BAB IV METODOLOGI PENELITIAN
4.7 Metode Analisis Data
Analisis regresi berganda digunakan oleh peneliti, bila peneliti bermaksud meramalkan begaimana keadaan (naik turunnya) variable dependen, bila dua atau leih variable independen sebagai factor predictor dimanipulasi (dinaik turunkan nilainya) (Sugiyono, 2010). Dalam mengetahui hubungan dan pengaruh faktor-faktor dari Tujuan organisasi, struktur organisasi, tata hubungan, sistem penghargaan, kepemimpinan dan mekanisme tata kerja yang terjadi pada saat terjadinya
restrukturisasi yang disiapkan untuk menopang pelaksanaan kebijakan tersebut sehingga kinerja instansi tercapai secara optimal dalam meningkatkan capaian PAD, digunakan teknik analisis regresi berganda.
Analisis regresi menggunakan rumus persamaan regresi berganda seperti yang dikutip dalam Sugiyono (2010), yaitu :
Y= a + b1X1 + b2X2 + b3X3+ b4X4 + b5X5+ b6X6 + e Keterangan :
Y = Peningkatan Capaian PAD a = Konstanta
b1,..,b6 = Koefisien regresi berganda X1 = Tujuan Organisasi
X2 = Struktur Organisasi X3 = Tata Hubungan X4 = Sistem Penghargaan X5 = Kepemimpinan
X6 = Mekanisme Tata Kerja e = Variabel Pengganggu
BAB V
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
5.1 Landasan Hukum
Sejarah Dinas Pendapatan, Pengelola Keuangan dan Kekayaan Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah tidak terlepas dari sejarah Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, Dinas Pendapatan, Pengelola Keuangan dan Kekayaan Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah merupakan salah satu Dinas Otonom dibawah pengawasan dan bertanggung jawab kepada Bupati Tapanuli Tengah.
Kabupaten Tapanuli Tengah dibentuk berdasarkan Undang – undang Nomor 7 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonom Kabupaten – Kabupaten dalam Propinsi Sumatera Utara, yang Ibukotanya terletak di Sibolga.
Berdasarkan Undang – undang Nomor 8 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonom Kota – kota Besar Dalam Lingkungan Daerah Propinsi Sumatera Utara, maka dibentuklah Kotapraja Daerah Tingkat II Sibolga. Dengan demikian Kota Sibolga merupakan Ibukota Kotamadya Sibolga dan juga sekaligus Ibukota Kabupaten Tapanuli Tengah.
Sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 1986 tentang Penetapan Batas Wilayah Kota di seluruh Indonesia, telah diatur bahwa
Ibukota Kabupaten Dati II tidak boleh berada dalam Wilayah Kotamadya Dati II, sehingga Pemda Kabupaten Tapanuli Tengah mulai memikirkan pemindahan Ibukota dari Kota Sibolga ke salah satu Ibu kota Kecamatan di Kabupaten Dati II Tapanuli Tengah yang dapat mendukung menjadi Ibukota Kabupaten Daerah Tingkat II Tapanuli Tengah.
Berdasarkan berbagai pertimbangan dan penilaian disepakati Kota Pandan Ibukota Kecamatan Sibolga diusulkan menjadi Ibukota Kabupaten Dati II Tapanuli Tengah, dan pembangunan Kantor Bupati KDH selesai dibangun di Pandan pada tahun 1992 dan diresmikan oleh Gubernur KDH Tingkat II Sumatera Utara pada tanggal 7 Oktober 1992.
Usul Pemindahan Pusat Pemerintahan sekaligus Ibukota Kabupaten Dati II Tapanuli Tengah yang diprogramkan sejak tahun 1981 melalui proses yang cukup lama, dan perjuangan para Pejabat Pemerintah yang bertugas di Kabupaten Tapanuli Tengah, akhirnya Pemerintah Pusat menyetujui dan menetapkan Kota Pandan sebagai Ibukota Kabupaten Tapanuli Tengah melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 tahun 1998, tentang Pemerintahan Ibukota Kabupaten Dati II dari Wilayah Kotamadya Dati II Sibolga pada tanggal 1 Agustus 1998 yang ditandai dengan penekanan tombol peresmian dan penandatanganan prasasti peresmian di Kota Pandan.
