• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab II Tinjauan Pustaka

2.8 Efek Sampah

Permasalahan sampah bukanlah masalah yang baru. Permasalahan sampah adalah suatu masalah yang meliputi dan melibatkan suatu sistem dan sub-sub sistem dan berpengaruh secara totalitas. Permasalahan sampah yang tidak dikelola secara baik maka akan memberikan dampak negatif, di antaranya adalah:

2.8.1 Dampak sampah terhadap kesehatan

Dampak sampah terhadap kesehatan berhubungan dengan lokasi dan pengelolaan sampah yang kurang memadai merupakan tempat bersarangnya berbagai organisme penyebab penyakit atau masalah kesehatan. Beberapa penyakit yang berhubungan dengan sampah antara lain penyakit diare, kolera, tifus, malaria, demam berdarah, penyakit jamur dan penyakit lainnya.

2.8.2 Dampak sampah terhadap lingkungan

Selain mengakibatkan polusi atau pencemaran udara, sampah juga dapat mencemari air dan tanah. Pencemaran air dikarenakan cairan rembesan sampah yang masuk ke drainase maupun sungai berakibat pada berubahnya ekosistem air dan kandungan air. Pencemaran tanah dikarenakan sampah yang tidak dapat terurai atau penguraian sampah berlangsung lama seperti sampah plastik, karet dan sebagainya. Kondisi mengakibatkan perubahan struktur tanah dan berpengaruh terhadap tingkat kesuburan tanah.

2.8.3 Dampak sampah terhadap keadaan sosial dan ekonomi

Dampak sampah yang timbul terhadap kondisi sosial dan ekonomi di antaranya pengelolaan sampah yang tidak baik membuat lingkungan yang kurang menyenangkan bagi penduduk sekitar akibat bau dan sampah yang berserakan, pembuangan sampah yang tidak pada tempatnya berakibat pada terjadinya banjir yang berefek pada multi sektor seperti kesehatan (jika sakit maka masyarakat tidak dapat beraktivitas), rusaknya sarana dan prasarana umum, infrastruktur jalan dan drainase dan lain sebagainya.

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Penelitian merupakan serangkaian aktivitas untuk memahami karakteristik dari fenomena yang diteliti. Sebagaimana yang dikemukakan Nasir (1998) bahwa:

”Penelitian adalah suatu proses mencari sesuatu secara sistematik dalam suatu periode waktu dengan menggunakan metode ilmiah serta aturan-aturan yang berlaku.” Maka diperlukan suatu metodologi yang tepat sehingga akan dihasilkan informasi yang berkaitan dengan fenomena secara objektif. Salah satu syarat penelitian adalah penggunaan metode penelitian yang ilmiah pula. Salim dan Salim (Silalahi, 1999) mengatakan bahwa “metode merupakan cara yang teratur untuk mencapai suatu maksud yang diinginkan.” dan Silalahi (1999) mengemukakan bahwa:

Penelitian atau riset adalah proses penyelidikan terhadap suatu masalah tertentu yang dilakukan secara sistematis dan terorganisasi untuk mendapatkan informasi atau data yang digunakan sebagai pemecahan yang tepat terhadap masalah yang diselidiki.

Metode penelitian menurut Sugiyono (2008) adalah bahwa: “Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.” Sedangkan Silalahi (1996) menyatakan sebagai berikut:

Metode penelitian dapat bermakna sempit atau luas. Dalam arti sempit, metode penelitian berhubungan dengan rancangan penelitian atau

51

prosedur-prosedur pengumpulan data dan analisis data. Sebaliknya dalam arti luas, metode penelitian merupakan cara yang teratur (sistematik dan terorganisasi) untuk menyelidiki masalah tertentu untuk mendapatkan informasi yang berhubungan dengan masalah yang diseliki yang dibutuhkan sebagai solusi atas masalah tersebut. Cara yang dimaksud ialah dengan metode ilmiah yang terdiri dari berbagai tahapan atau langkah-langkah.

