Bab IV Pembahasan Hasil Penelitian
4.2 Manajemen Strategi Pelayanan Persampahan Rumah
Sampah rumah tangga adalah sampah yang berasal dari kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga tidak termasuk tinja dan sampah spesifik (UU Nomor 18 Tahun 2008). Sejalan dengan pertumbuhan penduduk yang semakin bertambah diperlukan penanganan sampah untuk menjaga kesehatan masyarakat dan lingkungan yang berkesinambungan. Rendahnya perhatian terhadap pelayanan kebersihan mengakibatkan pencemaran seperti pencemarana udara, air dan tanah yang dapat berdampak pada menurunnya kualitas dan daya dukung lingkungan.
Tanggung jawab dan wewenang di bidang kebersihan Kabupaten Deli Serdang merupakan kewenangan Seksi Kebersihan di kecamatan. Salah satu kewenangan yang diserahkan dari Bupati Deli Serdang kepada Camat adalah di bidang kebersihan khususnya penyerahan pengelolaan persampahan. Hal ini sesuai dengan Peraturan Bupati Deli Serdang Nomor 2534 Tahun 2005 tentang
Pelimpahan Sebagian Kewenangan dari Bupati kepada Camat di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang yang sebelumnya kebersihan merupakan tanggung jawab Dinas Kebersihan Kabupaten Deli Serdang.
Pelayanan Persampahan di Kecamatan Percut Sei Tuan dilaksanakan mulai dari pengutipan retribusi dan pembuangan sampah dari rumah tangga ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Pengutipan retribusi pelayanan persampahan dilaksanakan berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2012 tentang Retribusi Jasa Umum. Struktur dan besarnya tarif retribusi pelayanan persampahan rumah tangga berdasarkan Peraturan Daerah dimaksud adalah sebagai berikut:
1. Perumahan A/Klas I Jl. Protokol Rp. 10.000,-/bulan.
2. Perumahan B/Klas II dan III Jl. Protokol Rp. 7.000,-/bulan.
3. Perumahan C/Klas IV Jl. Penghubung Rp. 5.000,-/bulan.
Pemerintah Kecamatan Percut Sei Tuan mengambil kebijakan tentang tarif retribusi yang harus dibayarkan yakni sebesar Rp. 8.000,00/bulan/rumah tangga.
Hal ini dilakukan dengan pertimbangan sulit untuk menentukan kelas/golongan perumahan. Terlebih lagi Seksi Kebersihan tidak melayani pelayanan persampahan rumah tangga di kompleks/perumahan tertentu karena setiap perumahan telah memiliki pengelola persampahan tersendiri. Perumahan yang dimaksud di sini adalah perumahan yang dikembangkan oleh swasta dan untuk Perumnas Mandala yang berlokasi di Kelurahan Kenangan dan Kenangan Baru merupakan daerah layanan Seksi Kebersihan. Perumnas Mandala juga merupakan areal sentral atau pusat pelayanan persampahan rumah tangga di Kecamatan Percut Sei Tuan.
Hasil pengamatan di lapangan terkait dengan tarif retribusi bahwa ada masyarakat/rumah tangga yang membayar lebih dari ketentuan yang telah ditetapkan yakni sebesar Rp. 8.000,00. Kelebihan pembayaran ini rata-rata sebesar Rp. 2.000,00 dengan alasan ada yang merasa kasihan dengan petugas dan ada juga yang berharap dengan dikasih lebih petugas akan lebih rajin.
Berdasarkan hasil wawancara diperoleh bahwa tidak terdapat petunjuk atau pedoman yang dapat dijadikan standar dalam memberikan pelayanan. Mengacu pada teori David Osborn mengenai kelengkapan untuk menjamin kualitas pelayanan yang harus dimiliki organisasi pelayanan. Kelengkapan dimaksud salah satunya adalah standar pelayanan, standar pelayanan berupa standar yang menjadi acuan pelayanan untuk mencapai kualitas yang telah ditetapkan. Dalam hal ini jelas tidak terdapat standar dimaksud. Seyogyanya Pemerintah Kecamatan Percut Sei Tuan telah menetapkan mulai dari syarat apa yang dipenuhi untuk berlangganan sampah, bagaimana pelayanan diberikan, siapa dan apa yang melayani, kapan dan dimana pelayanan serta bagaimana bila terdapat ketidaksesuaian antara pelayanan yang diberikan dengan yang ditetapkan.