DPPKKD Kabupaten Tapanuli Tengah dibentuk berdasarkan kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah dimana mengeluarkan kebijakan untuk melakukan restrukturisasi organisasi perangkat daerah (merger) melalui Peraturan Daerah No. 26 Tahun 2007 tanggal 26 Desember 2007. Salah satu dinas
yang bergabung tersebut adalah Dinas Pendapatan Daerah dengan Bagian Keuangan. Kedua instansi ini bergabung dan membentuk instansi baru yaitu Dinas Pendapatan, Pengelola Keuangan dan Kekayaan Daerah melalui Peraturan Bupati Tapanuli Tengah Nomor 7 Tahun 2008 tanggal 18 Juni 2008.
5.2 Visi dan Misi DPPKKD Kabupaten Tapanuli Tengah
Menurut Wibisono (2006, p. 23) visi merupakan rangkaian kalimat yang menyatakan cita-cita atau impian sebuah organisasi atau perusahaan yang ingin dicapai di masa depan. Visi Dinas Pendapatan Pengelola Keuangan dan Kakayaan Daerah adalah : “Terwujudnya Pengelola Keuangan dan Kekayaan Yang Profesional Dalam Rangka Peningkatan Pendapatan Daerah dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Administrasi Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Guna Mendukung Pembangunan Daerah.“
Misi merupakan sebuah kompas yang membantu menemukan arah dan menunjukkan jalan yang tepat untuk mencapai visi yang telah ditetapkan. Untuk mewujudkkan visi yang telah ditetapkan diatas maka DPPKKD memiliki misi sebagai berikut :
1. Pengembangan sumber daya manusia Pengelola Keuangan dan Kekayaan;
2. Mewujudkan partisipasi masyarakat dalam peningkatan pendapatan daerah;
3. Menjadi motor penggerak kesadaran masyarakat dalam mentaati pajak/retribusi dan penerimaan lain-lain yang di dukung oleh system dan prosedur administrasi yang efektif dan efisien;
4. Pengembangan system manajemen pengelolaan keuangan dan kekayaan daerah;
5. Meningkatkan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana pendukung.
5.3 Struktur Organisasi DPPKKD Kabupaten Tapanuli Tengah Struktur organisasi merupakan suatu bentuk yang menunjukkan aspek-aspek pokok dan hubungan antara bagian serta saluran pengawasan yang menduduki masing-masing jabatan. Struktur organisasi juga menggambarkan pembagian tugas yang penting serta garis otorisasi formal. Dan kesemuanya ini merupakan tanggung jawab pimpinan perusahaan untuk mengkoordinir perusahaan dan bekerja lebih efektif dan efisien Adapun struktur organisasi DPPKKD Kab. Tapanuli Tengah terihat pada Lampiran-IV.
5.4 Tugas dan Fungsi Organisasi DPPKKD
Tugas dan fungsi DPPKKD diuraikan berdasarkan kepada pembagiannya terhadap masing-masing jabatan yang telah ditetapkan. Adapun uraian tugas dan fungsi berdasarkan masing-masing jabatan yang berada di dalam instansi DPPKKD adalah sebagai berikut :
1. Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah
Rumusan tugas : Kepala Dinas Pendapatan, Pengelola Keuangan dan Kekayaan Daerah mempunyai tugas pokok dan fungsi membantu Bupati dalam bidang Pendapatan, Pengelola Keuangan dan Kekayaan Daerah yang menjadi wewenang daerah.
2. Sekretaris
Rumusan tugas : Sekretaris mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis administratif kepada Satuan Organisasi Dinas Pendapatan, Pengelola Keuangan dan Kekayaan Daerah. sekretariat dalam pelaksanaan kegiatan teknis dan administrasi sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku untuk mendukung kelancaran tugas pokok dalam lingkup Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah.
3. Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian.
Rumusan tugas : memimpin Sub bagian umum dan kepegawaian dalam pelaksanaan kegiatan teknis dan administrasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk mendukung tugas pokok pada bagian sekretaris dan tata usaha di DPPKKD Kabupaten Tapanuli Tengah.
4. Kepala Sub Bagian Keuangan.
Rumusan tugas : Memimpin Sub bagian keuangan dalam pelaksanaan kegiatan teknis dan administrasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk mendukung tugas pokok pada bagian sekretaris di DPPKKD Kabupaten Tapanuli Tengah.