Sebagaimana tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yakni mengetahui dan menggambarkan pelayanan publik bidang persampahan rumah tangga dan tingkat kepuasan masyarakat selaku pelanggan pelayanan sampah rumah tangga maka jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif sebagaimana yang dikemukakan oleh Sukmadinata (2006) adalah:

Suatu bentuk penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena-fenomena alamiah maupun fenomena-fenomena buatan manusia. Fenomena itu bisa berupa bentuk, aktivitas, karakteristik, perubahan, hubungan, kesamaan dan perbedaan antara fenomena yang satu dan fenomena lainnya.

Penelitian deskriptif bertujuan untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki. Penelitian deskriptif bersifat menggambarkan dan meringkaskan berbagai kondisi, situasi dan variabel yang diteliti. Berdasarkan tujuan penelitian yang ingin dicapai yakni:

1. Mengetahui pelayanan publik bidang persampahan rumah tangga maka penelitian deskriptif dirasa lebih sesuai dan dengan menggunakan pendekatan kualitatif.

2. Sedangkan untuk mengetahui tingkat kepuasan masyarakat selaku pelanggan pelayanan sampah rumah tangga digunakan dengan pendekatan kuantitatif.

3.2 Defenisi Konsep

Defenisi konsep yang dimaksudkan dalam penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terhadap istilah-istilah yang digunakan dengan harapan menghindari salah pengertian. Defenisi konsep yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah:

1. Pelayanan publik adalah segala kegiatan pelayanan yang dilaksanakan oleh penyelenggara pelayanan publik sebagai upaya pemenuhan kebutuhan penerima layanan.

2. Strategi pelayanan adalah suatu uraian yang dijadikan organisasi publik atau birokrasi sebagai pedoman untuk mencapai tujuan pelayanan.

3. Manajemen stratejik pelayanan adalah sebagai suatu proses yang meliputi sejumlah tahapan manajerial yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan organisasi dalam memberikan pelayanan.

4. Sampah rumah tangga adalah sampah yang berasal dari kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga, tidak termasuk tinja dan sampah spesifik.

5. Pelayanan persampahan rumah tangga adalah jasa pelayanan yang diberikan oleh instansi tertentu dalam pengelolaan sampah rumah tangga.

6. Pelanggan pelayanan adalah masyarakat yang menerima pelayanan karena telah membayar retribusi pelayanan.

7. Kepuasan pelanggan adalah respon pelanggan setelah membandingkan kinerja pelayanan yang dirasakan dengan harapan.

8. Indeks Kepuasan Pelanggan adalah data atau informasi tentang tingkat kepuasan masyarakat pelanggan yang diperoleh dari hasil pengukuran secara kuantitatif.

3.3 Kerangka Pemikiran

Gambar 3.1 Kerangka Pemikiran

3.4 Lokasi Penelitian

Penelitian akan dilakukan di Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang. Pemilihan lokasi penelitiasn ini dikarenakan Kecamatan Percut Sei Tuan merupakan salah satu kecamatan dengan wilayah terluas di Kabupaten Deli Serdang dan berbatasan langsung dengan Kota Medan. Perseteruan permasalahan sampah di wilayah batas acapkali terjadi dan perbandingan kinerja oleh masyarakat terhadap pemerintah kecamatan tidak dapat terelakkan.

Di antara 9 (sembilan) kecamatan di Kabupaten Deli Serdang, Kecamatan Percut Sei Tuan merupakan kecamatan dengan target retribusi pelayanan

persampahan/kebersihan tertinggi. Hal ini dapat dilihat pada tabel 3.1 di bawah ini:

Tabel 3.1 Daftar Target Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan Tahun 2014

No. Kecamatan Jumlah Target (Rp.)

