• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab III Metode Penelitian

3.8 Teknik Pengolahan dan Analisis Data

Setelah data terkumpul semuanya dilakukan pengolahan data untuk memudahkan dalam melakukan analisis selanjutnya. Pengolahan data merupakan “Proses mentransformasi data atau menyederhanakan dan mengorganisasi data mentah ke dalam bentuk yang mudah dibaca dan dipahami” (Silalahi, 1999). Langkah-langkah pengolahan data dilakukan dengan cara :

1. Melakukan pengumpulan data melalui wawancara, studi dokumentasi dan kuesioner.

2. Reduksi data melalui penyederhanaan data-data yang diperoleh pada saat proses penelitian berlangsung.

3. Penyajian data dalam berbagai bentuk seperti narasi, tabel ataupun gambar dengan tujuan mempermudah proses analisis data.

4. Menarik kesimpulan.

Untuk data yang diperoleh melalui kuesioner, maka langkah-langkah pengolahan datanya adalah sebagai berikut:

1. Editing (pemeriksaan data).

Tahap ini dimaksudkan untuk memperoleh data yang representative yang dapat digunakan untuk proses selanjutnya. Pemeriksaan data dilakukan dengan memeriksa kesesuaian antara jumlah lembaran angket yang telah terisi dengan jumlah responden dan memastikan seluruh pernyataan diisi/dijawab oleh responden.

2. Classification (pengelompokkan data).

Pengklasifikasikan data jawaban responden dalam bentuk kategori yang ditetapkan dengan 4 (empat) alternatif jawaban dengan skor/nilai yang didasarkan pada Skala Likert yang berskala pengukuran ordinal. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2008).

Adapun kategori jawaban responden dan kriteria pembobotan jawaban responden terhadap isi disajikan dalam tabel berikut:

Tabel 3.4 Kriteria Penentuan Bobot Jawaban Responden Jawaban

Responden Kriteria Jawaban Skor penilaian setiap item pernyataan

A Sangat Setuju 4

B Setuju 3

C Tidak Setuju 2

D Sangat Tidak Setuju 1

Sumber: Sugiyono, 2008

3. Tabulasi data kedalam tabel.

4. Pengolahan data. Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dihitung dengan menggunakan nilai rata-rata tertimbang masing-masing unsur pelayanan. Dalam penghitungan IKM terhadap 14 (empat belas) butir pernyataan di kuesioner, setiap unsur memiliki penimbang yang sama dengan rumus:

Untuk memperoleh IKM atas pelayanan persampahan diperoleh dengan menggunakan rumus nilai rata-rata tertimbang sebagai berikut:

Untuk mempermudah interpretasi terhadap penilaian IKM yaitu antara 25 – 100 maka hasil penilaian tersebut di atas dikonversikan dengan nilai dasar 25 dengan rumus sebagai berikut: IKM Pelayanan x 25, sehingga diperoleh nilai persepsi seperti pada tabel di bawah ini:

Tabel 3.5 Nilai Persepsi, Interval IKM, Interval Konversi IKM, Mutu Pelayanan dan Kinerja Pelayanan

Nilai Persepsi

NIlai Interval IKM

Nilai Interval Konversi IKM

Mutu Pelayanan

Kinerja Pelayanan

1 1,00 – 1,75 25 – 43,75 D Tidak Memuaskan

2 1,76 – 2,50 43,76 – 62,50 C Kurang

Memuaskan

3 2,51 – 3,25 62,51 – 81,25 B Memuaskan

4 3,36 – 4,00 81,26 100,00 A Sangat Memuaskan Sumber: Kepmenpan Nomor 25 Tahun 2004

BAB IV

PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

4.1 Pelayanan Persampahan Rumah Tangga di Kecamatan Percut Sei Tuan Kecamatan Percut Sei Tuan merupakan salah satu dari dua puluh dua kecamatan yang ada di Kabupaten Deli Serdang. Kantor Camat Percut Sei Tuan terletak di Jalan Besar Medan Batang Kuis Desa Bandar Klippa. Kecamatan Percut Sei Tuan terletak pada ketinggin 0 – 20 m dari permukaan laut dengan luas wilayah  190,79 km dan beriklim tropis. Batas wilayah Kecamatan Percut Sei Tuan adalah sebagai berikut:

