• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab IV Pembahasan Hasil Penelitian

4.1 Pelayanan Persampahan Rumah Tangga di Kecamatan

yang ada di Kabupaten Deli Serdang. Kantor Camat Percut Sei Tuan terletak di Jalan Besar Medan Batang Kuis Desa Bandar Klippa. Kecamatan Percut Sei Tuan terletak pada ketinggin 0 – 20 m dari permukaan laut dengan luas wilayah  190,79 km dan beriklim tropis. Batas wilayah Kecamatan Percut Sei Tuan adalah sebagai berikut:

Sebelah utara : Selat Malaka Sebelah Selatan : Kota Medan

Sebelah Barat : Kecamatan Labuhan Deli dan Kota Medan Sebelah Timur : Kecamatan Batang Kuis dan Pantai Labu

Wilayah Kecamatan Percut Sei Tuan terdiri dari 18 (delapan belas) desa dan 2 (dua) kelurahan dengan jumlah dusun sebanyak 230 (dua ratus tiga puluh) dan lingkungan sebanyak 24 (dua puluh empat). Lima desa di wilayah Kecamatan Percut Sei Tuan merupakan desa pantai dengan ketinggian 10 – 20 m dari ketinggian air permukaan laut. Berikut adalah tabel yang memberikan keterangan tentang nama desa, luas wilayah per desa dan jumlah dusun/lingkungan dalam desa/kelurahan.

64

Tabel 4.1 Nama Desa, Luas Wilayah dan Jumlah Dusun/Lingkungan No. Nama Desa/Kelurahan Luas Wilayah

(km)

Sumber: Kec. Percut Sei Tuan dalam Angka 2013

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa desa yang terluas adalah Desa Saentis dan desa yang memiliki wilayah terkecil adalah Kelurahan Kenangan Baru. Jika dilihat dari jumlah dusun maka desa dengan jumlah dusun terkecil adalah Desa Pematang Lalang dan desa dengan jumlah dusun terbanyak adalah Desa Sampali. Komposisi penduduk Kecamatan Percut Sei Tuan berdasarkan jenis kelamin, jumlah rumah tangga dan rata-rata per rumah tangga dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.2 Jumlah Penduduk menurut Jenis Kelamin, Rumah Tangga dan Rata-rata Per Rumah Tangga di Kecamatan Percut Sei Tuan

No. Desa/Kelurahan Sumber: Kec. Percut Sei Tuan dalam Angka 2013

Dari tabel 4.2 di atas dapat dilihat bahwa komposisi penduduk terpadat berada di Desa Tembung. Sedangkan desa dengan jumlah penduduk terkecil adalah Desa Pematang Lalang. Walaupun luas wilayah Desa Pematang Lalang cukup besar namun jumlah penduduk terkecil hal ini dikarenakan sebagian besar wilayahnya adalah perkebunan baik milik pemerintah ataupun swasta.

Jumlah penduduk adalah salah satu faktor penentu besaran timbulan sampah yang dihasilkan. Data timbulan sampah yang dihasilkan Kecamatan Percut Sei Tuan belum tersedia sehingga untuk menghitungnya dapat ditentukan

dengan menggunakan standar SNI 19-3964-1994 yang mengklasifikasikan Kecamatan Percut Sei Tuan termasuk kota sedang/kecil dengan jumlah penduduk di antara 3.000 – 500.000 jiwa. Kota sedang/kecil menghasilkan sampah 1,5 – 2 liter/orang/hari atau 0,3 – 0,4 kg/orang/hari. Jumlah penduduk Kecamatan Percut Sei Tuan sebanyak 396.656 x 0,4kg sehingga total timbulan sampah sebanyak 158662,4kg/hari atau 158,6624 ton/hari.

Sebagaimana data yang diperoleh bahwa jumlah pelanggan sampah sebanyak 4.025 rumah tangga dengan rata-rata 4,3 anggota keluarga. Sehingga perhitungan timbulan sampah yang adalah 4.025 RT x 4,3 x 0,4 kg maka total timbulan sampah yang dihasilkan adalah sebanyak 6923 kg/hari atau 6,923 ton/hari. Akan tetapi data dari Kepala Seksi Kebersihan Kecamatan Percut Sei Tuan menyebutkan bahwa volume timbulan sampah yang diangkut ke TPA sebanyak 32 ton/hari. Jumlah ini jauh lebih besar jika dibandingkan dengan penghitungan sesuai dengan standar SNI. Hal ini dapat terjadi karena sampah yang diangkut ke TPA tidak hanya sampah produksi rumah tangga melainkan juga sampah dari jalan-jalan. Selain itu, masyarakat yang berdomisili di sekitar TPS langsung membuang sampahnya ke TPS, dan adanya masyarakat yang

“kongsi” membayar retribusi sampah padahal tidak dalam satu rumah tangga. Hal ini senada dengan hasil wawancara peneliti dengan beberapa masyarakat yang tidak berlangganan sampah. Sebagian besar alasan mereka tidak berlangganan sampah adalah karena letak rumah dekat dengan TPS, kekecewaaan karena pengutipan tidak dilakukan tiap hari, merasa berat terhadap biaya retribusi sampah. Selain itu, ada pula masyarakat yang membakar sampah di pekarangan rumahnya atau menjadikan sampah sisa makanan untuk makanan ternaknya.

