Masyarakat 20 tahun tinggal di badur mengenal masyarakat elite dan masyarakat bawah (slum area)
4.3 Hasil Interprestasi Data
4.3.4 Kondisi Jarak Sosial Masyarakat Elite Dan Masyarakat Slum Area
Dalam setiap interaksi sosial yang dilakukan di masyarakat memiliki fakor yang mempengaruhi sehingga terjadi perbedaan pola dan bentuk interaksi yang ada. Dalam interaksi terdapat aturan dan ruang yang mempengaruhi terjadi interaksi sosial. Menurut W.I Thomas aturan mengenai jarak berinteraksi mempengaruhi proses terjadi interaksi. Saat terjadi jarak dalam interaksi dimana seorang harus membatasi proses interaksi yang terjadi disebabkan banyak faktor sehingga menimbulkan perbedaan dalam hubungan sosial. Beberapa faktor yang mempengaruhi memberikan pengaruh sehingga terjadi jarak sosial diantara dalam proses terjadinyaa interaksi sosial. Berdasarkan data lapangan terdapat beberapa faktor yang menyebabkan terjadi jarak sosial dalam interaksi antara masyarakat elite dan masyarakat slum area/pinggiran.
Faktor pertama adanya perbedaan kelas ekonomi yang semakin melebarkan jarak sosial antara masyarakat elite dan masyarakat slum area. Semakin tinggi penghasilan seseorang akan semakin terlihat jarak sosial yang terjadi dalam interaksi antara masyarakat elite dan masyarakat slum area/pinggiran. Adanya kecendenrungan pemisahan yang harus dibedakan antara kedua masyarakat yang lebih dikenal dengan segregasi. Hal ini dapat dilihat dari pengelompokan masyarakat slum area/pinggiran tinggal di badur bawah sedangkan masyarakat elite berada di atas. Dalam proses interaksi yang terjadi kedua masyarakat saling mengelompok berdasarkan kesamaan kriteria jika masyarakat elite lebih terbuka dengan masyarakat elite dan sebaliknya masyarakat slum area dengan slum area. Pola interaksi yang terjadi bersifat disharmonisasi diantara masyarakat atas dan bawah tidak saling mengenal. Disharmonisasi disebabkan banyak faktor yang mempengaruhinhya,
pertama sikap tertutup masyarakat atas terhadap masyarakat bawah sehingga menyulitkan mereka bertemu. Dalam setiap kesempatan kegiatan sosial yang dilakukan oleh masyarakat badur masyarakat atas khusus masyarakat ekonomi elite tidak ingin membuka diri mengikuti kegiatan bersama-sama sehingga mengakibatkan interaksi yang kurang baik. kedua perbedaan latar belakang budaya masyarakat atas terdiri dari suku tionghoa, padang, minang, batak dan lainnya serta mayoritas beragama budha, hindu, islam dan Kristen.
Masyarakat bawah terdiri dari suku minang, jawa, padang dan campuran dengan mayoritas beragama islam menyebabkan tidak pernah ada ruang sosial yang dapat mempertemukan mereka untuk saling berinteraksi. Perbedaan latarbelakang budaya menyulitkan terjadi interaksi sosial diantara mereka, serta adanya anggapan pemikiran masyarakat atas tidak suka membuang waktu untuk hal yang tidak penting. Ketiga, bentuk interaksi sesuai dengan kedudukan dan kondisi artinya individu diharuskan mengerti dengan bagaimana cara berinteraksi dengan individu yang memiliki kedudukan dan kondisi yang lebih dari individu lainnya.
