• Tidak ada hasil yang ditemukan

STRUKTUR ORGANISASI PERANGKAT DAERAH KABUPATEN PEMALANG

C. GAMBARAN UMUM DAERAH

4. Kondisi Perekonomian

a. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

Salah satu indikator yang dapat digunakan untuk mengetahui potensi unggulan suatu daerah adalah komposisi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Potensi-potensi yang ada dalam suatu wilayah dapat dilihat dari berbagai macam perspektif dan pendekatan. Salah satu pendekatan dalam menghitung PDRB adalah menggunakan pendekatan produksi yang merupakan jumlah nilai tambah atas barang dan jasa yang dihasilkan oleh berbagai unit produksi di wilayah suatu daerah dalam jangka waktu tertentu. Unit-unit produksi tersebut dalam penyajiannya dikelompokkan menjadi 17 lapangan usaha (sektor).

PDRB dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu PDRB Atas Dasar Harga Berlaku dan PDRB Atas Dasar Harga Konstan. PDRB Atas Dasar Harga Berlaku menunjukkan kemampuan sumber daya ekonomi yang dihasilkan oleh suatu wilayah. Distribusi PDRB Atas Dasar Harga Berlaku menurut sektor menunjukkan struktur perekonomian atau peranan setiap sektor ekonomi dalam suatu daerah. Sektor-sektor ekonomi yang mempunyai peranan besar menunjukkan basis perekonomian suatu daerah. Sementara PDRB Atas Dasar Harga Konstan berguna untuk

0 2 4 6

Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Grafik 1.2. Distribusi dan Kepadatan

Penduduk Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Tengah 2016

Persentase Penduduk (%)

Kepadatan Penduduk per km2 (dalam ribuan)

19

menunjukkan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) secara keseluruhan maupun sektoral dari tahun ke tahun. Nilai PDRB yang besar menunjukkan kemampuan sumber daya ekonomi yang besar pula.

Kondisi perekonomian di Kabupaten Pemalang dapat diukur melalui besarnya nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Kinerja laju pertumbuhan perekonomian Kabupaten Pemalang menunjukan gambaran yang bervariasi baik menurut harga berlaku maupun menurut harga konstan. Menurut harga berlaku, laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pemalang pada Tahun 2017 sebesar Rp.21.842.454.134.076- naik sebesar 9,01% dari tahun sebelumnya tahun 2016 yaitu sebesar Rp.20.036.515.722.206,-. Menurut harga konstan, laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pemalang pada tahun 2017 naik sebesar 5,40% dari semula Rp. 15.463.800.552.329,-pada tahun 2016 menjadi Rp.16.229.154.010.290,- pada tahun 2017.

Kontribusi sektor penyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terbesar secara berturut-turut pada tahun 2017 adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 27,03 persen, sektor industri pengolahan 20,87 persen dan sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 15,61 persen.

Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku dan konstan secara rinci dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel. 1.4

Perkembangan PDRB ADHB dan ADHK Tahun 2016 dan 2017

LAPANGAN USAHA PDRB Atas Dasar Harga Berlaku

PDRB Atas Dasar Harga Konstan

2016 2017 2016 2017

1. Pertanian, Kehutanan

& Perikanan 5.490.139,23 5.903.889,48 3.850.771,69 4.012.917,06 2. Pertambangan &

Penggalian 866.762,19 938.570,90 715.206,26 752.008,41 3. Industri Pengolahan 4.274.499,88 4.559.376,88 3.185.813,41 3.297.225,12 4. Pengadaan Listrik &