Sebelah utara : Selat Malaka Sebelah Selatan : Kota Medan

Sebelah Barat : Kecamatan Labuhan Deli dan Kota Medan Sebelah Timur : Kecamatan Batang Kuis dan Pantai Labu

Wilayah Kecamatan Percut Sei Tuan terdiri dari 18 (delapan belas) desa dan 2 (dua) kelurahan dengan jumlah dusun sebanyak 230 (dua ratus tiga puluh) dan lingkungan sebanyak 24 (dua puluh empat). Lima desa di wilayah Kecamatan Percut Sei Tuan merupakan desa pantai dengan ketinggian 10 – 20 m dari ketinggian air permukaan laut. Berikut adalah tabel yang memberikan keterangan tentang nama desa, luas wilayah per desa dan jumlah dusun/lingkungan dalam desa/kelurahan.

64

Tabel 4.1 Nama Desa, Luas Wilayah dan Jumlah Dusun/Lingkungan No. Nama Desa/Kelurahan Luas Wilayah

(km)

Sumber: Kec. Percut Sei Tuan dalam Angka 2013

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa desa yang terluas adalah Desa Saentis dan desa yang memiliki wilayah terkecil adalah Kelurahan Kenangan Baru. Jika dilihat dari jumlah dusun maka desa dengan jumlah dusun terkecil adalah Desa Pematang Lalang dan desa dengan jumlah dusun terbanyak adalah Desa Sampali. Komposisi penduduk Kecamatan Percut Sei Tuan berdasarkan jenis kelamin, jumlah rumah tangga dan rata-rata per rumah tangga dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.2 Jumlah Penduduk menurut Jenis Kelamin, Rumah Tangga dan Rata-rata Per Rumah Tangga di Kecamatan Percut Sei Tuan

No. Desa/Kelurahan Sumber: Kec. Percut Sei Tuan dalam Angka 2013

Dari tabel 4.2 di atas dapat dilihat bahwa komposisi penduduk terpadat berada di Desa Tembung. Sedangkan desa dengan jumlah penduduk terkecil adalah Desa Pematang Lalang. Walaupun luas wilayah Desa Pematang Lalang cukup besar namun jumlah penduduk terkecil hal ini dikarenakan sebagian besar wilayahnya adalah perkebunan baik milik pemerintah ataupun swasta.

Jumlah penduduk adalah salah satu faktor penentu besaran timbulan sampah yang dihasilkan. Data timbulan sampah yang dihasilkan Kecamatan Percut Sei Tuan belum tersedia sehingga untuk menghitungnya dapat ditentukan

dengan menggunakan standar SNI 19-3964-1994 yang mengklasifikasikan Kecamatan Percut Sei Tuan termasuk kota sedang/kecil dengan jumlah penduduk di antara 3.000 – 500.000 jiwa. Kota sedang/kecil menghasilkan sampah 1,5 – 2 liter/orang/hari atau 0,3 – 0,4 kg/orang/hari. Jumlah penduduk Kecamatan Percut Sei Tuan sebanyak 396.656 x 0,4kg sehingga total timbulan sampah sebanyak 158662,4kg/hari atau 158,6624 ton/hari.

Sebagaimana data yang diperoleh bahwa jumlah pelanggan sampah sebanyak 4.025 rumah tangga dengan rata-rata 4,3 anggota keluarga. Sehingga perhitungan timbulan sampah yang adalah 4.025 RT x 4,3 x 0,4 kg maka total timbulan sampah yang dihasilkan adalah sebanyak 6923 kg/hari atau 6,923 ton/hari. Akan tetapi data dari Kepala Seksi Kebersihan Kecamatan Percut Sei Tuan menyebutkan bahwa volume timbulan sampah yang diangkut ke TPA sebanyak 32 ton/hari. Jumlah ini jauh lebih besar jika dibandingkan dengan penghitungan sesuai dengan standar SNI. Hal ini dapat terjadi karena sampah yang diangkut ke TPA tidak hanya sampah produksi rumah tangga melainkan juga sampah dari jalan-jalan. Selain itu, masyarakat yang berdomisili di sekitar TPS langsung membuang sampahnya ke TPS, dan adanya masyarakat yang

