• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemalang, 29 Maret 2018 BUPATI PEMALANG H. JUNAEDI, SH, MM.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Pemalang, 29 Maret 2018 BUPATI PEMALANG H. JUNAEDI, SH, MM."

Copied!
237
0
0

Teks penuh

(1)

i

KATA PENGANTAR

uji dan syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan Rahmat, Hidayah dan Inayah- Nya, sehingga Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Kabupaten Pemalang Tahun 2017 dapat kami selesaikan dengan baik.

Laporan ini disusun sebagai salah satu upaya dalam mewujudkan reformasI birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang dan sebagai perwujudan akuntabilitas serta sarana informasi kepada masyarakat yang membutuhkan.

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Kabupaten Pemalang Tahun 2017 ini memuat tentang perencanaan, perjanjian kinerja dan capaian kinerja tahun kedua periode 2016-2021 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pemalang, baik keberhasilan maupun kegagalan dalam mencapai tujuan dan sasaran strategis. Laporan ini juga memuat aspek keuangan yang secara langsung berhubungan antara dana masyarakat yang dibelanjakan dengan hasil atau manfaat yang diterima oleh masyarakat.

Kami berharap Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Kabupaten Pemalang Tahun 2017 ini dapat menjadi sarana evaluasi dalam rangka memperbaiki kinerja ke depan untuk lebih produktif, efektif dan efisien, baik mulai dari aspek perencanaan, pengorganisasian maupun pengkoordinasian dalam pelaksanaannya.

P

(2)

ii

Terima kasih kepada pihak-pihak yang telah memberikan dukungan, dan bimbingan dalam penyusunan laporan ini, khususnya Pemerintah melalui Kementerian PAN dan RB serta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Pemalang, 29 Maret 2018 BUPATI PEMALANG

H. JUNAEDI, SH, MM.

(3)

iii

IKHTISAR EKSEKUTIF

enyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) sebagai bentuk pelaporan kinerja yang telah diwujudkan oleh Pemerintah Kabupaten Pemalang selama satu tahun untuk mendorong tata kelola pemerintahan yang baik dengan melaporkan kinerjanya dalam memberikan pelayanan publik kepada masyarakat.

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Kabupaten Pemalang Tahun 2017 ini merupakan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah, Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, dan Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi. Penyusunan Laporan Kinerja ini berdasarkan pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan, Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, di mana pelaporan capaian kinerja organisasi secara transparan dan akuntabel merupakan bentuk pertanggungjawaban atas kinerja Pemerintah Kabupaten Pemalang.

Laporan ini disusun dengan mengumpulkan data dan melakukan analisis untuk menjawab pertanyaan serta membuat kesimpulan mengenai sejauh mana capaian kinerja dan sasaran pembangunan daerah yang ditunjukkan dalam keberhasilan pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Kabupaten Pemalang yang terangkum dalam Perjanjian Kinerja Bupati Tahun 2017, sesuai dengan yang tercantum dalam RPJMD Kabupaten Pemalang Tahun 2016-2021.

Berdasarkan hasil analisis akuntabilitas terhadap 56 Indikator Kinerja dalam Perjanjian Kinerja Bupati Pemalang tahun 2017, dapat disimpulkan bahwa dari 56 indikator kinerja, sebanyak 51 indikator atau 91,07% memperoleh kriteria

P

(4)

iv

penilaian sangat baik, 3 indikator atau 5,36% memperoleh kriteria penilaian tinggi, 1 indikator atau 1,79% memperoleh kriteria sedang, dan 1 indikator atau 1,79% memperoleh kriteria penilaian rendah.

Sedangkan hasil pengukuran indikator kinerja sasaran terhadap 25 sasaran strategis yang tercantum dalam Perjanjian Kinerja Bupati Pemalang tahun 2017, menurut skala nilai peringkat kinerja dapat disimpulkan bahwa dari 25 sasaran strategis, sebanyak 24 sasaran atau 96% memperoleh kriteria penilaian sangat baik dan 1 sasaran atau 4% memperoleh kriteria penilaian tinggi. Pencapaian Indikator Kinerja Sasaran strategis Pemerintah Kabupaten Pemalang tahun 2017 sebagaimana diagram berikut :

sangat baik 91%

tinggi 5%

sedang 2%

rendah 2%

96%

4%

(5)

v

Berdasarkan kriteria penilaian pemenuhan target, maka dapat diperoleh kesimpulan bahwa terdapat 36 indikator kinerja atau 64,29% yang melampaui target, 8 indikator kinerja atau 14,29% yang memenuhi target 100%, dan 12 indikator kinerja atau 21,43% yang belum memenuhi target kinerja 100, sebagaimana tertuang dalam diagram sebagai berikut :

Sedangkan dari 25 sasaran, terdapat 17 indikator kinerja sasaran atau 68% yang melampaui target, 4 indikator kinerja sasaran atau 16% yang memenuhi target 100%, dan 4 indikator kinerja sasaran atau 16% yang belum memenuhi target kinerja 100%, sebagaimana tertuang dalam diagram berikut:

melampaui 64,29%

memenuhi 14,29%

belum memenuhi

21,43%

melampaui target 68%

memenuhi target 16%

belum memenuhi target

16%

(6)

vi

Secara terperinci, indikator yang pencapaian kinerjanya belum memenuhi target adalah sebagai berikut :

1. Indikator sasaran dengan kriteria penilaian Sangat Tinggi : a. Usia Harapan Hidup sebesar 99,88%;

b. Total Fertility rate (TFR) sebesar 99,61%;

c. Indeks Pembangunan Gender sebesar 99,92%;

d. Indeks Pemberdayaan Gender sebesar 99,13%;

e. Pertumbuhan Ekonomi 99,26%

f. Tingkat Pengeluaran Perkapita 96,21%

g. Persentase jembatan dalam kondisi baik 99,73%

2. Indikator sasaran dengan kriteria penilaian Tinggi : a. Produktivitas Kedelai (kw/ha) 84,98%;

b. Persentase RTLH yang ditangani sebesar 82,95%;

c. Persentase usaha yang memiliki ketaatan terhadap pencemaran air dan udara dari sumber tidak bergerak sebesar 84,08%;

3. Indikator sasaran dengan kriteria penilaian Sedang : a. Indeks Gini sebesar 72,73%;

4. Indikator sasaran dengan kriteria penilaian Rendah : b. Persentase jalan dalam kondisi baik sebesar 56,03%.

(7)

vii

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ... i

Ikhtisar Eksekutif ... iii

Daftar Isi ... vii

Daftar Gambar ... xii

Daftar Tabel ... xiii

Daftar Grafik ... xviii

Daftar Diagram ... xix

BAB 1 : PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ... 1

B. Organisasi Perangkat Daerah dan Sumber Daya Aparatur ... 2

C. Gambaran Umum ... 5

1. Kondisi Geografi ... 5

2. Potensi Unggulan Kabupaten Pemalang ... 8

3. Keadaan Penduduk ... 15

4. Kondisi Perekonomian ... 18

5. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ... 28

6. Indeks Pembangunan Gender (IPG) ... 30

7. Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) ... 31

D. Permasalahan Utama(Strategic Issued) ... 33

BAB 2 : PERENCANAAN KINERJA

A. Perencanaan Kinerja ... 36

1. Visi dan Misi ... 36

2. Tujuan dan Sasaran ... 38

3. Strategi dan Arahan Kebijakan ... 46

(8)

