BAB IV HASIL PENELITIAN
A. Kondisi Objektif Lokasi Penelitian
Pada pembahasan ini, peneliti akan menguraikan tentang hasil penelitian, namun sebelum terlalu jauh menguraikannya, maka peneliti terlebih dahulu mengemukakan kondisi obyektif lokasi penelitian sebagai berikut:
1. Sejarah Berdirinya
SMA Muhammadiyah Lempangang Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa didirikan pada tanggal 17 juli 2009. Sebagai salah satu amal usaha Muhammadiyah dibidang pendidikan, Madrasah ini mejadi sekolah alternatif bagi masyarakat untuk menimba ilmu termasuk agama Islam, sehingga siswa yang bersekolah disini cukup banyak, hal ini karena masyarakat kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa pemeluk agama Islam yang taat.
Pada perkembangannya, SMA Muhammadiyah Lempangang Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa mengalami kemajuan yang cukup pesat, hal ini dapat dilihat dari jumlah siswa dari tahun ke tahun. Begitu juga dengan prestasi siswa baik dalam bidang pelajaran maupun ekstrakurikuler.
39
Selain itu, alumni SMA Muhammadiyah Lempangang juga mampu bersaing masuk di perguruan tinggi di Makassar, sehingga mereka mempromosikan kepada adik-adik mereka untuk sekolah di SMA Muhammadiyah Lempangang ini.
2. Keadaan Guru
Guru dan siswa merupakan faktor yang paling penting dalam sebuah lembaga pendidikan formal termasuk SMA Muhammadiyah Lempangang Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa. Guru dan siswa merupakan faktor yang mempengaruhi berdirinya sekolah, tanpa kedua hal tersebut maka sekolah tidak dapat berdiri sebagaimana mestinya. Disisi lain, guru memegang peranan paling penting dalam perkembangan suatu sekolah, baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Guru yang jumlahnya banyak dan mempunyai kualitas yang bermutu akan mampu meningkatkan kualitas outputnya, begitu pula sebaliknya.
Guru sebagai seorang pendidik harus menanamkan pengetahuan pada siswa melalui proses belajar mengajar. Dalam proses belajar mengajar tersebut, peserta didik mengalami perubahan menuju ke tingkat kedewasaan.
Dengan demikian, guru sebagai penentu dalam proses pendidikan terhadap pembentukan atau pertumbuhan dan perkembangan yang dialami oleh peserta didik. Tanpa bimbingan guru, maka peserta didik tidak akan
mengalami perubahan dengan baik, sehingga potensi yang dimilikinya tidak akan dapat berkembang.
Dalam proses belajar mengajar, seorang guru mempunyai tugas memberi motivasi, membimbing dan memberi fasilitas belajar kepada anak didik untuk mencapai tujuan pembelajaran, karena itu guru mempunyai tanggung jawab terhadap proses perkembangan anak didiknya. Guru bukan semata-mata sebagai pengajar tetapi juga sebagai pendidik yang mampu memberikan pengarahan dan tuntunan kepada anak didik. Oleh karena itu, guru diharapkan memiliki aktivitas dan kreativitas yang dapat meningkatkan keberhasilan pembelajaran anak didik.
Guru merupakan salah satu komponen dalam proses belajar mengajar, yang ikut berperan dalam berusaha membentuk sumber daya manusia yang potensial dibidang pembangunan, khususnya dalam pembangunan agama dan pembangunan manusia seutuhnya, yakni utuh jasmani dan rohani, manusia yang berguna dalam pembangunan bangsa dan negara. Dengan demikian guru atau profesi guru bukan pekerjaan ringan, melainkan tanggung jawab yang berat membangun manusia yang terdidik.
Pengarahan dan pengajaran seorang guru terhadap anak didiknya merupakan tumpuan perhatian dan usaha pembinaan dan pendidikan atau pengajaran yang diberikan selanjutnya sedikit demi sedikit dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang guru atau guru akan mampu memenuhi tugas dan tanggung jawabnya sebagai pendidik dan pengajar.
SMA Muhammadiyah Lempangang Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa sekarang ini dipimpin oleh Bapak Drs. Asrul Arifin, K, S.Pd. yang mempunyai tenaga pendidik/ guru sebanyak 19 orang dimana terdiri dari 7 orang laki-laki dan 12 orang perempuan. Untuk mengatahui data guru dapat dilihat pada tabel berikut:
TABEL III
Data Guru SMA Muhammadiyah Lempangang Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa Tahun Pelajaran 2014/ 2015
No Nama Jabatan/ Guru Status
1
Drs. Asrul Arifin Karim, S.Pd.