“kongsi” membayar retribusi sampah padahal tidak dalam satu rumah tangga. Hal ini senada dengan hasil wawancara peneliti dengan beberapa masyarakat yang tidak berlangganan sampah. Sebagian besar alasan mereka tidak berlangganan sampah adalah karena letak rumah dekat dengan TPS, kekecewaaan karena pengutipan tidak dilakukan tiap hari, merasa berat terhadap biaya retribusi sampah. Selain itu, ada pula masyarakat yang membakar sampah di pekarangan rumahnya atau menjadikan sampah sisa makanan untuk makanan ternaknya.

Selain jumlah penduduk, faktor lain yang menentukan besaran timbulan sampah adalah keadaan sosial dan ekonomi masyarakat. Semakin tinggi sosial ekonomi masyarakat maka semakin banyak timbulan sampah yang dihasilkan.

Dilihat dari letak geografis Kecamatan Percut Sei Tuan merupakan kota satelit yang berbatasan langsung dengan Kota Medan sehingga mempengaruhi pergerakan ekonomi masyarakatnya. Berdasarkan mata pencahariannya penduduk di Kecamatan Percut Sei Tuan terbagi atas pada tabel berikut:

Tabel 4.3 Daftar Mata Pencaharian Penduduk di Kecamatan Percut Sei Tuan

6. Konstruksi/Buruh Bangunan 17878

7. Pertanian 12962

Sumber: Ekspose Kec. Percut Sei Tuan Tahun 2014

Dari tabel di atas, mata pencaharian terbanyak adalah sebagai karyawan swasta dan lain-lain. Pergerakan penduduk dari Kecamatan Percut Sei Tuan ke Kota Medan cukup tinggi di pagi dan sore hari. Hal ini dapat dilihat dari pantauan kemacetan jalan lalu lintas, penuhnya transportasi seperti angkutan umum yang sebagian didominasi oleh perempuan sebagai pembantu rumah tangga atau penjaga toko di Kota Medan serta penduduk usia sekolah yang bersekolah di Kota Medan.

Penyelenggaraan pelayanan sampah rumah tangga tentunya harus didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai. Kondisi sarana dan prasarana pelayanan sampah rumah tangga tahun 2014 di Kecamatan Percut Sei Tuan sebagai berikut:

1. Jumlah tenaga buruh pengangkut sampah : 108 orang

2. Becak sampah : 18 unit

3. Scople : 1 unit

4. Transper depo : 1 unit

5. Jumlah truk pengangkut sampah : 6 unit 6. Pengangkutan sampah dari rumah tangga ke TPS : 6 truk/hari 7. Pengangkutan sampah dari TPS ke TPA

:1-3kali/hari/truk

8. Volume timbulan sampah : 32 ton/hari Berikut adalah beberapa gambar kondisi sarana dan prasarana pelayanan sampah di Kecamatan Percut Sei Tuan.

Gambar 4.1 Truk Pengangkut Sampah yang sedang Beroperasi

Gambar 4.2 Kondisi Truk dan Scople yang berada di TPS Perumnas Mandala

Pihak Kecamatan Percut Sei Tuan melalui Kepala Seksi Kebersihan, M.

Saleh Daulay, S.Sos menyatakan bahwa untuk sarana dan prasarana yang ada saat ini sangat jauh dari kondisi yang memadai dalam hal memberikan pelayanan maksimal di bidang persampahan. Menurut beliau, kapasitas truk yang hanya mampu mengangkut 2 – 3 ton dipaksakan untuk mengangkut sampah sebanyak 4-5 ton sehingga truk sering rusak. Demikian halnya pula dengan kondisi becak sampah. Jumlah becak sebanyak 18 unit sedangkan daerah pelayanan 24 lingkungan di Perumnas Mandala. Hal ini tidak memungkinkan satu lingkungan satu becak. Ditambahkan beliau bahwa, kondisi infrastruktur yang kurang memadai perlu ditambah dengan perkiraan jika dengan kondisi jumlah pelanggan yang ada sekarang untuk truk minimal 10 unit, becak 25 – 30 unit. Hal yang sama juga pada petugas, untuk 1 truk perlu 5 orang (1 supir, 1 kernet dan 3

pengangkut), untuk becak memerlukan dua orang (1 supir dan 1 orang yang angkut).

Berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan di lapangan diketahui bahwa dalam memberikan pelayanan persampahan rumah tangga terkendala dengan kondisi kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pelayanan. Kecamatan Percut Sei Tuan berupaya dengan meminta tambahan truk pengangkut sampah ke Dinas Cipta Karya dan Pertambangan Kab. Deli Serdang, dan permintaan tersebut direalisasikan dengan memberikan 1 (satu) unit truk sampah yang akan beroperasi pada Tahun 2015.

4.2 Manajemen Strategi Pelayanan Persampahan Rumah Tangga di Kecamatan Percut Sei Tuan

Sampah rumah tangga adalah sampah yang berasal dari kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga tidak termasuk tinja dan sampah spesifik (UU Nomor 18 Tahun 2008). Sejalan dengan pertumbuhan penduduk yang semakin bertambah diperlukan penanganan sampah untuk menjaga kesehatan masyarakat dan lingkungan yang berkesinambungan. Rendahnya perhatian terhadap pelayanan kebersihan mengakibatkan pencemaran seperti pencemarana udara, air dan tanah yang dapat berdampak pada menurunnya kualitas dan daya dukung lingkungan.

Tanggung jawab dan wewenang di bidang kebersihan Kabupaten Deli Serdang merupakan kewenangan Seksi Kebersihan di kecamatan. Salah satu kewenangan yang diserahkan dari Bupati Deli Serdang kepada Camat adalah di bidang kebersihan khususnya penyerahan pengelolaan persampahan. Hal ini sesuai dengan Peraturan Bupati Deli Serdang Nomor 2534 Tahun 2005 tentang

Pelimpahan Sebagian Kewenangan dari Bupati kepada Camat di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang yang sebelumnya kebersihan merupakan tanggung jawab Dinas Kebersihan Kabupaten Deli Serdang.

Pelayanan Persampahan di Kecamatan Percut Sei Tuan dilaksanakan mulai dari pengutipan retribusi dan pembuangan sampah dari rumah tangga ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Pengutipan retribusi pelayanan persampahan dilaksanakan berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2012 tentang Retribusi Jasa Umum. Struktur dan besarnya tarif retribusi pelayanan persampahan rumah tangga berdasarkan Peraturan Daerah dimaksud adalah sebagai berikut:

1. Perumahan A/Klas I Jl. Protokol Rp. 10.000,-/bulan.

2. Perumahan B/Klas II dan III Jl. Protokol Rp. 7.000,-/bulan.

3. Perumahan C/Klas IV Jl. Penghubung Rp. 5.000,-/bulan.

Pemerintah Kecamatan Percut Sei Tuan mengambil kebijakan tentang tarif retribusi yang harus dibayarkan yakni sebesar Rp. 8.000,00/bulan/rumah tangga.

Hal ini dilakukan dengan pertimbangan sulit untuk menentukan kelas/golongan perumahan. Terlebih lagi Seksi Kebersihan tidak melayani pelayanan persampahan rumah tangga di kompleks/perumahan tertentu karena setiap perumahan telah memiliki pengelola persampahan tersendiri. Perumahan yang dimaksud di sini adalah perumahan yang dikembangkan oleh swasta dan untuk Perumnas Mandala yang berlokasi di Kelurahan Kenangan dan Kenangan Baru merupakan daerah layanan Seksi Kebersihan. Perumnas Mandala juga merupakan areal sentral atau pusat pelayanan persampahan rumah tangga di Kecamatan Percut Sei Tuan.

Hasil pengamatan di lapangan terkait dengan tarif retribusi bahwa ada masyarakat/rumah tangga yang membayar lebih dari ketentuan yang telah ditetapkan yakni sebesar Rp. 8.000,00. Kelebihan pembayaran ini rata-rata sebesar Rp. 2.000,00 dengan alasan ada yang merasa kasihan dengan petugas dan ada juga yang berharap dengan dikasih lebih petugas akan lebih rajin.

Berdasarkan hasil wawancara diperoleh bahwa tidak terdapat petunjuk atau pedoman yang dapat dijadikan standar dalam memberikan pelayanan. Mengacu pada teori David Osborn mengenai kelengkapan untuk menjamin kualitas pelayanan yang harus dimiliki organisasi pelayanan. Kelengkapan dimaksud salah satunya adalah standar pelayanan, standar pelayanan berupa standar yang menjadi acuan pelayanan untuk mencapai kualitas yang telah ditetapkan. Dalam hal ini jelas tidak terdapat standar dimaksud. Seyogyanya Pemerintah Kecamatan Percut Sei Tuan telah menetapkan mulai dari syarat apa yang dipenuhi untuk berlangganan sampah, bagaimana pelayanan diberikan, siapa dan apa yang melayani, kapan dan dimana pelayanan serta bagaimana bila terdapat ketidaksesuaian antara pelayanan yang diberikan dengan yang ditetapkan.

Standar pelayanan tersebut disusun secara jelas dan terbuka sehingga baik penyelenggara pelayanan dan pelanggan pelayanan dapat mengetahui dan memahaminya.

Sejauh ini upaya yang dilakukan Kecamatan Percut Sei Tuan dalam rangka penanggulangan sampah selain melayani persampahan rumah tangga antara lain membuat taman-taman di bahu jalan, membuat slogan “Ciptakan Bersih dan Sadar Lalu Lintas” dan mengalihfungsikan bahu jalan di sekitar Jalan Selamat Ketaren Desa Medan Estate menjadi Kampung Hijau PKK. Dalam upaya

pelayanan sampah rumah tangga, Seksi Kebersihan Kecamatan Percut Sei Tuan berusaha untuk menerapkan pelayanan yang baik dengan kondisi yang terbatas.

Pemerintah Kecamatan berusaha menemukan strategi pelayanan dengan keterbatasan sarana dan prasarana yang ada. Strategi yang diterapkan antara lain memberikan kemudahan prosedur bagi masyarakat yang ingin berlangganan sampah, penetapan tarif retribusi yang sama tanpa ada perbedaan klas, pengangkutan sampah dari rumah tangga ke Tempat Penampungan Sementara (TPS), dan pengangkutan sampah dari TPS dan rumah tangga ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang dilakukan setiap hari.

Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan informan dan pengamatan di lapangan, diperoleh hasil bahwa:

1. Terdapat kemudahan prosedur bagi masyarakat yang ingin berlangganan sampah yakni dengan cukup menghubungi pihak petugas kebersihan (pengangkut sampah) yang beroperasi di wilayahnya.

2. Tarif retribusi yang dibayarkan sebesar Rp. 8.000,00 berlaku untuk semua rumah tangga dan dirasakan wajar sesuai dengan pelayanan yang diterima.

3. Pengangkutan sampah dari rumah tangga ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) tidak dilakukan setiap hari tetapi seminggu dua kali.

Sebagai contoh di wilayah Perumnas Mandala Kelurahan Kenangan dan Kenangan Baru, pengangkutan sampah dari rumah tangga ke TPS dilakukan setiap hari Kamis dan Sabtu. Desa Tembung dan Desa Bandar Klippa pengangkutan sampah dari rumah tangga ke TPS dilakukan setiap hari Senin dan Kamis. Desa Bandar Bandar Khalipah, Desa Sei Rotan, Desa Sampali dan Desa Medan Estate (di jalan protocol) pengangkutan

sampah dengan truk dilakukan setiap hari namun bila hari libur maka tidak dapat dipastikan jadwal hari pengangkutan sampah sehingga sampah bertumpuk di rumah.