viii

4. Pentahapan Pembangunan ... 52

5. Prioritas Pembangunan Kabupaten Pemalang Tahun 2017 ... 55

B. Perjanjian Kinerja Tahun 2017 ... 56

C. Program Untuk Pencapaian Sasaran ... 56

D. Recana Program dan Kegiatan Prioritas Daerah tahun 2017 ... 67

BAB 3 : AKUNTABILTAS KINERJA

A. Capaian Kinerja Organisasi ... 76

I. Sasaran Strategis 1 ... 85

1. Tingkat Keselarasan Antara Program RKPD dengan RPJMD ... 85

2. Nilai LkjIP ... 86

3. Persentase Prioritas Usulan Hasil Musrenbang yg di akomodir RKPD ... 89

II. Sasaran Strategis 2 ... 90

1. Rata-rata Lama Sekolah ... 90

2. Harapan Lama Sekolah ... 92

3. Angka Kelulusan SD/MI ... 93

4. Angka Kelulusan SMP/MTs ... 95

5. Angka Melanjutkan SD/MI ... 96

6. Angka Melanjutkan SMP/MTs ... 97

III. Sasaran Strategis 3 ... 99

Angka Kunjungan Ke perpustakaan ... 99

IV. Sasaran Strategis 4 ... 102

1. Usia Harapan Hidup ... 102

2. Angka Kematian Ibu (AKI) ... 104

3. Angka Kematian Bayi (AKB) ... 106

4. Angka Kematian Balita ... 108

5. Persentase Balita Gizi Buruk ... 110

V. Sasaran Strategis 5 ... 112

Total Fertility Rate (TFR) ... 112

(9)

ix

VI. Sasaran Strategis 6 ... 115

1. Indeks Pembangunan Gender (IPG) ... 115

2. Indek Pemberdayaan Gender (IDG) ... 117

VII. Sasaran Strategis 7 ... 121

Persentase PMKS yang tertangani ... 121

VIII. Sasaran Strategis 8 ... 127

1. Persentase Kepemilikan KTP ... 127

2. Persentase Anak Memiiki Akta Kelahiran ... 130

IX. Sasaran Strategis 9 ... 133

1. Produktivitas Padi ... 133

2. Produktivitas Jagung ... 135

3. Produktivitas Kedelai ... 137

4. Produktivitas Komoditas Peternakan Utama ... 138

X. Sasaran Strategis 10 ... 141

1. Skor Pola Harapan (PPH) ... 141

2. Ketersediaan Cadangan Pangan ... 143

XI. Sasaran Strategis 11 ... 145

1. Pertumbuhan Ekonomi ... 145

2. PDRB Per Kapita ... 146

3. Laju Inflasi ... 148

4. Indeks Gini ... 150

5. Tingkat Pengeluaran Perkapita ... 151

6. Produksi Perikanan Tangkap ... 154

7. Produksi Perikanan Budidaya ... 156

XII. Sasaran Strategis 12 ... 158

1. Persentase Koperasi Sehat ... 158

2. Persentase Pertumbuhan IKM (Industri Kecil Menengah) ... 159

XIII. Sasaran Strategis 13 ... 162

Persentase Pertumbuhan Kontribusi Sektor Perdagangan terhadap PDRB ... 162

(10)

x

XIV. Sasaran Strategis 14 ... 164

Peningkatan Wisatawan ... 164

XV. Sasaran Strategis 15 ... 167

Tingkat Pengangguran Terbuka ... 167

XVI. Sasaran Strategis 16 ... 170

Menurunnya Penduduk Miskin ... 170

XVII. Sasaran Strategis 17 ... 173

1. Persentase Jalan Dalam Kondisi Baik ... 173

2. Persentase Jembatan DaLam Kondisi Baik ... 176

3. Persentase Saluran Irigasi Dalam Kondisi Baik ... 178

4. Cakupan Rumah Tangga Yang Mendapatkan Pelayanan Air Minum ... 181

5. Persentase Saluran Drainase Dalam Kondisi Baik ... 183

6. Persentase Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Yang ditangai ... 186

7. Cakupan Wilayah Kumuh ... 188

XVIII. Sasaran Strategis 18 ... 190

Ketersedian Rambu-rambu Lalu Lintas ... 190

XIX. Sasaran Strategis 19 ... 191

Persentase Usaha Yang Memiliki Ketaatan Terhadap Pencemaran Air dan Udara Dari Sumber Tidak Bergerak ... 191

XX. Sasaran Strategis 20 ... 194

Persentase Penurunan Konflik Sosial ... 194

XXI. Sasaran Strategis 21 ... 196

Nilai Investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDM) ... 196

XXII. Sasaran Strategis 22 ... 199

Hasil Opini BPK terhapat Laporan Keuangan Daerah ... 199

XXIII. Sasaran Strategis 23 ... 200

Rata-rata Skor Survey Kepuasan Masyarakat pada Perangkat Daerah Pelayanan Publik ... 200

XXIV. Sasaran Strategis 24 ... 202

(11)

xi

Cakupan Pelayanan Teknologi Informatika (TI) Bagi Masyarakat 202

XXV. Sasaran Strategis 25 ... 203

1. Cakupan Kelompok Seni yang Dibina ... 203

2. Benda, Situs dan Kawasan cagar Budaya yang Dilestarikan ... 204

B. Relasi Anggaran ... 206

Akuntabilitas Keuangan ... 206

C. Efisien Sumber Daya ... 211

BAB 4 : PENUTUP

Penutup ... 215 Lampiran

A. Penghargaan Daerah

B. Indikator Kinerja Utama Bupati

C. Perjanjian Kinerja Bupati Pemalang Tahun 2017

D. Surat Pernyataan Telah di Reviu oleh Inspektorat Kabupaten Pemalang

(12)

xii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Peta Admininstrasi Kabupaten Pemalang ... 5

(13)

xiii

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Luas Penggunaan Lahan Menurut Kecamatan Tahun 2017 ... 6 Tabel 1.2 Proyeksi Penduduk Kabupaten Pemalang Tahun 2017

Menurut Kelompok Umur Dan Jenis Kelamin 2010-2020 ... 16 Tabel 1.3 Distribusi dan Kepadatan Penduduk Kabupaten/Kota

Provinsi Jawa Tengah 2016 ... 17 Tabel 1.4 Perkembangan PDRB ADHB dan ADHK ... 19 Tabel 1.5 Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Pemalang

Tahun 2013 – 2017 ... 20 Tabel 1.6 Distribusi PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Tahun

2016 dan 2017 Kabupaten Pemalang (%) ... 22 Tabel 1.7 Perkembangan dan Pertumbuhan Pendapatan Perkapita ADHB 2017 Kabupaten Pemalang (%) ... 24 Tabel 1.8 Laju Inflasi Kabupaten Pemalang Tahun 2013 – 2017 ... 24 Tabel 1.9 Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin

di Kabupaten Pemalang Tahun 2013-2017 ... 26 Tabel 1.10 Rasio Gini Menurut Kabupaten/Kota, 2011-2015 ... 28 Tabel 1.11 Indikator IPM Kabupaten Pemalang Tahun 2010-2015 ... 29 Tabel 1.12 Perbandingan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

di Wilayah Karesidenan Pekalongan Tahun 2012 – 2016 ... 30 Tabel 1.13 Indeks Pembangunan Gender (IPG) Kabupaten Pemalang

Tahun 2012 – 2015 ... 30 Tabel 1.14 Indeks Pembangunan Gender Kabupaten Pemalang

Tahun 2012 – 2015 ... 31 Tabel 1.15 Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) Kabupaten Pemalang

(14)

xiv

Tahun 2012 – 2015 ... 32

Tabel 1.16 Indeks Pemberdayaan Gender Kabupaten Pemalang Tahun 2012 – 2015 ... 32

Tabel 2.1 Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja Utama ... 43

Tabel 2.2 Perjanjian Kinerja Tahun 2017 ... 57

Tabel 3.1 Skala Nilai Peringkat Kinerja ... 76

Tabel 3.2 Capaian Kinerja Tahun 2017 ... 77

Tabel 3.3 Capaian Kinerja Sasaran Strategis Pemerintah Kabupaten Pemalang Tahun 2017 ... 83

Tabel 3.4 Pengukuran Kinerja Tingkat Keselarasan Antara Program RKPD dengan RPJMD ... 85

Tabel 3.5 Kategori Tingkatan Akuntabilitas ... 86

Tabel 3.6 Pengukuran Kinerja Nilai LKjIP ... 87

Tabel 3.7 Pengukuran Kinerja Persentase Prioritas Usulan Hasil Musrenbang yang diakomodir dalam RKPD ... 89