Standar pelayanan tersebut disusun secara jelas dan terbuka sehingga baik penyelenggara pelayanan dan pelanggan pelayanan dapat mengetahui dan memahaminya.
Sejauh ini upaya yang dilakukan Kecamatan Percut Sei Tuan dalam rangka penanggulangan sampah selain melayani persampahan rumah tangga antara lain membuat taman-taman di bahu jalan, membuat slogan “Ciptakan Bersih dan Sadar Lalu Lintas” dan mengalihfungsikan bahu jalan di sekitar Jalan Selamat Ketaren Desa Medan Estate menjadi Kampung Hijau PKK. Dalam upaya
pelayanan sampah rumah tangga, Seksi Kebersihan Kecamatan Percut Sei Tuan berusaha untuk menerapkan pelayanan yang baik dengan kondisi yang terbatas.
Pemerintah Kecamatan berusaha menemukan strategi pelayanan dengan keterbatasan sarana dan prasarana yang ada. Strategi yang diterapkan antara lain memberikan kemudahan prosedur bagi masyarakat yang ingin berlangganan sampah, penetapan tarif retribusi yang sama tanpa ada perbedaan klas, pengangkutan sampah dari rumah tangga ke Tempat Penampungan Sementara (TPS), dan pengangkutan sampah dari TPS dan rumah tangga ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang dilakukan setiap hari.
Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan informan dan pengamatan di lapangan, diperoleh hasil bahwa:
1. Terdapat kemudahan prosedur bagi masyarakat yang ingin berlangganan sampah yakni dengan cukup menghubungi pihak petugas kebersihan (pengangkut sampah) yang beroperasi di wilayahnya.
2. Tarif retribusi yang dibayarkan sebesar Rp. 8.000,00 berlaku untuk semua rumah tangga dan dirasakan wajar sesuai dengan pelayanan yang diterima.
3. Pengangkutan sampah dari rumah tangga ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) tidak dilakukan setiap hari tetapi seminggu dua kali.
Sebagai contoh di wilayah Perumnas Mandala Kelurahan Kenangan dan Kenangan Baru, pengangkutan sampah dari rumah tangga ke TPS dilakukan setiap hari Kamis dan Sabtu. Desa Tembung dan Desa Bandar Klippa pengangkutan sampah dari rumah tangga ke TPS dilakukan setiap hari Senin dan Kamis. Desa Bandar Bandar Khalipah, Desa Sei Rotan, Desa Sampali dan Desa Medan Estate (di jalan protocol) pengangkutan
sampah dengan truk dilakukan setiap hari namun bila hari libur maka tidak dapat dipastikan jadwal hari pengangkutan sampah sehingga sampah bertumpuk di rumah.
4. Tidak terdapat pemisahan antara sampah organik dan sampah anorganik untuk sampah yang diangkut dari rumah tangga ke TPS atau langsung ke TPA. Hal ini mengindikasikan tidak terdapatnya proses pengolahan dan pengelolaan sampah.
Meskipun telah melaksanakan strategi pelayanan akan tetapi tidak terdapat tahapan proses manajemen stratejik. Tahapan proses manajemen stratejik menurut Dess & Lumpkin atau Wheelen-Hunger meliputi analisis lingkungan, formulasi strategi, implementasi strategi dan evaluasi strategi. Analisis lingkungan meliputi deteksi dan evaluasi lingkungan eksternal dan internal organisasi (dalam hal ini Seksi Kebersihan Kecamatan Percut Sei Tuan). Untuk mencapai tujuan, organisasi akan banyak menemui kesulitan jika tidak berinteraksi dengan lingkungan eksternal. Apalagi kondisi lingkungan eksternal berada di luar kemampuan organisasi untuk mengendalikannya. Sehingga mengetahui dan menganalisis lingkungan eksternal menjadi penting. Selain itu, pemahaman secara luas dan mendalam terhadap lingkungan internal juga diperlukan untuk mengetahui kelemahan dan kekuatan yang dimiliki organisasi.
Dengan peluang dan kekuatan organisasi dapat memperbaiki kelemahannya untuk dapat mengantisipasi perubahan dari lingkungan eksternal.
