BAB III METODOE PENELITIAN
3.8 Analisis Data
3.8.3 Pengujian Hipotesis dengan Uji Parsial (Uji t)
c. Mengambil keputusan
Jika F hitung < F tabel, maka H0 diterima Jika F hitung = F tabel, maka H0 diterima Jika F hitung > F tabel, maka H0 ditolak.
3.8.3 Pengujian Hipotesis Dengan Uji Parsial (Uji t)
Uji t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen.
Tujuan dari uji t adalah untuk menguji koefisien regresi secara individual.
Pengujian hipotesis dengan uji t dilakukan dengan langkah-langkah : a. Merumuskan hipotesis
H0 : Secara Simultan tidak ada pengaruh yang signifikan dari kelima variabel independen terhadap keputusan pembelian.
H1 : Secara Simultan ada pengaruh yang signifikan dari kelima variabel independen terhadap keputusan pembelian.
b. Menentukan level signifikasi dengan menggunakan tabel t.
Menghitung nilai t – statistik dengan rumus :
c. Mengambil keputusan
Jika t hitung < t tabel atau Nilai Sig > 0,05, maka H0 diterima
Jika t hitung = t tabel atau Nilai Sig = 0,05, maka H0 diterima
Jika t hitung > t tabel atau Nilai Sig < 0,05, maka H0 ditolak.
4.1 Hasil Penelitian
4.1.1 Gambaran Umum PT Pertamina (Persero) 4.1.1.1 Sejarah Singkat
Pertamina adalah perusahaan minyak dan gas bumi yang dimiliki Pemerintah Indonesia (National Oil Company), yang berdiri sejak tanggal 10 Desember 1957 dengan nama PT. Permina. Pada tahun 1961 perusahaan ini berganti nama menjadi PN Permina dan telah merger dengan PN Pertamin, tahun 1968 namanya berubah menjadi PN Pertamina. Dengan bergulirnya Undang- Undang No. 8 Tahun 1971 sebutan perusahaan menjadi Pertamina.
Perubahan pada Pertamina mulai terjadi dengan berubahnya status Pertamina dari Perusahaan negara (PN) menjadi Perseroan Terbatas (PT) berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2001 pada tanggal 23 November 2001 tentang Minyak dan gas Bumi. PT Pertamina (Persero) didirikan berdasarkan akta Notaris Lenny Janis Ishak, SH No. 20 tanggal 17 September 2003, dan disahkan oleh Menteri Hukum & HAM melalui Surat Keputusan No. C-24025 HT.01.01 pada tanggal 09 Oktober 2003. Pendirian Perusahaan ini dilakukan menurut ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Undang-Undang No. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas, Peraturan Pemerintah No. 12 tahun 1998 tentang Perusahaan Perseroan (Persero), dan Peraturan Pemerintah No. 45 tahun 2001 tentang Perubahan atas Peraturan
:
Pemerintah No. 12 tahun 1998 dan peralihannya berdasarkan PP No.31 Tahun 2003: “Tentang pengalihan bentuk perusahaan pertambangan minyak dan gas bumi negara (Pertamina) menjadi perusahaan perseroan (persero)”.
Sesuai akta pendiriannya, maksud dari Perusahaan Perseroan adalah untuk menyelenggarakan usaha di bidang minyak dan gas bumi, baik di dalam maupun di luar negeri serta kegiatan usaha lain yang terkait atau menunjang kegiatan usaha di bidang minyak dan gas bumi tersebut.
Adapun tujuan dari Perusahaan Perseroan adalah untuk:
a. Mengusahakan keuntungan berdasarkan prinsip pengelolaan Perseroan secara efektif dan efisien.
b. Memberikan kontribusi dalam meningkatkan kegiatan ekonomi untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, Perseroan melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:
a. Menyelenggarakan usaha di bidang minyak dan gas bumi beserta hasil olahan dan turunannya.
b. Menyelenggarakan kegiatan usaha di bidang panas bumi yang ada pada saat pendiriannya, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang telah mencapai tahap akhir negosiasi dan berhasil menjadi milik Perseroan.
c. Melaksanakan pengusahaan dan pemasaran Liquified Natural Gas (LNG) dan produk lain yang dihasilkan dari kilang LNG.
d. Menyelenggarakan kegiatan usaha lain yang terkait atau menunjang kegiatan usaha sebagaimana dimaksud dalam butir a,b, dan c.