1. Labuhan Deli 55.000.000

2. Percut Sei Tuan 385.550.000

3. Sunggal 154.000.000

4. Tanjung Morawa 187.000.000

5. Lubuk Pakam 154.000.000

6. Namorambe 46.200.000

7. Pancur Batu 121.000.000

8. Deli Tua 60.500.000

9. Galang 55.000.000

Sumber: Data Diolah dari Dinas Pengelolaan dan Asset Daerah Kab. Deli Serdang 2014

Dengan jumlah penduduk 396.656 jiwa dan jumlah rumah tangga 91. 653 KK, maka merupakan potensi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah dari sektor retribusi pelayanan persampahan rumah tangga. Namun, pelayanan pengangkutan sampah rumah tangga hanya dilaksanakan di 8 (delapan) desa/kelurahan dengan jumlah pelanggan sebanyak 4.025 rumah tangga.

3.5 Subjek Penelitian

Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan subjek penelitian adalah orang-orang yang padanya melekat data dan informasi yang dibutuhkan terkait dengan masalah penelitian. Data dan informasi dimaksud diperoleh dari informan dan responden.

3.5.1 Informan Penelitian

Sebagaimana rumusan masalah pada Bab I maka untuk memperoleh keterangan/informasi dan data terkait dengan strategi pelayanan persampahan rumah tangga yang dilaksanakan di Kecamatan Percut Sei Tuan dalam penelitian ini yang dijadikan informan adalah sebagaimana dalam tabel 3.2.

Tabel 3.2 Daftar Informan Penelitian

No. Informan Jumlah

1. Sekretaris Kecamatan Percut Sei Tuan 1

2. Kepala Seksi Kebersihan 1

3. Staf Seksi Kebersihan 1

4. Petugas kebersihan/tenaga buruh sampah 2 5. Pelanggan Pelayanan Sampah Rumah Tangga 3 6. Masyarakat yang Tidak Berlangganan Sampah 5 Sumber: Data diolah 2014

3.5.2 Responden Penelitian

Untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan, dalam penelitian ini terdapat responden yakni masyarakat yang berlangganan pelayanan persampahan rumah tangga. Menurut data statistik Kecamatan Percut Sei Tuan (2013), jumlah penduduk Kecamatan Percut Sei Tuan sejumlah 396.656 jiwa dengan jumlah rumah tangga 91. 653 KK. Namun tidak semua rumah tangga berlangganan layanan persampahan. Berdasarkan data yang diperoleh dari Kecamatan Percut Sei Tuan jumlah rumah tangga yang memperoleh pelayanan persampahan pada tahun 2014 sebanyak 4.025 rumah tangga. Sehingga populasi dalam penelitian ini sebanyak 4.025 rumah tangga. Oleh karena jumlah populasi yang cukup besar maka diperlukan pembatasan populasi dalam bentuk sampel. Sampel atau responden dalam penelitian berjumlah sebanyak 150 (seratus lima puluh) orang yang dipilih secara acak. Penentuan jumlah responden ini didasarkan pada

ketentuan Kepmen PAN Nomor 25 Tahun 2004 yang menetapkan jumlah responden minimal 150 orang (Pasolong, 2007).

Dalam kerangka penunjukan responden terjadi stratifikasi responden yaitu berdasarkan tingkat kepadatan pelanggan per desa/kelurahan di Kecamatan Percut Sei Tuan. Oleh karena itu, distribusi sampel sebagai unit informasi yang akan dijadikan responden penelitian digunakan rumus sebagai berikut (Sugiyono, 2008):

Keterangan:

Nku = jumlah anggota sampel dalam sub populasi Pku = jumlah anggota populasi dalam satu sub populasi Pd = jumlah anggota populasi

Nd = jumlah anggota seluruh sample yang telah ditentukan

Teknik penarikan sampel dengan proportional random sampling.Teknik sampling yang digunakan sesuai dengan proporsinya didasarkan pada tingkat kepadatan pelanggan per desa/kelurahan. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan rumus di atas, rincian unit sampel per desa/kelurahan adalah sebagai berikut:

Tabel 3.3 Jumlah Responden Berdasarkan Tingkat Kepadatan Pelanggan per Desa/Kelurahan

Desa/Kelurahan Jumlah RT Pelanggan Sampel

Perumnas Mandala (Kelurahan

Sumber: Seksi Kebersihan Kec. Percut Sei Tuan 2014

3.6 Teknik Pengumpulan Data

Proses analisis memerlukan data yang sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan penelitian. Maka diperlukan suatu teknik pengumpulan data agar memperoleh data yang objektif dan valid. Maka penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut:

