WILAYAH PROYEK
2.2. Kondisi Fisik dan Administrasi
2.1. Batasan Wilayah Proyek
Wilayah Proyek Master Plan Drainase Kota Balikpapan meliputi daerah yang berada dalam batas administrasi Kota Balikpapan dan sebagian besar termasuk dalam Daerah Aliran Sungai-sungai di wilayah Kota Balikpapan yang bermuara di Teluk Balikpapan dan Selat Makasar. Daerah Aliran Sungai-sungai tersebut, di sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Kutai Kertanegara, sebelah selatan berbatasan dengan Selat Makasar, sebelah timur berbatasan dengan Selat Makasar dan sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Panajam Paser Utara.
2.2. Kondisi Fisik dan Administrasi
2.2.1. Kondisi Fisik a. Geografi
Kota Balikpapan dengan luas 503,30 Km2 menurut letak geografinya berada pada posisi 1° LS - 11° LS dan diantara 116° 50’ BT - 117° 5’ BT, dengan batas-batas sebagai berikut :
Sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Kutai Kertanegara
Sebelah selatan berbatasan dengan Selat Makasar
Sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Kutai Kertanegara
Sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Penajam Paser Utara
b. Topografi
Berdasarkan kemiringan dan ketinggian dari permukaan laut, kondisi topografi Kota Balikpapan sangat beragam, terdiri dari wilayah pantai pada ketinggian 0 meter dan wilayah berbukit dengan ketinggian sampai 100 meter di atas permukaan laut. Sebagian besar wilayah Kota Balikpapan yaitu 30.565 Ha mempunyai kelas kemiringan antara 15% sampai 40%.
Ditinjau dari ketinggian, Kota Balikpapan berada pada ketinggian 0 – 100 m yang dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok ketinggian yaitu : ketinggian antara 0 – 7 m seluas 14,2 %, antara 7 – 25 m seluas 32,3 %, dan ketinggian lebih besar dari 25 – 100 m seluas 53,5 %.
c. Tata Guna Lahan
Penggunaan lahan di wilayah Kota Balikpapan secara keseluruhan terdiri dari kawasan permukiman dan perkotaan, pertanian dan peternakan, tempat usaha, industri, perdagangan dan jasa, serta kawasan lindung.
Permukiman yang paling padat di wilayah Kota Balikpapan terdapat di Kecamatan Balikpapan Tengah, diikuti oleh Kecamatan Balikpapan Selatan merupakan permukiman swadaya masyarakat yang tumbuh bersamaan dengan perkembangan dan pembangunan kota. Pengembangan daerah permukiman dicirikan dari bangunan perumahan-perumahan yang mengikuti pertumbuhan kawasan industri, kawasan perkantoran baik swasta maupun pemerintah. Permukiman tersebut di atas umumnya sudah teratur dan mempunyai fasilitas perkotaan yang memadai. Permukiman Real Estate sebagian besar terkonsentrasi di Kecamatan Balikpapan Selatan, Balikpapan Timur, Balikpapan Utara dan dan sebagian kecil di Balikpapan Barat dan Tengah. Namun demikian di kawasan perkotaan yang padat didapati pula kawasan kumuh yang tidak mengikuti rencana kota. Kawasan kumuh tersebut banyak tersebar di wilayah pantai, bantaran sungai dan lereng bukit.
Kawasan perdagangan dan jasa pada kondisi sekarang masih terpusat di Balikpapan Tengah dan Balikpapan Selatan. Kawasan industri, seperti Pertamina di Kelurahan Baru Ilir Kecamatan Balikpapan Barat. Sedangkan pengembangan kawasan industri akan direalisasikan di Kariangau. Kegiatan industri kecil masih tersebar di berbagai kawasan permukiman dan di bantaran sungai yang cenderung kumuh dan rawan pencemaran. Di Kota Balikpapan terdapat pula kawasan permukiman nelayan di atas air/pantai yang letaknya mengikuti garis pantai jauh dari kota dengan kondisi umumnya kumuh. Permukiman semacam ini terdapat di Kecamatan Balikpapan Selatan, yaitu di Kelurahan Prapatan, Klandasan Ilir, Klandasan Ulu, Damai, dan Sepinggan. Di Kecamatan Balikpapan Barat yaitu di Kelurahan Margasari, Baru Tengah, Baru Ulu dan Baru Ilir serta sebagian kecil di Kelurahan Margomulyo dan Kariangau serta di Kecamatan Balikpapan Timur, yaitu di Kelurahan Sepinggan, Manggar Baru, Lamaru dan Teritip.
