167
pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak mungkin dicapai tanpa ketersediaan infrastruktur jalan yang baik dan memadai.
Tabel 3.47. Pengukuran Kinerja Persentase jalan dalam kondisi baik
Indikator Kinerja
Realisasi Tahun Lalu
Realisasi 2016
Tahun 2017 RPJMD
2014 2015 Target Realisasi Capaian (%)
Sumber: DPUTR Kabupaten Pemalang Tahun 2017, diolah.
Berdasarkan Keputusan Bupati Pemalang Nomor 188.4/746/Tahun 2016 tentang Ruas-ruas Jalan sebagai Jalan Kabupaten di Wilayah Kabupaten Pemalang, jalan kabupaten sepanjang 696,92 Km. Kemudian mendapatkan tambahan 5 (lima) ruas eks jalan provinsi sepanjang 12,82 sehingga total panjang jalan kabupaten menjadi 709,74 Km. Adapun tambahan ruas-ruas jalan tersebut antara lain Jalan Urip Sumoharjo (1,19 Km), Jalan Jenderal Sudirman (3,56 Km), Jalan Perintis Kemerdekaan (2,26 Km), Jalan Ahmad Yani (1,6 Km), Jalan Gatot Subroto (1,36 Km) dan Jalan DI. Panjaitan sepanjang 2,85 Km.
Jalan dalam kabupaten dalam kondisi baik sepanjang 350 Km atau 49,31 persen. Apabila dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya, capaian 2017 juga mengalami
dengan target akhir capaian pada Renstra yaitu sebesar 93 persen, maka capaian di tahun 2017 baru sebesar 53,02 persen dari target akhir. Oleh sebab itu perlu kerja
0
Persentase jalan dalam kondisi baik
168
keras dan dukungan dana yang memadai untuk mencapai target akhir Renstra di tahun 2021.
Permasalahan
Akses pembangunan jalan tol Trans Jawa yang melewati wilayah Kabupaten Pemalang, menyebabkan rusaknya jalan, khususnya di sepanjang jalan utama wilayah Desa Sewaka,
Desa Jebed, Desa Sitemu, Desa petanjungan, Desa Widodaren, Desa Amplegading, Desa Kelangdepok, dan Desa Muncang. Desa-desa yang dilewati oleh megaproyek tersebut mengalami kerusakan parah.
Solusi
a. Membentuk Tim Monitoring dan Evaluasi Dampak Pembangunan Jalan Tol di Kabupaten Pemalang;
b. Mengkoordinasikan dengan para Ka.Pro PPTR dan PBTR terkait pemeliharaan rutin sampai dengan pelaksanaan pemulihan kondisi akhir sesuai MOU;
c. Melakukan Identifikasi bersama dengan pihak PPTR dan PBTR terhadap kerusakan sarana dan prasarana jalan;
d. Melakukan koordinasi intensif dengan pihak pelaksana pembangunan jalan tol yaitu PT. Waskita Karya (Persero) Tbk dan PT. Sumber Mitra Jaya, terkait rehabilitasi ruas jalan kabupaten yang sudah tidak digunakan sebagai rute kendaraan angkutan material tol. Panjang ruas jalan kabupaten yang sudah tidak digunakan sebagai rute angkutan material tol adalah 96,3 Km. Rata-rata tingkat kerusakan ruas-ruas tersebut sebesar 60,15%, dengan panjang kerusakan total sebesar 59,39 Km.
169
Program dan Kegiatan Pendukung
a. Program pembangunan jalan dan jembatan, dengan kegiatan:
1) Perencanaan pembangunan jalan 2) Pembangunan jalan
3) Perencanaan pembangunan jembatan 4) Pembangunan jembatan
5) Peningkatan jalan 6) Peningkatan jembatan
b. Program tanggap darurat jalan dan jembatan, dengan kegiatan:
1) Rehabilitasi jalan dalam kondisi tanggap darurat 2) Rehabilitasi jembatan dalam kondisi tanggap darurat c. Program rehabilitasi/pemeliharaan jalan dan jembatan
1) Perencanaan rehabilitasi/pemeliharaan jalan 2) Perencanaan rehabilitasi/pemeliharaan jembatan 3) Rehabilitasi/pemeliharaan jalan
4) Rehabilitasi/pemeliharaan jembatan
d. Program peningkatan sarana dan prasarana kebinamargaan 1) Pengadaan alat-alat berat
2) Pengadaan alat-alat ukur dan bahan laboratorium kebinamargaan 3) Rehabilitasi/pemeliharaan peralatan dan perlengkapan bengkel alat-alat
berat
e. Program peningkatan kualitas infrastruktur kewilayahan 1) Rehabilitasi/ Pemeliharaan Jalan Secara Swakelola 2) Rehabilitasi/ Pemeliharaan Jembatan Secara Swakelola 3) Rehabilitasi/ Pemeliharaan Jaringan Irigasi Secara Swakelola
4) Rehabilitasi/ Pemeliharaan Normalisasi Saluran Sungai Secara Swakelola 5) Rehabilitasi/ Pemeliharaan Saluran Drainase/Gorong-gorong Secara
Swakelola
170
2. Persentase jembatan dalam kondisi baik
Tabel 3.48. Persentase jembatan dalam kondisi baik
Indikator
2014 2015 Target Realisasi Capaian (%)
Sumber: DPUTR Kabupaten Pemalang Tahun 2017, diolah.