4.1.1.2 Visi, Misi, dan Tata Nilai Perusahaan
a. Visi Pertamina adalah menjadi Perusahaan Energi Nasional Kelas Dunia.
b. Misi Pertamina adalah Menjalankan usaha minyak, gas, serta energi baru dan terbarukan secara terintegrasi, berdasarkan prinsip-prinsip komersial yang kuat.
c. Tata Nilai
1. Clean. Dikelola secara profesional, menghindari benturan kepentingan, tidak mentoleransi suap, menjunjung tinggi kepercayaan dan integritas.
Berpedoman pada asas-asas tata kelola korporasi yang baik.
2. Confident. Berperan dalam pembangunan ekonomi nasional, menjadi pelopor dalam reformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan membangun kebanggaan bangsa.
3. Competitive. Mampu berkompetisi dalam skala regional maupun internasional, mendorong pertumbuhan investasi, membangun budaya sadar biaya dan menghargai kinerja.
4. Customer Focus. Berorientasi pada kepentingan pelanggan dan berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.
5. Commercial. Menciptakan nilai tambah dengan orientasi komersial, mengambil keputusan berdasarkan prinsip-prinsip bisnis yang sehat.
6. Capable. Dikelola oleh pemimpin dan pekerja yang profesional dan memiliki talenta dan penguasaan teknis tinggi, berkomitmen dalam membangun kemampuan riset dan pengembangan.
4.1.1.3 Struktur Organisasi
Struktur organisasi Domestic Gas Region I – PT Pertamina (Persero) Domestic Gas Region I dapat dilihat pada Gambar 4.1.
Gambar 4.1 Struktur organisasi Domestic Gas Region I – PT Pertamina (Persero)
STRUKTUR ORGANISASI DOMESTIC GAS REGION I - PT PERTAMINA (PERSERO)
Operation Area Manager Sumbagut Tommy Irianto
Ast Manager Sales Administration Ahmad Yudistira
Sr Sales Executive LPG II HAMDANI Jr Sales Executive LPG III
M. IBROHIM
Sales Executive LPG Industry&Gas Product Anggi Paramitha Siregar
OH Depot LPG Tanjung Uban Darmanto Hadi C.D. SASONGKO
Manager Domestic Gas Region I Agustinus Santanu Basuki GM Marketing Operation Region I
4.1.2 Hasil Uji Validitas dan Uji Reliabilitas
Pada sub sub bab ini akan dibahas hasil analisis dari pengolahan data yang dikumpulkan melalui kuesioner kepada 30 (tiga puluh) orang responden awal di luar responden yang akan dimintai keterangannya tentang data yang akan dianalisis sebagai hasil penelitian ini. Dari kuesioner tersebut dilakukan uji validitas dan uji realiabilitas. Setelah melakukan dan memaparkan hasil uji pada kuesioner, maka bab ini akan memaparkan pengumpulan dan pengolahan data.
4.1.2.1 Uji Validitas
Uji validitas instrumen perlu dilakukan untuk menjamin bahwa data yang dikumpulkan tersebut sahih (valid). Uji validitas digunakan untuk mengukur ketepatan setiap variabel atau item dalam kuesioner dalam mengukur apa yang ingin diukur. Uji validitas ini dinamakan uji validitas item.Salah satu teknik pengujian yang dapat digunakan dengan aplikasi program SPSS adalah menggunakan korelasi Bivariate Product Moment Pearson (Korelasi Produk Momen Pearson). Uji ini dilakukan dengan cara mengkorelasikan masing-masing skor variabel dengan skor total yang merupakan penjumlahan dari keseluruhan variabel. Jika terdapat korelasi yang signifikan antara variabel pertanyaan dengan skor total, hal ini menunjukan variabel pertanyaan tersebut mampu memberikan dukungan untuk mengungkap apa yang ingin diungkap.