Kawasan perkantoran meliputi perkantoran swasta yang akan berkembang cukup pesat seiring berkembangnya potensi bisnis yang ada di Kota Balikpapan. Saat ini pusat perkantoran yang diminati adalah di Klandasan Hulu, Klandasan Ilir serta di kawasan pusat kota yang baru di Kelurahan Batu Ampar sebelah timur atau di Kelurahan Sepinggan sebelah utara. Kawasan Pemerintahan dan fasilitas umum saat ini kawasan tersebut sifatnya masih tersebar di Kota Balikpapan, yaitu Kantor Instansi Pemerintah Kota terpusat di Jl. Jenderal Sudirman Kelurahan Klandasan Ulu Kecamatan Balikpapan Selatan, sedang kantor pemerintahan di tingkat bawahnya tersebar di pusat kecamatan dan kelurahan. Sedang fasilitas umum meliputi fasilitas kesehatan (balai pengobatan/rumah sakit/puskesmas, rumah bersalin dan apotik), fasilitas pendidikan (Sekolah Dasar, SLTP dan SMU) dan fasilitas peribadahan (masjid, gereja, pura, wihara) tersebar di Kota Balikpapan.
Kawasan pertanian yaitu berupa sawah tadah hujan tercatat 909 ha, sedang yang bukan berupa sawah (pekarangan, kebun, dll) seluas 37.839 ha.
Kawasan perikanan darat berupa tambak di darat, di tepi sungai atau di tepi pantai tersebar di Kelurahan Teritip, Manggar, Manggar Baru dan Kariangau.
Kawasan Lindung, meliputi hutan lindung yang berada di sebelah utara, yaitu Hutan Lindung DAS Sungai Wain (7203,18 Ha) dan Hutan Lindung DAS Sungai Manggar (4500 Ha) menurut hasil interprestasi citra satelit LANDSAT-TM 2000 tahun 2003. Luas ini diketahui sudah berkurang dari hasil pendataan sebelumnya. Lahan didominasi oleh semak belukar dan sebagian berupa perkebunan penduduk. Kawasan lindung tersebut merupakan daerah resapan, terutama bagi Waduk Manggar yang merupakan sumber air baku Kota Balikpapan.
Di samping kawasan lindung terdapat pula kawasan yang perlu dilestarikan, yaitu kawasan sepanjang pantai di selatan wilayah Kota Balikpapan, kawasan sempadan sungai di sepanjang Sungai Wain dan Sungai Manggar Besar, serta kawasan hutan bakau (mangrove) di Teluk Balikpapan. Tahun 2000 tercatat hutan bakau seluas 1.810 Ha
Yang memprihatinkan adalah adanya lahan kritis di wilayah Kota Balikpapan pada tahun 2003 tercatat seluas 656,3 Ha. Lokasi kawasan tersebut paling dominan terdapat di Kelurahan Sepinggan, Kelurahan Damai dan Kelurahan Gunung Bahagia yang berada di wilayah Balipapan Selatan dan ada kecenderungan luas lahan kritis makin meningkat di berbagai tempat.
d. Iklim
Untuk mengetahui keadaan iklim Kota Balikpapan dalam menentukan kondisi air/sumber air dilakukan pencatatan oleh Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) yang mana hasil pendataan tersebut dapat dijabarkan mengenai data-data tentang suhu udara, kecepatan angin, curah hujan dan sinar matahari.