4. Tidak terdapat pemisahan antara sampah organik dan sampah anorganik untuk sampah yang diangkut dari rumah tangga ke TPS atau langsung ke TPA. Hal ini mengindikasikan tidak terdapatnya proses pengolahan dan pengelolaan sampah.

Meskipun telah melaksanakan strategi pelayanan akan tetapi tidak terdapat tahapan proses manajemen stratejik. Tahapan proses manajemen stratejik menurut Dess & Lumpkin atau Wheelen-Hunger meliputi analisis lingkungan, formulasi strategi, implementasi strategi dan evaluasi strategi. Analisis lingkungan meliputi deteksi dan evaluasi lingkungan eksternal dan internal organisasi (dalam hal ini Seksi Kebersihan Kecamatan Percut Sei Tuan). Untuk mencapai tujuan, organisasi akan banyak menemui kesulitan jika tidak berinteraksi dengan lingkungan eksternal. Apalagi kondisi lingkungan eksternal berada di luar kemampuan organisasi untuk mengendalikannya. Sehingga mengetahui dan menganalisis lingkungan eksternal menjadi penting. Selain itu, pemahaman secara luas dan mendalam terhadap lingkungan internal juga diperlukan untuk mengetahui kelemahan dan kekuatan yang dimiliki organisasi.

Dengan peluang dan kekuatan organisasi dapat memperbaiki kelemahannya untuk dapat mengantisipasi perubahan dari lingkungan eksternal.

Seksi Kebersihan Kecamatan Percut Sei Tuan tidak melakukan analisis lingkungan dalam pelayanan persampahan rumah tangga. Unsur eksternal antara lain masyarakat dan kondisi luas dan letak wilayah kecamatan. Jumlah

masyarakat yang banyak dapat dijadikan sumber kekuatan dan peluang bagi pelayanan di Kecamatan Percut Sei Tuan. Jika setiap rumah tangga berlangganan pelayanan sampah rumah tangga maka akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Namun, dengan pelayanan yang ada saat ini Pemerintah Kecamatan Percut Sei Tuan merasa kewalahan untuk mengangkut semua sampah yang ada karena jumlah sarana dan prasarana pengangkut sampah yang tidak memadai.

Sarana dan prasarana pengangkut sampah merupakan lingkungan internal yang dapat menjadi kelemahan dalam memberikan pelayanan. Upaya yang dilakukan adalah dengan mengusulkan penambahan jumlah sarana dan prasarana untuk dapat memberikan pelayanan yang optimal.

Formulasi strategi mencakup desain dan pilihan strategi. Pemerintah Kecamatan Percut Sei Tuan dapat dikatakan tidak memiliki strategi khusus dalam memberikan pelayanan persampahan rumah. Pelaksanaaan pelayanan persampahan rumah tangga dilakukan apa adanya tanpa ada standar operasional prosedur (standard operating procedure). Hal ini sudah berjalan sejak lama tanpa ada suatu terobosan atau pemikiran untuk meningkatkan pelayanan. Namun, dari hasil survey kepuasan pelanggan dicapai nilai pelayanan yang memuaskan.

Implementasi Strategi, suatu strategi dapat diimplementasikan dengan baik jika terdapat perencanaan yang baik. Perencanaan yang baik minimal mengandung asas-asas untuk mencapai tujuan, realistis dan wajar. Setelah perencanaan dibuat dalam bentuk global dan berjangka panjang maka dibuat program kerja dalam bentuk yang lebih detail dan berjangka pendek. Program kerja dilengkapi dengan anggaran atau rencana keuangan.

Evaluasi Strategi dimaksudkan untuk menjamin bahwa semua kegiatan yang dilaksanakan didasarkan pada rencana yang telah disepakati. Hasil evaluasi dapat dijadikan feedback bagi tahapan perencanaan yang ada untuk melakukan perbaikan. Dari uraian sebelumnya, dapat dikatakan bahwa melalui manajemen stratejik dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas organisasi dalam rangka pencapaian tujuan.

4.2.1 Perencanaan Pelayanan Persampahan

Perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Kegiatan perencanaan pelayanan persampahan rumah tangga Kecamatan Percut Sei Tuan dilakukan dengan tujuan :

1. Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah melalui Pencapaian target retribusi pelayanan persampahan sebagaimana yang telah ditetapkan;

2. Pengembangan kinerja pengelolaan persampahan dengan cara penyediaan prasarana dan sarana pengelola persampahan dan peningkatan operasi dan pemeliharaan prasarana dan sarana persampahan.

Kegiatan perencanaan yang dilakukan di Kecamatan Percut Sei Tuan masih bersifat top-down. Perencanaan hanya disusun oleh Camat dan perangkatnya belum mempertimbangkan saran dari bawah, terutama orang-orang yang bekerja di lapangan. Hal ini menyebabkan perencanaan yang dilakukan belum sesuai dengan kondisi di lapangan. Perencanaan yang disusun menyangkut besaran biaya operasional pelayanan persampahan. Seyogyanya pada tahap perencanaan ini telah dirumuskan standar operasional prosedur pelayanan yang menjadi acuan

bagi pelaksanaan pelayanan.

Standar Operasional Prosedur dimaksud berisi tahapan/alur yang dimulai dari bagaimana cara masyarakat untuk memperoleh pelayananan persampahan/kebersihan, apa syarat yang harus dilengkapi, berapa besar biaya/tarif retribusi, kapan dan siapa yang memberikan pelayanan, hingga tata cara menyampaikan keluhan. Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan Kepala Seksi Kebersihan, staf kebersihan dan petugas kebersihan, diperoleh informasi bahwa untuk berlangganan pelayanan persampahan masyarakat cukup menyampaikan secara langsung kepada petugas kebersihan di lingkungannya tanpa ada persyaratan tertentu. Setelah memperoleh pelayanan selama 1 (satu) bulan maka masyarakat membayar retribusi kepada petugas kebersihan. Tata cara seperti ini telah berlangsung sejak awal dan masyarakat merasa tidak keberatan bahkan sangat puas karena tidak memberikan kesulitan bagi pihak manapun.

Kelemahan dari tata cara ini adalah tidak tersedianya dokumen administrasi resmi sebagai bukti berlangganan.

4.2.2 Pengorganisasian Pelayanan Persampahan

Sesuai dengan struktur organisasi dalam Peraturan Daerah Kabupaten Deli Serdang Nomor 5 Tahun 2007, Kecamatan Percut Sei Tuan merupakan kecamatan tipe A dengan struktur organisasi dan tata kerja pola maksimal yang terdiri atas Camat, Sekretaris Kecamatan, 5 (lima) Kepala Seksi dan 3 (tiga) Kepala Sub Bagian. Urusan kebersihan dilaksanakan oleh Seksi Kebersihan.

Seksi kebersihan beranggotakan 108 pekerja dengan rincian sebagai berikut:

1. Supir truk sampah sebanyak 6 (enam) orang;

2. Supir/operator scople sebanyak 1 (satu) orang;

3. Kernet truk sampah sebanyak 21 (dua puluh satu);

4. Buruh tukang babat sebanyak 19 (Sembilan belas) orang; dan 5. Buruh kebersihan sebanyak 61 (enam puluh satu) orang.

Supir dan kernet bertanggung jawab mengangkut sampah dari rumah tangga dan TPS ke TPA sesuai dengan rute yang telah ditetapkan. Tukang babat atau tukang sampah melaksanakan penyapuan Jalan Pancing – Rumah Sakit Haji dan UNIMED. Buruh kebersihan bertugas mengangkat sampah, korek parit, tukang sapu di Desa Tembung dan Perumnas Mandala. Status pekerja kebersihan tersebut adalah buruh harian lepas.

4.2.3 Pelaksanaan Pelayanan

Dalam melaksanakan tanggung jawabnya dalam pelayanan persampahan Seksi Kebersihan berperan dalam melaksanakan kegiatan sebagai berikut:

1. Melakukan penyapuan jalan-jalan protokol;

2. Pengumpulan sampah dari sumbernya ke Tempat Penampungan Sementara (TPS);

2. Pengumpulan sampah dari sumbernya ke Tempat Penampungan Sementara (TPS);

Dokumen terkait