5. Kepala Sub Bagian Perencanaan
Rumusan tugas : Memimpin Sub bagian perencanaan dalam pelaksanaan kegiatan teknis dan administrasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk mendukung tugas pokok pada bagian sekretaris di DPPKKD Kabupaten Tapanuli Tengah.
6. Kepala Bidang Pendapatan
Rumusan tugas : Kepala Bidang Pendapatan mempunyai tugas membantu Kepala Dinas dalam melaksanakan tugas Bidang Pendapatan yang meliputi program objek Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui intensifikasi dan eksentifikasi pajak dan restribusi maupun penerimaan lainnya.
7. Seksi Pendaftaran, Pendataan dan Dokumentasi
Rumusan tugas : memimpin Seksi Pendaftaran Pendataan dan Dokumentasi, dalam pelaksanaan kegiatan teknis dan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku untuk mendukung kelancaran tugas pokok pada bidang pendapatan di DPPKKD Kabupaten Tapanuli Tengah.
8. Seksi Perhitungan dan Penetapan
Rumusan tugas : memimpin Seksi Perhitungan dan Penetapan, dalam pelaksanaan kegiatan teknis dan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku untuk mendukung kelancaran tugas pokok pada bidang pendapatan di DPPKKD Kabupaten Tapanuli Tengah.
9. Seksi Penagihan
Rumusan tugas : memimpin Seksi Penagihan dalam pelaksanaan kegiatan teknis dan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku untuk
mendukung kelancaran tugas pokok pada bidang pendapatan di DPPKKD Kabupaten Tapanuli Tengah.
10. Kepala Bidang Belanja
Rumusan tugas : Kepala Bidang Belanja mempunyai tugas membantu Kepala Dinas dalam melaksanakan tugas bidang program, anggaran dan perbendaharaan, dimana menyusun program belanja daerah Kabupaten Tapanuli Tengah
11. Seksi Program
Rumusan tugas : memimpin seksi Program dalam pelaksanaan kegiatan teknis dan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku untuk mendukung kelancaran tugas pokok pada bidang belanja di DPPKKD Kabupaten Tapanuli Tengah.
12. Seksi Anggaran
Rumusan tugas : memimpin Seksi Anggaran dalam pelaksanaan kegiatan teknis dan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku untuk mendukung kelancaran tugas pokok pada bidang belanja di DPPKKD Kabupaten Tapanuli Tengah.
13. Seksi Perbendaharaan
Rumusan tugas : memimpin Seksi Perbendaharaan dalam pelaksanaan kegiatan teknis dan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku untuk mendukung kelancaran tugas pokok pada bidang belanja di DPPKKD Kabupaten Tapanuli Tengah.
14. Kepala Bidang Kekayaan Daerah
Rumusan tugas : Kepala Bidang Kekayaan mempunyai tugas membantu Kepala Dinas dalam melaksanakan tugas Bidang Kekayaan Daerah meliputi Pengadaan, Pemanfaatan dan Pengendalian serta perawatan asset daerah pada DPPKKD Kabupaten Tapanuli Tengah.
15. Kepala Seksi Pengadaan
Rumusan tugas : Memimpin Seksi Pengadaan dalam pelaksanaan kegiatan tehnis dan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku untuk mendukung kelancaran tugas pokok pada Bidang Kekayaan di Dinas Pendapatan, Pengelola Keuangan dan Kekayaan Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah.
16. Kepala Seksi Pemanfaatan dan Pengendalian
Rumusan tugas : Memimpin Seksi Pemanfaatan dan Pengendalian dalam pelaksanaan kegiatan tehnis dan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku untuk mendukung kelancaran tugas pokok pada Bidang Kekayaan di Dinas Pendapatan, Pengelola Keuangan dan Kekayaan Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah.
17. Kepala Seksi Perawatan
Rumusan tugas : Memimpin Memimpin Seksi Perawatan dalam pelaksanaan kegiatan tehnis dan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku untuk mendukung kelancaran tugas pokok pada Bidang Kekayaan di Dinas Pendapatan, Pengelola Keuangan dan Kekayaan Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah.
