• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN UMUM MENGENAI SEMANTIK, MAKNA, SINONIM,

2.4 Konsep Verba Bahasa Jepang

2.4.2 Konsep Nuansa makna verba benkyou suru

Dalam Kihongo Yuurei Jiten (Morita,1962), benkyousuru / 勉強するberasal dari kata benkyou yang berarti pelajaran, ilmu atau studi.Benkyousuru termasuk ke dalam dooshi yang bermakna belajar. Dalambuku tersebut makna benkyou suru adalah:

1. 一生懸命に何か習ったり学問をしたりすること。

Isshokenmei ni nanika narattari, gakumon wo shitarisurukoto.

Mempelajari suatu pelajaran dengan sungguh-sungguh.

Contohnya,

a) 大学で医学の勉強をするつもりです

Daigaku de igaku no benkyou wo suru tsumoridesu.

Bermaksud mempelajari ilmu kedokteran di Universitas.

b) あの人は頭はいいが勉強は嫌いだ

Anohito wa atama wa iiga, benkyou wa kiraida.

Orang itu pintar, tapi tidak suka belajar.

c) 夜7時から10時までが私の勉強の時間です。

Yoru, 7 ji kara 10 ji made ga, watashi no benkyou no jikandesu.

Waktu belajar saya dari jam 7 sampai jam 10 malam.

d) ピアノを勉強にヨオロッパへ行く。

Piano wo benkyou ni yooroppa he iku.

Pergi ke Eropa untuk mempelajari piano.

e) 毎晩遅くまで勉強する。

Maiban, osokumade benkyousuru.

Setiap malam, belajar sampai larut.

f) 勉強した過ぎて頭が痛くなった。

Benkyoushitasugite, atama ga itakunatta.

Karena terlalu banyak belajar, kepala menjadi pusing.

g) ちょっとも勉強すればきっと上手になります。

Chottomo benkyousureba, kitto jouzu ni narimasu.

Belajar sedikit pun, pasti menjadi pintar.

h) 今度の見学は勉強になった。

Kondo no kengaku wa benkyou ni natta.

Karya wisata bulan lalu menjadi pelajaran bagi saya.

i) 品物を安く売ること。

Shinamono wo yasuku urukoto.

Menjual barang dengan harga murah. Contohnya, j) 勉強して250円にしておきます。

Benkyoushite, 250 en ni shiteokimasu.

Menurunkan harga menjadi 250 yen.

k) あの店はなかなか勉強しますね。

Ano mise wa nakanaka benkyoushimasune.

Toko itu murah betul ya.

l) お宅ももっと勉強しなさい。

Otaku mo motto benkyoushinasai.

Andapun juga harus menjual dengan harga murah.

Berdasarkan contoh-contoh kalimat yang menggunakan verba benkyou suru di atas, dapat diketahui verba benkyou suru menunjukkan makna „belajar‟ secara luas, yaitu belajar tanpa adanya guru, juga belajar dengan diri sendiri.

Kemudian, dalam kokugo jiten (Matsumura,2010), benkyousurumempunyai makna yaitu, 1. 知識や技能を学ぶこと将来に役立つ経験や試練。

Chisiki ya ginou wo manabukoto. Shourai ni yakudatsukeikenya shiren.

Mempelajari ilmu pengetahuan dan keterampilan untukmenambah pengalaman yang berguna untuk masa depan.Contohnya,

a) 君にとってはいい勉強だ。

Kare nitotte wa, ii benkyouda.

Ini adalah pelajaran yang baik untukmu.

b) 商品などを安く売ること。

Shouhinnado wo yasuku urukoto.

Menjual barang dengan harga murah. Contohnya, c) 端数は勉強します。

Hasuu wa benkyoushimasu.

Menjual murah secara satuan.

Sedangkan di dalam Kamus Pemakaian Bahasa Jepang Dasar(Nomoto,1988), benkyousuru mempunyai makna yaitu,

1. Pelajaran, belajar. Mempelajari atau memeriksa suatu hal danmenguasainya. Kadang kadang dipakai pula waktumempelajari isi pelajaran di sekolah. Contohnya,

a) 夕べ2時間勉強した。

Yuube 2 jikan benkyoushita.

Tadi malam belajar selama 2 jam.

b) まだ理科の勉強が足ない。

Mada rika no benkyou ga tarinai.