Gas 24.754,85 27.710,70 22.419,09 24.391,01

5. Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah & Daur Ulang

14.428,73 15.483,26 13.283,69 13.794,29

20

LAPANGAN USAHA PDRB Atas Dasar Harga Berlaku

PDRB Atas Dasar Harga Konstan

2016 2017 2016 2017

6. Konstruksi 839.427,62 936.495,86 662.286,15 701.170,34 7. Perdagangan Besar

dan Eceran, Reparasi Mobil & Sepeda Motor

3.076.300,61 3.410.181,51 2.603.495,09 2.796.271,55

8. Transportasi &

Pergudangan 527.623,34 613.249,39 462.443,60 507.832,34 9. Penyediaan

Akomodasi & Makan Minum

1.021.182,75 1.116.650,96 861.503,74 912.238,22 10. Informasi &

Komunikasi 367.924,88 402.605,19 383.543,66 404.732,28 11. Jasa Keuangan &

Asuransi 620.814,29 676.352,72 463.368,47 488.976,71 12. Real Estate 326.327,85 354.412,45 286.551,82 300.491,71 13. Jasa Perusahaan 68.014,71 74.923,03 55.942,29 59.364,41 14. Administrasi

Pemerintahan, Pertahanan &

Jaminan Sosial Wajib

671.048,98 768.529,31 505.060,44 547.124,16

15. Jasa Pendidikan 1.121.792,52 1.232.911,41 807.635,75 854.193,96 16. Jasa Kesehatan &

Kegiatan Sosial 206.705,42 230.491,69 154.696,69 165.634,32 17. Jasa Lainnya 518.767,88 580.619,40 429.778,74 460.788,12

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

20.036.515,72 21.842.454,13 15.463.800,55 16.299.154,01 Sumber : BPS Kabupaten Pemalang Tahun 2017

b. Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan, meskipun terdapat indikator yang lain yaitu distribusi pendapatan. Selama kurun waktu 5 (lima) tahun, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pemalang adalah sebagai berikut:

Tabel 1.5

Pertumbuhan Ekonomi

Kabupaten Pemalang Tahun 2013 – 2017 Bidang Urusan/

Sumber : BPS Kabupaten Pemalang Tahun 2017

21

Grafik 1.3.

Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Pemalang Tahun 2013–2016 (%)

Laju pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu wilayah secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi. Makin tinggi pertumbuhan ekonomi, biasanya makin tinggi pula kesejahteraan masyarakat sebagai tujuan utama pembangunan.

Sebagaimana Tabel 1.5 diatas, secara umum dapat dikatakan bahwa kondisi ekonomi Kabupaten Pemalang mengalami pertumbuhan. Hal ini dilihat berdasarkan PDRB Harga Konstan, dimana pada Tahun 2016 sebesar Rp. 15.463.800.552.329,- pada tahun 2017 naik menjadi Rp16.299.154.010.290,-atau naik sebesar 5,40%.

c. Struktur Perekonomian

Struktur Perekonomian Kabupaten Pemalang tahun 2017 menunjukan bahwa terdapat 3 sektor ekonomi yang menjadi sektor yang dominan di Kabupaten Pemalang, yaitu sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, sektor Industri Pengolahan serta sektor Perdagangan Besar dan Eceran.

Pembentukan PDRB Kabupaten Pemalang di dominasi oleh ketiga sektor tersebut sebesar 63,51% persen. Kontribusi terbesar diberikan oleh sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 27,03%, sektor Industri Pengolahan sebesar 20,87% serta 15,61% dari

5.57 5.53

5.5

5.31

5.4

5.1 5.2 5.3 5.4 5.5 5.6

2013 2014 2015 2016 2017

22

sektor Perdagangan Besar dan Eceran. Struktur perekonomian Kabupaten Pemalang dapat dilihat pada Tabel dan Diagram berikut.

Tabel. 1.6

Distribusi PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2016 dan 2017 Kabupaten Pemalang (%)

LAPANGAN USAHA

Distribusi PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (persen)

Distribusi PDRB Atas Dasar Harga Konstan (persen)

2016 2017 2016 2017

1. Pertanian, Kehutanan dan Perikanan

27,40 27,03 2,33 4,21

2. Pertambangan &

Penggalian

4,33 4,30 8,98 5,15

3. Industri Pengolahan 21,33 20,87 5,65 3,50 4. Pengadaan Listrik dan

Gas

7. Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor

15,35 15,61 7,57 7,40

8. Transportasi dan Pergudangan

16. Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial

Sumber : BPS Kabupaten Pemalang Tahun 2017

23

Diagram 1.2

Distribusi Peranan Sektor PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Kabupaten Pemalang Tahun 2017

Sumber : BPS Kabupaten Pemalang, 2017

d. PDRB per Kapita

PDRB perkapita merupakan gambaran dan rata-rata pendapatan yang diterima oleh setiap penduduk selama satu tahun di suatu wilayah/daerah. Data statistik ini merupakan salah satu indikator yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu wilayah/daerah. PDRB perkapita diperoleh dari hasil bagi antara PDRB dengan jumlah penduduk pertengahan tahun yang bersangkutan.