18. Kepala Bidang Akuntansi
Rumusan tugas : Memimpin Seksi Verifikasi, Pembukuan dan Pelaporan dalam pelaksanaan kegiatan teknis dan administrasi sesuai ketentuanya berlaku untuk mendukung kelancaran tugas pokok pada Dinas Pendapatan, Pengelola Keuangan dan Kekayaan Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah.
19. Seksi Verifikasi
Rumusan tugas : Memimpin Seksi Verifikasi dalam pelaksanaan kegiatan tehnis dan administrasi sesuai ketentuanya berlaku untuk mendukung kelancaran tugas pokok pada bidang akumtansi di Dinas Pendapatan, Pengelola Keuangan dan Kekayaan Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah.
20. Seksi Pembukuan
Rumusan tugas : Memimpin Seksi Pembukuan dalam pelaksanaan kegiatan tehnis dan administrasi sesuai ketentuanya berlaku untuk mendukung kelancaran tugas pokok pada bidang akumtansi di Dinas Pendapatan, Pengelola Keuangan dan Kekayaan Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah
21. Seksi Pelaporan
Rumusan tugas : Memimpin Seksi Pelaporan dalam pelaksanaan kegiatan tehnis dan administrasi sesuai ketentuanya berlaku untuk mendukung kelancaran tugas pokok pada bidang akumtansi di Dinas Pendapatan, Pengelola Keuangan dan Kekayaan Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah.
BAB VI
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
6.1. Analisis
6.1.1 Analisis Validitas dan Reliabilitas
Validitas adalah suatu ukuran yang mengacu kepada derajat kesesuaian antara data yang dikumpulkan dan data sebenarnya dalam sumber data (Sukaria
yang diinginkannya dan dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat (Arikunto, 2002), sedangkan reliabilitas menunjukkan sejauh mana tingkat kekonsistenan pengukuran dari suatu responden ke responden yang lain atau dengan kata lain sejauh mana pertanyaan dapat dipahami sehingga tidak menyebabkan beda interpretasi dalam pemahaman pertanyaan tersebut. Dengan kata lain reliabilitas menunjukkan sejauh mana suatu hasil pengukuran relatif konsisten apabila pengukuran diulangi lebih dari sekali.
Instrumen penelitian berupa kuesioner untuk pengumpulan data primer, sebelum digunakan dalam penelitian terlebih dahulu dilakukan uji validitas dan reliabilitas terhadap 30 orang pegawai dari DPPKKD Kab. Tapteng, namun bukan merupakan sampel dalam penelitian ini, yaitu terhadap kuisioner yang disebarkan mengenai variabel Tujuan organisasi, struktur organisasi, tata hubungan, sistem penghargaan, kepemimpinan dan mekanisme tata kerja terhadap peningkatan capaian PAD.
Pada taraf nyata α 0,05, Uji validitas kuesioner dilakukan menggunakan program SPSS, maka r hitung dapat dilihat pada tabel “item-total statistics” kolom
“corrected item-total correlation”.Sedangkan hasil reliabilitas diperoleh dengan melihat r Alpha (Cronbach’s Alpha) pada tabel “reliability statistics”. Hasil dari analisis tersebut sebagaimana terlihat pada Tabel 6.1.
Pada hasil uji reliabilitas dari kuesioner diperoleh bahwa r Alpha (Cronbach’s Alpha) adalah sebesar 0.909, yaitu koefisien reliabilitasnya lebih dari atau sama dengan 0,700 (Robert dan Saccuzo, 1993). Oleh karena itu maka dapat
disimpulkan bahwa ke-35 butir pertanyaan tersebut dapat dinyatakan bersifat reliabel.
Tabel 6.1 Nilai Reliability Instrumen Penelitian
Cronbach's Alpha N of Items
.909 35
Sumber : Hasil Penelitian, 2013 (Data Diolah)
Dari hasil uji validitas dengan menggunakan program SPSS, maka pada output dapat dilihat nilai corrected item-total correlation (r hitung) semuanya bernilai positif dan memiliki nilai koefesien validitas lebih dari atau sama dengan 0,3 (Robert dan Saccuzo, 1993). Sehingga dapat disimpulkan bahwa ke-35 butir pernyataan tersebut dapat dinyatakan valid.