Pada umum masyarakat badur atas termasuk kedalam golongan ekonomi menengah dan elite sehingga masyarakat badur bawah harus dapat membedakan cara berinteraksi dengan mereka yang memiliki kedudukan.Masyarakat badur atas khusus masyarakat elite hampir keseluruhan etnis tionghoa serta mereka memiliki perusahaan untuk bertemu dengan mereka sangat sulit harus menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan dengan membuat sebuah proposal kunjungan kerja. Keselurah hal diatas mendorong terjadi jarak sosial antara masyarakat slum area/pinggiran dan masyarakat elite. Selanjutnya faktor yang menyebabkan terjadi
jarak sosial ruang-ruang sosial yang tersedia namun masyarakat elite tidak ingin membuka diri sehingga sangat sulit untuk dapat berinteraksi untuk mempereratkan hubungan sosial antara masyarakat elite dan masyarakat slum area/ pinggiran yang berada dalam satu kawasan lingkungan namun tidak saling mengenal.
Jarak sosial digunakan untuk mengukur jauh atau dekatnya kedekatan emosi antara individu dengan individu lain, individu dengan kelompok dan kelompok dengan kelompok. Jarak sosial dapat dilihat dari indikator perilaku menjauhi kelompok lain, perilaku berteman dan bergaul dengan teman sendiri dan bemukim hanya dengan anggota kelompok sendiri. Perilaku jarak sosial yang ditunjukkan oleh masyarakat badur bawah dan badur atas berupa perilaku mengelompok bermukim dengan anggota kelompok yang sama dengan kondisi sosial ekonomi mereka. Masyarakat slum area/pinggiran mendirikan rumah diatas sungai, dengan kondisi bangun terbuat dari kayu serta bertangga dengan tujuan pada saat terjadi hujan air tidak masuk kedalam rumah serta saat banjir mereka naik keatas. Masyarakat badur atas yang terdiri dari golongan masyarakat menengah mendirikan rumah di atas tanah bahan bangunan terbuat dari batu, hampir keseluruhan milik rumah sendiri serta berpagar. Masyarakat badur atas khusus masyarakat elite memilih mendirikan rumah mengelompok dengan pola bersebelahan dengan masyarakat elite juga dengan kondisi rumah mewah, berpagar tinggi dilengkapi dengan cctv serta masing-masing rumah memiliki penjaganya.
Perilaku berinteraksi yang di tunjukkan juga memperlihatkan adanya jarak sosial antara masyarakat badur bawah dan masyarakat badur atas yakni, keengganan masyarakat badur atas khusus masyarakat elite untuk membuka diri
menjalin interaksi dengan masyarakat lingkungan sekitarnya. Kesibukan masyarakat elite dalam bekerja menjadi alasan mereka tidak pernah bisa mengikuti kegiatan yang dilakukan masyarakat badur bawah. Hanya sebagian masyarakat badur atas khusus masyarakat menengah yang membuka diri bergaul dengan masyarakat badur bawah. Interaksi yang terjalin antara masyarakat badur bawah dengan masyarakat badur bawah bersifat disharmonisasi diantara kedua anggota masyarakat tidak saling mengenal, ataupun jika mengenal hanya sekedar kenal tidak sampai mengenal namanya dan identitas diri lainnya. Jarak sosial menyebabkan adanya perbedaan dalam berhubungan sosial sehingga menyebabkan perilaku mengelompok dalam proses interaksi yang didasari oleh kesamaan diantara anggotanya masing-masing.
BAB V KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis data maka didapat beberapa kesimpulan diantaranya :
1. Masyarakat badur dibedakan menjadi dua kategori untuk memudahkan dalam interaksi yakni dikenal menjadi masyarakat bawah dan masyarakat atas. Masyarakat badur bawah umumnya beragama islam sedangkan masyarakat badur atas terdiri dari agama Kristen, budha, hindu, dan islam menyebabka tidak pernah ada kegiatan perayaan keagamaan yang dilakukan bersama-sama sehingga semakin merenggangkan hubungan sosial diantara mereka.
