• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II. KAJIAN PUSTAKA

B. Tinjauan Teoritis Karakter Peduli Lingkungan

Karakter peduli lingkungan termasuk dalam salah satu delapan belas karakter yang ditetapkan oleh Pusat Kurikulum Kementerian Pendidikan Nasional. Peduli lingkungan terdiri dari dua kata yaitu peduli dan lingkungan. Peduli dalam kamus besar bahasa Indonesia memiliki arti memperhatikan, mengindahkan, dan menghiraukan.29 Sedangkan lingkungan menurut Mukhlis Akhadi adalah lingkungan hidup bagi manusia meliputi segala sesuatu yang ada di sekitarnya serta suasana yang berbentuk karena terjadinya interaksi di antara elemen-elemen lingkungan tersebut.30 Lingkungan terdiri dari komponen biotik dan abiotik. Komponen biotik adalah sesuatu yang bernyawa, seperti tumbuhan, hewan, dan manusia. Sedangkan komponen abiotik adalah segala yang tidak bernyawa, seperti tanah, udara, air, dan lain-lain.31

28 Amirul Mukminin al-Anwari, Strategi Pembentukan Karakter Peduli Lingkungan di

Sekolah Adiwiyata Mandiri (Studi Multikasus di SDN Tunjungsekar 1 Malang dan SDN Tulungrejo 4 Batu), Tesis MA. Malang: UIN Maulana Malik Ibrahim, 2014.

29

Tim Penyusun, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, 2008), hlm. 722.

30 Mukhlis Akhadi, Ekologi Energi Mengenali Dampak Lingkungan dalam Pemanfaatan

Sumber-Sumber Energi (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2009), hlm. 1.

31

Uraian mengenai lingkungan tersebut menunjuk pada satu pengertian bahwa istilah lingkungan yang dimaksud dalam karakter peduli lingkungan lebih cenderung pada lingkungan alam yang dimaknai sebagai segala sesuatu yang ada dalam dunia ini yang bukan manusia, seperti rumah, tumbuh-tumbuhan, air, iklim, dan hewan.

Berdasarkan pemaparan di atas, maka yang dimaksud dengan karakter peduli lingkungan yaitu suatu sikap yang dimiliki seseorang untuk memperbaiki dan mengelola lingkungan secara benar dan bermanfaat sehingga dapat dinikmati secara terus menerus tanpa merusak keadaannya, turut menjaga dan melestarikan sehingga ada manfaat yang berkesinambungan.

Puputh Fathurrohman dalam bukunya Pengembangan Pendidikan Karakter bahwa karakter peduli lingkungan dideskripsikan sebagai sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.32 Darmiyati Zuhdi menyatakan hal yang sama bahwa peduli lingkungan adalah sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan dapat mengembangkan upaya-upaya memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.33 Dengan demikian, dapat dipahami bahwa karakter peduli pada lingkungan memiliki arti penting untuk masa kini dan masa depan bumi dan manusia seterusnya.

Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 54 Tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah

32 Fathurrohman, Pengembangan Pendidikan, hlm. 20.

33 Darmiyati Zuhdi, Pendidikan karakter dalam perspektif teori dan praktik (Yogyakarta: UNY Press, 2011), hlm. 169.

khususnya disebutkan bahwa standar kompetensi lulusan untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama yaitu memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.34 Dalam peraturan itu disebutkan bahwa karakter peduli lingkungan merupakan salah satu karakter yang harus dimiliki oleh siswa Sekolah Menengah Pertama. Oleh sebab itu, sekolah dengan berbagai programnya harus dapat mendukung terbentuknya karakter peduli lingkungan.

2. Indikator Karakter Peduli Lingkungan

Pelaksanaan pendidikan karakter sebagai suatu program memerlukan indikator sebagai tolok ukur keberhasilan. Kementrian Lingkungan Hidup Negara Republik Indonesia menggunakan 14 indikator untuk mengukur sikap peduli lingkungan, yaitu (1) saya senang membakar sampah yang telah menumpuk; (2) saya menikmati menanam tanaman; (3) saya merasa bahwa peningkatan suhu bumi adalah hal yang perlu diwaspadai; (4) air mengalir tanpa digunakan membuat saya risau; (5) saya merasa lebih nyaman bila rumah saya memiliki area resapan air; (6) saya lebih senang bila saya berupaya menghemat listrik dan bahan bakar; (7) mematikan alat elektronik jika tidak digunakan adalah langkah menghemat listrik; (8) saya lebih nyaman menggunakan kendaraan umum ketika bepergian dibandingkan dengan kendaraan pribadi; (9) saya senang bila saya dapat merawat kendaraan saya; (10) saya merasa hal yang wajar bila satwa yang dilindungi dipelihara perorangan dan bagian tubuhnya diperjualbelikan; (11) saya