Untuk melihat gambaran kesejahteraan masyarakat maka indikator yang tepat digunakan adalah pendapatan perkapita.

Pertumbuhan pendapatan perkapita Kabupaten Pemalang pada tahun 2017 berdasarkan harga berlaku sebesar Rp 16.850.209,01 meningkat dibandingkan dengan tahun 2016 yang sebesar Rp 15.545.239,43atau meningkatkan sebesar 8,4%.

Bila dilihat perkembangan besarnya pendapatan perkapita Kabupaten Pemalang sejak tahun 2012 sampai dengan 2017, telah Sampah, Limbah dan Daur

Ulang

24

meningkat sebesar 71,11%. Hal ini dapat dilihat pada Tabel 1.7 yang menunjukan adanya peningkatan kesejahteraan penduduk dan peningkatan pendapatan di Kabupaten Pemalang.

Tabel. 1.7

Perkembangan dan Pertumbuhan Pendapatan Perkapita ADHB 2012-2017 Kabupaten Pemalang (%)

Tahun Pendapatan Perkapita

(Rp) Perkembangan (%) Pertumbuhan (%)

2012 10.701.545,41 8,67 8,67

2013 11.747.940,59 19,30 9,80

2014 13.127.516,76 33,30 11,74

2015 14.457.398,23 46,80 10,13

2016 15.545.239,43 57,85 7,52

2017 16.850.209,01 71,11 8,40

Sumber : BPS Kabupaten Pemalang Tahun 2017

e. Laju Inflasi

Laju inflasi merupakan ukuran yang dapat menggambarkan kenaikan/penurunan harga dari sekelompok barang dan jasa yang berpengaruh terhadap kemampuan daya beli masyarakat. Inflasi merupakan kenaikan harga-harga secara umum dan terus-menerus.

Berikut adalah laju inflasi Kabupaten Pemalang selama tahun 2013-2017.

Tabel 1.8.

Laju Inflasi Kabupaten Pemalang Tahun 2013 – 2017

Bidang Urusan/

Indikator

Capaian

2013 2014 2015 2016 2017

Laju Inflasi 6,52 7,38 3,52 2,33 3,64

Sumber: Indikator Penting Pembangunan Daerah Kabupaten Pemalang, BPS, 2017

25

Grafik 1.4.

Perkembangan Laju Inflasi Kabupaten Pemalang Tahun 2013 – 2017 (%)

Berdasarkan Grafik 1.4 Tingkat inflasi di Kabupaten Pemalang pada tahun 2017 tercatat sebesar 3,64 %. Kondisi ini meningkat apabila dibandingkan dengan laju inflasi pada tahun 2016 yang sebesar 2,33 %.

Peningkatan laju inflasi tersebut disebabkan oleh kenaikan pada faktor bahan makanan (beras) dan transportasi.

Mengacu pada kriteria Bank Dunia, maka inflasi tersebut masih tergolong rendah. Besarnya komulatif inflasi yang single digit itu mengindikasikan bahwa keadaan ekonomi cukup stabil untuk kelangsungan jalannya roda perekonomian dan pembangunan.

f. Angka Kemiskinan

Kesejahteraan masyarakat dapat dijadikan sebagai ukuran atas keberhasilan pembangunan suatu daerah. Pemerataan hasil pembangunan biasanya dikaitkan dengan pemerataan pendapatan dan masalah kemiskinan. Adapun Jumlah Pendudukdan Persentase Penduduk Miskin di Kabupaten Pemalang Tahun 2013-2017 terdapat pada tabel berikut ini :

6.52

7.38

3.52

2.33

3.64

0.00 1.00 2.00 3.00 4.00 5.00 6.00 7.00 8.00

2013 2014 2015 2016 2017

26

Tabel 1.9.

Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin di Kabupaten Pemalang Tahun 2013-2017

No Tahun

Garis Kemiskinan Penduduk Miskin Persentase Penduduk Miskin (Rp/kapita/bln) (000 orang) (persen)

1 2013 271.861 246,80 19,27

2 2014 287.358 237 18,44

3 2015 298.622 235,5 18,30

4 2016 319.434 227,10 17,58

5 2017 331.584 225 17,37

Sumber : BPS Kabupaten Pemalang, 2017 *)Data diolah

Grafik 1.5.

Persentase Penduduk di Bawah Garis Kemiskinan Kabupaten Pemalang Tahun 2013 – 2017

Berdasarkan Tabel 1.9 Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin di atas, Kabupaten Pemalang mengalami penurunan persentase penduduk miskin. Dari angka awal sebesar 19,27% di tahun 2013 terus mengalami perbaikan sehingga mencapai angka 17,37%

pada tahun 2017. Hal ini menunjukan kinerja Pemerintah Kabupaten Pemalang dalam mengentaskan program kemiskinan mengalami proges yang cukup memuaskan dan perlu terus ditingkatkan sehingga mampu memenuhi target sebesar 15,4% sesuai dengan target akhir RPJMD 2016-2021.

19.27

18.44

18.30

17.58 17.37

2013 2014 2015 2016 2017

27

g. Rasio Gini

Distribusi pendapatan (income distribution) merupakan salah satu indikator penting perkembangan perekonomian daerah. Kondisi ekonomi daerah yang baik tidak hanya ditandai oleh peningkatan pertumbuhan ekonomi yang cukup cepat, tetapi juga dengan adanya pemerataan distribusi pendapatan yang lebih baik. Distribusi pendapatan yang relatif baik ditandai oleh kondisi dimana perbedaan antar golongan masyarakat kaya dan miskin yang tidak terlalu menyolok dalam perekonomian daerah yang bersangkutan.

Rasio Gini biasanya digunakan untuk melihat dan mengukur kesenjangan pendapatan dan derajat pemerataan distribusi penduduk suatu daerah. Data terakhir BPS Jawa Tengah, Rasio Gini Kabupaten Pemalang pada tahun 2011 sebesar 0,26 yang menunjukan peningkatan pemerataan pendapatan penduduk dengan pencapaian terbaik pada tahun 2013 dengan rasio sebesar 0,24. Pada tahun 2014-2015 rasio gini Kabupaten Pemalang mengalami peningkatan, berpijak pada angka 0,28 di tahun 2014 hingga tahun 2015. Hal ini menunjukan bahwa pada rentang tahun 2014-2015 kesenjangan pendapatan dan derajat pemerataan distribusi Kabupaten Pemalang terus mengalami penurunan. Menurut kriteria ketimpangan pendapatan berdasarkan keofisien Gini (Susanti et al 2007) tingkat ketimpangan rendah dengan rentang nilai kurang dari 0,4 tingkat ketimpangan moderat antara 0,4-0,5 dan tingkat ketimpangan tinggi dengan rentang nilai lebih dari 0,5. Berdasarkan atas kriteria koefisien gini tersebut Kabupaten Pemalang berada pada posisi ketimpangan rendah.

Besaran Rasio Gini Kabupaten Pemalang dan besaran Rasio Gini dari Kabupaten/Kota lain yang berdekatan dengan wilayah Kabupaten Pemalang sebagai pembanding tampak pada tabel berikut.

28

Tabel 1.10.

Rasio Gini Menurut Kabupaten/Kota, 2011-2015

Wilayah

Sumber : BPS Jawa Tengah, 2016 *) Data diolah

Grafik 1.6.

Perkembangan Gini Kabupaten Pemalang Tahun 2012 – 2015