Kondisi klimatologi Kota Balikpapan adalah sebagai berikut : suhu udara rata-rata 27,85
o
C, suhu udara minimum 23 oC dan maksimum 32,5 oC. Kelembaban udara berkisar 85%, tekanan udara 1.010,3 mb, curah hujan tahunan bervariasi antara 1.483 - 3.592 mm, Curah hujan rata-rata tahunan 2.914 mm, kecepatan angin 6 knots dan penyinaran matahari 48 %.
e. Hidrologi
Potensi hidrologi yang terdapat di Kota Balikpapan meliputi air tanah dan air permukaan (sungai). Potensi air tanah di Kota Balikpapan termasuk dalam klasifikasi cukup baik. Sesuai dengan kondisi topografi dan fisiografi wilayah yang berbukit, menyebabkan pola aliran air tanah yang terbentuk mengalir dari arah wilayah bagian utara menuju ke arah wilayah bagian selatan kota. Adanya keterbatasan penyediaan air bersih PDAM meyebabkan banyak penduduk yang memanfaatkan air tanah untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Hal ini perlu mendapat perhatian khusus (perlu diwaspadai) karena pengambilan air tanah secara berlebihan dikhawatirkan dapat mengganggu potensi air tanah, yaitu penurunan muka air tanah, salinasi dan intrusi air laut. Kasus intrusi air laut dan salinasi telah terjadi di wilayah Sungai Wain, Sungai Somber, Sungai Manggar, Sungai Tempadung dan Sungai Lempasuang.
Potensi air permukaan dapat dilihat dari banyaknya sungai-sungai besar di Kota Balikpapan, sebagai berikut :
Tabel 2.1 Daftar Sungai Besar di Kota Balikpapan
No Nama Sungai Panjang (m)
1 S. Wain 11.200
2 S. Somber 7.100
3 S. Klandasan Kecil 3.800
4 S. Klandasan Besar / Ampal 4.900
5. S. Sepinggan 5.600 6. S. Batakan Kecil 5.100 7. S. Batakan Besar 9.500 8. S. Manggar Kecil 7.200 9. S. Manggar Besar 19.400 10. S. Lamaru 2.300 11. S. Ajiraden 2.100
12. S. Teritip 4.200
13. S. Selok Api 6.700
Selain sungai-sungai besar, jug terdapat sungai-sungai kecil yang jumlahnya mencapai 24 sungai.
Perkembangan permukiman ke daerah hulu sungai menyebabkan berkurangnya lahan berhutan yang berfungsi sebagai daerah resapan, dan sebagai dampaknya timbul masalah banjir seperti yang terjadi di Sungai Ampal/Sungai Klandasan Besar.
2.2.2. Wilayah Administrasi
Secara geografis wilayah Kota Balikpapan berada antara 1 LS – 11 LS dan 116,5 BT – 117,5 BT yang luasnya sekitar 503,3 Km2.
Dengan diberlakukannya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 38 Tahun 1996, maka sejak 24 Pebruari 1998 Kota Balikpapan dimekarkan dari 3 (tiga) Kecamatan menjadi 5 (lima) Kecamatan dan 27 kelurahan (Sumber Data : *) Kantor Pertahanan Propinsi Kaltim, berdasarkan Penjabaran UU No. 22 Tahun 1999 dan UU 4799), yaitu :
1. Kecamatan Balikpapan Timur (meliputi Kelurahan Manggar, Manggar Baru, Lamaru dan Teritip)
2. Kecamatan Balikpapan Selatan (meliputi Kelurahan Prapatan, Telaga Sari, Klandasan Ulu, Klandasan Ilir, Damai, Gunung Bahagia dan Sepinggan)
3. Kecamatan Balikpapan Utara (meliputi Kelurahan Gunung Samarinda, Muara Rapak, Batu Ampar dan Karang Joang)
4. Kecamatan Balikpapan Tengah (meliputi Kelurahan Gunung Sari Ilir, Gunungsari Ulu, Mekarsari, Karang Rejo, Sumber Rejo, dan Karang Jati).
5. Kecamatan Balikpapan Barat (meliputi Kelurahan Baru Ilir, Margo Mulyo, Marga Sari, Baru Tengah , Baru Ulu, Kariangao).
2.3. Kondisi Sosial Ekonomi