3.6.1 Wawancara

Wawancara merupakan teknik dalam pengumpulan data dengan cara berhadapan langsung tatap muka antar peneliti dengan informan/responden dan mengadakan tanya jawab langsung kepada informan. Melalui wawancara, peneliti memperoleh data/informasi mengenai strategi yang diterapkan dalam memberikan pelayanan persampahan rumah tangga. Wawancara yang dilakukan bersifat terstruktur dengan informan adalah Sekretaris Kecamatan Percut Sei Tuan, Kepala Seksi Kebersihan, Staf Seksi Kebersihan, petugas kebersihan sebanyak 2 (dua) orang, dan masyarakat pelanggan pelayanan persampahan rumah tangga sebanyak 3 (tiga) orang serta masyarakat yang tidak berlangganan sampah sebanyak 5 (lima) orang. Awalnya, penulis bermaksud mewawancarai Camat Percut Sei Tuan akan tetapi karena tugas yang padat dan keterbatasan waktu beliau maka wawancara dengannya ditiadakan.

3.6.2 Studi Dokumentasi

Teknik pengumpulan data dengan studi dokumentasi yaitu melalui pengumpulan sejumlah dokumen/arsip, hasil laporan, dan data statistik yang berkenaan dengan tujuan penelitian.

3.6.3 Penyebaran Kuesioner

Menurut Sugiyono (2009), kuesioner merupakan “Suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.” Sedangkan menurut Arikunto (2002), kuesioner adalah “Seperangkat pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahuinya.”

Kuesioner yang disajikan dalam penelitian ini berisi daftar pernyataan dan jawaban pilihan yang diberikan kepada seluruh jumlah sampel sebagai responden.

Subjek yang dijadikan responden dalam penelitian ini adalah salah seorang anggota keluarga dari setiap keluarga yang berlangganan pelayanan sampah.

3.7 Instrumen Penelitian

Sugiyono (2008) mengemukakan bahwa instrumen suatu penelitian adalah suatu alat yang digunakan mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati.

Instrumen utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dan wawancara. Kuesioner merupakan item pernyataan yang dirancang dan memiliki jawaban yang diberi bobot nilai bersifat positif sampai bersifat negative sesuai dengan relevansi permasalahan. Berdasarkan Kepmen PAN Nomor 25 Tahun 2004 terdapat 14 (empat belas) unsur minimal yang harus ada untuk dasar pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM). Unsur tersebut adalah sebagai berikut (dalam Pasolong, 2007) :

1. Prosedur pelayanan, yaitu kemudahan tahapan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat dilihat dari sisi kesederhanaan alur pelayanan.

2. Persyaratan pelayanan, yaitu persyaratan teknis dan administratif yang diperlukan untuk mendapatkan pelayanan sesuai dengan jenis pelayanannya.

3. Kejelasan petugas pelayanan, yaitu keberadaan dan kepastian petugas yang memberikan pelayanan.

4. Kedisiplinan petugas pelayanan, yaitu kesungguhan petugas dalam memberikan pelayanan terutama terhadap konsistensi waktu kerja sesuai ketentuan yang berlaku.

5. Tanggung jawab petugas pelayanan, yaitu kejelasan wewenang dan tanggung jawab dalam penyelenggaraan dan penyelesaian pelayanan.

6. Kemampuan petugas pelayanan, yaitu tingkat keahlian dan keterampilan yang dimiliki petugas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

7. Kecepatan pelayanan, yaitu target waktu pelayanan dapat diselenggarakan dalam waktu yang telah ditentukan oleh unit pemberi pelayanan.

8. Keadilan mendapatkan pelayanan, yaitu pelaksanaan pemberian pelayanan dengan tidak membedakan golongan/status masyarakat yang dilayani.