Tabel 6.2 Hasil Uji Validitas Instrumen Penelitian
Scale Mean if
Pernyataan_Q2 148.87 119.361 .362 .908
Pernyataan_Q3 149.00 116.690 .509 .906
Pernyataan_Q4 148.87 117.775 .494 .906
Pernyataan_Q5 148.90 115.610 .562 .905
Tabel 6.2 Hasil Uji Validitas Instrumen Penelitian (Lanjutan)
Scale Mean if
Pernyataan_Q6 149.17 119.316 .378 .908
Pernyataan_Q7 148.60 118.800 .422 .907
Pernyataan_Q8 148.87 119.361 .362 .908
Pernyataan_Q9 148.97 119.344 .341 .908
Pernyataan_Q10 148.87 117.775 .494 .906
Pernyataan_Q11 148.90 111.748 .616 .904
Pernyataan_Q12 149.07 115.444 .578 .905
Pernyataan_Q13 148.90 115.610 .562 .905
Pernyataan_Q14 149.17 119.316 .378 .908
Pernyataan_Q15 148.60 118.800 .422 .907
Pernyataan_Q16 148.80 117.269 .475 .906
Pernyataan_Q17 148.57 118.599 .399 .907
Pernyataan_Q18 148.77 118.392 .355 .908
Pernyataan_Q19 148.60 118.800 .422 .907
Pernyataan_Q20 148.80 117.269 .475 .906
Pernyataan_Q21 149.37 117.137 .458 .907
Pernyataan_Q22 148.90 115.610 .562 .905
Pernyataan_Q23 149.07 116.754 .387 .908
Pernyataan_Q24 148.77 118.392 .355 .908
Pernyataan_Q25 149.00 116.690 .509 .906
Pernyataan_Q26 148.63 118.171 .349 .908
Pernyataan_Q27 148.97 119.068 .327 .908
Pernyataan_Q28 149.07 115.444 .578 .905
Pernyataan_Q29 148.73 117.306 .472 .906
Pernyataan_Q30 148.90 116.576 .492 .906
Pernyataan_Q31 149.10 117.128 .470 .906
Pernyataan_Q32 148.90 116.576 .492 .906
Pernyataan_Q33 149.10 117.817 .355 .908
Pernyataan_Q34 149.07 115.444 .578 .905
Pernyataan_Q35 148.63 118.723 .341 .908
Sumber : Hasil Penelitian, 2013 (Data Diolah)
6.1.2 Distribusi Pendapat Responden Terhadap Variabel Penelitian
6.1.2.1 Deskripsi Jawaban Responden Variabel Penggabungan Organisasi (X).
Dalam penelitian ini variabel Penggabungan Organisasi adalah indikator Tujuan organisasi (X1), struktur organisasi (X2), tata hubungan (X3), sistem penghargaan (X4), kepemimpinan (X5) dan mekanisme tata kerja (X6). Adapun
descriptive statistic pada software SPSS 17.0 dengan tujuan untuk mengetahui distribusi frekuensi jawaban responden terhadap variabel Penggabungan Organisasi (X). Penjelasan responden tentang variabel Penggabungan Organisasi (X) dengan indikator Tujuan organisasi (X1), struktur organisasi (X2), tata hubungan (X3), sistem penghargaan (X4), kepemimpinan (X5) dan mekanisme tata kerja (X6) menggambarkan bahwa pendapat seluruh responden yang berjumlah 43 responden.
Berikut ini adalah hasil jawaban responden mengenai pernyataan-pernyataan yang terdapat pada kuisioner untuk variabel Penggabungan Organisasi (X).
a. Deskripsi Jawaban Responden Variabel Tujuan organisasi (X1)
Tabel 6.3 Penjelasan Responden atas Variabel Tujuan organisasi (X1)
Pernyataan Q1 Q2 Q3 Q4 Q5
Sangat Tidak Setuju 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00%
Tidak Setuju 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00%
Netral 4.65% 2.33% 2.33% 2.33% 6.98%
Setuju 27.91% 44.19% 44.19% 51.16% 51.16%
Sangat Setuju 67.44% 53.49% 53.49% 46.51% 41.86%
Sumber : Hasil Penelitian, 2013 (Data Diolah)
Dalam penelitian ini yang dimaksud Tujuan organisasi adalah tolok ukur prestasi kerja atau efektifitas suatu organisasi. Hasil jawaban kuisoner yang diperoleh dari 43 orang responden untuk variabel Tujuan organisasi pada Tabel 6.3 yaitu:
- Pada pernyataan Q1 (Saya memahami prioritas organisasi yang bergabung ini dengan baik), responden menyatakan sangat setuju dengan persentase dominan sebesar 67.44%, selanjutnya 27.91% responden menyatakan setuju
- Pada pernyataan Q2 (Saya dapat memahami dengan baik tujuan organisasi yang telah digabungkan), responden menyatakan sangat setuju dengan persentase dominan sebesar 53.49%, dan 44.19% responden menyatakan setuju dan 2.33% responden menyatakan netral.
