• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

2. Konsep Biaya Yang Digunakan Oleh

Setiap perusahaan membutuhkan biaya – biaya dalam menjalankan kegiatan operasional perusahaan. Adapun biaya – biaya yang digunakan oleh PDAM Tirtanadi adalah sebagai berikut :

a. Biaya Langsung dan Biaya Tidak Langsung

Yang termasuk biaya langsung adalah biaya operasional dan biaya pemeliharaan. Yang termasuk biaya tidak langsung adalah biaya administrasi dan umum.

b. Biaya Tetap dan Biaya Variabel

Yang termasuk biaya tetap adalah biaya gaji karyawan, biaya penyusutan, biaya asuransi. Yang termasuk biaya variabel adalah biaya bahan bakar, biaya listrik, air, telepon.

3. Proses Pengambilan Keputusan

Setiap perusahaan mempunyai langkah – langkah tertentu untuk mengambil suatu keputusan. Dalam hal ini perusahaan juga mempunyai proses untuk mengambil keputusan yang berhubungan dengan kegiatan operasional perusahaan tersebut.

Ada beberapa prosedur yang harus dijalankan sesuai dengan SK. Direksi PDAM Tirtanadi Propinsi Sumatera Utara No. 59/KPTS/2004 tentang pengadaan barang dan jasa di lingkungan PDAM Tirtanadi Medan :

1. Non konstruksi dan jasa lainnya

a. Untuk pengadaan sampai dengan Rp. 15.000.000 persetujuan dilakukan oleh kepala cabang, kepala instalasi, pimpinan proyek, kepala bidang umum (khusus kantor pusat).

b. Untuk pengadaan antara Rp. 15.000.000 – Rp. 50.000.000 persetujuan dilakukan oleh kepala bidang umum dan kepala instalasi.

c. Untuk pengadaan antara Rp. 50.000.000 – Rp. 300.000.000 persetujuan dilakukan oleh direktur bidang yang bersangkutan dan Direktur Administrasi dan Keuangan dengan persetujuan Direktur Utama.

d. Untuk pengadaan antara Rp. 300.000.000 – Rp. 4.000.000.000 persetujuan dilakukan oleh direktur bidang yang bersangkutan dan Direktur Administrasi dan Keuangan dengan persetujuan Direktur Utama.

e. Untuk pengadaan di atas Rp. 4.000.000.000 dapat dilakukan oleh Direktur Utama dengan persetujuan Gubernur.

2. Konstruksi

a. Untuk pengadaan sampai dengan Rp. 15.000.000 persetujuan dilakukan oleh kepala cabang, kepala instalasi, pimpinan proyek, kepala bidang umum (khusus kantor pusat).

b. Untuk pengadaan antara Rp. 15.000.000 – Rp. 50.000.000 persetujuan dilakukan oleh kepala bidang umum dan pimpinan proyek.

c. Untuk pengadaan antara Rp. 50.000.000 – Rp. 300.000.000 persetujuan dilakukan oleh direktur bidang yang bersangkutan dan Direktur Administrasi dan Keuangan dengan persetujuan Direktur Utama.

d. Untuk pengadaan antara Rp. 300.000.000 – Rp. 4.000.000.000 persetujuan dilakukan oleh direktur bidang yang bersangkutan dan

Direktur Administrasi dan Keuangan dengan persetujuan Direktur Utama.

e. Untuk pengadaan di atas Rp. 4.000.000.000 dapat dilakukan oleh Direktur Utama dengan persetujuan Gubernur.

3. Tender

a. Untuk pengadaan sampai dengan Rp. 50.000.000 dilakukan penunjukan langsung.

b. Untuk pengadaan antara Rp. 50.000.000 – Rp. 300.000.000 dilakukan pemilihan langsung dengan minimal 3 pihak.

c. Untuk pengadaan di atas Rp. 300.000.000 dilakukan tender terbuka melalui media massa dengan minimal 3 pihak.

