari produk Elpiji nonsubsidi juga terkadang tidak ditemukan dalam pameran-pameran yang dilakukan oleh Pertamina, padahal komunikasi dua arah dengan pengunjung melalui praktik ini dapat membuat pengunjung lebih memahami produk Elpiji nonsubsidi dan dapat menggugah pengunjung untuk membeli produk Elpiji nonsubsidi.

4.1.4.5 Variabel Interactive Marketing

Variabel Interactive Marketing menggunakan empat indikator pernyataan dengan respons seperti tercantum dalam Tabel 4.8.

Tabel 4.8. Distribusi Jawaban Kuesioner Variabel Interactive Marketing

No Pernyataan

Desain website untuk produk Elpiji nonsubsidi rumah tangga sangat menarik

Website memberikan informasi yang sangat lengkap tentang produk Elpiji nonsubsidi rumah tangga

Informasi dari website mengenai produk Elpiji non subsidi rumah tangga sangat terpercaya

Aplikasi Bright Home Service yang diluncurkan Pertamina sangat mudah digunakan Rata-rata Variabel Interactive Marketing 2,96

Dari Tabel 4.8 diperoleh bahwa mayoritas responden cenderung menyatakan bahwa desain website untuk produk Elpiji nonsubsidi rumah tangga tidak menarik, tidak memiliki keunikan dibanding website lainnya. Desain website untuk produk Elpiji nonsubsidi tidak bersifat responsif, di mana website hanya terlihat dan berfungsi dengan baik pada perangkat komputer, namun tidak terlihat dan berfungsi dengan baik pada perangkat mobile, tablet, dan sejenisnya. Fitur adaptif juga belum diterapkan pada website produk Elpiji nonsubsidi sehingga tampilan website tidak secara otomatis bisa sesuai dengan ukuran layar dan fungsi pada perangkat yang berbeda.

Oleh karena desain website produk Elpiji nonsubsidi tidak memiliki keunikan atau kelebihan dibanding website lainnya, maka informasi yang disajikan mengenai produk Elpiji nonsubsidi rumah tangga dianggap tidak terpercaya. Informasi yang disajikan mengenai produk Elpiji nonsubsidi di website tersebut juga dinilai kurang lengkap.

Dari Tabel 4.8 juga dapat dilihat bahwa menurut responden aplikasi Bright Home Service yang diluncurkan Pertamina tidak mudah digunakan, terutama untuk

pengguna yang masih awam karena desain aplikasi yang tidak sederhana dan sistem navigasi yang kurang responsif.

4.1.4.6 Variabel Keputusan Pembelian

Variabel Keputusan Pembelian menggunakan lima indikator pernyataan dengan respons seperti tercantum dalam Tabel 4.9.

Tabel 4.9. Distribusi Jawaban Kuesioner Variabel Keputusan Pembelian

Saya sangat membutuhkan produk Elpiji nonsubsidi rumah tangga

Saya mencari informasi mengenai produk Elpiji nonsubsidi rumah tangga Pertamina nonsubsidi rumah tangga karena kemanannya Pertamina nonsubsidi rumah tangga karena ukuran/

volumenya

volumenya