- Pada pernyataan Q3 (Tujuan yang ditetapkan oleh dua unit yang digabung ini benar-benar mendukung karir saya), responden menyatakan sangat setuju dengan persentase dominan sebesar 53.49%, dan 44.19% responden menyatakan setuju dan 2.33% responden menyatakan netral.
- Pada pernyataan Q4 (Tujuan organisasi yang bergabung ini memberikan motivasi bagi saya untuk dapat bekerja lebih baik), responden menyatakan setuju dengan persentase dominan sebesar 51.16%, selanjutnya 46.51%
responden menyatakan ssangat etuju dan 2.33% responden menyatakan netral.
- Pada pernyataan Q5 (Tujuan organisasi yang bergabung ini sangat penting bagi saya sebagai pedoman dalam melakukan pekerjaan), responden menyatakan setuju dengan persentase dominan sebesar 51.16%, selanjutnya 41.86% responden menyatakan sangat setuju dan 6.98% responden menyatakan netral.
b. Deskripsi Jawaban Responden Variabel Struktur organisasi (X2)
Dalam penelitian ini yang dimaksud variabel Struktur organisasi adalah merupakan bentuk pengorganisasian dalam rangka mencapai tujuan organisasi.
Tabel 6.4 Penjelasan Responden atas Variabel Struktur organisasi (X2)
Pernyataan Q6 Q7 Q8 Q9 Q10
Sangat Tidak Setuju 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00%
Tidak Setuju 0.00% 2.33% 0.00% 0.00% 0.00%
Netral 6.98% 11.63% 6.98% 4.65% 2.33%
Setuju 69.77% 34.88% 46.51% 62.79% 23.26%
Sangat Setuju 23.26% 51.16% 46.51% 32.56% 74.42%
Sumber : Hasil Penelitian, 2013 (Data Diolah)
Hasil jawaban kuisoner yang diperoleh dari 43 orang responden untuk variabel Struktur organisasi pada Tabel 6.4 yaitu:
- Pada pernyataan Q6 (Struktur baru yang ditetapkan membuat saya kreatif), responden menyatakan setuju dengan persentase dominan sebesar 69.77%, selanjutnya 23.26% responden menyatakan sangat setuju, dan 6.98%
responden menyatakan netral.
- Pada pernyataan Q7 (Struktur organisasi yang dirancang dapat membuat saya bekerja lebih baik), responden menyatakan sangat setuju dengan persentase dominan sebesar 51.16%, selanjutnya 34.88% responden menyatakan netral, 11.63% responden menyatakan netral dan 2.33% responden menyatakan tidak setuju.
- Pada pernyataan Q8 (Struktur organisasi setelah penggabungan ini sangat sesuai menurut saya dengan misi dalam pencapaian tujuan organisasi), responden menyatakan sangat setuju dengan persentase dominan sebesar 46.51%, selanjutnya 46.51% responden menyatakan setuju dan 6.98%
responden menyatakan netral.
- Pada pernyataan Q9 (Struktur organisasi setelah penggabungan organisasi ini sangat sesuai dengan kebutuhan saya dalam menyelesaikan pekerjaan), responden menyatakan setuju dengan persentase dominan sebesar 62.79%,
selanjutnya 32.56% responden menyatakan sangat setuju, dan 4.65%
responden menyatakan netral.
- Pada pernyataan Q10 (Struktur organisasi setelah penggabungan organisasi ini membuat saya lebih focus dalam bekerja), responden menyatakan sangat setuju dengan persentase dominan sebesar 74.42%, selanjutnya 23.26%
responden menyatakan setuju, 2.33% responden menyatakan netral.
c. Deskripsi Jawaban Responden Variabel Tata Hubungan (X3)
Dalam penelitian ini yang dimaksud variabel Tata hubungan adalah mencerminkan keterkaitan kerja antara unsur yang satu dengan unsur yang lainnya dalam organisasi.
