• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II. KAJIAN PUSTAKA

C. Konsep Pendidikan Agama Islam

Pendidikan Agama Islam merupakan pendidikan yang bersumber pada ajaran-ajaran Islam yakni al-Qur'an dan Hadits, yang terbagi lagi dalam bidang pendidikan muamalah. Dalam hal ini, Muhammad Al-Jamaly berpendapat bahwa Pendidikan Agama Islam adalah upaya pengembangan, mendorong serta mengajak manusia lebih maju dengan berlandaskan nilai-nilai yang tinggi dan kehidupan yang mulia. Sehingga terbentuk pribadi yang lebih sempurna, baik yang berkaitan dengan akal, perasaan maupun perbuatan.39

Muhaimin mengungkapkan bahwa Pendidikan Agama Islam bermakna upaya mendidikkan agama Islam atau ajaran Islam dan nilai-nilainya agar menjadi pandangan dan sikap hidup seseorang. Aktivitas mendidikkan agama Islam itu bertujuan untuk membantu seseorang atau sekelompok anak didik dalam

38 Muhaimin, Model Pengembangan Kurikulum, hlm. 67.

39 Muhaimin dan Abdul Mujib, Pemikiran Pendidikan Islam (Bandung: Tigenda Karya, 1993), hlm. 134.

menanamkan dan/atau menumbuhkembangkan ajaran Islam dan nilai-nilainya untuk dijadikan sebagai pandangan hidupnya.40

Menurut Zakiah Daradjat dalam bukunya Ilmu Pendidikan Islam, mengatakan bahwa Pendidikan Agama Islam ialah usaha berupa bimbingan dan asuhan terhadap anak didik agar kelak setelah selesai pendidikannya dapat memahami dan mengamalkan ajaran agama Islam serta menjadikannya sebagai pandangan hidup (way of life).41

Menilik uraian di atas, dapat diketahui bahwa Pendidikan Agama Islam mempunyai banyak pengertian yang merupakan ide-ide dari para pakar pendidikan. Pada dasarnya, beberapa pengertian Pendidikan Agama Islam tersebut saling melengkapi dan memiliki tujuan yang sama, yakni agar siswa dalam aktivitas kehidupannya tidak lepas dari pengamalan agama, berakhlak mulia dan berkepribadian utama, berwatak sesuai agama Islam. Maka dari itu, Pendidikan Agama Islam bukan hanya menekankan pada pengetahuan terhadap Islam, tetapi juga pada pelaksanaan dan pengamalan agama peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Dengan istilah lain, Pendidikan Agama Islam mencakup tiga aspek yaitu aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.

Dalam Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Proses disebutkan bahwa Pendidikan Agama Islam di SMP/MTs bertujuan untuk:

a. Menumbuhkembangkan akidah melalui pemberian, pemupukan, dan pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, pembiasaan, serta pengalaman peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi manusia

40 Muhaimin, Pengembangan Kurikulum, hlm. 7-8.

41

muslim yang terus berkembang keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT;

b. Mewujudkan manusia Indonesia yang taat beragama, berakhlak mulia yaitu manusia yang berpengetahuan, rajin beribadah, cerdas, produktif, jujur, adil, etis, berdisiplin, bertoleransi, menjaga keharmonisan secara personal dan sosial serta mengembangkan budaya agama dalam komunitas sekolah.42 Dengan demikian dapat dipahami bahwa Pendidikan Agama Islam adalah proses transinternalisasi pengetahuan dan nilai-nilai Islam yang berlandaskan al-Qur‟an dan hadits kepada peserta didik melalui upaya pengajaran, pembiasaan, bimbingan, pengasuhan, dan pengembangan potensi guna mencapai kesempurnaan hidup di dunia dan akhirat.