Syamsu Alam, SE
14 Sumber Data: Kantor SMA Muhammadiyah Lempangang Kecamatan Bajeng
Kabupaten Gowa Tahun 2014/ 2015
3. Keadaan Siswa
Siswa merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam proses belajar mengajar, karena siswa menjadi obyek pendidikan dan pengajaran. Tujuan dari pendidikan dan pengajaran adalah merubah anak didik ke arah kematangan kepribadian.
Siswa adalah salah satu syarat mutlak berkembangnya lembaga pendidikan, dimana siswa merupakan suatu komponen yang sangat menentukan kelanjutan dari lembaga pendidikan ataupun dalam usaha menarik minat masyarakat, juga tergantung adanya jumlah siswa yang hadir di sekolah tersebut.
Siswa atau anak didik yang dimaksud disini adalah anak yang belum dewasa, yang masih memerlukan bimbingan dan pertolongan dari orang lain
yang telah dewasa guna melaksanakan tugasnya sebagai makhluk Allah, sebagai Khalifah di persada bumi, juga sebagai anggota masyarakat, pelajaran, bimbingan, pengalaman dan keterampilan, sehingga dalam hidupnya dimana yang akan datang setelah menyelesaikan studinya diharapkan telah memiiliki bekal hidup yang diperolehnya dari lembaga-lembaga pendidikan yang dilaluinya guna dimanfaatkan, sehingga tumbuh nilai-nilai yang berarti buat dirinya, agama maupun bangsa dan negara.
Siswa yang belajar di sekolah ini berasal dari latar belakang keluarga dan pekerjaan orang tua yang bermacam-macam, dari PNS, pedagang, wiraswasta, petani sampai buruh bangunan. Sementara itu jumlah siswa di SMA Muhammadiyah Lempangang Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa seluruhnya sebanyak 108 orang, dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:
TABEL IV
Data Siswa SMA Muhammadiyah Lempangang Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa Tahun Pelajaran 2014/ 2015
No Kelas
Jenis Kelamin
Jumlah Laki-laki Perempuan
1 X 10 14 24
2 XI 21 13 34
3 XII 43 7 50
JUMLAH 74 34 108
Sumber Data: Kantor SMA Muhammadiyah Lempangang Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa Tahun 2014/ 2015
Dari tabel di atas dapat kita lihat bahwa jumlah siswa SMA Muhammadiyah Lempangang sebanyak 108 orang. Kelas VII sebanyak 24 orang, kelas VIII sebanyak 34 orang dan kelas IX sebanyak 50 orang.
4. Sarana dan Prasarana
Sarana adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan dalam usaha mencapai tujuan pendidikan yang telah dirumuskan. Sedangkan prasarana adalah segala sesuatu yang berupa fasilitas yang tidak bergerak, seperti bangunan fisik sekolah yang turut menunjang terciptanya suasana yang baik dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.
Sarana pendidikan merupakan faktor penunjang yang dapat memperlancar proses belajar mengajar, fasilitas belajar mengajar yang tersedia dapat mempermudah dalam mencapai tujuan pengajaran secara efisien dan efektif. Apalagi dewasa ini yang seiring dengan perkembangan zaman kita senantiasa dituntut untuk menggunakan fasilitas belajar mengajar yang memadai dalam meningkatkan ilmu pengetahuan serta untuk menunjang proses belajar mengajar dibutuhkan fasilitas-fasilitas yang memadai sehingga dapat menunjang kelancaran dan keberhasilan proses belajar mengajar.
Sarana dan prasarana sangat menunjang proses belajar mengajar.
Dengan kata lain bahwa keberhasilan pengajaran bukanlah semata-mata ditentukan oleh tingkat kemampuan siswa menerima pelajaran dan kepiawaian guru selaku sutradara dalam proses pengajaran, namun ada faktor lain yang tidak bisa diabaikan, yakni fasilitas atau sarana dan prasarana yang ada pada sekolah tersebut.
Fasilitas yang dimiliki SMA Muhammadiyah Lempangang Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa belum memadai untuk berlangsungnya kegiatan belajar mengajar yang efektif dan kondusif. Berikut ini gambaran tentang sarana dan prasarana yang ada di SMA Muhammadiyah Lempangang Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa:
TABEL V
Data Sarana dan Prasarana
SMA Muhammadiyah Lempangang Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa Tahun Ajaran 2014/ 2015
No Sarana dan Prasarana Jumlah Keterangan 1
7 Sumber Data: Kantor SMA Muhammadiyah Lempangang
Dapat disimpulkan bahwa sarana dan prasarana sekolah belum memadai untuk tercapainya kondisi akademik yang ideal sebagai penunjang kuallitas pendidikan. Hal ini disebabkan tidak adanya sarana penunjang pembelajaran, seperti perpustakaan, laboraturium dan lain sebagainya.
B. Bentuk-bentuk akhlak siswa pada SMA Muhammadiyah