Tabel 3.8 Pengukuran Kinerja Rata-rata Lama Sekolah (RLS) ... 90

Tabel 3.9 Pengukuran Kinerja Harapan Lama Sekolah (HLS) ... 93

Tabel 3.10 Pengukuran Kinerja Angka Kelulusan SD/MI ... 94

Tabel 3.11 Pengukuran Kinerja Angka Kelulusan SMP/MTs... 96

Tabel 3.12 Pengukuran Kinerja Angka Melanjutkan SD/MI ... 96

Tabel 3.13 Pengukuran Kinerja Angka Melanjutkan SMP/MTs ... 97

Tabel 3.14 Pengukuran Kinerja Angka Kunjungan ke Perpustakaan ... 99

Tabel 3.15 Pengukuran Kinerja Usia Harapan Hidup ... 102

Tabel 3.16 Pengukuran Kinerja Angka Kematian Ibu (AKI) ... 104

Tabel 3.17 Pengukuran Kinerja Angka Kematian Bayi (AKB) ... 106

(15)

xv

Tabel 3.18 Capaian Kinerja Angka Kematian Balita (AKABa) ... 108

Tabel 3.19 Pengukuran Kinerja Persentase Balita Gizi Buruk ... 110

Tabel 3.20 Pengukuran Kinerja Total Fertility Rate ... 113

Tabel 3.21 Pengukuran Kinerja Indeks Pembangunan Gender (IPG) ... 115

Tabel 3.22 Pengukuran Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) ... 118

Tabel 3.23 Pengukuran Kinerja Persentase PMKS yang Tertangani ... 121

Tabel 3.24 Rekapitulasi Kegiatan Bidang Sosial S/D Desember 2017 ... 122

Tabel 3.25 Pengukuran Kinerja Persentase Kepemilikan KTP ... 127

Tabel 3.26 Pengukuran Kinerja Persentase Anak memiliki Akta Kelahiran ... 130

Tabel 3.27 Pengukuran Kinerja Produktivitas Padi ... 133

Tabel 3.28 Pengukuran Kinerja Produktivitas Jagung ... 136

Tabel 3.29 Pengukuran Kinerja Produktivitas Kedelai ... 137

Tabel 3.30 Pengukuran Kinerja Produksi Komoditas Peternakan Utama ... 140

Tabel 3.31 Pengukuran Kinerja Skor Pola Pangan Harapan ... 141

Tabel 3.32 Pengukuran Kinerja Ketersediaan Cadangan Pangan ... 144

Tabel 3.33 Pengukuran Kinerja Pertumbuhan Ekonomi ... 146

Tabel 3.34 Pengukuran Kinerja PDRB Per Kapita ... 148

Tabel 3.35 Pengukuran Kinerja Laju Inflasi ... 149

Tabel 3.36 Pengukuran Kinerja Indeks Gini ... 150

Tabel 3.37 Pengukuran Kinerja Tingkat Pengeluaran Perkapita ... 152

Tabel 3.39 Pengukuran Kinerja Produksi Perikanan Tangkap ... 155

Tabel 3.40 Pengukuran Kinerja Produksi Perikanan Budidaya ... 156

(16)

xvi

Tabel 3.41 Pengukuran Kinerja Persentase Koperasi Sehat ... 158

Tabel 3.42 Pengukuran Kinerja Pertumbuhan IKM ... 160

Tabel 3.43 Pengukuran Kinerja Persentase pertumbuhan kontribusi sektor perdagangan terhadap PDRB ... 162

Tabel 3.44 Pengukuran Kinerja Peningkatan Wisatawan ... 164

Tabel 3.45 Pengukuran Kinerja Tingkat Pengangguran Terbuka ... 167

Tabel 3.46 Pengukuran Kinerja Persentase Penduduk Miskin ... 170

Tabel 3.47 Pengukuran Kinerja Persentase jalan dalam kondisi baik .... 173

Tabel 3.48 Persentase jembatan dalam kondisi baik ... 176

Tabel 3.49 Pengukuran Kinerja Persentase saluran irigasi dalam kondisi baik ... 178

Tabel 3.50 Pengukuran Kinerja Cakupan rumah tangga yang mendapatkan pelayanan air minum ... 181

Tabel 3.51 Pengukuran Kinerja Saluran Drainase dalam Kondisi Baik ... 183

Tabel 3.52 Pengukuran Kinerja Persentase RTLH yang tertangani ... 186

Tabel 3.53 Pengukuran Kinerja Cakupan Wilayah Kumuh ... 188

Tabel 3.54 Pengukuran Kinerja Ketersediaan Rambu-rambu Lalu Lintas 190

Tabel 3.55 Pengukuran Kinerja Persentase Usaha Yang Memiliki Ketaatan Terhadap Pencemaran Air Dan Udara Dari Sumber Tidak Bergerak ... 192

Tabel 3.56 Pengukuran Kinerja Persentase Penurunan Konflik Sosial ... 194

Tabel 3.57 Pengukuran Kinerja Nilai investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) ... 196

Tabel 3.58 Pengukuran Kinerja Hasil Opini BPK Terhadap Laporan Keuangan Daerah ... 199

(17)

xvii

Tabel 3.59 Pengukuran Kinerja Rata-rata Skor SKM

pada Perangka Daerah Pelayanan Publik ... 201 Tabel 3.60 Pengukuran Kinerja Cakupan pelayanan TI bagi masyarakat 202 Tabel 3.61 Pengukuran Kinerja Cakupan Kelompok Seni yang Dibina ... 203 Tabel 3.62 Pengukuran Kinerja Benda, Situs &

Kawasan Cagar Budaya yang Dilestarikan ... 205 Tabel 3.63 Komposisi Belanja Pada Apbd Kabupaten Pemalang

Tahun Anggaran 2017 (Unaudited) ... 207 Tabel 3.64 Pagu dan Realisasi Anggaran Pemerintah

Kabupaten Pemalang Per Sasaran strategis Tahun 2017 ... 207 Tabel 3.65 Efektifitas Anggaran terhadap Capaian Sasaran

Pemerintah Kabupaten Pemalang Tahun 2017 ... 209 Tabel 3.66 Tingkat Efisiensi Penggunaan Sumber Daya ... 212

(18)

xviii

DAFTAR GRAFIK

Grafik 1.1 Proyeksi Penduduk Kabupaten Pemalang Menurut

Kelompok Umur Dan Jenis Kelamin Tahun 2017 ... 16 Grafik 1.2 Distribusi dan Kepadatan Penduduk Kabupaten/Kota Provinsi

Jawa Tengah 2016 ... 21 Grafik 1.3 Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Pemalang

Tahun 2013–2016 (%) ... 23 Grafik 1.4 Perkembangan Laju Inflasi Kabupaten Pemalang

Tahun 2013 – 2017 (%) ... 25 Grafik 1.5 Persentase Penduduk di Bawah Garis Kemiskinan

Kabupaten Pemalang Tahun 2013 – 2017 ... 26 Grafik 1.6 Perkembangan Gini Kabupaten Pemalang Tahun 2012 – 2016 28 Grafik 1.7 Perkembangan Indeks Pembangunan Manusia

Kabupaten Pemalang Tahun 2012 – 2016 (Metode Baru) ... 29 Grafik 1.8 Perkembangan Indeks Pembangunan Gender

Kabupaten Pemalang Tahun 2012 – 2015 ... 31 Grafik 1.9 Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) Kabupaten Pemalang

Tahun 2012 – 2015 ... 32

(19)

xix

DAFTAR DIAGRAM

Diagram 1.1 Komposisi Penduduk Kabupaten Pemalang

Menurut Jenis Kelamin Tahun 2017 ... 17 Diagram 1.2 Distribusi Peranan Sektor PDRB Atas Dasar Harga Berlaku

Kabupaten Pemalang Tahun 2017 ... 23 Diagram 4.1 Capaian Indikator Kinerja Pemerintah Kabupaten

Pemalang tahun 2017 ... 216 Diagram 4.2 Capaian Indikator Sasaran Pemerintah Kabupaten

Pemalang tahun 2017 ... 217 Diagram 4.3 Capaian Indikator Kinerja Perjanjian Bupati Kabupaten

Pemalang tahun 2017 ... 218 Diagram 4.4 Capaian Indikator Sasaran Perjanjian Bupati Kabupaten

Pemalang tahun 2017 ... 218

(20)

1

A. LATAR BELAKANG

kuntabilitas didefinisikan

sebagai suatu

perwujudan kewajiban untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan atau kegagalan misi organisasi dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan melalui media pertanggungjawaban yang dilaksanakan secara periodik.