Dalam perbaikan aktiva tetap perusahaan, yang terlibat dalam pengambilan keputusan adalah :

a. Divisi Jaringan Perpipaan

Membuat laporan tentang kerusakan yang terjadi b. Divisi Peralatan Teknik

Memeriksa terkait perbaikan atau pengadaan apa saja yang perlu dilakukan.

c. Kepala cabang

Membuat proposal perbaikan atau pengadaan. d. Direksi

Menetapkan kebijakan – kebijakan perusahaan, mengawasi rencana maupun realisasi dari biaya yang telah dikeluarkan dan investasi yang telah ditetapkan.

e. Divisi Perencanaan

Mempersiapkan estimasi biaya yang diperlukan untuk perbaikan maupun pengadaan baik secara swakelola maupun yang dikerjakan oleh pihak kontraktor.

f. Divisi Keuangan

Membuat rencana kerja dan anggaran yang diperlukan selama satu periode berjalan serta mengawasi pembiayaan dan mempertanggung jawabkannya kepada direksi.

Adapun langkah – langkah yang diambil oleh pihak perusahaan dalam melakukan perbaikan aktiva tetap adalah sebagai berikut :

a. Divisi jaringan perpipaan yang berada di lapangan membuat laporan mengenai kerusakan – kerusakan yang terjadi atas instalasi pompa perusahaan.

b. Divisi peralatan teknik memeriksa kerusakan yang terjadi berdasarkan laporan yang diterima dari divisi jaringan serta membuat laporan langkah perbaikan atau pengadaan yang diperlukan.

c. Kepala cabang melaporkan kerusakan yang terjadi kepada divisi perencanaan berdasarkan hasil pemeriksaan divisi peralatan teknik.

d. Divisi perencanaan menyusun analisa biaya untuk memperbaiki atau mengganti pompa dan diajukan kepada Direksi.

e. Setelah disetujui oleh Direksi maka divisi keuangan melakukan pembayaran atau pencairan dana terkait perbaikan atau penggantian yang dilakukan.

Dari langkah – langkah yang telah disajikan di atas, pengambilan keputusan dilakukan oleh Direksi. Untuk itulah informasi akuntansi manajemen beserta alternatif – alternatif yang ada sangat dibutuhkan oleh Direksi untuk menjadi bahan pertimbangan dalam proses pengambilan keputusan. Informasi akuntansi manajemen beserta alternatif – alternatifnya yang menjadi dasar pertimbangan Direksi dalam proses pengambilan keputusan disiapkan dengan bekerja sama antara bagian – bagian yang terkait seperti divisi jaringan perpipaan, divisi peralatan teknik , divisi perencanaan dan kepala cabang. Baru kemudian setelah itu divisi keuangan melakukan pembayaran atau pencairan dana terkait dengan proyek yang dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang telah disepakati bersama.

Peranan Informasi Akuntansi Manajemen Dalam Proses Pengambilan Keputusan

Dalam pengambilan keputusan yang tepat diperlukan informasi yang relevan. Dalam hubungannya dengan pengambilan keputusan, digunakan konsep biaya yang berbeda untuk masing – masing keputusan (different cost for different

purpose). Konsep yang digunakan tergantung kepada biaya mana yang relevan

untuk suatu keputusan tertentu.

Untuk mendukung penggunaan konsep tersebut diperlukan informasi mengenai biaya – biaya yang ada serta perlakuan dan penggolongan terhadap biaya tersebut. Informasi mengenai hal tersebut hanya akan tampak bila tersedianya informasi akuntansi manajemen. Dalam hal ini informasi akuntansi manajemen yang dimaksud yaitu informasi akuntansi manajemen yang informatif

dalam menggambarkan kenyataan yang ada sehingga keputusan yang akan diambil juga merupakan keputusan yang didasarkan keadaan yang diharapkan dan dibutuhkan.

Perusahaan menyadari bahwa konsep biaya yang digunakan sangatlah mempengaruhi keputusan yang akan diambil. Hal itu menjadi sebuah pertimbangan bagi perusahaan untuk menggunakan konsep biaya variabel dalam pengambilan keputuan berkaitan dengan pengelolaan aktiva tetap yang dimilikinya secara umum dan peralatan secara khusus. Selain itu perusahaan juga mengetahui pentingnya informasi akuntansi manajemen dalam pengambilan keputusan, akan tetapi pada realisasinya perusahaan belum dapat menyajikan informasi akuntansi manajemen yang informatif guna mendukung tindakan manajemen dalam mengambil sebuah keputusan.

Pada dasarnya perusahaan menggunakan informasi akuntansi manjemen namun informasi yang ada hanya berfokus pada biaya yang yang dikeluarkan apabila keputusan tersebut diambil.

Dokumen terkait