9. Kesopanan dan keramahan petugas,yaitu sikap dan perilaku petugas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

10. Kewajaran biaya pelayanan, yaitu keterjangkauan masyarakat terhadap besarnya biaya yang ditetapkan.

11. Kepastian biaya pelayanan, yaitu kesesuaian antara biaya yang dibayarkan dengan yang ditetapkan.

12. Kepastian jadwal pelayanan, yaitu pelaksanaan waktu pelayanan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

13. Kenyamanan lingkungan, yaitu kondisi sarana dan prasarana pelayanan yang bersih, rapi dan teratur sehingga dapat memberikan rasa nyaman kepada penerima layanan.

14. Keamanan pelayanan, yaitu terjaminnya tingkat keamanan lingkungan unit penyelenggara pelayanan.

Dalam penelitian ini kuesioner yang digunakan dalam mengukur tingkat kepuasan pelanggan telah disusun sedemikian rupa sehingga mengandung unsur yang dapat mengukur tingkat kepuasan pelanggan pelayanan publik persampahan rumah tangga.

3.8 Teknik Pengolahan dan Analisis Data

Setelah data terkumpul semuanya dilakukan pengolahan data untuk memudahkan dalam melakukan analisis selanjutnya. Pengolahan data merupakan “Proses mentransformasi data atau menyederhanakan dan mengorganisasi data mentah ke dalam bentuk yang mudah dibaca dan dipahami” (Silalahi, 1999). Langkah-langkah pengolahan data dilakukan dengan cara :

1. Melakukan pengumpulan data melalui wawancara, studi dokumentasi dan kuesioner.

2. Reduksi data melalui penyederhanaan data-data yang diperoleh pada saat proses penelitian berlangsung.

3. Penyajian data dalam berbagai bentuk seperti narasi, tabel ataupun gambar dengan tujuan mempermudah proses analisis data.

4. Menarik kesimpulan.

Untuk data yang diperoleh melalui kuesioner, maka langkah-langkah pengolahan datanya adalah sebagai berikut:

1. Editing (pemeriksaan data).

Tahap ini dimaksudkan untuk memperoleh data yang representative yang dapat digunakan untuk proses selanjutnya. Pemeriksaan data dilakukan dengan memeriksa kesesuaian antara jumlah lembaran angket yang telah terisi dengan jumlah responden dan memastikan seluruh pernyataan diisi/dijawab oleh responden.

2. Classification (pengelompokkan data).

Pengklasifikasikan data jawaban responden dalam bentuk kategori yang ditetapkan dengan 4 (empat) alternatif jawaban dengan skor/nilai yang didasarkan pada Skala Likert yang berskala pengukuran ordinal. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2008).

Adapun kategori jawaban responden dan kriteria pembobotan jawaban responden terhadap isi disajikan dalam tabel berikut:

Tabel 3.4 Kriteria Penentuan Bobot Jawaban Responden Jawaban

Responden Kriteria Jawaban Skor penilaian setiap item pernyataan

A Sangat Setuju 4

B Setuju 3

C Tidak Setuju 2

D Sangat Tidak Setuju 1

Sumber: Sugiyono, 2008

3. Tabulasi data kedalam tabel.

4. Pengolahan data. Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dihitung dengan menggunakan nilai rata-rata tertimbang masing-masing unsur pelayanan. Dalam penghitungan IKM terhadap 14 (empat belas) butir pernyataan di kuesioner, setiap unsur memiliki penimbang yang sama dengan rumus:

Untuk memperoleh IKM atas pelayanan persampahan diperoleh dengan menggunakan rumus nilai rata-rata tertimbang sebagai berikut:

Untuk mempermudah interpretasi terhadap penilaian IKM yaitu antara 25 – 100 maka hasil penilaian tersebut di atas dikonversikan dengan nilai dasar 25 dengan rumus sebagai berikut: IKM Pelayanan x 25, sehingga diperoleh nilai persepsi seperti pada tabel di bawah ini:

Tabel 3.5 Nilai Persepsi, Interval IKM, Interval Konversi IKM, Mutu Pelayanan dan Kinerja Pelayanan