Salah satu rangkaian kegiatan yang

harus dilakukan setiap tahun dan merupakan salah satu bentuk manifestasi dari evaluasi semua rangkaian yang telah dilakukan selama satu tahun anggaran diwujudkan dalam Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP).

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) juga berperan sebagai alat kendali, alat penilai kinerja serta alat pendorong terwujudnya good governance.

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Kabupaten Pemalang merupakan bentuk komitmen nyata dalam mengimplementasikan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) sebagaimana amanat yang terkandung dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 Tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah sebagai salah satu pedoman penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 Tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja,

A PENDAHULUAN BAB 1

A. Latar Belakang

B. Organisasi Perangkat Daerah dan Sumber Daya Aparatur

C. Gambaran Umum Daerah D. Permasalahan Utama

BAB 1

PENDAHULUAN

(21)

2

Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah sebagai dasar penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP).

Dalam lampiran Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Reviu atas Laporan Kinerja disebutkan bahwa Bupati menyusun Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) pada awal periode pelaksanaan program/kegiatan berdasarkan perjanjian kinerja yang ditandatangani, dimana capaian kinerja di tahun yang lalu dan rencana capaian kinerja di tahun mendatang dikomunikasikan kepada Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Menteri Dalam Negeri paling lambat 3 (tiga) bulan setelah tahun anggaran berakhir.

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Kabupaten Pemalang memiliki dua fungsi utama sekaligus. Pertama, LKjIP merupakan sarana bagi Pemerintah Kabupaten Pemalang untuk menyampaikan pertanggungjawaban kinerja kepada seluruh stakeholder yang berisi informasi tentang keberhasilan dan kegagalan dalam pencapaian tujuan dan sasaran. Kedua, LKjIP Kabupaten Pemalang merupakan sarana evaluasi atas pencapaian kinerja Pemerintah Kabupaten Pemalang sebagai upaya untuk memperbaiki kinerja di masa yang akan datang atau dalam upaya peningkatan kinerja (performance improvement) organisasi, baik dalam bentuk regulasi, distribusi, maupun alokasi sumber daya yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Pemalang.

B. ORGANISASI PERANGKAT DAERAH DAN SUMBER DAYA APARATUR

Dalam rangka pelaksanaan desentralisasi yang sesuai Undang- undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah, mendorong Pemerintah Kabupaten Pemalang untuk membentuk Organisasi perangkat Daerah (OPD) baru yang mendasari aturan dalam peraturan tersebut.

(22)

3

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Pemalang Nomor 13 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, Kabupaten Pemalang telah menjalankan roda pemerintahan berdasarkan susunan OPD baru sesuai dengan Peraturan Daerah, yang berlaku mulai 1 Januari 2017.

Sehubungan dengan hal tersebut, urusan pemerintahan di Kabupaten Pemalang dibagi menjadi penyelenggaraan urusan pemerintahan wajib dan penyelenggaraan urusan pemerintahan pilihan.

Sesuai dengan amanat Peraturan pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah, urusan pemerintahan wajib dibagi menjadi urusan pemerintahan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar dan urusan pemerintahan wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar yang. Urusan pemerintahan wajib merupakan urusan yang terkait langsung dengan pelaksanaan pelayanan dasar (basic service) bagi masyarakat. Sedangkan urusan pemerintahan pilihan diselenggarakan dalam rangka pengembangan potensi unggulan (core competence) yang menjadi karakteristik dan kekhasan daerah.

Dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan sebagaimana tersebut diatas, Pemerintah Kabupaten Pemalang dipimpin oleh Bupati selaku Kepala Daerah dan dibantu oleh Wakil Bupati sebagai Wakil Kepala Daerah, Sekretaris Daerah (3 asisten, 8 bagian), 3 Staf ahli, 1 Sekretaris DPRD, 1 Inspektorat, 18 Dinas, 4 Badan, 14 Kecamatan dengan 11 Kelurahan sebagai perangkat Kecamatan. Sedangkan Kantor Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah masih menggunakan aturan yang lama, karena aturan dari Pemerintah Pusat sampai saat ini belum turun. Adapun Struktur Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Pemalang adalah sebagai berikut:

(23)

4

STRUKTUR ORGANISASI PERANGKAT DAERAH KABUPATEN PEMALANG

(24)

5

C. GAMBARAN UMUM DAERAH

1.

Kondisi Geografis

Kabupaten Pemalang merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang terletak di jalur transportasi pantai utara (pantura) Pulau Jawa. Secara astronomis Kabupaten Pemalang terletak pada posisi 1090 17′ 30″ – 1090 40′ 30″ Bujur Timur dan 80 52′ 30″ – 70 20′ 11″

Lintang Selatan. Sedangkan secara geografis, wilayah Kabupaten Pemalang memiliki batas-batas sebagai berikut :

a. Sebelah Utara berbatasan dengan Laut Jawa;

b. Sebelah Timur dengan Kabupaten Pekalongan;

c. Sebelah Selatan dengan Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Banyumas;

d. Sebelah Barat dengan Kabupaten Tegal.

Gambar 1.1

Peta Administrasi Kabupaten Pemalang

(25)

6

Secara administratif Kabupaten Pemalang terdiri atas 14 kecamatan, yang dibagi lagi atas 211 Desa dan 11 Kelurahan. Adapun jumlah dusun/lingkungan yang ada di seluruh desa dan kelurahan adalah 839 yang terdiri dari 6.453 RT dan 1.303 RW.

Pusat pemerintahan berada di Kecamatan Pemalang. Luas wilayah Kabupaten Pemalang 111.530,570 Ha atau 1.115,30 Km², terdiri dari lahan sawah seluas 36,381,86 Km² dan lahan bukan sawah 111,530,45 Km².

Adapun rincian luas penggunaan lahan menurut kecamatan tahun 2017 dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 1.1

Luas Penggunaan Lahan Menurut Kecamatan Tahun 2017

Kecamatan

Luas Lahan (Km²)

Jumlah

Sawah

Bukan Sawah Bangunan &

Pekarangan

Tegalan/

Kebun

Hutan Rakyat

Tambak/

Kolam

Hutan Negara

Perke- bunan

Lain- Lain

Moga 1250,681 1178,13 700,412 54,45 248,176 518,45 189,79 0 4.140,09 Warungpring 885,99 901,90 384,64 181 88 124,47 65 0 2.631,00 Pulosari 240,17 1011,98 4129,22 123,68 68 3103,95 75 0 8.752,00 Belik 2474,09 2343,64 2395,61 805 2,95 4320,46 112,25 0 12.454,00 Watukumpul 3325,78 1697,93 1861,47 627 4,66 5385,16 0 0 12.902,00 Bodeh 2650,05 1485,70 740,51 0 282,48 3439,56 0 0 8.598,30 Bantarbolang 2696,00 1398,00 2106 365 0 7354 0 0 13.919,00 Randudongk

al 3363,11 1313,07 983,03 94,09 0 3111,81 166,8

9 0 9.032,00 Pemalang 4123,00 1697,12 692 0 214 3466,88 0 0 10.193,00

Taman 3761,83 1739,38 145 0 301 786,79 7 0 6.741,00

Petarukan 5252,00 2478,059 310 - 89 - - 0 8.129,06

Ampelgading 2858,16 912,77 54,14 0 0 1504,93 0 0 5.330,00

Comal 1215,00 1326,00 76 37 0 0 0 0 2.654,00

Ulujami 2286,00 1671,00 1.213 225 280 - 300 80 6.055,00

Jumlah 36381,861 21.154,68 15.791,03 2.512,22 1.578,27 33.116,46 915,93 80 111.530,45 Sumber : Dinas Pertanian, Tahun 2017

(26)

7

Secara topografis, Kabupaten Pemalang memiliki keunikan wilayah, yang dapa dikelompokan menjadi empat (4) kategori, yaitu:

1. Daerah dataran pantai

Merupakan daerah pantai dengan ketinggian berkisar antara 1-5 meter di atas permukaan laut. Daerah ini meliputi 18 Desa dan 1 Kelurahan yang terletak dibagian utara wilayah Kabupaten Pemalang;

2. Daerah dataran rendah

Merupakan daerah dataran rendah yang subur dengan ketinggian 6-15 m di atas permukaan laut. Daerah ini meliputi 98 Desa dan 5 Kelurahan yang terletak dibagian utara dari wilayah Kabupaten Pemalang.