Tabel 6.5 Penjelasan Responden atas Variabel Tata Hubungan (X3)
Pernyataan Q11 Q12 Q13 Q14 Q15
Sangat Tidak Setuju 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00%
Tidak Setuju 2.33% 0.00% 0.00% 0.00% 13.95%
Netral 18.60% 13.95% 6.98% 16.28% 58.14%
Setuju 32.56% 58.14% 67.44% 60.47% 23.26%
Sangat Setuju 46.51% 27.91% 25.58% 23.26% 4.65%
Sumber : Hasil Penelitian, 2013 (Data Diolah)
Hasil jawaban kuisoner yang diperoleh dari 43 orang responden untuk variabel tata hubungan pada Tabel 6.5 yaitu:
- Pada pernyataan Q11 (Setelah penggabungan organisasi ini tata hubungan saya dengan pimpinan semakin harmonis), responden menyatakan sangat setuju dengan persentase dominan sebesar 46.51%, selanjutnya 32.56%
responden menyatakan setuju, 18.60% responden menyatakan netral dan 2.33% responden menyatakan tidak setuju.
- Pada pernyataan Q12 (Hubungan saya dengan sesama rekan kerja sudah
sebesar 58.14%, selanjutnya 27.91% responden menyatakan sangat setuju, dan 13.95% responden menyatakan netral.
- Pada pernyataan Q13 (Hubungan antar departemen kerja setelah penggabungan organisasi yang saya rasakan sangat baik), responden menyatakan setuju dengan persentase dominan sebesar 67.44%, selanjutnya 25.58% responden menyatakan sangat setuju, dan 6.98% responden menyatakan netral.
- Pada pernyataan Q14 (Organisasi yang bergabung ini ada menyediakan sarana konseling jika memiliki permasalahan pada diri saya sendiri), responden menyatakan setuju dengan persentase dominan sebesar 60.47%, selanjutnya 23.26% responden menyatakan sangat setuju, dan 16.28%
responden menyatakan netral.
- Pada pernyataan Q15 (Organisasi yang bergabung ini selalu menyediakan informasi yang baik pada saya mengenai perkembangan yang ada), responden menyatakan netral dengan persentase dominan sebesar 58.14%, selanjutnya 23.26% responden menyatakan setuju, 13.95% responden menyatakan tidak setuju dan 4.65% responden menyatakan sangat setuju.
d. Deskripsi Jawaban Responden Variabel Sistem Penghargaan (X4)
Dalam penelitian ini yang dimaksud variabel Sistem penghargaan adalah dimaksudkan untuk menghargai terhadap jasa atau prestasi kerja karena telah menepati standart kerja yang ditetapkan.
Hasil jawaban kuisoner yang diperoleh dari 43 orang responden untuk variabel Sistem penghargaan pada Tabel 6.6 yaitu:
Tabel 6.6 Penjelasan Responden atas Variabel Sistem Penghargaan (X4)
Pernyataan Q16 Q17 Q18 Q19 Q20
Sangat Tidak Setuju 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00%
Tidak Setuju 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 32.56%
Netral 9.30% 4.65% 6.98% 9.30% 37.21%
Setuju 34.88% 18.60% 32.56% 34.88% 13.95%
Sangat Setuju 55.81% 76.74% 60.47% 55.81% 16.28%
Sumber : Hasil Penelitian, 2013 (Data Diolah)
- Pada pernyataan Q16 (Saya selalu mendapat penghargaan dari prestasi kerja yang diraih), responden menyatakan sangat setuju dengan persentase dominan sebesar 55.81%, selanjutnya 34.88% responden menyatakan setuju, dan 9.30% responden menyatakan netral.
- Pada pernyataan Q17 (Promosi selalu terbuka untuk saya setelah penggabungan organisasi ini), responden menyatakan sangat setuju dengan persentase dominan sebesar 76.74%, selanjutnya 18.60% responden menyatakan setuju, dan 4.65% responden menyatakan netral.