Nilai Persepsi

NIlai Interval IKM

Nilai Interval Konversi IKM

Mutu Pelayanan

Kinerja Pelayanan

1 1,00 – 1,75 25 – 43,75 D Tidak Memuaskan

2 1,76 – 2,50 43,76 – 62,50 C Kurang

Memuaskan

3 2,51 – 3,25 62,51 – 81,25 B Memuaskan

4 3,36 – 4,00 81,26 100,00 A Sangat Memuaskan Sumber: Kepmenpan Nomor 25 Tahun 2004

BAB IV

PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

4.1 Pelayanan Persampahan Rumah Tangga di Kecamatan Percut Sei Tuan Kecamatan Percut Sei Tuan merupakan salah satu dari dua puluh dua kecamatan yang ada di Kabupaten Deli Serdang. Kantor Camat Percut Sei Tuan terletak di Jalan Besar Medan Batang Kuis Desa Bandar Klippa. Kecamatan Percut Sei Tuan terletak pada ketinggin 0 – 20 m dari permukaan laut dengan luas wilayah  190,79 km dan beriklim tropis. Batas wilayah Kecamatan Percut Sei Tuan adalah sebagai berikut:

Sebelah utara : Selat Malaka Sebelah Selatan : Kota Medan

Sebelah Barat : Kecamatan Labuhan Deli dan Kota Medan Sebelah Timur : Kecamatan Batang Kuis dan Pantai Labu

Wilayah Kecamatan Percut Sei Tuan terdiri dari 18 (delapan belas) desa dan 2 (dua) kelurahan dengan jumlah dusun sebanyak 230 (dua ratus tiga puluh) dan lingkungan sebanyak 24 (dua puluh empat). Lima desa di wilayah Kecamatan Percut Sei Tuan merupakan desa pantai dengan ketinggian 10 – 20 m dari ketinggian air permukaan laut. Berikut adalah tabel yang memberikan keterangan tentang nama desa, luas wilayah per desa dan jumlah dusun/lingkungan dalam desa/kelurahan.

64

Tabel 4.1 Nama Desa, Luas Wilayah dan Jumlah Dusun/Lingkungan No. Nama Desa/Kelurahan Luas Wilayah

(km)

Sumber: Kec. Percut Sei Tuan dalam Angka 2013

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa desa yang terluas adalah Desa Saentis dan desa yang memiliki wilayah terkecil adalah Kelurahan Kenangan Baru. Jika dilihat dari jumlah dusun maka desa dengan jumlah dusun terkecil adalah Desa Pematang Lalang dan desa dengan jumlah dusun terbanyak adalah Desa Sampali. Komposisi penduduk Kecamatan Percut Sei Tuan berdasarkan jenis kelamin, jumlah rumah tangga dan rata-rata per rumah tangga dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.2 Jumlah Penduduk menurut Jenis Kelamin, Rumah Tangga dan Rata-rata Per Rumah Tangga di Kecamatan Percut Sei Tuan

No. Desa/Kelurahan Sumber: Kec. Percut Sei Tuan dalam Angka 2013

Dari tabel 4.2 di atas dapat dilihat bahwa komposisi penduduk terpadat berada di Desa Tembung. Sedangkan desa dengan jumlah penduduk terkecil adalah Desa Pematang Lalang. Walaupun luas wilayah Desa Pematang Lalang cukup besar namun jumlah penduduk terkecil hal ini dikarenakan sebagian besar wilayahnya adalah perkebunan baik milik pemerintah ataupun swasta.

Jumlah penduduk adalah salah satu faktor penentu besaran timbulan sampah yang dihasilkan. Data timbulan sampah yang dihasilkan Kecamatan Percut Sei Tuan belum tersedia sehingga untuk menghitungnya dapat ditentukan

dengan menggunakan standar SNI 19-3964-1994 yang mengklasifikasikan Kecamatan Percut Sei Tuan termasuk kota sedang/kecil dengan jumlah penduduk di antara 3.000 – 500.000 jiwa. Kota sedang/kecil menghasilkan sampah 1,5 – 2 liter/orang/hari atau 0,3 – 0,4 kg/orang/hari. Jumlah penduduk Kecamatan Percut Sei Tuan sebanyak 396.656 x 0,4kg sehingga total timbulan sampah sebanyak 158662,4kg/hari atau 158,6624 ton/hari.