Pelajaran ilmu alam saja masih belum cukup.

c) 半年間日本語は勉強する。

Hantoshikan nihongo wo benkyousuru.

Belajar bahasa Jepang selama setengah tahun.

d) 彼は勉強がよくできる。

Kare wa benkyou ga yokudekiru.

Dia pandai sekali.

e) 契約する前に相手の会社のことを勉強しておきたい。

Keiyakusuru mae ni aite no kaisha no koto wobenkyoushite okitai.

Ingin mempelajari dulu perusahaan lawan sebelummelaksanakan kontrak.

2. Pelajaran, pengalaman yang berguna yang menjadi petunjukuntuk masa depan.

Contohnya,

a) つらい仕事だがいい勉強になる。

Tsurai shigoto daga, ii benkyou ni naru.

Ini pekerjaan yang berat, tapi akan menjadi pelajaranyang baik.

Menurut Kyousuke (1993:683), benkyou suru (勉強する/belajar):

“努力して困難に立ち向かうこと。熱心に物事を行うこと。励むこと。”

“Douryokushite konnan ni tachimukau koto. Nesshin ni monogoto o okonau koto.

Hagemu.“

“Menghadapi kesulitan dengan sekuat tenaga. Melakukan sesuatu dengan ketekunan.

Bekerja keras.”

Menurut Masayoshi Hirose (1994:170), makna benkyou suru adalah:

“学問や知識などを身につけるため努力することです。どちらかというと技術 よりも学問的なことに多く使います(例1,2,3,4)。例5は、ためになる経験をした、

という意味です。”

“Gakumon ya chishiki nado wo mi ni tsukeru tame doryouku suru koto desu.

Dochiraka toiuto gijyutsuyorimo gakumontekina koto ni ooku tsukaimasu (rei 1,2,3,). Rei 5 wa, tameni naru keiken woshita, toiuimi desu.”

“Untuk mendapatkan pembelajaran, pengetauan dll. Secara umun digunakan untuk mempelajari ilmu pengetahuan dan teknikatau keterampilan (contoh 1, 2, 3,4). Contoh 5 artinya memperoleh sesuatu dari pengalaman.”

Contohnya :

a) 私は1日に3時間勉強する。

Watashi wa ichinichini sanjikan benkyou suru.

Saya belajar 3 jam setiap hari.

b) 私の弟は勉強するのが大嫌いです。

Watashino otootowa benkyou surunoga daikiraidesu.

Adik saya tidak suka belajar.

c) 試験が近いんだから、もっと勉強しなさい。

Shikenga chikaindara, motto benkyou shinasai.

Karena ujian dekat, jadi belajar.

d) 兄は今、大学で医学を勉強している。

Aniwa ima, daigakude igaku wo benkyou shiteiru.

Abang sekarang, sedang belajar ilmu pengetahuan tentang obat di Universitas.

e) その失敗は、彼女にとっていい勉強になった。

Sono shippaiwa, kanojoni totte ii benkyouni natta.

Gagal itu, menjadikan dia belajar lebih baik.

BAB III

ANALISIS NUANSA MAKNA VERBA NARAU DAN BENKYOU SURUDALAM KOMIK TORISETSUNA KATEKYO LESSON 1 DANASAHI SHINBUN DIGITAL

Bab ini merupakan analisis nuansa makna verba narau dan benkyou suru yang terdapat didalam komik “Torisetsuna Katekyo Lesson 1”dan Asahi Shinbun Digital, yang nantinya diuraikan berdasarkan maknanya didalam kalimat.

Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis penulis verba narau dan verba benkyou suru yang terdapat di dalam komik “Torisetsuna Katekyo Lesson 1”dan Asahi Shinbun Digital, adalah tabel berikut.

Tabel. 1 : Kalimat-kalimat yang mempunyai verba narau dan benkyou suru

Verba Narau Verba Benkyou Suru

a)makna mempelajari sesuatu keterampilan atau pengetahuan dengan bimbingan seseorang

3 kalimat a) mempelajariatau memeriksa suatu hal dan menguasainya,

3Kalimat b) pelajaran, mempelajari yang berguna untuk masa depan.

2 Kalimat

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa kalimat yang terdapat verba narau dengan makna a) makna mempelajari sesuatu keterampilan atau pengetahuan dengan bimbingan seseorangada 3 kalimat. Sedangkan b) makna melakukan sesuatu dengan adanya contoh terdahulu atau belajar dengan meniru sebagai teladanada 3 kalimat.