3. Daerah dataran tinggi

Merupakan dataran tinggi dan pengunungan yang subur serta berhawa sejuk dengan ketinggian 16-212 m di atas permukaan laut Daerah ini meliputi 35 desa, terletak di bagian tengah dan selatan wilayah Kabupaten Pemalang.

4. Daerah pegunungan

Terbagi menjadi dua, yaitu :

 Daerah dengan ketinggian antara 213 – 924 meter diatas permukaan laut. Daerah ini meliputi 55 desa, terletak dibagian selatan wilayah Kabupaten Pemalang;

 Daerah dengan ketinggian 925 meter diatas permukaan laut, terletak di bagian selatan wilayah Kabupaten Pemalang. Daerah ini meliputi 10 desa dan berbatasan dengan Kabupaten Purbalingga.

Adapun jenis tanah di Kabupaten Pemalang antara lain adalah : a) Tanah alluvial : terutama terdapat di dataran rendah

b) Tanah legosil : terdiri dari batu-batuan pasir dan intermedier di daerah bukit sampai gunung

(27)

8

c) Tanah lestasol: terdiri dari batu bekuan pasir intermedier di daerah bukit sampai gunung

Kenampakan bentang alam wilayah Kabupaten Pemalang merupakan areal dataran, perbukitan dan pegunungan yang memiliki kemiringan lereng beragam. Wilayah Kabupaten Pemalang dilintasi dua buah sungai besar yaitu Sungai Waluh dan Sungai Comal, dengan demikian sebagian besar wilayahnya merupakan daerah aliran sungai yang subur.

2.

Potensi Unggulan Kabupaten Pemalang

Potensi Unggulan Daerah yang bisa dijadikan komoditas unggulan dalam rangka mendukung pengembangan Kabupaten Pemalang. Beberapa potensi yang bisa dijadikan komoditas unggulan dalam rangka mendukung pengembangan Kabupaten Pemalang meliputi :

1) Sektor Pertanian a. Padi

Sebagai salah satu lumbung padi di Provinsi Jawa Tengah, produktivitas padi di Kabupaten Pemalang telah mencapai 57,96 kwintal/hektar. Disamping produktivitas padi secara umum, petani di Kabupaten Pemalang telah merintis padi sehat dengan rata-rata produktivitas padi sehat sebesar 6,1 ton per hektar. Pemasaran beras sehat oleh Asosiasi Petani Padi Sehat Pemalang (APPSP). Produksi beras sehat telah diuji melalui Laboratorium Sucofindo.

b. Mangga

Komoditas mangga merupakan bagian dari kelompok hortikultura dan sebagai salah satu komoditas unggulan serta dikenal dengan Mangga Arumanis Istana. Produksi mangga Kabupaten Pemalang mencapai 31.427 ton dengan luas panen mencapai 449.910 pohon.

(28)

9

Mangga Arumanis Pemalang telah mendapat perlindungan indikasi geografis dari Dirjen HAKI Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia serta Sertifikat Prima 3 dari Gubernur Jawa Tengah.

c. Sayuran

Komoditas sayuran di Kabupaten Pemalang meliputi cabai, kentang, kol, tomat, bawang daun, wortel, buncis, sawi, labu siam yang terletak di wilayah Kabupaten Pemalang bagian selatan (Waliksarimadu). Luas lahan pengembangan komoditas sayuran ± 5.080 Ha. Komoditas sayuran mampu memenuhi kebutuhan pasar di Kabupaten Pemalang dan wilayah lainnya termasuk pasar di Jakarta.

d. Melati Emprit

Komoditas hasil perkebunan jenis tanaman ini merupakan bahan campuran pembuatan kosmetika. Budidaya melati ini banyak dikembangkan hampir di sebagian besar wilayah Kabupaten Pemalang, karena jenis tanaman ini dapat beradaptasi dengan berbagai kondisi iklim. Peluang investasi budidaya tanaman ini memiliki prospek yang sangat strategis, khususnya di bagian utara Kabupaten Pemalang.

2) Sektor Peternakan

a. Sapi Potong

Kabupaten Pemalang dengan topografi alam yang berupa dataran pantai, dataran rendah, dataran tinggi serta sebagai daerah pegunungan, membuat daerah ini sangat cocok untuk penggemukan sapi potong. Rata-rata produksi daging sapi potong setiap tahunnya adalah sebesar 730,34 ton. Jumlah ternak sapi potong 9.701 ekor. Lokasi usaha sapi potong berada di Kecamatan Watukumpul, Kecamatan Belik, Kecamatan Pulosari, Kecamatan Moga, Kecamatan Bantarbolang, Kecamatan Bodeh, dan Kecamatan Randudongkal. Saat ini

(29)

10

sedang dikembangkan Sentra Peternakan Rakyat (SPR) Sapi di Kabupaten Pemalang.

b. Kerbau

Populasi ternak kerbau di Kabupaten Pemalang mencapai 8.225 ekor, meningkat seiring motivasi peternak dalam budidaya ternak kerbau. Populasi kerbau tersebar merata di seluruh wilayah Kabupaten Pemalang dengan jumlah populasi terbanyak berada di Kecamatan Bantarbolang sebesar 2.812 ekor. Saat ini sedang dikembangkan Sentra Peternakan Rakyat (SPR) Kerbau di Kabupaten Pemalang.

3) Sektor Industri

a. Industri Pengolahan Nanas

Kabupaten Pemalang sebagai salah satu sentra produksi nanas di Indonesia yang dikenal dengan nama Nanas Madu Pemalang, potensi produksi nanas madu mencapai 139.282 ton.

Lahan budidaya yang ada saat ini seluas 870,1 ha berada di Kecamatan Belik, Kecamatan Moga, Kecamatan Pulosari, Kecamatan Watukumpul dan Kecamatan Randudongkal.

Upaya pengembangan usaha agroindustri dalam skala rumah tangga telah dilakukan menjadi aneka olahan nanas seperti : selai, sirup, jenang, dodol, krupuk, kripik, cocktail dan lain-lain.

Selama ini penjualan nanas yang ada di Kabupaten Pemalang belum semuanya dalam bentuk olahan. Hasil produksi buah nanas dikirim ke Jakarta, Semarang, Solo dan Yogyakarta.

b. Industri Pengolahan Ikan Bandeng

Ikan bandeng merupakan salah satu komoditas unggulan perikanan budidaya di Kabupaten Pemalang. Produksi ikan bandeng mencapai 7.270.250 kg tercatat lebih dari 1.530 orang pembudidaya dengan luas lahan tambak mencapai 1.728 ha tersebar di beberapa Kecamatan Pemalang, Kecamatan Taman, Kecamatan Petarukan dan Kecamatan Ulujami. Produk

(30)

11

olahan bandeng di Kabupaten Pemalang antara lain bandeng presto, bandeng montok, nuget bandeng, abon bandeng dan lain-lain. Hasil produksi ikan bandeng segar saat ini didistribusikan ke kota-kota besar seperti Jakarta, Semarang dan Purwokerto.

c. Budidaya Udang Vannamei

Udang vannamei merupakan salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Pemalang. Budidaya udang vannamei saat ini secara luas dikembangkan oleh masyarakat di pesisir pantai utara Kabupaten Pemalang dengan luas budidaya mencapai 92,9 ha baik intensif maupun tradisional. Kapasitas produksi udang vannamei di Kabupaten Pemalang mencapai 495.180 kg. Pengembangan budidaya udang vannamei yang cocok dan berpotensial tersebar di beberapa desa di Kecamatan Ulujami antara lain, Desa Pesantren, Mojo, Limbangan, Ketapang, Blendung, Kertosari, Kaliprau dan Desa Tasikrejo.

d. Industri Sapu Glagah

Sentra home industri sapu glagah meliputi beberapa wilayah di Kecamatan Watukumpul dan Kecamatan Belik.