Selain jumlah penduduk, faktor lain yang menentukan besaran timbulan sampah adalah keadaan sosial dan ekonomi masyarakat. Semakin tinggi sosial ekonomi masyarakat maka semakin banyak timbulan sampah yang dihasilkan.

Dilihat dari letak geografis Kecamatan Percut Sei Tuan merupakan kota satelit yang berbatasan langsung dengan Kota Medan sehingga mempengaruhi pergerakan ekonomi masyarakatnya. Berdasarkan mata pencahariannya penduduk di Kecamatan Percut Sei Tuan terbagi atas pada tabel berikut:

Tabel 4.3 Daftar Mata Pencaharian Penduduk di Kecamatan Percut Sei Tuan

6. Konstruksi/Buruh Bangunan 17878

7. Pertanian 12962

Sumber: Ekspose Kec. Percut Sei Tuan Tahun 2014

Dari tabel di atas, mata pencaharian terbanyak adalah sebagai karyawan swasta dan lain-lain. Pergerakan penduduk dari Kecamatan Percut Sei Tuan ke Kota Medan cukup tinggi di pagi dan sore hari. Hal ini dapat dilihat dari pantauan kemacetan jalan lalu lintas, penuhnya transportasi seperti angkutan umum yang sebagian didominasi oleh perempuan sebagai pembantu rumah tangga atau penjaga toko di Kota Medan serta penduduk usia sekolah yang bersekolah di Kota Medan.

Penyelenggaraan pelayanan sampah rumah tangga tentunya harus didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai. Kondisi sarana dan prasarana pelayanan sampah rumah tangga tahun 2014 di Kecamatan Percut Sei Tuan sebagai berikut:

1. Jumlah tenaga buruh pengangkut sampah : 108 orang

2. Becak sampah : 18 unit

3. Scople : 1 unit

4. Transper depo : 1 unit

5. Jumlah truk pengangkut sampah : 6 unit 6. Pengangkutan sampah dari rumah tangga ke TPS : 6 truk/hari 7. Pengangkutan sampah dari TPS ke TPA

:1-3kali/hari/truk

8. Volume timbulan sampah : 32 ton/hari Berikut adalah beberapa gambar kondisi sarana dan prasarana pelayanan sampah di Kecamatan Percut Sei Tuan.

Gambar 4.1 Truk Pengangkut Sampah yang sedang Beroperasi

Gambar 4.2 Kondisi Truk dan Scople yang berada di TPS Perumnas Mandala

Pihak Kecamatan Percut Sei Tuan melalui Kepala Seksi Kebersihan, M.

Saleh Daulay, S.Sos menyatakan bahwa untuk sarana dan prasarana yang ada saat ini sangat jauh dari kondisi yang memadai dalam hal memberikan pelayanan maksimal di bidang persampahan. Menurut beliau, kapasitas truk yang hanya mampu mengangkut 2 – 3 ton dipaksakan untuk mengangkut sampah sebanyak 4-5 ton sehingga truk sering rusak. Demikian halnya pula dengan kondisi becak sampah. Jumlah becak sebanyak 18 unit sedangkan daerah pelayanan 24 lingkungan di Perumnas Mandala. Hal ini tidak memungkinkan satu lingkungan satu becak. Ditambahkan beliau bahwa, kondisi infrastruktur yang kurang memadai perlu ditambah dengan perkiraan jika dengan kondisi jumlah pelanggan yang ada sekarang untuk truk minimal 10 unit, becak 25 – 30 unit. Hal yang sama juga pada petugas, untuk 1 truk perlu 5 orang (1 supir, 1 kernet dan 3

pengangkut), untuk becak memerlukan dua orang (1 supir dan 1 orang yang angkut).

Berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan di lapangan diketahui bahwa dalam memberikan pelayanan persampahan rumah tangga terkendala dengan kondisi kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pelayanan. Kecamatan Percut Sei Tuan berupaya dengan meminta tambahan truk pengangkut sampah ke Dinas Cipta Karya dan Pertambangan Kab. Deli Serdang, dan permintaan tersebut direalisasikan dengan memberikan 1 (satu) unit truk sampah yang akan beroperasi pada Tahun 2015.

4.2 Manajemen Strategi Pelayanan Persampahan Rumah Tangga di

Dokumen terkait