Seksi Kebersihan Kecamatan Percut Sei Tuan tidak melakukan analisis lingkungan dalam pelayanan persampahan rumah tangga. Unsur eksternal antara lain masyarakat dan kondisi luas dan letak wilayah kecamatan. Jumlah
masyarakat yang banyak dapat dijadikan sumber kekuatan dan peluang bagi pelayanan di Kecamatan Percut Sei Tuan. Jika setiap rumah tangga berlangganan pelayanan sampah rumah tangga maka akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Namun, dengan pelayanan yang ada saat ini Pemerintah Kecamatan Percut Sei Tuan merasa kewalahan untuk mengangkut semua sampah yang ada karena jumlah sarana dan prasarana pengangkut sampah yang tidak memadai.
Sarana dan prasarana pengangkut sampah merupakan lingkungan internal yang dapat menjadi kelemahan dalam memberikan pelayanan. Upaya yang dilakukan adalah dengan mengusulkan penambahan jumlah sarana dan prasarana untuk dapat memberikan pelayanan yang optimal.
Formulasi strategi mencakup desain dan pilihan strategi. Pemerintah Kecamatan Percut Sei Tuan dapat dikatakan tidak memiliki strategi khusus dalam memberikan pelayanan persampahan rumah. Pelaksanaaan pelayanan persampahan rumah tangga dilakukan apa adanya tanpa ada standar operasional prosedur (standard operating procedure). Hal ini sudah berjalan sejak lama tanpa ada suatu terobosan atau pemikiran untuk meningkatkan pelayanan. Namun, dari hasil survey kepuasan pelanggan dicapai nilai pelayanan yang memuaskan.
Implementasi Strategi, suatu strategi dapat diimplementasikan dengan baik jika terdapat perencanaan yang baik. Perencanaan yang baik minimal mengandung asas-asas untuk mencapai tujuan, realistis dan wajar. Setelah perencanaan dibuat dalam bentuk global dan berjangka panjang maka dibuat program kerja dalam bentuk yang lebih detail dan berjangka pendek. Program kerja dilengkapi dengan anggaran atau rencana keuangan.
Evaluasi Strategi dimaksudkan untuk menjamin bahwa semua kegiatan yang dilaksanakan didasarkan pada rencana yang telah disepakati. Hasil evaluasi dapat dijadikan feedback bagi tahapan perencanaan yang ada untuk melakukan perbaikan. Dari uraian sebelumnya, dapat dikatakan bahwa melalui manajemen stratejik dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas organisasi dalam rangka pencapaian tujuan.
4.2.1 Perencanaan Pelayanan Persampahan
Perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Kegiatan perencanaan pelayanan persampahan rumah tangga Kecamatan Percut Sei Tuan dilakukan dengan tujuan :
1. Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah melalui Pencapaian target retribusi pelayanan persampahan sebagaimana yang telah ditetapkan;
2. Pengembangan kinerja pengelolaan persampahan dengan cara penyediaan prasarana dan sarana pengelola persampahan dan peningkatan operasi dan pemeliharaan prasarana dan sarana persampahan.
Kegiatan perencanaan yang dilakukan di Kecamatan Percut Sei Tuan masih bersifat top-down. Perencanaan hanya disusun oleh Camat dan perangkatnya belum mempertimbangkan saran dari bawah, terutama orang-orang yang bekerja di lapangan. Hal ini menyebabkan perencanaan yang dilakukan belum sesuai dengan kondisi di lapangan. Perencanaan yang disusun menyangkut besaran biaya operasional pelayanan persampahan. Seyogyanya pada tahap perencanaan ini telah dirumuskan standar operasional prosedur pelayanan yang menjadi acuan
bagi pelaksanaan pelayanan.
Standar Operasional Prosedur dimaksud berisi tahapan/alur yang dimulai dari bagaimana cara masyarakat untuk memperoleh pelayananan persampahan/kebersihan, apa syarat yang harus dilengkapi, berapa besar biaya/tarif retribusi, kapan dan siapa yang memberikan pelayanan, hingga tata cara menyampaikan keluhan. Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan Kepala Seksi Kebersihan, staf kebersihan dan petugas kebersihan, diperoleh informasi bahwa untuk berlangganan pelayanan persampahan masyarakat cukup menyampaikan secara langsung kepada petugas kebersihan di lingkungannya tanpa ada persyaratan tertentu. Setelah memperoleh pelayanan selama 1 (satu) bulan maka masyarakat membayar retribusi kepada petugas kebersihan. Tata cara seperti ini telah berlangsung sejak awal dan masyarakat merasa tidak keberatan bahkan sangat puas karena tidak memberikan kesulitan bagi pihak manapun.
Kelemahan dari tata cara ini adalah tidak tersedianya dokumen administrasi resmi sebagai bukti berlangganan.