Jumlah jembatan di Kabupaten Pemalang secara keseluruhan adalah 184 buah. Jembatan dalam kondisi baik sejumlah 178 buah. Sehingga persentase jembatan dalam kondisi baik sebesar 96,74 persen. Sedangkan jumlah jembatan yang tidak dalam kondisi baik sebanyak 6 buah, antara lain:
a. Jembatan Sungai Comal, ruas Comal – Bodeh;
b. Jembatan Kali Bonger Ketapang, ruas Mojo – Blendung;
c. Jembatan Kali Comal, ruas Pegiringan-Wanarata;
d. Jembatan Kali Geranggang, ruas Karangsari – Pulosari;
e. Jembatan Kali Comal, ruas Karangsari – Pulosari;
f. Jembatan Kali Geringging, ruas Karangsari – Pulosari.
Apabila dibandingkan dengan target yang ditetapkan untuk tahun 2017, realisasi di tahun tersebut lebih rendah dari target.
Persentase capaiannya sebesar 99,72%. Termasuk dalam kriteria realisasi kinerja Sangat Tinggi dengan interval nilai 91 ≤ 100.
Permasalahan
Belum memadainya data jembatan di seluruh wilayah Kabupaten Pemalang. Data tersebut selain berupa kondisi fisik bangunan jembatannya juga disertai lokasi dan penamaan jembatan.
Persentase jembatan dalam kondisi baik
171
Solusi
Perlu dilakukan survey kondisi dan penamaan jembatan untuk memperoleh data base jembatan yang memadai.
Program dan Kegiatan Pendukung
a. Program pembangunan jalan dan jembatan, dengan kegiatan:
1) Perencanaan pembangunan jalan 2) Pembangunan jalan
3) Perencanaan pembangunan jembatan 4) Pembangunan jembatan
5) Peningkatan jalan 6) Peningkatan jembatan
b. Program tanggap darurat jalan dan jembatan, dengan kegiatan:
1) Rehabilitasi jalan dalam kondisi tanggap darurat 2) Rehabilitasi jembatan dalam kondisi tanggap darurat c. Program rehabilitasi/pemeliharaan jalan dan jembatan
1) Perencanaan rehabilitasi/pemeliharaan jalan 2) Perencanaan rehabilitasi/pemeliharaan jembatan 3) Rehabilitasi/pemeliharaan jalan
4) Rehabilitasi/pemeliharaan jembatan
d. Program peningkatan sarana dan prasarana kebinamargaan 1) Pengadaan alat-alat berat
2) Pengadaan alat-alat ukur dan bahan laboratorium kebinamargaan 3) Rehabilitasi/pemeliharaan peralatan dan perlengkapan bengkel alat-alat
berat
e. Program peningkatan kualitas infrastruktur kewilayahan 1) Rehabilitasi/ Pemeliharaan Jalan Secara Swakelola 2) Rehabilitasi/ Pemeliharaan Jembatan Secara Swakelola 3) Rehabilitasi/ Pemeliharaan Jaringan Irigasi Secara Swakelola
172
4) Rehabilitasi/ Pemeliharaan Normalisasi Saluran Sungai Secara Swakelola 5) Rehabilitasi/ Pemeliharaan Saluran Drainase/Gorong-gorong Secara
Swakelola.
3.
Persentase saluran irigasi dalam kondisi baik
Tabel 3.49. Pengukuran Kinerja Persentase saluran irigasi dalam kondisi baik
2014 2015 Target Realisasi Capaian (%)
Sumber: DPUTR Kabupaten Pemalang Tahun 2017, diolah.
Total panjang saluran irigasi di Kabupaten Pemalang adalah 125.607 (seratus dua puluh lima ribu enam ratus tujuh) meter, terdiri dari saluran primer sepanjang 10.501 (sepuluh ribu lima ratus satu) meter dan saluran sekunder sepanjang 115.106 (seratus lima belas ribu seratus enam) meter. Di tahun 2017, saluran irigasi dalam kondisi baik mencapai 85.627,376 (delapan puluh lima ribu enam ratus dua puluh tujuh koma tiga ratus tujuh puluh enam) meter.
Sehingga apabila dibandingkan dengan panjang seluruh saluran irigasi, maka capaian di tahun 2017 sebesar 68,17 persen.