Sedangkan kalimat yang memiliki verba benkyou suru dengan makna a)makna mempelajari atau memeriksa suatu hal dan menguasainya, kadang-kadangdipakai pula waktu mempelajari isi pelajaran di sekolahada 4 kalimat. Sedangkan b) makna pelajaran, mempelajari yang berguna untuk masa depan ada 2 kalimat.

Pada sub berikut dipaparkan mengenai analisis yang mempunyai verba narau dan verba benkyou suru yang terdapat dalam komik “Torisetsuna KatekyoLesson 1” dan “Asahi Shinbun Digital”.

3.1 Verba Narau

3.1.1 Verba narau dengan nuansa makna mempelajari sesuatu keterampilan atau pengetahuan dengan bimbingan seseorang

(1)

「越前がに」のメス「セイコガニ」の食べ方を習う授業が10日、県内の中学校で 始まった。ふるさとの味を覚えてもらおうと、県と県漁業協同組合連語会などが企 画。県内80枚の3年生約7500人分のセイコガニが各校へ提供される予定で、職員 や教員らが食べ方を教える。

(Asahi Shinbun

Digital2017年11月11日3時0分https://www.asahi.com/sp/articles/ASKCB3H0P KCBPGJB006.html?iref=sp_ss_date, diakses 8 Mei 2018)

`Echizen gani' no mesu `seikogani' no tabekata o narau jugyō ga 10-nichi, ken'nai no chūgakkō de hajimatta. Furusato no aji o oboete moraou to, ken to ken gyogyō kyōdō kumiai rengo-kai nado ga kikaku. Ken'nai 80-mai no 3-nensei yaku 7500 ninbun no seikogani ga kakkō e teikyō sa reru yotei de, shokuin ya kyōin-ra ga tabe-kata o oshieru.

Arti:

Sebuah pelajaran yang mempelajari cara memakan "Seikogani" dari "Echizengani " dimulai di sekolah menengah pertama di prefektur pada tanggal 10. Masyarakat asosiasi koperasi perikanan prefektur dan prefektur dan lain-lain berencana untuk mengingat selera rumah.

Sekitar 7500 siswa kelas tiga di prefektur akan diberikan ke setiap sekolah, dan staf dan guru akan mengajari mereka cara makan.

Analisis:

Kalimat (1) di atasmenggambarkan cara memakan seikogani dan echizengani.

Masyarakat asosiasi koperasi perikanan dan prefektur lainnya berencana untuk mengingat selera makanan rumah. Disini siswa kelas 3 sekitar 7500 di prefektur akan diutus kesetiap sekolah untuk mempelajari cara makan seikogani dan echizengani, yang diajarkan oleh para staf dan guru. Seikogani adalah makanan Jepang (kepiting salju yang membawa telurnya) dan echizengani adalah makanan laut dari Fukui pada musim dingin yang mempunyai tanda kuning pada penjepit panjang.

Pada cuplikan kalimat (1) diatas, verba narau diterjemahkan menjadi belajar. Narau pada kalimat (1) di atas, mempunyai nuansa makna mempelajari suatu hal yaitu pengetahuan, keterampilan beserta teknik cara memakan seikogani dan echizengani dengan tujuan untuk mengingat selera makanan rumah. Disini ada pengajar atau ahli didalamnya dalam mengajarkan cara memakan seikogani dan echizengani tersebut, yaitu staf dan guru.

Hal ini sesuai dengan pernyataan dari Nomoto (1998), yang menyebutkan bahwa makna verba narau adalah mempelajari sesuatu keahlian atau pengetahuan yang sistematis

dengan bimbingan seseorang. Dalam hal ini mereka para siswa di prefektur akan di utus ke setiap sekolah untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang dibimbing oleh staf dan guru.

(2)

魚津市立経由小で15日、長さ20メートルののり巻きを作る授業「収穫際」があ った。社会科で農業について習う5年生29人が、総合学習のー環として学校近く 田んぼで育てたコツヒカりでのり巻きを作った。

(Asahi Shinbun Digital2017年11月16日3時0分

https://www.asahi.com/sp/articles/ASKCH4DS7KCHPUZB00L.html?iref=sp_ss_date, diakses 8 Mei 2018)

Uodzu shiritsu keiyu-shō de 15-nichi, naga-sa 20 mētoru no nori-maki o tsukuru jugyō

`shūkaku-giwa' ga atta. Shakai-ka de nōgyō ni tsuite narau 5-nensei 2 -ri ga, sōgō gakushū no wa to shite gakkō chikaku tanbo de sodateta kotsuhikaride nori-maki o tsukutta.