4.2.2 Pengorganisasian Pelayanan Persampahan
Sesuai dengan struktur organisasi dalam Peraturan Daerah Kabupaten Deli Serdang Nomor 5 Tahun 2007, Kecamatan Percut Sei Tuan merupakan kecamatan tipe A dengan struktur organisasi dan tata kerja pola maksimal yang terdiri atas Camat, Sekretaris Kecamatan, 5 (lima) Kepala Seksi dan 3 (tiga) Kepala Sub Bagian. Urusan kebersihan dilaksanakan oleh Seksi Kebersihan.
Seksi kebersihan beranggotakan 108 pekerja dengan rincian sebagai berikut:
1. Supir truk sampah sebanyak 6 (enam) orang;
2. Supir/operator scople sebanyak 1 (satu) orang;
3. Kernet truk sampah sebanyak 21 (dua puluh satu);
4. Buruh tukang babat sebanyak 19 (Sembilan belas) orang; dan 5. Buruh kebersihan sebanyak 61 (enam puluh satu) orang.
Supir dan kernet bertanggung jawab mengangkut sampah dari rumah tangga dan TPS ke TPA sesuai dengan rute yang telah ditetapkan. Tukang babat atau tukang sampah melaksanakan penyapuan Jalan Pancing – Rumah Sakit Haji dan UNIMED. Buruh kebersihan bertugas mengangkat sampah, korek parit, tukang sapu di Desa Tembung dan Perumnas Mandala. Status pekerja kebersihan tersebut adalah buruh harian lepas.
4.2.3 Pelaksanaan Pelayanan
Dalam melaksanakan tanggung jawabnya dalam pelayanan persampahan Seksi Kebersihan berperan dalam melaksanakan kegiatan sebagai berikut:
1. Melakukan penyapuan jalan-jalan protokol;
2. Pengumpulan sampah dari sumbernya ke Tempat Penampungan Sementara (TPS);
3. Pengangkutan sampah dari TPS ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Dalam kegiatan operasionalnya, maka manajemen persampahan (waste management) dilakukan meliputi tahapan berikut:
1. Pewadahan. Pada tahap pewadahan, setiap rumah harus memiliki wadah/tempat sampahnya masing-masing. Umumnya wadah yang dimiliki pelanggan adalah berbentuk plastik asoy, keranjang anyaman dan karung goni yang sudah tidak terpakai.
2. Pengumpulan. Pengumpulan sampah dilaksanakan dengan 2 (dua) pola yaitu:
a. Pola langsung, proses pengumpulan sampah secara langsung (house to house collection) dengan truk sampah dan kemudian dibuang ke TPA.
Pola langsung ini diterapkan di Desa Medan Estate, Desa Tembung, Desa Bandar Khalipah, Desa Bandar Klippa, Desa Sei Rotan dan Desa Sampali.
b. Pola tidak langsung, proses pengumpulan sampah dengan menggunakan becak/gerobak sampah dan kemudian dipindahkan/ditempatkan ke Tempat Penampungan Sementara (TPS).
Pola tidak langsung ini diterapkan di Perumnas Mandala yakni Kelurahan Kenangan dan Kenangan Baru.
3. Pengangkutan. Proses pengangkutan sampah juga dilaksanakan dengan 2 (dua) pola yaitu:
a. Pola langsung : proses pengangkutan sampah dengan mempergunakan truk sampah secara langsung dari sumber sampah dan kemudian diangkut langsung ke TPA. Adapun rute pengangkutan sampah adalah sebagai berikut:
1) BK 8774 M : Desa Bandar Khalipah yakni mulai dari Jalan M.
Yakub Lubis – Jalan Bustamam – Jalan Puskesmas – Jalan Pendidikan – Jalan Balai Desa – Jalan Kutilang – Jalan Perhubungan – Jalan Pertahanan/Jalan Kapten Baru Sihombing – TPA. Peta rute pelayanan sampah truk pengangkut dengan nomor polisi BK 8774 M adalah sebagai berikut:
Gambar 4.3 Rute PelayananTruk Sampah BK 8774 M
Rute pelayanan truk sampah ini dimulai dari Jl M. Yakub Lubis sampai dengan Jl. Pertahanan. Jika diperhatikan maka terdapat jalan yang tidak dilewati oleh truk ini. Hal ini dikarenakan tidak ada yang berlangganan sampah di jalan tersebut.