- Pada pernyataan Q18 (Gaji yang saya peroleh sudah sesuai dengan beban pekerjaan yang saya terima setelah penggabungan organisasi ini), responden menyatakan sangat setuju dengan persentase dominan sebesar 60.47%, selanjutnya 32.56% responden menyatakan setuju, dan 6.98% responden menyatakan netral.
- Pada pernyataan Q19 (Jabatan yang diberikan organisasi yang bergabung ini sesuai dengan tingkat kemampuan dan kompetensi yang saya miliki saat ini), responden menyatakan sangat setuju dengan persentase dominan sebesar 55.81%, selanjutnya 34.88% responden menyatakan setuju dan 9.30%
responden menyatakan netral.
- Pada pernyataan Q20 (Organisasi yang bergabung ini mengakui dan sangat menghargai atas setiap hasil kerja yang saya berikan), responden menyatakan netral dengan persentase dominan sebesar 37.21%, selanjutnya 32.56%
responden menyatakan tidak setuju, 16.28% responden menyatakan sangat setuju dan 13.95% responden menyatakan setuju.
e. Deskripsi Jawaban Responden Variabel Kepemimpinan (X5)
Dalam penelitian ini yang dimaksud kepemimpinan adalah aktifitas untuk mempengaruhi orang-orang supaya diarahkan mencapai tujuan organisasi.
Tabel 6.7 Penjelasan Responden atas Variabel Kepemimpinan (X5)
Pernyataan Q21 Q22 Q23 Q24 Q25
Sangat Tidak Setuju 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00%
Tidak Setuju 0.00% 0.00% 4.65% 0.00% 0.00%
Netral 20.93% 4.65% 13.95% 4.65% 6.98%
Setuju 55.81% 72.09% 44.19% 55.81% 55.81%
Sangat Setuju 23.26% 23.26% 37.21% 39.53% 37.21%
Sumber : Hasil Penelitian, 2013 (Data Diolah)
Hasil jawaban kuisoner yang diperoleh dari 43 orang responden untuk variabel kepemimpinan pada Tabel 6.7 yaitu:
- Pada pernyataan Q21 (Atasan langsung saya selalu memberikan dukungan kepada saya dalam bekerja), responden menyatakan setuju dengan persentase dominan sebesar 55.81%, selanjutnya 23.26% responden menyatakan sangat setuju dan 4.65% responden menyatakan netral.
- Pada pernyataan Q22 (Pimpinan saya selalu memberikan panduan bagi saya untuk melakukan pekerjaan), responden menyatakan setuju dengan persentase dominan sebesar 72.09%, selanjutnya 23.26% responden menyatakan sangat setuju, dan 4.65% responden menyatakan netral.
- Pada pernyataan Q23 (Pimpinan saya memberikan pengaruh agar saya dapat bekerja lebih baik), responden menyatakan setuju dengan persentase dominan sebesar 44.19%, selanjutnya 37.21% responden menyatakan sangat setuju, 13.95% responden menyatakan netral dan 4.65% responden menyatakan tidak setuju.
- Pada pernyataan Q24 (Atasan saya setelah penggabungan organisasi ini memberikan tugas pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan saya), responden menyatakan setuju dengan persentase dominan sebesar 55.81%, selanjutnya 39.53% responden menyatakan sangat setuju dan 4.65%
responden menyatakan netral.
- Pada pernyataan Q25 (Organisasi yang bergabung ini melibatkan saya dalam menyelesaikan permasalahan kerja yang ada di departemen kerja saya), responden menyatakan setuju dengan persentase dominan sebesar 55.81%, selanjutnya 37.21% responden menyatakan sangat setuju dan 6.98%
responden menyatakan netral.
f. Deskripsi Jawaban Responden Variabel Mekanisme Tata Kerja (X6) Dalam penelitian ini yang dimaksud Mekanisme Tata Kerja adalah merupakan sistem atau tatanan yang mengatur rangkaian berbagai proses kerja dalam mencapai tujuan dan atau bagaimana kegiatan manajemen atau pengelolaan organisasi itu dilakukan, bagaimana sistem perencanaan , sistem pengadaan dan
pelaksanaan, serta sistem pengendaliannya, juga bagaimana keterkaitan antara satu dengan lainnya.
Tabel 6.8 Penjelasan Responden atas Variabel Mekanisme Tata Kerja
Tabel 6.8 Penjelasan Responden atas Variabel Mekanisme Tata Kerja