Arti:

Ada pelajaran 'panen' kelas yang membuat gulungan lem sepanjang 20 meter, pada tanggal 15 melalui kota kecil Uozu. Siswa kelas 5ada 29 yang belajar tentang pertanian dalam studi sosial membuat gulung gulung dengan Kotsuhikari ditanam di sawah dekat sekolah sebagai siklus belajar yang komprehensif.

Analisis :

Kalimat (2) di atasmenggambarkan siswa kelas 5 terdapat 29 orang belajar tentang pertanian dalam studi sosial dengan membuat gulung-gulung bersama Kotsuhikari ditanam di

sawah dekat sekolah sebagai siklus belajar yang komprehensif. Disini, para siswa akan belajar tentang pelajaran „panen‟ membuat gulungan lem sepanjang 20 meter.

Verba narau pada kalimat di atasditerjemahkan menjadi belajar. Narau pada kalimat (2) di atas, mempunyai nuansa makna pelajar belajar dengan adanya bimbingan dari seseorang yaitu, Kotsuhikari. Mereka juga belajar di sekolah dan langsung melakukannya di sekolah dan ditanam di sawah.Hal ini sesuai dengan pernyataan dari Nomoto (1998),yang menyebutkan bahwa makna verba narau adalah mempelajari sesuatu keahlian atau pengetahuan yang sistematis dengan bimbingan seseorang.

(3)

クラシックバレエを習う松田さんは、大きなみぶりで会場を広く使って聞く人にア ピール。「ハイレベルだったので優勝はうれしい」と顔をほころばせた。将来は国 連で働きたいという松田さん。「自分がグローバルリーダーになって、貧困や紛争 から人々を救いたい」と目を輝かせた。(森本類)

(Asahi Shinbun

Digital2017年12月10日3時0分https://www.asahi.com/sp/articles/ASKD93R1K KD9TOLB002.html?iref=sp_ss_date, diakses 8 Mei 2018)

Kurashikkubaree o narau Matsuda-san wa, ōkina mi-buri de kaijō o hiroku tsukatte kiku hito ni apīru. `Haireberudattanode yūshō wa ureshī' to kao o hokorobaseta. Shōrai wa Kokuren de hatarakitai to iu Matsuda-san. `Jibun ga gurōbarurīdā ni natte, hinkon ya funsō kara hitobito o sukuitai' to me o kagayaka seta. (Morimoto-rui)

Arti:

Mr. Matsuda yang belajar balet klasik, melakukan pertunjukan dihadapan pendengar denganmenggunakan lokasi secara luas dan besar. "Saya senang karena saya berada di level

yang tinggi," katanya. Mr. Matsuda ingin bekerja di PBB di masa depan. "Saya ingin menjadi pemimpin global, saya ingin menyelamatkan orang-orang dari kemiskinan dan konflik," saya mencerahkan mata. (Morimoto)

Analisis :

Kalimat (3) di atas menggambarkanMr. Matsuda yang mempelajari balet melakukan pertunjukan dari seseorang yang menggunakan lokasi dengan luas dalam waktu yang besar.

Dia juga mengatakan dia senang karena berada di level tinggi. Mr.Matsuda ingin bekerja di PBB di masa depan dan menjadi pemimpin global serta ingin menyelamatkan orang-orang dari kemiskinan dan konflik. Dalam artikel tersebut Morimoto menjelaskan bahwa Mr.Matsuda belajar balet klasik dari orang lain. Disini Morimoto mengatakan Matsuda belajar balet dari seseorang. Belajar balet memerlukan waktu yang cukup panjang agar mahir dalam melakukannya, karena itu diperlukan teknik untuk melakukannya dari seseorang yang sudah ahli dibidang tersebut. Dalam mempelajarinya diperlukan proses pengulangan untuk melakukannya.

Verba narau pada kalimat (3) di atas diterjemahkan menjadi belajar. Narau pada kalimat (3) di atas, mempunyai nuansa makna mempelajari suatu teknik atau keterampilan dalam waktu tertentu dari seorang ahli. Hal ini sesuai dengan pernyataan Nomoto (1998), yang menyebutkan bahwa makna verba narau adalah mempelajari sesuatu keahlian atau pengetahuan yang sistematis dengan bimbingan seseorang.

3.1.2 Verba narau dengan nuansa makna melakukan sesuatu dengan adanya contoh terdahulu atau belajar dengan meniru sebagai teladan.

(4)

佐賀城本丸歴史館の外御書院で17日、茶会があり、佐賀市内でお茶や箏(こと)

を習う就学前から高校生までの子ども約100人が日項の練習の成果を披露した。

来場者はかしこまった面持ちで和菓子や抹茶を運ぶ子どもたちの姿に顔をほころば せつつ、厳かな雰囲気を楽しんだ。

(Asahi Shinbun

Digital2017年12月18日3時0分http://www.asahi.com/sp/articles/ASKDK4D1L KDKTTHB001.html?iref=sp_ss_date , diakses 8 Mei 2018)

Saga Shiromoto Maru rekishi-kan no sotogoshoin de 17-nichi, chakai ga ari, Saga shinai de ocha ya sō (koto) o narau shūgakumae kara kōkōsei made no kodomo yaku 100-ri ga Ni~Tsu kō no renshū no seika o hirō shita. Raijō-sha wa kashikomatta omomochi de wagashi ya matcha o hakobu kodomo-tachi no sugata ni kao o hokorobasetsutsu, ogosokana fun'iki o tanoshinda.

Arti:

Kastil Saga sekitar 100 anak-anak dari siswa pra-sekolah hingga SMA yang belajarteh dan koto di kota Saga pada 17 Juli menunjukkan hasil latihan hari itu. Pengunjung menikmati suasana yang keras sembari tetap memperhatikan penampilan manisan Jepang dan upacara minum teh yang membawa Matcha dengan tampilan sombong.

Analisis :

Kalimat (4) di atas menggambarkan tentangkondisi diKastil Saga dimana sekitar 100 anak-anak pra-sekolah hingga SMA belajar teh dankoto pada 17 juli di kota Saga dan menunjukkan hasil latihan mereka pada hari itu. Dan pengunjungpun menikmati manisan Jepang dan upacara minum teh. Dalam hal ini anak-anak hingga SMA sedang belajar upacara minum teh yang di pertunjukkan langsung kepada pengunjung dengan membawa

Matcha serta adanya penampilan manisan Jepang. Matcha adalah bubuk teh hijau, dan ada dalam bentuk permen, es krim kue, dan lain sebagainya. Anak-anak hingga SMA dapat mempelajari upacara minum teh dan penampilan manisan Jepang tersebut secara langsung dengan mengingatnya dan memperoleh pengetahuan dari latihan yang sudah dipertunjukkan.

Mereka juga dituntut agar mengingat apa yang sudah dipelajari, baik dari segi pengetahuan ataupun teknik melakukannya.

Narau pada kalimat (4) di atas diterjemahkan menjadi belajar yang mempunyai nuansa makna mempelajari pengetahuan, teknik atau keterampilan secara langsung dengan cara mengingat sebagai teladan.Hal ini sesuai dengan pernyataan Nomoto (1998), yang menyebutkan bahwa makna verba narau adalah mempelajari pengetahuan dan meniru sebagai teladan atau mempelajari dari contoh terdahulu.

(5)

こうしたことは医学部の講義で習うのですが、尿を作る臓器がなんでこんな血圧に かかわるホルモンをつくるのか、常々不思議に思っていました。血圧を調節するホ ルモンのレニンはわからないでもありません。腎臓が尿をつくるときに本内のナト リウムや水分を調節することで血圧に作用するからです。でも、造血作用を持つエ リスロポエチンって、何か腎臓に関係あるの?血をつくるのは骨髄の仕事だろ?

(Asahi Shinbun Digital2018年4月16日6時0分

http://www.asahi.com/sp/articles/SDI201804126797.html?iref=sp_ss_date, diakses 8 Mei 2018)

Kōshita koto wa igakubu no kōgi de narau nodesuga, nyō o tsukuru zōki ga nande kon'na

Kōshita koto wa igakubu no kōgi de narau nodesuga, nyō o tsukuru zōki ga nande kon'na

Dokumen terkait