2) BK 8955 M : Sebagian Desa Bandar Khalipah, Desa Bandar Klippa dan Desa Tembung yakni Jalan Jatiluhur – Jalan Besar Tembung – Jalan Pajak/Pasar Baru – TPS (dam container yang berada yang dibawah rel) – Jalan Beringin – Jalan Rujak/Simpang Jodoh – TPA. Peta rute pelayanan sampah truk pengangkut dengan nomor polisi BK 8955 M adalah sebagai berikut:
Gambar 4.4 Rute Pelayanan Truk Sampah BK 8955 M
Rute pelayanan truk ini melipui sebagian Desa Bandar Khalipah (Jalan Jati Luhur), Desa Bandar Klippa (Jalan Medan-Bt-Kuis, Jala Besar Tembung) dan Desa Tembung (Jalan Pasar Baru dan Jalan Beringin). Selain mengangkut sampah dari rumah tangga secara langsung, truk ini juga singgah untuk mengangkt sampah yang ada di TPS (dam container) yang ada di bawah rel. Menurut hasil wawancara dengan kernet truk bahwa tidak semua sampah di TPS dapat diangkut
sehingga sampah tersebut menumpuk dan bila musim hujan tiba akan terbawa jatuh ke Sungai Tembung.
3) BK 8817 M : Desa Tembung, Desa Bandar Klippa dan Desa Sei Rotan yakni Jalan Besar Tembung – Jalan Balai Desa – Jalan Pisang – Jalan Pancasila – Jalan Medan Batang Kuis (Pasar 9 dan Pasar 10) – TPA. Peta rute pelayanan sampah truk pengangkut dengan nomor polisi BK 8817 M adalah sebagai berikut:
Gambar 4.5 Rute Pelayanan Truk Sampah BK 8817 M
Sama halnya dengan truk BK 8955 M sebelumnya, maka rute truk ini juga melayani sebagian daerah Desa Tembung (Jalan Balai Desa dan Jalan Pisang), Desa Bandar Klippa (Jalan Besar Tembung dan Jalan Pancasila), dan Desa Sei Rotan (Jalan Medan-Batang Kuis).
4) BK 8813 M : Desa Sampali yakni Jalan Musyawarah – Gang Tawon – Jalan Pasar Hitam – Jalan Cemara Dusun 10 – Jalan H.
Anif – Jalan Pasar 3 – Jalan Irian – Jalan Pasar 6 Sampali – Jalan Jati Rejo – TPA. Peta rute pelayanan sampah truk pengangkut dengan nomor polisi BK 8813 M adalah sebagai berikut:
Gambar 4.6 Rute Pelayanan Truk Sampah BK 8813 M
Rute truk ini melayani Desa Sampali tetapi hanya melewati jalan besar dan tidak masuk ke perumahan. Sebagian besar sampah yang diangkut adalah sampah yang ada di jalan sedangkan sampah yang berasal dari rumah tangga yang berlangganan hanya sebanyak 85 (delapan puluh lima) rumah tangga. Kondisi rumah masyarakat di Desa Sampali sebagian besar masih memiliki halaman luas.
Halaman dan pekarangan rumah digunakan masyarakatnya untuk membakar sampah.
5) BK 8895 M : Desa Medan Estate yakni Jalan Besar Tembung – Jalan Letda Sujono – Jalan Pancing/Williem Iskandar – Jalan Pasar IV Barat – Jalan Pasar V Barat – Jalan Selamat Ketaren TPA. Peta rute pelayanan sampah truk pengangkut dengan nomor polisi BK 8895 M adalah sebagai berikut:
Gambar 4.7 Rute Pelayanan Truk Sampah BK 8895 M
Rute pelayanan truk ini sebagian merupakan kawasan perkantoran/pergudangan, perkampusan dan rumah sakit. Sebagian besar sampah yang diangkut truk ini adalah sampah yang ada di jalan.
b. Pola tidak langsung : proses pengangkutan sampah dengan cara mengangkut sampah yaang telah terkumpul/bertumpuk di TPS dan kemudian diangkut ke TPA. Khusus pengangkutan sampah di Perumnas Mandala Kelurahan Kenangan dan Kenangan Baru diangkut
dengan 1 (satu) truk mobil sampah BK 8819 M yang langsung menuju TPA.
Gambar 4.8 Lokasi TPS di Perumnas Mandala
Gambar 4.9 Kondisi TPS di Perumnas Mandala
Dari gambar rute truk-truk sampah di atas, terdapat truk yang melayani lebih dari 1 (satu) desa/wilayah. Hal ini dikarenakan jumlah truk yang terbatas dan hanya melayani pelanggan di sepanjang jalan besar. Masyarakat yang bermukim di jalan kecil tidak dapat dilayani karena sulit untuk menjangkau dengan truk sedangkan armada becak hanya beroperasi di Perumnas Mandala.