Apabila dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya, maka terjadi tren peningkatan positif. Dimana saluran irigasi dalam kondisi baik sebesar 55,22 persen di tahun 2015. Meningkat menjadi 66,23 persen di tahun 2016 dan meningkat lagi pada 2017 menjadi sebesar 68,17 persen.
0
Persentase saluran irigasi dalam kondisi baik
173
Dibandingkan dengan target yang ditetapkan untuk tahun 2017, maka capaiannya melampaui target sebesar 108,21 persen. Berdasarkan kriteria penilaian kinerja, capaian tersebut masuk dalam kategori Sangat Tinggi.
Permasalahan
a. Belum tersedianya data tentang kondisi drainase di Kabupaten Pemalang.
b. Proses perencanaan pembangunan belum sepenuhnya menggunakan pendekatan Holistic, Tematic, Integratif dan Spasial (HITS), sehingga kegiatan pembangunan belum dilaksanakan secara terpadu dan konstruktif. Misalnya lokasi kegiatan pembangunan jalan dan pembangunan drainase tidak sama, padahal pembangunan drainase harusnya mengikuti jalan, karena syarat kondisi jalan yang baik adalah apabila didukung dengan sistem drainase yang baik pula.
Solusi
a. Perlu dilaksanakan penyusunan data base drainase.
b. Perlu pendekatan HITS dalam perencanaan pembangunan bidang pekerjaan umum dan penataan ruang.
Program dan Kegiatan Pendukung
a. Program pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi, rawa dan jaringan pengairan lainnya.
1) Perencanaan pembangunan jaringan irigasi
2) Perencanaan pembangunan jaringan air bersih/air minum 3) Perencanaan normalisasi saluran sungai
4) Pembangunan jaringan air bersih/air minum 5) Rehabilitasi/pemeliharaan jaringan irigasi
6) Rehabilitasi/pemeliharaan normalisasi saluran sungai 7) Optimalisasi fungsi jaringan irigasi yang telah dibangun 8) Rehabilitasi Jaringan Irigasi Dalam Kondisi Tanggap Darurat 9) Rehabilitasi Sungai Dalam Kondisi Tanggap Darurat
174
b. Program pengembangan, pengelolaan dan konservasi sungai, danau dan sumber daya air lainnya.
1) Pemeliharaan dan rehabilitasi embung, dan bangunan penampung air lainnya
2) Rehabilitasi Embung dan Bangunan Panampung Air Lainnya dalam Kondisi Tanggap Darurat
4. Cakupan rumah tangga yang mendapatkan pelayanan air minum
Tabel 3.50. Pengukuran Kinerja Cakupan rumah tangga yang mendapatkan pelayanan air minum
2014 2015 Target Realisasi Capaian (%)
Sumber: DPUTR Kabupaten Pemalang Tahun 2017, diolah.
Nilai indikator ini diperoleh dari persentase perbandingan antara jumlah masyarakat yang terlayani dengan proyeksi total masyarakat. Akses air minum meliputi air minum yang berasal dari sumur dalam, sumur dangkal, Penampungan Air Hujan (PAH) dan jaringan Pamsimas. Masyarakat yang terlayani air minum pada tahun 2017 sebanyak 1.165.413 jiwa. Sementara proyeksi jumlah penduduk sebesar 1.288.568 jiwa. Sehingga capaian cakupan rumah tangga yang mendapatkan pelayanan air bersih perpipaan (akses air minum) adalah sebesar 90,44 persen.
Capaian di tahun 2017 tersebut lebih tinggi daripada capaian dua tahun sebelumnya. Pada tahun 2015 realisasinya sebesar 87,12 persen dan tahun 2016 sebesar 89,37 persen. Sehingga dapat dikatakan bahwa jumlah rumah tangga (penduduk) yang mendapatkan akses air minum meningkat positif dalam tiga tahun terakhir. Target yang ditetapkan untuk tahun 2017 sebesar 90 persen.
Sehingga apabila dibandingkan dengan target maka persentase realisasinya mencapai 100,08 persen.
175
Permasalahan
a. Masih terbatasnya layanan perpipaan air bersih, hal ini dikarenakan cukup banyaknya permukiman yang terpencar dan terpencil.
b. Pelayanan perpipaan per tahunnya masih terbatas kapasitasnya.
Solusi
a. Fasilitasi pembangunan jaringan perpipaan skala desa.
b. Fasilitasi pembangunan sumur dalam di perdesaan.
Program dan Kegiatan Pendukung
a. Program pengembangan kinerja pengelolaan air minum dan air limbah.
1) Penyediaan prasarana dan sarana air minum bagi masyarakat berpenghasilan rendah
2) Penyediaan prasarana dan sarana air limbah 3) Monitoring, evaluasi dan pelaporan
85 86 87 88 89 90 91
2014 2015 2016 2017