Pengujian ini menggunakan uji dua sisi dengan taraf signifikansi 0.05, dengan kriteria : jika r hitung lebih besar dari r kritis, maka item soal dinyatakan valid. Nilai r tabel menggunakan signifikansi 0.05 dengan uji 2 sisi dan jumlah data (n) = 30 adalah 0.361.
Hasil uji validitas pada penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 4.1.
Tabel 4.1 Hasil Uji Validitas Instrumen Penelitian
Variabel Nomor Soal r hitung r kritis Keterangan
Advertising
4.1.2.2 Uji Reliabilitas
Reliabilitas berfungsi untuk mengukur sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya, maksudnya apabila dalam beberapa pelaksanaan pengukuran terhadap kelompok yang sama diperoleh hasil yang relatif sama.
Dalam penelitian ini, uji reliabilitas dilakukan dengan menggunakan metoda Cronbach Alpha, dimana suatu kuesioner dikatakan reliabel jika nilai Cronbach Alpha lebih besar dari 0.60 (Sekaran, 2006).
Hasil pengujian reliabilitas untuk masing-masing variabel diperoleh data sebagai berikut :
Tabel 4.2 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Penelitian
No. Variabel Nilai Hitung
Cronbach Alpha Keterangan
1 Advertising 0,894 Reliabel
2 Sales Promotion 0,759 Reliabel
3 Public Relations 0,690 Reliabel
4 Personal Selling 0,771 Reliabel
5 Interactive Marketing 0,705 Reliabel
6 Keputusan Pembelian 0,816 Reliabel
Hasil pengujian reliabilitas dalam Tabel 4.2 menunjukkan bahwa semua variabel dalam penelitian mempunyai koefisien Cronbach Alpha yang cukup besar yaitu > 0,60 sehingga dapat dikatakan semua konsep pengukur masing-masing variabel dari kuesioner adalah reliabel yang berarti bahwa kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini merupakan kuesioner yang handal.
4.1.3 Identitas Responden
Responden dalam penelitian ini adalah pelanggan Elpiji Rumah Tangga Tidak Miskin yang telah beralih menggunakan Elpiji Nonsubsidi, yang berjumlah 100 orang. Berikut karakteristik responden penelitian :
Tabel 4.3 Identitas Responden
No Karakteristik Frekuensi (Orang) Persen 1 Jenis Kelamin
a. Laki-laki 51 51
b. Perempuan 49 49
Total 100 100
2 Usia
a. 15- 25 tahun 16 16
b. 26 – 35 tahun 42 42
c. 36 – 45 tahun 36 36
d. >45 tahun 6 6
Total 100 100
3 Pendidikan
a. SD – SMP 16 16
b. SMA 37 37
c. Diploma – S1 42 42
d. S2 5 5
Total 100 100
4 Pekerjaan
a. Pelajar / Mahasiswa 13 13
b. Pegawai Negeri Sipil 12 12
c. Pegawai BUMN 19 19
d. Karyawan Swasta 31 31
e. TNI / POLRI 5 5
f. Wiraswasta 7 7
g. Ibu Rumah Tangga 5 5
h. Lainnya 8 8
Total 100 100
Sumber : Data Penelitian, 2018 (data diolah)
Berdasarkan Tabel 4.3, dapat dipaparkan bahwa responden berjenis kelamin laki-laki sebanyak 51 orang (51%) sedangkan perempuan sebanyak 49 orang (49%). Adapun usia responden didominasi oleh kelompok usia 26-35 tahun (42%) dan kelompok usia 36 – 45 tahun (36%).
Pendidikan terakhir responden didominasi oleh kelompok Diploma-S1 (42%). Dari karekteristik pekerjaan responden terlihat bahwa responden (dalam hal ini pelanggan Elpiji Rumah Tangga Tidak Miskin yang telah beralih
menggunakan Elpiji nonsubsidi) didominasi oleh karyawan swasta dan pegawai BUMN.