2. Pola interaksi yang terjadi antara masyarakat elite dan masyarakat pinggiran/slum area bersifat disharmonisasi. Meskipun masyarakat atas dan masyarakat bawah berada dalam satu kawasan tetapi mereka tidak saling mengenal dalam hanya ini hanya sebatas mengenal wajah tanpa memiliki ikatan emosial. Kesibukan mereka dalam bekerja menyebabkan sulitnya mereka bertemu untuk berinteraksi. Kedudukan yang dimiliki masyarakat atas khusunya masyarakat elite menyebabkan setiap individu harus mengerti bagaimana berinteraksi dengan individu yang memiliki kedudukan yang lebih baik dari mereka. Dalam hal ini masyarakat bawah khusunya masyarakat slum area/ pinggiran untuk dapat bertemu dengan masyarakat atas khususnya masyarakat elite harus membuat proposal kunjungan kerja yang diberikan kepada ajudan atau orang kepercayaan masyarakat elite.
3. Dalam setiap interaksi yang terjadi di masyarakat terdapat faktor yang mempengaruhi sehingga terjadi perbedaan pola dan bentuk interaksi. Dalam interaksi terdapat aturan dan ruang yang mempengaruhi terjadi interaksi sosial. Menurut W.I Thomas aturan mengenai jarak berinteraksi mempengaruhi proses terjadi interaksi. Saat terjadi jarak dalam interaksi dimana seorang harus membatasi proses interaksi yang terjadi menimbulkan perbedaan dalam hubungan sosial. pembatasan dalam interaksi ditunjukkan dengan sikap kurang terbuka masyarakat atas khusus masyarakat elite dalam bentuk kegiatan kemasyarakatan yang diadakan masyarakat badur semakin meregangkan hubungan sosial diantara mereka. Masyarakat elite memiliki pemikiran untuk kegiatan yang tidak penting hanya akan membuang waktu mereka sehingga mereka merasa tidak jika tidak penting tidak akan mengikuti.
4. Kondisi jarak sosial yang terjadi pada masyarakat badur yang berada dalam satu kawasan tetapi tidak saling mengenal disebabkan beberapa faktor adanya perbedaan kelas ekonomi yang semakin melebarkan jarak sosial antara masyarakat elite dan masyarakat slum area. Semakin tinggi penghasilan seseorang akan semakin terlihat jarak sosial yang terjadi dalam interaksi antara masyarakat elite dan masyarakat slum area/pinggiran.
5. Tersegregasi yang memang harus dipisahkan terlihat dari pengelompokan masyarakat slum area/pinggiran tinggal di badur bawah sedangkan masyarakat elite berada di atas. Dalam proses interaksi yang terjadi kedua masyarakat saling mengelompok berdasarkan kesamaan kriteria jika
masyarakat elite lebih terbuka dengan masyarakat elite dan sebaliknya. Jarak sosial menyebabkan adanya perbedaan dalam berhubungan sosial sehingga menyebabkan perilaku mengelompok dalam proses interaksi yang didasari oleh kesamaan diantara anggotanya masing-masing.
5.1SARAN
1. Perlu adanya wadah kegiatan sosial sebagai sarana pemersatu masyarakat badur bawah dan masyarakat badur atas dengan keikutsertaan secara aktif serta kepala lingkungan X diharapkan tidak bosan untuk mengajak warga dilingkungannya mengkikuti kegiatan yang akan dilakukan dengan tujuan untuk mempererat hubungan sosial masyarakat badur atas dan masyarakat badur bawah.
2. Masyarakat badur atas diharapkan mau membuka diri untuk dapat berinteraksi dengan masyarakat dan lingkungan sekitar sehingga terjadi hubungan yang harmonis sesuai dengan harapan masyarakat dan pemerintah.
3. Masyarakat badur bawah diharapkan lebih menjaga lingkungan tempat tinggal dari sampah yang berserekan di sekitar rumah, maupun di sungai agar pengunjung yang datang merasa nyaman saat berkunjung ke bawah. 4. Pemerintah setempat khususnya PEMKO MEDAN harus memperbaiki
rumah –rumah yang ada di badur bawah dengan merenovasi rumah atau memberikan bantuan untuk perbaikan kondisi hunian masyarakat badur bawah agar kelihatan lebih indah serta tidak semberautan mengingat lokasi hunian mereka berada di pusat kota.