Sebagaimana data yang diperoleh bahwa jumlah pelanggan sampah sebanyak 4.025 rumah tangga dengan rata-rata 4,3 anggota keluarga. Sehingga perhitungan timbulan sampah yang adalah 4.025 RT x 4,3 x 0,4 kg maka total timbulan sampah yang dihasilkan adalah sebanyak 6923 kg/hari atau 6,923 ton/hari. Akan tetapi data dari Kepala Seksi Kebersihan Kecamatan Percut Sei Tuan menyebutkan bahwa volume timbulan sampah yang diangkut ke TPA sebanyak 32 ton/hari. Jumlah ini jauh lebih besar jika dibandingkan dengan penghitungan sesuai dengan standar SNI. Hal ini dapat terjadi karena sampah yang diangkut ke TPA tidak hanya sampah produksi rumah tangga melainkan juga sampah dari jalan-jalan. Selain itu, masyarakat yang berdomisili di sekitar TPS langsung membuang sampahnya ke TPS, dan adanya masyarakat yang

“kongsi” membayar retribusi sampah padahal tidak dalam satu rumah tangga. Hal ini senada dengan hasil wawancara peneliti dengan beberapa masyarakat yang tidak berlangganan sampah. Sebagian besar alasan mereka tidak berlangganan sampah adalah karena letak rumah dekat dengan TPS, kekecewaaan karena pengutipan tidak dilakukan tiap hari, merasa berat terhadap biaya retribusi sampah. Selain itu, ada pula masyarakat yang membakar sampah di pekarangan rumahnya atau menjadikan sampah sisa makanan untuk makanan ternaknya.

Selain jumlah penduduk, faktor lain yang menentukan besaran timbulan sampah adalah keadaan sosial dan ekonomi masyarakat. Semakin tinggi sosial ekonomi masyarakat maka semakin banyak timbulan sampah yang dihasilkan.

Dilihat dari letak geografis Kecamatan Percut Sei Tuan merupakan kota satelit yang berbatasan langsung dengan Kota Medan sehingga mempengaruhi pergerakan ekonomi masyarakatnya. Berdasarkan mata pencahariannya penduduk di Kecamatan Percut Sei Tuan terbagi atas pada tabel berikut:

Tabel 4.3 Daftar Mata Pencaharian Penduduk di Kecamatan Percut Sei Tuan

6. Konstruksi/Buruh Bangunan 17878

7. Pertanian 12962

Sumber: Ekspose Kec. Percut Sei Tuan Tahun 2014

Dari tabel di atas, mata pencaharian terbanyak adalah sebagai karyawan swasta dan lain-lain. Pergerakan penduduk dari Kecamatan Percut Sei Tuan ke Kota Medan cukup tinggi di pagi dan sore hari. Hal ini dapat dilihat dari pantauan kemacetan jalan lalu lintas, penuhnya transportasi seperti angkutan umum yang sebagian didominasi oleh perempuan sebagai pembantu rumah tangga atau penjaga toko di Kota Medan serta penduduk usia sekolah yang bersekolah di Kota Medan.

Penyelenggaraan pelayanan sampah rumah tangga tentunya harus didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai. Kondisi sarana dan prasarana pelayanan sampah rumah tangga tahun 2014 di Kecamatan Percut Sei Tuan sebagai berikut:

1. Jumlah tenaga buruh pengangkut sampah : 108 orang

2. Becak sampah : 18 unit

3. Scople : 1 unit

4. Transper depo : 1 unit

5. Jumlah truk pengangkut sampah : 6 unit 6. Pengangkutan sampah dari rumah tangga ke TPS : 6 truk/hari 7. Pengangkutan sampah dari TPS ke TPA

:1-3kali/hari/truk

:1-3kali/hari/truk

Dokumen terkait