2. Ruang Lingkup Pendidikan Agama Islam

Untuk bisa mencapai tujuan Pendidikan Agama Islam, maka ruang lingkup materi Pendidikan Agama Islam terdiri dari lima unsur pokok, yaitu al-Qur‟an dan hadits, aqidah, akhlak, fiqh, dan sejarah/tarikh. Kelima unsur pokok tersebut membicarakan tentang keyakinan manusia kepada Tuhannya, ketaatan manusia dalam menjalankan aturan (syari‟at) yang dibuat oleh Tuhan untuk dijalankan dalam kehidupan dirinya, sesama manusia, dan terhadap sesama makhluk hidup.

Secara garis besar, tema-tema materi kajian dalam Pendidikan Agama Islam dapat dilihat pada gambar 2.2.

42 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.

Gambar 2.2 Ruang Lingkup Pendidikan Agama Islam (Sumber: A. Fatah Yasin, Dimensi-dimensi Pendidikan Islam, 2008)

Gambar ruang lingkup Pendidikan Agama Islam di atas menekankan keseimbangan, keselarasan, dan keserasian antara hubungan manusia dengan Allah SWT, hubungan manusia dengan sesama manusia, dan manusia dengan alam sekitarnya. Hubungan segitiga ini sejalan dengan misi Islam yang dikenal sebagai agama rahmatan lil „alamin. Selain itu, Ruang lingkup Pendidikan Agama Islam dengan berbagai kajiannya menyiratkan nilai-nilai pendidikan karakter. Menurut Kemdiknas, nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam pendidikan agama adalah sebagai berikut; religius, jujur, cerdas, tangguh, peduli, demokratis, santun, disiplin, bertanggung jawab, cinta ilmu, ingin tahu, percaya

Sumber materi Pendidikan Islam Al-Qur’an dan Hadits Aqidah Syari’ah: Fiqih Ibadah Fiqh Muamalah Akhlak Sejarah Islam/ Tarikh  Sistem Ekonomi  Sistem Politik  Sistem Sosial  IPTEK  Sistem Pendidikan  Sistem Keluarga  Sistem Kebudayaan  Sistem Lingkungan  Sistem Keamanan  Sistem Kesenian  Sistem Kebahasaan  Sistem Kesehatan  Dan lain-lain

diri, menghargai keberagaman, patuh pada aturan sosial, bergaya hidup sehat, sadar akan hak dan kewajiban, kerja keras.43 Uraian tersebut menunjukkan bahwa pendidikan agama adalah mata pelajaran yang kaya akan nilai-nilai pendidikan karakter termasuk karakter peduli lingkungan.

3. Pendekatan Pendidikan Agama Islam

Untuk merealisasikan tujuan Pendidikan Agama Islam sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, pembelajaran Pendidikan Agama Islam hendakyna menggunakan pendekatan yang sesuai dengan materi yang akan disampaikan. Menurut Nazaruddin ada enam pendekatan yang dapat digunakan, yaitu:

a. Pendekatan rasional, yaitu suatu pendekatan dalam proses pebelajaran yang lebih menekankan kepada aspek penalaran.

b. Pendekatan emosional, yakni upaya menggugah perasaan siswa dalam menghayati perilaku yang sesuai dengan ajaran agama dan budaya bangsa. c. Pendekatan pengamalan, yakni memberikan kesempatan kepada siswa untuk

mempraktekkan dan merasakan hasil-hasil pengamalan ibadah dalam menghadapi masalah kehidupan.

d. Pendekatan pembiasaan, yaitu memberikan kesempatan kepada siswa untuk bersikap sesuai dengan ajaran Islam dan budaya bangsa.

e. Pendekatan fungsional, yaitu menyajikan materi pokok dari segi manfaatnya bagi siswa dalam kehidupan sehari-hari.

43 Kemdiknas, Pendidikan Karakter Terintegrasi dalam Pembelajaran di Sekolah

f. Pendekatan keteladanan, yaitu menjadikan figur guru, petugas sekolah lainnya, orangtua serta masyarakat sebagai cermin bagi siswa.44

Meninjau paparan di atas, dapat dipahami bahwa pembelajaran Pendidikan