Produksi sapu glagah di sentra mencapai 20.841.750 buah/tahun. Saat ini produk sapu glagah telah mampu memenuhi permintaan pasar kota-kota besar serta ekspor ke Malaysia, Taiwan, Korea, Jepang dan Brunai. Tanaman rumput glagah terhampar luas di tanah perkebunan ataupun di tanah hutan perhutani kurang lebih 245,9 ha lahan telah ditanam dan dibudidayakan dengan produksi mencapai 713,1 ton rumput glagah.

e. Sarung Goyor

Sentra industri Sarung Goyor terdapat di Desa Wanarejan Utara Kecamatan Taman dengan pelaku usaha sebanyak 180.

(31)

12

Sentra industri sarung goyor mampu menyerap 3.396 orang tenaga kerja, kapasitas produksi mencapai 815.518 sarung/tahun. Pemasaran sarung goyor telah di ekspor ke beberapa negara di kawasan Asia, Timur Tengah, Afrika dan di dalam negeri sendiri. Komoditas sarung goyor di Kabupaten Pemalang merupakan sub sektor unggulan kriya Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

4) Sektor Pariwisata

Salah satu tulang punggung penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada era otonomi daerah adalah sektor kepariwisataan, mengingat sektor inilah yang sangat potensial menghasilkan pendapatan yang besar karena sifatnya yang multi- sectoral dan multi-effects. Dengan berkembangnya sektor kepariwisataan akan mendukung pendapatan daerah dari berbagai sisi mulai dari retribusi masuk obyek wisata, pajak hotel dan restoran, perijinan usaha pariwisata, di samping juga menyerap tenaga kerja baik dari sektor formal maupun informal. Mengingat demikian strategisnya posisi pengembangan sektor pariwisata maka perencanaan pengembangan pariwisata penting untuk dipikirkan. Pemalang adalah salah satu Kabupaten di Jawa Tengah yang memiliki potensi wisata cukup berlimpah dan bervariasi. Obyek wisata di Pemalang dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori yaitu wisata alam serta wisata budaya.

Kabupaten Pemalang memiliki sejumlah obyek wisata potensial dan prospektif. Beberapa jenis daya tarik wisata yang dimiliki terdiri dari obyek pegunungan, pantai, air terjun maupun obyek wisata buatan antara lain :

a. Widuri Water Park

Terletak di tepi Pantai Utara Pemalang, tepatnya di Kelurahan Widuri Kecamatan Pemalang. Dengan luas area 6,5 Ha.

(32)

13

Wahana yang ditawarkan meliputi Wahana Boomerang (Little Rip), Seluncur (Water Slide), Permainan Anak (Kid Water Playground) yang dilengkapi ember tumpah, Kolam Arus (Lazy River), Wahana Dermaga, Ventura River, Food Court & Resto.

Widuri Water Park merupakan daerah tujuan wisata tahunan yang kerap dikunjungi masyarakat baik dalam maupun luar daerah.

b. Pantai Widuri

Terletak ±3 Km sebelah utara Kota Pemalang dan dapat ditempuh dengan menggunakan angkutan umum maupun kendaraan pribadi dikarenakan infrastruktur yang sudah memadai. Ketika memasuki lingkungan Pantai Widuri maka pengunjung akan disambut dengan rimbunan pohon pohon besar yang telah berumur ratusan tahun dan kumpulan pohon cemara berjajar rapi di sepanjang pinggir pantai.

c. Goa Gunung Wangi

Terletak 25 Km arah barat daya Kota Pemalang tepatnya di Desa Glandang Kecamatan Bantarbolang, yang merupakan gugusan goa yang terdiri dari Goa Pengantin, Goa Buyung, Goa Laren, Goa Bandung dan Goa Siluman. Diantara kelima tersebut Goa Buyung adalah yang terbesar dan terpanjang dengan hiasan stalagtit dan stalagmit yang menyajikan panorama yang indah.

d. Curug Sibedil

Merupakan wisata air terjun terletak ±43 Km dibarat daya Kota Pemalang tepatnya di Desa Sima Kecamatan Moga.

Dinamakan Sibedil karena tidak jauh dari areal tersebut terdapat batu yang bentuknya mirip dengan bedil (senjata laras panjang). Curug Sibedil menyajikan panorama air terjun yang indah dengan ketinggian ±20 m dimana sumber air terjun tersebut berasal dari 3 mata air.

(33)

14

e. Curug Barong

Curug dengan ketinggian ±25 m yang berada di Kecamatan Belik 56 Km kearah tenggara Kota Pemalang. Curug Barong menawarkan panorama yang asri dengan sumber air yang sejuk dan segar.

f. Telaga Rengganis

Terletak di Kecamatan Watukumpul ±60 Km kearah tenggara Kota Pemalang. Telaga ini nampak anggun dihiasi dengan jajaran pohon pinus yang mengelilinginya. Telaga Rengganis ideal untuk pecinta Hiking dan Camping selain itu juga cocok untuk olahraga memancing.

g. Bukit Mendelem

Sebuah bukit dengan ketinggian ±1450 mdpl yang terletak 42 Km ke arah tenggara Kota Pemalang tepatnya di Desa Mendelem Kecamatan Belik. Dengan luas 3,5 Ha bukit yang terdiri dari batuan diorit sangat ideal bagi pecinta olahraga panjat tebing.

h. Desa Wisata Cikendung

Desa wisata Cikendung berhawa sejuk dan terletak di kaki Gunung Slamet, Kecamatan Pulosari, sekitar 45 km ke arah selatan Pemalang. Dengan hawa yang sejuk dan berada di kaki Gunung Slamet, desa tersebut telah dikemas menjadi Desa Wisata Budaya Berbasis Pegunungan.

i. Kawasan Wisata Moga

Kawasan wisata Moga memiliki kolam renang, pesanggrahan, dan wisata agro PTPN IX Semugih. Kolam renang Moga terletak kurang lebih 41 km ke sebelah selatan Kota Pemalang, dengan luas objek wisata 1.932 m². Sedangkan pesanggrahan Moga terletak di sebelah barat obyek wisata kolam renang Moga. Luas lahan yang dimiliki kurang lebih 486 m² memiliki 24 kamar dengan fasilitas kamar mandi disetiap

(34)

15

kamarnya. Kondisi saat ini perlu dilakukan perbaikan dan sedang diusulkan bantuan keuangan Provinsi Jawa Tengah.

j. Ekowisata Mangrove Desa mojo

Ekosistem mangrove di Desa Mojo merupakan ekosistem mangrove terbesar di pesisir utara Kabupaten Pemalang.

Ekosistem mangrove ini terletak di muara Sungai Comal dengan jenis tanamannya Rhizophora mucronata dan jenis Avicennia marina yang hidup secara alami. Adanya hutan mangrove yang terbentuk seluas 72 ha telah mendatangkan berbagai jenis burung di wilayah tersebut. Terdapat 31 jenis burung dengan 11 jenis diantaranya burung migran (gajahan benggala).

Kawasan ekowisata hutan mangrove saat ini memiliki fasilitas jalan panggung sepanjang 935 m yang melintasi kawasan hutan mangrove serta perahu tradisional yang digunakan untuk wisatawan untuk melihat keindahan panoran hutan mangrove dari tepi sungai comal.

k. Wisata Gardu Pandang Gunung Slamet (Wisata Pos Pengamatan)

Terletak di Desa Gambuhan Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang. Obyek wisata ini berada pada ketinggian 1.000 mdpl dengan suhu lingkungan sekitar cenderung dingin berkisar antara 150 ºC sampai 250 ºC.