4. Pembuangan Akhir.
Pembuangan akhir merupakan kegiatan pengangkutan sampah tahap akhir, sampah diletakkan di suatu tempat agar tidak menimbulkan gangguan terhadap kualitas lingkungan di sekitarnya.
Gambar 4. 10 Tempat Pemrosesan Akhir Desa Tadukan Raga Kec. STM Hilir
Metode pengelolaan sampah yang diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Deli Serdang di lokasi TPA Tadukan Raga adalah metode open dumping yaitu sampah yang masuk ke TPA tanpa melalui proses tertentu langsung diserakkan di lokasi TPA. TPA Tadukan Raga berlokasi di Desa Tadukan Raga Kecamatan Sinembah Tanjung Muda Hilir (STM Hilir) dengan luas 5 Ha. Di TPA ini dapat dijumpai pemulung-pemulung yang mengambil sampah jenis plastik untuk diolah kembali.
4.2.4 Pengawasan & Pelaporan
Pengawasan dan pelaporan dilakukan untuk mengetahui apakah kegiatan di lapangan sudah dilaksanakan sesuai dengan yang direncanakan. Pengawasan dan pelaporan juga dilakukan untuk mengetahui ketercapaian tujuan dan hambatan yang mungkin terjadi Kegiatan kebersihan di lapangan diawasi oleh mandor lapangan yakni staf seksi kebersihan itu sendiri. Jika terjadi sesuatu di lapangan, maka mandor bertanggung jawab dan melaporkan langsung kepada Kepala Seksi kebersihan. Sedangkan kegiatan pelaporan masih sebatas pada pelaporan ketercapaian target retribusi.
Berikut adalah capaian retribusi pelayanan persampahan rumah tangga di Kecamatan Percut Sei Tuan Tahun 2014 :
Tabel 4.3 Rekapitulasi Penerimaan Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan
No. Tanggal No. Bukti Jumlah (Rp.)
1 2 3 4
1. 21/01/2014 004/TERIMA/PST/2014 12.000.000
2. 26/02/2014 015/TERIMA/PST/2014 15.000.000
3. 02/04/2014 026/TERIMA/PST/2014 32.200.000
4. 23/04/2014 035/TERIMA/PST/2014 33.000.000
5. 28/05/2014 040/TERIMA/PST/2014 32.000.000
6. 30/06/2014 042/TERIMA/PST/2014 31.000.000
7. 22/07/2014 045/TERIMA/PST/2014 32.000.000
8. 29/08/2014 049/TERIMA/PST/2014 32.000.000
9. 29/09/2014 056/TERIMA/PST/2014 35.000.000
10. 11/11/2014 062/TERIMA/PST/2014 35.000.000
11. 18/12/2014 070/TERIMA/PST/2014 27.000.000
12. 29/12/2014 071/TERIMA/PST/2014 19.000.000
Jumlah 335.200.000
Sumber: Buku Rekapitulasi Penerimaan Kec. Percut Sei Tuan 2014
Tabel di atas menunjukkan terjadi fluktuasi dalam penerimaan retribusi pelayanan persampahan/kebersihan di Kecamatan Percut Sei Tuan. Target retribusi pelayanan persampahan/kebersihan untuk Kecamatan Percut Sei Tuan yang ditetapkan Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Deli Serdang Tahun 2014 adalah sebesar Rp. 385.550.000,00 sehingga dapat disimpulkan bahwa penerimaan tidak mencapai target. Berdasarkan hasil wawancara, terjadinya fluktuasi penerimaan retribusi pelayanan persampahan/kebersihan setiap bulannya
dikarenakan faktor pada saat pengutipan ada masyarakat yang pindah, tidak membayar karena merasa berlangganan dan sebagainya.
Demikian pula untuk penghitungan besarnya capaian retribusi berdasarkan banyaknya karcis yang diberikan kepada pelanggan. Petugas pengutip retribusi adalah petugas kebersihan yang mengangkut sampah di lingkungan tersebut. Cara seperti ini dapat menimbulkan peluang tindakan curang/kebohongan yang bisa saja dilakukan oleh petugas kebersihan.
4.3 Tingkat Kepuasan Pelanggan Pelayanan Persampahan Rumah Tangga