34 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 54 Tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah.

lebih senang mengkonsumsi bahan makanan yang diproduksi lokal; (12) saya senang memelihara, memiliki dan memperjualbelikan tumbuhan yang dilindungi; (13) saya suka bila memilah sampah plastik, sampah makanan, sampah kertas dan sampah lainnya sebelum dibuang; (14) saya senang bila sampah yang mengandung bahan kimia dikubur.35

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyatakan bahwa indikator perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah yang terintegrasi dalam program UKS mencakup kesehatan dan kebersihan lingkungan sekolah yang kondusif meliputi: 1) bebas sari asap rokok dan Narkoba; 2) memungkinkan dilaksanakannya aktivitas fisik; serta 3) memungkinkan peserta didik mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang.36

Untuk mengetahui bahwa suatu sekolah telah melaksanakan proses pendidikan yang mengembangkan budaya dan karakter maka ditetapkan indikator sekolah dan kelas. Menurut Kemendiknas sebagaimana dikutip Imam Machali dan Muhajir bahwa yang termasuk indikator sekolah dan kelas untuk karakter peduli lingkungan, yaitu:

a. Indikator sekolah untuk karakter peduli lingkungan

1) Pembiasaan memelihara kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah; 2) Tersedia tempat pembuangan sampah dan tempat cuci tangan;

3) Menyediakan kamar mandi dan air bersih;

35 Pande Made Kutanegara, dkk., Membangun Masyarakat Indonesia Peduli Lingkungan (Yogyakarta: UGM, 2014), hlm. 104-105.

36 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, “Seluruh Pihak harus Perkuat Komitmen untuk Pelaksanaan UKS, http://www.depkes.go.id/article/view/201410270003/seluruh-pihak-harus-perkuat-komitmen-bagi-pelaksanaan-uks.html, diakses tanggal 12 September 2016.

4) Pembiasaan hemat energi; 5) Membuat biopori di area sekolah;

6) Membangun saluran pembuangan air limbah dengan baik;

7) Melakukan pembiasaan memisahkan jenis sampah organik dan anorganik;

8) Penugasan pembuatan kompos dari sampah organik; 9) Menyediakan peralatan kebersihan;

10) Membuat tandon penyimpanan air; dan 11) Memprogramkan cinta bersih lingkungan. b. Indikator kelas untuk karakter peduli lingkungan

1) Memelihara lingkungan kelas;

2) Tersedia tempat pembuangan sampah di dalam kelas; dan 3) Pembiasaan hemat energi.37

Berdasarkan pemaparan di atas tampak bahwa keberhasilan suatu satuan pendidikan, khususnya Sekolah Menengah Pertama dalam mengimplementasikan karakter peduli lingkungan harus diselenggarakan secara komprehensif dari lingkup kelas hingga lingkup sekolah. Adanya berbagai upaya sekolah tersebut diharapkan akan menunjang terbentuknya karakter peduli lingkungan pada diri siswa dengan indikator sebagai berikut:

37 Imam Machali dan Muhajir, Pendidikan Karakter: Pengalaman Implementas

Pendidikan Karakter di Sekolah (Yogyakarta: Tim Penelitian DPP Bidang Bakat Minat &

Keterampilan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga dan Aura Pustaka, 2011), hlm. 21-22.

a. Tanggap akan lingkungan sekitar;

b. Mematikan lampu listrik, kipas/AC, keran air, atau alat-alat lain yang tidak digunakan;

c. Membersihkan ruang kelas dan papan tulis yang kotor; d. Merapikan meja kursi yang berserakan; dan

e. Menjaga lingkungan sekolah tetap bersih.38

Secara umum, indikator tersebut telah mencerminkan nilai-nilai peduli lingkungan yang harus dimiliki siswa dalam hal perawatan, pemeliharaan, dan pelestarian sarana prasarana serta lingkungan sekolah.

C. Konsep Pendidikan Agama Islam