3.

Keadaan Penduduk

Jumlah penduduk Kabupaten Pemalang pada tahun 2017 menurut BPS sebanyak 1.296.272 jiwa, terdiri dari laki-laki sebanyak 641.572 jiwa dan perempuan sebanyak 654.700 jiwa. Kecamatan Pemalang merupakan Kecamatan dengan jumlah penduduk terbanyak, yaitu 178.037 jiwa, sedangkan Kecamatan dengan jumlah penduduk paling sedikit adalah Kecamatan Warungpring dengan jumlah penduduk 38.974 jiwa. Persebaran penduduk per Kecamatan berdasarkan proyeksi

(35)

16

penduduk Kabupaten Pemalang menurut kelompok umur dan jenis kelamin 2010-2020 yang bersumber dari BPS adalah sebagai berikut:

Tabel 1.2

Proyeksi Penduduk Kabupaten Pemalang Tahun 2017 Menurut Kelompok Umur Dan Jenis Kelamin 2010-2020 Kecamatan Laki-Laki Perempuan Jumlah

Moga 31.575 32.058 63.633

Warungpring 19.233 19.741 38.974

Pulosari 27.793 28.243 56.036

Belik 52.568 52.182 104.750

Watukumpul 32.312 32.636 64.948

Bodeh 27.181 27.503 54.684

Bantarbolang 34.752 37.377 72.129

Randudongkal 47.674 50.125 97.799

Pemalang 88.114 89.923 178.037

Taman 80.430 81.717 162.148

Petarukan 72.869 74.317 147.186

Ampelgading 32.805 33.848 66.653

Comal 44.280 44.753 89.032

Ulujami 49.986 50.277 100.263

TOTAL 641.572 654.700 1.296.272

Sumber : BPS Kabupaten Pemalang, 2017*) Proyeksi Penduduk 2010-2020

Grafik 1.1

Proyeksi Penduduk Kabupaten Pemalang Menurut Kelompok Umur Dan Jenis Kelamin Tahun 2017

0 50 100 150

200 Laki-Laki Perempuan

(36)

17

Dari Tabel 1.2 dan Grafik 1.1 diatas, dapat dilihat bahwa komposisi penduduk Kabupaten Pemalang menurut jenis kelamin relatif seimbang sebagaimana diagram dibawah ini :

Diagram 1.1

Komposisi Penduduk Kabupaten Pemalang Menurut Jenis Kelamin Tahun 2017

Jumlah penduduk Kabupaten Pemalang menempati urutan ketiga di Provinsi Jawa Tengah, dengan persentase sebesar 3,80%

setelah Kabupaten Batang 2,20% dan Kabupaten Pekalongan 2,59%.

Dengan luas wilayah Kabupaten Pemalang sekitar 1.115,30 kilometer persegi yang didiami oleh 1.296.272 jiwa pada tahun 2017, maka rata-rata tingkat kepadatan penduduk Kabupaten Pemalang adalah sebanyak 1.277 jiwa per kilometer persegi.

Tabel 1.3

Distribusi dan Kepadatan Penduduk Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Tengah 2016

Kabupaten Persentase Penduduk (%)

Kepadatan Penduduk per km2

1. Batang 2,20 950

2. Pekalongan 2,59 1.052

3. Pemalang 3,80 1.277

4. Tegal 4,20 1.624

5. Brebes 5,26 1.079

Sumber : BPS Jawa Tengah, 2017 *) Proyeksi Penduduk Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Tengah 2010-2025

Laki-Laki 49%

Perempuan 51%

(37)

18

Dengan kondisi demografi tersebut, tercipta kehidupan masyarakat di Kabupaten Pemalang yang religius dan toleran, pekerja keras dan memiliki semangat bergotong

royong yang cukup kuat sebagai modal sosial yang kokoh bagi masyarakat Pemalang untuk melangkah lebih maju.

4.

Kondisi Perekonomian

a. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

Salah satu indikator yang dapat digunakan untuk mengetahui potensi unggulan suatu daerah adalah komposisi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Potensi-potensi yang ada dalam suatu wilayah dapat dilihat dari berbagai macam perspektif dan pendekatan. Salah satu pendekatan dalam menghitung PDRB adalah menggunakan pendekatan produksi yang merupakan jumlah nilai tambah atas barang dan jasa yang dihasilkan oleh berbagai unit produksi di wilayah suatu daerah dalam jangka waktu tertentu. Unit-unit produksi tersebut dalam penyajiannya dikelompokkan menjadi 17 lapangan usaha (sektor).

PDRB dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu PDRB Atas Dasar Harga Berlaku dan PDRB Atas Dasar Harga Konstan. PDRB Atas Dasar Harga Berlaku menunjukkan kemampuan sumber daya ekonomi yang dihasilkan oleh suatu wilayah. Distribusi PDRB Atas Dasar Harga Berlaku menurut sektor menunjukkan struktur perekonomian atau peranan setiap sektor ekonomi dalam suatu daerah. Sektor-sektor ekonomi yang mempunyai peranan besar menunjukkan basis perekonomian suatu daerah. Sementara PDRB Atas Dasar Harga Konstan berguna untuk

0 2 4 6

Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Grafik 1.2. Distribusi dan Kepadatan

Penduduk Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Tengah 2016

Persentase Penduduk (%)

Kepadatan Penduduk per km2 (dalam ribuan)

(38)

19

menunjukkan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) secara keseluruhan maupun sektoral dari tahun ke tahun. Nilai PDRB yang besar menunjukkan kemampuan sumber daya ekonomi yang besar pula.

Kondisi perekonomian di Kabupaten Pemalang dapat diukur melalui besarnya nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Kinerja laju pertumbuhan perekonomian Kabupaten Pemalang menunjukan gambaran yang bervariasi baik menurut harga berlaku maupun menurut harga konstan. Menurut harga berlaku, laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pemalang pada Tahun 2017 sebesar Rp.21.842.454.134.076- naik sebesar 9,01% dari tahun sebelumnya tahun 2016 yaitu sebesar Rp.20.036.515.722.206,-. Menurut harga konstan, laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pemalang pada tahun 2017 naik sebesar 5,40% dari semula Rp. 15.463.800.552.329,-pada tahun 2016 menjadi Rp.16.229.154.010.290,- pada tahun 2017.

Kontribusi sektor penyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terbesar secara berturut-turut pada tahun 2017 adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 27,03 persen, sektor industri pengolahan 20,87 persen dan sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 15,61 persen.

Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku dan konstan secara rinci dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel. 1.4

Perkembangan PDRB ADHB dan ADHK Tahun 2016 dan 2017

LAPANGAN USAHA PDRB Atas Dasar Harga Berlaku

PDRB Atas Dasar Harga Konstan

2016 2017 2016 2017

1. Pertanian, Kehutanan

& Perikanan 5.490.139,23 5.903.889,48 3.850.771,69 4.012.917,06 2. Pertambangan &

Penggalian 866.762,19 938.570,90 715.206,26 752.008,41 3. Industri Pengolahan 4.274.499,88 4.559.376,88 3.185.813,41 3.297.225,12 4. Pengadaan Listrik &

Gas 24.754,85 27.710,70 22.419,09 24.391,01

5. Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah & Daur Ulang

14.428,73 15.483,26 13.283,69 13.794,29

(39)

20

LAPANGAN USAHA PDRB Atas Dasar Harga Berlaku

PDRB Atas Dasar Harga Konstan

2016 2017 2016 2017

6. Konstruksi 839.427,62 936.495,86 662.286,15 701.170,34 7. Perdagangan Besar

dan Eceran, Reparasi Mobil & Sepeda Motor

3.076.300,61 3.410.181,51 2.603.495,09 2.796.271,55

8. Transportasi &

Pergudangan 527.623,34 613.249,39 462.443,60 507.832,34 9. Penyediaan

Akomodasi & Makan Minum

1.021.182,75 1.116.650,96 861.503,74 912.238,22 10. Informasi &

Komunikasi 367.924,88 402.605,19 383.543,66 404.732,28 11. Jasa Keuangan &

Asuransi 620.814,29 676.352,72 463.368,47 488.976,71 12. Real Estate 326.327,85 354.412,45 286.551,82 300.491,71 13. Jasa Perusahaan 68.014,71 74.923,03 55.942,29 59.364,41 14. Administrasi

Pemerintahan, Pertahanan &

Jaminan Sosial Wajib

671.048,98 768.529,31 505.060,44 547.124,16

15. Jasa Pendidikan 1.121.792,52 1.232.911,41 807.635,75 854.193,96 16. Jasa Kesehatan &

Kegiatan Sosial 206.705,42 230.491,69 154.696,69 165.634,32 17. Jasa Lainnya 518.767,88 580.619,40 429.778,74 460.788,12

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

20.036.515,72 21.842.454,13 15.463.800,55 16.299.154,01 Sumber : BPS Kabupaten Pemalang Tahun 2017

b. Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan, meskipun terdapat indikator yang lain yaitu distribusi pendapatan. Selama kurun waktu 5 (lima) tahun, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pemalang adalah sebagai berikut:

Tabel 1.5

Pertumbuhan Ekonomi

Kabupaten Pemalang Tahun 2013 – 2017 Bidang Urusan/

Indikator

Capaian

2013 2014 2015 2016 2017 Pertumbuhan

Ekonomi

5,57 5,53 5,50 5,31 5,4

Sumber : BPS Kabupaten Pemalang Tahun 2017

(40)

21

Grafik 1.3.

Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Pemalang Tahun 2013–2016 (%)

Laju pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu wilayah secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi. Makin tinggi pertumbuhan ekonomi, biasanya makin tinggi pula kesejahteraan masyarakat sebagai tujuan utama pembangunan.

Sebagaimana Tabel 1.5 diatas, secara umum dapat dikatakan bahwa kondisi ekonomi Kabupaten Pemalang mengalami pertumbuhan. Hal ini dilihat berdasarkan PDRB Harga Konstan, dimana pada Tahun 2016 sebesar Rp. 15.463.800.552.329,- pada tahun 2017 naik menjadi Rp16.299.154.010.290,-atau naik sebesar 5,40%.

c. Struktur Perekonomian

Struktur Perekonomian Kabupaten Pemalang tahun 2017 menunjukan bahwa terdapat 3 sektor ekonomi yang menjadi sektor yang dominan di Kabupaten Pemalang, yaitu sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, sektor Industri Pengolahan serta sektor Perdagangan Besar dan Eceran.

Pembentukan PDRB Kabupaten Pemalang di dominasi oleh ketiga sektor tersebut sebesar 63,51% persen. Kontribusi terbesar diberikan oleh sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 27,03%, sektor Industri Pengolahan sebesar 20,87% serta 15,61% dari

5.57 5.53

5.5

5.31

5.4

5.1 5.2 5.3 5.4 5.5 5.6

2013 2014 2015 2016 2017

(41)

22

sektor Perdagangan Besar dan Eceran. Struktur perekonomian Kabupaten Pemalang dapat dilihat pada Tabel dan Diagram berikut.

Tabel. 1.6

Distribusi PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2016 dan 2017 Kabupaten Pemalang (%)

LAPANGAN USAHA

Distribusi PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (persen)

Distribusi PDRB Atas Dasar Harga Konstan (persen)

2016 2017 2016 2017

1. Pertanian, Kehutanan dan Perikanan

27,40 27,03 2,33 4,21

2. Pertambangan &

Penggalian

4,33 4,30 8,98 5,15

3. Industri Pengolahan 21,33 20,87 5,65 3,50 4. Pengadaan Listrik dan

Gas

0,12 0,13 14,50 8,80

5. Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang

0,07 0,07 2,69 3,84

6. Konstruksi 4,19 4,29 7,17 5,87

7. Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor

15,35 15,61 7,57 7,40

8. Transportasi dan Pergudangan

2,63 2,81 6,55 9,81

9. Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum

5,10 5,11 6,50 5,89

10. Informasi dan Komunikasi

1,84 1,84 5,61 5,52

11. Jasa Keuangan dan Asuransi

3,10 3,10 8,51 5,53

12. Real Estate 1,63 1,62 6,20 4,86

13. Jasa Perusahaan 0,34 0,34 6,84 6,12

14. Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib

3,35 3,52 1,22 8,33

15. Jasa Pendidikan 5,60 5,64 6,66 5,76

16. Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial

1,03 1,06 7,94 7,07

17. Jasa Lainnya 2,59 2,66 4,01 7,22

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

1000 100,00 5,38 5,40

Sumber : BPS Kabupaten Pemalang Tahun 2017

(42)

23

Diagram 1.2

Distribusi Peranan Sektor PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Kabupaten Pemalang Tahun 2017

Sumber : BPS Kabupaten Pemalang, 2017

d. PDRB per Kapita

PDRB perkapita merupakan gambaran dan rata-rata pendapatan yang diterima oleh setiap penduduk selama satu tahun di suatu wilayah/daerah. Data statistik ini merupakan salah satu indikator yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu wilayah/daerah. PDRB perkapita diperoleh dari hasil bagi antara PDRB dengan jumlah penduduk pertengahan tahun yang bersangkutan.

Untuk melihat gambaran kesejahteraan masyarakat maka indikator yang tepat digunakan adalah pendapatan perkapita.

Pertumbuhan pendapatan perkapita Kabupaten Pemalang pada tahun 2017 berdasarkan harga berlaku sebesar Rp 16.850.209,01 meningkat dibandingkan dengan tahun 2016 yang sebesar Rp 15.545.239,43atau meningkatkan sebesar 8,4%.

Bila dilihat perkembangan besarnya pendapatan perkapita Kabupaten Pemalang sejak tahun 2012 sampai dengan 2017, telah

Pertanian, Kehutanan, dan

Perikanan 28%

Jasa Perusahaan 0%

Pertambang an dan Penggalian…

Pengadaan Listrik dan Gas

0%

Industri Pengolahan

21%

Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur

Ulang 0%

Konstruksi 4%

Perdagangan Besar dan Eceran,

Reparasi Mobil dan Sepeda

Motor 16%

Transportasi dan Pergudangan

3%

Penyediaan Akomodasi dan

Makan Minum 5%

Informasi dan Telekomunikasi

2%

Jasa Keuangan dan Asuransi

3%

Real Estate

2% Administrasi Pemerintah, Pertahanan, Jaminan …

Jasa Pendidikan 6%

Jasa Lainnya 3%

Gambar

Tabel 1.1         Luas Penggunaan Lahan Menurut Kecamatan Tahun 2017 .....   6  Tabel 1.2        Proyeksi Penduduk Kabupaten Pemalang Tahun 2017
Grafik 1.1      Proyeksi Penduduk Kabupaten Pemalang Menurut
Diagram 1.1   Komposisi Penduduk Kabupaten Pemalang
Tabel 3.4. Pengukuran Kinerja Tingkat Keselarasan   Antara Program RKPD dengan RPJMD
+7

Referensi

Dokumen terkait

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKJIP) pada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kendal merupakan bentuk pertanggung jawaban pelaksanaan kegiatan Tahun Anggaran 2021,

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Indragiri Hulu Tahun 2020, merupakan suatu bentuk evaluasi yang dilakukan terhadap

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah ( LAKIP ) Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sukoharjo disusun guna mengukur keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan

Dengan demikian Laporan Kinerja Instansi Pemerintah ( LKj ) Kecamatan Tempeh Tahun 2018, merupakan dokumen hasil dari tahapan pelaporan kinerja pada Sistem

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Kecamatan Teluk Bayur Kabupaten Berau Tahun 2020 merupakan salah satu bentuk perwujudan

Demikian Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Lima Puluh Kota tahun 2018, semoga dapat menggambar Kinerja

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Kabupaten Magelang Tahun 2018 5 akan dicapai melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kehidupan beragama, serta

Berdasarkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010, maka disusunlah Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi